Anda di halaman 1dari 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/321018237

Kerusakan dan Perbaikan Struktur Penahan Tanah pada Bangunan Rumah


Tinggal Studi Kasus Perumahan di Bandung

Conference Paper · December 2006

CITATIONS READS

0 524

1 author:

Budijanto Widjaja
Universitas Katolik Parahyangan
99 PUBLICATIONS   75 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Liquifaction View project

Geoenvironmental View project

All content following this page was uploaded by Budijanto Widjaja on 03 August 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Kerusakan dan Perbaikan Struktur Penahan Tanah pada Bangunan
Rumah Tinggal Studi Kasus Perun1ahan d: Bandung

Budijanto Widjaja
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
GW & Associates Consultant

ABSTRAK: Pada suatu kawasan perumahan, di mana pada lokasi ini, tanah ditimbun hingga ketinggian
sekitar IO - 12 m dan timbunan ditahan oleh dinding penahan tanah tipe gravitasi . Konstruksi dinding
penahan tanah ini menggunakan batu kali . Tingginya tanah timbunan menyebabkan tekanan horisontal tanah
tidak mampu ditahan oleh dinding sehingga dinding telah mengalami keretakan pada beberapa seksi. Di sisi
lain, kerusakan ini tidak langsung diperbaiki. Kontraktor langsung membuat konstruksi bangunan 3 lantai
yang notabene menambah beban termasuk dilakukannya pemancangan tiang. Keretakan dinding makin
membesar dengan arah dari atas ke bawah dan dinding terpisah. Di dalam tulisan ini dibahas salah satu usulan
perbaikan struktur penahan tanah berupa konstruksi so ldier pile. Usulan ini pun akhirnya dikonstruksi untuk
menghindari terjadinya kegagalan struktur penahan tanah batu kali tersebut.

Ka ta Kunci : Dinding Penahan Tanah, Soldier Pile

ABSTRACT: In this paper, the author chose a case study in a certain home residence in North of Bandung. In
this case, soil was filled till 10.0- 12.0 m high. This fill is protected by gravity wall. Due to the height of the
wall, high horizontal stress can not be hold by itself. So, it cracked . At the other side, these cracks was not
immediately repaired althought the contractor was building three storey house. This activity and pile
• installation, of course, were induced load to wall. The cracks was wider than before and separated the wall.
Then the author gave a solution through a remediation with soldier piles construction which is also the aim of
this paperto solve crack condition.

Keywords: Gravity Wall, Soldier Pile

I PENDAHULUAN kekuatan DPT eksisting terhadap tekanan total tanah


untuk tinggi tanah sekitar 13.0 m.
Pada kunjungan lapangan yang telah dilakukan pada
15 Mei 2006, kondisi Dinding Penahan Tanah
(DPT) batu kali setinggi ± 8.0 m pada sisi Barat
telah mengalami retakan pada beberapa lokasi
(Gambar I). Dinding penahan batu kali telah
dikonstruksi cukup lama dan tidak terdapat data
geometri. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih lanjut
apakah sistem DPT ini cukup stabil atau tidak. Jika
tidak stabil, dalam tulisan ini diberikan solusi untuk
memperkuat tanah timbunan eksisting.
Pada saat itu, pihak konstraktor telah memancang
pondasi tiang dengan variasi pembenaman antara 2.0
m hingga 13.5 m. Bangunan atas telah dikonstruksi
hingga bagian basement.
Selain itu, bagian basement tersebut rencananya
akan ditimbun hingga elevasi sekitar 5.0 m dari
permukaan tanah eksisting. Artinya, perlu dikaji
Garn bar I . Retakan yang terjadi pada DPT ( 15 Mei 2006)

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN -X HATTI, 6-7 Desember 2006 187


Oleh karena itu, kajian yang harus segera lebih kecil dari yang disyaratkan sebesar 1.0
dilakukan adalah dengan mempertimbangkan urutan sehingga diperlukan suatu sistem perkuatan tanah.
konstruksi yang telah dilakukan.
Di loh.1si ini telah dilakukan uji sondir sebelum
proyek ini dilakukan pada tanggal 14 Februari 2006.
Terdapat 3 (tiga) titik sondir dengan penetrasi alat
tercapai pada kedalaman 2.80 - 4.2 m. Diduga
panjang pembenaman ini cukup dangkal akibat
ujung sondir mengenai batu atau brangkal.
Karena dugaan tersebut, telah diusulkan untuk
melakukan pemboran teknik guna memperoleh data
jenis, parameter tanah yang digunakan dalam
analisis DPT dan desain sistem perkuatan tanah.
Pemboran teknik telah dilakukan pada tanggal 26
Mei 2006 sebanyak I (satu) titik hingga kedalaman
20.0 m. Pada titik bor tersebut juga dilakukan Gambar 2. Kondisi eksisting dengan faktor keamanan 0.819
pengambilan tabung tidak terganggu sebanyak 1
(satu) tabung dan pengujian penetrasi standar Pada kondisi eksisting, terjadi pergerakan pada
(Standard Penetration Test/SPT). DPT batu kali hingga sekitar 13.6 cm. Hal ini
kemungkinan besar dapat menjadi penyebab
pergerakan dan retaknya DPT (Gambar 3).
2 KONDISI TANAH

Dari hasil uji lapangan diketahui kondisi pelapisan - - - - -.. · · - - - - ~ ~ -


..
.1

tanah didominasi oleh lapisan tanah lempung


berkonsistensi lunak hingga teguh (stiff). Rentang --...:'
nilai rata-rata tahanan konus sondir (qc) antara 6.0 -
30.0 kg/cm 2 .
Pemboran dilakukan hingga kedalaman 20.0 m. ·--=
Dari permukaan tanah hingga kedalaman 6.5 m .. . ·.... : .· ' ..' ~-..
. . . . . . : . ....
didominasi oleh lempung kepasiran kekerikilan
berwarna coklat keabuan. Nilai NsPT berkisar antara .. . . - -
3 - 22 blow/30 cm. Pada ·kedalaman 7.50 - 8.0 m . . . . . . . ._____,,_.............,._.........,
·--i ,._,._........._,._.,,_.,.__,.._,,_
ditemukan adanya batu/berangkal. Lapisan di
bawahnya dominan berupa tanah lempung baik
dengan campuran kerikil ataupun batu pecah. Pada ·- .'
kedalaman 16.0 ditemukan adanya lapisan
pendukung dengan NsrT>50 hingga akhir pemboran. Gambar 3. Kondisi eksisti ng di mana terjadi pergerakan 13.6
cm pada DPT

3 ANALIS IS STABILITAS LERENG 3.2 Alternatif Perkuatan


Untuk desain sistem perkuatan tanah, analisis Alternatif yang diusulkan adalah suatu sistem soldier
kestabilan lereng dilakukan menggunakan metode pile berupa barisan tiang-tiang bor dengan diameter
kesetimbangan batas dengan bantuan Program 60.0 cm dengan jarak as-as I .50 m sebanyak 2 baris.
SLIDE (Rocscience, 2002) dan metode elemen Kedalaman pembenaman tiang bor adalah 16.0 m
hingga dengan bantuan Program PLAXIS. dari elevasi tanah eksisting. Hal ini dimaksudkan
Untuk mengetahui tingkat kestabilan suatu agar tiang-tiang bor relatif memiliki pergerakan
lereng, umumnya ditinjau dari nilai faktor keamanan yang sangat kecil karena dibenamkan sebagian di
(FK). Dalam studi kasus ini ditinjau analisis short tanah pendukung (lihat gambar 4). Di samping itu,
term dan long term. dengan penambahan so ldier pile 1m mampu
meningkatkan nilai FK lereng menjadi I .52 1
(gambar 5).
3. 1 Kondisi Existing
Berdasarkan kondisi eksisting, diperoleh bahwa
Faktor Keamanan (FK) mencapai 0.89 (Gambar 2).
Hal ini dapat mengindikasikan bahwa terdapat
kemungkinan bahwa DPT mengalami retak akibat
adanya bidang longsor pada sisi DPT. Nilai FK ini
188 PERTEMUAN lLMIAH TA HUNAN - X HATTI, 6-7 Desember 2006
Elevasi Tanah Rencana
Pagar

T
50m
Oapat drtambah pelat lanta, cant,leve<
/osm
JI~

1
I \ Urugan
80·9Orn I
I
50m Oetad A
11'.i Om

//-"1/---
Sungai ,1 , 1

~
0tnding Penahan
Tiang Bor
-,-
Tanah Ba!u Kali 06m
Eks1sting (lJdak ada 2 x O.ameter 60.0 cm ,
Panjang -16.0 m
'--....;;;;=-----' -'--
data d1rnensi)
Spasi 1.5 m (Zig zag)

Gambar 4. Layout perkuatan dengan soldier pile dan DPT tipe Gambar 6. DPT Tipe Cantilever dengan Saluran Drainase
cantilever

Di atas deretan tiang bor tersebut dipasang DPT


tipe cantilever dari beton bertulang guna menahan
tekanan tanah setinggi 5.0 m. Selain itu, peranan
tiang bor di bawahnya dalah untuk meningkatkan
daya dukung, tahanan geser, dan momen guling
yang bekerja pada DPT.

Gambar 7. Kondisi Pergerak·~~engan Perkuatan

Pada pemodelan dilakukan tahapan metode


konstruksi sebagai berikut:
--- - - - - -- - - ' • Kondisi Tanah awal
• Konstruksi DPT Batu Kali
Gambar 5. Analisis kestabilan lereng dengan perkuatan
• Penimbunan Tanah dan Instalasi Tiang Pancang
dengan FK sebesar I .521 • Proses Pembebanan
• Proses Galian
Apabila dibutuhkan, pada bagian kepala DPT • Penimbunan
dapat dipasang pelat centilever yang dipasang pagar • Pemasangan Soldier Pile
(gambar 6). Pada bagian dalam DPT ini dipasang
• Konstruksi DPT Tipe Kantilever
perforated pipe guna mengalirkan air sehingga tidak
memberikan tekanan hidrostatik pada DPT. • Penimbunan
Untuk mengetahui deformasi dan gaya-gaya yang
bekerja pada sistem perkuatan tanah, ·maka Berdasarkan tahapan metode konstruksi tersebut
dilakukan analisis dengan metode elemen hingga diperoleh 'gaya-gaya dalam' yang bekerja seperti
dengan bantuan program PLAXIS. Pada kondisi momen pada tiang bor. Hasil menunjukkan bahwa
eksisting, perilaku lereng memberikan informasi dimensi yang digunakan adalah memenuhi kapasitas
arah pergerakan yang sesuai dengan hasil output struktural dan penulangan tiang-tiang tersebut.
SLIDE (Gambar 7). Pergerakan di atas kepala DPT
tipe cantilever mencapai 3.5 cm dan DPT batu kali
eksisting mengalami pergerakan di bawah 1.5 cm.

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN - X HATTI, 6-7 Desember 2006 189


4 KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

Duncan J.M. dan S.G. Wright. Soil Strength and Slope


• Untuk rnenanggulangi dinding penahan tanah Stability, John Wiley & Sons, Inc., New Jersey, 2005.
(DPT) yang retak telah diusulkan suatu GW & Associates, Report No. 57/GW/R0Nl/06-BW, Desain
konstruksi penahan berupa soldier pile. Untuk Sistem Perkuatan Rumah Tinggal, Bandung, 2006.
instrumentasi telah disarankan untuk Widjaja, 8., F.F. Gunawan, 2005, Solusi Penanganan
Pergerakan Tanah Studi Kasus Galangan Kapal Jambi,
pernasangan inklinorneter guna rnernantau Paper, Seminar Nasional II The Application of Technology
pergerakan tanah. Toward a Better Life, 10 December, Universitas Teknologi
• Metode konstruksi sangat rnenentukan tingkat Yogyakarta, Yogyakarta ( ISBN 979-98964-1-X)
Widjaja, B ., F.F. Gunawan, 2005, Remediation of Settlement
kearnanan lereng dan struktur penahan tanah Problem on Low Level Residential Buildings in Bandung,
Paper, 3rd International Conference on Geotechnical
Engineering (combined with 9th Yearly Meeting of the
Indonesian Society for Geotechnical Engineering), 3 - 4
August, Graha Santika Hotel, ISSMGE and Diponegoro
University, Semarang (ISBN 979-97161-2-8)

190 PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN-X HATTI, 6-7 Oesember 2006


KATA PENGANTARKETUA PANITIA
Para Pengurus HATII, para Pembicara, para Undangan, dan saudara-saudara Peserta Pertemuan Ilmiah
Tahunan X HATII yang saya hormati,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Atas nama seluruh anggota panitia penyelenggara, saya mengucapkan selamat datang dalam Pertemuan
Ilmiah Tahunan X HATII.

Saudara saudara yang saya hormati, seiring dengan perkembangan teknologi serta semakin gencarnya
tuntutan untuk diberlakukannya Undang-Undang Jasa Konstruksi No. 18 tahun 1999, para praktisi di
dunia konstruksi, termasuk dalam bidang yang kita geluti bersama yaitu geoteknik, dituntut untuk lebih
professional dalam bidangnya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya
kegagalan struktur.

Pertemuan Ilmiah Tahunan HATII yang untuk ke sepuluh kalinya ini diselenggarakan, mengangkat tema
utama PERAN GEOTEKNIK DALAM DUN/A KONSTRUKSI (Fhe Role of Geotechnic in Civil
Engineering Construction). Petemuan ini diharapkan dapat menjadi ajang dikusi bagi para pakar dan para
praktisi geoteknik scrta para pengguna jasa geoteknik, mengenai berbagai permasalahan geoteknik yang
sering kita jumpai, khususnya di Indonesia. Sehubungan dengan itu, panitia mengundang para pembicara
yang sangat berkompeten dalam bidangnya masing-masing untuk membagi pengalamannya yang
berharga dan mendiskusikannya di dalam Pertemuan Ilmiah ini.

Topik-topik yang diangkat diantaranya:

• Kegagalan Galian Dalam dan Pelajaran yang dapat Ditarik dari Keruntuhan Nicoll Highway di
Singapore pada 20 April 2004
• Kajian Geoteknik Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006
• Kajian Geoteknik Gempa Aceh 26 Desember 2004
• Faktor Gempa dan Likuifaksi, khususnya dalam analisa kinerja perkuatan lereng, tanggul
(embankment dam), dan tekanan tanah terhadap dinding basement.
• Teknik Pelaksanaan dan Instrumentasi Pondasi Dalam, diantaranya: Reverse Circulation Drilling
Method, dan instrumentasi untuk uji kapasitas tiang pancang.
• Permasalahan Desain Pondasi Dalam, diantaranya: Metode Lintasan Regangan, Distribusi
Gesekan Tanah, Perencanaan berbasis SNJ, Analisa Waktu Set Up, Uji Dinamis Regangan Besar,
Pondasi di daerah rawan longsor.
• Permasalahan Penyelidikan Tanah, diantaranya: Perkembangan dan penerapan format AGS
untuk data base penyelidikan tanah, interpertasi derajat konsolidasi dari uji Piezocone, Metode
empiris perkiraan kuat geser tanah untuk tanah alluvial tropis, pengaruh ukuran benda uji
triaxial, pengaruh distribusi butiran tanah dalam pengukuran sudut geser dalam, tiryauan
konstanta pegas tanah.
• Teknologi Instrumentasi Geoteknik, diantaranya: Teknologi instrumentasi dengan sensor nir
kabel, aplikasi instrumentasi dalam pembangunan terowongan MRT.
• Berbagai studi kasus, diantaranya: Kelongsoran pada tanah ekspansif, Penanggulan lumpur panas
Sidoarjo, Perbaikan lereng, Perbaikan struktur penahan tanah.

Diharapkan para penyaji makalah dan para peserta dapat berbagi pengalaman, mendiskusikan, dan
menarik pelajaran yang berharga dari topik-topik diatas. Panitia sangat mengharapkan bapak dan ibu
peserta Pertemuan Ilmiah berperan aktif dalam hal ini, sehingga pada saat Pertemuan Ilmiah ini berakhir,

ii
10 Geotechnical Instrumentation and Monitoring Works for Underground MRT 77
Construction
(Suresh Kumar, Willy Lemanza)

11 Introduction and Application of Borepi/e, Reverse-Circulation-Drill (RCD) Method in 83


Asian Countries and Indonesia
(Steven Teng)

12 Koefisien Tekanan Lateral dan Daya Dukung Friksi Tiang Pancang - S11at11 Pendekatan 93
Melalui Metode Lintasan Regangan
(A. Aziz Djajaputra)

13 Distribusi Gesekan Tanah Pada Pondasi Tiang Bar Dalam 107


(Sudioto Susilo)

14 Desain Pondasi Dalam Berbasis Keanda/an dan SN! 03-6747-2002 121


(Widjojo A. Prakoso)

15 Penentuan Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang dan Analisa Waktu Set-Up untuk 131
Pondasi Anjungan Lepas Pantai
(Masyhur Irsam, Andi KS. Kartawiria, Siska Rustiani)

16 Evaluation of Design Capacity ofBored Pile Based on High Strain Dynamic Test 147
(Nurly Gofar, Michael Angelo)

17 Discussion ofInstrumented Driven Pile 153


(Sindhu Rudianto)

18 Studi Peri/aim Tiang Bor Sebagai Pondasi Perumahan di Dae rah Rawan Longsor 157
Gunungpati Semarang
(Himawan Jndarto, Hanggoro Tri Cahyo A)

19 Kelongsoran Dinding Penahan Pada Tanah Ekspansif Studi Ka.ms Pada Rumah Tinggal 165
di Graha Family Surabaya
(Indarto)

20 Usu/an Penanggulangan Lumpur Panas Sumur Banjar Panji-1 di Sidoarjo, Jawa Timur 171
(Djoko Susanto, Syahraz M, Iman HJ

21 Perbaikan Kelongsoran Lengseran (Studi Kelongsoran Jalan Ke111en11h-Tegen11nga11 18 1


Gianyar Bali)
(I Wayan Redana)

22 Kerusakan dan Perbaikan Struktur Penahan Tanah pada Bangunan Rumah Tinggal Studi 187
Kasus Perumahan di Bandung
(Budijanto Widjaja)

23 Suggested Empirical Methods to Estimate The Slrength and Consolidation Parameters 191
for Tropical Alluovial Soft Soils In Situ
(Jndraswya M Mochtar)

ix

View publication stats