Anda di halaman 1dari 31

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pengantar Ilmu Kedokteran adalah blok 1.1 pada semester 1 dalam Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK) Program Studi Pendidikan Dokter Universitas
Jambi.

Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus sebagai bahan


pembelajaran untuk menghadapi tutorial yang sebenarnya pada waktu yang
akan datang.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud dan tujuan dari materi tutorial dalam scenario ini adalah:
1. Mahasiswa mampu mngidentifikasi organisasi tubuh manusia
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi sitem organ dan fungsi utamanya
3. Mahasiswa mampu menerapkan terminology anatomi dalam proses belajar
4. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep homeostasis dan kepentingannya
dalam organisme

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DATA PRAKTIKUM

Tutorial 1 dan 2 Skenario 3


Tutor : dr.

Moderator dan ketua : chativ rifki

Sekretaris Meja : Riyan Irawan

Sekretaris Papan : Haryani

Waktu : tutorial 1:

Tutorial 2:

Rule tutorial : 1. Alat komunikasi dinonaktifkan

2. Semua anggota tutorial harus mengeluarkan


pendapat

3. Dilarang makan dan minum

4. Dilarang membuka alat elektronik kecuali


sekretaris meja.

2.2 SKENARIO 3

TUBUHKU

Pada pembelajaran Blok 1.1 ini, ahsan baru meyadari betapa kompleks organisasi
tubuhnya. Ia begitu terheran – heran menyadari bahwa tubuhnya tersusun oleh sel
– sel yang berkelompok membentuk empat jenis jaringan. Jaringan selanjutnya
berkelompok lalu membentuk organ. Dua atau lebih organ akan membentuk
system organ yang menjalankan fungsi tertentu bagi tubuh. Ahsan selanjutnya
mulai tertarik mempelajari lebih dalam mengenai organisasi tubuhnya dan
bagaimana menjaga keseimbangan kerja antara system organ di dalam tubuh
yang disebut homeostasis.

2.3 KLARIFIKASI ISTILAH

1. Kompleks : adalah suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa bagian


dan memiliki ketergantungan (rumit).

2. Sel : merupakan unit structural terkecil sebagai penyusun


makhluk hidup

3. Jaringan : adalah kumpulan beberapa sel yang memiliki fungsi yang


sama .

4. Organ : adalah kumpulan beberapa jaringan yang memiliki fungsi yang


sama dan saling berkaitan.

5. Sistem organ : adalah kumpulan beberapa organ yang membentuk suatu


system yang menjalankan fungsi – fungsi tertentu.

6. Homeostasis : adalah kemampuan untuk tetap menjaga dalam keadaan


seimbang.

2.4 IDENTIFIKASI MASALAH

1. sel
2. Organisasi tubuh mansusia
3. jaringan penyusun organ pada tubuh manusia

4. system organ yang terdapat pada tubuh manusia


5. homeostasis

Identifikasi masalah ada 5 topik pembahasan

2.5 ANALISIS MASALAH

1. Apakah itu sel?

Sel adalah unit kehidupan terkecilyg dapat melaksanakan fungsinya secara mandiri.
Sel adalah unit yg t ersusun dari organel” yg memiliki fungsi sendiri.

2. Adakah satu organ yang termasuk dalam 2 sistem organ?

Ada

2.6 SISTEMATIKA (KETERKAITAN MASALAH)

Organisasi tubuh

sel

epitel

ikat
jaringan
otot
System
organ organ syaraf
fungsi homeostasis

penegrtian
bagian fungsi

rangka otot digestif

syaraf limfe
integumen

kardiovaskular
endokrin kemih

respirasi
Reproduksi Reproduksi
laki-laki wanita

2.7. LEARNING ISSUE

1. Ciri-ciri 4 macam jaringan penyusun tubuh manusia?

MATRIKS FUNGSI
JARINGAN SEL
EKSTRASEL UTAMA

Saraf Juluran panjang Tidak ada Transmisi


yang berjalinan impuls syaraf

Melapisi
Kumpulan sel- permukaan atau
Epitel Hanya sedikit
sel polyhedral rongga tubuh,
sekresi kelenjar
Sel kontraktil Berjumlah
Otot Pergerakan
panjang sedang
Beberapa jenis
sel yang Penyokong dan
Ikat Sangat banyak
menetap dan pelindung
mengembara

2. Sebutkan system organ yang terdapat pada tubuh manusia beserta fungsinya?

Sistem kardiovaskular

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu


sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel (transport) .
Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian
dari homeostasis).

Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan
sistem peredaran darah

Sistem endokrin

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)


yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui
aliran darahuntuk memengaruhi organ-organ lain.. Sistem endokrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat,
dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.

Sistem integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan,


melindungi, dan menginformasikan terhadap lingkungan sekitarnya.
Mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan
produknya (keringat atau lendir).

Sistem limfatik

Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi


mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh

Fungsi sistem limfe yaitu: 1. Mengembalikan cairan & protein dari


jaringan ke sirkulasi darah 2. Mengangkut limfosit 3. Membawa lemak
emulsi dari usus 4. Menyaring & menghancurkan mikroorganisme untuk
menghindarkan penyebaran 5. Menghasilkan zat antibody

Sistem otot

Sistem otot adalah sistem organ pada hewan dan manusia yang
mengizinkan makhluk tersebut bergerak. Sistem otot
pada vertebrata dikontrol oleh sistem saraf, walaupun beberapa otot
(seperti otot jantung) dapat bergerak secara otonom. Otot terbagi menjadi
3, yaitu:

1. Otot Lurik
2. Otot Polos

3. Otot Jantung

Sistem saraf

Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas serabut
saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan esensial
untuk persepsi sensoris indrawi, aktivitas motorik volunter dan
involunter organ atau jaringan tubuh, dan homeostasis berbagai proses
fisiologis tubuh. Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling
penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung
dan vital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Satuan kerja
utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia.

Sistem reproduksi

Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat
dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem
reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem
reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.

Alat reproduksi pada pria a. Sepasang testis, yang terbungkus dalam


kantong skrotum, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon
testosteron b. Sepasang epididimis, saluran panjang berkelok-kelok
terdapat di dalam skrotum

pada wanita ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen


dan progestron) jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan
dari ovarium, pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi

Sistem pernapasan

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang


digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem
pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa
udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran
gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya.
Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis
makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Sistem urin
Sistem urin adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan
mengalirkan urin. Pada manusia, sistem ini terdiri dari dua ginjal,
dua ureter,kandung kemih, dua otot sphincter, dan uretra.

Sistem rangka

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik
pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe:
eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem
rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis
lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan


(seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain
seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya.

Sistem pencernaan

Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah


sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan,
mencernanya menjadienergi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses
tersebut melalui dubur. Secara spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk
mengambil makanan, memecah nya menjadi molekul nutrisi yang lebih
kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam alirah darah, kemudian
membersihkan tubuh dari sisa pencernaan [1].

organ yang termasuk dalam sistem pencernaan terbagi menjadi dua


kelompok:

Saluran pencernaan

Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa tabung yang


dikelilingi otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecah nya
menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju
pembuluh darah. Organ-organ yang termasuk di dalam nya adalah :
mulut,faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus
besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui anus.

Organ pencernaan tambahan (aksesoris)

Organ pencernaan tambahan ini berfungsi untuk membantu saluran


pencernaan dalam melakukan kerjanya. Gigi dan lidah terdapat dalam
rongga mulut,kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan
dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar
pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam
pemecahan bahan makanan. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa
kelenjar pencernaan seperti kelenjar

3. organ – organ tubuh?


organ dalam
yaitu otak, paru-paru, jantung, hati, lambung, usus halus, usus besar,
ginjal, kandung kemih, testis, uretra dll

Organ luar

Yaitu kulit, kuku, mata, telinga, penis, dll

4. apa tujuan homeostasis

Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan


lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan.
Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi.
Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan
dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme.

Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:

1. Sistem tertutup - Keseimbangan statis


2. Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik

2.8 Learning Objectives


Pokok What I What I don`t What I have to How I
Bahasan Know Know
prove will
Learn

Sel Definisi sel Penyusun sel Sel-sel penyusun


pada jaringan,
organ dan sistem
organ manusai

Organisasi Definisi Bagasimana


tubuh organisasi organ
mansusia tubuh manusia

jaringan Macam- Pengertian Macam-macam


penyusun macam tentang jaringan tersebut Buku
organ pada jaringan tubuh macam- secara lebih dan
tubuh macam spesifik Jurnal,
manusia jaringan internet
masing
masing

system organ Definisis dan Organ Sistem organ


yang terdapat fungsinya penyusun secara spesisfik
pada tubuh
manusia

homeostasis Definisi sistematika Tujuan


homeostasis homeostasis

2.9 SINTESIS MASALAH

SEL
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang
dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Sel
mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi
kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel

STRUKTUR

Semua sel dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran


plasma, sementara daerah di dalam sel disebut sitoplasma. Setiap sel, pada
tahap tertentu dalam hidupnya, mengandungDNA sebagai materi yang
dapat diwariskan dan mengarahkan aktivitas sel tersebut. Selain itu, semua
sel memiliki struktur yang disebut ribosom yang berfungsi dalam
pembuatan protein yang akan digunakan sebagai katalis pada berbagai
reaksi kimia dalam sel tersebut.

Sel prokariota

Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon,
'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya,
dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut nukleoid.

Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar


membran selnya. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku
yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-
protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut sebagai dinding sel.
Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan
peptidoglikan, dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel
dari protein. Sementara itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan
protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel
prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmotik pada lingkungan
yang memiliki konsentrasilebih rendah daripada isi sel.

Sel eukariota

Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel


eukariota, yaitu (1) mitokondria, tempat sebagian
besar metabolisme energi sel terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu
jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; (3) badan Golgi,
yang mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; serta
(4) peroksisom, tempat perombakanasam lemak dan asam
amino. Lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda
asing yang dimasukkan oleh sel, ditemukan pada sel hewan, tetapi tidak
pada sel tumbuhan.Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya
ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme
uniseluler. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniseluler
memiliki satu atau lebih vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien
dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian.

KOMPONEN SUBSELULER

Membran

Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma


dan berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan
aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh
volume sel. Membran sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan
sel, dan adhesi sel.

Nukleus

Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengendalikan


sel eukariota (sebagian lain gen terletak di
dalam mitokondria dan kloroplas).

Selubung nukleus melingkupi nukleus dan memisahkan isinya


(yang disebut nukleoplasma) dari sitoplasma. Selubung ini terdiri dari
dua membranyang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan
protein terkait.

Nukleus mengedalikan sintesis protein di dalam sitoplasma dengan


cara mengirim molekul pembawa pesan berupa RNA, yaitu mRNA,
yang disintesis berdasarkan "pesan" gen pada DNA. RNA ini lalu
dikeluarkan ke sitoplasma melalui pori nukleus dan melekat pada ribosom,
tempat pesan genetik tersebut diterjemahkan menjadi urutan asam
amino protein yang disintesis.

Ribosom

Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan


laju sintesis protein yang tinggi memiliki banyak sekali ribosom,
contohnya sel hati manusia yang memiliki beberapa juta
ribosom. Ribosom sendiri tersusun atas berbagai jenis protein dan
sejumlah molekul RNA.

Sistem endomembran

Berbagai membran dalam sel eukariota merupakan bagian dari


sistem endomembran. Membran ini dihubungkan melalui sambungan fisik
langsung atau melalui transfer antarsegmen membran dalam
bentuk vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem
endomembran mencakup selubung nukleus, retikulum endoplasma, badan
Golgi,lisosom, berbagai jenis vakuola, dan membran plasma. Sistem ini
memiliki berbagai fungsi, termasuk sintesis dan modifikasi protein serta
transpor protein ke membran dan organel atau ke luar sel, sintesis lipid,
dan penetralan beberapa jenis racun.

Retikulum endoplasma

Terdapat dua bentuk retikulum endoplasma, yaitu retikulum


endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.

Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena


permukaannya ditempeli banyak ribosom .Retikulum endoplasma halus
tidak memiliki ribosom pada permukaannya. Retikulum endoplasma halus
berfungsi, misalnya, dalam sintesis lipid komponen membran sel.

Badan Golgi

Biasanya terdapat tiga sampai delapan sisterna, tetapi ada sejumlah


organisme yang memiliki badan Golgi dengan puluhan sisterna. Jumlah
dan ukuran badan Golgi bergantung pada jenis sel dan
aktivitas metabolismenya. Sel yang aktif melakukan sekresi protein dapat
memiliki ratusan badan Golgi. Organel ini biasanya terletak di
antara retikulum endoplasma dan membran plasma.

Badan Golgi mengatur pergerakan berbagai jenis protein; ada yang


disekresikan ke luar sel, ada yang digabungkan ke membran plasma
sebagai protein transmembran, dan ada pula yang ditempatkan di
dalam lisosom.

Lisosom

Lisosom menguraikan molekul makanan yang masuk ke dalam sel


melalui endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan
lisosom. Dalam proses yang disebut autofagi, lisosom
mencerna organel yang tidak berfungsi dengan benar. Lisosom juga
berperan dalam fagositosis, proses yang dilakukan sejumlah jenis sel untuk
menelan bakteri atau fragmen sel lain untuk diuraikan. Contoh sel yang
melakukan fagositosis ialah sejenis sel darah putih yang disebut fagosit,
yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Vakuola

Vakuola memiliki banyak fungsi lain dan juga dapat ditemukan


pada sel hewan dan protista uniseluler. Kebanyakan protozoa memiliki
vakuola makanan, yang bergabung dengan lisosom agar makanan di
dalamnya dapat dicerna

Mitokondria

Organel ini memiliki dua macam membran, yaitu membran luar


dan membran dalam, yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Luas
permukaan membran dalam lebih besar daripada membran luar karena
memiliki lipatan-lipatan, atau krista, yang menyembul ke dalam matriks,
atau ruang dalam mitokondria.

Mitokondria adalah tempat berlangsungnya respirasi seluler, yaitu


suatu proses kimiawi yang memberi energi pada sel.
Kloroplas

Kloroplas mengandung klorofil,pigmen hijau yang menangkap


energi cahaya untuk fotosintesis, yaitu serangkaian reaksi yang mengubah
energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam
molekul karbohidrat dan senyawa organik lain.

Peroksisom

Organel ini dinamai demikian karena biasanya mengandung satu


atau lebih enzim yang terlibat dalam
reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2). Hidrogen
peroksida merupakan bahan kimia beracun, namun di dalam peroksisom
senyawa ini digunakan untuk reaksi oksidasi lain atau diuraikan
menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom adalah
mengoksidasi asam lemak panjang menjadi lebih pendek yang kemudian
dibawa ke mitokondria untuk oksidasi sempurna.

Sitoskeleton

Sitoskeleton eukariota terdiri dari tiga jenis serat protein,


yaitu mikrotubulus, filamen intermediat, dan mikrofilamen.] Protein
sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan sitoskeleton eukariota
ditemukan pula pada prokariota. Mikrotubulus berupa silinder berongga
yang memberi bentuk sel, menuntun gerakan organel, dan membantu
pergerakan kromosom pada saat pembelahan sel.

Dinding sel tumbuhan

Dinding sel tumbuhan merupakan matriks ekstraseluler yang


menyelubungi tiap sel tumbuhan. Dinding ini tersusun atas
serabut selulosa yang tertanam dalam polisakarida lain serta proteindan
berukuran jauh lebih tebal daripada membran plasma, yaitu 0,1 µm hingga
beberapa mikrometer. Dinding sel melindungi sel tumbuhan,
mempertahankan bentuknya, dan mencegah pengisapan air secara
berlebihan.
Komunikasi sel

Kemampuan sel untuk berkomunikasi, yaitu menerima dan


mengirimkan 'sinyal' dari dan kepada sel lain, menentukan
interaksi antarorganisme uniseluler serta
mengatur fungsi danperkembangan tubuh organisme multiseluler.
Komunikasi sel terdiri dari proses transfer sinyal antarsel dalam bentuk
molekul (misalnya hormon) atau aktivitas listrik, dan transduksi sinyal di
dalam sel target ke molekul yang menghasilkan respons sel.

Siklus sel

Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap


kehidupan sel antara pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya disebut
sebagai siklus sel. Pada kebanyakan sel, siklus ini terdiri dari empat proses
terkoordinasi, yaitu pertumbuhan sel, replikasi DNA, pemisahan DNA
yang sudah digandakan ke dua calon sel anakan, serta pembelahan
sel. Pada bakteri, proses pemisahan DNA ke calon sel anakan dapat terjadi
bersamaan dengan replikasi DNA, dan siklus sel yang berurutan dapat
bertumpang tindih. Hal ini tidak terjadi pada eukariota yang siklus selnya
terjadi dalam empat fase terpisah sehingga laju pembelahan sel bakteri
dapat lebih cepat daripada laju pembelahan sel eukariota. Pada eukariota,
tahap pertumbuhan sel umumnya terjadi dua kali, yaitu sebelum replikasi
DNA (disebut fase G1, gap 1) dan sebelum pembelahan sel (fase G2).
Siklus sel bakteri tidak wajib memiliki fase G1, namun memiliki fase
G2 yang disebut periode D. Tahap replikasi DNA pada eukariota
disebut fase S (sintesis), atau pada bakteri ekuivalen dengan periode C.
Selanjutnya, eukariota memiliki tahap pembelahan nukleus yang
disebut fase M (mitosis).

Diferensiasi sel

Diferensiasi sel menciptakan keberagaman jenis sel yang muncul


selama perkembangan suatu organisme multiseluler dari sebuah sel telur
yang sudah dibuahi. Misalnya, mamalia yang berasal dari sebuah sel
berkembang menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis sel berbeda
seperti otot, saraf, dan kulit. Sel-sel dalam embrio yang sedang
berkembang melakukan pensinyalan sel yang memengaruhi ekspresi
gen sel dan menyebabkan diferensiasi tersebut.

JARINGAN

1. JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel adalah salah satu empat jaringan dasar


(lainnya: Jaringan Ikat, jaringan otot, jaringan saraf).

. Sifat umum

Jaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas dan terletak
rapat satu sama lain. oleh karena itu, jaringan epitel dapat dikatakan
sebagai jaringan yang seluler.

Embriologi

Jaringan epitel dapat berasal dari:

 Ektoderm. Misalnya epitel pada kulit


 Entoderm. Misalnya epitel pada saluran pencernaan

 Mesoderm. Misalnya epitel pada saluran kemih

Fungsi

Epitel memiliki berbagai fungsi tergantung dari posisi jaringan.


Fungsinya antara lain:

 Sebagai pelindung
 Sebagai alat sekresi

 Sebagai alat penerima impuls

 Sebagai alat penyaring atau filtrasi


 Sebagai alat absorpsi

 Sebagai alat respirasi

Jaringan Epitelium penutup

Jaringan epitelium penutup berperan melapisi permukaan tubuh


dan jaringan lainnya. Jaringan ini terdapat pada permukaan tubuh,
permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan sebelah dalam
dari saluran yang ada dalam tubuh, misalnya dalam saluran pencernaan
dan pembuluh darah.

Jaringan Epitelium Kelenjar

Jaringa epitelium kelenjar disusun oleh sel-sel khusus yang mampu


menghasilkan sekret atau getah cair. getah cair ini berbeda dengan darah
atau cairan antarsel. Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya,
kelenjar dibedakan menjadi dua, yaitu kelenjar endokrin dan
kelenjar eksokrin.

2. Klasifikasi

Epitel selapis

Epitel selapis pipih

Epitel selapis pipih terdiri dari satu lapis saja dan sel berbentuk
pipih. Dilihat dari permukaan, sel-sel ini terlihat seperti lantai ubin namu
dengan batas yang tidak teratur. Epitelium ini umumnya berfungsi sebagai
jalan pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contoh:
epitel pada pembuluh darah kapiler dan dinding alveolus.

Epitel selapis kubus

Epitel selapis kubus terdiri dari satu lapis sel dan sel berbentuk
seperti kubus. Dari permukaan sel-sel itu terlihat seperti sarang lebah atau
berbentuk poligonal. Contoh: epitel pada
permukaanovarium, kelenjar dan kelenjar tiroid.

Epitel selapis silindris


Epitel selapis silindris terdiri dari satu lapis sel dan selnya
berbentuk silindirs (torak). Terlihat seperti epitelium kubus, namun
potongan tegak lurus terlihat lebih tinggi. Sel epitel silindris ini ada yang
memiliki silia pada permukaannya, seperti yang terdapat pada oviduk.
Contoh: epitel pada lambung dan usus.

Epitel batang bersilia

Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris berlapis. memiliki bulu-


bulu getar/silia. terletak di dinding rongga hidung. berfungsi sebagai
penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk,
dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk.melekat pada
mucus.

Epitel berlapis semu

Epitelium ini sebenarnya terdiri atas atas selapis sel epitelium,


tetapi tinggi dari sel epitelium tersebut memiliki tinggi yyang tidak sama,
sehinggga terlihat seperti beberapa lapis sel. Sel epitelium berlapis semu
terdapat pada trakea.

Epitel berlapis

Sesuai dengan namanya, epitelium berlapis disusun tersusun atas


dua atau lebih lapisan sel. Sel pada lapisan paling dasar disebut sebagai sel
basal dan terletak di atas membran basal. Di atas sel basal terdapat
beberapa lapis sel yang berbentuk gepeng, kubus ataupun batang. Ataupun
berbentuk lain yang disebuut epitelium transisional.

Epitel berlapis gepeng

Epitel berlapis gepeng sebenarnya tidak semuanya berbentuk


gepeng. Yang berbentuk gepeng hanya pada sel sebelah atas. Sel pada
lapisan terbawah dapat berbentuk silindris. Contoh: epitel pada vagina.

Epitel berlapis kubis

Epitel berlapis kubis jarang ditemukan pada tubuh. Contoh: epitel


pada saluran keluar kelenjar. berfungsi dalam sekresi dan arbsorbsi.
Epitel berlapis silindris

Epitel berlapis silindris jarang ditemukan. Paling banyak terdiri


dari dua lapisan saja. Berfungsi sebagai tempat sekresi, arbsorbsi, sebagai
pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi
kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contoh: epitel pada
konjungtiva palpebra.

Epitel transisional

Pada epitel ini, strukturnya mirip epitel berlapis gepeng. Pada


lapisan atas terdapat lapisan sel yang berbentuk payung (sel payung). Sel
payung dalam keadaan regang akan memipih, misalnya dalam keadaan
saluran terisi penuh. Contoh: epitel pada ureter.

JARINGAN OTOT

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan


organ-organtubuh. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3 macam :
1.Jaringan Otot Polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang
homogen sehinggabila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau
tidak bergaris-garis.
Otot polos berkontraksi secara refleks dan dibawahpengaruh saraf
otonom. Bila otot polosdirangsang, reaksinya lambat. Otot polosterdapat
pada saluranpencernaan, dindingpembuluh darah, saluran pernafasan.
2.Jaringan Otot Lurik
Nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar
jenis otot inimelekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut
kehendak kita dan di bawahpengaruh saraf sadar.Dinamakan otot lurik
karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garisgelap dan
terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebabitu
nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.Kontraksi otot
lurik berlangsung cepat bilamenerima rangsangan, berkontraksi
sesuaidengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar.Fungsi otot
lurik untuk menggerakkan tulang danmelindungi kerangka dari benturan
keras.
3.Jaringan Otot Jantung/Miokardium
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisantengah dinding
jantung. Strukturnya menyerupaiotot lurik,meskipun begitu kontraksi otot
jantungsecara refleks serta reaksi terhadap rangsanglambat.Fungsi otot
jantung adalah untuk memompadarah ke luar jantung.

JARINGAN IKAT

Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat, menambat, dan


menyokong berbagai jaringan, organ, dan bagian badan, dimana jaringan ini
dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi
sel yang tersebar di dalam matriks ekstraseluler.

Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Jaringan Ikat Umum

Jaringan Ikat Longgar


Jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan di dalam tubuh. Jaringan ini
terdiri dari kumpulan sel fibroblas, sel mast, sel makrofag, sel lemak, serat
elastin, dan serat kolagen. Jaringan ini memiliki ciri sel-selnya jarang dan
sebagian besar tersusun atas matriks. Dalam matriks jaringan ikat longgar
hanya sedikit ditemukan serabut. Fungsi utama jaringan ikat longgar adalah
pengikat dan pengepak material, dan sebagai tumbuhan bagi jaringan dan
organ lainnya. Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot.
Contohnya: mesenkim (pada embrio), mukoid (pada tali pusat), areolar
(organ pada umumnya), lemak (jaringan subkutis), retikular (sumsum
tulang dan limfonodus).

 Jaringan Mesenkim
- terdapat pada embrio
- dapat berdiferensiasi menjadi sel lain
- merupakan jaringan penghubung yang masih sangat muda
- berasal dari Mesoderm
- berbentuk stelata ( memiliki lekukan sitoplasma yang panjang dan
banyak)

FUNGSI
Makrofag: memfagosit bakteri, sel mati, benda-benda asing yang masuk
atau berada dalam jaringan ikat, dll.
Fibroblas: mensintesis serat kolagen, serat retikular, dan serat elastin
Sel lemak: menimbun lemak dan merupakan bahan pembungkus
protektif di dalam dan sekitar berbagai organ, serta sebagai cadangan
makanan terbesar dalam tubuh.
Sel Mast: melepaskan Heparin (anti koagulan darah) dan Histamin
(mediator poten peradangan) .

Jaringan Ikat Padat


Jaringan ikat padat atau sering disebut jaringan pengikat serabut putih
karena pada matriksnya mempunyai serat-serat yang berhimpitan yang
terbuat dari serat kolagen. Jaringan ini lebih banyak disusun oleh serat
kolagen dibandingkan sel-sel jaringan ikatnya. Jaringan ini membentuk
tendon sebagai tempat perlekatan otot dengan tulang, dan ligamen
sebagai tempat persendian tulang dengan tulang.

2. Jaringan Ikat Khusus

Darah

Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks
darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein
terlarut. Sel darah merah (eritrosit) dan putih (leukosit), dan keping
darah (trombosit) tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi
utama dalam transpor substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain.
Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan.

FUNGSI:
 eritrosit (sel darah merah): membawa oksigen dan karbon dioksida
masuk dan keluar jantung, serta membawa sari-sari makanan
 leukosit (sel darah putih):

 limfosit: merespon terhadap patogen dan benda asing yang masuk ke


tubuh, menghasilkan antibodi

 neutrofil: fagosit aktif – memakan dan menghancurkan bakteri. Saat


infeksi, jumlah neutrofil akan meningkat.

 basofil: mengandung granula basofilik yang mengandung heparin dan


histamin.. memiliki fungsi yang sama dengan sel Mast.

Kartilago
Kartilago (tulang rawan) adalah jaringan ikat yang membentuk material
rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri atas serabut kolagen yang
tertanam di dalam matriks. Tulang Rawan merupakan perkembangan
dari sel-sel mesenkim yang berdiferensiasi menjadi kondroblas
(kondroblas –> kondrosit) . Tulang rawan banyak ditemukan pada
bagian ujung tulang keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas
tulang belakang). Fungsi utama yaitu untuk menyokong jaringan lunak.
Tulang rawan tersusun dari kondrosit (sel-sel tulang rawan) dan matriks
berupa kondrin. Kondrosit memiliki ruang yang disebut lakuna. Nutrisi
masuk secara difusi dari kapiler darah.
Tiga tipe tulang rawan, yaitu:

Tulang rawan Hialin

Merupakan penyusun rangka embrio dan paling banyak terdapat di


tubuh manusia. Seiring pertumbuhannya, tulang rawan hialin pada embrio
akan berdiferensiasi menjadi tulang keras dan tulang rawan lainnya.
Namun adapula yang tetap menjadi tulang rawan hialin seperti cuping
(ujung) hidung, laring, dan trakea.

Tulang rawan Elastin


Merupakan tulang rawan yang mengandung serabut elastin / serat
elastin sehingga sifatnya lebih fleksibel dibandingkan tulang rawan
lainnya. Tulang rawan ini terdapat pada daun telinga dan epiglotis (katub
antara saluran pencernaan dan pernafasan).

Tulang rawan Fibrosa (Fibrokartilago)

Matriksnya mengandung serat kolagen, sehingga bersifat kuat dan


kaku, serta mampu menahan guncangan. Contoh terdapat pada ruas-ruas
tulang belakang dan cakram sendi lutut.

Tulang
Tulang keras (bone) merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan
serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks. Didalam matriks sel
tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal
ini merupakan peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar
kalsium dalam darah. Tulang dibentuk oleh sel pembentuk tulang
(osteoblas) menghasilkan sel-sel tulang keras (osteosit). Tulang terdiri
dari dua macam, yaitu:

Kompakta (Tulang Padat)

Sel tulang (osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut lakuna.


Lakuna ini mengandung satu atau beberapa osteosit. Penjuluran yang
keluar dari osteosit disebut kanalikuli. Kanalikuli dari satu sel
berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi sel.
Kanalikuli penting dalam proses nutrisi osteosit karena mengantarkan
nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang ke dalam osteosit tersebut. Satu
osteon terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal
Haverst (kanal sentral). Pada individu yang masih hidup, kanal Haverst ini
berisi pembuluh darah dan saraf. Suatu penghubung antara satu kanal
Haverst dengan kanal Haverst lainnya disebut kanal Volkmann (tempat
masuknya pembuluh darah).
Tulang Spongiosa

Tulang spongiosa merupakan bagian tulang yang berongga


sehingga berbentuk seperti spons. Pada bagian ini juga terdapat osteosit.
Pada bagian ini terdapat sum-sum tulang yang merupakan salah satu
tempat pembentukan sel darah merah.

JARINGAN SARAF

Jaringan saraf yang merupakan jaringan dasar terdapat hampir di seluruh jaringan
tubuh sebagai jaringan komunikasi. Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan
saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang
tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut menuju pusat dan akhirnya
pusat akan memberikan jawaban atas rangsang tersebut. Jaringan saraf sebagai
suatu sistem komunikasi biasanya dibagi menjadi :
Systema nervorum centrale dan Systema nervorum periferum.

1. STRUKTUR HISTOLOGIS
Komponen jaringan saraf terdiri atas :
SEL SARAF

Sel saraf yang dinamakan pula sel neron berbeda dengan sel-sel dari
jaringan dasar lainnya karena adanya tonjolan-tonjolan yang panjang dari badan
selnya.

BADAN SEL

yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti, maka kadang-kadang bagian ini
disebut pula sebagai perikaryon. Bentuk dan ukuran dapat beraneka ragam,
tergantung fungsi dan letaknya.
Inti sel biasanya terletak sentral, walaupun kadang-kadang dapat eksentrik.
Biasanya berbentuk bulat; dan berukuran besar. Di dalamnya terdapat butir-butir
khromatin halus yang tersebar. Nukleolus biasanya besar sehingga kadang-kadang
dapat disangka sebagai intinya sendiri. Penampilan inti yang demikian merupakan
ciri khas dari sel saraf, oleh karena berkaitan erat sekali dengan kegiatan sel saraf.
Ciri khas dari sitoplasma sel neron yaitu adanya bangunan basofil yang berbentuk
sebagai bercak-bercak yang dinamakan: Substansi Nissl yang tidak lain adalah
granular endoplasmic reticulum yang banyak mengandung butir-butir ribosom.
DENDRIT

Merupakan tonjolan-tonjolan dari badan sel saraf yang bercabang-cabang sebagai


pohon sehingga memperluas permukaan sel saraf. Pada pangkalnya di badan sel
terdapat perluasan substansi Nissl dan mitokhondria, namun nerofibril dan
mikrotubuli meluas sampai ujung dendritnya.

`AXON

Berbeda dengan tonjolan yang dinamakan dendrit, maka axon merupakan tonjolan
yang hanya terdapat sebuah dan berfungsi merambatkan impuls yang
meninggalkan badan sel. Bahkan salah satu jenis sel saraf dalam retina yang
disebut sel amakrin tidak memiliki axon sama sekali. Axon berpangkal pada
badan sel sebagai suatu bukit kecil yang dinamakan oxon hillock. Di dalam daerah
ini tidak terdapat substansi Nissl, karena di daerah ini banyak nerofibril yang akan
meninggalkan badan sel.

2. JARINGAN PENGISI

Yang dimaksudkan dengan jaringan pengisi meliputi semua komponen jaringan


saraf yang tidak ikut berfungsi dalam merambatkan impuls saraf, tetapi bukan
jaringan pengikat oleh karena berasal dari jaringan ektoderm.
Jaringan pengisi ini dibedakan untuk Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Perifir.

Pada Sistem Saraf Pusat, sel-sel jaringan pengisi dinamakan neroglia,

Pada Sistem Saraf Perifer terdapat sel satelit atau sel kapsel dalam ganglion, dan
sel Schwann

Fungsi jaringan neroglia bertindak sebagai ;


- penyokong, untuk nutrisi dan sebagai
- isolator terhadap gel saraf.
Dalam Sistem Saraf Pusat dibedakan adanya beberapa jenis sel seperti :

sel ependim,
astrosit,
oligodendroglia dan
mikroglia.
Seperti juga sel-sel saraf, sel-sel neroglia tidak mudah diperlihatkan tonjolan-
tojolannya.
Astrosit menunjukkan inti yang paling besar dan berbentuk ovoid atau bulat
dengan warna yang pucat oleh karena butir-butir khromatin yang halus dan
tersebar. Sebagian besar khromatin menempel pada selubung inti sehingga batas
inti menjadi lebih jelas. Di dalam intinya kadang-kadang dapat terlihat nukleolus.

Oligodendroglia atau oligodendrosit merupakan populasi yang paling banyak


diketemukan sebagai kumpulan inti yang berukuran lebih kecil daripada inti
astrosit. Inti yang berbentuk bulat dan ovoid ini berwarna lebih gelap karena
khromatinnya lebih padat. Kadang-kadang dalam intinya dapat diketemukan
nukleolus pula.

Mikroglia merupakan pengecualian dalam asal-usulnya oleh karena berasal dari


jaringan mesenkhim. Sel ini dapat dibedakan dengan yang lain karena bentuk
intinya yang memanjang dengan butir-butir khromatin yang tersebar rata. Kadang-
kadang masih dapat terlihat sitoplasma di sekitar intinya.
Sel-sel ependim yang berbentuk silindris pendek tersusun sebagai epitil paling
sedikit mempunyai 3 fungsi yaitu :

proliferatif, sebagai
penyokong karena tonjolan-tonjolannya terdapat di antara sel-sel saraf, dan
berbentuk sebagai epitil plexus choroideus.
Fungsi terakhir ini mempunyai kaitan dengan produksi cairan serebrospinal.
Sel mirip spongioblas diketemukan di antara sel-sel neroglia yang lain
mempunyai inti yang paling kecil, berbentuk bulat dan lebih padat susunan
khromatinnya.
Astrosit protoplasmatis terdapat banyak pada substantia grisea. Sel-sel ini
mempunyai tonjolan-tonjolan sitoplasmatis yang meluas dari seluruh permukaan
sel. Kadang-kadang tonjolan tersebut berakhir pada pembuluh darah kecil sebagai
cabang-cabang yang lebih kecil membentuk "perivascular feet". Di dalam
sitoplasmanya dapat diperlihatkan butir-butir yang dinamakan gliosom.
Astrfit fibrosa sebaliknya terdapat lebih banyak dalam substanstia alba.
Perbedaannya dengan astrosit protoplasmatis dapat dilihat dari tonjolan-
tonjolannya yang lebih panjang dan lurus dengan sedikit percabangan. Di dalam
tonjolan-tonjolan tersebut terdapat gambaran filamen.
Oligodendroglia ini banyak diketemukan dalam substantia grisea terutama di
dekat sel-sel neron sehingga dinamakan juga sebagai sel satelit perineal. Pada
substantia alba oligodendroglia biasanya terdapat di antara serabut-serabut saraf
bermielin, karena sel-sel tersebut membentuk selubung mielin seperti halnya Sel
Schwann pada Sistem Saraf Perifir. Apabila terdapat di antara pembuluh darah
dinamakan sel satelit perivaskuler.

Mikroglia yang berasal dari sel-sel yang berasal dari mesoderm dinamakan pula
mesoglia. Oleh karena sel-sel mikroglia ini baru diketemukan setelah otak
mendapatkan pembuluh darah, maka diduga bahwa sel-sel tersebut datang
bersama-sama dengan pembuluh darah. Mula-mula tampak sebagai sel-sel
ameboid di bawah piamater (pembungkus otak) kemudian masuk ke dalam
jaringan saraf. Pada kerusakan jaringan otak sel-sel mikroglia dapat berubah
menjadi fagosit.

HOMEOSTASIS
Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan
lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan.
Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi.
Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan
dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme.

Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:

3. Sistem tertutup - Keseimbangan statis


 Di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.

4. Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik

 Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus


berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.

Organisme mempunyai 2 lingkungan, yaitu:

1. Lingkungan luar yaitu lingkungan yang mengelilingi organisme secara


keseluruhan. Organisme akan hidup berkelompok dengan organisme-
organisme (biotik) dan objek-objek yang mati (abiotik).
2. Lingkungan dalam yaitu lingkungan dinamis dalam badan manusia yang
terdiri dari fluida yang mengelilingi komunitas sel-sel yang membentuk
badan.

3.0 KESIMPULAN
Sel merupakan penyusun kehidupan, baik manusia, hewan dan tumbuhan
disusun atas sel, yang mampu melaksanakan metabolisme untuk melangsungkan
kehidupan. Kumpulan beberapa sel yang sama membentuk susunan yang lebih
kompleks disebut jaringan. Jaringan yang memiliki sifat dan fungsi yang sama
membentuk organ. Kumpulan dari beberapa organ yang menjalankan sebuah
sistem disebut sistem organ. Kesemua komponen tersebut memiliki sebuah sistem
kesetimbangan yang disebut homeostasis yaitu cara agar tetap dalam keadaan
setimbang. Itulah komponen tubuh manusia