Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PIJAT OKSITOSIN DI RUANG TULIP


RSUD TUGU REJO SEMARANG

Pokok Bahasan : Pijat Oksitosin


Sub Pokok Bahasan :
a. Pengertian Pijat Oksitosin
b. Tujuan Pijat Oksitosin
c. Manfaat Pijat Oksitosin
d. Teknik Pijat Oksitosin
e. Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin
Tanggal : Kamis, 20 september 2018
Waktu : 10.00 – 10.45 WIB
Tempat : Ruang Tulip RSUD Tugu Rejo
Pelaksana : Diyah Septina Hartiwi
Audience/sasaran : Pasien dan Keluarga

A. Latar Belakang

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. ASI
terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman
manapun karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu
menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat (Elza, 2009)
Proses menyusui idealnya dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir
cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada ibunya di 20-30 menit setelah
lahir. Itupun jika bayi tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang
diberikan kepada ibu saat proses melahirkan. Di jam-jam pertama, bayi akan relatif
tenang, terjaga dan memiliki kemampuan menyusu dengan baik (Soraya, 2010).
Kenyataan dilapangan menunjukkan produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-
hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini.
Menurut Cox (2006) disebutkan bahwa ibu yang tidak menyusui bayinya pada hari-hari
pertama menyusui disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan ibu akan kurangnya
produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proese menyusui. Menyusui dini
di jam-jam pertama kelahiran jika tidak dapat dilakukan oleh akan menyebabkan proses
menyusu tertunda, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa
ASI selama 10-20 menit hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu
memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya
proses menyusui oleh bayi, salah satu solusi dari ketidaklancaran ASI adalah pijat
oksitosin. Dimana pijat okstiosin dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin
setelah melahirkan sehingga sangat berperan dalam produksi ASI (Evariny, 2008).
Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Khususnya di Ruang Mawar 1 terdapat 49 pasien
5 diantaranya adalah pasien yang baru melahirkan secara SC atau post partum, dari hasil
wawancara dan observasi yang dilakukan kelompok didapatkan bahwa terdapat 3 dari 5
ibu post partum/ post SC ASI belum keluar setelah proses kelahiran bayinya. Selain itu,
para ibu mengatakan tidak mengetahui cara agar ASInya dapat berproduksi. Berdasarkan
latar belakang diatas, kelompok tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang
pijat oksitosin di Ruang Mawar 1 RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, peserta dapat
mengetahui informasi tentang Pijat Oksitosin

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 45 menit, diharapkan peserta
dapat:
a. Pengertian Pijat Oksitosin
b. Tujuan pijat oksitosin
c. Manfaat Pijat Oksitosin
d. Teknik Pijat Oksitosin
e. Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin

C. Topik
a. Menjelaskan Pengertian Pijat Oksitosin
b. Menjelaskan tujuan Pijat oksitosin
c. Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin
d. Menjelaskan Teknik Pijat Oksitosin
e. Menjelaskan Waktu yang tepat pelaksanaan Pijat Oksitosin
D. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab
 Diskusi

E. Media
 LCD
 Lembar balik
 Leafleat

F. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Penyuluh Respon Peserta Waktu
1 Pendahuluan
 Memberi salam  Menjawab salam 5 mnt
 Memberi pertanyaan apersepsi  Memberi salam
 Mengkomunikasikan pokok  Menyimak
bahasan
 Mengkomunikasikan tujuan  Menyimak
2 Kegiatan Inti
 Menjelaskan Pengertian Pijat  Menyimak 35 mnt
Oksitosin
 Menjelaskan tujuan pijat oksitosin
 Menjelaskan Manfaat Pijat
Oksitosin
 Menjelaskan teknik Pijat Oksitosin
 Menjelaskan Waktu yang tepat
pelaksanaan Pijat Oksitosin
 Memberikan Kesempatan keluarga  Bertanya
bertanya
 Memberikan kesempatan perawat  Memperhatikan
untuk menjawab pertanyaan
3 Penutup
 Menyimpulkan materi penyuluhan  Memperhatikan 5 mnt
bersama perawat
 Memberikan evaluasi secara lisan  Menjawab
 Memberikan salam penutup

G. Rencana Evaluasi

Tahap Evaluasi Indikator Keberhasilan


Struktur  Satuan Acara Penyuluhan sudah siap sesuai dengan
masalah keperawatan.
 Alat sudah dipersiapkan 15 menit sebelum
penyuluhan dimulai.
 Media yang digunakan dalam penyuluhan semuanya
lengkap dan siap digunakan. Media yang digunakan
yaitu berupa LCD, laptop, power point dan leaflet.
Proses  60% Peserta berada ditempat sesuai waktu yang
telah ditentukan
 60% peserta tetap mengikuti kegiatan penyuluhan
sampai selesai.
 60% Peserta kooperatif dan aktif dalam penyuluhan
dengan memperhatikan materi yang disampaikan
dan bertanya pada penyuluh mengenai hal-hal yang
belum dimengerti
Hasil  60% peserta dapat menjelaskan manfaat pijat
oksitosin.
 60% peserta dapat menyebutkan waktu yang tepat
untuk dilakukan pijat oksitosin.
 60% peserta dapat mendemonstrasikan pijat
oksitosin.
LAMPIRAN MATERI

A. PENGERTIAN
Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.
Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang
costae kelima- keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan
oksitosin setelah melahirkan (Yohmi & Roesli, 2009).

B. TUJUAN
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau reflex let down.

C. MANFAAT
Selain untuk merangsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah memberikan
kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI,
merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi
sakit (Depkes RI, 2007).

D. PERSIAPAN ALAT
1. Alat-alat
- Kursi
- Meja
- Minyak kelapa
- BH kusus untuk menyusui
- Handuk
2. Persiapan perawat
- Menyiapkan alat dan mendekatkanya ke pasien
- Membaca status pasien
- Mencuci tangan
3. Persiapan lingkungan
- Menutup gordien atau pintu
- Pastikan privaci pasien terjaga

E. CARA PIJAT OKSITOSIN


Langkah-langkah melakukan pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes RI, 2007) :
a. Melepaskan baju ibu bagian atas
b. Ibu miring ke kanan maupun kekiri, lalu memeluk bantal
c. Memasang handuk
d. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak atau baby oil
e. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan menggunakan dua kepalan
tangan, dengan ibu jari menunjuk ke depan
f. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk gerakan-gerakan
melingkar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
g. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah, dari leher
kearah tulang belikat, selama 2-3 menit
h. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali
i. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin secara bergantian.

F. WAKTU PELAKSAAN YANG TEPAT


Waktu yang tepat untuk pijat oksitosin adalah sebelum menyusui atau memerah ASI,
lebih disarankan. Atau saat pikiran ibu sedang pusing, badan pegal-pegal. Cukup 3-5 menit
saja per sesi (Depkes, 2007).
DAFTAR PUSTAKA

Cox, S. (2006).Breasfeeding with confidence: Panduan untuk Belajar Menyusui dengan


Percaya Diri (Gracinia, Penerjemah). Jakarta: Gramedia.

DEPKES RI, 2007

Elza, Y. (2009). Dukung Ibu untuk Meraih Emas,


http://www.promosikesehatan.com/?act=article&id=402, diperoleh tanggal 07 April
2015.

Evariny, A. (2008). Agar ASI Lancar di Awal Masa Menyusui,


http://www.hypnobirthing.web.id/?, diperoleh tanggal 07 April 2015.

Roesli, U & Yahmi, E. (2009). Manajemen Laktasi. Jakarta: IDAI.

Soraya, L. L. (2010). Agar ASI Lancar di Masa Menyusui, http://www.mailarchive.com/milis-


nakita@net.gramedia-majalah.com, diperoleh tanggal 07 April 2015.