Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALINAU

NOMOR 13 TAHUN 2008

TENTANG

PEDOMAN PENYUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA


PEMERINTAH DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI MALINAU,

Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 13 Peraturan Pemerintah


Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4587), perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Pedoman
Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan


Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan


Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat,
Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 175, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3896); sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3962);

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan


Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 53 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4389 Tahun 2004);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran

Negara Republik ...................


1
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 38, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4493) yang telah ditetapkan dengan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4548);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan


Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005


tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587);

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005


tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4503).

8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian


Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi
dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi


Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4741);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 1 Tahun 2008 tentang


Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah (Lembaran
Daerah Kabupaten Malinau Tahun 2008 Nomor 1);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 3 Tahun 2008 tentang


Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah
Kabupaten Malinau Tahun 2008 Nomor 3);

12. Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 4 Tahun 2008 tentang


Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Malinau Tahun 2008 Nomor 4);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Malinau Nomor 6 Tahun 2008 tentang


Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan (Lembaran Daerah
Kabupaten Malinau Tahun 2008 Nomor 6).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MALINAU

dan

BUPATI MALINAU

2
MEMUTUSKAN: ..............

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN


ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Malinau;

2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur


penyelenggara Pemerintahan Daerah;

3. Bupati adalah Bupati Malinau;

4. Tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau


desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah
kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu;

5. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah


Kabupaten;

6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah


yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,
berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem
Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

7. Tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau


desa dari pemerintah, provinsi kepada kabupaten dan/atau desa serta dari pemerintah
kabupaten kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu;

8. Badan Permusyawaratan Desa selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga


yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa
sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah desa;

9. Pemerintahan Desa adalah kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan oleh


Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa;

10. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa;

11. Wilayah atau Dusun atau disebut dengan nama lain adalah bagian wilayah
dalam Desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan Pemerintah Desa;

12. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh


Badan Permusyawaratan Desa atau nama lainnya bersama Kepala Desa atau nama
lainnya;

3
BAB II ................

BAB II
TATA CARA PENYUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA

Pasal 2

(1) Susunan Organisasi dan tata kerja Pemerintahan Desa ditetapkan dengan Peraturan
Desa.

(2) Susunan Organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) terdiri
dari:

a. Kepala Desa;

b. Perangkat Desa.

(3) Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) terdiri dari:

a. unsur staf, yaitu unsur pelayanan seperti Sekretariat Desa dipimpin oleh Sekretaris
Desa;

b. unsur pelaksana, yaitu unsur pelaksana teknis lapangan seperti unsur Pamong Tani
Desa dan Urusan Keamanan;

c. unsur wilayah, yaitu pembantu Kepala Desa di wilayah bagian desa seperti Kepala
Dusun, yaitu jumlah dan sebutannya sesuai kebutuhan dan sosial budaya masyarakat
setempat.

(4) Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud dalam Ayat (3) huruf a diisi dari Pegawai
Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan.

(5) Perangkat Desa sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) huruf b bertugas
membantu Kepala Desa melaksanakan tugas dan fungsinya.

(6) Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud Ayat (5), Perangkat Desa
bertanggungjawab kepada Kepala Desa.

(7) Jumlah Perangkat Desa sebagaimana dimaksud Ayat (2) huruf b disesuaikan
dengan kebutuhan.

(8) Bagan Susunan Organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada Ayat (3)
adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan Daerah ini.

BAB III
TUGAS, WEWENANG, KEWAJIBAN DAN HAK SERTA LARANGAN

Bagian Pertama
Kepala Desa

Pasal 3

4
(1) Kepala Desa berkedudukan sebagai alat Pemerintah Desa yang memimpin
penyelenggaraan Pemerintahan di desanya.

(2) Kepala Desa ...................


(2) Kepala Desa mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan
mengendalikan Pemerintahan Desa dalam melaksanakan urusan rumah tangga desa,
urusan pemerintahan umum, pembangunan dan pembinaan masyarakat serta
menjalankan tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan atau
Pemerintah Kabupaten.

Pasal 4

Kepala Desa mempunyai wewenang:

a. memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang


ditetapkan bersama BPD;

b. mengajukan rancangan Peraturan Desa;

c. menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapatkan persetujuan bersama BPD;

d. menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai APBDesa untuk


dibahas dan ditetapkan bersama BPD;

e. membina kehidupan masyarakat desa;

f. membina perekonomian desa;

g. mengoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif;

h. mewakili desanya di dalam dan diluar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum
dan mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

i. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 5

(1) Kepala Desa mempunyai kewajiban:

a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang


Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan
memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

c. memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat;

d. melaksanakan kehidupan demokrasi;

e. melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari kolusi,
korupsi dan nepotisme;

f. menjalin hubungan kerja dengan seluruh mitra kerja pemerintahan desa;

5
g. mentaati dan penegakan seluruh peraturan perundang-undangan;

h. menyelenggarakan ........
h. menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa yang baik;

i. melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan desa;

j. melaksanakan urusan yang menjadi kewenangan desa;

k. mendamaikan perselisihan masyarakat di desa;

l. mengembangkan pendapatan masyarakat dan desa;

m. membina, mengayomi dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat;

n. memberdayakan masyarakat dan kelembagaan di desa;

o. mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup.

(2) Selain kewajiban sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) Kepala Desa mempunyai
kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada
Bupati, memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD, serta
menginformasikan laporan penyelenggaraan desa kepada masyarakat.

(3) Laporan penyelenggaraan pemerintahan desa sebagaimana dimaksud pada Ayat (2)
disampaikan kepada Bupati melalui Camat 1 (satu) kali dalam satu tahun.

(4) Laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD sebagaimana dimaksud pada


Ayat (2) disampaikan 1 (satu) kali dalam satu tahun dalam musyawarah BPD.

(5) Sebagaimana pada Ayat (4) BPD dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan atas
laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Desa, tetapi tidak dalam kapasitas
menolak atau menerima.

(6) Laporan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) digunakan oleh Bupati sebagai dasar
melakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan sebagai bahan pembinaan
lebih lanjut.

(7) Laporan akhir masa jabatan Kepala Desa disampaikan kepada Bupati melalui Camat
dan kepada BPD.

Pasal 6

Kepala Desa dilarang:

a. menjadi pengurus partai politik;

b. merangkap jabatan sebagai Ketua RT dan atau Anggota BPD dan lembaga
kemasyarakatan di desa bersangkutan;

c. merangkap jabatan sebagai anggota DPRD;

d. terlibat dalam kampanye pemilihan umum, Pemilihan Presiden dan Pemilihan


Kepala Daerah;

6
e. merugikan kepentingan umum, meresahkan kelompok masyarakat, dan
mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat lain;

f. melakukan kolusi, ..............

f. melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme, menerima uang, barang dan jasa dari
pihak lain yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya;

g. menyalahgunakan wewenang;

h. melanggar sumpah janji jabatan.

Bagian Kedua
Sekretariat Desa

Pasal 7

(1) Sekretariat Desa adalah unsur staf yang membantu Kepala Desa
dalam menjalankan tugas, wewenang, dan kewajiban pimpinan Pemerintah Desa.

(2) Sekretariat Desa dipimpin oleh seorang Sekretaris Desa.

Pasal 8

Sekretariat Desa mempunyai tugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas
penyelenggaraan pemerintahan desa, administrasi, organisasi dan tatalaksana serta
memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh perangkat Pemerintahan Desa
dan masyarakat.

Pasal 9

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Sekretariat Desa


mempunyai fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Perangkat Desa;

b. pengumpulan bahan, pengevaluasian dan perumusan program serta petunjuk untuk


keperluan pembinaan penyelenggaraan tugas umum Pemerintahan Desa, pembangunan
dan pembinaan kemasyarakatan;

c. pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan penyelenggaraan tugas umum


pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat;

d. pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dibidang pemerintahan, perekonomian


dan kesejahteraan;

e. pelaksanaan urusan keuangan, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat dan


kearsipan serta memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh perangkat
Pemerintah Desa;

f. penyusunan program kerja tahunan desa;

g. penyusunan laporan Pemerintah Desa.


7
Pasal 10…………

Pasal 10

(1) Sekretariat Desa terdiri dari:

a. urusan pemerintahan;

b. urusan pembangunan;

c. urusan kesejahteraan rakyat;

d. urusan umum.

(2) Masing-masing urusan dipimpin oleh seorang Kepala Urusan dan bertanggungjawab
kepada Kepala Desa melalui Sekretaris Desa.

Bagian Ketiga
Urusan Pemerintahan

Pasal 11

Urusan Pemerintahan dalam membantu tugas Sekretaris Desa mempunyai tugas:

a. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data dibidang Pemerintahan,


ketentraman dan ketertiban;

b. mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat;

c. melaksanakan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam administrasi


kependudukan;

d. memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang Pemerintahan;

e. membantu tugas-tugas dibidang pemungutan pajak, retribusi dan atau pendapatan


lainnya;

f. membantu pelaksanaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilihan


Umum berdasarkan ketentuan yang berlaku;

g. membantu tugas-tugas dibidang pertanahan sesuai dengan peraturan perundang-


undangan yang berlaku;

h. membantu tugas-tugas di bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil;

i. mengumpulkan bahan dan menyusun pelaporan dibidang pemerintahan;

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.

Bagian Keempat
Urusan Pembangunan

Pasal 12
8
Urusan Pembangunan dalam membantu Sekretaris Desa mempunyai tugas:

a. mengumpulkan, ..............
a. mengumpulkan, mengelola dan mengevaluasi data di bidang pembangunan;

b. melaksanakan kegiatan administrasi pembangunan di desa;

c. melaksanakan pencatatan hasil swadaya masyarakat dalam pembangunan desa;

d. menghimpun data potensi desa serta menganalisa dan memeliharanya untuk


dikembangkan;

e. menghimpun data untuk menjadi profil desa;

f. melaksanakan pencatatan dan mempersiapkan bahan guna pembuatan daftar usulan


rencana proyek/daftar usulan kegiatan serta mencatat daftar usulan kegiatan;

g. membantu koordinasi pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana


fisik di lingkungan desa;

h. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan dibidang pembangunan;

i. mengikuti dan melaporkan perkembangan keadaan kegiatan dibidang pertanian,


perindustrian maupun perekonomian lainnya;

j. mengikuti dan melaporkan perkembangan keadaan perekonomian (Koperasi Unit Desa,


Perkoperasian, Perkreditan, dan Lembaga Perekonomian lainnya);

k. menyelenggarakan bimbingan dibidang perkoperasian, pengusaha ekonomi lemah dan


kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian
masyarakat;

l. melaksanakan pencatatan mengenai tera ulang dan memberikan pelayanan terhadap


masyarakat dalam hal permohonan pembuatan izin tempat usaha, izin gangguan dan
lainnya;

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.

Bagian Kelima
Urusan Kesejahteraan Rakyat

Pasal 13

Urusan Kesejahteraan Rakyat dalam membantu Sekretaris Desa mempunyai tugas:

a. mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data dibidang kesejahteraan rakyat;

b. melaksanakan bimbingan dibidang keagamaan, kesehatan, keluarga berencana dan


pendidikan masyarakat;

c. memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang kesejahteraan rakyat;

9
d. membantu pelaksanaan bimbingan organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Pemuda
dan lainnya;

e. membantu pelaksanaan ..........

e. membantu pelaksanaan pengumpulan dan penyaluran sumbangan masyarakat;

f. mengumpulkan bahan dan menyusun laporan dibidang kesejahteraan rakyat;

g. menyelenggarakan inventarisasi masalah sosial masyarakat;

h. mengikuti perkembangan serta melaporkan tentang keadaan kesehatan masyarakat


dan kegiatan lainnya di desa;

i. mengikuti perkembangan serta mencatat program kependudukan;

j. melaksanakan kegiatan pencatatan dan perkembangan kegiatan keagamaan, dan yang


melaksanakan pengurusan administrasi kematian;

k. melakukan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa.

Bagian Keenam
Urusan Umum
Pasal 14
Urusan Umum dalam membantu Sekretaris Desa mempunyai tugas:

a. mengumpulkan dan menganalisa data sumber pendapatan penghasilan desa untuk


dikembangkan;

b. melakukan kegiatan administrasi pajak dan retribusi yang dikelola oleh desa;

c. melakukan kegiatan administrasi keuangan desa;

d. merencanakan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa;

e. melaksanakan, menerima dan mengendalikan surat-surat masuk dan keluar serta


melaksanakan tata kearsipan dan ekspedisi;

f. melakasanakan pengetikan surat-surat hasil persidangan dan rapat-rapat atau naskah


lainnya;

g. melaksanakan penyediaan, penyimpanan dan pendistribusian alat-alat tulis kantor


serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan kantor;

h. menyusun jadwal serta mengikuti perkembangan pelaksanaan piket;

i. melaksanakan dan mengusahakan ketertiban dan kebersihan kantor dan bangunan


lain milik desa;

j. menyelenggarakan pengelolaan administrasi kepegawaian aparat desa;

k. melaksanakan pengelolaan buku administrasi umum;

l. mencatat inventaris kekayaan desa;

10
m. melaksanakan persiapan penyelenggaraan rapat dan penerimaan tamu dinas serta
kegiatan kerumahtanggaan pada umumnya;

n. melaksanakan tugas ..............

n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.

Bagian Ketujuh
Unsur Pelaksana

Pasal 15

(1) Unsur pelaksana sebagaimana Pasal 2 Ayat (3) huruf b adalah unsur pelaksana
teknis lapangan yang berkedudukan sebagai pembantu Kepala Desa di bidang teknis
tertentu yang berada di wilayah kerjanya.

(2) Pelaksanaan teknis lapangan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), mempunyai tugas
dan menjalankan kegiatan:

a. pengelolaan dan pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan;

b. peningkatan sistem keamanan lingkungan;

c. memberikan penerangan/informasi dari Pemerintah Desa kepada masyarakat;

d. memungut penghasilan desa dan melaporkan hasil pungutan setiap hari kepada
Desa melalui Sekretaris Desa.

(3) Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud pada Ayat (2), pelaksanaan teknis
lapangan mempunyai fungsi:

a. melaksanakan dan mengendalikan semua kegiatan di bidang tugasnya;

b. melaksanakan kegiatan administrasi dan pelaporan.

Bagian Kedelapan
Unsur Wilayah

Pasal 16

(1) Unsur Wilayah sebagaimana Pasal 2 Ayat (3) huruf c adalah berkedudukan
sebagai pembantu Kepala Desa dalam wilayah kerjanya.

(2) Unsur wilayah sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), mempunyai fungsi
menjalankan kegiatan yang dilimpahkan oleh Kepala Desa di wilayah kerja.

(3) Untuk menjalankan fungsinya sebagaimana dimaksud pada Ayat (2), unsur
wilayah mempunyai tugas:

a. Melaksanakan kegiatan Pemerintahan Desa di wilayah kerjanya;

11
b. Melaksanakan Peraturan Desa, peraturan Kepala Desa serta Keputusan
Kepala Desa.

BAB IV...............

BAB IV
TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA

Pasal 17

Dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa, Kepala Desa sebagai pimpinan Pemerintah


Desa menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik, sehingga hubungan kerja dengan
Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan yang ada di desa secara
terbuka dan demokratis.

Pasal 18

Prinsip– prinsip manajemen sebagaimana Pasal 17 adalah:

a. Perencanaan yang terarah dan terkoordinasi;

b. Organisator pelaksanaan Pembangunan;

c. Menggerakkan segala komponen yang terkait;

d. Kontrol/pengawasan jalannya pembangunan.

Pasal 19

(1) Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, unsur staf bertanggungjawab kepada
Kepala Desa.

(2) Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, unsur pelaksana teknis lapangan
bertanggung jawab kepada Kepala Desa.

(3) Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, unsur wilayah bertanggungjawab kepada
Kepala Desa.

Pasal 20

Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penanggung jawab dibidang


pembangunan, Kepala Desa dibantu oleh Lembaga Kemasyarakatan yang dibentuk oleh
Kepala Desa yang ditetapkan dalam Peraturan Desa.

BAB V
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 21

12
Selama belum ditetapkan peraturan pelaksanaan Peraturan Daerah ini, seluruh ketentuan
peraturan dan pedoman yang ada, jika tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah ini
dinyatakan tetap berlaku.

Pasal 22……………..

Pasal 22

(1) Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya pada Tahun 2007 sampai dengan bulan Juni
2008 diselenggarakan pemilihan Kepala Desa secara langsung sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Daerah ini pada bulan Juni 2008.

(2) Kepala Desa yang berakhir masa jabatannya pada bulan Juni 2008 diselenggarakan
pemilihan Kepala Desa secara langsung sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah
ini.

(3) Penjabat Kepala Desa yang ditetapkan sebelum diundangkannya Peraturan Daerah ini,
menjalankan tugas sampai berakhir masa jabatannya.

Pasal 23

(1) Kepala Desa dan Perangkat Desa yang ada pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah
ini tetap menjalankan tugas sampai habis masa jabatannya.

(2) Anggota BPD yang ada pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini menjalankan
tugas sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini sampai habis masa jabatannya.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 24

Pada saat berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Bab III tentang Susunan Organisasi
Pemerintah Desa Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Desa
dinyatakan dicabut dan tidak berlaku.

Pasal 25

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur lebih lanjut sebagai
petunjuk pelaksanaannya dengan Peraturan Bupati.

Pasal 26

(1) Segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Desa wajib
mendasarkan dan menyesuaikan pengaturannya pada Peraturan Daerah ini.

(2) Peraturan pelaksanaan atas Peraturan Daerah ini ditetapkan selambat-lambatnya 6


(enam) bulan sejak Peraturan Daerah ini diundangkan.

Pasal 27
13
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap ................

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah


ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Malinau.

Ditetapkan di Malinau
pada tanggal 11 Juni 2008.

BUPATI MALINAU,

MARTHIN BILLA

Diundangkan di Malinau
pada tanggal 11 Juni 2008.

SEKRETARIS DAERAH,

YANSEN.TP

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MALINAU TAHUN 2008 NOMOR 13.

14