Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK 8

SINDROM REYE
DEFINISI

Reye Syndrome adalah penyakit yang mempengaruhi


semua organ tubuh, tetapi yang
paling mematikan hati dan otak.
Sindrom Reye adalah penyakit dua-tahap karena hampir
selalu dikaitkan dengan infeksi %irus sebelumnya, seperti
influenza cacar, dingin, atau ayan
Sindroma Reye adalah suatu sindroma ensefalopati yang
penyebabnya tidak diketahui,
dan disertai dengan kemunduran fungsi hati
ETIOLOGI

 Penyebab dari Sindrom Reye adalah misteri.


bagaimanapun studi-studi telah menunjukan bahwa
menggunakan aspirin atau obat-obat yang mengandung
salicylate untuk merawat penyakit virus meningkatkan
risiko.Dugaan lain melibatkan virus tertentu (seperti virus
influenza A atau B atau virus cacar air) ditambah dengan
pemakaian Aspirin.
 Minum aspirin selama menderita influenza atau cacar air
bisa meningkatkan resiko terjadinya sindroma Reye
sebanyak 32 kali lipat.
MANIFESTASI
KLINIS

 Muntah yang hebat


 Lesu, ngantuk
 Pada bayi, diare dan pernapasan cepat
 Perubahan-perubahan kepribadian termasuk sifat
lekas marah atau menyerang
 Disorientasi atau kebingungan
 Delirium (mengigau)
 Kehilangan kesadaran
Tanda dan gejala menurut tahapan:
 Manifestasi tahap I
Muntah, letargi, konfusi, irama EEG yang lambat dan disfungsi hepar
 Manifestasi tahap II
Cenderung mengamuk, hiperventilasi, halusinasi, respon terhadap
stimulus nyeri yang sesuai, disfungsi hepar
 Manifestasi tahap III
Koma, kaku dekortikasi, hiperventilasi dan refleks pupil dan okular
yang menetap
 Manifestasi tahap IV
Koma yang dalam, kaku deserebrasi, kehilangan refleks
okulosefalik, pupil yang membesar dan tanda-tanda disfungsi
batang otak
 Manifestasi tahap V
Kejang, flaksiditas, henti nafas dan kehilangan refleks tendon
profunda
PATOFISIOLOGI

1.Gangguan dicirikan dengan ensefalopati dan degenerasi


lemak pada hati
2.Mitokondria sel mengalami cedera dan kemudian
membesar dan membengkak yang menyebabkan edema
serebral dan infiltrasi lemak pada hati, ginjal dan jantung
3.Hiperrammonemia terjadi akibat reduksi pada enzim yang
mengubah amonia menjadi urea

 →
Faktor resiko  Gangguan yang dicirikan dengan
ensefalopati dan degenerasi lemak pada

hati   Mitokondria sel mengalami cedera dan kemudian
membesar dan membengkak yang menyebabkan edema

serebral dan infiltrasi lemak pada hati   kemunduran
→ →
fungsi hati dan otak  tanda dan gejala   sinrdom reye
PENCEGAHAN

 Aspirin dan obat lain dari keluarga salisilat tidak


boleh digunakan dalam pengobatan cacar air,
influenza, dan penyakit virus lainnya. Secara
umum, aspirin sebaiknya tidak digunakan untuk
anak-anak atau remaja kecuali atas saran dokter
untuk kondisi tertentu.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

 CT scan atau MRI kepala


 Biopsi hati
 Pemeriksaan enzim hati
 Pemeriksaan amonia serum
 Pungsi lumbal
 Pemeriksaan saraf
 Analisa kimia darah
PENATALAKSANAAN

 Penatalaksanaan medis bersifat suportif dan dilakukan


berdasarkan tahap penyakit anak.Anak dengan Sindrome reye
tahap I harus dihospitalisasi untuk observasi ketat karena gejala
penyakit ini berkembang dengan cepat. Hidrasi IV dengan larutan
dekstrosa tinggi diperlukan untuk mempertahankan kadar glukosa
serum tetap normal. Anak dengan Sindrome reye tahap II sampai
V memerlukan terapi di unit perawatan intensif pediatrik. Harus
diusahakan tindakan menormalkan TIK dan dukungan terhadap
sistem yang terganggu
 Pemulihan suhu normal dan pencegahan infeksi merupakan
prioritas. Obat yang digunakan :
1.Antikoagulan
2.Sedaktif
3.Vitamin K – untuk defisiensi protrombin
4.Manitol – diuretik osmotik untuk mengendalikan hipertensi
intrakranial
5.Vekuronium – untuk paralisis obat-obat rangka untuk
meningkatkan ventilasi
Peningkatan TIK dan ketidakseimbangan cairan dan
elektrolit merupakan perhatian utama,anak-anak
ditangani dalam ruang rawat intensif, jalur arteri dan
venasentral diberikan untuk memantau status
hemodinamik.
a.Pantau adanya peningkatan TIK
b.Inspeksi hasil pembacaan pemantauan TIK
c.Beri penekanan pada vena dan arteri secara teratur
d.Pantau kadar gas darah
PENGKAJIAN

 Identitas Klien
Merupakan identitas klien meliputi: nama, umur, Jenis kelamin,
agama, suku bangsa, alamat, tanggal masuk rumah sakit, nomor
register, tanggal pengkajian dan diagnose medis
 Riwayat Kesehatan
Merupakan riwayat klien saat ini yang meliputi keluhan, sifat dan
hebatnya keluhan,mulai timbul atau kekambuhan dari penyakit
yang pernah dialami sebelumnya.Biasanya pada masa prodromal
berlangsung antara 1-4 hari ditandai dengan demam,sakit kepala,
pusing, muntah, nyeri tenggorokan, malaise, nyeri ekstremitas dan
pucat
 Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
Dalam hal ini yang dikaji meliputi riwayat prenetal, natal dan post
natal. Dalam riwayat prenatal perlu diketahui penyakit apa saja
yang pernah diderita oleh ibu terutama penyakit infeksi. Riwayat
natal perlu diketahui apakah bayi lahir dalam usia kehamilan aterm
atau tidak karena memperngaruhi sistem kekebalan terhaap
penyakit pada anak. Riwayat post natal diperlukan untuk
mengetahui keadaan anak setelah lahir.
 Riwayat Penyakit Lalu
Kontak atau hubungan dengan kasus meningitis akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya peradangan atau infeksi
pada jaringan otak. Imunisasi perlu dikaji untuk mengetahui
bagaimana kekebalan tubuh anak
 Riwayat kesehatan keluarga
Merupakan gambaran kesehatan keluarga, apakah ada kaitannya
dengan penyakit yang diderita. Pada keadaan ini status kesehatan
keluarga perlu diketahui, apakah ada anggota keluarga yang
menderita penyakit menular yang ada hubungannya dengan
penyakit yang dialami oleh klien.
 Riwayat sosial
Lingkungan dan keluarga anak sangat mendukung terhadap
pertumbuhan dan perkembangan anak. Perjalanan klinik dari
penyakit sehingga status mental, perilaku dan kepribadian
PEMERIKSAAN
FISIK

 Keadaan umum
Penderita biasanya keadaan umumnya lemah karena mengalami
peruibahan atau penurunan tingkat kesadaran.Gangguan tingkat
kesadaran dapat disebabkan oleh gangguan metablisme dan difusi
serebral yang berkaitan dengan kegagalan neural akibat proses
peradangan otak.
 Gangguan sistem pernafasan
Perubahan-perubahan akibat peningkatan tekanan intrakranial
menyebabkan kompresi pada batang otak yang menyebabkan
pernafasan tidak teratur.
 Gangguan sistem kardiovaskuler
Adanya kompresi pada pusat vasomotor menyebabkan terjadi
iskemik pada daerah tersebut. Hal ini akan merangsang
vasokonstriktor dan menyebabkan tekanan darah meningkat.
 Gangguan sistem gastrointestinal
Penderita akan merasa mual dan muntah karena peningkatan
tekanan intrakranial yang menstimulasi hipotalamus anterior dan
nervus vagus sehingga meningkatkan sekresi asam lambung.
DIAGNOSA

 Perubahan perfusi jaringan serebrum


berhubungan dengan peningkatan edema
serebral
 Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan
edema serebrum
 Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan
dengan imobilitas fisik
RENCANA
KEPERAWATAN
 Diagnosa Keperawatan 1
Perubahan perfusi jaringan serebrum berhubungan
dengan peningkatan edema serebral
 Tujuan:
- tidak terjadi perfusi jaringan serebrum
 Kriteria hasil:
- tekanan perfusi serebrum mencapai lebih dari 50 mmHg
 Intervensi:
1. Pantau tekanan intrakranial dan tekanan perfusi
serebrum secara kontinu, beri tahu dokter jika tekanan
tersebut meningkat.
2. Pantau kadar GDA sesuai yang diprogramkan
3. Beri diuretik sesuai yang diprogramkan dan pantau
asupan dan pemasukan cairan pada anak
 Diagnosa Keperawatan 2
ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan edema
serebrum
 Tujuan
- Tidak terjadi ketidakefektifan pola nafas
 Kriteria hasil:
- tekanan parsial dari kadar oksigen dalam arteri dan
tekanan parsial karbondioksida dalam arteri normal.
 Intervensi:
1. Auskultasi untuk mendengarkan bunyi napas anak
setiap 2 -4 jam atau sesuai kebutuhan
2. Pantau kadar GDA anak untuk mengetahui pertukaran
gas yang adekuat
3. Beri terapi obat sesuai kebutuhan
 Diagnosa Keperawatan 3
risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
imobilitas fisik
 Tujuan:
- tidak terjadi kerusakan integritas kulit
 Kriteria hasil:
- Tidak ada luka yang koyak dan tidak ada luka dekubitus
 Intervensi:
1. Baringkan anak diatas busa gulung,matras berisi udara
2. Balikkan badan dan atur kembali posisi anak setiap 2
jam
3. Kaji titik – titik tekanan setiap kali posisi berubah,
perhatikan daerah yang semakin memerah
TERIMA KASIH