Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menjadi siswa yang berprestasi adalah impian setiap anak usia sekolah,

menonjol diantara siswa-siswi lainnya. Prestasi yang didapat tentu didasarkan dengan

suatu kemampuan terhadap pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa,

sehingga prestasi ini bahkan akan sangat membantu memperoleh kehidupan yang

baik di masa mendatang.

Setiap lembaga pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Pertama selalu

memiliki visi dan misi yang berorientasi pada lulusan yang cerdas, unggul dalam

prestasi baik diinternal sekolah maupun berkompetisi dengan sekolah lain,

berwawasan luas dan mewujudkan peringkat penilaian bertaraf internasional. Untuk

mewujudkan keinginan itu setiap sekolah perlu mengevaluasi, meningkatkan lebih

lanjut lagi pelayanannya baik mengenai teknik pengajaran, penilaian, penjaminan

mutu agar menjadikan sekolah yang berkompetitif, bermutu dan berprestasi.

Kemampuan seseorang dalam hal penguasaan dan pemahaman terhadap suatu

bidang pengetahuan jelas berbeda-beda. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya

usia serta pengalaman, pengetahuan yang dialami setiap individu pun pasti berubah-

ubah dan terus meningkat. Dalam penelitian ini, yang akan ditekankan adalah tahap

penyeleksian siswa yang akan dipilih untuk berkompetisi pada tingkat kecamatan.

Tidak dapat dipungkiri kalau kompetensi pada tingkat kecamatan mempunyai prestasi

1
2

sendiri bagi sekolah maupun siswa yang bisa lolos bahkan menjadi juara pada

kompetensi tersebut. Sebelum mengikuti kompetisi pada tingkat kecamatan, setiap

siswa harus mengetahui sampai dimana tingkat kemampuan akademisnya, untuk

mengetahui hal tesebut perlu dilakukan pengujian agar mendapatkan hasil yang

terbaik dari setiap siswa tersebut.

Mengetahui tingkat kemampuan dan pengetahuan seseorang bukan hal mudah

baik bagi dirinya sendiri, orang tua maupun pihak lembaga. Mengingat banyaknya

siswa yang sepintas miliki kemampuan yang sama dengan siswa yang lainnya, serta

adanya berbagai macam tingkatan kemampuan dan pertimbangan serta perhitungan

nilai terhadap aspek-aspek dari beberapa hasil ujian kompetensi, maka hal tersebut

menjadi menarik untuk dikaji sehingga berdasarkan kondisi itulah muncul suatu

inspirasi untuk membangun suatu upaya sederhana dan cepat untuk mengetahui

penilaian siswa mana saja yang memiliki prestasi unggul hingga rendah untuk dapat

maju dalam meningkatkan prestasi siswa.

Banyak data yang bisa dikelola disekolah untuk proses data mining maka

diperlukan penilaian siswa berprestasi maka melibatkan beberapa kriteria yang harus

diambil karena ada tiga ranah kompetensi yang dinilai, yaitu sikap kompetensi

pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Didalam kompetensi sikap memiliki 4

jenis penilaian yaitu penilaian diri, penilaian antar teman, observasi dan jurnal.

Didalam kompetensi keterampilan memiliki jenis penilaian yaitu proses nilai nilai

siswa yang meliputi nilai kognitif, psikomotorik, afektif, kehadiran. Sedangkan pada

kompetensi pengetahuan memiliki beberapa kompetensi inti yang harus dinilai. Dari
3

jenis uji kompetensi tersebut akan menentukan siapa siswa berprestasi. Data-data

yang diambil dari nilai siswa yang ada disekolah yang diambil dari beberapa sekolah

dan metode yang digunakan adalah K-means untuk menentukan nilai siswa terbaik

pada tiap sekolah untuk bisa mengikuti kompetensi di tingkat kecamatan.

Data mining adalah suatu teknik menggali informasi berharga yang terpendam

atau tersembunyi pada suatu koleksi data (database) yang sangat besar sehingga

ditemukan suatu pola yang sangat menarik yang sebelumnya tidak diketahui. Ada tiga

karakteristik data mining seperti berikut, Data mining berhubungan dengan penemuan

sesuatu yang tersembunyi dan pola data tertentu yang tidak diketahui sebelumnya,

Data mining biasa menggunakan data yang sangat besar. Biasanya data yang besar

digunakan untuk membuat hasil yang lebih dipercaya, Data mining berguna untuk

membuat keputusan kritis, terutama dalam strategi.

Dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu, maka akan

terkumpul sejumlah besar data. Kumpulan data tersebut dapat diproses lebih lanjut

dengan data mining untuk memperoleh pola baru yang dapat digunakan untuk

meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran. Hal ini tentu saja sangat

berpengaruh pada peningkatan mutu siswa yang dihasilkan oleh sekolah, dan pada

sekala yang lebih besar lagi akan meningkatkan kecerdasan dan intelektual bangsa.

Aspek-aspek yang bisa digunakan untuk data mining adalah latar belakang siswa

antara lain, Pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, lingkungan tempat tinggal,

jarak tempat tinggal, jumlah saudara, nilai siswa dan lain-lain. Hal tersebuat bisa

dijadikan sebagai suatu kelompok data yang bisa diolah dan diekstrak kembali.
4

Dalam kebutuhan ini jelas merupakan faktor yang sangat esensial dan perlu segera

diantisipasi dengan membangun sebuah aplikasi Pengolahan data siswa berprestasi

yang memiliki integrasi informasi pengolahan data siswa, mata pelajaran

menggunakan Service Oriented Architecture (SOA).

Memiliki integrasi sistem antara siswa yang berprestasi dalam berbagai

bidang mata pelajaran yang berbeda merupakan faktor yang sangat penting. Hal ini

juga menjadi persoalan yang terjadi pada setiap sekolah SMP pada kecamatan

Semparuk. Segala proses pendataan siswa yang berprestasi masih menggunakan

sistem manual. Proses pengolahan data informasi siswa berprestasi yang dapat

dihasilkan masih terbatas seperti hanya dalam satu bidang mata pelajaran saja, belum

memiliki informasi lengkap mengenai semua mata pelajaran yang ada. Tidak hanya

untuk mempertahankan prestasi yang sudah ada, namun yang paling penting adalah

mencegah beralihnya kekeliruan dalam pendataan siswa yang berprestasi. Data yang

di peroleh akan di simpan kesebuah database atau DBMS yang dimana terdapat pola

yang harus di pilih, untuk menentukan pola yang ingin digunakan maka diperlukan

nya. Data mining adalah kegiatan menemukan pola yang menarik dari data dalam

jumlah yang besar, data dapat disimpan dalam database, data warehouse, atau

penyimpanan informasi lainnya.

Service Oriented Architecture (SOA) suatu teknologi arsitektur

pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan layanan, memungkinkan

hubungan dan pertukaran data atau informasi antar bagian menjadi mudah. Sifatnya

yang loosely coupled (tingkat kebergantungan antar komponen rendah), highly


5

interoperable (mudah dioperasikan), reusable (dapat digunakan kembali), dan

interoperability (dapat berkomunikasi antar platform ) menjadikan SOA handal

dalam pengembangan dan pengintegrasian informasi.

Menurut Asroni, Adrian (2015: 78), melakukan penelitian tentang “Penerapan

Metode K-Means Untuk Clustering Mahasiswa Berdasarkan Nilai Akademik Dengan

Weka Interface Studi Kasus Pada Jurusan Teknik Informatika UMM Magelang”.

Tujuan penelitian ini menggunakan algoritma K-Means untuk menentukan cluster

yang terbaik. Cluster terbaik ini dipergunakan untuk pemilihan mahasiswa-

mahasiswa terbaik yang dapat diikutkan lomba. Sehingga peluang untuk

mendapatkan juara dalam lomba bisa semakin besar.

Menurut Narwati (2015:2-12), melakukan penelitian tentang “Pengelompokan

Mahasiswa Menggunakan Algoritma K-Means”. Tujuan dari penelitian Makalah ini

membahas pengelompokan mahasiswa berdasarkan data akademik menggunakan

teknik Kluster. Banyaknya Kluster yang ingin dibentuk dari data yang akan di kluster,

yaitu nilai tes mahasiswa saat masuk dan Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa

sampai semester 8. Sistem yang dibuat menampilkan hasil klustering data akademik

mahasiswa, yaitu pola dari prestasi mahasiswa yang klusternya tetap, turun dan naik,

dan dapat terlihat dari asal program studi, asal kota dan asal SMA. Dari hasil studi

kasus dapat diperoleh informasi mahasiswa yang tetap pada kluter.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Rambe, (2014: 49) dalam jurnal

“Perancangan Aplikasi Peramalan Persediaan Obat-obatan Menggunakan Metode

Least Square (Studi Kasus: Apotik Mutiara Hati)”. Tujuan dari penelitian ini
6

pertama adalah meramalkan penjualan obat-obatan di Apotek Mutiara Hati Medan

dengan menggunakan Least Square berdasarkan data penjualan tahun sebelumnya.

Kedua membangun aplikasi analisis peramalan persediaan obat-obatan pada Apotek

Mutiara Hati Medan menggunakan Least Square. Hasil dari penelitiannya adalah

aplikasi analisis peramalan dapat menghasilkan hasil ramalan dan telah

meminimumkan kesalahan meramal (forecast error) tingkat penjualan obat- obatan

pada Apotek.

Dalam hal ini peneliti menggunakan pendekatan Service Oriented

Architecture (SOA) dalam proses integrasi sistem informasi. Service Oriented

Architecture (SOA) adalah suatu cara perancangan aplikasi dengan menggunakan

komponen-komponen atau pelayanan yang sudah ada tanpa harus merubah sistem

yang telah ada. Hanya memerlukan penambahan modul-modul yang digunakan untuk

mengintegrasikan sistem atau dengan kata lain disusun dalam bnetuk modul

(modular). Pendekatan SOA dilakukan dengan cara membagi perrmasalahan yang

besar menjadi beberapa Service. Service ini tidak hanya dapat digunakan oleh sistem

yang menaunginya namun dapat digunakan juga oleh sistem lain yang berbeda,

sehingga integrasi antar sistem dapat dicapai. SOA lebih sesuai untuk

mengintegrasikan sistem yang heterogen dan lebih mudah beradaptasi dengan

perubahan lingkungan, lebih efisien dan efektif. Salah satu bentuk dari implementasi

SOA adalah teknologi web service dimana pertukaran data dapat dimungkinkan antar

aplikasi yang berbeda platform.


7

Dalam penelitian ini penulis mecoba membuat perangkat lunak Sistem

Pendukung Keputusan dalam menentukan paket wedding Dimana pada penelitian

sebelum nya perangkat lunak masih berupa aplikasi yang bersskala kecil dan berbasis

dekstop. Penulis mencoba untuk membuat perangkat lunak berbasis web dengan

bahasa pemrograman php. Dimana aplikasi yang berbasis desktop bisa di akses oleh

semua orang dengan melalui hosting atau publis.

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan apa yang disampaikan pada latar belakang diatas, maka dapat

dirumuskan permasalahan dari penelitian ini adalah “Bagaimana merancang aplikasi

Pengolahan data dengan menggunakan data mining dalam menilai siswa berprestasi

pada SMP Kecamatan Semparuk ?”.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah Pengolahan data dalam menilai

siswa yang berprestasi pada SMP Kecamatan Semparuk dan tidak membahas tentang

siswa SMP yang berprestasi diluar Kecamatan Semparuk.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian

Dalam Penelitian skripsi ini, peneliti mengambil subjek penelitian di SMP

pada Kecamatan Sempauk dengan melakukan penelitian pada penerapan aplikasi

Pengolahan data berbasiskan SOA untuk pengelolaan data siswa, nilai siswa dan mata

pelajaran. Setelah memperoleh data proses dalam data mining pencarian nilai
8

tertinggi untuk menemukan siswa berprestasi dengan menggunakan metode cluster

yang dimana proses pencarian siswa berprestasi dengan penentuan pencarian jumlah

cluster dan Maximum integrasi.

Metode yang digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak adalah

menerapkan metode Extreme Progamming, sumber data yang mendukung dalam

penelitian adalah data primer dan data sekunder. Perancangan aplikasi data mining ini

dikembangkan dengan bahasa pemograman PHP dan memanfaatkan data MySQL

sebagai tempat penyimpanan data. Sedangkan alat bantu perancangan pemodelan

yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language).

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.5.1Tujuan Penelitian

Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah untuk semaksimal mungkin

menghapus kerja secara manual sehingga pendataan siswa yang berprestasi lebih

efisien dalam segi waktu dan memudahkan dalam melakukan pendataan siswa pada

SMP di Kecamatan Semparuk.

1.5.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari perancangan aplikasi siswa berprestasi pada SMP di Kecamatan

Semparuk adalah sebagai berikut :


9

a. Manfaat bagi penulis

Melalui penelitian ini penulis dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah

di dapat selama mengikuti perkuliahan di STMIK Pontianak maupun yang di

dapat dari sumber lain dan menambah wawasan dan pengetahuan penulis

dalam merancang aplikasi Data Mining berbasiskan SOA untuk pengolahan

data transaksi penjualan.

b. Manfaat bagi Dinas Pendidikan

Membantu para pengguna program agar lebih mudah dalam mencari nilai bagi

siswa yang berprestasi, mempercepat kinerja dalam pencarian siswa maupun

dalam membuat laporan.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang

penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :

BAB 1 Pendahuluan

Bab ini menjelaskan secara umum tentang latar belakang, permasalah, ruang

lingkup penelitian, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta

sistematika penulisan.

BAB 2 Landasan Teori dan Kerangka Pemikiran

Bab ini berisi tentang tinjauan pustaka, landasan teori dan kerangka

pemikiran. Tinjauan pustaka menjabarkan hasil dari penelitian terdahulu


10

dalam bentuk jurnal, landasan teori menjabarkan teori yang terkait dengan

penelitian sedangkan kerangka pemikiran merupakan suatu penjeasan tentang

kerangka berpikir secara sistematik untuk memecahkan masalah yang sedang

diteliti.

BAB 3 Gambaran Umum Sekolah Metode Penelitian

Pada bab ini dijelaskan secara singkat tentang sejarah sekolah, profil sekolah

serta kegiatan-kegiatan, visi-misi, struktur organisasi dan fasilitas yang ada

pada sekolah SMP Semparuk.

BAB 4 Metode Penelitian

Bab ini menguraikan bentuk penelitian, mendeskripsikan metode

pengumpulan data, teknik pngumpulan data, variable penelitian, metode

analisis dan perancangan serta alat pemodelan sistem.

BAB 5 Hasil Penelitan

Dalam bab ini membahas tentang perancangan perangkat lunak, perancangan

interface, perancangan algoritma, dan pengujian hasil perancangan perangkat

lunak.

BAB 6 Penutup

Dalam bab ini berisikan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian berisi

saran – saran perbaikan untuk pengembangan aplikasi Data Mining dalam

menilai siswa berprestasi pada SMP Kecamatan Semparuk.