Anda di halaman 1dari 24

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. IDENTITAS UMUM KELUARGA


A. Identitas Kepala keluarga
Nama : Bpk. A
Umur : 26 Tahun
Agama : Islam
Suku : Bugis
Pendidikan : Wiraswasta
Pekerjaan : PNS
Alamat : Jl. Bakuku, Kelurahan bayaoge
Nomor telepon : 0853 9601 4183
B. Komposisi Keluarga
Hubungan
No Nama L/P Umur pekerjaan pendidikan
keluarga
1. Bpk. A L 26 Tahun Kk PNS S1
2. Ibu. V P 25 Tahun Istri IRT SMA
3.. An. A P 3 Tahun Anak - -
kandung

C. Genogram

1
Keterangan:

: Perempuan

: Laki-laki

: klien

D. Type keluarga
a. Jenis type keluarga
Jenis tipe keluarga Bpk. A adalah keluarga inti (nuclear family)
yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
b. Masalah yang terjadi dengan type tersebut
Tidak pernah ada masalah dalam keluarga Bpk. A dengan type
nuclear family.
E. Suku bangsa
a. Asal suku bangsa
Suku bangsa yang dimiliki oleh Bpk. A adalah bugis, bahasa
yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa bugis, tidak ada kebiasaan
keluarga yang dipengaruhi oleh suku yang dapat mempengaruhi
kesehatannya.

b. Budaya yang berhungan dengan kesehatan


Budaya yang dimiliki Bpk. A berhubungan dengan kesehatan
adalah orang hamil tidak bisa makan ikan tuna, karena jika
melahirkan nanti terjadi perdarahan.

2
F. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
Bpk. A memiliki kepercayaan agama islam, Keluarga Bpk. A
mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada perbedaan keyakinan
semua beragama islam. Keluarga selalu menjalankan sholat 5 waktu,
menurut Bpk. A gerakan shalat dalam agama islam dapat
mempengaruhi kesehatan. Namun Bpk. A tidak aktif dalam kegiatan-
kegiatan pengajian karena sibuk dikantor dan sering pulang malam.
Bpk. A mengatakan agama sangat penting karena agama merupakan
bekal kita untuk kehidupan di akhirat nantinya.

G. Status sosial ekonomi keluarga


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah
Dalam keluarga Bpk. A anggota keluarga pencari nafkah adalah
kepala keluarga/ Bpk. A
b. Penghasilan
Penghasilan keluarga Bpk. A adalah Rp. 4.000.000/ bulan
c. Upaya lain
Untuk upaya lain yang dilakukan dalam peningkatan status ekonomi
dalam keluarga Bpk. A tidak ada.
d. Harta benda yang dimiliki
Keluarga Bpk. A memiliki 1 buah rumah pribadi dan 1 unit
kendaran roda dua.
H. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga Bpk. A bersama-sama menonton TV Pada hari libur
namun terkadang keluarga Bpk. A pergi mengunjungi tempat rekreasi
tertentu seperti pantai.
II. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
A. Tahap perkembangan keluarga saat ini

3
Keluarga Bpk. A berada pada tahap perkembangan anak pra
sekolah, ditandai oleh istrinya ibu. V yang sedang hamil 3 bulan dan
sudah mempunyai anak berusia 3 tahun dan keluarga Bpk. A saat ini
berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia pra
sekolah.
B. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan
kendalanya
Keluarga Bpk. A memiliki tugas perkembangan yang belum
terpenuhi oleh Keluarga yaitu mensosialisasikan anaknya karena
kendalanya saat ini anaknya masih malu bermain diluar rumah, dan
keluarga Bpk. A juga memiliki tugas mempertahankan hubungan yang
sehat didalam keluarga dan diluar keluarga yang belum terpenuhi.

C. Riwayat kesehatan keluarga inti:


1. Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Bpk. A mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keturunan
ataupun penyakit menular seperti kencing manis, TBC, Jantung,
Hepatitis, Hipertensi. Apabila anggota keluarga sakit, keluarga
biasanya berobat ke Puskesmas terdekat yang berjarak 2 km dari
rumahnya.
2. Riwayat penyakit keturunan
Bpk. A mengatakan keluarga Bpk. A ataupun Ibu. V tidak
mempunyai riwayat penyakit yang berbahaya. Seperti Hepatitis,
Jantung, TBC, Diabetes Mellitus.
3. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga
IMUNIS
Tindakan
Keadaan ASI Masalah
No Nama Umur BB yang telah
kesehatan (BCG/ kesehatan
dilakukan
POLIO/

4
DPT/ HB/
Campak
Bpk. 36 59
1. Baik Terpenuhi Tidak ada Tidak ada
A Tahun kg
Ny. V sudah
pernah
Ny. V saat
melakukan
ini sedang
pemeriksaan
35 55 hamil dan Emesis
2. Ibu. V Terpenuhi di
Tahun kg mengalami gravidarum
puskesmas,
emesis
sejak usia
gravidarum.
kandungan 4
minggu.
3 15
3. An. A Baik Terpenuhi Tidak ada Tidak ada
tahun kg

4. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan


Bpk. A mengatakan sumber pelayanan kesehatatan yang
dimanfaatkan keluarga adalah puskesmas terdekat yaitu puskesmas
kamonji yang berada dipalu barat yang berjarak sekitar 2 km dari
rumah.
D. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Bpk. A mengatakan keluarga Bpk. A ataupun Ibu. V tidak
mempunyai riwayat penyakit yang berbahaya. Seperti Hepatitis,
Jantung, TBC, Diabetes Mellitus.
III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
A. Karakteristik rumah
1. Luas rumah
Keluarga Bpk. A memiliki luas rumah 10 x 15 meter persegi
2. Type rumah
Kelurga Bpk. A memiliki type rumah permanen.

5
3. Kepemilikan
Rumah yang dimiliki Bpk. A adalah pribadi.
4. Jumlah dan ratio kamar/ ruangan
Terdiri dari 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang makan, 1 ruang
keluarga, 1 dapur dan 2 teras.
5. Ventilasi/ jendela
Rumah Bpk. A memiliki 6 buah jendela atau ventilasi,
pencahayaan dalam rumah cukup baik karena cahaya yang
masuk kedalam rumah cukup baik dan tidak perlu menyalakan
lampu disiang hari. Setiap pagi jendela dibuka namun setelah
masa mengidam jendela tersebut jarang dibuka karena isterinya
Ibu. V tidak suka melihat matahari pagi.
6. Pemanfaatan ruangan
Pemanfaatan ruangan dirumah keluarga Bpk. A sangat baik,
semua perabotan tertata rapi hanya agak berdebu.
7. Septic tank
a. Ada/ tidak : ada
b. Letak : berjarak kurang lebih 2 meter dari rumah
8. Sumber air minum
Keluarga Bpk. A memanfaatkan sumber air minum dari air galon
yang dibeli dikompleks rumah.
9. Kamar mandi/ WC
Terdapat 3 kamar mandi dirumah keluarga Bpk. A dan
menggunakan WC jongkok, kondisi kamar mandi bersih.
10. Sampah
Di rumah Bpk. A menggunakan tempat sampah yang tertutup,
sehingga tidak mengeluarkan bau dan pengolahan sampah
dikeluarga Bpk. A, sampah dibuang di Bak penampungan
sampah yang disiapkan oleh pemerintah, yang berjarak sekitar 30
meter dari rumah.
11. Limbah RT

6
Pengolahan limbah RT dikeluarga Bpk. A, dialirkan melalui got
yang berada didekat rumah dan air limbah mengalir dengan
lancar, namun got tersebut terbuka, terkadang menimbulkan bau
tidak sedap.
12. Kebersihan lingkungan
Kebersihan lingkungan keluarga Bpk. A kurang baik, semua
perabotan tertata rapi tapi nampak berdebu. Sebelum istrinya
Ibu. V hamil Setiap hari rumah disapu dan dipel setiap 3 kali
dalam seminggu, namun setelah Ibu. V hamil rumah sudah
jarang dipel dan lantai agak kotor. Bpk. A juga mempunyai
kebiasaan merokok didalam rumah, sehingga udara didalam
rumah menjadi tidak segar.
B. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
1. Kebiasaan
Bpk. A mengatakan bahwa hubungan seluruh anggota keluarga
dengan masyarakat lainnya cukup harmonis, dalam melakukan
suatu kegiatan dilakukan dengan gotong royong, jarak rumah dan
tetangga cukup dekat.
2. Budaya
Menurut Bpk. A tidak ada budaya setempat yang mempengaruhi
kesehatan.
C. Mobilitas geografis keluarga
Bpk. A mengatakan bahwa keluarga tidak mempunyai kebiasaan
berpindah tempat karena keluarga memiliki keluarga tetap.
D. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Bpk. A mengatakan sering berkumpul dan berinteraksi pada malam
hari setelah makan sambil menonton Tv. Dan pada pagi dan sore
hari keluarga jarang berkumpul karena Bpk. A bekerja. Dalam
keluarga tidak mengalami masalah serta konflik dalam berinteraksi.
E. Sistem pendukung keluarga

7
Keluarga Bpk. A bila ada masalah keluarga termasuk masalah
keuangan, biasanya dibantu oleh keluarga yang lain, mertua dan
tetangga yang tinggal berdekatan dengan rumah Bpk. A dengan
meminjam uang untuk keperluan berobat dan lainnya.
IV. STRUKTUR KELUARGA
A. Pola/ cara komunikasi keluarga
Bpk. A mengatakan bahwa anggota keluarga berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa bugis. Komunikasi berlangsung dengan baik dan
keluarga menyelesaikan masalah dengan membicarakan terlebih dahulu
dengan anggota keluarga dan pengambilan keputusan oleh kepala
keluarga yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya.

B. Struktur kekuatan keluarga


Bpk. A mengatakan apabila ada masalah maka akan dirundingkan
dengan sang istri.
C. Struktur peran ( peran masing-masing anggota keluarga)
Bpk. A mempunyai peran dalam rumah tangga sebagai pencari nafkah
dan ikut membantu mengasuh anak, Ibu. V sebagai ibu rumah tangga,
mengasuh anak dan sebagai anggota masyarakat.
D. Nilai dan norma keluarga
Keluarga Bpk. A menerapkan nilai-nilai agama pada setiap anggota
keluarga seperti mengaji, sholat, berpuasa pada bulan ramadhan. Dalam
keluarga Bpk. A wajib menjalankan shalat 5 waktu. Anak hanya
diperbolehkan bermain sampai jam 17.30 dan anak tidak dibolehkan
keluar pada malam hari.
V. FUNGSI KELUARGA
A. Fungsi afektif
Setiap anggota keluarga menghargai dirinya sendiri dan mereka saling
membutuhkan satu sama lain, serta saling memberikan dukungan satu
sama lain. Setiap anggota keluarga selalu membina kehangatan dalam

8
rumah tangganya dan setiap malam selalu menyempatkan waktu untuk
berkumpul dengan anggota keluarga yang lainnya.
B. Fungsi sosialisasi
1. Kerukunan hidup dalam keluarga
Bpk. A mengatakan bahwa hubungan semua anggota keluarga baik,
norma budaya dan perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang
berlaku dikeluarga dan yang berlaku dimasyarakat
2. Interaksi dan hubungan dalam keluarga
Bpk. A mengatakan interaksi dan hubungan antara keluarga terbina
dengan baik
3. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan
Dalam keluarga Bpk. A yang dominan mengambil keputusan adalah
kepala keluarga/ Bpk. A yang juga merupakan pencari nafkah.
4. Partisipasi dalam kegiatan social
Bpk. A mengatakan keluarga cukup berpartisipasi dalam kegiatan
social di lingkungannya seperti kerja bakti dengan tetangga lainnya
dalam membersihkan lingkungan sekitar rumah.
C. Fungsi perawatan kesehatan
1. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/ masalah
kesehatan keluarganya
Keluarga Bpk. A belum mengerti tentang pengertian, penyebab dan
cara mengobati mual muntah saat hamil muda (emesis gravidarum)
2. Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan
kesehatan yang tepat
Bpk. A mengatakan bahwa jika ada ada anggota keluarga yang sakit
maka beliau cukup membelikan obat di warung kecuali sudah
beberapa hari tidak kunjung sembuh maka beliau membawanya
berobat ke Puskesmas terdekat.
3. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Bpk. A mampu merawat anggota keluarga yang sakit saat
hamil muda, dengan membatasi pekerjaan ibu. V, mengatur pola

9
makan Ibu. V dengan memberikan makanan yang bervariasi dan
tidak memberikan makanan yang merangsang mual dan muntah,
serta selalu memantau Ibu. V dalam mengkonsumsi obat selama
kehamilan yang didapatkan di puskesmas kamonji.
4. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sehat
Keluarga Bpk. A mampu merawat anggota keluarga yang sehat
dengan memberikan makanan yang bergizi, sering minum air putih,
menggunakan masker saat keluar rumah, mengkonsumsi sayur dan
buah setiap hari dan menjaga kebersihan rumah.
5. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di
masyarakat
Jika ada anggota keluarga yang sakit dalam 3 hari tidak sembuh,
Keluarga Bpk. A membawa anggota keluarga yang sakit tersebut ke
puskesmas terdekat, yaitu puskesmas kamonji yang berada sekitar 2
km dari rumah.
D. Fungsi reproduksi
1. Perencanaan jumlah anak: keluarga Bpk. A berencana untuk
memiliki 2 orang anak.
2. Akseptor: Ya, Ibu. V menggunakan akseptor KB, yang digunakan

kontrasepsi suntik 3 bulan setelah kelahiran anak pertamanya

lamanya kontrasepsi digunakan selama 2 tahun.

3. Akseptor: Belum - , alasannya -


4. Keterangan lain: -
E. Fungsi ekonomi
1. Upaya pemenuhan sandang pangan
Dalam upaya pemenuhan sandang pangan sudah terpenuhi, setiap
hari dalam keluarga Bpk. A mengkonsumsi lauk pauk yang lengkap
dan bergizi serta sering mengkosumsi buah-buahan. Pakaian yang
dikenakan juga selalu diganti dengan pakaian yang bersih setiap
hari.

10
2. Pemanfaatan sumber daya dimasyarakat
Keluarga Bpk. A sudah melakukan pemanfaatan sumber daya di
masyarakat dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang
ditanam di pekarangan rumah.
VI. STRES DAN KOPING KELUARGA
A. Stressor jangka pendek
Stressor jangka pendek yang dirasakan pada masalah keuangan keluarga
adalah biaya kelahiran. Tetapi kondisi ini tidak sampai mengganggu
aktivitas sehari-hari keluarga.
B. Stressor jangka panjang
Stressor jangka panjang yang dialami ibu. V seperti cemas karena terus
merasa mual dan muntah di awal kehamilan yang kedua.

C. Respon keluarga terhadap stressor


Upaya Ibu.V dalam mengatasi stress biasanya dengan cara menghibur
sendiri dengan aktif mengikuti pengajian, pasrah dan memperbanyak
berdoa dan saling komunikasi dengan keluarga yang lain.
D. Strategi koping
Jika dalam keluarga Bpk. A tidak menemukan jalan keluar biasanya
keluarga berkomunikasi dengan tetangga dan saudara-saudaranya untuk
mengurangi beban yang dideritanya. Biasanya keluarga merasa nyaman
setelah berkomunikasi dengan tetangga yang pempunyai nasib yang
sama melalui pengajian yang diikuti.
E. Strategi adaptasi disfungsional
Dari hasil pengkajian, tidak didapatkan adanya cara-cara keluarga dalam
mengatasi masalah yang maladaptive

VII. KEADAAN GIZI KELUARGA


A. Pemenuhan gizi

11
Dalam keluarga Bpk. A sudah terpenuhi gizinya, dengan mengkonsumsi
lauk pauk, buah dan sayur setiap hari.
B. Upaya lain
Upaya lain yang dilakukan keluarga Bpk. A adalah melakukan olahraga
selama 30 menit, setiap seminggu sekali dan mengkonsumsi vitamin jika
ada anggota keluarga yang kurang vit.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK
A. Identitas
1. Nama : Ibu. V
2. Umur : 25 Tahun
3. L/ P : Perempuan
4. Pendidikan : SMA
5. Pekerjaan : IRT
6.
B. Keluhan/ riwayat penyakit saat ini
Ibu. V mengeluh mual bahkan disertai muntah, terutama saat pagi hari,
rasa mual bertambah saat mencium aroma yang menusuk seperti parfum
dan mencium bau masakan. Hal ini membuat nafsu makannya
berkurang, sering mengeluh SUH dan badan terasa lemas.
C. Riwayat penyakit sebelumnya
Ibu. V mengatakan kehamilan anak pertamanya tidak pernah merasakan
mual muntah dan Ibu. V tidak pernah menderita penyakit seperti DM,
Asma bronchitis dan hipertensi.
D. Tanda-tanda vital
TD : 100/ 70 Mmhg
Nadi : 84 x/ menit
Suhu : 37, 2 derajat celcius
Respirasi : 20 x/ menit
E. System cardiovascular
 Konjungtiva nampak anemis, bibir tidak anemis/ pucat/ cyanosis.

12
 Arteri carotis teraba kuat dan tidak ada peningkatan tekanan vena
jugularis.
 Ukuran jantung normal, tidak teraba ICNS kardis.
 Suara jantung S1 dan S2 normal, tidak terdengar adanya suara
tambahan.
 CRT 8 detik
F. Sistem respirasi
 Hidung : Simetris kiri dan kanan, tidak nampak pernafasan
cuping hidung dan tidak ada sekret dalam saluran pernafasan.
 Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
 Dada : bentuk dada normal, simetris kiri dan kanan, tidak
ada retraksi dinding dada, suara nafas vesikuler dan tidak terdengar
suara nafas tambahan.
G. Sistem gastrointestinal
 Tidak nampak ikterus, bibir nampak kering, nampak adanya
stomatitis, jumlah gigi lengkap dan tidak ada gangguan menelan.
 Perut tidak kembung, gerakan perystaltik normal.
H. Sistem persyarafan
 Fungsi cerebral : Status mental baik, kesadaran
composmentis.
 Fungsi kranial : Tidak ada masalah/ normal.
 Fungsi motorik : Tidak ada masalah/ normal.
 Fungsi sensorik : Tidak ada masalah/ normal.
 Refleks : Tidak ada masalah/ normal.
I. Sistem muskuloskeletal
Bentuk kepala normal dan ROM aktif namun Ibu. V nampak kurang
bergerak, badannya nampak lemas, Akral dingin dan nampak bekas luka
pada kaki.
J. Sistem genetalia
Bersih, tidak ada benjolan dan tidak mengalami keputihan

IX. HARAPAN KELUARGA

13
A. Terhadap kesehatannya
Keluarga Bpk. A berharap istrinya Ibu. V tidak mengalami mual muntah
dan lemas selama masa kehamilan dan Ibu. V bisa menjalankan
aktivitasnya kembali sebagai ibu rumah tangga.
B. Terhadap petugas kesehatan yang ada
Keluarga Bpk. A berharap petugas dapat membantu mengurangi
masalah kesehatan yang terjadi pada Ibu. V dan berharap tidak terjadi
hal-hal yang merugikan kesehatan pada Ibu. V.

ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
1. Data subjektif: Ketidakmampuan Resiko nutrisi
 Ibu. V sering keluarga merawat kurang dari
makan tidak teratur anggota keluarga kebutuhan
 Ibu. V mengatakan yang sakit tubuh
bahwa Bpk. A
sangat sibuk dengan
pekerjaannya,
biasanya nanti
malam baru pulang
dari kantor.

Data objektif:

14
 Bibir nampak
kering dan
terdapat
stomatitis
pada bibir
 BB sebelum
hamil 57 Kg,
saat ini BB 55
Kg
2. Data Subjektif: Ketidakmampuan Kekurangan
 Ibu. V mengatakan keluarga mengenal volume cairan
bahwa mereka penyakit
tidak mengetahui hiperemesis
cara mengatasi mual gravidarum
dan muntah yang
dialaminya
 Ibu. V mengatakan
bahwa dia sering
merasa mual dan
muntah
 Ibu. V mengeluh
merasa lemah dan
lesu serta tidak
bergairah
Data Objektif
 Mukosa bibir
kering.
 Nampak stomatitis
pada bibir bagian
bawah.
 Turgor kulit turun.

15
 Mata nampak
cekung.

PRIORITAS MASALAH
Panduan scoring masalah: setiap diagnosa keperawatan yang teridentifikasi
di scoring berdasarkan kriteria scoring di bawah ini:
1. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada Ibu. V keluarga Bpk. A
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit
B
o
perhitu Sk
No Kriteria Skor b Pembenaran
ngan or
o
t
1. Sifat masalah: 3 Masalah dapat dicegah dengan pengetahuan
Skala: 2 1 2/3x1 2/3 keluarga tentang merawat anggota keluarga yang
 Aktual ( Tidak/ 1 sakit.

16
kurang sehat)
 Resiko
 Sejahtera
2. Kemungkinan masalah Sumber-sumber tindakan yang mendesak dapat
dapat diubah dijangkau oleh keluarga.
2
Skala:
1 2 1/2x2 1
 Mudah
0
 Sebagian
 Tidak dapat
3. Potensial masalah untuk Masalah dapat dicegah dengan pengetahuan
dicegah keluarga tentang adanya bahaya dehidrasi
3
Skala:
2 1 2/3x1 2/3
 Tinggi
1
 Cukup
 Rendah
4. Menonjolnya masalah Keluarga merasakan masalah harus segera
Skala: ditangani agar tidak terjadi dehidrasi
 Masalah berat,
harus segera
ditangani 2
 Ada masalah, 1 1 2/2x1 1
tetapi tidak 0
perlu segera di
tangani
 Masalah tidak
dirasakan
2
Total
4/3

17
2. Kekurangan volume cairan pada Ibu. V keluarga Bpk. A berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah anggota
keluarga.
B
o
Perhitu Sk
No Kriteria Skor b Pembenaran
ngan or
o
t
1. Sifat masalah: Faktor kebudayaan dapat memberi dukungan /
Skala: pengetahuan merawat anggota keluarga
3
 Aktual ( Tidak/
2 1 3/3x1 1
kurang sehat)
1
 Resiko
 Sejahtera
2. Kemungkinan masalah
dapat diubah
2
Skala:
1 2 2/2x2 2
 Mudah
0
 Sebagian
 Tidak dapat
3. Potensial masalah untuk Masalah dapat dicegah dengan pengetahuan
dicegah keluarga tentang persalinan dan perawatan
3
Skala: setelah melahirkan
2 1 2/3x1 2/3
 Tinggi
1
 Cukup
 Rendah
4. Menonjolnya masalah Keluarga merasa masalah berat dan harus segera
2
Skala: ditangani dan harus segera diatasi
1 1 2/2x1 1
 Masalah berat,
0
harus segera

18
ditangani
 Ada masalah,
tetapi tidak
perlu segera di
tangani
 Masalah tidak
dirasakan
4
Total
2/3

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


N Diagnosa Tujuan Evaluasi Rencan
o keperawatan Tindaka
Umum Khusus Kriteria Standar
1. Resiko nutrisi Setelah Tujuan Khusus : Keluarga dapat Diskusikan
kurang dari dilakukan Setelah menyebutkan dengan
kebutuhan tubuh tindakan melakukan keluarga :
pada Ibu. V keluarga kunjungan 4 x 60  Pengert
keluarga Bpk. A mampu menit keluarga kekuran
berhubungan mengenal dapat mencapai: volum
dengan masalah Keluarga mampu cairan tu
ketidakmampuan kekurangan mengenal  Penyeb

19
keluarga merawat volume cairan masalah terjadin
anggota keluarga kurang dari kekurangan kekuran
yang sakit kebutuhan volum cairan cairan tu
tubuh. tubuh :
a. Menyebutkan  Berika
pengertian kesempa
tentang Verbal pengertian keluar
kekurangan kekurangan volum untuk
volume cairan yaitu bertan
cairan. terjadinya apabila
ketidakseimbangan hal yan
antara output-input kuran
b. Menjelaskan cairan dimeng
penyebab  Dampak
terjadinya kekuran
kekurangan Verbal Penyebab cairan tu
cairan tubuh kekurangan cairan  Berika
c. Menjelaskan tubuh karena mual reward p
tentang muntah berlebihan keluar
dampak apabil
ketidakefektif Verbal Dampak dari dapa
an bersihan kekurangan cairan menjelas
jalan nafas tubuh adalah kemba
terjadinya gangguan hasil dis
terhadap suplai
oksigen ke paru-paru
akibat tersumbatnya
saluran pernafasan
2. Kekurangan Setelah Tujuan Khusus : Verbal Keluarga dapat  Jelaskan
volume cairan dilakukan Setelah dan menjelaskan tentang
pada Ny. V tindakan melakukan psikomot manfaat dari

20
keluarga Tn. A keluarga kunjungan 4 x 60 or pemberian diet yaitu manfaat
berhubungan mampu menit keluarga untuk mencegah atau pemberia
dengan merawat dapat mencapai: meminimalkan mual diet
ketidakmampuan anggota dan muntah.  Anjurkan
keluarga dalam keluarga yang Keluarga mampu pada
mengenal mengalami melakukan keluarga
masalah anggota nutrisi kurang tindakan untuk untuk
keluarga. dari kebutuhan mengatasi dan memprak
tubuh. mencegah serta an
merawat masalah makan
kekurangan cairan minum
tubuh dengan: sedikit
a. Melakukan sering
pemberian
makanan dan
minuman
sedikit tapi
sering
b. Keluarga
mengerti
manfaat dan
Cara
pemberian
diet

21
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Diagnosa
Tgl Implementasi Evaluasi Paraf
keperawatan
Resiko nutrisi kurang Hari : Hari:
dari kebutuhan tubuh Tgl: Tgl:
pada Ibu. V keluarga Jam: Jam:
Bpk. A berhubungan mendiskusikan dengan keluarga
dengan :
ketidakmampuan
keluarga merawat  Menjelaskan Pengertian
anggota keluarga yang kekurangan volum cairan
sakit tubuh

22
 Menjelaskan Penyebab
terjadinya kekurangan cairan
tubuh

 Memberikan kesempatan
keluarga untuk bertanya
apabila ada hal yang kurang
dimengerti
 Menjelaskan dampak dari
kekurangan cairan tubuh
 Memberikan reward pada
keluarga apabila dapat
menjelaskan kembali hasil
diskusi
Kekurangan volume Hari : Hari :
cairan pada Ibu. V Tgl: Tgl:
keluarga Bpk. A Jam: Jam:
berhubungan dengan
ketidakmampuan  Menjelaskan tentang manfaat
keluarga dalam pemberian diet
mengenal masalah  menganjurkan pada keluarga
anggota keluarga. untuk mempraktikkan diet
makan dan minum sedikit tapi
sering

23
24