Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Budi pekerti adalah kesadaran perbuatan atau perilaku seseorang. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti budi pekerti adalah tingkah laku, akhlak,
perangai, watak. Sedangkan dalam bahasa Arab budi pekerti disebut dengan
akhlak dan ethics dalam bahasa Inggris. Untuk itu, budi pekerti juga dikenal
dengan istilah etika.
Secara etimologi, istilah budi pekerti ini merupakan gabungan 2 kata yaitu
budi dan pekerti. Kata budi sendiri memiliki arti sadar, nalar, pikiran atau
watak. Sedangkan pekerti memiliki arti perilaku, perbuatan, perangai, tabiat,
watak. Kedua kata ini memiliki kaitan yang sangat erat karena pada dasarnya
budi seseorang itu ada dalam batin manusia dan tidak akan tampak sebelum
dilakukan dalam bentuk pekerti (perbuatan).
Terwujudnya manusia Indonesia berbudi pekerti luhur merupakan salah
satu tujuan dari pembangunan manusia Indonesia. Lantas bagaimana
penerapan budi pekerti saat ini. Dari tugas ini kami mencari tahu bagaimana
penerapan budi pekerti dari segi kesehatan. Kami melakukan wawancara pada
pasien untuk mengetahui penerapan budi pekerti perawat menurut perspektif
klien dan keluarga di rumah sakit.

B. TUJUAN
Tujuan dari kuliah lapangan (Field Trip) ini yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui penerapan budi pekerti perawat terhadap klien dan
atau keluarga klien di RSJ Magelang.
2. Untuk mengetahui gambaran realitis mengenai penerapan budi pekerti
perawat terhadap klien dan atau keluarga klien di RSJ Magelang.
3. Untuk mengetahui respon klien dan atau keluarga klien terhadap perawat
di RSJ Magelang.
4. Memenuhi tugas kuliah Budi Pekerti

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Budi Pekerti
Secara etimologis, budi pekerti bisa diartikan sebagai penampilan diri
yang berbudi. Secara leksikal, budi pekerti merupakan sebuah tingkah laku,
perangkai, watak, atau akhlak seseorang. Dalam KBBI, budi pekerti dapat
dikatakan sebagai alat batin yang berisi tentang paduan akal dan perasaan
guna menimbang baik dan buruk. Secara operasional, budi pekerti memiliki
makna sebagai perilaku yang tercermin dalam kata, pikiran, perasaan, sikap,
dan perbuatan. Dalam hal ini, budi pekerti dapat diartikan sebagai suatu sikap
atau perilaku sehari-hari, baik individu, keluarga, maupun bermasyarakat
berbangsa dan bernegara yang mengandung nilai yang berlaku dan di anut di
dalam bentuk jati diri seseorang berkesinambungan dengan suatu sistem nilai
moral dan menjadi pedoman perilaku seorang (khususnya di negara Indonesia)
untuk bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa yang bersumber kepada
falsafah pancasila dan dituntun ajaran agama serta kebudayaan Indonesia.
Budi pekerti dalam perawatan khususnya berarti tata susila yang berhubungan
dengan cita-cita adat dan kebiasaan yang mempengaruhi seorang perawat
dalam menunaikan pekerjaannya.
B. Manfaat Budi Pekerti Bagi Perawat Dan Klien
Dasar – dasar budi pekerti yang sehat sangat dibutuhkan untuk kepribadian
yang baik. Bagi anggota perawat, kepribadian yang baik adalah penting, karena
perawat adalah seorang yang memberikan pelayanan / perawatan baik terhadap
orang sakit maupun terhadap orang sehat. Perawatan bukan saja merupakan
keahlian untuk sekedar mencari nafkah, akan tetapi mengingat tujuannya juga
merupakan pekerjaan yang suci.
Seorang perawat yang mempunyai budi pekerti yang luhur dan
menjalankan pekerjaannya dengan baik, tak akan luput pengaruh baiknya pada
penderita yang dirawatnya. Amal jasmani dan rohani yang diberikan dengan
penuh kerelaan oleh perawat kepada penderita, merupakan faktor penting untuk
kesembuhan klien tersebut.

2
C. Prinsip-Prinsip Budi Pekerti
Seorang perawat harus benar-benar mempertimbangkan nilai-nilai moral
dalam setiap tindakannya. Seorang perawat harus mempunyai prinsip-prinsip
moral, tetapi prinsip moral itu bukan sebagai suatu peraturan konkret untuk
bertindak, namun sebagai suatu pedoman umum untuk memilih apakah
tindakan-tindakan yang dilakukan perawat itu benar atau salah. Beberapa
kategori prinsip diantaranya :
1. Kebijakan ( dan realisasi diri )
2. Kesejahteraan orang lain
3. Penghormatan terhadap otoritas
4. Kemasyarakatan / pribadi-pribadi
5. Keadilan
Seorang perawat harus mempunyai rasa kemanusiaan dan moralitas yang
tinggi terhadap sesama. Karena dengan begitu, antara perawat dan pasien akan
terjalin hubungan yang baik. Perawat akan merasakan kepuasan batin, bila ia
mampu membantu penyembuhan pasien dan si pasien sendiri merasa puas atas
pelayanan perawatan yang diberikan, dengan kata lain terjadi interaksi antara
perawat dan pasien.

3
BAB III
METODELOGI

A. Nama Tugas
Penerapan Budi Pekerti Perawat Menurut Perspektif Klien dan Keluarga.”

B. Metode Penyelesaian Tugas


Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas adalah dengan metode
wawancara

C. Waktu dan tempat pelaksana


Hari & tanggal : Saptu, 12 Mei 2018
Waktu / jam : 12.30 wib
Tempat : Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelang

D. Narasumber
Nama Narasumber: Tn. S (Pasien)
Umur: 57 tahun
No Rekam Medis: 00162***
Tanggal Masuk Rs: 7 Mei 2018

E. Wawancara
Pewawancara :
1. Anisa (16.0601.0007)
2. Heni Susilowati (16.0601.0008)
3. Bagus Fatchur R (16.0601.0009)
4. Dian Pranata (16.0601.0010)
5. Devy Nindy A (16.0601.0011)

4
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Wawancara
Pewawancara: “Menurut bapak, bagaimana sifat perawat saat awal masuk ke
bangsal rumah sakit?”
Narasumber: “Menurut saya sifat perawat baik, mereka ramah, dan
menanyakan keadaan yang saya rasakan dengan baik.”
Pewawancara: ”Apakah perawat-perawat di ruangan selalu melakukan
senyum, sapa, salam terhadap bapak?”
Narasumber: ”Kalau senyum tidak mbak, mungkin mereka kecapekan, tetapi
mereka selalu menyapa dan memberi salam saat akan
melakukan tindakan.”
Pewawancara: “Apakah perawat di ruangan ini menunjukkan kepedulian,
seperti menanyakan apa yang sedang di rasakan bapak?”
Narasumber: “Iya perawat sering menanyakan apa yang saya rasakan.”
Pewawancara: “Menurut bapak, apakah perawat membeda-bedakan antara
bapak dengan pasien lain?”
Narasumber: “Menurut saya tidak mbak, kami di perlakukan sama.”
Pewawancara: “Menurut bapak, bagaimana cara berbicara perawat di ruangan
ini, apakah sopan dan mudah di mengerti?”
Narasumber: “Cara perawat berbicara perawat di ruangan ini sopan, mudah di
mengerti.”
Pewawancara: “Apakah ada perawat disini yang responnya kurang baik
terhadap bapak, seperti jutek, judes?”
Narasumber: “Menurut saya mereka baik semua, mereka ramah.”
Pewawancara: ”Menurut bapak, apaka perawat disini cekatan dalam
menangani bapak?”
Narasumber: “Mereka cekatan, saya diberi tindakan dengan baik.”
Pewawancara: “Apakah perawat memberikan informasi dengan jelas
mengenai penanganan yang sedang di lakukan atau mengenai
kondisi bapak saat ini?
Narasumber: “Ya, mereka memberi informasi dengan jelas.”
Pewawancara: “Apakah bapak mempunyai kritik atau saran agar perawat
lebih baik lagi.”
Narasumber: “Menurut saya tidak mbak, menurut saya perawat disini sudah
baik dalam hal sopan santun maupun penanganan .”

B. Hasil Dan Pembahasan


Kegiatan field trip atau kuliah lapang ini sangat membatu kami para
mahasiswa perawat dalam memperhatikan penerapan budi pekerti perawat

5
yang sebenernya di lapangan kerja secara langsung dengan latar belakang
klien dan keluarga klien yang berbeda-beda. Tentu saja dengan respon klien
dan keluarga klien yang berbeda-beda terhadap sikap dan perilaku yang telah
diberikan kepada mereka. Selain itu, kuliah lapang ini memberikan
pengalaman dan pengaplikasian budi pekerti yang baik dan benar menurut
perspektif klien dan keluarga klien.
Dengan metode wawancara terhadap salah satu klien dan keluarga klien di
RSJ Magelang bangsal Pringgondani 2 di dapatkan hasil dari kegiatan field
trip atau kuliah lapangan yaitu bahwa penerapan budi pekerti perawat yang
sesuai dengan prinsip terhadap klien dan kelurga klien sangat berpengaruh
bagi kesembuhan klien. Menurut klien dan keluarga klien yang kami
wawancarai, perawat yang ada di bangsal Pringgondani 2 RSJ Magelang
memiliki budi pekerti yang baik. Perawat selalu memberikan senyum sapa
salam dan selalu bersikap ramah terhadap klien dan keluarga klien tersebut.
Hal tersebut membuat klien dan keluarga klien tersebut merasa nyaman saat di
rumah sakit. Perawat juga selalu menunjukkan kepedulian dan kesabaran
terhadap klien dan keluarga klien tersebut. Menurut klien dan keluarga klien
kesabaran sangatlah penting dalam merawatnya dan perawat selalu cekatan
dalam menanganinya. Bagi klien dan keluarga klien perawat disana sangatlah
sopan dan tidak pernah membeda-bedakan pasien satu dengan pasien yang
lain. Klien dan keluarga klien merasa terhormat bisa diperlakukan adil dengan
perawat disana. Klien dan keluarga klien di rumah sakit selalu ingin
mengetahui tentang perkembangan kondisinya, dengan demikian perawat
harus selalu memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti klien dan
keluarga klien dan menurut klien dan keluarga klien di bangsal pringgondani 2
RSJ Magelang selalu memberikan informasi yang jelas dan mudah untuk
dimengerti.
Dengan diterapkannya budi perkerti perawat yang sesuai prinsip, klien dan
keluarga klien merasa puas dengan pelayannan yang diberikan selama berada
di rumah sakit.

6
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan wanwanca yang kami lakukan, dapat
disimpulkan bahwa bagi klien dan keluargaklien penerapan budi perkerti
perawat terhadapnya sangatlah penting bagi kesembuhannya. Dengan
menerapkan budi pekerti seperti senyum sapa salam, tidak membeda-bedakan
pasien yang satu dengan yang lain, bersikap sabar dll dapat membuat klien
dan keluarga klien merasa nyaman dan aman selama dirawat di rumah sakit.
Budi pekerti yang sesuai dengan prinsip harus selalu diterapkan oleh perawat
dan tim kesehatan lain, agar klien dan keluarga klien merasa puas dengan
pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.

7
DAFTAR PUSTAKA

Asih, Luh Gede Yamin. 2010. Prinsip-prinsip Merawat Berdasarkan Pendekata


Proses Keperawatan/Yoseph Rueng. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran.EGC
DE Santo, John, Agus Creners. 2009. Tahap-tahap Perkembangan Moral
Lawrence Khalberg. Yogyakarta : Kanisisus