Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN

KINERJA ORGANISASI

Oleh : DINAR AGIS ARINGGA ()


: GILANG TRIANA (1601011)
Prodi : MANAJEMEN
Dosen Pengampu : SITI MAESAROH, S.Ip.,M.M

STIE TAMANSISWA BANJERNEGERA


Jl. Mayjend Panjaitan No.29 Banjarnegara 53414. Telp./Fax (0286)595043.
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ........................................................................................................ i

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kinerja Organisasi ............................................................ 4
2.2 Sasaran dan tujuan dalam Perubahan organisasi dan Kinerja ........ 5
2.3 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kinerja ............................. 6

KESIMPULAN ..................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA. .......................................................................................... 11


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua organisasi merupakan bagian dari sistem sosial yang hidup di tengah-tengah
masyarakat. Masyarakat itu sendiri memiliki sifat dinamis, selalu mengalami perubahan dan
perkembangan. Karakteristik masyarakat seperti itu menuntut organisasi untuk juga memiliki
sifat dinamis. Tanpa dinamika yang sejalan dengan dinamika masyarakat, organisasi tidak
akan survive apalagi berkembang. Ini berarti bahwa perubahan dalam suatu organisasi
merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Secara terusmenerus organisasi harus
menyesuaikan diri dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di lingkungannya. Proses
penyesuaian dengan lingkungan merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi
organisasi modern. Kecuali perubahan yang bertujuan menyesuaikan diri terhadap perubahan
lingkungan, organisasi kadang-kadang menganggap perlu secara sengaja melakukan
perubahan guna meningkatkan keefektifan pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan.
Karena sifat dan tujuan setiap organisasi berbeda satu sama lain maka frekuensi dan
kadar perubahan yang terjadinya pun tidak selalu sama. Menghadapi kondisi lingkungan
yang selalu berubah tersebut, tidak ada cara lain yang lebih bijaksana bagi seorang pimpinan
kecuali dengan memahami hakekat perubahan itu sendiri dan menyiapkan strategi yang tepat
untuk menghadapinya.
Dalam era persaingan global yang semakin ketat dewasa ini, setiap organisasi harus
mampu menampilkan kinerja yang prima dalam berbagai bidang, terutama yang terkait
dengan para stakeholdernya. Situasi lingkungan saat ini yang semakin kompleks menuntut
sebuah organisasi untuk bisa memuaskan kepentingan stakeholder yang beraneka ragam.
Dalam hal ini, selain memenuhi kebutuhan para pelanggannya, organisasi harus pula
memikirkan kepentingan pihak-pihak lain seperti pemegang saham, masyarakat, pemerintah,
LSM, lembaga keuangan, dan sebagainya, termasuk kepentingan para karyawannya sendiri.
Tidak jarang berbagai kepentingan tersebut bertentangan satu dengan yang lainnya. Misalnya
saja, untuk meningkatkan nilai saham perusahaan harus mencapai laba yang tinggi. Salah
satu upaya menaikkan laba adalah melalui efisiensi di berbagai fungsi organisasi yang
seringkali harus mengorbankan kepentingan karyawan untuk memperoleh penghasilan yang
layak. Melihat kondisi seperti itu, organisasi harus memiliki kemampuan dalam mengelola
kinerja. Jadi, di sini timbul pertanyaan: “Apakahyang dimaksud dengan pengelolaan atau
manajemen kinerja?”. Maka, para manajer harus bertanggung jawab atas kinerja organisasi
dan pengelolaan kinerja ini membutuhkan tujuan yang jelas dan terukur. Sehingga tanggung
jawab dan juga wewenang yang dimilikinya diperoleh dari mereka yang menyediakan
sumber dana dan daya, misalnya untuk organisasi bisnis, para pemilik atau pemegang saham
adalah mereka yang menyediakan sumber dana dan daya bagi organisasi. Kinerja
keorganisasian tergantung pada kinerja individu dan kelompok, para manajer harus mencapai
tingkat hasil karya yang tinggi dari mereka yang bekerja dalam organisasi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan kinerja organisasi?
2. Apa sasaran dan tujuan dalam perubahan organisasi dan kinerja?
3. Apa saja factor yang mempengaruhi perubahan kinerja?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kinerja Organisasi

Ada beberapa pendapat tentang definisi kinerja yang dikemukakan oleh para pakar dan
ahli dengan formulasi definisi yang berbeda-beda. Rue dan Byar (1981: 357) mengatakan
bahwa kinerja adalah sebagai tingkat pencapaian hasil. Menurut Interplan (1999: 15), kinerja
adalah berkaitan dengan operasi, aktivitas program dan misi organisasi. Murphy dan
Cleveland (1995: 113) mengatakan bahwa kinerja adalah kualitas perilaku yang berorientasi
pada tugas dan pekerjaan. Pendapat lain dikemukakan oleh Suntoro (1999: 12) bahwa kinerja
(performance) adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam
suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka
mencapai tujuanorganisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan
sesuai dengan moral dan etika.

Tika (2006; 121) mengemukakan pendapat beberapa pakar tentang kinerja, dikonsepsikan
dengan formulasi definisi yang berbeda-beda, antara lain sebagai berikut: Menurut Stoner
(1987), kinerja adalah fungsi dari motivasi, kecakapan dan persepsi dan peranan. Bernardin
dan Russel (1993) mendefinisikan kinerja sebagai pencatatan hasil-hasil yang diperoleh dari
fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Menurut
Handoko, kinerja sebagai proses di mana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja
karyawan. Pendapat lain dikemukakan oleh Gibson (1990: 40), bahwa kinerja seseorang
ditentukan oleh kemampuan dan motivasinya untuk melaksanakan pekerjaan. Selanjutnya
dikatakan, pelaksanaan pekerjaan ditentukan oleh interaksi kemampuan dan motivasi.

Dari kelima definisi kinerja di atas, dapat diketahui bahwa unsur-unsur yang terdapat
dalam kinerja terdiri atas berikut ini:

 Hasil-hasil fungsi pekerjaan.


 Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi karyawan, seperti kemampuan
motivasi, kecakapan, persepsi peranan, dan sebagainya.
 Pencapaian tujuan organisasi.
 Periode waktu tertentu.
 Tidak melanggar hukum.
 Sesuai dengan moral dan etika.
Berdasarkan hal-hal sebagaimana tersebut, kinerja sebagai hasil-hasil fungsi
pekerjaan/ kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu.

Fungsi pekerjaan atau kegiatan yang dimaksudkan disini adalah pelaksanaa hasil
pekerjaan atau kegiatan seseorang atau kelompok yang menjadi wewenang dan tanggung
jawabnya dalam suatu organisasi. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil
pekerjaan/ prestasi kerja seseorang atau kelompok terdiri atas faktor intern dan ekstern.
Faktor intern yang mempengaruhi kinerja karyawan/ kelompok terdiri atas kecerdasan,
keterampilan, kestabilan emosi, motivasi, persepsi peran, kondisi keluarga, kondisi fisik
seseorang, karakteristik kelompok kerja, dan sebagainya. Sedangkan pengaruh ekstern,
antara lain berupa peraturan ketenagakerjaankeinginan pelanggan, pesaing, dan nilai-nilai
sosial, serikat buruh, kondisi ekonomi, perubahan lokasi kerja, dan kondisi pasar. Dapat
disimpulkan bahwa kinerja organisasi adalah fungsi hasil pekerjaan/ kegiatan yang ada dalam
perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern organisasi dalam mencapai
tujuan yang ditetapkan selama periode waktu tertentu.

2.2 Sasaran dan Tujuan dalam Perubahan Organisasi dan Kinerja


Perubahan organisasi yang berencana berupaya untuk mencapai beberapa sasaran dan
tujuan (Cook, 1975: 539--540), yaitu dengan melalui cara berikut:

 Sasaran untuk memperoleh kemampuan yang bersangkutan guna mendapatkan perubahan


yang tidak direncanakan yang dihadapinya. Adapun perubahan-perubahan adalah untuk
mencapai efektivitas pengumpulan informasi dan sistemperamalan (forescasting system)
serta fleksibilitas organisasi yang bersangkutan sehingga dapat menghadapi masalah
dengan cara-cara yang tepat dan tepat pada waktunya.
 Pengetahuan mendalam tentang produk-produk baru pesaing perusahaan, perubahan-
perubahan dalam peraturan pemerintah atau pembatasan-pembatasan suplai dapat lebih
mempersiapkan organisasi sehubungan dengan penyesuaian perubahan yang harus
dilakukan.
 Sasaran dalam upaya untuk mengubah perilaku karyawan agar mereka memberi
kontribusi lebih efektif bagi organisasi. Perubahan dalam kategori ini meliputi sebagai
berikut:
a) Menimbulkan sikap-sikap baru.
b) Nilai-nilai baru.
c) Cara menvisualisasi organisasi.
d) Peran para karyawan di dalamnya maupun memberikan pelatihan, guna
meningkatkan produktivitas antarhubungan, antar perorangan, dan pelaksana
kontribusi yang kreatif.

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kinerja


Ada beberapa faktor perusahaan, yaitu strategi perusahaan, pemasaran, operasional,
sumber daya manusia, dan keuangan.

1) Strategi Perusahaan
Strategi perusahaan terkait dengan misi perusahaan. Strategi organisasi ini merupakan
strategi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi bisnis mencakup
perencanaan, implementasi, dan pengawasan.
Menurut Umar (dalam Uha, 2014: 215), komponen-komponen yang dipakai untuk
menganalisis strategi perusahaan terdiri atas dimensi kekuatan bisnis dan dimensi daya tarik
organisasiperusahaan atau individu. Dimensi kekuatan bisnis terdiri atas harga produk,
jumlah outlet, omzet tiap bulan, potensi penjualan per bulan, dan jumlah pengunjung di
tempat penjualan (outlet). Dimensi daya tarik terdiri atas pangsa pasar konsumen dan
potensi belanja konsumen. Dari hasil analisis terhadap komponen-komponen tersebut dapat
ditentukan langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan perusahaan, seperti pengoptimalan
alat-alat produksi, besarnya biaya promosi, dan sebagainya.
2) Pemasaran
Peran utama dalam manajemen pemasaran, antara lain adalah membuat keputusan
mengenai aspek-aspek pemasaran. Menurut Umar (dalam Uha, 2014: 216), evaluasi aspek
pemasaran diarahkan untuk mendapatkan informasi mengenai faktor tertentu dibandingkan
dengan target atau rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya seperti berikut:
a. Segmentasi, target dan posisi produk di pasar.
b. Strategi bersaing yang diterapkan.
c. Kegiatan pemasaran melalui bauran pemasaran.
d. Nilai penjualan.
e. Market share yang dikuasai perusahaan.

Adapun aspek pasar, dilakukan evaluasi mengenai perilaku konsumen (consumer


behavior) guna mengetahui pengetahuan, kebutuhan dan keinginan pasar potensial terhadap
produk dan sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen terhadap produk.

3) Operasional
Hal-hal yang menyangkut operasional organisasi, antara lain sebagai berikut:
a. Kualitas produk, yakni seberapa produk yang dihasilkan organisasi atau
perusahaan bisa bersaing dari segi kualitas.
b. Teknologi yang digunakan, yakni apakah teknologi yang digunakan perusahaan
mengikut perkembangan dunia pada saat ini atau sudah ketinggalan zaman.
Kondisi ini perlu diperhitungkan sesuai dengan keinginan pelanggan dan
persaingan dengan pihak lain.
c. Kapasitas produksi, yakni seberapa besar kapasitas produksi dari sumber daya
yang ada, seperti mesin dan tenaga kerja yang ada. Kapasitas produksi juga perlu
mempertimbangkan pemasaran produk, adakah produk mempunyai segmen pasar
yang tinggi atau rendah.
d. Persediaan bahan baku dan barang jadi. Adakah bahan baku tersedia di tempat
jika sewaktu-waktu dibutuhkan ataukah langka di pasaran atau merupakan bahan
impor. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
4) Sumber Daya Manusia
Menurut Umar (dalam Uha, 2014: 216), beberapa hal penting dari sumber daya manusia
yang perlu dievaluasi, antara lain mengenai produktivitas kerja, motivasi kerja, kepuasan
kerja, pelatihan dan pengembangan, serta kepemimpinan. Program pelatihan ditujukan untuk
memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk
kebutuhan sekarang. Sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya
memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang. Program pelatihan dan
pengembangan bertujuan antara lain untuk menutup gap antara kecakapan karyawan dan
permintaan jabatan, selain meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam
mencapai sasaran kerja.
5) Keuangan
Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan atau kekayaan, terutama
bagi para pemegang sahamnya. Terwujud berupaupaya peningkatan atau memaksimalisasi
nilai pasar atas harga saham organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Tujuan ini
bersifat garis besar, karena pada praktiknya tujuan itu senantiasa dipengaruhi oleh
keputusan-keputusan di bidang keuangan. Untuk lebih memahaminya, pertama-tama kita
akan menelaah apa yang sebenarnya yang disebut sebagai memaksimalisasi laba serta
berbagai hambatan dan rintangan yang menghadangnya. Selanjutnya, kita akan mengalihkan
perhatian kita kepada tujuan maksimalisasi kekayaan para pemegang saham. Kita akan lihat
apa beda tujuan ini dengan tujuan memaksimalisasi keuntungan dan mengapa hal itu selalu
menjadi tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan.
Menurut Umar (dalam Uha, 2014: 217) mengatakan bahwa tujuan mengevaluasi bisnis
dari aspek keuangan adalah untuk mengetahui apakah realisasi investasi telah sesuai dengan
apa yang diharapkan. Analisisnya dapat ditinjau dari laba dengan membandingkan antara
pengeluaran dan pendapatan, ketersediaan dana (modal), kemampuan perusahaan untuk
membayar utang dan menilai apakah proyek dari suatu perusahaan akan dapat berkembang
terus.
KESIMPULAN

1. Pengertian kinerja (performance) menurut Suntoro (1999: 12) adalah hasil kerja yang
dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan
wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi
yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan
etika.

2. Perubahan organisasi yang berencana berupaya untuk mencapai beberapa sasaran dan
tujuan (Cook, 1975: 539--540), yaitu dengan melalui cara berikut:

a. Sasaran untuk memperoleh kemampuan yang bersangkutan guna mendapatkan


perubahan yang tidak direncanakan yang dihadapinya.

b. Pengetahuan mendalam tentang produk-produk baru pesaing perusahaan, perubahan-


perubahan dalam peraturan pemerintah atau pembatasan-pembatasan suplai dapat
lebih mempersiapkan organisasi sehubungan dengan penyesuaian perubahan yang
harus dilakukan.

c. Sasaran dalam upaya untuk mengubah perilaku karyawan agar mereka memberi
kontribusi lebih efektif bagi organisasi

3. Beberapa faktor perusahaan, yaitu strategi perusahaan, pemasaran, operasional, sumber


daya manusia, dan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA

Uha, I N. 2014. Manajemen Perubahan: Teori dan Aplikasi pada Organisasi Publik dan Bisnis.
Bogor: PT Ghalia Indonesia.

Wibowo. 2011. Manajemen Perubahan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada