Anda di halaman 1dari 231

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ANALISIS PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR


TINGKAT TINGGI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI
SMA N 8 YOGYAKARTA
2016

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi

Oleh:
Hilaria Mitri
121324011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI


BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016

i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk:


 Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya yang senantiasa
menyertai setiapwaktu
 Untuk kedua orang tuaku bapak Heriyanto dan ibu Milka yang
selalu memotivasi, mencurahkan kasih sayang, dan dukungan
serta kesbaran dalammembimbingku.
 Kakakku Devi Naomi Wulandari dan adikku Resi Meri Anjani
yang selalu memberikan semangat, doa, dandukungan.
 Kekasihku Nandhika Ridwan Firdaus yang selalu memberikan
semangat, dukungan, motivasi, cinta dan kasihsayang.
 Almamaterku Universitas SanataDharma.

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO

Jika orang lain bisa kenapa saya tidak

TIADA KESUKSESAN TANPA DIBARENGI USAHA


DAN DOA,

TIADA USAHA YANG MEMBOHONGI HASIL

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

ANALISIS PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT


TINGGI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SAMA N 8
YOGYAKARTA 2016

Hilaria Mitri
Universitas Sanata Dharma
2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah guru sudah


menyusun desain RPP mata pelajaran Ekonomi yang memuat indikator
keterampilan berpikir tingkat tinggi; (2) apakah guru sudah menerapkan kegiatan
pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi; dan (3)
apakah pelaksanaan penilaian kelas (assesment) telah mengarah pada pengukuran
keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan model deskriptif kualitatif.
Subjek dalam penelitian ini adalah 80 siswa kelas X, XI MIPA dan IS serta guru
Ekonomi kelas X, XI, dan XII. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi,
wawancara, dokumentasi dan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain RPP yang disusun oleh
kedua guru mata pelajaran Ekonomi tidak memuat indikator keterampilan berpikir
tingkat tinggi; (2) kedua guru mata pelajaran Ekonomi dalam
mengimplementasikan pembelajaran belum mengarah pada keterampilan berpikir
tinggi; dan (3) pelaksanaan penilaian kelas (assesment) yang disusun oleh guru
dinyatakan belum mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat
tinggi.

Kata kunci: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), keterampilan berpikir


tingkat tinggi, pelaksanaan penilaian kelas (assesment).

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

THE ANALYSIS OF HIGHER ORDER THINKING SKILLS ON


ECONOMIC SUBJECTS IN 8 PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOL OF
YOGYAKARTA 2016
Hilaria Mitri
Sanata DharmaUniversity
2016

The objectives of this study are: (1) to exame whether the teachers have
arranged the learning plans in the subjects of economics includes indicators of
higher order thinking skills; (2) whether the teachers already implementing
learning activities that lead the students to higher order thinking skills; and (3)
whether the implementation of assessments has lead to the measurement of higher
order thinking skills.
This research is a qualitative descriptive model. Subjects of the study were
eighty students of the tenth and eleven class and all the teachers of Economics.
Data were collected by using observation, interviews, documentation and
questionnaires.
The results of the study indicate that: (1) the Learning Plans arranged by the
teacher in subjects of Economics are not contains with indicators of higher order
thinking skills; (2) The performance of learning done by the teachers in subject of
economics are not lead the students to higher order thinking skills; and (3) the
implementation of assessments were prepared by teachers declared not lead to the
measurement of higher order thinking skills.

Keywords: lesson plan (RPP), a higher order thinking skills, the implementation
of assessments.

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

atas berkat dan rahmat-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan

skripsi yang berjudul “Analisis Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat

Tinggi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA N 8 Yogyakarta 2016”.

Penulisan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

Selama proses penulisan skripsi ini penulis menyadari banyak pihak yang

telah membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Rohandi, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata DharmaYogyakarta.

2. Ibu Dra. Catharina Wigati Retno Astuti, M.Si., M.Ed. Selaku ketua Program

Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma dan selaku dosen yang

banyak memberikan masukan demi kelancaran penulisanskripsi.

3. Bapak Dr. Constantinus Teguh Dalyono, M.S. Selaku Dosen Pembimbing

atas segala kebaikan yang penuh kasih dan kesabaran dalam membimbing

dan mengarahkan dari awal sampai akhir penyusunan skripsiini.

4. Ibu Kurnia Martikasari, S.Pd.,M.Sc. Selaku dosen Pendidikan Ekonomi yang

dengan penuh kasih dan kesabaran memeberikan ilmu selamaperkuliahan.

5. Segenap Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas SanataDharma.

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

6. Ibu Christina Kristiani selaku bagian sekretariat yang telah membantu segala

administrasi yang telah dibutuhkan dalam penyusunan skripsiini.

7. Bapak Drs. Munjid Nur Alamsyah, MM. selaku Kepala Sekolah SMA N 8

Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan

penelitian.

8. Ibu Swinarni selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas yang telah

memberikan ijin kepada penulis untuk melakukanpenelitian.

9. Ibu Dra. Sri Nurmeilani selaku guru mata pelajaran Ekonomi kelas XI dan

XII- MIPA SMA N 8 Yogyakarta atas kerjasama , bantuan, dan informasi

yang baik selama penulis melakukanpenelitian.

10.Ibu Retno Handayani selaku guru mata pelajaran Ekonomi kelas X dan XI-

IIS SMA N 8 Yogyakarta atas kerjasama , bantuan, dan informasi yang baik

selama penulis melakukanpenelitian.

11. Siswa kelas X dan kelas XI tahun ajaran 2016/2017 yang telah bersedia

membantu dalam proses observasi dan pengisian kuesioner.

12. Kedua orang tuaku Papa Heriyanto dan Mama Milka yang selalu mendukung

dalam doa, yang terus memberikan semangat, dorongan yang pnuh dngan

kasih dan kesabaran selama kuliah hingga penyelesaian penulisan skripsiini.

13. Kakakku Devi Naomi Wulandari dan adikku Resi Meri Anjani yang selalu

memberikan semangat, motivasi dan doa yang tulus selama perkuliahan dan

penulisan skripsiini.

14. Kakak iparku Gregorius Pedi yang selalu memberikan semangat dan

dukungan kepadapenulis.

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15. Keponakanku Petrus Christian Aprilo yang selalu memberi semangat dan

keceriaan.

16. Kekasihku Nandhika Ridwan Firdaus yang selalu memberikan doa, semangat,

kasih sayang, cinta dan dukungan serta motivasi selama perkuliahan hingga

selesainya penulisan skripsiini.

17. Orang tua keduaku ibu Titin Suprihatin dan Bapak Delyuzar Gafar yang

selalu mendoakan, memotivasi, dan memberikan kasih sayang kepada

penulis.

18. Sahabatku Sarniati Dapaole, Olivia, dan Harini Triana Silalahi yang selalu

memberikan dukungan, motivasi, keceriaan, semangat dan menemani penulis

dalam mengurus kelengkapan penulisan skripsiini.

19. Temanku Albertus Bima Sulistya, Vidia Natalia Kusuma Ningtyas dan Yosep

Henri Wibisono yang turut membantupenulis.

20. Sahabat selama perkuliahan Sarniati Dapaole, Olivia, Harini Triana Silalahi,

Hesti Ratnaningrum, dan Riwan Sigalingging serta RobertusAndronikus.

21. Seluruh teman-teman Pendidikan Ekonomi angkatan 2012, atas kerjasama,

canda tawa, dan keceriaan selama prosesperkuliahan.

22. Teman-temanku di asrama, Natalia Lun, Nani Julita, dan Oliyfie Bintang

yang menjadi tempat curhat dan berkeluh kesahpenulis.

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………...... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………...... ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN........................................................................ iv
MOTTO.............................................................................................................. v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................ vi
PERSETUJUAN PUBLIKASI.......................................................................... vii
ABSTRAK……………………………………………………………………... viii
ABSTRACT......................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR………………………………………………………... x
DAFTAR ISI………………………………………………………………...... xiv

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………...... 1
A. Latar Belakang…………………………………………………………….... 1
B. Batasan Masalah…………………………………………………………..... 7
C. Rumusan Masalah………………………………………………………....... 7
D. Tujuan Penelitian ………………………………. 8
E. Manfaat Penelitian ………………………………………………………….. 8
F. Variabel, Definisi Operasional dan Indikator ……………………………….. 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 10


A. Berpikir Tingkat Tinggi…………………………………………………...... 10
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran………………………………………... 19
C. Kegiatan Pembelajaran……………………………………………………... 24
D. Pelaksanaan Penilaian Kelas (Assesment)………………………………….. 45
E. Kerangka Berpikir.......................................................................................... 52

BAB III METODE PENELITIAN………………………………………..... 55


A. Jenis Penelitian……………………………………………………………... 55

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………………..... 55


C. Subjek dan Objek Penelitian……………………………………………...... 56
D. Sasaran Penelitian………………………………………………………...... 57
E. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel……………………..... 57
F. Variabel dan Indikator Penelitian…………………………………………... 59
G. Data Yang Dicari…………………………………………………………... 61
H. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………….... 62
I. Tekniik Pengujian Instrumen……………………………………………..... 67
J. Teknik Analisis Data……………………………………………………..... 72

BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH………………........................... 76


A. Deskripsi Lokasi………………………………………………………….... 76
B. Deskripsi Responden……………………………………………………..... 79

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN………………………………..... 83


A. Analisis Data……………………………………………………………....... 83
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran…………………………………....... 83
2. Implementasi Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi…….. 87
3. Pelaksanaan Penilaian Kelas (Assesment)……………………………….. 91
B. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………………...... 93
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran……………………………………... 93
2. Implementasi Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi…….. 98
3. Pelaksanaan Penilaian Kelas (Assesment)……………………………….. 102
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………...... 105
A. Kesimpulan……………………………………………………………........ 105
B. Keterbatasan Penelitian………………………………………………......... 108
C. Saran……………………………………………………………………...... 109
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………....... 112
LAMPIRAN...................................................................................................... 114

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Kuesioner Persepsi Siswa………………………………. 64


Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Menganalisis....................... 69
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Mengevaluasi...................... 70
Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Mencipta............................. 70
Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen....................................................... 71
Tabel 3.6 Hasil Penilaian Persepsi Siswa......................................................... 74
Tabel 4.1 Daftar Rekapitulasi Siswa................................................................ 82
Tabel 5.1 Hasil Analisis Persepsi Siswa........................................................... 86

xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RPP Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional………... 114


Lampiran 2 RPP Pasar dalam Perekonomian………………………………... 120
Lampiran 3 Lembar Kuesioner Persepsi Siswa……………………………… 123
Lampiran 4 Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas…………………. 126
Lampiran 5 Instrumen Analisis RPP........................................……………… 127
Lampiran 6 Instrumen Analisis Kesesuian RPP dengan Permendikbud no. 128
103 tahun 2014..............................................................................
Lampiran 7 Instrumen Analisis Kegiatan Penilaian Kelas (Assesment)……... 130
Lampiran 8 Lembar Pertanyaan Wawancara....……………………………… 132
Lampiran 9 Lembar Soal UTS kelas XI MIPA…………………………….... 138
Lampiran 10 Lembar Soal UTS kelas XI IIS ………….....…………………. 144
Lampiran 11 Hasil Analisis RPP 1................................................................... 150
Lampiran 12 Hasil Analisis RPP 2.................……………………………….. 151
Lampiran 13 Hasil Observasi kelas X MIPA………………………………... 152
Lampiran 14 Hasil Observasi kelas XI IIS....................................................... 153
Lampiran 15 Hasil Analisis Kegiatan Assesment kelas XI MIPA…............... 154
Lampiran 16 Hasil Analisis Kegiatan Assesment kelas XI IIS........................ 157
Lampiran 17 Output Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas................................. 160
Lampiran 18 Lembar Kerja Siswa…………………………………………… 168
Lampiran 19 Surat Ijin Penelitian..................................................................... 174
Lampiran 20 RPP Satu Semester…………………………………………….. 175
Lampiran 21 Kelompok Kata Kerja Operasional Indikator Untuk Aspek 215
Kognitif Pada Desain RPP..........................................................

xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang jika

mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan.

Berpikir sebagai suatu aktivitas mental untuk membantu memformulasikan

atau memecahkan suatu masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi

hasrat keingintahuan. Pendapat ini menunjukkan ketika seseorang

memutuskan suatu masalah, memecahkan masalah, ataupun ingin memahami

sesuatu, maka orang tersebut melakukan aktivitas berpikir (Heong dkk,

2011).

Kegiatan berpikir dibedakan menjadi dua jenjang, yaitu berpikir tingkat

tinggi atau Higher Order Thinking (HOT) dan berpikir tingkat rendah atau

Lower Order Thinking (LOT). Menurut (Heong, dkk 2011) kemampuan

berpikir tingkat tinggi didefinisikan sebagai penggunaan pikiran secara luas

untuk menemukan tantangan baru. Kemampuan berpikir tingkat tinggi ini

menghendaki seseorang untuk menerapkan informasi baru atau pengetahuan

sebelumnya dan memanipulasi informasi untuk menjangkau kemungkinan

jawaban dalam situasi yang baru. Berpikir tingkat tinggi adalah berpikir pada

tingkat lebih tinggi dari pada sekedar menghafal fakta atau mengatakan

sesuatu kepada seseorang persis seperti sesuatu itu disampaikan.

Berbicara mengenai tahapan berpikir, maka taksonomi Bloom dianggap

sebagai dasar bagi berpikir tingkat tinggi, pemikiran ini didasarkan bahwa

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

beberapa jenis pembelajaran memerlukan proses kognisi yang lebih dari pada

yang lain, tetapi memiliki manfaat-manfaat lebih umum (Heong, dkk 2011).

Berlandaskan pada taksonomi Bloom tersebut, maka terdapat tiga aspek

dalam ranah kognitif yang menjadi bagian dari kemampuan berpikir tingkat

tinggi atau higher-order thinking. Ketiga aspek itu adalah aspek menganalisa

(C4), aspek mengevaluasi (C5) dan aspek mencipta (C6). Sedangkan tiga

aspek lain dalam ranah yang sama, yaitu aspek mengingat (C1), aspek

memahami (C2), dan aspek menerapkan (C3), masuk dalam bagian

intelektual berpikir tingkat rendah atau lower-order thinking.

Anderson dan Krathwohl merevisi taksonomi Bloom dari satu dimensi

menjadi dua dimensi, yaitu dimensi proses kognitif (cognitive process) dan

dimensi pengetahuan (types of knowledge). Dimensi proses kognitif

merupakan hasil revisi dari taksonomi Bloom. Anderson mengklasifikasikan

proses kognitif menjadi enam kategori, yaitu mengingat (remember),

memahami (understand), mengaplikasi (apply), menganalisis (analyze),

mengevaluasi (evaluate), dan mencipta (create). (Krathwohl & Andrerson,

2015).

Tema umum dalam pergerakan berpikir tingkat tinggi adalah

keterampilan berpikir yang melibatkan kemampuan mengambil keputusan

yang bernalar dalam situasi yang kompleks. Pergerakan ini menekankan pada

”knowing how” daripada ”knowing what”. Oleh karena itu, usaha membantu

individu memperoleh kemampuan tersebut membutuhkan kesadaran diri

sebagai bagian usaha dari pendidik untuk menggali kemampuanberpikir


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

tingkat tinggi dengan memanfaatkan metode dari pada peran sederhana

memorisasi dan pengajaran diktatik.

Dengan melihat kenyataan yang ada saat ini, begitu banyak lembaga

pendidikan dengan tenaga pendidik yang menerapkan model pembelajaran

hanya menitikberatkan pada kemampuan menghafal. Kemampuan berpikir

tingkat tinggi sangat penting diterapkan dalam berbagai aspek pengetahuan,

lembaga pendidikan yang hanya menanamkan model pembelajaran pada

kemampuan menghafal akan menjadikan siswa terbiasa tidak kritis dan hanya

menerima materi tanpa mengkritisi materi yang diberikan. Sebagai akibatnya

kebiasaan siswa yang hanya menghafal materi tanpa tahu bagaimana

mengkritisinya akan terus berlajut hingga perguruan tinggi bahkan sampai

saat dimana siswa tersebut memasuki dunia kerja yangsesungguhnya.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting ditanamkan pada

siswa mengingat tantangan peningkatan mutu dalam berbagai aspek

kehidupan tidak dapat ditawar lagi. Pesatnya perkembangan iptek dan

tekanan globalisasi yang menghapuskan batas antarnegara, mempersyaratkan

setiap individu untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi yang

dimilikinya untuk bisa tetap bertahan dan dapat memenangkan persaingan

dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisikehidupan.

Mengingat kebutuhan manusia yang terus meningkat sedangkan alat

pemuas kebutuhan semakin terbatas, maka perlu adanya peningkatan sikap

kompetitif secara sistematik dan berkelanjutan terhadap sumber daya manusia

(SDM) melalui pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dewasa ini harus
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

diarahkan pada peningkatan kemampuan berpikir agar mampu berkompetisi

dalam persaingan global. Hal ini bisa tercapai jika pendidikan di sekolah

diarahkan tidak semata-mata pada kemampuan menghafal dan pemahaman

konsep-konsep ilmiah, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan

keterampilan beripikir siswa itu sendiri, khususnya keterampilan berpikir

tingkat tinggi. Artinya, guru perlu mengajarkan siswanya keterampilan

berpikir tingkat tinggi.

Dalam proses pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi, sebagai

pihak yang memiliki peran penting, maka sekolah harus mampu

mengembangkan komponen pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada

kemampuan menghafal guna mencapai nilai yang tinggi. Peran sekolah dalam

menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat dilakukan melalui

tahap perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi yang berupa desain

rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kegiatan pembelajaran dan

pelaksanaan penilaian kelas (assesment).

Banyaknya lembaga pendidikan yang hanya berorientasi pada

pencapaian nilai, sebagai akibatnya mulai dari perencanaan pembelajaran,

kegiatan pembelajaran hingga pelaksanaan penilaian kelas (assesment) hanya

mengacu pada kemampuan menghafal guna memperoleh nilai yang tinggi,

sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi dari siswa itu sendiri tidak

diasah dandikembangkan.

Sistem pendidikan yang demikian akan membuat siswa memiliki

pandangan bahwa apa yang ia kerjakan dan ia kejar di bangku sekolah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

semata-mata hanyalah nilai. Akibatnya banyak siswa yang melakukan

kecurangan hanya untuk mendapat hasil yang lebih baik dibandingkan teman-

temannya. Contoh kasus yang paling terlihat adalah pada saat Ujian Nasional

(UN). Selain banyak kecurangan yang dilakukan siswa dan pihak sekolah,

angka ketidaklulusanpun masih relatif tinggi. Bahkan pihak sekolah termasuk

guru, hampir sebagian besar hanya memikirkan bagaimana sekolahnya bisa

menjadi yang terbaik dalam hal prestasi nilai-nilai akademis saja, sehingga

melupakan pentingnya penanaman kemampuan berpikir tingkat tinggi, agar

kelak siswa dapat bersaing di dunia kerja yang kompleks. Saat ini tidak

begitu banyak sekolah yang mengedepankan proses dan kemampuan berpikir,

sehingga siswa yang dihasilkan adalah siswa yang memiliki prestasi tinggi

dengan kemampuan berpikir yangrendah.

SMA N 8 Yogyakarta, sebagai sekolah yang meraih predikat nilai

lulusan tertinggi pada mata pelajaran ekonomi tahun 2015, maka penting bagi

peneliti untuk memastikan bahwa nilai yang diperoleh siswa tidak hanya

berdasarkan kemampuan berpikir tingkat rendah yaitu berupa kemampuan

mengingat, memahami, dan mengaplikasikan yang mana hal ini

mengindikasikan bahwa sekolah hanya berorientasi pada pencapaian nilai.

Akan tetapi predikat yang diperoleh sungguh-sungguh telah mencerminkan

kemampuan berpikir tingkat tinggi setiap siswanya.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan seluruh guru ekonomi dan

baik siswa kelas X maupun kelas XI sebagai subyek penelitian. Selain itu

penelitian akan dilakukan pada aspek desain RPP, pelaksanaan pembelajaran,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dan pelaksanaan penilaian kelas atau assesment. Hal ini dilakukan guna

mengetahui implementasi pembelajaran seperti apa yang diterapkan oleh guru

di sekolah dan bagaimana persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran

yang diterapkan oleh guru. Dengan menganalisis ketiga aspek tersebut, akan

terlihat pembelajaran seperti apa yang diterapkan oleh guru di sekolah. Ketika

ketiga aspek pembelajaran tersebut memuat dan bersifat mengarahkan siswa

pada keterampilan berpikir tingkat tinggi maka dapat ditarik suatu

kesimpulan bahwa nilai UN tertinggi yang diperoleh siswa juga disertai

dengan kemampuan berpikir yang tinggi, demikian pulasebaliknya.

Oleh karena itu, dengan melakukan penelitian mengenai keterampilan

berpikir tingkat tinggi diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi

dunia pendidikan terutama bagi para pendidik agar tidak hanya berorientasi

pada strategi, model, dan metode pembelajaran yang hanya menanamkan

kemampuan menghafal. Kebiasaan tenaga pendidik yang hanya menerapkan

strategi, model, dan metode pembelajaran pada keterampilan menghafal harus

diubah dan diarahkan agar mampu menerapkan pembelajaran yang mengarah

pada proses kognitif yang mendorong dan meningkatkan kemampuan berpikir

setiap siswanya.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis

Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata

Pelajaran Ekonomi Di SMA N 8 Yogyakarta 2016”.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. BatasanMasalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti perlu memberikan

batasan masalah. Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas permasalahan yang

ingin diteliti serta agar lebih terfokus dan mendalam mengingat banyak

masalah yang ada. Peneliti memfokuskan variabel yang ingin diteliti yaitu:

kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang tercermin dalam perumusan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kegiatan Pembelajaran dan

Pelaksanaan Penilaian Kelas (assesment). Selain itu fokus kegiatan penelitian

juga dibatasi pada tahap kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran

yang mengarah pada berpikir tingkat tinggi melalui desain RPP, pelaksanaan

ktivitas pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian kelas (assesment).

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian

sebagai berikut:

1. Apakah desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) SMA N 8

Yogyakarta memuat indikator keterampilan berpikir tingkattinggi?

2. Apakah kegiatan pembelajaran di SMA N 8 Yogyakarta mengarah pada

keterampilan berpikir tingkattinggi?

3. Apakah pelaksanaan penilaian kelas (assesment) di SMA N 8 Yogyakarta

telah mengarah pada indikator pengukuran keterampilan berpikir tingkat

tinggi?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. TujuanPenelitian

Dengan melihat rumusan masalah diatas maka peneliti melakukan penelitian

dengan tujuan sebagai berikut:

1. Untuk menganalisis sejauh mana desain Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) SMA N 8 Yogyakarta memuat indikator

keterampilan berpikir tingkattinggi.

2. Untuk menganalisis sejauh mana kegiatan pembelajaran di SMA N 8

Yogyakarta mengarah pada keterampilan berpikir tingkattinggi.

3. Untuk menganalisis sejauh mana pelaksanaan penilaian kelas

(assesment) di SMA N 8 Yogyakarta telah menunjukkan indikator

pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi.

E. ManfaatPenelitian

1. Bagi SMA N 8Yogyakarta

Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan menambah

informasi bagi guru, terutama guru mata pelajaran ekonomi agar dapat

merumuskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melakukan

kegiatan pembelajaran dan proses penilaian yang tidak hanya

menanamkan keterampilan menghafal, melainkan dapat membentuk

kemampuan berpikir tingkat tinggi pada setiap siswa.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan

bacaan ilmiah bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma dan dapat

memberikan masukan atau refrensi bagi penelitian selanjutnya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. BagiPenulis

Dengan melakukan penelitian ini penulis berharap dapat

memperluas cakupan wawasan yang ada dan menerapkan ilmu-ilmu

yang diperoleh selama perkuliahan.

F. Variabel, Definisi Operasional, danIndikator

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

merupakan rencana pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai

suatu tujuan pembelajaran berupa keterampilan berpikir tingkat tinggi

yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.

2. KegiatanPembelajaran

merupakan kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh guru dan siswa

dengan menjalin komunikasi edukatif dengan menggunakan metode

model dan teknik tertentu dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran

berupa keterampilan berpikir tingkat tinggi yang mencakup kemampuan

menganalisis, mengevaluasi dan mencipta secara efektif dan efisien.

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas (assesment)

merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui

sejauh mana keberhasilan pendidik dalam mentransfer pengetahuan

kepada siswa yang meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi

dan mencipta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Berpikir TingkatTinggi

1. Pengertian

Kemampuan berpikir tingkat tinggi didefinisikan sebagai

penggunaan pikiran secara lebih luas untuk menemukan tantangan baru.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi ini menghendaki seseorang untuk

menerapkan informasi baru atau pengetahuan sebelumnya dan

memanipulasi informasi untuk menjangkau kemungkinan jawaban dalam

situasi baru (Heong, dkk, 2011). Berpikir tingkat tinggi adalah berpikir

pada tingkat lebih tinggi daripada sekedar menghafalkan fakta atau

mengatakan sesuatu kepada seseorang persis seperti sesuatu itu

disampaikan kepada kita. Wardana mengemukakan bahwa kemampuan

berpikir tingkat tinggi adalah proses berpikir yang melibatkan aktivitas

mental dalam usaha mengeksplorasi pengalaman yamg kompleks, reflektif

dan kreatif yang dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan, yaitu

memperoleh pengetahuan yang meliputi tingkat berpikir analitis, sintesis,

danevaluatif.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan

bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill –

HOTS) merupakan proses berpikir yang tidak sekedar menghafal dan

menyampaikan kembali informasi yang diketahui. Kemampuan berpikir

tingkat tinggi merupakan kemampuan menghubungkan, memanipulasi,

10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

dan mentransformasi pengetahuan serta pengalaman yang sudah dimiliki

untuk berpikir secara kritis dan kreatif dalam upaya menentukan keputusan

dan memecahkan masalah pada situasi baru.

Secara umum, terdapat beberapa aspek yang menunjukkan

kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh seseorang yaitu

kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, serta memecahkan masalah.

Arifin (2010:185) mengemukakan bahwa berpikir kritis adalah sebuah

proses terorganisasi yang memungkinkan siswa mengevaluasi bukti,

asumsi, logika, dan bahasa yang mendasari pemikiran orang lain.

Kemampuan berpikir kreatif yang disarikan dari Thomas, Thorne and

Small dari Center for Development and Learning menyatakan bahwa

berpikir kreatif meliputi mengkreasikan, menemukan, berimajinasi,

menduga, mendesain, mengajukan alternatif, menciptakan dan

menghasilkan sesuatu. Membentuk ide yang kreatif berarti muncul dengan

sesuatu yang tidak biasa, baru, atau memunculkan solusi atas suatu

masalah. Kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif dapat ditunjukkan

melalui beberapa indikator, misalnya mampu mengusulkan ide baru,

mengajukan pertanyaan, berani bereksperimen dan merencanakan strategi.

Berpikir kritis dan kreatif digunakan dalam upaya memecahkan

masalah (problem solving). Kemampuan untuk memecahkan masalah yang

dimiliki seseorang dapat ditunjukkan melalui beberapa indikator, misalnya

mampu mengidentifikasi masalah, memiliki rasa ingin tahu, bekerja secara

teliti dan mampu mengevaluasi keputusan. Kemampuan berpikir tingkat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

tinggi baik itu kemampuan berpikir kritis, kreatif serta kemampuan

pemecahan masalah yang dimiliki oleh seseorang tidak dapat dimiliki

secara langsung melainkan diperoleh melalui latihan.

Secara lebih lanjut, (Arikunto:2014) juga menyatakan bahwa ada

delapan aspek yang berasosiasi dengan berpikir tingkat tinggi, yaitu:

a. Tidak ada seorangpun yang dapat berpikir sempurna atau tidak dapat

berpikir sepanjangwaktu;

b. Mengingat sesuatu tidak sama dengan berpikir tentang sesuatuitu;

c. Mengingat sesuatu dapat dilakukan tanpamemahaminya;

d. Berpikir dapat diwujudkan dalam kata dangambar;

e. Terdapat tiga tipe intelegensi dan berpikir yaitu analitis, kreatif dan

praktis;

f. Ketiga intelegensi dan cara berpikir tersebut berguna dalam

kehidupansehari-hari;

g. Keterampilan berpikir dapat ditingkatkan dengan memahami proses

yang terlibat dalamberpikir;

h. Metakognisi adalah bagian berpikir tingkattinggi.

Berpikir Tingkat Tinggi terjadi ketika seseorang mengambil

informasi baru dan informasi yang tersimpan dalam memori dan saling

terhubungkan atau menata kembali dan memperluas informasi ini untuk

mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi

membingungkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

2. Landasan Berpikir TingkatTinggi

Berbicara mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka

taksonomi Bloom dapat digunakan sebagai landasan utama. Kemampuan

berpikir tingkat tinggi pertama kali dimunculkan pada tahun 1990 lalu

kemudian direvisi oleh Anderson dan Krathwohl agar lebih relevan

digunakan oleh dunia pendidikan abad ke-21. Kemampuan berpikir tingkat

tinggi yang dikemukakan oleh Bloom menggunakan kata benda yaitu:

Pengetahuan, Pemahaman, Terapan, Analisis, Sintesis, Evaluasi.

Sedangkan dimensi kognitif setelah direvisi diubah menjadi kata kerja

yakni: Mengingat, Memahami, Menerapkan, Menganalisis, Mengevaluasi,

dan Mencipta.

Dalam taksonomi Bloom yang kemudian direvisi oleh Anderson dan

Krathwohl, terdapat tiga aspek dalam ranah kognitif yang menjadi bagian

dari kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking. Ketiga

aspek itu adalah aspek analisa, aspek evaluasi dan aspek mencipta.

Sedangkan tiga aspek lain dalam ranah yang sama, yaitu aspek mengingat,

aspek memahami, dan aspek aplikasi, masuk dalam bagian intelektual

berpikir tingkat rendah atau lower-order thinking.

Fenomena pendidikan dewasa ini yang lebih sering menekankan

tujuan pendidikan pada proses kognitif „Mengingat‟ dan kurang

memperhatikan proses-proses kognitif yang lebih kompleks (Anderson dan

Krathwohl, 2015:98). Ada begitu banyak tujuan pendidikan, dua dari

sekian banyak tujuan pendidikan yang paling penting adalah meretensi dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

mentransfer (Anderson dan Krathwohl, 2015: 94). Meretensi adalah

kemampuan untuk mengingat materi pelajaran sampai jangka waktu

tertentu sama seperti materi yang diajarkan. Sedangngkan mentransfer

adalah kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari guna

menyelesaikan masalah-masalah baru atau memudahkan proses

mempelajari materi pelajaran baru yang kemudian dapat dikatakan sebagai

kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Tujuan-tujuan pendidikan yang menumbuhkan kemampan untuk

mengingat cukup mudah dirumuskan, akan tetapi tujuan pendidikan yang

menanaman kemampuan mentransfer lebih sulit dirumuskan, diajarkan,

dan diakses (Anderson, 2015:96). Tujuan pendidikan yang paling penting

dirumuskan adalah menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada

siswa, sehingga siswa tidak hanya mampu menghafal dan mengingat

materi pembelajaran melainkan mampu memecahkan masalah dengan

berpedoman pada materi pembelajaran yang telahdidapatkan.

3. Kategori-Kategori dalam Dimensi Proses Kognitif BerpikirTingkatTinggi

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa terdapattiga

dimensi kognitif pada taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan

Krathwohl yang masuk sebagai indikator kemampuan berpikir tingkat

tinggi yakni: Menganalisis, Mengevaluasi dan Mencipta. Sedangkan ketiga

proses kognitif dalam ranah yang sama yakni kemampuan mengingat,

memahami, dan mengaplikasikan merupakan kemampuan berpikir yang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

berada pada tingkat rendah. Masing-masing indikator akan dijelaskan satu

persatu sebagai berikut:

a. Mengingat

Proses mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan

dari memori jangka panjang. Tujuan dari pembelajaran dengan

menanamkan kemampuan mengingat adalah untuk menumbuhkan

kemampuan meretensi materi pelajaran sama seperti materi diajarkan.

Kategori proses meningat ini meliputi proses-proses kognitif yang

mencakup:

1) Mengenali merupakan proses menempatkan pengetahuan dalam

memori jangka panjang yang sesuai dengan pengetahuantersebut.

2) Mengingat Kembali merupakan proses mengambil pengetahuan

yang relevan dari memori jangkapanjang.

b. Memahami

Merupakan proses mengkonstruksi makna dari materi

pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar

oleh guru. Kategori proses memahami ini meliputi proses-proses

kognitif yang mencakup:

1) Menafsirkan merupakan proses mengubah suatu bentukgambaran.

2) Mencontohkan merupakan proses menemukan contoh atau ilustrasi

tentang konsep atauprinsip.

3) Mengklafikasikan merupakan proses menentuan sesuatu dalam satu

kategori.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

4) Merangkum merupakan proses mengabstraksikan tema umum atau

poin pokok.

5) Menyimpulkan merupakan proses membuat ksimpulan yang logis

dari informasi yang diterima.

6) Membandingkan merupakan proses menentukan hubungan antara

dua ide, dua objek dansemacamnya.

7) Menjelaskan merupakan proses membuat model sebab-akibat

dalam sebuahsistem.

c. Mengaplikasikan

Merupakan kegiatan menerapkan atau mengguakan suatu prosedur

dalam keadaan tertentu. Kategori proses mengaplikasi ini meliputi

proses-proses kognitif yang mencakup:

1) Mengeksekusi merupakan kegiatan menerapkan suatu prosedur

pada tugas yangfamilier.

2) Mengimplementasikan merupakan kegiatan menerapkan suatu

prosedur pada tugas yang tidakfamilier.

d. Menganalisis

Menganalisis melibatkan proses memecah-mecahkan materi jadi

bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antar

bagian-bagian dan struktur keseluruhannya. Kategori proses

menganalisis ini meliputi proses-proses kognitif membedakan,

mengorganisasi, dan mengatribusikan. Tujuan-tujuan pendidikan yang

diklafikasikan dalam menganalisis mencakup:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

1) Membedakan

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan membedakan

bagian materi pelajaran yang relevan dari yang tidak relevan,

bagian yang penting dari yang tidakpenting.

2) Mengorganisasikan

Menentukan cara untuk menata atau merangkai potongan-potongan

informasi penting yang telah didapatkan. Proses

mengorganisasikan terjadi ketika siswa membangun hubungan-

hubungan yang sistematis dan koheren antar potonganinformasi.

3) Mengatribusikan

Menentukan tujuan dibalik informasi yang telah didapatkan. Proses

mengatribusikan terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut

pandang, pendapat, nilai, atau tujuan dibalik komunikasi.

e. Mengevaluasi

Didefinisikan sebagai membuat keputusan berdasar kriteria dan

standar. Kriteria-kriteria yang paling sering digunakan adalah kualitas,

efektivitas, efisiensi dan konsistensi. Masing-masing dari kriteria

tersebut ditentukan oleh siswa. Standar yang digunakan bisa bersifat

kuantitatif maupun kualitatif. Kategori mengevaluasi mencakup

proses-proses kognitif memeriksa keputusan-keputusan yang diambil

berdasarkan kriteria internal dan mengkritik keputusan-keputsan yang

diambil berdasarkan kriteria eksternal.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

1) Memeriksa

Melibatkan proses menguji inkonsistensi atau kesalahan internal

dalam suatu operasi atau produk. Proses memeriksa terjadi ketika

siswa menguji apakah suatu kesimpulan sesuai dengan premis-

premisnya atau tidak, apakah data-data yang diperoleh mendukung

atau menolak hipoteis atau apakah masing-masing materi pelajaran

berisikan bagian-bagian yang saling bertentangan.

2) Mengkritik

Mengkritik melibatkan proses penilaian suatu produk atau proses

berdasarkan kriteria eksternal. Dalam mengkritik, siswa mencari

ciri-ciri positif atau negatif dari suatu produk dan membuat

keputusan berdasarkan ciri-ciri yang telah ditemukan. Kegiatan

mengkritik adalah inti dari yang kita kenal sebagai berpikir kritis.

f. Mencipta

Merupakan suatu kegiatan yang melibatkan proses menyususn

beberapa elemen menjadi sebuah keseluruhan yang koheren atau

fungsional. Tujuan yang diklasifikasikan dalam proses mencipta

menuntut siswa untuk membuat suatu produk baru dengan

mereorganisasikan elemen atau atau bagian jadi suatu pola atau

struktur yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk mencapai tujuan

ini, banyak siswa yang menciptakan dalam artian menyintesiskan

informasi atau materi untuk membuat sesuatu yang baru. Proses


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

mencipta (kreatif) dapat dibagi ke dalam tiga proses kognitif sebagai

berikut:

1) Merumuskan

Merupakan tahap divergen dimana siswa memikirkan berbagai

solusi ketika siswa berusaha memahami tugas.

2) Merencanakan

Merupakan tahap dimana siswa berpikir konvergen, siswa

merencanakan berbagai metode dan solusi lalu kemudian

mengubahnya menjadi suatu rencana aksi.

3) Memproduksi

Ketika siswa mulai melaksanakan rencana dengan

mengkonstuksikan solusi.

B. Rencana PelaksanaanPembelajaran

1. HakikatRPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan rencana yang

menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk

mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah.

RPP dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran

dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah,

mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD,

indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pelajaran; (5) kegiatan

pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

(Permendikbud No 103,2014).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

Menurut Anderson dan Krathwohl, hal utama yang perlu

diperhatikan ketika merumuskan Rencana Kegiatan Pembelajaran (RPP)

adalah bagaimana rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang dapat

menghasilkan level belajar yang tinggi bagi setiap siswa dan apa yang

perlu dipelajari siswa di sekolah dalam waktu yang terbatas (Anderson dan

Krathwohl,2015:350:66).

RPP merupakan gambaran pelaksanaan pembelajaran yang utuh, di

dalam RPP memuat keseluruhan perencanaan pembelajaran yang akan

dilakukan di kelas. Didalamnya memuat alokasi waktu, materi

pembelajaran, langkah pembelajaran hingga metode pembelajaran yang

digunakan pada setiap pertemuan. Merumuskan RPP secara benar sedikit

banyak menggambarkan pelaksanaan pembelajaran yang nantinya

diharapkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Dalam

praktek pendidikan, memang rumusan RPP yang baik dan benar belum

tentu menjamin keberhasilan pencapaian tujuan secara utuh. Untuk

mencapai tujuan diperlukan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan proses

pelaksanaan penilaian kelas (assesment) yang sunguh-sungguh

mencerminkan tujuan pembelajaran itu sendiri. Karakteristik Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran

Sebagaimana yang dirumuskan dalam permendikbud (Permendikbud

No 103, 2014) pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas

dengan karakteristik sebagai berikut:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

a. Interaktif daninspiratif;

b. Menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk

berpartisipasiaktif;

c. Kontekstual dankolaboratif;

d. Memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan

kemandirian pesertadidik;

e. Sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan perkembangan fisik serta

psikologis pesertadidik.

Merumuskan RPP yang baik cukup sulit, komponen-komponen

pembelajaran yang disusun sebisa mungkin dapat mencapai tujuan yang

diharapkan. RPP yang baik tidak hanya mendorong kemampuan berpikir

siswa pada level rendah, melainkan harus mengarahkan siswa pada

kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Perumusan RPP yang mengarah pada kemampuan berpikir tingkat

tinggi atau tidak akan terlihat pada perumusan tujuan. Dengan

berlandaskan pada taksonomi Bloom, sebagaimana yang menjadi indikator

kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah ranah kognitif yang berada pada

tingkatan kemampuan menganalisis, mengevalusi dan mencipta maka

rumusan tujuan harus memuat proses kognitifberupa:

a. Menganalisis

Memuat proses kognitif sebagai berikut: membedakan,

mengorganisasi,mengatribusikan.

b. Mengevaluasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

Memuat proses kognitif sebagai berikut: memeriksa dan mengkritik.

c. Mencipta

Memuat proses kognitif sebagai berikut: merumuskan, merencanakan,

dan memproduksi (Anderson dan Krathwohl, 2015:101-102)

Dengan merumuskan tujuan pembelajaran sebagaimana yang

dipaparkan tersebut, maka kegiatan pembelajaran yang dilakukan akan

membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi sebagaimana yang menjadi

tujuan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

2. DesainPembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan

pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP

dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran

peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap

pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara

lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,

inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik

untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi

prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan

perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan

(Permendikbud No 103 tahun 2014). Komponen dan sistematika RPP

berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014

Komponen RPP secara operasional diwujudkan dalam bentuk

format berikut ini:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP)

Sekolah :
Matapelajaran :
Kelas/Semester :
AlokasiWaktu :

A. Kompetensi Inti(KI)
B. KompetensiDasar
1. KD padaKI-1
2. KD padaKI-2
3. KD padaKI-3
4. KD padaKI-4
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1. Indikator KD padaKI-1
2. Indikator KD padaKI-2
3. Indikator KD padaKI-3
4. Indikator KD padaKI-4
D. Materi Pembelajaran (dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku
panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi
kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang
dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, danremedial)
E. KegiatanPembelajaran
1. Pertemuan Pertama:(...JP)
a. KegiatanPendahuluan
b. Kegiatan Inti**)
 Mengamati
 Menanya
 Mengumpulkaninformasi/mencoba
 Menalar/mengasosiasi
 Mengomunikasikan
c. KegiatanPenutup
2. Pertemuan Kedua:(...JP)
a. KegiatanPendahuluan
b. Kegiatan Inti**)
 Mengamati
 Menanya
 Mengumpulkan informasi/mencoba
 Menalar/mengasosiasi
 Mengomunikasikan
c. KegiatanPenutup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

24

3. Pertemuanseterusnya.
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial danPengayaan
1. Teknikpenilaian
2. Instrumenpenilaian
a. PertemuanPertama
b. PertemuanKedua
c. Pertemuanseterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pembelajaran remedial
dilakukan segera setelah kegiatanpenilaian.
G. Media/alat, Bahan, dan SumberBelajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. SumberBelajar

C. KegiatanPembelajaran

Selain pengembangan RPP, adapun faktor lain yang perlu diperhatikan

oleh pihak sekolah dalam upaya menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat

tinggi adalah komeptensi mengajar yang dimiliki oleh guru. Kompetensi

mengajar guru akan tercermin melalui kegiatan pembelajaran yang terlaksana.

Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka sebagai

“ujung tombak” guru harus mampu menerapkan baik pendekatan, strategi,

model, maupun metode pembelajaran yang mengacu pada proses kognitif dari

masing-masing indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi itu sendiri.

Selain itu, guru harus melaksanakan kegiatan pembelajaran yang

berpusat pada siswa serta mampu menggali potensi dan mengarahkan siswa

kepada kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang artinya pendidik tidak hanya

menanamkan kemampuan menghafal pada siswa guna memperoleh nilai yang

tinggi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

1. Pengertian

Kegiatan Pembelajaran adalah suatu proses yang mengandung

serangkaian kegiatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik

yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Arikunto (2014:113) pembelajaran adalah proses berlangsungnya

kegiatan belajar dan membelajarkan siswa di kelas. Pelaksanaan

pembelajaran adalah interaksi guru dan siswa dalam rangka

menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dan untuk mencapai tujuan

pembelajaran. Dari definisi tersebut diketahui bahwa dalamproses

pembelajaran terdapat beberapa unsur diantaranya adalah pembelajaran

sebagai sebuah proses yang bertujuan untuk membelajarkan siswa di

dalam kelas. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi proses interaksi yang

bersifat edukatif antara guru dengan siswa. Kegiatan yang dilaksanakan

tersebut bermuara pada satu tujuan yaitu untuk mencapai tujuan

pembelajaran yang telah ditetapkansebelumnya.

Pandangan lain yang sejalan dengan hal tersebut adalah yang

dikemukakan oleh Arifin (2010:210) bahwa pelaksanaan pembelajaran

adalah pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk mencapai

tujuan pembelajaran. Strategi, pendekatan, prinsip-prinsip dari metode

pembelajaran diarahkan guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif

dan efisien.

Berdasarkan kedua batasan tersebut diatas, dapat dipahami bahwa

proses pembelajaran merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilaksanakan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

oleh guru dengan siswa dengan menjalin komunikasi edukatif dengan

menggunakan strategi-strategi, pendekatan, prinsip dan metode tertentu

dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien

berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Oleh karena itu,

kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan dengan baik dan optimal

sehingga tujuan-tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik dan

optimal pula.

Efektivitas pembelajaran dapat tercapai sangat tergantung dari

kemampuan guru untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran

tersebut. Dalam pembelajaran di sekolah, terdapat proses belajar, yaitu

proses terjadinya perubahan pengetahuan, sikap, informasi, kemampuan

dan keterampilan yang sifatnya permanen melalui pengalaman.

Selain unsur interaksi, transfer pengetahuan dan sikap, secara umum

kegiatan pembelajaran terdiri atas kegiatan mengajar yang dilakukan oleh

guru dan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Jika ditinjau dari segi

etimologisnya, ”belajar” berasal dari kata “ajar” yang berarti memberi

pelajaran. Jadi, belajar adalah upaya untuk mendapatkan suatu perubahan.

Secara khusus pengertian belajar dikemukakan oleh Slameto (2003:231)

yaitu: Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,

sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya. Definisi tersebut mengandung pemahaman bahwa belajar

berarti bukan hanya sekedar pengetahaun tentang fakta-fakta, melainkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

sekaligus terjadi suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari

proses belajar tersebut. Selain pandangan Slameto, pandangan lain

dikemukakan oleh Arikunto (2014:142), bahwa belajar adalah „berubah

yang berarti bahwa belajar adalah suatu proses perubahan dari tidak tahu

menjadi tahu, dan lebih khusus adalah berubah terhadap tingkah laku.

Berdasarkan definisi tersebut di atas, maka belajar dapat diartikan

sebagai suatu aktivitas individu yang berkelanjutan melalui kegiatan dan

pengalaman sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang menyebabkan

terjadinya perubahan pada individu, baik sikap maupun prilakunya.

Perubahan tersebut dapat berupa perubahan pengetahuan, kemahiran,

keterampilan, kepribadian, sikap, kebiasaan yang akhirnya mampu untuk

melaksanakan tugas atau kerja tertentu dengan baik.

Menurut Arifin (2010:211) belajar jika ditinjau dari aspek hukum

pertautan adalah “hubungan antara perangsang dan reaksi tingkah laku.

Dengan demikian, maka proses belajar adalah merupakan suatu proses

dimana terjadi suatu rangsangan dari seseorang yang akan ditanggapi

berupa reaksi terhadap rangsangan tersebut berupa tingkah laku yang akan

berubah sedemikian rupa sesuai dengan perubahan rangsangan yang

diperolehnya. Jadi, proses belajar merupakan proses asosiasi atau

hubungan dan pertautan antara ransangan dan respon dari seseorang

kepada orang lain yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan. Dengan

demikian, maka hasil dari belajar itu adalah perubahan yang terjadi dari

seseorang yang telah mengikuti prosesbelajar.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

28

2. Konsep

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan

pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi

antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin

lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan,

dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk

bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup

umat manusia. Keluarga merupakan tempat pertama bersemainya bibit

sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.

Oleh karena itu, peran keluarga tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh

sekolah.

Sekolah merupakan tempat kedua pendidikan peserta didik yang

dilakukan melalui program intrakurikuler, kokurikuler, dan

ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan melalui mata

pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan

di luar sekolah yang terkait langsung dengan mata pelajaran, misalnya

tugas individu, tugas kelompok, dan pekerjaan rumah berbentuk proyek

atau bentuk lainnya. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan

melalui berbagai kegiatan yang bersifat umum dan tidak terkait langsung

dengan mata pelajaran, misalnya kepramukaan, palang merah remaja,

festival seni, bazar, dan olahraga. Masyarakat merupakantempat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

pendidikan yang jenisnya beragam dan pada umumnya sulit diselaraskan

antara satu sama lain, misalnya media massa, bisnis dan industri,

organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Untuk itu para

tokoh masyarakat tersebut semestinya saling koordinasi dan sinkronisasi

dalam memainkan perannya untuk mendukung proses pembelajaran.

Singkatnya, keterjalinan, keterpaduan, dan konsistensi antara keluarga,

sekolah, dan masyarakat harus diupayakan dan diperjuangkan secara

terus menerus karena tripusat pendidikan tersebut sekaligus menjadi

sumber belajar yang saling menunjang. Sekolah merupakan bagian dari

masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana di mana

peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat

dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Peserta didik

mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta

menerapkannya dalam berbagai situasi, di sekolah, keluarga, dan

masyarakat. Proses tersebut berlangsung melalui kegiatan tatap muka di

kelas, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri. Terkait dengan hal

tersebut, maka pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan potensi

peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga

negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif, serta

mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara,

dan berperadaban dunia. Peserta didik adalah subjek yang memiliki

kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan

menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus berkenaan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk

mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar benarbenar

memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu

didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala

sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya

(Permendikbud No.103 tahun2014).

3. Prinsip

Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen

kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip sebagai

berikut (Permendigbud No.103 tahun 2014):

1. Peserta didik difasilitasi untuk mencaritahu;

2. Peserta didik belajar dari berbagai sumberbelajar;

3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatanilmiah;

4. Pembelajaran berbasiskompetensi;

5. Pembelajaranterpadu;

6. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki

kebenaran multidimensi;

7. Pembelajaran berbasis keterampilanaplikatif;

8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara

hard skills dansoft-skills;

9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan

peserta didik sebagai pembelajar sepanjanghayat;

10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberiketeladanan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun

karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses

pembelajaran (tut wuri handayani);

11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di

masyarakat;

12. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan

efisiensi dan efektivitaspembelajaran;

13. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta

didik; dan

14. Suasana belajar menyenangkan danmenantang.

4. Lingkup

Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan

saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik

dapat mengguna kan beberapa strategi seperti pembelajaran kontekstual.

Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki

nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning,

project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct

instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran

langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan,

kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta

didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang

dalam silabus dan RPP. Dalam pembelajaran langsung pesertadidik


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan

informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan

langsung, yang disebut dengan dampak pembelajaran (instructional

effect). Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi

selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan

dampak pengiring atau nurturant effect. Pembelajaran tidak langsung

berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam

KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan

sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata

pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila

dan Kewarganegaraan. Pengembangan nilai dan sikap sebagai proses

pengembangan moral dan perilaku, dilakukan oleh seluruh mata pelajaran

dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua

kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler baik yang terjadi

di kelas, sekolah, dan masyarakat (luar sekolah) dalam rangka

mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan nilai dan sikap

(Permendigbud No.103 tahun2014).

5. Masalah dalam Pelaksanaan KegiatanPembelajaran

Banyaknya tenaga pendidik yang menerapkan kegiatan pembelajaran

yang lebih menekankan pada kemampuan menghafal. Metode

pembelajaran yang demikian tentu tidak dapat membentuk keterampilan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

berpikir setiap siswa. Banyaknya guru yang lebih menekankan pada

kemampuan mencapai nilai yang tinggi, menjadikan penanaman

keterampilan berpikir tidak terlalu diperhatikan.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan proses berpikir yang

tidak sekedar menghafal dan menyampaikan kembali inforamsi yang

diketahui. Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan

menghubungkan, memanipulasi, dan menstransformasi pengetahuan serta

pengalaman yang sudah dimiliki untuk berpikir secara kritis dan kreatif

dalam upaya menentukan keputusan dan memecahkan masalah pada

situasi yang baru dan itu semua tidak dapat dilepaskan dari kehidupan

sehari-hari.

Dengan melihat pemamparan diatas, maka jelas perolehan nilai

tinggi yang dicapai oleh seorang siswa tidak serta merta mengindikasikan

bahwa siswa tersebut memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, yakni penelitian pada bidang

studi matematika memang telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan

yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan hasil

belajar kognitif (Deh-ghani, 2011; Surachman, 2010), akan tetapi hal ini

tidak dapat disetarakan dengan hasil pembelajaran pada bidang studi

ekonomi yang pada dasarnya banyak mengadung teori yang notabene tidak

terlalu sulit dalam proses penghafalannya. Sedangkan apabila berkaca

pada pencapaian hasil belajar seorang siswa pada bidang studimatematika


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

jelas hal tersebut sedikit banyak menunjukan sejauh mana kemampuan

berpikirnya.

Waktu pelaksanaan seringkali menjadi kesulitan dalam

melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Materi yang perlu

dipelajari siswa di sekolah dalam waktu yang terbatas dan bagaimana

pelaksanaan pembelajaran yang dapat mendorong level belajar yang tinggi

bagi setiapsiswa.

Dengan melihat masalah diatas, maka disadari benar bahwa waktu

yang dimiliki oleh seorang pendidik untuk mentransfer materi

pembelajaran kepada siswa tidaklah banyak, selain itu tingkat pemahaman

dan daya tangkap masing-masing siswa yang berbeda-beda semakin

menyulitkan pencapaian tujuan pembelajaran secara merata bagi setiap

siswa.

Menurut Anderson dan Krathwohl (2015:351) hal yang perlu

diperhatikan oleh seorang pendidik agar dapat menyelesaikan masalah

tersebut adalah menyadari benar bahwa transfer dan retensi merupakan

tujuan pembelajaran yang penting. Proses-proses kognitif yang lebih

kompleks ditransfer dari dimana konteks itu dipelajari ke konteks lainnya.

Ketika siswa telah mengembangkan proses-proses kognitif tersebut,

proses-proses kognitif yang telah diterima akan disimpan dalam memori

jangka panjang. Proses-proses kognitif tersebut juga dapat digunakan

sebagai aktivitas untuk memudahkan pencapaian tujuan pendidikan berupa

proses kognitif yang kurang kompleks.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

Sebagaimana halnya proses kognitif yang berbeda-beda, demikian

pula halnya dengan pengetahuan yang juga berbeda-beda. Pengetahuan

dan proses konitif menentukan apa yang dipelajari oleh siswa. Pemilihan

proses kognitif biasanya menentukan jenis pengetahuan yang akan

diajarkan demikian pula sebaliknya.

Selain itu, dengan memahami masing jenis-jenis pengetahuan dan

berbagai pasangan proses kognitifnya, maka guru akan dapat

melaksanakan kegiatan pembelajaran secara lebihefektif.

Keterampilan berpikir tingkat tinggi perlu diajarkan oleh guru

melalui pendekatan, strategi, dan model pembelajaran yang dapat

merangsang cara berpikir siswa.

a. Pendekatan

Merupakan suatu rangkaian tindakan terpola atau terorganisir

berdasarkan prinsip-prinsip tertentu (Arikunto:2014). Yang terarah

secara sistematis dengan maksut agar pada tujuan-tujuan yang hendak

dicapai, yang dalam hal ini adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Dengan demikian, pola tindakan tersebut dibangun diatas prinsip-

prinsip yang telah dibuktikan kebenarannya, sehingga tindakan-

tindakan yang diorganisisr tersebut dapat berjalan secara konsisten

kearah ketercapaian tujuan yang diinginkan.

b. Strategi

Strategi dapat diartikan sebagai perpaduan secara keseluruhan dan

pengorganisasian secara kronologis dari metode-metode dan bahan-


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

bahan yang dipilih untuk mencapai tujuan. strategi merupakan pola

umum perbuatan guru dan siswa di dalam perwujudan kegiatan belajar

mengajar. Hal itu dapat diartikan bahwa interaksi belajar mengajar

berlangsung dalam suatu pola yang digunakan bersama oleh guru dan

siswa (Arikunto:2014).

Hasil deskripsi di atas dapat dirumuskan sebagai suatu pola umum

pembelajaran dimana subjeknya adalah siswa yang belajar berdasarkan

prinsip-prinsip pendidikan, psikologi, didaktik, dan komunikasi

dengan mengintegrasikan struktur/urutan-urutan/langkah-langkah

pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga,

pengelolaan kelas, evaluasi, dan waktu yang diperlukan agar siswa

sebagai pembelajar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif

danefisien.

Dalam dunia pendidikan, dikenal beberapa strategi pembelajaran

yang dapat diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Ada

beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran

guna meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa, ini

artinya bahwa tidak semua strategi pembelajaran dapat diterapkan pada

kegiatan pembelajaran dengan tujuan menumbuhkan keterampilan

berpikir tingkat tingi pada siswa. Secara lebih lanjut (Arikunto:2014)

mengemukakan jenis-jenis strategi pembelajaran adalah sebagai

berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

1) StrategiEkspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi

pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian

materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa

dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran

secaraoptimal.

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari

pendekatan pembelajran yang berorientasi kepada guru, dikatakan

demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan yang

sangat penting atau dominan.

Dalam sistem ini guru menyajikan dalam bentuk yang telah

dipersiapkan secara rapi, sistematik, dan lengkap sehingga anak

didik tinggal menyimak dan mencernanya saja secara tertib dan

teratur. Metode pembelajaran yang tepat menggambarkan strategi

ini adalah:

a) MetodeCeramah

Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara

lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar

untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah

yang relatif besar. Jadi ini sesuai dengan pengertian dan

maksud dari Strategi Ekspositori tersebut, dimana strategi ini

merupakan strategi ceramah atau satu arah.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

b) Metodedemonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran

dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa

suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari,

baik sebenarnya ataupun tiruan dengan lisan. Jadi guru

memperagakan apa yang sedang dipelajari kepada siswanya.

c) Metodesosiodrama

Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku

dalam hubungannya dengan masalah sosial. Jadi dalam

pembelajaran guru memberikan penjelasan dengan

mendramatisasikan tingkah laku untuk memberikan contoh

kepada siswa.

2) StrategiInkuiri

Strategi Pembelajaran Inquiry (SPI) adalah rangkaian kegiatan

pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis

dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawabannya

dari suatu masalah yang ditanyakan. Adapun model yang

digunakan pada strategi inkuiriadalah:

a) metodediskusi

Disini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan

masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

b) pemberiantugas

Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau

penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan

suatu pekerjaan. Disini guru memberikan suatu tugas kepada

siswa untuk diselesaikan oleh siswa, sehingga siswa menjadi

aktif.

c) Eksperimen

Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan

pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan

dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang

dipelajarinya. Jadi metode ini dalam strategi pembelajaran

merangsang siswa untuk melakukan suatu aktivitas aktif yang

berdasarkan pengalaman yang ia alami.

d) metode tanyajawab.

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam

bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru

kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Disini

guru memberikan waktu untuk siswa bertanya kepada gurunya

tentang materi pembelajaran.

3) Contextual TeachingLearning

Contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep belajar

yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran

dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan

penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Adapun

metode yang diterapkan pada strategi CTL adalahmetode:

a) Demonstrasi

Guru memperagakan materi apa sedang dipelajari kepada

siswa dengan menyangkutkan kegiatan sehari-hari, sehingga

siswa lebih memahami.

b) Sosiodrama

Dalam pembelajaran guru memberikan penjelasan dengan

mendramatisasikan tingkah laku yang berhubungan dengan

masalah sosial disekitar siswa untuk memberikan contoh

kepada siswa, sehingga siswa lebih paham.

4) Strategi Pembelajaran BerbasisMasalah

Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai

rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses

penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Metode

pembelajaran yang dapat menggambarkan strategi ini adalah:

a) Metode ProblemSolving

Metode problem solving bukan hanya sekedar metode

mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir sebab

dalam metode problem solving dapat menggunakan metode-

metode lainnya yang dimulai dari mencari data sampai kepada

menarik kesimpulan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

41

b) MetodeDiskusi

Di sini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan

masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.

5) Strategi Pembelajaran Peningkatan KemampuanBerpikir

Strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada

kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi

pelajaran tidak disajikan begitu saja kepada siswa, akan tetapi

siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri konsep yang

harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan

memanfaatkan pengalamansiswa.

Model strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir

adalah model pembelajaran yang bertumpu kepada pengembangan

kemampuan berpikir siswa melalui telaahan fakta-fakta atau

pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang

diajarkan. Beberapa metode pembelajaran yang relevan dengan

strategi ini adalah:

a) Metodediskusi

Disini siswa dituntut untuk dapat menemukan pemecahan

masalah dari masalah yang dihadapi dengan cara berdiskusi.

b) Metode tanyajawab

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam

bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Disini

guru memberikan waktu untuk siswa bertanya kepada gurunya

tentang materi pembelajaran.

c) Metodeeksperimen

Metode ini dalam strategi pembelajaran merangsang siswa

untuk melakukan suatu aktivitas aktif yang berdasarkan

pengalaman yang ia alami.

c. Modelpembelajaran

Merupakan suatu pola atau struktur pembelajaran yang tersusun

dan didesain, ditetapkan, dan dievaluasi secara sistemik untuk

mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan guru. Istilah model

sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk tiruan dari benda yang

sebenarnya.

Model juga dapat diartikan sebagai suatu contoh konseptual atau

prosedural dari suatu program, sistem, atau proses yang dapat

dijadikan acuan atau pedoman kreatif dalam pemenuhan akan

kebutuhan siswa di sekolah dasar, telah banyak mengembangkannya.

hal itu tidak lain agar kualitas pendidikan di sekolah-sekolah seluruh

negeri ini selalu dalam rangka memecahkan suatu masalah agar tujuan

dapattercapai.

Banyak model-model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh

para ahli pendidikan, akan tetapi dalam upaya menanamkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi, tidak semua model pembelajaran


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

yang ada dapat diterapkan. Hanya beberapa model pembelajaran

tertentu yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang

bertujuan untuk menanamkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Adapun model pembelajaran yang memenuhi kriteria dalam upaya

menanamkan keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah:

1) Model PembelajaranTerpadu

Model Pembelajaran Terpadu menurut Sugianto (2009:124) pada

hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang

memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif

mencari, menggali, dan menemukan model yang mencoba

memadukan beberapa pokok bahasan. Melalui pembelajaran terpadu

siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat

menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi

kesan-kesan tentang hal-hal yangdipelajarinya.

Oleh sebab itu, model pembelajaran terpadu cukup sesuai

diterapkan dalam kegiatan pembelajaran guna menanamkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi padasiswa.

Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam menerapkan

model pembelajaran terpaduadalah:

a) Menentukan sebuah tema yangsesuai

b) Libatkan semua siswa di kelas agar mendiskusikan

kemungkinan tema yang akan diangkat dalampembelajaran

c) Menentukan fokuspembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

d) Memberikan aktivitas-aktivitas pembelajaran yang beraneka

macam yang berkaitan dengan tema yang akan jadi fokus

pembelajaran

e) Mengembangkan strategi-strategi untuk menggunakan

sumber daya yangtersedia.

f) Membentuk suasana belajar yang rileks tapi tetapserius.

g) Membagi informasi-informasi yang dimiliki pada tema yang

akandipelajari

h) Mengajak siswa mencermati dan menentukan tujuan-tujuan

pembelajaran personal(afektif)

i) Mendorong demokrasi dalam belajar, kreatif, penemuan, dan

kooperatif.

j) Mendorong siswa untuk berbagi pengalaman daninformasi

k) Melibatkan berbagai narasumber yang mungkin dapat

membantu seperti pustakawan, para profesional, orang tua

siswa, hingga relawan

l) Membantu dan mengajak siswa menyajikan hasil kerja dan

hasil belajarmereka

m) Memberi penekanan pada teknik-teknik reflektif dan

tanggung jawab untuk evaluasimandiri.

2) Model Pembelajaran PBL ( Problem BasedLearning)

Model Pembelajaran Berbasis masalah (PBL) menurut Sugianto

(2009:151) dirancang untuk membantu mencapai tujuan-tujuan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

seperti meningkatkan keterampilan intelektual dan investigative,

memahami peran orang dewasa, dan membantu siswa untuk

menjadi pelajar yang mandiri.

Dengan menerapkan model pembelajaran PBL, maka guru

dapat mengarahkan siswa untuk berpikir pada tingkatan yang lebih

tinggi. Kemandirian siswa dalam belajar dapat membentu guru

dalam menanamkam keterampilan berpikir tingkat tinggi. Adapun

langkah-langkah dalam model pembelajaran PBLadalah:

a) Orientasi siswa kepada masalahotentik

b) Mengorganisasi siswa untukbelajar

c) Membimbing penyelidikanindividual/kelompok

d) Mengembangkan dan menyajikan hasilkarya

e) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahanmasalah.

D. Pelaksanaan Penilaian Kelas(Assesment)

Merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan

menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang

dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi

informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan (Masidjo, 1995:69).

Berdasarkan pasal 3 Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 dan

permendikbud Nomor 53 Tahun 2015, penilaian kelas memiliki fungsi

sebagaiberikut:

1. Memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi

perbaikan hasil belajar peserta secaraberkesinambungan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

2. Memenhi fungsi formatif dan sumatif dalam penilaian

3. Penilaian hasil belajar memiliki tujuanuntuk:

a. Mengetahui tingkat penguasankomptensi;

b. Menetapkan ketuntasan penguasankomptensi;

c. Menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat

penguasaankomptensi;

d. Memperbaiki prosespembelajaran.

Dalam melakukan penilaian kelas, ada beberapa hal yang perlu

diperhatikan oleh seorang pendidik. Mengingat melakukan penilaian terhadap

hasil belajar cukup sulit dilakukan. Proses penilaian yang dilakukan harus

sungguh-sungguh mencerminkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan

dalam mengelola proses pembelajaran. Penilaian kelas atau assesment

merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Dengan melakukan penilaian

atau assesment, pendidik sebagai pengelola kegiatan pembelajaran dapat

mengetahui kemampan yang dimiliki peserta didik dalam menerima materi

pembelajaran, ketepatan metode mengajar yang digunakan, dan keberhasilan

peserta didik dalam meraih komptensi yang telah ditetapkan. Berdasarkan

hasil penilaian atau assesment, pendidik dapat mengambil keputusan secara

tepat untuk menentukan langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Hasil

penilaian atau assesment juga dapat memberikan motivasi kepadapeserta

didik untuk berprestasi lebih baik. Berbagai macam teknik penilaianatau


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

assesment dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai

dengan kompetensi yang dinilai.

Satuan pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan keterampilan

berpikir tingkat tinggi kepada siswa, tentu pelaksanaan penilaian kelas

(assesment) menjadi salah satu komponen yang sangat penting. Penilaian

kelas yang baik akan tertuang pada perumusan instrument evaluasi yang

digunakan. Adapun hal penting yang perlu diperhatikan dalam perumusan

instrument evaluasi, masing-masing butir instrument evaluasi harus mampu

mengarahkan kemampuan berpikir tingkat tinggi masing-masing siswa,

rumusan soal yang dibuat harus sungguh-sungguh mencerminkan

kemampuan berpikir tingkat tinggi yang memuat pertanyaan-pertanyaan

sesuai dengan proses kognitif kemampuan berpikir tingkat tinggi itusendiri.

Menurut (Anderson dan Krathwohl, 2015:352) ada beberapa masalah

yang sering muncul dalam proses penilaian kelas masing-masing masalah

tersebut adalah bagaimana guru dapat memilih dan merancang instrumen dan

prosedur-prosedur penilaian yang menghasilkan informasi akurat tentang

seberapa bagus hasil belajar siswa yang sungguh-sungguh mencerminkan

tingkat berpikirnya. Selain itu masalah lain yang sering muncul adalah

bagaimana guru dapat memastikan bahwa tujuan, aktivitas pembelajaran

hingga proses penilaiannya saling bersesuaian.

Dengan adanya masalah tersebut, maka seorang guru harus menyadari

sungguh bahwa proses penilaian hasil belajar mempunyai beragam tujuan,

dua tujuan pokok diantaranya adalah meningkatkan pembelajaran siswaatau


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

yang biasa dikenal dengan penilaian formatif dan menentukan nilai siswa

yang mencerminkan tingkat pembelajarannya atau penilaian sumatif. Kedua

hal ini penting untuk dipahami agar dapat meningkatkan istruksi dan

pembelajaran. Selain itu, dengan adanya proses penilaian yang berasal dari

luar sekolah yakni berupa pelaksanaan Ujian Nasional yang memberikan

pengaruh cukup besar terhadap aktivitas pembelajaran di kelas, maka guru

harus mampu mencari cara positif dan konstruktif untuk menyesuaikan

pembelajaran yang sesuai dengan soal-soal pada UjianNasional.

Adapun hal lain yang perlu diperhatikan oleh guru ketika akan

melakukan penilaian hasil belajar adalah guru harus membuat penilaian hasil

belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jika proses penilaian tidak

sesuai dengan tujuan, maka penilaian yang dilakukan tidak dapat memberikan

bukti yang jelas tentang pembelajaran siswa yang diinginkan. Oleh karena itu

guru harus memastikan bahwa penilaian hasil belajar yang dilakukan

sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan.

Aktivitas-aktivitas pembelajaran yang tidak sesuai dengan penilaian,

hasil dari penilaian itu sendiri akan menunjukan bahwa pembelajaran yang

dilakukan tidak efektif. Guru mungkin saja mengajar dengan sangat baik

ataupun sebaliknya siswa belajar dengan sangat baik pula, akan tetapi apabila

penilaian kelas yang dilakukan tidak sesuai dengan pembelajarannya, maka

penilaian yang dilakukan tidak akan dapat menunjukan efektivitas

pembelajaran itu sendiri. Ketidaksesuaian antara penilaian dan kegiatan

pembelajaran yang dilakukan memungkinkan siswa tidak mempelajari


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

materi-materi yang akan diuji sehingga menunjukan hasil belajar yang buruk

begitupun sebaliknya siswa mungkin saja mempelajari materi-materi yang

akan diujikan, bukan yang seharusnya dipelajari sehingga kegiatan

pembelajaran menjadi tidak efektif.

Aktivitas pembelajaran sedapat mungkin harus bersesuaian dengan

tujuan, karena melalui aktivitas pembelajaran yang berlangsung di kelas

tujuan pembelajaran dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan yang mengacu

pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka format penilaian yang

dilakukan harus sesuai dengan proses kognitif dari masing-masing indikator

kemampuan berpikir tingkat tinggi itu sendiri, yakni kemampuan

menganalisisi, mengevaluasi dan mencipta.

Dewasa ini, yang seringkali menjadi kendala dalam proses penilaian

kelas (assesment) adalah banyaknya pendidik yang cenderung

mencampuradukkan antara alat dan tujuan (Krathwohl dan Andeson, 2015).

Tujuan menentukan hasil serta akibat-akibatperubahan yang diharapkan.

Secara singkat daat dikatakan bahwa aktivitas-aktivitas pembelajaran, bila

direncanakan dengan tepat dan dilaksanakan dengan baik, maka akan dapat

mencapai tujuan yang dirumuskan.

Untuk membedakan dengan tegas antara alat dengan tujuan yakni

antara aktivitas pembelajaran dan tujuan pendidikan maka dirumuskan “siswa

belajar” atau “siswa dapat” dalam rumusan-rumusan tujuan pendidikan.

Ketikatujuanpembelajarantidakdisebutkansecaraeksplisit,maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

seharusnya tujuan yang dirumuskan haruslah tersirat secara implisit dalam

pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Untuk merumuskan tujuan dari suatu kegiatan pembelajaran, maka

seorang pendidik harus mampu merumuskan hal-hal apa saja yang hendak

dicapai ketika siswa mempelajari suatu materi pelajaran. Aktivitas

pembelajaran bukan merupakan tujuan, begitupun dengan tes atau penilaian

lainnya bukan sebuah tujuan. Banyaknya pendidik yang menganggap Ujian

Nasional sebagai tujuan pembelajaran, menjadikan aktivitas pembelajaran

yang dilakukan hanya sekedar menerapkan kemampuan menghafal pada

siswa, sebagai akibatnya penanaman keterampilan berpikir menadi

terabaikan. Pentingnya perubahan pola pikir pendidik, bahwa Ujian Nasional

bukan merupakan tujuan akhir dari aktivitas pembelajaran selama tiga tahun.

Ujian Nasional hanyalah salah satu dari instrumen tes eksternal untuk itu para

pendidik harus mencari tahu pengetahuan dan proses kognitif yang

seharusnya dipelajari atau dimiliki oleh siswa guna mereka dapat lulus Ujian

Nasional.

Adapun hal lain yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penilaian kelas

(assesment) berdasarkan pasal 4 Permendikbud No 104 Tahun 2014 dan

Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 adalah:

1. Penilaian hasil belajar diterapkan berdasarkan prinsip umum dan prinsip

kusus. Yang dimaksut dengan prinsip umum meliputi, sahih, objektif, adil,

teradu, terbuka, holistik dan berkesinambungan, sistematis, akuntabel,

serta edukatif. Sedangkan yang dimaksut dengan prinsip kususadalah


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

mengacu pada karakteristik pendekatan, model, instrumen yang

digunakan.

2. Prinsip khusus untuk penilaian autentik meliputi:

a. Materi penilaian dikembangkan darikurikulum;

b. Bersifat lintas muatan atau matapelajaran;

c. Berkaitan dengan kemampuan pesertadidik;

d. Berbasis kinerja pesertadidik;

e. Memotivasi belajar pesertadidik;

f. Menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar pesertadidik;

g. Memberi kebebebasan peserta didik untuk mengkonstruksiresponnya;

h. Menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan;

i. Mengembangkan kemampuan berpikirdivergen;

j. Menjadi bagian yang tidak terpisahkan daripembelajaran;

k. Menghendaki balikan yang segera dan terusmenerus;

l. Menekankan konteks yang mencerminkan dunianyata;

m. Terkait dengan duniakerja;

n. Menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunianyata;

o. Menggunakan berbagai cara daninstrumen;

3. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan acuan kriteria, acuan

kriteria merupakan penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan

dengan kriteria capaian komptensi yangditetapkan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

E. KerangkaBerpikir

Sebagai lembaga yang berperan penting dalam proses pendidikan, sekolah

harus mampu menanamkan hal-hal positif yang bermanfaat bagi kehidupan setiap

generasi pelajar. Dalam melaksanakan program pendidikan, guru adalah individu

yang memegang peran penting setiap pelaksanaannya. Sebagai “ujung tombak”,

guru harus mampu menanamkan berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu

pengetahuan dengan cara yang benar guna menghasilkan generasi yang baik.

Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan

menjadi semakin kompleks. Pesatnya perkembangan iptek dan tekanan

globalisasi yang menghapuskan batas antarnegara, mempersyaratkan setiap

individu untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi yang dimilikinya untuk

bisa tetap bertahan dan dapat memenangkan persaingan dalam perebutan

pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisikehidupan.

Kebutuhan manusia yang terus meningkat sedangkan alat pemuas kebutuhan

semakin terbatas, maka perlu adanya peningkatan sikap kompetitif secara

sistematik dan berkelanjutan terhadap sumber daya manusia (SDM) melalui

pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan dewasa ini harus diarahkan pada

peningkatan kemampuan berpikir agar mampu berkompetisi dalam persaingan

global. Hal ini bisa tercapai jika pendidikan di sekolah diarahkan tidak semata-

mata pada kemampuan menghafal dan pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi

juga pada peningkatan kemampuan dan keterampilan beripikir siswa itu sendiri,

khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi. Artinya, guru perlu mengajarkan

siswanya keterampilan berpikir tingkat tinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat diterapkan melalui kegiatan

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan

evaluasi dapat dirumuskan dalam bentuk desain Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP), Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran, dan Pelaksanaan

Penilaian Kelas (assesment).

Desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Pelaksanaan Kegiatan

Pembelajaran, dan Pelaksanaan Penilaian Kelas (assesment) yang mampu

menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa dapat dilakukan

melalui penggunaan baik kata kerja yang merupakan indikator keterampilan

berpikir tingkat tinggi pada masing-masing komponen maupun dengan

menerapkan strategi, model, dan metode pembelajaran yang dapat mengarahkan

siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Dengan menerapkan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi, maka lembaga pendidikan akan menghasilkan siswa yang tidak

hanya mampu memperoleh nilai tinggi dengan cara menghafal maupun

memahami. Kemampuan menghafal dan memahami materi pelajaran merupakan

keterampilan berpikir tingkat rendah, melainkan siswa yang dihasilkan adalah

siswa yang mampu meperoleh nilai tinggi dengan kemampuan berpikir yang baik

yakni dengan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

Guru

Rencana Kegiatan Pelaksanaan


Pelaksanaan Pembelajaran Penilaian
Pembelajaran Kelas
(Assesment)

Keterampilan
Berpikir
Tingkat Tinggi

Pencapaian Nilai
Ujian Nasional
Siswa (UN) Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JenisPenelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian

deskriptif kualitatif adalah upaya untuk mengungkap suatu fakta atau

fenomena (Arikunto & Jabar, 2014). Dalam penelitian ini menggunakan

model analisis formatif dimana analisis dilakukan pada desain rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP), kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan

penilaian kelas (assesment).

B. Tempat dan WaktuPenelitian

1. Tempatpenelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Yogyakarta.

Sekolah ini dipilih menjadi tempat penelitian karena SMA Negeri 8

Yogyakarta merupakan salah satu sekolah favorit yang mendapatkan

predikat sebagai sekolah dengan nilai lulusan tertinggi pada mata pelajaran

ekonomi tahun 2015, sehingga SMA N 8 menjadi tempat yang tepat untuk

melakukan penelitian guna mengetahui sejauhmana kemampuan siswa

dalam berpikir. Mengingat keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat

penting diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan hingga tahap

evaluasi. Kecenderungan pendidik dalam mengajar perlu dievaluasi

apakah masih menerapkan metode pengajaran yang hanya menekankan

pada kemampuan menghafal ataukah telah sungguh-sungguhmengarahkan

55
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

siswa kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga nilai yang

diperoleh siswa SMA N 8 sungguh-sungguh mencerminkan kemampuan

berpikir tingkat tinggi.

2. Waktupenelitian

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini,

penelitian dilakukan pada bulan April 2016.

C. Subjek dan ObjekPenelitian

1. SubjekPenelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran

ekonomi kelas X-IIS, X-MIPA, XI-IIS, XI-MIPA dan XII-IIS, XII-

MIPA serta siswa kelas X-IIS, X-MIPA dan XI-IIS, XI-MIPA SMA

Negeri 8 Yogyakarta yang menerapkan kurikulum 2013.

2. ObjekPenelitian

Objek dalam penelitian ini adalah rencana pelaksanaan

pembelajaran (RPP), pelaksanaan penilaian kelas (assesment) yang

memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta kegiatan

pembelajaran yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi pada mata pelajaran ekonomi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

D. SasaranPenelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menentukan sasaran penelitian yaitu,

seluruh guru Ekonomi yang mengajar di kelas X-IIS, X-MIPA, XI-IIS, XI-

MIPA dan XII-IIS, XII-MIPA serta siswa mulai dari kelas X-IIS, X-MIPA,

dan siswa kelas XI-IIS, XI-MIPA yang secara keseluruhan berjumlah 276

siswa di SMA Negeri 8 Yogyakarta.

E. Populasi, Sampel, dan Teknik PengambilanSampel

1. Populasi

Menurut Arikunto (2006:130), populasi adalah keseluruhan

subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru

mata pelajaran ekonomi X-IIS, X-MIPA, XI-IIS, XI-MIPA dan XII-IIS,

XII-MIPA dan siswa kelas X-IIS, X-MIPA, dan XI-IIS, XI-MIPA di

SMA N 8 Yogyakarta yang masing-masing berjumlah 2 orang guru dan

100 siswa

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2008:81), Sampel adalah bagian dari jumlah

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sugiyono (2008:141),

mengemukakan bahwa ukuran sampel dari suatu populasi dapat

menggunakan bermacam-macam cara, salah satunya adalah dengan

menggunakan rumus Slovin.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

Keterangan:

n = jumlah sampel

N = jumlahpopulasi

(d) = nilai presesi 5% atau sig 0,05

Dalam penelitian ini jumlah populasinya adalah 2 orang guru dan

276 orang siswa, maka jumlah sampel yang digunakan adalah:

a. 2 orangguru

b. 80 siswa

3. Teknik PengambilanSampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar

mata pelajaran ekonomi kelas X-IIS, X-MIPA, XI-IIS, XI-MIPA dan

XII-IIS, XII-MIPA serta siswa kelas X-IIS, X-MIPA dan XI-IIS, XI-

MIPA. Untuk populasi guru, proses pengambilan sampel akan

dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampling jenuh

adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi

digunakan sebagai sampel, hal ini dikarenakan jumlah populasi yang

relatif kecil. sedangkan untuk siswa akan digunakan teknik simple

random sampling. Teknik purposive sampling, purposive sampling

merupakan teknik pengambilan sampel dengan mempertimbangkan

teertentu yang dibuat olehpeneliti.

Dalam penelitian ini, proses pengambilan sampel berupa siswa

dilakukan dengan memilih baik siswa kelas X maupun kelas XI yang

pernah diajar oleh guru yang digunakan sebagai subjek penelitian.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Peneliti membagikan kuesioner sesuai dengan jumlah siswa pada

masing-masing kelas di mana peneliti melakukan kegiatan observasi

aktivitas guru dan mendapatkan 50 orang siswa sebagai sampel. Karena

jumlah sampel yang diperlukan adalah 80 orang siswa maka peneliti

kembali membagikan kuesioner secara acak pada masing-masing

kelasyang diampu oleh kedua guru mata pelajaran Ekonomi untuk

melengkapi 30 sampel yang kurang.

F. Variabel dan IndikatorPenelitian

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disebut dengan RPP

adalah rencana pembelajaran yang disusun oleh guru yang dikembangkan

mengacu pada silabus.

RPP yang dikembangkan mencakup: (1) komptensi dasar; (2)

indikator; (3) kegiatan pembelajaran, dan (4) Lembar Kerja Siswa (LKS)

yang dikembangkan dengan tujuan menumbuhkan keterampilan berpikir

tingkat tinggi pada siswa. Desain RPP yang memuat indikator

keterampilan berpikir tingkat tinggi harus dikembangkan berdasarkan

tahapan berpikir yang dikemukakan oleh Bloom, yakni memuat proses

kognitif berupa menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta yang

merupakan indikator dari keterampilan berpikir tingkattinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

2. KegiatanPembelajaran

Kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk menumbuhkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah langkah-langkah pembelajaran

yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan tidak hanya semata-mata

menerapkan strategi, model, dan metode yang hanya menanamkan

keterampilan menghafal kepada siswa.

Kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengarahkan keterampilan

berpikir tingkat tinggi hendaknya memuat indikator keterampilan berpikir

tingkat tinggi itu sendiri, dengan menerapkan kegiatan pembelajaran

antara guru dan siswa yang memuat proses kognitif berupa kemampuan

menganalisis, mengevaluasi, danmencipta.

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas(Assesment)

Merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui

sejauh mana kemampuan siswa dalam mengolah pelajaran yang telah

disampaikan guru. Dalam melakukan penilaian kelas (assesment), ada

beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pendidik. Mengingat

untuk melakukan penilaian kelas (assesment) cukup sulit, proses penilaian

yang dilakukan harus sungguh-sungguh mencerminkan tujuan

pembelajaran yang ingindicapai.

Guna mencapai tujuan pembelajaran, yang penting diperhatikan

adalah teknik penilaian kelas (assesment) itu sendiri. Teknik penilaian

kelas (assesment) harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

dicapai. Untuk menanamkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada

siswa maka teknik penilaian kelas (assesment) tidak hanya menumbuhkan

kemampuan menghafal semata, melainkan harus berada pada ranah yang

lebih tinggi yakni dengan berpedoman kepada taksonomi Bloom berupa

proses kognitif yang berada pada tingkat menganalisis, mengevaluasi dan

mencipta.

G. Data yangdicari

Berdasarkan variabel yang diteliti, maka data yang dibutuhkan dalam

penelitian ini berupa:

1. DataPrimer

Menurut Sugiyono (2010:137), data primer adalah data yang

diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber

datanya. Data primer juga merupakan data asli yang bersifat up to date.

Data primer yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi:

a. Persepsi siswa kepada guru mata pelajaran ekonomi dalam

menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keterampilan

berpikir tingkattinggi.

b. Penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh

guru mata pelajaran ekonomi di kelas dengan menggunakan metode,

model dan teknik tertentu dalam rangka mencapai tujuan

pembelajaran berupa keterampilan berpikir tingkattinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

c. Penilaian pendahuluan terhadap kesesuaian atau tingkat

kekonsistenan pernyataan guru dengan praktek pelaksanaan kegiatan

pembelajaran yang terjadi di kelas.

2. DataSekunder

Menurut Sugiyono (2010: 137), data sekunder adalah data yang

diperoleh atau dikumpulkan peneliti melalui berbagai sumber yang

telah ada. Data sekunder yang dimaksud dalam penelitian inimeliputi:

a. Desain RPP yang dibuat oleh guru mata pelajaran ekonomi, apakah

telah memuat indikator keterampilan berpikir tingkattinggi.

b. Pelaksanaan penilaian kelas (assesment) untuk mengetahui sejauh

mana keberhasilan pendidik dalam mentransfer pengetahuan

kepada siswa melalui penggunaan kata kerja yang digunakan dalam

soal berupa kata kerja dari masing-masing keterampilan

menganalisis, mengevaluasi danmencipta.

H. Teknik PengumpulanData

Untuk mendapatkan data, diperlukan beberapa teknik tertentu. Dalam

penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data

berupa wawancara pendahuluan, kuesioner, observasi, dan dokumentasi

dengan masing-masing penjelasan sebagai berikut:

1. Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pernyataan yang digunakan untuk

memperoleh informasi atau data dari responden, dalam arti laporan tentang

pribadi yang diketahui dan pertanyaan yang bersifat tertulis”


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

(Arikunto,2002). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk

memperoleh data berupa persepsi siswa kepada guru dalam melaksanakan

kegiatan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat

tinggi. Kuesioner disebarkan kepada beberapa siswa kelas X-IIS, X-

MIPA, dan XI-IIS, XI-MIPA untuk memperoleh data sejauh mana

kemampuan guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang

membentuk keterampilan berpikir tingkat tinggi padasiswa.

Persepsi siswa pada guru mata pelajaran Ekonomi dalam

menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan keterampilan

berpikir tingkat tinggi, dengan menerapkan proses kognitif menganalisis,

mengevaluasi dan mencipta dalam kegiatan pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan angket tertutup yaitu responden

tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. Kuesioner ini mencakup

tiga proses kognitif yang merupakan indikator keterampilan berpikir

tingkat tinggi dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan

menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Pada kuesioner ini skala

pengukuran menggunakan skala Likert, dengan menggunakan empat

pilihanjawabanyaitu,(1)selaludenganskor4,(2)seringdenganskor3,

(3) kadang-kadang dengan skor 2, (4) tidak pernah dengan skor Kisi-kisi

kuisioner dapat dilihat pada tabel 3.1.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Siswa terhadap Guru


pada Pelaksanaan Pembelajaran yang Menanamkan
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

No. Indikator Nomor Item Jumlah


1. Menganalisis 1,3,8,9,11,12, 15 7
2. Mengevaluasi 2,5,6,7,3,16 6
3. Mencipta 4,10,14,17,18,19,20,21,22 9
Total 22

2. Observasi

Observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data

dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang

berlangsung. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik

observasi untuk memperoleh data primer berupa analisis kegiatan

pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Untuk memperoleh data, peneliti akan melakukan pengamatan

secara langsung terhadap objek penelitian, yaitu saat pelaksanaan

pembelajaran sedang berlangsung. Analisis dilakukan untuk

mengetahui kegiatan pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Kegiatan

pembelajaran yang baik adalah kegiatan pembelajaran yang memuat

indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi, berupa kegiatan

menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Dalam teknik observasi

yang dilakukan, yang menjadi narasumber adalah guru mata pelajaran

ekonomi yang mengajar di kelas X-IIS, X-MIPA, XI-IIS, XI-MIPA dan

XII-IIS, XII-MIPA. Dengan menggunakan lembar observasi yang dapat

dilihat pada lampiran4.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang

digunakan untuk memperoleh data sekunder berupa desain RPP dan

kegiatan assesment yang memuat indikator keterampilan berpikir

tingkat tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui buku-buku

yang relevan dengan masalah penelitian, dokumen-dokumen, arsip-

arsip, catatan-catatan yang berhubungan dengan objek penelitian.

Dalam penelitian ini, dokumen yang dikumpulkan oleh penelitiberupa:

a. RPP beserta lampiran-lampirannya berupa (1) penilaian,

pembelajaran remedial, dan pengayaan yang meliputi: teknik

penilaian, instrumen penilaian, serta pembelajaran remedial dan

pengayaan; (2) media/alat, bahan, dan sumberbelajar.

b. Kisi-kisi atau rubrik soal yang merupakan komponen dari teknik atau

kegiatan assesment untuk mata pelajaran Ekonomi yang disusun oleh

guru.

Kisi-kisi desain RPP dan kegiatan assesment atau soal ujian yang

dianalisis dengan melihat kata kerja yang digunakan pada masing-

masing komponen yang dianalisis. Desain RPP dan kegiatan assesment

yang baik adalah yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat

tinggi.UntukdesainRPPyangdapatdianalisisterutamapadabagian

(1) kompetensi dasar; (2) indikator; (3) proses pembelajaran, dan (4)

lembar kerja siswa yang dikembangkan dengan tujuan menumbuhkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Desain RPP dapat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

dianalisis dengan menggunakan lembar analisis seperti yang terlampir

pada lampiran 5.

Selain memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi,

desain RPP yang baik seharusnya sesuai dengan ketentuan yang

tercantum dalam Permendikbud No. 103 tahun 2014, dengan

menggunakan format seperti yang terlampir pada lampiran 6.

Sedangkan untuk kegiatan assesment, dapat dianalisis pada

bagian penggunaan kata kerja, yang dilihat pada perintah pengerjaan

soal ujian. Dengan menggunakan lembar analisis seperti yang terlampir

pada lampiran7.

4. Wawancara

Wawancara merupakan teknik atau cara pengumpulandata dengan

cara mengadakan dialog secara langsung dengan narasumber.

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila

peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan

permasalahan yang ingin diteliti, dan juga apabila peneliti ingin

mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam terutama jika

jumlah respndennya sedikit (Sugiyono,2011).

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara

guna memperoleh data yang konsisten dengan data yang diperoleh

melalui kegiatan observasi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan

oleh guru di kelas. Peneliti akan melakukan dialog secara langsung

dengan objek penelitian yakni berupa tenaga pendidik mata pelajaran


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

67

ekonomi yang mengajar di kelas X dan XII-IIS, wawancara dilakukan

guna mengetahui proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang

dilakukan oleh guru. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang

diharapkan dalam penelitian ini adalah guru menerapkan strategi,

model, dan metode pembelajaran yang mengarah pada keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Dengan menggunakan lembar pertanyaan

wawancara seperti yang terlampir pada lampiran8.

I. Teknik Pengujian Instrumen

Dalam penelitian ini, pengujian instrumen hanya akan digunakan untuk

menguji teknik pengumpulan data berupa kuesioner tentang persepsi siswa

terhadap guru. Pengujian isntrumen tidak digunakan untuk menguji teknik

pengumpulan data yang lainnya seperti observasi, dokumentasi, dan

wawancara.

Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuesioner.

Penggunaan instrumen berupa kuesioner dalam penelitian digunakan untuk

memperoleh data berupa persepsi siswa terhadap guru dalam

mengimplementasikan pembelajaran Ekonomi yang mengarah pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi. Instrumen yang baik harus memenuhi

dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel. Oleh karena itu untuk

mengukur validitas dan reliabilitas dilakukan uji coba instrument, adapun alat

pengujianmeliputi:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

68

1. UjiValiditas

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas dari kuesioner.

Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang

dikumpul tidak menyimpang dari gambar tentang validitas yang dimaksud.

Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji angket persepsi

siswa terhadap guru pada pelaksanakan pembelajaran dengan pendekatan

saintifik.

Adapun rumus yang digunakan adalah rumus yang dikemukan oleh

Pearson yang dikenal dengan rumus korelasi Product Moment.


NXY XY
rxy=
NX  X NY  Y 
2 2 2 2




Dimana:

rxy : Koefisien korelasi item (X) dengan total (Y)


∑X : Jumlah skor itemX
∑Y : Jumlah skor total Y
N : Jumlahsubyek
∑XY : Jumlah perkalian antara skor item X dengan skor totalY
∑X2 : Jumlah skor item kuadratX
∑Y2 : Jumlah skor total kuadratY

Uji Validitas pada penelitian ini digunakan untuk setiap pernyataan

pada kuesinoer persepsi siswa terhadap guru pada pelaksanaan pembelajaran

ekonomi yang mengarahkan sisw pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Pada pengujian vaiditas ini menggunakan data sebanyak 80 siswa yangterdiri


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

69

dari 23 siswa kelas X IIS, 20 siswa kelas X MIPA-3, 17 siswa kelas XI IIS,

dan 20 siswa kelas XI MIPA-5.

Kesimpulan hasil uji validitas diperoleh dengan membandingkan

rhitungdengan rtabeluntuk n : 80 sebesar 0,220 dengan taraf signifikan 5%.

Keseluruhan item pernyataan pada kuesioner persepsi siswa terhadap guru

pada pelaksanaan pembelajaran ekonomi yang mengarahkan pada

keterampilan berpikir tingat tinggi sebanyak 22 item, yang terdiri dari 7

pernyataan tentang kegiatan menganalisis, 6 pernyataan tentang kegiatan

mengevaluasi, dan 9 pernyataan tentang kegiatan mencipta. Hasil uji validitas

indikator kegiatan menganalisis dapat dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2
Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Menganalisis

No. Butir r tabel


r hitung Keterangan
Instrumen (N=80, ά=5%)
1 0,342 0,220 Valid
3 0,273 0,220 Valid
8 0,545 0,220 Valid
9 0,388 0,220 Valid
11 0,618 0,220 Valid
12 0,525 0,220 Valid
15 0,612 0,220 Valid
Sumber: data primer diolah, 2016

Hasil uji validitas indikator kegiatan menganalisis dengan

menggunakan 7 item pernyataan menunjukkan bahwa seluruh item

dinyatakan valid semua dengan nilai rhitungdi atas r tabel0,220. Hasil uji

validitas indikator kegiatan mengevaluasi dapat dilihat pada tabel3.3.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

70

Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Mengevaluasi

No. Butir r tabel


r hitung Keterangan
Instrumen (N=80, ά=5%)
2 0,447 0,220 Valid
5 0,514 0,220 Valid
6 0,397 0,220 Valid
7 0,566 0,220 Valid
13 0,389 0,220 Valid
16 0,592 0,220 Valid

Sumber: data primer diolah, 2016

Hasil uji validitas indikator kegiatan mengevaluasi dengan

menggunakan 6 item pernyataan menunjukkan bahwa seluruh item

dinyatakan valid dengan nilai rhitungdi atas r tabel0,220. Hasil uji validitas

indikator kegiatan mencipta dapat dilihat pada tabel3.4.

Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Indikator Kegiatan Mencipta

No. Butir r tabel


r hitung Keterangan
Instrumen (N=80, ά=5%)
4 0,392 0,220 Valid
10 0,531 0,220 Valid
14 0,503 0,220 Valid
17 0,494 0,220 Valid
18 0,677 0,220 Valid
19 0,622 0,220 Valid
20 0,603 0,220 Valid
21 0,400 0,220 Valid
22 0,620 0,220 Valid
Sumber: data primer diolah, 2016

Hasil uji validitas indikator pegetahuan mencipta dengan menggunakan

9 item pernyataan menunjukkan bahwa seluruh item dinyatakan valid dengan

nilai rhitungdi atas r tabel0,220. Perhitungan selengkapnya terlampir.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

71

2. UjiReliabilitas

Alat ukur yang baik di samping mempunyai validitas yang tinggi, juga

harus reliabel, artinya memiliki tingkat ketetapan meskipun sudah berkali-kali

diujikan. Reliabilitas sering diartikan sebagai taraf kepercayaan. Reliabilitas

instrumen dianggap handal jika memiliki koefisien reliabilitas ≥ 0,6 (lebih

besar atau sama dengan 0,6). Untuk mengetahui besarnya reliabilitas pada

instrumen pada angket persepsi siswa terhadap guru pada pelaksanakan

pembelajaran yang mengarahkan siswa pada keterampilan bepikir tingkat

tinggi, dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach.

k  si2
rii= k1 1St2
 

Keterangan :

rii = Reliabilitasinstrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
Σs i2= Jumlah variansibutir
s t2= Variansi total

Hasil uji reliabilitas masing-masing indkator dapat dilihat pada tabel

3.5.

Tabel 3.5
Hasil Uji Reliabilitas

No. Indikator Nilai Kriteria


Cronbach’s Alpha
1. Menganalisis 0,673 Reliabel
2. Mengevaluasi 0,756 Reliabel
3. Mencipta 0,729 Reliabel
Sumber: data primer diolah, 2016
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

J. Teknik AnalisisData

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Untuk mengetahui desain RPP yang dibuat oleh guru untuk mata

pelajaran Ekonomi sudah memuat indikator keterampilan berpikir tingkat

tinggi, maka peniliti melakukan analisis desain RPP pada komponen

kompetensi dasar, indikator, proses pembelajaran, dan lembar kerja siswa.

Desain RPP yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat

tinggi adalah RPP yang pada komponen kompetensi dasar, indikator,

proses pembelajaran, dan lembar kerja siswa memuat indikator

keterampilan berpikir tingkat tinggi pada level menganalisis,

mengevaluasi, danmencipta.

Selain menganalisis komponen RPP yang memuat indikator

keterampilan berpikir tingkat tinggi, RPP juga dianalisis kesesuaiannya

dengan ketentuan yang tercantum dalam Permendikbud no. 103 tahun

2014.

2. Implementasi pembelajaran keterampilan berpikir tingkattinggi

Untuk mengetahui bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang

dilaksanakan oleh guru sudah mengarah pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi, maka peneliti melakukan kegiatan observasi terhadap

aktivitas belajar yang dilaksanakan guru di kelas. Kegiatan observasi

dilakukan untuk melihat penerapan strategi, model, dan metode yang

diterapkan oleh guru ekonomi dalam proses pembelajaran. Proses

pembelajarandinilaibaikketikahasilanalisismenunjukkanbahwaguru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

mampu menerapkan strategi, model, dan metode yang mengarahkan

kemampuan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Untuk melihat kesesuaian hasil observasi yang dilakukan peneliti

terhadap guru dengan penilaian siswa, maka peneliti juga melakukan

penilaian terhadap persepsi siswa. Penilaian persepsi siswa pada guru mata

pelajaran Ekonomi dalam menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi

yang melibatkan 3 indikator proses kognitif keterampilan berpikir tingkat

tinggi, yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta . Indikator kegiatan

menganalisis memiliki 7 butir pernyataan, mengevaluasi memiliki 6 butir

pernyataan, dan mencipta memiliki 9 butir pernyataan, sehingga total soal

seluruh indikator adalah 22 pernyataan. Setiap soal menggunakan 4

alternatif jawaban, sehingga skor maksimal adalah 4 x 22 = 88 dan skor

terendah adalah 22 x 1 = 22.

Selanjutnya untuk menentukan rentang skor dengan cara

menggurangkan skor tertinggi dengan skor terendah maka perhitungannya

adalah Rentang Skor = 88–22 = 66. Rentang skor yang sudah didapat

digunakan untuk menentukan panjang interval kelas setiap alternatif

kategori penilaian, yaitu dengan cara rentang skor dibagi dengan

alternative kategori penilaian yang berjumlah 3 yaitu Sangat Baik, Baik

dan Tidak Baik maka perhitungannya adalah Panjang Interval = 66 / 3 =

22.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

Tabel 3.6 Penilaian Persepsi Siswa

Penilaian Rumus Interval Skor Skor


Sangat Batas Bawah = Batas Atas 66 – 88
Sesuai KelasSebelumnya + 1
Batas Atas = (Batas Bawah +
RentangSkor)
Sesuai Batas Bawah = Batas Atas Kelas 43 – 65
Sebelumnya + 1
Batas Atas = (batas bawah + Rentang
Skor) – 1
Tidak Batas Bawah = Skor Terendah 22 – 42
Sesuai Batas Atas = (Batas Bawah +
Rentang Skor) – 1
Sumber: data primer diolah, 2016

Dari penilaian di atas penilaian persepsi siswa pada guru dalam

menerapkan kriteria keterampilan berpikir tingkat tinggi pada

implementasi pembelajaran dibagi menjadi tiga kategori.

a. Persepsi siswa pada guru dalam menerapkan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi pada implementasi pembelajaran dikatakan

sangat baik jika mendapatkan skor 66 –88

b. Persepsi siswa pada guru dalam menerapkan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi pada implementasi pembelajaran dikatakan

baik jika mendapatkan skor 43 –65.

c. Persepsi siswa pada guru dalam menerapkan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi pada implementasi pembelajaran dikatakan

tidak baik jika mendapatkan skor 22 – 42.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas(Assesment)

Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penilaian kelas

(assesment) sudah mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi,

maka peneliti melakukan analisis terhadap soal ujian yang dibuat oleh

guru ekonomi. Soal ujian dinyatakan baik jika hasil analisis menunjukkan

bahwa kata kerja yang digunakan sebagai perintah pengerjaan pada soal

ujian merupakan kata kerja dari masing-masing-masing indikator

keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa kegiatan menganalisis,

mengevaluasi, danmencipta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV
GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. DeskripsiLokasi

SMA N 8 terletak di jalan Sidobali No. 1 Muja Muju, Yogyakarta.

SMA N 8 adalah salah satu dari beberapa sekolah favorit yang ada di kota

Yogyakarta, oleh karena itu begitu banyak siswa lulusan SMP yang berlomba

untuk menjadi bagian dari siswa yang bersekolah dan belajar di SMA N8.

SMA N 8 Yogyakarta adalah sekolah yang menerapkan kurikulum

2013 dalam sistem pendidikannya. Sebagai sekolah favorit tentunya SMA N

8 berusaha untuk terus menampilkan performa yang terbaik dalam berbagai

bidang, baik pada bidang akademik maupun non akademik. SMA N 8

Yogyakarta memiliki Visi dan Misi sebagaiberikut:

1. Visi

Dengan semangat kerja keras dan dedikasi tinggi SMA Negeri 8

Yogyakarta bertekad untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak

didik mencapai cita-cita luhur.

2. Misi

a. Meningkatkan mutupembelajaran.

b. Memberdayakan peserta didik menjadi manusia Indonesia

seutuhnya.

c. Meningkatkan komitmen dan profesionalisme tenagakependidikan.

d. Menciptakan lingkungan yangkondusif.

e. Menciptakan budaya damai dan anti kekerasan.

76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

f. Dengan perjuangan sekuat tenaga baik kepala sekolah, guru,

karyawan, siswa, selangkah demi selangkah prestasi SMA 8 terus

meningkat baik prestasi akademik maupun non akademik. Hal ini

terlihat dari rata-rata Ujian Nasional maupun keberhasilan dalam

menempuh SBNMPTN dari tahun ke tahun cenderungmeningkat.

Prestasi yang juga membanggakan adalah SMA N 8 Yogyakarta

masuk sebagai SMA dengan nilai lulusan tertinggi pada mata pelajaran IPS di

seluruh kota Yogyakarta pada tahun 2015. Untuk menunjang prestasi baik

pada bidang akademik maupun non akademik, SMA N 8 juga memfasilitasi

siswa dengan berbagai sarana prasarana yang dapat memudahkan akses

siswa, berbagai fasilitas yang ada di SMA N 8 Yogyakarta adalah sebagai

berikut:

1. RuangKelas

Di SMA N 8 terdapat 24 buah kelas yang digunakan untuk

kegiatan pembelajaran. Kelas X berjumlah 8 kelas yang terdiri dari 1

kelas untuk program ilmu sosial, enam kelas untuk program ilmu alam

serta satu kelas untuk program akselerasi. Kelas XI berjumlah 8 kelas

yang terdiri dari 1 kelas untuk program ilmu sosial, enam kelas untuk

program ilmu alam serta satu kelas untuk program akselerasi. Kelas X

berjumlah 8 kelas yang terdiri dari 1 kelas untuk program ilmu sosial

dan tujuh kelas untuk program ilmu alam. Setiap ruang kelas dengan

fasilitas dan deskripsi masing-masing sebagai berikut:

a. Luas ruangan dengan panjang 9 m dan lebar 8 m


b. Meja dan kursi ntuksiswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

78

c. Meja dan kursi untukguru


d. Tiga buah papantulis
e. Satu buah LCD proyektor
f. Satu kipas angingantung
g. Satu buah papanpengumuman
h. Satu buah jamdinding
i. Gambar presiden dan wakilpresiden
2. Kantor

Ruang kantor yang ada di SMA N 8 Yogyakarta terdiri dari:

a. Kantor kepalasekolah
b. Kantor wakil kepalasekolah
c. Kantor guru
d. Kantor tatausaha
3. Laboratorium

SMA N 8 Yogyakarta memiliki 10 laboratorium untuk menunjang

kegiatan belajar siswa. Laboratorium yang tersedia antara lain:

a. LaboratoriumFisika
b. LaboratoriumKimia
c. LaboratoriumBiologi
d. LaboratoriumKomputer/TI
e. LaboratoriumMultimedia
f. LaboratoriumIPS
g. LaboratoriumMIPA
h. LaboatoriumKesenian
i. Ruang AudioVisual
j. Studio Musik
Adapun ruangan-ruangan lain yang disediakan oleh pihak sekolah yang
dapat menunjang aktifitas belajar siswa baik secara akademik maupun non
akademik antara lain:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

79

1. HotspotArea
2. Gedung serbaguna/aula
3. Sarana OlahRaga
a. Lapangantenis
b. Lapanganbasket
c. Lapangan sepakbola
4. Perpustakaan
5. Ruangkesehatan/UKS
Ruang unit kesehatan yang terdiri dari:
a. Empat tempattidur
b. Tiga lemariobat-obatan
c. Dua lemari serbaguna
d. Empat meja dankursi
6. Masjid
7. RuangOSIS
8. Garasiparkir
9. Kantin dankoperasi
10. Taman dangazebo.

B. DeskripsiResponden

1. Guru
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa SMA N 8

Yogyakarta merupakan SMA favorit. Oleh karena itu perlu adanya upaya

yang dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu sekolah,

baik pada bidang akademik maupun non akadmik.

Untuk mencapai mutu yang baik tersebut maka diperlukan adanya

tenaga pendidik yang sungguh-sungguh kompten dalam bidang pendidikan.

Secara keseluruhan terdapat kurang lebih 40 tenaga pendidik yang ada di


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

SMA N 8 Yogyakarta, yang masing-masing berasal dari baik kota

Yogyakarta maupun daerah Jawa Tengah. Berdasarkan pengamatan yang

dilakukan peneliti, terlihat bahwa guru memiliki hubungan yang baik dan

akrab antara yang satu dengan yang lainnya.

Terdapat dua orang guru pengajar pada mata pelajaran ekonomi

yang mengabdi di SMA N 8 Yogyakarta dan menjadi subjek dalam

penelitian. Keduanya adalah Ibu Dra. Sri Nurmeilani dan Ibu Dra. Retno

Handayani. Ibu Dra. Sri Nurmeilani adalah guru yang berasal dari

Purwakarta dan berdomisili di Kota Yogyakarta, saat ini Beliau berumur 57

tahun dengan pengalaman mengajar selama 34 tahun, Beliau mulai

mengajar sejak tahun 1982 dan talah menjadi guru tetap di SMA N 8

Yogyakarta.

Sedangkan Ibu Dra. Retno Handayani adalah guru yang lahir di kota

Yogyakarta dan sampai saat ini tinggal di kota Yogyakarta. Beliau saat ini

telah berumur 47 tahun dengan pengalaman mengajar selama 19tahun,

Beliau mulai mengajar sejak tahun 1997 dan menjadi guru tetap di SMA N

7 Yogyakarta. Menjadi tenaga pendidik di SMA N 8 Yogyakarta dilakukan

hanya untuk memenuhi jam mengajar yang belum mencukupi batas minimal

di SMA N 7Yogyakarta.

Kedua tenaga pendidik tersebut berasal dari FKIP atau memang

memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang guru, oleh karena itu

berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti keduanya memiliki

komptensi yang baik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

81

Selain memiliki latar belakang pendidikan sebagai pendidik,

keduanya masing-masing memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam

bidang pendidikan dan terbilang cukup lama menjadi seorang tenaga

pendidik.

2. Siswa
Sebagai SMA favorit, SMA N 8 Yogyakarta memiliki jumlah murid

yang cukup banyak. Masing-masing siswa tersebut berasal dari daerah kota

Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan rata-rata usia sebagaimana siswa

SMA pada umumnya, yakni berkisar antara 15-19 tahun. Berdasarkan

pengamatan yang peneliti lakukan, masing-masing siswa siswa memiliki

sikap yang sopan dan ramah hal ini dapat dilihat ketika siswa berinteraksi

dengan guru, dengan sesama siswa maupun dengan peneliti ketika

melakukan kegitan penelitian di sekolah tersebut.

Siswa SMA N 8 Yogyakarta rata-rata memiliki akademik yang baik,

hal ini dapat dilihat dari siswa yang aktif ketika pelaksanaan kegiatan

pembelajaran di kelas. SMA N 8 memiliki program unggulan yakni program

ilmu alam. Oleh karena itu jumlah kelas dan siswa yang masuk program

ilmu alam sangat kontras jika dibandingkan dengan siswa pada program

ilmu sosial. Terdapat 1 kelas untuk program sosial pada setiap angkatan,

sedang untuk program ilmu alam terdapat 6 sampai 7 kelas pada setiap

angkatan. Jumlah keseluruhan siswa SMA N 8 Yogyakarta per April 2016

akan dipaparkan pada tabel 4.1 berikut ini:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

82

Tabel 4.1
Daftar Rekapitulasi Siswa per bulan April 2016
Kelas Jumlah
X-IS 26
X-MIA 1 33
X-MIA 2 33
X-MIA 3 33
X-MIA 4 33
X-MIA 5 30
X-MIA 6 33
X- Akselerasi 27
XI-IS 18
XI-MIA 1 25
XI-MIA 2 26
XI-MIA 3 25
XI-MIA 4 25
XI-MIA 5 25
XI-MIA 6 25
XI-Akselerasi 25
XII-IS 34
XII-MIA 1 32
XII-MIA 2 32
XII-MIA 3 32
XII-MIA 4 32
XII-MIA 5 32
XII-MIA 6 32
XII-MIA 7 32
TOTAL 700
Sumber: data primer diolah, 2016
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. AnalisisData

Proses penelitian ini dilakukan pada tanggal 22-28 April 2016. Analisis data

pembahasan penelitian ini dibagi menjadi tiga rumusan masalah, yaitu:

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)

Untuk mengetahui bahwa guru Ekonomi telah menyusun RPP

untuk mata pelajaran Ekonomi sesuai dengan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi, maka peneliti mengumpulkan dokumen berupa

RPP yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran Ekonomi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang pertama dengan

materi Pasar dalam Perekonomian, dan RPP kedua dengan materi Konsep

dan Kebijakan Perdagangan Internasional. Dari kedua RPP tersebut

kemudian dianalisis tingkat kesesuaiannya dengan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Kegiatan analisis dilakukan dengan melihat

penggunaan kata kerja pada komponen kompetensi dasar, indikator,

langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Analisis RPP dinyatakan baik ketika kata kerja yang digunakan

pada komponen kompetensi dasar, indikator, langkah-langkah kegiatan

pembelajaran, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) menggunaan kata kerja

yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi yakni

berupa kemampuan menganalisis, mengevaluasi, danmencipta.

83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa kedua RPP

belum mencantumkan indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi pada

komponen kompetensi dasar, indikator, dan langkah-langkah kegiatan

pembelajaran. Hal ini terlihat dari kelima indikator pada desain RPP 1

masih menggunakan kata kerja berupa mengidentifikasi. Mengidentifikasi

merupakan proses kognitif dari kemampuan mengingat.

Upaya menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi telah

dilakukan oleh pemerintah melalui Permendigbud no.103 tahun 2014.

Upaya tersebut dapat dilihat melalui kompetensi dasar yang tercantum

dalam format penyusunan RPP. Pada komponen kompetensi dasar sudah

digunakan beberapa kata kerja yang mengacu pada proses kognitif yang

mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Akan tetapi

yang menjadi kendala adalah ditemukannya suatu fakta bahwa guru belum

paham akan apa yang dimaksud dengan kemampuan berpikir tingkat

tinggi itu sendiri dan mekanisme penerapannya dalam kegiatan

pembelajaran.

Hal ini terlihat dari cara guru menyusun indikator pembelajaran.

Dalam format penyusunan RPP pada bagian kompetensi dasar tertulis

bahwa siswa diminta untuk menganalisis materi pembelajaran dengan

menggunakan kata kerja mendeskripsikan. Kegiatan mendeskripsikan

merupakan kategori proses kognitif yang berada pada level kemampuan

menganalisis. Sedangkan pada komponen indikator, guru menguraikan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

kegiatan dengan menggunakan kata kerja berupa mengidentifikasi. Kata

identifikasi sendiri berarti menempatkan pengetahuan dalam memori

jangka panjang yang sesuai dengan bagaimana materi tersebut

disampaikan oleh guru. Dengan demikian, jelas bahwa proses

mengidentifikasi merupakan bagian proses kognitif berupa kemampuan

mengingat yang artinya masih berada pada tahap kemampuan berpikir

tingkatrendah.

Demikian pula dengan desain RPP 2. Berdasarkan analisis yang

dilakukan, terlihat bahwa guru belum mampu membuat desain RPP yang

memuat indikator berpikir tingkat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada

komponen indikator, di antara ketiga belas rumusan indikator hanya

terdapat satu indikator yang merupakan indikator keterampilan berpikir

tingkat tinggi, yakni dengan menggunakan kata kerja mendeskripsikan.

Dengan mengacu pada pendapat Anderson dan Krathwohl (2015: 101)

kata kerja berupa mendeskripsikan merupakan kategori proses kognitif

yang berada pada kemampuan menganalisis. Akan tetapi penggunaan kata

kerja berupa mendeskripsikan yang dicantumkan guru dalam desain RPP

belum mengarah pada keterampilan berpikir berupa menganalisis

sebagaimana yang dimaksud oleh Anderson dan Krathwohl. Karena dalam

hal ini guru menggunakan kata kerja mendeskripsikan hanya untuk

mendeskripsikan materi berupa pengertian, fungsi, tujuan, dan jenis-jenis

APBN sebagaimana yang tercantum dalam desain RPP. Aktivitas

mendeskripsikan sebagaimana yang digambarkan oleh guru tersebutmasih


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

berada pada keterampilan berpikir tingkat rendah yang berada pada level

mengingat.

Sedangkan keduabelas indikator lainnya masih berada pada level

kemampuan berpikir tingkat rendah yakni berupa kemampuan mengingat,

dengan menggunakan kata kerja seperti memahami, menjelaskan, dan

menyebutkan. Ketiga kategori proses kognitif tersebut merupakan

kemampuan yang berada pada level mengingat dan memahami.

Selain itu terlihat pula bahwa kedua guru belum mampu

menggunakan kata kerja yang bersifat operasional, yang dimaksud dengan

kata kerja operasional adalah kata kerja yang digunakan dapat diukur. Hal

ini terlihat dari desain kedua RPP yang masih menggunakan kata kerja

berupa memahami. Secara lebih rinci rekapitulasi penggunaan kata kerja

pada KD dan Indikator dapat dilihat pada lampiran 21.

Sedangkan apabila dianalisis kelengkapan RPP berdasarkan

ketentuan yang tercantum dalam Permendikbud no. 103 tahun 2014, kedua

RPP dapat dinyatakan cukup baik dan disiplin. Hal ini terlihat dari desain

RPP yang dibuat oleh kedua guru telah menyesuaikan dengan ketentuan

yang tercantum dalam Permendikbud no. 103 tahun 2014, walaupun pada

beberapa bagian RPP masih ada beberapa hal yang belum sesuai, misalnya

ada salah satu guru yang tidak membuat lampiran secara lengkap seperti

LKS atau pada bagian kompetensi inti yang tidak dijabarkan secara

lengkap. Akan tetapi secara keseluruhan desain RPP berdasarkan

Permendikbud no.103 tahun 2014 dapat dikatakan baik.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

87

Dari komponen langkah-langkah pembelajaran juga ditemukan

bahwa desain pembelajaran yang tercantum dalam RPP masih berupa

kegiatan-kegiatan yang hanya mengarahkan siswa pada kemampuan

berpikir tingkat rendah. Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang akan

dilakukan di kelas hanya meminta siswa untuk mengidentifikasi materi-

materi yng terdapat dalam buku paket kemudian mendiskusikannya

didalam kelompok.

Tidak jauh berbeda dengan desain LKS yang dibuat oleh guru,

LKS yang dibuat oleh guru dinilai belum mampu membentuk dan

mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini

terlihat dari soal-soal yang dicantumkan dalam LKS adalah soal-soal

latihan yang terdapat dalam buku paket, selain itu proses

pengerjaannyapun tercantum dalam buku paket. Dengan demikian

pengerjaan soal yang terdapat dalam LKS dapat dilakukan dengan melihat

cara pengerjaan yang tercantum dalam buku paket, sehingga tidak

membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan

soal-soal yang terdapat dalamLKS.

2. Implementasi Pembelajaran Keterampilan Berpikir TingkatTinggi

Untuk mengetahui bahwa guru mata pelajaran ekonomi sudah

melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kriteria keterampilan

berpikir tingkat tinggi, maka peneliti melakukan observasi di kelas X-

MIPA dan XI-IIS. Observasi dilakukan menggunakan 11 pernyataan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

88

dengan mengacu pada kegiatan pembelajaran yang mengarah pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Ada tiga kriteria yang digunakan untuk menilai implementasi

pembelajaran yang mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat

tinggi pada mata pelajaran ekonomi, yaitu kegiatan menganalisis,

mengevaluasi dan mencipta yang tercermin pada strategi, model, dan

metode dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata

pelajaran ekonomi di kelas.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, ditemukan bahwa kedua

guru mata pelajaran ekonomi belum melaksanakan kegiatan pembelajaran

yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan

pembelajaran masih bersifat mengarahkan siswa pada keterampilan

berpikir tingkat rendah terutama pada kemampuan mengingat dan

memahami materi pelajaran. Hal ini terlihat dari strategi, model dan

metode yang digunakan guru di kelas. Berdasarkan observasi yang

dilakukan, terlihat bahwa kedua guru telah menggunakan metode

pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Salah

satu metode yang dinilai dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa

adalah dengan menerapkan metode pembelajaran seperti diskusi dan tanya

jawab.

Akan tetapi, penggunaan metode diskusi dan tanya jawab tidak

secara langsng mengindikasikan bahwa kegiatan pembelajaran yang

dilakukan memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pada saat


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

89

melaksanakan kegiatan pembelajaran guru menerapkan metode diskusi

dan tanya jawab dengan membahas dan mengerjakan soal yang tercantum

dalam LKS. Soal-soal yang tercantum dalam LKS bukan merupakan jenis

soal yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Hal ini

dikarenakan bahan diskusi yang terdapat dalam LKS jawabannya terdapat

dalam buku paket. Dengan demikian siswa dapat dengan mudah

mengerjakannya cukup hanya dengan berpedoman pada cara pengerjaan

yang tercantum dalam bukupaket.

Tentunya kegiatan diskusi semacam ini tidak dapat meningkatkan

keterampilan berpikir siswa. Kegiatan diskusi dan tanya jawab yang baik

adalah dengan membahas dan mengerjakan soal-soal yang sifat

pengerjaannya mewajibkan siswa untuk mencari jawaban secara mandiri

berdasarkan pendapatnya masing-masing kemudian didiskusikan dalam

kelompok.

Berdasarkan analisis yang dilakukan juga terlihat bahwa kedua

guru belum memahami arti dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal

ini terlihat dari hasil kegiatan wawancara pendahuluan dan observasi yang

telah dilakukan. Pada saat melakukan wawancara, salah satu pertanyaan

yang dikemukakan oleh peneliti adalah sudahkah guru menerapkan

pembelajaran yang bersifat mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi. Ketika diajukan pertanyaan demikian guru terlihat bingung

dan kembali mempertanyakan arti konkrit dari keterampilan berpikir

tingkat tinggi. Ketidakpahaman guru akan arti dari keterampilanberpikir


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

90

tingkat tinggi ini juga diperkuat dengan hasil observasi yang dilakukan di

kelas. Di kelas guru tidak menerapkan kegiatan pembelajaran yang dapat

membentuk keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini dikarenakan guru

secara penuh melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan berpedoman

pada RPP, sedangkan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap desain

RPP ditemukan bahwa desain RPP yang dibuat oleh guru tidak memuat

indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu bagaimana

mungkin guru dapat menerapkan pembelajaran yang bersifat mengarahkan

siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi ketika guru tersebut tidak

paham makna dari keterampilan berpikir tingkat tinggi dan bagaimana

mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk melihat apakah guru sudah sungguh-sungguh melaksanakan

pembelajaran sebagaimana yang diamati oleh peneliti selama kegiatan

observasi di kelas, maka peneliti juga mencari informasi dari siswa

melalui pengisian kuesioner. Dengan melihat persepsi siswa terhadap

kinerja guru selama mengajar, maka diharapkan data yang terkumpul

dapat menunjukkan keadaan yang sesungguhnya.

Untuk mengetahuai persepsi siswa terhadap guru dalam

menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengarahkan siswa pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi, peneliti menggunakan teknik

pengumpulan data melalui pengisian kuesioner yang dibagikan pada siswa

kelas X-MIPA dan kelas XII-IIS yang secara keseluruhan berjumlah 80

siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

91

Pada kuesioner persepsi siswa terhadap guru dalam implementasi

pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi

yang melibatkan 3 indikator keterampilan berpikir, yaitu kegiatan

menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Indikator kegiatan

menganalisis memiliki 7 butir pernyataan yang terdapat pada nomor 1, 3,

8,9,11,12,dan15;kegiatanmengevaluasimemiliki6butirpernyataan

yang terdapat pada nomor 2, 5, 6, 7, 13, dan 16; kegiatan mencipta

memiliki9butirpernyataanyangterdapatpadanomor4,10,14,17,18,

19, 20, 21, dan 22; sehingga total soal untuk seluruh indikator adalah 22

pernyataan.

Data hasil kuesioner dianalisis dengan menghitung total skor setiap

siswa dari 22 pernyataan. Berikut ini hasil dari analisis total skor dan

kualifikasi dari persepsi siswa kepada guru pada tabel 5.1.

Tabel 5.1 Hasil Analisis Kuesioner Persepsi Siswa


Skor Kriteria Kelas X Persentase Kelas Persentase
dan X- (%) XI-IS (%)
MIA
66-88 Sangat Baik - 40 100 %
43-65 Baik 25 62,5% - -
22-42 Tidak Baik 15 37,5% - -
Sumber: data primer diolah, 2016

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persepsi siswa pada guru

dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang meningkatkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa melalui perhitungan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

92

hasil kuesioner adalah untuk kelas X dan XI-MIPA dengan kriteria baik

sebanyak 25 siswa dan kriteria tidak baik sebanyak 15 siswa. Untuk

kelas XI-IIS skor untuk keseluruhan kriteria adalah sangat baik yakni

diperoleh skor total dari 40 siswa.

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas(Assesment)

Untuk mengetahui bahwa guru mata pelajaran ekonomi telah

menyusun soal Ujian Tengah Semester (UTS) yang mengarah pada

indikator pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka peneliti

mengumpulkan dokumen berupa soal UTS mata pelajaran ekonomi dari

masing-masing guru yang menjadi subjek dalam penelitian.

Dari kedua soal tersebut kemudian dianalisis tingkat kesesuaiannya

dengan indikator kriteria berpikir tingkat tinggi. Komponen soal dapat

dikatakan memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi ketika

komponen soal menggunakan kata kerja yang mengarahkan siswa pada

kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terhadap dua soal

UTS, ditemukan bahwa penilaian hasil belajar yang dibuat oleh kedua

guru mata pelajaran ekonomi belum mengarah pada indikator pengukuran

keterampilan berpikir tingkat tinggi, hal ini ditunjukkan oleh 40 butir soal

pada masing-masing soal UTS hanya menggunakan kata kerja yang berada

pada kemampuan berpikir tingkat rendah, yakni kemampuan mengingat,

memahami, danmengaplikasikan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

93

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada soal 1, hanya terdapat

tiga butir soal yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi

yang berada pada level C4 yakni kemampuan untuk menganalisis yang

terdapat pada soal no 13, 14, dan 32. Masing-masing butir soal tersebut

memuat kata kerja pengerjaan soal berupa perintah untuk menganalisis

makna transaksi dan menganalisis makna serta keuntunganinvestasi.

Sedangkan pada soal 2, hanya terdapat dua butir soal yang memuat

indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi pada level C$ yakni

kemampuan menganalisis yang terdapat pada soal no 42 dan 45. Masing-

masing butir soal tersebut memuat kata kerja pengerjaan soal berupa

perintah untuk menganalisis alasan kegagalan koperasi di Indonesia dan

perintah untuk menganalisis penyebab kegagalan perusahaannegara.

Sedangkan untuk butir soal lainnya, baik pada soal 1 maupun soal

2 perintah pengerjaan soal masih berada pada indikator keterampilan

berpikir tingkat rendah. Masing-masing butir soal masih menggunakan

kata kerja yang berada pada kemampuan mengingat, memahami, dan

mengaplikasikan. Secara lebih rinci hasil analisis soal UTS 1 dan 2 dapat

dilihat pada lampiran 15 dan 16.

B. Pembahasan HasilPenelitian

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)


Berdasarkan data yang telah dikumpulkan peneliti melalui RPP

yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran ekonomi berupa RPP, pertama

RPP dengan materi Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional dan

RPP kedua dengan materi Pasar dalam Perdagangan. Dari kedua RPP
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

94

tersebut kemudian dianalisis pengembangannya berdasarkan kriteria

indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa kedua

guru mata pelajaran ekonomi belum mampu membuat desain RPP yang

memuat indikator keterampilan berpikir tinggi. Hal ini terlihat dari kata

kerja yang digunakan pada komponen RPP pada bagian:

a. Kompetensidasar

Pada bagian kompetensi dasar, terlihat bahwa penggunaan kata

kerja yang digunakan sudah dapat mengarahkan siswa pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik pada desain RPP 1 maupun

RPP 2. Hal ini terlihat dari kata kerja yang digunakan seperti

mendeskripsikan. Kegiatan mendeskripsikan merupakan proses kognitif

yang berada pada level menganalisis selain itu juga ditemukan proses

kognitif berupa kemampuan mengevaluasi. Akan tetapi hal ini belum

mengindikasikan bahwa guru mampu merumuskan desain RPP yang

mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, hal ini dikarenakan

yang merumuskan komponen komptensi dasar bukan guru melainkan

guru cukup mengutip yang tercantum dalam Permendikbud.

b. Indikator

Pada bagian indikator, kedua guru mata pelajaran ekonomi

belum menggunkan kata kerja yang berada pada level keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Kata kerja yang digunakan oleh kedua guru

dalam desain RPP masih menggunakan kata kerja seperti


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

95

mengidentifikasikan, mengkonstruksi, memahami, menjelaskan,

menyebutkan, mendeskripsikan, merumuskan, dan mengaplikaikan.

Pada komponen indikator terdapat penggunaan kata kerja berupa

mengkonstruksi yang berarti guru meminta siswa untuk membangun

pengertian atau definisi dari sebuah materi pelajaran. Hal ini

menunjukkan bahwa komponen RPP berupa kompetensi dasar masih

berada pada level berpikir tingkat rendah yang berupa kemampuan

mengingat hingga mengaplikasikan.

Ketidakmampuan guru dalam mendesain RPP pada komponen

indikator yang mampu membentuk keterampilan berpikir tingkat tinggi

dikarenakan guru yang belum sepenuhnya paham akan keterampilan

berpikir tingkat tinggi secara kongkrit. Hal ini terlihat dari desain RPP

pada bagian kompetensi dasar, pada bagian kompetensi dasar tertulis

bahwa siswa diminta untuk menganalisis materi pembelajaran dengan

menggunakan kata kerja mendeskripsikan. Kegiatan mendeskripsikan

merupakan kategori proses kognitif yang berada pada level kemampuan

menganalisis. Sedangkan pada bagian indikator guru menguraikan

kegiatan dengan menggunakan kata kerja berupa mengidentifikasi, yang

artinya masih berada pada tahap kemampuanmengingat.

Demikian pula dengan desain RPP 2. Berdasarkan analisis yang

dilakukan, terlihat bahwa guru belum mampu membuat desain RPP yang

memuat indikator berpikir tingkat tinggi. Hal ini dapat dilihat pada

komponen indikator, di antara ketiga belas rumusan indikator hanya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

96

terdapat satu indikator yang merupakan indikator keterampilan berpikir

tingkat tinggi, yakni dengan menggunakan kata kerja berupa

mendeskripsikan. Dengan mengacu pada pendapat Anderson dan

Krathwohl (2015: 101) kata kerja berupa mendeskripsikan merupakan

kategori proses kognitif yang berada pada kemampuan menganalisis. Akan

tetapi penggunaan kata kerja berupa mendeskripsikan yang dicantumkan

guru dalam desain RPP belum mengarah pada keterampilan berpikir

berupa menganalisis sebagaimana yang dimaksud oleh Anderson dan

Krathwohl. Karena dalam hal ini guru menggunakan kata kerja

mendeskripsikan hanya untuk mendeskripsikan materi berupa pengertian,

fungsi, tujuan, dan jenis-jenis APBN sebagaimana yang tercantum dalam

desain RPP. Aktifitas mendeskripsikan sebagaimana yang digambarkan

oleh guru tersebut masih berada pada keterampilan berpikir tingkat rendah

yang berada pada levelmengingat.

c. Langkah-langkah kegiatanpembelajaran

Pada bagian langkah-langkah kegiatan pembelajaran, desain

RPP dengan materi konsep dan kebijakan perdagangan internasional

belum memuat kegiatan pembelajaran yang mampu membangun

keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Rancangan kegiatan

pembelajaran yang didesain hanya berpusat pada kegiatan untuk

membangun kemampuan siswa untuk mengingat dan memahami materi

pembelajaran. Desain kegiatan pembelajaran yang dicantumkan,hanya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

97

berupa desain kegiatan dirancang untuk membangun keterampilan

berpikir siswa pada kemampun untuk mengingat dan memahami.

Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di

kelas hanya meminta siswa untuk mengidentifikasi materi-materi yang

terdapat dalam buku paket kemudian mendiskusikannya didalam

kelompok.

Sedangkan desain RPP dengan materi pasar dalam

perekonomian sudah memuat kegiatan pembelajaran yang mampu

membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Hal ini dapat

dilihat dari desain kegiatan pembelajaran yang dicantumkan, desain

kegiatan pembelajaran dirancang untuk membangun keterampilan

berpikir tingkat tinggi siswa, yaitu berupa kemampuan untuk

menganalisis dan mengevaluasi. Hal ini terlihat dari penggunaan

kegiatan yang akan dilaksanakan, di mana guru mencantumkan

kegiatan mengevaluasi dengan meminta siswa untuk mengevaluasi dan

menganalisis konsep dari materi pembelajaran.

d. Lembar KerjaSiswa

Lembar Kerja siswa merupakan suatu perangkat pembelajaran

yang digunakan oleh guru dengan tujuan untuk melatih kemampuan

berpikir siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Lembar kerja siswa

yang baik adalah lembar kerja yang memuat indikator keterampilan

berpikir tingkat tinggi yang meliputi kemampuan siswa dalam

menganalisis, mengevaluasi, danmencipta.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

98

Suatu LKS dinyatakan baik ketika soal-soal latihan yang

dicantumkan dalam LKS bersifat mengarahkan siswa pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi. Soal yang dicantumkan dalam

LKS akan mampu melatih keterampilan berpikir siswa untuk

menganalisis, mengevaluasi, bahkan hingga mencipta. Oleh karena itu

soal yang dicantumkan harus bersifat melatih siswa untuk berpikir,

dimana jawaban dari setiap soal tidak terdapat dalam buku paket.

Sehingga siswa diarahkan untuk membuat jawaban sendiri berdasarkan

analisis terhadap soal yangdiberikan.

Analisis yang dilakukan pada LKS, ditemukan bahwa soal yang

dicantumkan guru dalam LKS merupakan soal yang dibuat berdasarkan

pertanyaan yang ada pada buku paket dan pengerjaan dari masing-

masing soal dapat dilakukan dengan melihat panduan yang ada pada

buku paket.

Sedangkan apabila dianalisis tingkat kesesuaian RPP dengan

ketentuan yang tercantum pada Permendikbud no. 103 tahun 2014,

terlihat bahwa guru mampu mendesain RPP secara baik sesuai dengan

ketentuan pemerintah.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada

keempat komponen RPP secara keseluruhan yang meliputi kompetensi

dasar, indikator, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan lembar

kerja siswa menunjukkan bahwa nilai tertinggi Ujian Nasional (UN)

yang diraih siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA N8


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

99

Yogyakarta belum menunjukkan bahwa siswa memiliki keterampilan

berpikir tingkat tinggi.

2. Implementasi Pembelajaran Keterampilan BerpikirTingkatTinggi

Kegiatan pembelajaran yang mengarahkandanmembangun keterampilan

berpikir siswa dengan menerapkan strategi,model,dan metode yang

dapat mengarahkan keterampilan berpikirsiswaadalah kegiatan

pembelajaran yang bersifatmenumbuhkanketerampilan

berpikirpadasiswa,terutamaketerampilanberpikirtingkattinggi

seharusnya dilakukan dengan menerapkan model pembelajaranyang

dapat merangsang dan menumbuhkan keaktifan siswa dalam berpikir.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru agar dapat

merangsang dan menumbuhkan keaktifan siswa dalam berpikir adalah

dengan cara melakukan kegiatan diskusi kelompok, tanya jawab, dan

eksperimen. Selain itu, guru dapat memberikan soal tertentu untuk

dipecahkan bersama kemudian memberikan kesempatan kepada siswa

untuk memberikan tanggapan, masukan, atau kritikan terhadap hal-hal

yang telah dipelajari. Dengan demikian siswa tidak hanya memiliki

keterampilan untuk menghafal materi yang telah didapatkan, namun

siswa juga mampu untuk mengkritik, mengembangkan serta

menciptakan hal-hal baru yang berkaitan dengan materi yang telah

dipelajari.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kedua guru yang

mengajar di X-MIPA dan XI-IIS, ditemukan bahwa kedua guru mata


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

100

pelajaran ekonomi melaksanakan kegiatan pembelajaran yang

disesuaikan secara keseluruhan dengan komponen yang dicantumkan

dalam RPP. Selain itu guru juga belum mampu melaksanakan kegiatan

pembelajaran yang mengarah pada indikator keterampilan berpikir

tinggi. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada

bagian:

a. Strategi

Untuk membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi pada

siswa, strategi yang paling tepat untuk digunakan pada kegiatan

pembelajaran adalah strategi inkuiri. Strategi inkuiri menekankan

pada kemampuan berpikir secara kritis dan analitis. Pada strategi

inkuiri metode pembelajaran yang diterapkan adalah diskusi,

pemberian tugas, eksperimen, dan tanya jawab.

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kedua guru mata

pelajaran ekonomi, ditemukan bahwa kedua guru belum mampu

menciptakan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dalam kegiatan pembelajaran

yang dilakukan, terlihat ditemukan bahwa kedua guru sudah

menerapkan metode pembelajaran berupa diskusi dan tanya jawab.

Akan tetapi hal ini belum menunjukkan bahwa kegiatan

pembelajaran yang diterapkan mengarah pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi, hal ini dikarenakan kegiatan tanya jawab dan materi

yangdidiskusikanhanyaberupalembarkerjasiswayangberisi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

101

pertanyaan-pertanyaan sederhana yang berasal dari materi yang

dibahas dalam buku paket dan LKS tersebut belum memuat

pertanyaan-pertanyaan yang mencerminkan kemampuan siswa

dalam berpikir tingkat tinggi. Kegiatan diskusi dan tanya jawab yang

mampu mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi

adalah dengan membahas dan menganalisis fenomena-fenomena

ekonomi kemudian memberikan jawaban-jawaban dan tanggapan

kritis yang mana jawaban terebut tidak tercantum dalam bukupaket.

b. Model

Untuk membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi pada

siswa, model pembelajaran yang paling tepat untuk digunakan

adalah model pembelajaran problem based learning (PBL). Melalui

model PBL maka siswa mampu memecahkan masalah-masalh

ekonomi melalui kasus yang diberikan olehguru.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, ditemukan

bahwa guru sudah menerapkan model PBL dalam kegiatan

pembelajaran. Akan tetapi kasus yang diberikan oleh guru untuk

didiskusikan oleh siswa hanya kasus-kasus sederhana yang berasal

dari materi pembelajaran yang tercantum dalam buku paket.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kegiatan

pembelajaran yang meliputi strategi, metode, dan model,

menunjukkan bahwa nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) yang diraih

siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 8 Yogyakarta belum


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

102

menunjukkan bahwa siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat

tinggi, analisis yang dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran

menunjukkan bahwa siswa hanya mampu berpikir pada level

mengingat, memahami, dan menerapkan.

Sedangkan apabila dilihat dari persepsi siswa terhadap guru,

siswa menilai bahwa guru sudah menerapkan kegiatan pembelajaran

yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini

jelas berbeda dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti

terhadap guru dikelas.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perbedaan

persepsi siswa dengan hasil observasi yang dilakukan. Adapun faktor

tersebuat adalah: (1) siswa menyukai guru ataupun metode

pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran ekonomi,

sehingga pada saat mengisi kuesioner siswa menjadi sangat

subjektif; (2) siswa tidak dapat menangkap maksut yang peneliti

jabarkan pada kuesioner; (3) siswa mengisi kuesioner secara asal

atau sembarangan tanpa membaca apa yang tertuang pada kuesioner.

Dengan melihat ketiga faktor tersebut, maka sangat mungkin terjadi

perbedaan persepsi siswa dengan hasil observasi yang dilakukan

olehpeneliti.

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas(Assesment)

Pelaksanaan Penilaian Kelas (Assesment) merupakan rangkaian

kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan data tentang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

103

proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis

dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna

dalam pengambilan keputusan.

Penilaian terhadap soal ujian dilakukan pada kata kerja yang

digunakan dalam merumuskan soal ujian. Soal ujian dinyatakan

mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi ketika kata kerja

yang digunakan berada pada level kemampuan menganalisis,

mengevaluasi, dan mencipta.

Hasil analisis yang dilakukan terhadap soal UTS yang dibuat oleh

kedua guru mata pelajaran ekonomi, ditemukan bahwa kedua soal ujian

belum mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini

terlihat dari kata kerja yang digunakan dalam soal ujian, kata kerja yang

digunakan kebanyakan hanya berupa perintah yang meminta siswa

untuk menyebutkan definisi dan memberikan contoh. Penggunaan kata

kerja demikian hanya bersifat mengukur dan mengarahkan siswa pada

keterampilan mengingat, memahami, dan mengaplikasikan.

Berdasarkan analisis yang dilakukan pada soal 1, hanya terdapat

tiga butir soal yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat

tinggi yang berada pada level C4 yakni kemampuan untuk menganalisis

yang terdapat pada soal no 13, 14, dan 32. Masing-masing butir soal

tersebut memuat kata kerja pengerjaan soal berupa perintah untuk

menganalisis makna transaksi dan menganalisis makna serta

keuntunganinvestasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

104

Sedangkan pada soal 2, hanya terdapat dua butir soal yang

memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi pada level C$

yakni kemampuan menganalisis yang terdapat pada soal no 42 dan 45.

Masing-masing butir soal tersebut memuat kata kerja pengerjaan soal

berupa perintah untuk menganalisis alasan kegagalan koperasi di

Indonesia dan perintah untuk menganalisis penyebab kegagalan

perusahaan negara.

Sedangkan untuk butir soal lainnya, baik pada soal 1 maupun soal

2 perintah pengerjaan soal masih berada pada indikator keterampilan

berpikir tingkat rendah. Masing-masing butir soal masih menggunakan

kata kerja yang berada pada kemampuan mengingat, memahami, dan

mengaplikasikan.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada

penilaian kelas (assesment), menunjukkan bahwa nilai tertinggi Ujian

Nasional (UN) yang diraih siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA

N 8 Yogyakarta belum menunjukkan bahwa siswa memiliki

keterampilan berpikir tingkat tinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan

bahwa nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) yang diraih siswa pada mata

pelajaran ekonomi di SMA N 8 Yogyakarta belum menunjukkan bahwa siswa

memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal ini dapat dilihat melalui:

1. DesainRPP

Desain RPP yang dibuat memang sudah sesuai dengan

Permendikbud No. 103 tahun 2014. Akan tetapi belum memuat indikator

keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang dilihat melalui analisis pada

komponen kompetensi dasar, indikator dan langkah-langkah desain

pembelajaran.

Pada komponen indikator, guru sudah menggunakan kata kerja

yang merupakan proses kogtif dari kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, hanya terdapat satu indikator yang

merupakan indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi, yakni dengan

menggunakan kata kerja berupa mendeskripsikan. Dengan mengacu pada

pendapat Anderson dan Krathwohl (2015,101) kata kerja berupa

mendeskripsikan merupakan kategori proses kognitif yang berada pada

kemampuan menganalisis. Akan tetapi penggunaan kata kerja berupa

mendeskripsikan yang dicantumkan guru dalam desain RPP belum

105
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

106

mengarah pada keterampilan berpikir berupa menganalisis sebagaimana

yang dimaksud oleh Anderson dan Krathwohl. Karena dalam hal ini guru

menggunakan kata kerja mendeskripsikan hanya untuk mendeskripsikan

materi berupa pengertian, fungsi, tujuan, dan jenis-jenis APBN

sebagaimana yang tercantum dalam desain RPP. Aktifitas

mendeskripsikan sebagaimana yang digambarkan oleh guru tersebut masih

berada pada keterampilan berpikir tingkat rendah yang berada pada level

mengingat.

Kata kerja yang digunakan dalam komponen lain pada desain RPP

yang akan dilakukan hanya merupakan kata kerja yang berada pada

kemampuan berpikir tingkat rendah yakni mengingat dan memahami.

2. Kegiatanpembelajaran

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kedua guru yang

mengajar di X-MIPA dan XI-IIS, ditemukan bahwa kedua guru mata

pelajaran ekonomi belum mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran

yang mengarah pada indikator keterampilan berpikir tinggi. Hal ini terlihat

dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada bagian strategi, metode, dan

model pembelajaran.

Berdasarkan observasi yang dilakukan pada kedua guru mata

pelajaran ekonomi, ditemukan bahwa kedua guru belum mampu

menciptakan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan,


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

107

ditemukan bahwa kedua guru sudah menerapkan metode pembelajaran

berupa diskusi dan tanya jawab.

Akan tetapi hal ini belum menunjukkan bahwa kegiatan

pembelajaran yang diterapkan mengarah pada keterampilan berpikir

tingkat tinggi, hal ini dikarenakan kegiatan tanya jawab dan materi yang

didiskusikan hanya berupa lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan

sederhana yang berasal dari materi yang dibahas dalam buku paket.

Kegiatan diskusi dan tanya jawab yang mampu mengarahkan siswa pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah dengan membahas dan

menganalisis fenomena-fenomena ekonomi kemudian memberikan

jawaban-jawaban dan tanggapan kritis yang mana jawaban terebut tidak

tercantum dalam bukupaket.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti tidak sesuai dengan

persepsi siswa terhadap guru, dimana siswa menilai bahwa kedua guru

telah menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada

keterampilan berpikir tingkat tinggi. Ada beberapa faktor yang dapat

menyebabkan perbedaan persepsi siswa dengan hasil observasi yang

dilakukan. Adapun faktor tersebuat adalah: (1) siswa menyukai guru

ataupun metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran

ekonomi, sehingga pada saat mengisi kuesioner siswa menjadi sangat

subjektif; (2) siswa tidak dapat menangkap maksut yang peneliti jabarkan

pada kuesioner; (3) siswa mengisi kuesioner secara asal atau sembarangan

tanpa membaca apa yang tertuang pada kuesioner. Dengan melihat ketiga
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

108

faktor tersebut, maka sangat mungkin terjadi perbedaan persepsi siswa

dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti.

3. Pelaksanaan Penilaian Kelas (assessment)

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap soal UTS yang

dibuat oleh kedua guru mata pelajaran ekonomi, ditemukan bahwa kedua

soal ujian belum mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hal

ini terlihat dari kata kerja yang digunakan dalam soal ujian, penggunaan

kata kerja hanya mengukur dan mengarahkan siswa pada keterampilan

mengingat, memahami, dan mengaplikasikan.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan seara keseluruhan

terhadap desain RPP, kegiatan pembelajaran, dan teknik penilaian hasil

belajar, dapat disimpulkan bahwa nilai UN tertinggi yang diraih siswa

pada mata pelajaran ekonomi belum menunjukkan bahwa siswa memiliki

keterampilan berpikir tingkattinggi.

Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan

oleh guru mata pelajaran ekonomi hanya menanamkan kemampuan

mengingat, memahami, hingga menerapkan yang merupakan keterampilan

berpikir tingkat rendah. Sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa

meskipun siswa dapat meraih nilai tertinggi dalam UN, akan tetapi

kemampuan berpikir siswa masih berada pada tahapan berpikir tingkat

rendah. Nilai tinggi yang diperoleh siswa belum disertai oleh keterampilan

berpikir tingkat tinggi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

109

B. KeterbatasanPenelitian

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa keterbatasan

penelitian sebagai berikut:

1. Penelitian ini terbatas pada analisis implementasi pembelajaran mata

pelajaran Ekonomi yang mengarah pada kemampuan berpikir tingkat

tinggisiswa.

2. Penelitian ini hanya digeneralisasikan pada guru mata pelajaran ekonomi

kelas X, XI, dan XII, serta siswa kelas X-MIPA, X-IIS dan siswa kelas XI-

IIS, XI-MIPA SMA N 8 Yogyakarta.

3. Instrumen observasi dalam penelitian ini terbatas pada observasi tentang

frekuensi dan terlaksananya kegiatan pembelajaran yang mengarahkan

keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa yang dilakukan oleh guru,

sedangkan observasi mengenai kemampuan siswa dalam berpikir tingkat

tinggi tidakdilaksanakan.

4. Terbatasnya soal Ujian yang diberikan, yaitu hanya berupa soal UTS

sehingga peneliti tidak dapat menganalisis keseluruhan soal yangada.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta

Dengan melihat guru yang belum memahami benar mengenai

keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik melalui desain RPP, kegiatan

pembelajaran, maupun kegiatan assesment berupa pembuatan soal ujian

yang merupakan instrumen pengukuran hasil belajar siswa, sebaiknya


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

110

dilakukan sosialisasi, pelatihan, dan praktik secara langsung mengenai

keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Pelatihan yang dapat dilakukan guna meningkatkan keterampilan

dan pemahaman guru tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat

dilakukan melalui praktik secara langsung. Pada saat pelatihan, oleh

pembimbing guru-guru dapat diminta untuk membuat baik desain RPP,

desain pembelajaran, dan desain soal yang memuat inikator keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Selain itu pembimbing harus secara langsung

membimbing, memantau, dan menilai sejauh mana kemampuan guru

dalam merumuskan baik desain RPP, desain pembelajaran, dan desain

soal.

Praktik dapat dilakukan secara berulang-ulang, sehingga masing-

masing guru memiliki keterampilan yang baik dan secara benar dapat

membuat desain RPP, desain pembelajaran, maupun desain soal yang

memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Untuk desain pembelajaran, guru sebaiknya tidak hanya diminta

untuk membuat desain pembelajaran yang memuat indikator keterampilan

berpikir tingkat tinggi. Akan tetapi guru juga harus mempraktikkannya

secara langsung di hadapan pembimbing. Setelah pelaksanaan pelatihan,

guru tidak dilepas begitu saja, melainkan harus dilakukan pengecekan

secara berkala ke setiap sekolah di mana guru mengajar. Untuk

pengecekan desain RPP dapat dilakukan di awal semester, untuk desain

dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan beberapakali


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

111

dalam satu bulan, sedangkan untuk pembuatan soal dapat dilakukan

pengecekan paling sedikit setiap sebelum dilaksanakannya ulangan, baik

UTS maupun ulangan akhir semester.

Pengecekan dapat dilakukan secara mendadak guna memastikan

guru secara sungguh-sungguh menerapkan hal-hal yang telah dipraktikkan

selamapelatihan.

2. Guru Mata PelajaranEkonomi

Dengan melihat guru yang belum memahami benar mengenai

keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik melalui desain RPP, kegiatan

pembelajaran, maupun kegiatan assesment berupa pembuatan soal ujian

yang merupakan instrumen pengukuran hasil belajar siswa, sebaiknya guru

mengikuti pelatihan mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk

meningkatkan pemahaman guru mengenai keterampilan berpikir tingkat

tinggi itu sendiri, sehingga guru dapat menerapkan dalam desain RPP,

proses pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian kelas (assesment).

3. PenelitiSelanjutnya

Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sama dengan

penelitian ini dapat menambahkan masalah lain yang lebih mendalam dan

dilihat dari perspektif yang berbeda sehingga dapat memperkaya ilmu

pengetahuan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

112

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L.W. dan Krathwohl, D.R. 2015. Kerangka Pembelajaran, Pengajaran


dan Assesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Arifin. 2010. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Arikunto. 2014. Evaluasi Program Pendidikan Edisi kedua. Jakarta: BumiAksara

Ghani. 2011. Berpikir Tingkat Tinggi Jurnal Pendidikan. Vol. 1,No. 2, Januari
2011, 125-129

Heong, Y. M.,Othman, W.D.,Md Yunos, J., Kiong, T.T., Hassan, R., &
Mohamad, M.M. 2011. The Level of Marzano Higher Order Thinking Skills
Among Technical Education Students . International Journal of Social and
humanity, Vol. 1,No. 2, July 2011,121-125

Krathwohl, D. R.2002. A revision of Bloom‟s Taxonomy: an overview – Theory


Into Practice, College of Education, The Ohio State University Pohl. 2000.
Learning to think, thinking to learn: ( tersedia di
www.purdue.edu/geridiakses 24 Pebruari 2016)

Krathwohl, D.R. & Anderson, L.W.2001. A Taxonomy For Learning, Teaching,


And Assesing; A Revision Of Bloom’s Taxonomy Of Education Objective:(
tersedia di www.purdue.edu/geri diakses 24 Februari 2016)

Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.


Yogyakarta: Kanisius

Muhubbin. Syah. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: Raya Grafindo Persada

Puskur Balitbang Depdiknas (2003) eprints.ums.ac.id/25287/13/


Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D.Bndung:
Alfabeta

Surachman. 2010. Implementasi Berpikir Tingkat Tinggi Jurnal Pendidikan


Nasional. Vol. 1,No. 5, Agustus 2010, 118-121

Salinan Lampiran Permendigbud No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
2015.Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Salinan Lampiran Permendigbud No. 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran


Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah 2014. Jakarta: Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

113

Salinan Lampiran Permendigbud No. 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil
Belajar Oleh Pendidik PadaPendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
2014. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RepublikIndonesia.

Salinan Lampiran Permendigbud No. 53 Tahun 2015 Tentang Penilaian Hasil


Belajar Oleh Pendidik PadaPendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
2014. Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RepublikIndonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

114
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

115
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

117
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

118
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

119
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

120
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

121
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

122
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

123

Berilah tanda centang (√ ) pada kolom yang sesuai dengan opini Anda terhadap
kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru ekonomi Anda dengan masing-
masing pilihan berikut ini:
SL untuk jawaban selalu, SR untuk jawaban sering, JR untuk jawaban Jarang dan
TP untuk jawaban tidak pernah.

NamaGuru :
Kelas :
Jurusan :

No Keterangan SL SR JR TP

1 Guru membimbing siswa agar dapat


membandingkan pendapat seseorag dengan
pendapat orang yang lain

2 Guru mengajarkan siswa dengan berbagai


metode seperti diskusi kelompok,
presentasi, tanya-jawab dll.

3 Guru memberikan soal untuk dipecahkan


dalam diskusi kelompok, dimana jawaban
dari soal yang diberikan tidak terdapat
dalam buku paket. Untuk menjawab
pertanyaan yang diberikan siswa harus
menganalisis dengan hasil pemikiran
sendiri

4 Guru mengarahkan siswa untuk mencari


informasi lain untuk melengkapi
pengetahuan siswa mengenai materi
pelajaran ekonomi

5 Guru memberikan soal untuk dikerjakan


siswa saat melaksanakan kegiatan diskusi
kelompok

6 Guru membantu menghubungkan materi


ekonomi dengan perkembangan ekonomi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

124

saat ini

7 Guru membantu siswa membuat


kesimpulan dengan kata-kata sendiri
setelah pelajaran ekonomi selesai

8 Guru membantu siswa menemukan


masalah-masalah ekonomi yang muncul
dalam perekonomian

9 Guru meminta siswa untuk mengikuti


perkembangan perekonomian Indonesia
melalui media sosial (facebook,
kompas.com, detik.com) atau pun media
cetak (koran, majalah, buku)

10 Guru meminta siswa untuk memberikan


masukan, tanggapan, dan kritik terhadap
peristiwa ekonomi yang ditemukan siswa

11 Guru membimbing siswa agar mampu


menguraikan materi ekonomi dengan
membuat peta konsep atau mind mapping

12 Guru mengarahkan siswa untuk


menemukan berbagai permasalahan
ekonomi dari pengamatan yang dilakukan

13 Melalui pelajaran ekonomi guru membantu


siswa menciptakan peluang usaha

14 Guru meminta siswa untuk mencari


informasi dari sumber lain mengenai
ekonomi agar dapat meningkatkan
kemampuan siswa untuk berpikir secara
kritis

15 Guru membimbing siswa agar dapat


mengkritisi pendapat para pakar ekonomi
apabila teori yang terdapat dalam buku
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

125

tidak sesuai dengan fakta kehidupan sehari-


hari

16 Guru membimbing siswa agar dapat


merencanakan langkah-langkah ilmiah
untuk memecahkan masalah ekonomi

17 Guru membimbing siswa untuk


mengembangkan bagan arus dalam
menjelaskan permasalahan-permasalahan
ekonomi

18 Guru membimbing siswa agar dapat


mengimplementasikan materi ekonomi
dalam tindakan sehari-hari siswa

19 Guru mengarahkan siswa untuk menulis


tulisan ilmiah meteri ekonomi secara
sistematis

20 Guru meminta siswa untuk menuliskan


pemikiran-pemikiran siswa dalam bidang
ekonomi dalam sebuah karangan ilmiah

21 Guru mengarahkan siswa untuk dapat


membangun usaha kecil dengan teman-
teman untuk dijual di sekolah ataupun di
luar sekolah

22 Guru membantu siswa dalam membuat


dugaan-dugaan (hypotesis) sebagai
jawaban sementara atas permasalahan-
permasalahan yang belum siswa amati
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

126

Instrumen Observasi Aktivitas Guru di Kelas

No Aspek yang diamati Keterangan


Ya Tidak
1 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru tidak
terlalu banyak menggunakan metode ceramah untuk
menjelaskan materi
2 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru
menerapkan metode pembelajaran yang menumbuhkan
partisipasi siswa seperti diskusi dan memecahkan
masalah
3 Guru selalu berjalan keliling ruangan kelas untuk
memantau aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi guna
memastikan bahwa setiap siswa terlibat dan berpartisipasi
dalam kegiatan diskusi
4 Ketika melaksanakan kegiatan dikusi guru selalu
memberikan soal untuk dipecahkan oleh siswadalam
kelompok
5 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru selalu
mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
6 Guru melaksanakan pembelajaran yang sangat sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai
7 Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih baik
dibandingkan yang tertera pada RPP
8 Metode yang digunakan guru dalam mengajar selalu
dapat menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalamkgiatan
pembelajaran
9 Guru mampu selalu merespon positif partisipasi siswa
dalam kegiatan pembelajaran
10 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru selalu
meminta siswa untuk mengamati masalah atau fenomena
ekonomi kemudian memberikan tanggapan mengenai
masalah atau fenomena tersebut
11 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru
mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

127

Instrumen Analisis RPP

No Aspek Kriteria Penilaian Keterangan


Ya Tidak
1 Komptensi Memuat keterampilan
Dasar menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta
2 Indikator Memuat keterampilan
menganalisis,mengevaluasi,
dan mencipta
3 Langkah- Memuat keterampilan
langkah menganalisis,mengevaluasi,
Pembelajaran dan mencipta
4 Lembar Kerja Memuat keterampilan
Siswa menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

128

Tabel Kesesuaian Desain RPP Mata Pelajaran Ekonomi dengan


Permendikbud No. 103 tahun 2014

Komponen Keterangan
Lengkap Tidak
Indentitas Mata Pelajaran

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Inti
a. Mengamati

b.Menanya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

129

Komponen
Keterangan

Lengkap Tidak
c. Mengumpulkan
informasi
d.Mengasosiasi

e. Mengkomunikasikan

Kegiatan Penutup

Penilaian, Remedial, dan


Pengayaan

Media, Bahan, dan Sumber


Belajar

Lampiran-lampiran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

130

Instrumen Analisis Kegiatan Penilaian Kelas (Assesment)

Kriteria Kata Kerja Keterangan


Penilaian Ya Tidak
Menggunakan Merancang
kata kerja yang Membangun
memuat indikator Merencanakan
keterampilan Menciptakan
berpikir yang Merancang
berada padalevel Membuat
mencipta
Menggunakan Mengecek
kata kerja yang Menduga
memuat indikator Mengkritik
keterampilan Mencoba
berpikir yang Menilai
berada pada level Menguji
mengevaluasi Mendeteksi
Memantau
Menggunakan Membandingkan
kata kerja yang Mengorganisasikan
memuat indikator Mengkonstruksi
keterampilan Mengaitkan
berpikir yang Menguraikan
berada pada level Menemukan
menganalisis Menyusun
Menghubungkan
Membedakan
Memberi contoh
Menafsirkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

131

Menceritakan
Menerangkan
Mengartikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

132

Pedoman wawancara guru Mata Pelajaran Ekonomi

No Butir Pertanyaan Jawaban

1 Apakah guru menerapkan kegiatan Keterampilan berpikir tingkat


pembelajan yang bersifat mengarahkan tinggi itu seperti apa mekanisme
siswa pada keterampilan berpikir tingkat penerapannya?
tinggi?

2 Apakah ada hambatan yang berasal dari Tidak ada, sejauh ini masih lancar
dalam diri guru terkait metode, teknik, belum ada hambatan.
dan model dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran yang
meningkatkan kemampuan berpikir
siswa?

3 Apakah ada hambatan yang berasal dari Ada, siswa yang cenderung
dalam diri siswa terkait kesesuaian kurang kooperatif dalam
model, teknik, dan metode dalam mengikuti pelaksanaan
melaksanakan kegiatan pembelajaran pembelajaran di kelas.
yang meningkatkan kemampuan berpikir
siswa?

4 Dalam melaksanakan kegiatan Selama pembelajaran metode


pembelajaran, apakah guru tidak terlalu yang diterapkan tidak hanya
banyak menerapkan metode ceramah. ceramah, tetapi ada penerapan
Metode ceramah hanya digunakan ketika metode lain juga seperti diskusi
menjelaskan materi tertentu yang cukup dan tanya jawab.
sukar?

5 Apakah guru mampu menerapkan Sejauh ini mampu, hanya saja


model, teknik dan metode pembelajaran kadang-kadang siswa kurang
yang mampu menumbuhkan partisipasi kooperatif.
siswa melalui kegiatan diskusi dan
memecahkan masalah?

6 Ketika melaksanakan kegiatan Sejauh ini metodepembelajaran


pembelajaran apakah guru menerapkan yang diterapkan hanya yang
metode pembelajaran yang sederhana saja, karena adanya
menumbuhkan partisipasi siswa seperti keterbatasan waktu.
presentasi dan tanya jawab, debat dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

133

lain sebagainya?

7 Apakah guru selalu berjalan keliling Cukup sering, karena itu penting
ruangan kelas untuk memantau aktivitas untuk memantau aktivitas belajar
siswa dalam kegiatan diskusi guna siswa secara keseluruhan.
memastikan bahwa setiap siswa terlibat
dan berpartisipasi dalam kegiatan
diskusi?

8 Ketika melaksanakan kegiatan dikusi Biasanya soal yang diberikan


apakah guru selalu memberikan soal berupa lembar LKS, dikerjakan
untuk dipecahkan oleh siswa dalam kemudian didiskusikan bersama.
kelompok?

9 Ketika melaksanakan kegiatan Sering.


pembelajaran apakah guru selalu
mengaitkan materi dengan pengetahuan
lain yang relevan?

10 Apakah guru melaksanakan kegiatan Pelaksanaan kegiatan


pembelajaran lebih baik dibandingkan pembelajaran sepenuhnya
yang tertera pada RPP? berpedoman pada desain RPP

11 Apakah guru Guru melaksanakan Ya, Pelaksanaan kegiatan


kegiatan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran sepenuhnya
yang tertera pada RPP? berpedoman pada desain RPP

12 Apakah metode yang digunakan guru Sejauh ini sudah, akan tetapi
dalam mengajar dapat menumbuhkan terkadang hanya mampu
partisipasi aktif siswa dalam kgiatan membangkitkan partisipasi
pembelajaran? sebagian siswasaja.

13 Apakah guru mampu merespon positif Sejauh ini guru selalu berusaha
partisipasi siswa dalam kegiatan untuk merespon positif setiap
pembelajaran? tanggapan maupun pendapat
siswa.

14 Apakah dalam melaksanakan kegiatan Sejauh ini pernah, akan tetapi hal
pembelajaran, guru meminta siswa untuk tersebut jarang dilakukan. Guru
mengamati masalah atau fenomena lebih sering melaksanakan
ekonomi kemudian memberikan pembelajaran sesuai kontek yang
tanggapan mengenai masalahatau tercantum dalam buku paket.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

134

fenomena tersebut?

15 Apakah dalam melaksanakan kegiatan Cukup sulit, karena banyaknya


pembelajaran, guru mampu mengelola materi yang perludisampaikan
waktu dengan efektif dan efisien? sedangkan alokasi waktu yang
diberikan hanya sedikit.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

135
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

136
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

137
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

138
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

139
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

140
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

141
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

142
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

143
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

144
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

145
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

146
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

147
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

148
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

149
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

150

Hasil Analisis RPP 1


Materi Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

No Aspek Kriteria Penilaian Keterangan


Ya Tidak
1 Komptensi Memuat keterampilan √
Dasar menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta
2 Indikator Memuat keterampilan √
menganalisis,mengevaluasi,
dan mencipta
3 Langkah- Memuat keterampilan √
langkah menganalisis, mengevaluasi,
Pembelajaran dan mencipta
4 Lembar Kerja Memuat keterampilan √
Siswa menganalisis,mengevaluasi,
dan mencipta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

151

Hasil Analisis RPP 2

Hasil Evaluasi Materi Pasar dalam Perekonomian

No Aspek Kriteria Penilaian Keterangan


Ya Tidak
1 Komptensi Memuat keterampilan √
Dasar menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta
2 Indikator Memuat keterampilan √
menganalisis,mengevaluasi,
dan mencipta
3 Langkah- Memuat keterampilan √
langkah menganalisis,mengevaluasi,
Pembelajaran dan mencipta
4 Lembar Kerja Memuat keterampilan - -
Siswa menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta
Keterangan: tanda strip (-) menunjukkan bahwa guru tidak membuat
LKS.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

152

Hasil Analisis Kegiatan Observsi Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran


Materi pembelajaran Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

No Aspek yang diamati Keterangan


Ya Tidak
1 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru tidak √
terlalu banyak menggunakan metode ceramah untuk
menjelaskan materi
2 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru √
menerapkan metode pembelajaran yang menumbuhkan
partisipasi siswa seperti diskusi dan memecahkan
masalah, yang mana jawaban dari masalah yang dibawas
tidak tercantum dalam buku melainkan murnihasil
pemikiran siswa
3 Guru selalu berjalan keliling ruangan kelas untuk √
memantau aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi guna
memastikan bahwa setiap siswa terlibat dan berpartisipasi
dalam kegiatan diskusi
4 Ketika melaksanakan kegiatan dikusi guru selalu √
memberikan soal untuk dipecahkan oleh siswa
dalamkelompok
5 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru selalu √
mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
6 Guru melaksanakan pembelajaran yang sangat sesuai √
dengan tujuan yang akan dicapai
7 Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih baik √
dibandingkan yang tertera pada RPP
8 Metode yang digunakan guru dalam mengajar selalu √
dapat menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalamkgiatan
pembelajaran
9 Guru mampu selalu merespon positif partisipasi siswa √
dalam kegiatan pembelajaran
10 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru selalu √
meminta siswa untuk mengamati masalah atau fenomena
ekonomi kemudian siswa menganalisis dan memberikan
kritik serta tanggapan mengenai masalah atau fenomena
tersebut
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

153

11 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru √


mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien

Hasil Analisis Kegiatan Observasi Pelaksanaan Kegiatan pembelajaran


Materi Pasar dalam Perekonomian

No Aspek yang diamati Keterangan


Ya Tidak
1 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran guru tidak √
terlalu banyak menggunakan metode ceramah untuk
menjelaskan materi
2 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru √
menerapkan metode pembelajaran yang menumbuhkan
partisipasi siswa seperti diskusi dan memecahkan
masalah, yang mana jawaban dari masalah yang dibawas
tidak tercantum dalam buku melainkan murnihasil
pemikiran siswa
3 Guru selalu berjalan keliling ruangan kelas untuk √
memantau aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi guna
memastikan bahwa setiap siswa terlibat dan berpartisipasi
dalam kegiatan diskusi
4 Ketika melaksanakan kegiatan dikusi guru selalu √
memberikan soal untuk dipecahkan oleh siswadalam
kelompok
5 Ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran guru selalu √
mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
6 Guru melaksanakan pembelajaran yang sangat sesuai √
dengan tujuan yang akan dicapai
7 Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih baik √
dibandingkan yang tertera pada RPP
8 Metode yang digunakan guru dalam mengajar selalu √
dapat menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam kgiatan
pembelajaran
9 Guru mampu selalu merespon positif partisipasi siswa √
dalam kegiatan pembelajaran
10 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru selalu √
meminta siswa untuk mengamati masalah atau fenomena
ekonomi kemudian siswa menganalisis dan memberikan
kritik serta tanggapan mengenai masalah atau fenomena
tersebut
11 Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru √
mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

154

Hasil Analisis Kegiatan Penilaian Kelas (Assesment)

Soal XI-MIPA√

No Kata Kerja/Perintah Indikator/Proses Keterangan


Soal Pengerjaan Soal Kognitif
HOTS Tidak

1 Mengingat kembali Pengertian Mengingat √


indeksharga

2 Mengidentifikasi peran indeks Mengingat √


hargaprodusen

3 Mengidentifikasi peran indeks Mengingat √


harga

4 Mengimplementasikan Mengaplikasikan √
penggunaan rumus agregatif

5 Mengimplementasikan Mengaplikasikan √
penggunaan rumus laspayres

6 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


inflasi

7 Mengidentifikasi penyebab inflasi Mengingat √

8 Menyimpulkan laju inflasi Memahami √

9 Mengklasifikasi jenis inflasi Memahami √

10 Mengidentifikasi dampak inflasi Mengingat √

11 Mengingat kembali peran Megingat √


kebijakanmoneter

12 Mengidentifikasi faktor yang Mengingat √


mempengaruhi (D)uang

13 Mendeskripsikan motif spekulasi Menganalisis √

14 Mendeskripsikan motif transaksi Menganalisis √

15 Mengidentifikasi peran kebijakan Mengingat √


moneter dan fiskal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

155

16 Mengidentifikasi peran pemerintah Mengingat √


dalam menetapkan harga

17 Mengidentifikasi instrumen Mengingat √


kebijakanmoneter

18 Mengidentifikasi peran badan Mengingat √


usaha danperusahaan

19 Mengklasifikasikan peran badan Memahami √


usaha

20 Mengklasifikasi ciri BUMN Memahami √

21 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


perolehanlaba

22 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


perolehanlaba

23 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


perolehanSHU

24 Mengidentifikasi pengertian Mengingat √


merger

25 Mengklasifikasi manfaat pasar Memahami √


modal

26 Mengidentifikasi pengertian Mengingat √


kreditor

27 Mengingat kembali fungsi Mengingat √


keuangan

28 Mengklasifikasikan ciri pasar Memahami √


sekunder

29 Mengingat kembali tugas wali Mengingat √


amanat

30 Mengklasifikasikan karakteristik Memahami √


pasar uang dan pasarmodal

31 Mengklasifikasikan produk pasar Memahami √


uang

32 Mendeskripsikan makna investasi Menganalisis √


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

156

33 Mengklasifikasikan kelebihan dan Memahami √


kekurangan berinvestasi di
pasarmodal

34 Mengeksekusi perhitungan capital Mengaplikasikan √


gain

35 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


current YelidObligasi

36 Menjelaskan penyebab inflasi Memahami √

37 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


perolehanlaba

38 Mengilustrasikan capital gain dan Memahami √


capital loss

39 Mengeksekusi perhitungan SHU Mengaplikasikan √

40 Mengeksekusi perhitungan Mengaplikasikan √


current YelidObligasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

157

Hasil Analisis Kegiatan Penilaian Kelas (Assesment)

Soal XI-IIS

No Kata Kerja/Perintah Indikator/Proses Keterangan


Soal Pengerjaan Soal Kognitif
HOTS Tidak

1 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


indeksharga

2 Mengingat kembali penyebab Mengingat √


timbulnyainflasi

3 Menidentifikasikan penyebab Mengingat √


inflasi

4 Mengidentifikasikan kurva Mengingat √


penyebab terjadinyainflasi

5 Mengidentifikasi kurva penyebab Mengingat √


terjadinya inflasi

6 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


inflasi

7 Memprediksi upaya pengendalian Memahami √


inflasi

8 Mengidentifikasikan kebijakan Mengingat √


penanggulangan inflasi

9 Mengidentifikasikan pihak yang Mengingat √


diuntungkan dengan adanya
inflasi

10 Mengelompokkan kebijakan Memahami √


penanggulangan inflasi

11 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


kebijakanmoneter

12 Mengidentifikasikan tujuan Mengingat √


kebijakan moneter

13 Mengingat kembali tujuan Mengingat √


kebijakanmoneter

14 Mengelompokkan kebijakan Memahami √


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

158

penekanan laju inflasi

15 Mengelompokkan instrumen Memahami √


kebijakan moneter dan kebijakan
fiskal

16 Mengelompokkan kebijakan Memahami √


perbaikanperekonomian

17 Mengidentifikasikan lembaga Mengingat √


sistem keuangan nonmoneter

18 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


kebijakanfiskal

19 Mengidentifikasi manfaat Mengingat √


keuntungan anggaransurplus

20 Mengelompokkan jenis kebijakan Memahami √


fiskal

21 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


dan jenis badanusaha

22 Mengidentifikasikan jenis-jenis Mengingat √


badanusaha

23 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


koperasi

24 Mengidentifikasikan peran Mengingat √


BUMN

25 Mengingat kembalipengertian dan Mengingat √


jenis badan usaha

26 Mengidentifikasikan kebaikan Mengingat √


BUMN

27 Mengidentifikasikan kebaikan Mengingat √


BUMS

28 Mengingat kembali kelemahan Mengingat √


BUMS

29 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


Trust

30 Memberi contoh BUMN Memahami √


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

159

31 Mengingat kembali macam- Mengingat √


macam metode indeksharga

32 Mengimplementasikan upaya Mengaplikasikan √


pengendalianperekonomian

33 Mengidentifikasikan instrumen Mengingat √


kebijakanmoneter

34 Mengelompokkan upaya-paya Memahami √


untuk mengurangiinflasi

35 Mengelompokkan jenis-jenis Memahami √


kebijakanfiskal

36 Mengidentifikasikan pengertian Mengingat √


dari jenis-jenisBUMS

37 Mengidentifikasikan pengertian Mengingat √


dari jenis-jenis badanusaha

38 Mengidentifikasikan penunjang Mengingat √


pasarmodal

39 Mengidentifikasikan produk pasar Mengingat √


modal

40 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


pasarmodal

41 Mengingat kembali jenis-jenis Mengingat √


koperasi

42 Menganalisis penyebab kegagalan Menganalisis √


koperasi di Indonesia

43 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


kartel

44 Mengingat kembali pengertian Mengingat √


Trust

45 Menganalisis penyebab kegagalan Menganalisis √


perusahaan negara
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

160

Rangkuman Hasil Uji Validitas Dan Reliabilitas Angket Evaluasi Persepsi


Siswa Terhadap Implementasi Pembelajaran Yang Mengarahkan Siswa
Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata PelajaranEkonomi

No Butir r hitung r tabel Keterangan


(N=80, ά=5%)
Instrumen
1 0,342 0,220 Valid
2 0,447 0,220 Valid
3 0,273 0,220 Valid
4 0,392 0,220 Valid
5 0,514 0,220 Valid
6 0,397 0,220 Valid
7 0,566 0,220 Valid
8 0,545 0,220 Valid
9 0,388 0,220 Valid
10 0,531 0,220 Valid
11 0,618 0,220 Valid
12 0,525 0,220 Valid
13 0,389 0,220 Valid
14 0,503 0,220 Valid
15 0,612 0,220 Valid
16 0,592 0,220 Valid
17 0,494 0,220 Valid
18 0,677 0,220 Valid
19 0,622 0,220 Valid
20 0,603 0,220 Valid
21 0,400 0,220 Valid
22 0,620 0,220 Valid
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

161

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 64 98.5

Excludeda 1 1.5

Total 65 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.720 23

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

VAR00025 3.64 3.798 64

VAR00026 3.67 .473 64

VAR00027 3.47 .590 64

VAR00028 3.20 .739 64

VAR00029 3.33 .619 64

VAR00030 2.84 .761 64

VAR00031 3.02 .678 64

VAR00032 2.52 .836 64

VAR00033 2.33 .927 64

VAR00034 2.08 .822 64

VAR00035 2.83 .725 64

VAR00036 2.64 .743 64

VAR00037 3.34 .623 64

VAR00038 3.31 .614 64


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

162

VAR00039 2.27 .963 64

VAR00040 2.55 .795 64

VAR00041 2.70 .867 64

VAR00042 3.05 .628 64

VAR00043 2.08 .860 64

VAR00044 1.78 .826 64

VAR00045 2.06 .941 64

VAR00046 2.52 .854 64

skor 61.22 10.490 64

Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

122.44 440.187 20.981 23


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

163

Hasil Uji Reliabilitas Kegiatan Menganalisis

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 80 98.8

Excludeda 1 1.2

Total 81 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 80 98.8

Excludeda 1 1.2

Total 81 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

VAR00001 3.42 3.430 80

VAR00002 3.45 .593 80

VAR00003 2.48 .856 80

VAR00004 2.31 .963 80

VAR00005 2.75 .720 80

VAR00006 2.65 .731 80

VAR00007 2.14 .964 80

VAR00008 19.20 4.946 80


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

164

Scale Statistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

38.40 97.863 9.893 8


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

165

Hasil Uji Reliabilitas Kegiatan Mengevaluasi

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 80 98.8

Excludeda 1 1.2

Total 81 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.756 7

ItemStatistics

Mean Std. Deviation N

VAR00001 3.65 .480 80

VAR00002 3.29 .640 80

VAR00003 2.85 .797 80

VAR00004 2.91 .697 80

VAR00005 3.34 .615 80

VAR00006 2.48 .842 80

VAR00007 18.51 2.643 80

ScaleStatistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

37.02 27.949 5.287 7


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

166

Hasil Uji Reliabilitas Kegiatan Mencipta

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 80 98.8

Excludeda 1 1.2

Total 81 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.729 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

167

ItemStatistics

Mean Std. Deviation N

VAR00001 3.01 .834 80

VAR00002 2.05 .840 80

VAR00003 3.31 .628 80

VAR00004 2.61 .849 80

VAR00005 3.00 .656 80

VAR00006 2.00 .000 80

VAR00007 1.65 .797 80

VAR00008 2.15 .901 80

VAR00009 4.00 .000 80

VAR00010 23.79 3.426 80

ScaleStatistics

Mean Variance Std. Deviation N of Items

47.58 46.956 6.852 10


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

168
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

169
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

170
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

171
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

172
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

173
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

174
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

175
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

176
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

177
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

178
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

179
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

180
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

181
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

182
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

183
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

184
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

185
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

186
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

187
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

188
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

189
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

190
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

191
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

192
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

193
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

194
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

195
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

196
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

197
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

198
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

199
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

200
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

201
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

202
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

203
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

204
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

205
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

206
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

207
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

208
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

209
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

210
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

211
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

212
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

213
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

214

KELOMPOK KATA KERJA OPERASIONAL INDIKATOR UNTUK


ASPEK KOGNITIF PADA DESAIN RPP

NO Rumusan Indikator Tingkatan Taksonomi Bloom


Aspek Kognitif
C1 C2 C3 C4 C5 C6

1 Kompetensi Dasar 0 1 1 7 1 0

Sub Total &Persentase 0% 10% 10% 70% 10% 0%


(%)

2 Indikator 5 9 1 2 0 0

Sub Total &Persentase 29,41% 52,94% 5,88% 11,76 0% 0%


(%) %

Total &Persentase 5 10 2 9 1 0
(%)