Anda di halaman 1dari 28

A.

IDENTITAS KLIEN DAN KELUARGA


Tanggal masuk : 03 november 2018
Tanggal pengkajian : 04 november 2018
1. Identitas Klien
Nama : Tn. D
Usia : 48 Tahun
No. RM : 0867xx
Jenis kelamin : Laki – laki
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa
Status Perkawinan : Menikah
Alamat : Semarang
Pendidikan Terakhir : SMA
Diagnosa Medis : GEDS
Kelas Ruangan :I
DPJP : dr. Diana
Jaminan : BPJS Non PBI

2. Identitas Penganggung Jawab


Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : perempuan
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : semarang
Hubungan dengan Klien : istri
B. RESUME ASUHAN KEPERAWATAN
1. Riwayat penyakit sekarang
Pada tanggal 03 November 2018 pasien dan keluarga datang ke IGD
RSWN dengan keluhan lemas, mual, sudah 3 hari pasien mengeluh BAB
5–10x/hari dengan konsistensi cair berwarna kuning kehijauan dan
berlendir, serta pasien mengeluh tidak nafsu makan. Hasil pemeriksaan di
IGD didapatkan hasil TD:100/60mmHg, S:368’C, N:99x/m, RR:20x/m.
Di IGD pasien mendapatkan terapi RL 20tpm. Kemudian pasien
disarankan untuk rawat inap di ruang Arimbi
2. Data fokus
No Data fokus Etiologi Masalah
1 DS : Defisit volume Out put yang
 klien mengatakan badan cairan dan berlebihan
lemes elektrolit
DO :
 Klien tampak lemah,
 BAB cair 5 – 10x/hari,
 Turgor <
 Mata cekung
 Bibir kering
TTV:
 TD : 90/60 mmHg
 HR : 99 x/menit
 RR : 20x/menit
 S : 36,8˚C
2 DS : Intake nutrisi Defisit nutrisi
- Pasien mengatakan perut inadekuat
terasa mual
- Pasien mengatakan nafsu
makan menurun,

2
makanan tidak dihabiskan
DO :
 makanan yang disajikan
hanya dimakan ¼ porsi
dari yang dihidangkan
- A:
 TB : 160 cm
 BB : 50 kg
 IMT : 19,5 kg/m³
- B:
 Hb : 12,2 gr/dL
- C:
 Mata tampak cekung,
turgor kulit <, pasien
tampak lemah, mukosa
bibir tampak kering
-D:
 Diit TKTP rendah
serat

3. Intervensi
No Dx Tujuan dan Kritreria Rencana
Hasil
1. Defisit volume Setelah dilakukan 1. Monitor TTV
cairan dan tindakan asuhan 2. Observasi intake output
elektrolit b.d keperawatan selama 3. Monitor turgor kulit dan
out put yang 2x24 jam, diharapkan kelembaban mukosa
berlebihan Defisit volume cairan 4. Dorong klien untuk
dapat teratasi dengan menambah intake oral
kriteria hasil : 5. Kolaborasi dengan tim

3
1. Mempertahankan medis
balance cairan
2. TTV dalam batas
normal
3. Tidak ada tanda –
tanda dehidrasi,
elastisitas turgor
baik, membrane
mukosa lembab
2. Defisit nutrisi Setelah dilakukan 1. Monitor intake nutrisi
b/d intake tindakan asuhan 2. Monitor mual muntah
nutrisi keperawatan selama 3. Diskusikan dan jelaskan
inadekuat 3x24 jam, diharapkan tentang pembatasan diit
masalah defisit nutrisi pada pasien diare
teratasi dengan kriteria (makanan yang berserat
hasil : tinggi, berlemak, terlalu
 Intake makanan panas atau dingi, susu)
dan cairan adekuat 4. Berikan edukasi tentang
 Tidak terjadi pentingnya asupan
penurunan berat nutrisi saat diare
badan yang berarti 5. Dorong klien untuk
 Ada peningkatan makan atau minum
nafsu makan sedikit sedikit tapi sering
6. Sajikan makanan saat
hangat
7. Kolaborasi dengan tim
kesehatan lain
 Diit TKTP rendah
serat

4
4. Implementasi
No No Dx Waktu Tindakan Respon pasien
1. 1. 09.00 1. Memonitor TTV S:
dan monitor ps mengeluh mual, lemas,
keadaan umum BAB 10x
O:
TD : 90/70 mmHg
HR : 100 x/menit
RR : 20x/menit
S : 36,8˚C
Ps tampak lemas
1. 09.05 2. Memonitor S:
turgor kulit dan ps mengeluh bibir terasa
mukosa mulut kering
O:
turgor kulit <, mukosa
mulut tampak kering
2. 09.10 3. Memberikan S:
edukasi tentang ps dan keluarga
pentingnya mengatakan memahami
asupan nutrisi apa yang dijelaskan oleh
saat diare perawat
O:
Pasien dan keluarga
tampak seksama dan bisa
memahami apa yang
disampaikan
2. 09.30 4. mendiskusikan  S:
dan jelaskan Klien dan keluarga
tentang mengatakan memahami

5
pembatasan diit penjelasan yg diberikan
pada pasien diare  O:
(makanan yang Pasien dan kluarga tampak
berserat tinggi, memahami
berlemak, terlalu
panas atau dingi,
susu)
No No Dx Waktu Tindakan Respon pasien
2. 09.10 1. Memberikan S:
informasi pasien mengatakan dapat
tentang memahami tentang
pemenuhan pemenuhan kebutuhan
kebutuhan nutrisi nutrisi
(menganjurkan O:
makan sedikit pasien tampak memahami
tapi sering) informasi dan pasien
tampak makan ¼ porsi
makan dr RS
1. 09.15 2. Dorong klien S:
untuk menambah pasien mengatakan
intake cairan per bersedia
oral O:
Pasien tampak minum 1
gelas (200ml)
1. 09.20 3. Monitor mual S:
muntah pasien mengatakan perut
terasa mual
O:-

6
1. 09.30 4. Mengobservasi  S:
intake dan output  O:
Intake :
 Air metabolisme : 150
 Minum 4 gelas : 800
 Makan 3 x ½ porsi : 300
 Inf RL 1 hari : 1500
Output
 BAB 4x : 800
 BAK 5x : 1500
 IWL : 750
Balance Cairan
2750 – 3050 = (- 300)

5. Evaluasi
No Dx Evaluasi
1. S:
- Pasien mengatakan masih lemas, mual, BAB 4x ampas,
bibir kering, pasien mengatakan sudah minum 4 gelas
air putih (800ml)
O:
- KU: Cukup
- Kesadaran: CM
- Pasien tampak lemah
- TTV:
- TD : 110/70 mmHg
- HR :102 x/menit
- RR : 20x/menit
- S : 36,5˚C

7
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Intervensi dilanjutkan

2. S:
- Pasien mengatakan perut terasa mual
- Pasien mengatakan nafsu makan sedikit bertambah,
makanan tidak dihabiskan, hanya habis ½ porsi
O:
- A:
 TB : 160 cm
 BB : 50 kg
 IMT : 19,5 kg/m³
- B:
 Hb : 12,2 gr/dL
- C:
 Mata tampak cekung, turgor kulit <, pasien tampak
lemah, mukosa bibir tampak kering
- D:
 diit TKTP rendah serat
A:
- Masalah teratasi sebagian
O : lanjutkan intervensi
- Monitor intake nutrisi
- Monitor mual muntah

8
C. PENGELOLAAN PASIEN BARU
1. Proses Penerimaan Pasien Baru
Pasien dan keluarga datang ke IGD RSWN pada tanggal 03
November 2018 dengan keluhan diare sudah 3 hari dirumah. Setelah
menandatangani formulir persetujuan rawat inap dan terpasang gelang
identitas, pasien dan keluarga lalu diantar oleh petugas kurir ke ruang
Arimbi dengan menggunakan bed. Pasien dan keluarga tiba di ruang
Arimbi dan diterima oleh perawat penanggung jawab. Kondisi klien saat
tiba di ruangan, klien tampak lemah dengan kesadaran composmentis.
Sistem penerimaan pasien oleh petugas IGD kepada perawat
penanggung jawab disertai dengan menyertakan lembar formulir transfer
pindah antar ruang dimana dalam formulir tersebut terdapat poin-poin
seperti ruang rawat asal, disini pasien berasal dari IGD, ruang rawat
tujuan yaitu ruang Arimbi kelas 1.
Berikut ini hasil pendokumentasian komunikasi SBAR oleh
perawat pada saat transfer pasien:
S : Nama Tn.D, umur 48 tahun, DPJP yaitu dr.Diana, diagnosa medis
GEDS, masuk pada tanggal 03 November 2018. Pasien
mengatakan lemas, mual, BAB cair 10x
B :
- Pasien tampak lemah, TD:110/70mmHg, N:100x/menit,
- RR:20x/menit, S:36,80C, terpasang Inf RL 20 Tpm
A :
- Pasien dengan diagnosa medis GEDS
- Pasien dengan diagnosa keperawatan defisit cairan
- Pasien dengan diagnosa keperawatan defisit nutrisi
R :
- Monitor tanda-tanda vital
- Observasi intake dan output
- Monitor turgor kulit dan kelembaban mukosa
- Kolaborasi pemberian obat dan diit diare TKTP rendah serat

9
2. Proses Orientasi Ruangan pada Pasien
PPJP melakukan orientasi kepada Tn.D dan keluarga mengenai
ruang perawatan di ruang Arimbi. Perawat menunjukkan pada keluarga
tata letak ruang rawat, letak kamar mandi, menunjukkan ruangan perawat
jika memiliki keperluan untuk menemui perawat serta bagaimana cara
untuk menghubungi jika kondisi klien atau keluarga tidak
memungkinkan ke nurse station, menjelaskan mengenai keterangan
gelang identitas, jam besuk, pelayanan gizi, serta kapan waktu untuk
berkonsultasi dengan dokter.
Keluarga juga telah dijelaskan mengenai penggunaan bed yang
dapat diatur sesuai dengan kebutuhan,pentingnya pemasangan pengaman
tempat tidur agar mengurangi terjadinya risiko jatuh, kemudian keluarga
diminta untuk menandatangi lembar bukti bahwa klien sudah
mendapatkan orientasi dari perawat.
PPJP juga telah menjelaskan mengenai hak dan kewajiban pasien
dan keluarga serta tata tertib RSWN.

3. Tingkat ketergantungan pasien


Tabel ketergantungan pasien (Barthel Index)
Index Hari1 Hari 2 Hari 3 Keterangan
0 : Tidak mampu

Makan, Minum 1 1 1 1 : Dibantu


2 : Mandiri

0 : Tergantung orang lain


Mandi 1 1 1
1 : Mandiri
Perawatan diri 0 : Tergantung orang lain
1 1 1
(grooming) 1: Mandiri
0 : Tidak mampu
Berpakaian
1 1 1 1 : Dibantu
(dressing)
2 : Mandiri
BAB (bladder) 0 0 0 0 : Inkontinensia (tidak

10
teratur/perlu enema)
1 : Kadang inkontinensia
(maks 24 jam)
2 : Kontinensia (teratur)
0 : Inkontinensia (tidak
teratur/perlu enema)
BAK (bowel) 2 2 2 1 : Kadang inkontinensia
(maks 24 jam)
2 : Kontinensia (teratur)
0 : Tidak mampu
1 : butuh bantuan alat dan 2
Transfer 2 2 2 orang
2 : Butuh bantuan kecil
3 : Mandiri
0 : Imobile
1 : Menggunakan kursi roda
Mobilitas 2 2 2 2 : berjalan dengan bantuan 1
orang
3 : Mandiri
0 : Tergantuan bantuan orang
lain
Penggunaan 1 : Membutuhakan batuan
1 1 1
toilet tapi beberapa hal
dilakukan sendiri
2 : mandiri
0 : Tidak mampu
Naik turun
1 1 1 1 : Membutuhakan batuan
tangga
2 : mandiri
Total score 12 12 12 Ketergantungan ringan

Interpretasi hasil Barthel Index :


20 : Mandiri
12-19 : Ketergantungan ringan

11
9-11 : Ketergantungan sedang
5-8 : Ketergantungan berat
0-4 : Ketergantungan total
Berdasarkan hasil pengkajian barthel index, Tn.D dari hari
pertama sampai ketiga didapatkan skor 12 yang termasuk dalam kategori
ketergantungan ringan. Untuk pasien rawat inap, menurut Douglas
(1984) standar waktu pelayanan pasien rawat inap dengan kebutuhan
perawatan ringan memerlukan waktu : 1-2 jam/24 jam. Sehingga jumlah
kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan klien per shift-nya adalah:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 1
= = 0,142 = 1 𝑃𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡
Jam kerja efektif per shift 7
Dari perhitungan di atas maka disimpulkan bahwa 1 perawat
dalam setiap shift kerja bisa mengelola 4 pasien dengan tingkat
ketergantungan ringan.

4. Prinsip Pasien Safety


Menurut IPSG (aInternational Patient Safety Goals) terdapat 6
sasaran keselamatan pasien, yaitu identifikasi pasien, komunikasi efektif,
penggunaan obat, ketepatan operasi, resiko infeksi dan resiko jatuh.
Perawatan yang didapatkan oleh pasien sudah melakukan 6 prinsip
patient safety, yaitu:
a. Identifikasi pasien
Identifikasi pasien dilakukan pertama kali oleh petugas
IGD. Tn.D telah terpasang gelang pengenal utama berwarna
biru yang berisi identitas utama klien yaitu Nama, tanggal lahir
dan no. Rekam Medis. Setiap kali sebelum pemberian tindakan
pelayanan seperti pemberian obat (oral/iv), perawat selalu
mengidentifikasi identitas pasien dengan mencocokan nama, tanggal
lahir dan no. Rekam medis pasien dengan tindakan yang diperoleh.

12
b. Komunikasi efektif
Komunikasi efektif selalu digunakan oleh perawat ketika
berkomunikasi pada pasien atau keluarga, pada rekan sejawat
ataupun pada tenaga kesehatan lainnya. Komunikasi efektif
digunakan untuk mengurangi resiko kesalahpahaman yang mungkin
dapat terjadi sewaktu-waktu. Berikut adalah salah satu contoh
komunikasi efektif yang perawat lakukan pada saat operan jaga.
S : Nama Tn.D, umur 48 tahun, DPJP yaitu dr.Diana, diagnosa
medis GEDS, masuk pada tanggal 03 November 2018.
Pasien mengatakan lemas, mual, BAB cair 10x
B :
- Pasien tampak lemah,
- TD:110/70mmHg, N:100x/menit, RR:20x/menit,
S:36,80C,
- terpasang Inf RL 20 Tpm
A :
- Pasien dengan diagnosa medis GEDS
- Pasien dengan diagnosa keperawatan defisit cairan
- Pasien dengan diagnosa keperawatan defisit nutrisi
R :
- Monitor tanda-tanda vital
- Observasi intake dan output
- Monitor turgor kulit dan kelembaban mukosa
- Kolaborasi pemberian obat dan diit diare TKTP rendah
serat
c. Pengelolaan High Alert Medication (HAM)
Penggunaan obat yang dilakukan oleh perawat sudah
menggunakan prinsip 7 benar yaitu benar pasien, benar obat,
benar cara pemberian, benar dosis, benar waktu, benar
dokumentasi dan benar informasi yang diberikan. Selama
dirawat di rumah sakit, Tn.D mendapatkan obat-obatan yang

13
diantaranya adalah Ranitidine 50mg, Ondansetron 4mg, Omeprazole
20mg, Cefixime 100mg, New Diatab 3x2tab, inf RL 20 tpm
d. Safety surgery
Pada Tn.D tidak dilakukan tindakan pembedahan.
e. Pencegahan infeksi
Pengelolaan pencegahan infeksi bertujuan untuk menciptakan
lingkungan yang bersih aman dan nyaman sehingga dapat
meminimalkan atau mencegah terjadinya transmisi mikroorganisme
dari lingkungan ke pasien, petugas, pengunjung serta masyarakat
sekitar rumah sakit dan fasilitas kesehatan sehingga infeksi
nosokomial dan kecelakaan kerja dapat dicegah.
Prinsip pengelolaan pencegahan infeksi seperti cuci tangan
dan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) di ruangan sudah
cukup baik, hal ini terlihat pada setiap kali perawat melakukan
tindakan keperawatan yang kontak langsung dengan cairan
pasien selalu menggunakan handscoon, serta melakukan cuci
tangan dengan prinsip 5 moment dan 6 langkah cuci tangan
dengan menggunakan handscrub maupun menggunakan
handwash dengan air yang mengalir.
Selain itu, klien dan keluarga juga diberikan edukasi terkait
pengendalian penyebaran infeksi yaitu melalui pendkes 6 langkah
cuci tangan yang diberikan saat pertama kali orientasi di ruangan.
f. Pencegahan pasien jatuh
Pencegahan pasien jatuh dilakukan dengan mengidentifikasi
pasien dengan menggunakan the morse fall scaleuntuk mengukur
resiko jatuh pada klien. Berikut ini penilaian resiko jatuh pada Tn.D:

14
Pengkajian Risiko Jatuh Skala (Skala Morse)

Penilaian Resiko Jatuh Skor Hasil


Riwayat jatuh : Jatuh satu kali atau lebih dalam 25 25
tidak termasuk kurun waktu 6 bulan
kecelakaan kerja
atau rekreasional
Status mental Agitasi/konvulsi 15 0
Dimensia 15 0
Gaya berjalan Terganggu 20 0
Lemah 10 0
Normal 0 0
Alat bantu jalan Benda sekitar, kursi, dinding, dll 30 0
Kruk, tongkat, tripot, dll 15 0
Kondisi medis Diagnose sekunder 15 0
Pasien terpasang infus 20 20
Skor total S.k.o.r.e 45
Kesimpulan Risiko
sedang

Keterangan:
0-24 : Tidak berisiko/resiko rendah (Perawatan dasar)
25-45 : Risiko sedang (Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh standar)
> 45 : Risiko tinggi (Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh tinggi)

Berdasarkan hasil pengkajian resiko jatuh pada Tn.D didapatkan hasil skore
45 (resiko sedang), tetapi apabila diperlukan intervensi pencegahan resiko
jatuh pada Tn.D yaitu:
- Sarankan untuk minta bantuan
- Tempatkan bel panggilan dalam jangkauan tangan pasien
- Tempatkan benda-benda milik pasien di dekat pasien

15
- Pastikan tempat tidur dalam posisi rendah
- Bantu pasien saat transfer/ ambulasi Pasangkan pengaman sisi tempat
tidur
- Berikan orientasi ruangan sekitar kepada pasien/ penunggu pasien
- Berikan penjelasan kepada pasien dan atau keluarga tentang resiko
jatuh

5. Kebutuhan Waktu Keperawatan Pasien


Jenis tindakan keperawatan
Hari/ Tindakan keperawatan
Tidak
tanggal yang dilaksanakan Langsung Kolaborasi
langsung
Melakukan operan jaga 15 menit
Melakukan pengkajian 5 menit
Mengajarkan edukasi
pentingnya nutrisi saat 5 menit
diare
04.11.18 Melakukan pemeriksaan
5 menit
TTV
Injeksi perhari 5 menit
Menulis laporan kondisi
10 menit
klien
Melakukan operan jaga 5 menit
Total 50 menit
Melakukan operan jaga 15 menit
Mengevaluasi keluhan mual
5 menit
muntah
05.11.18 Menanyakan keluhan 5 menit
Melakukan pemeriksaan
5 menit
TTV
Menganjurkan makan 5 menit

16
sedikit tapi sering

Injeksi perhari 5 menit

Menulis laporan kondisi


10 menit
klien
Melakukan operan jaga 5 menit
Total 55 menit
Melakukan operan jaga 10 menit
Menanyakan keluhan 5 menit
Melakukan pemeriksaan
5 menit
TTV
06.11.18
Injeksi perhari 5 menit
Menulis laporan kondisi
10 menit
klien
Melakukan operan jaga 5 menit

Total 40 menit

Rekap waktu tindakan keperawatan yang dilakukan :


Waktu tindakan keperawatan yang
Hari perawatan Jadwal sift
dilaksanakan
1 Pagi 50 menit
2 Siang 55 menit
3 malam 40 menit
Dari rekap tindakan keperawatan selama 3 hari perawatan pasien
yaitu shift pagi 1 kali, shift siang 1 kali dan shift malam 1 kali masing-
masing memiliki waktu ±50 menit waktu yang dibutuhkan pasien untuk
mendapatkan perawatan.

17
6. Kebutuhan SDM
Jumlah Klasifikasi pasien
Pasien Minimal
Pagi Siang Malam
1 0,14 0,14 0,14

Kebutuhan tenaga perawat yang diperlukan untuk memberikan


asuhan keperawatan pada klien adalah 1 perawat untuk setiap shiftnya.

7. Kebutuhan Logistik pada Pasien


Jumlah pembiayaan:
Total Harga
No. Tindakan Logistik Total Biaya
penggunaan Satuan
1. Biaya administrasi 1 15.000 50000

2. Pemberian terapi Alkohol Swab 20 240 4.800


obat melalui IV line Spuit Dispo 3 cc 9 1.065 9.585
Ranitidine inj 3 1.668 5.004
Ondansetron inj 6 1.284 7.704
New diatab 10 668 6.680
RL 500ml 7 8580 60.060
Omeprazole inj 6 20.396 122.367
Spuit 10cc 7 1.548 10.836
Pemberian obat per Cefixime 100mg 12 900 10.800
oral Omeprazole 20mg 6 363 2.178
3. Pelayanan farmasi Visite farmasi 3 15.000 45.000
4. Pelayanan gizi Asuhan gizi 1 7.500 7.500
5. Pelayanan laundry Biaya cucian linen 3 8.500 25.500
6. Pelayanan rawat Akomodasi rawat 3 250.000 750.000
inap: inap
Kelas 1

18
7. Visit Dokter dr. Diana 4 35.000 140.000
Spesialis

Tindakan medis Asuhan 3 35.000 105.000


dan Keperawatan keperawatan / hari
Injeksi / hari 0 0 0
8.
Memandikan 0 0
pasien / hari

Rp
Total Biaya
1.363.014

Total pembiayaan klien selama 3 hari di rawat di ruang Arimbi


adalah Rp 1.363.014

8. Kebutuhan Edukasi dan Evaluasi


a. Masalah keperawatan pasien
Perawat memberikan edukasi kepada Tn.D dan keluarga
mengenai peningkatan intake cairan saat terjadi diare dan tentang
intake nutrisi yang dapat diberikan dengan porsi sedikit tapi sering.

9. Discharge Planning
a. Pengkajian
Pengkajian mencakup pengumpulan dan pengorganisasian
data tentang pasien. Ketika melakukan pengkajian kepada pasien,
keluarga juga ikut dilibatkan sebab keluarga merupakan bagian dari
unit perawatan agar transisi dari ruang Arimbi ke rumah dapat
efektif. Beberapa elemen dari pengkajian discharge
planning diantaranya adalah:
1) Data Kesehatan
Diagnosa pasien GEDS, pertama pengkajian pasien
mengeluh lemas, mual, muntah dan diare 10x. Masalah
keperawatan yang muncul adalah defisit cairan dan nutrisi.

19
2) Pemberi Perawatan
Pemberi perawatan selanjutnya adalah oleh keluarga di rumah.
3) Keuangan dan Pelayanan yang dapat mendukung
Sumber dana yang digunakan klien dan keluarga selama
menjalani perawatan di rumah sakit adalah BPJS.
b. Diagnosa
Diagnosa keperawatan yang masih menjadi masalah pada pasien
saat ini adalah defisit nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
c. Perencanaaan: Hasil yang diharapkan
Perawat berfokus pada kebutuhan rencana pengajaran yang baik
untuk persiapan pulang pasien, yang disingkat dengan METHOD,
yaitu:
1) Medication (obat)
Sebelum pasien pulang dijelaskan obat apa saja yang akan
dibawa pulang dan dosis obatnya.
2) Environment (Lingkungan)
Perawat memastikan bahwa lingkungan tempat tinggal pasien
aman dan terdapat tempat pelayanan kesehatan, agar ketika
pasien membutuhkan pelayanan kesehatan dengan segera,
pasien bisa ke tempat pelayanan terdekat seperti puskesmas.
3) Treatment (pengobatan)
Perawat menjelaskan gambaran tindakan medis/keperawatan
yang akan diperoleh pasien ketika sudah pulang nantinya, pasien
harus kontrol dengan dokter penanggung jawab pasien saat
dirumah sakit.
4) Health Teaching (Pengajaran Kesehatan)
Sebelum pulang perawat menjelaskan dosis obat, memotivasi
untuk menganjurkan makan sedikit tapi sering dalam
pemenuhan kebutuhan nutrisi.

20
5) Outpatient referral
Pasien sebaiknya mengenal pelayanan dari rumah sakit atau
agen komunitas lain yang dapat meningkatan perawatan yang
kontinu.
6) Diet
Untuk mempertahankan ataupun meningkatkan asupan nutrisi
pasien yaitu dengan diberikan diit tinggi kalori tinggi protein
rendah serat.
d. Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan rencana pengajaran dan
referral. Seluruh pengajaran yang diberikan telah didokumentasikan
pada catatan perawat dan ringkasan pulang (Discharge summary).
e. Evaluasi
Evaluasi terhadap discharge planning penting dalam membuat
kerja proses discharge planning. Perencanaan dan penyerahan harus
diteliti dengan cermat untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang
sesuai. Evaluasi selanjutnya akan dinilai oleh DPJP apakah pasien
sudah bisa pulang atau belum.

10. Survei Kepuasan Pasien


Kepuasan klien terhadap pelayanan di ruang Arimbi dinilai dari
hasil kuisioner yang diberikan kepada pasien dan keluarga.Pasien dan
keluarga menyampaikan bahwa mereka merasa puas dengan pelayanan
yang diberikan oleh perawat di ruang Arimbi. Berikut merupakan hasil
pengkajian tingkat kepuasan klien dan keluarga menggunakan quisioner
tingkat kepuasan:
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Perawat memperkenalkan diri kepada saya √
2. Perawat melakukan komunikasi sebelum √
melakukan tindakan kepada saya dan saya
paham

21
3. Perawat menjelaskan hak dan kewajiban saya √
sebagai pasien
4. Perawat mengorientasikan fasilitas ruang √
perawatan
5. Saya merasa puas selama dirawat diruang ini √
6. Perawat selalu tersenyum, sopan dan ramah √
dalam melayani saya di ruangan
7. Perawat melayani saya dengan sabar √
8. Perawat terampil dalam melaksanakan tindakan √
9. Perawat berpenampilan bersih dan rapi √
10. Perawat membantu memenuhi kebutuhan saya, √
apabila saya membutuhkan (mandi, makan,
minum obat, BAB dan BAK)
11. Perawat merespon dengan cepat saat saya √
membutuhkan bantuan
12. Perawat tanggap terhadap keluhan saya √
13. Perawat mendampingi saya saat dokter √
melakukan pemeriksaan
14. Perawat memanggil nama saya dengan benar dan √
mengecek gelang pasien
15. Selama dirawat, perawat mengawasi atau √
memantau keadaan saya secara teratur
16. Perawat meminta persetujuan kepada saya atau √
keluarga sebelum melakukan tindakan

Keterangan : pasien merasa puas dengan pelayanan perawatan selama di


rawat inap yang telah di berikan perawat di ruang Arimbi.

22
11. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal dilakukan oleh pasien dengan tenaga
medis seperti dokter spesialis, perawat. Komunikasi pasien Tn.D dengan
dokter spesialis dilakukan pada saat visit dokter, saat itu dokter
menjelaskan kondisi pasien dan proses terapi yang dijalani, keluarga
pasian juga bertanya beberapa hal tentang kondisi pasien. Komunikasi
pasien dan perawat dilakukan setiap hari, saat operan ataupun saat pasien
membutuhkan bantuan perawat untuk memenuhi kebutuhannya.

12. Hambatan dan Pendukung Proses Keperawatan Secara Manajerial


a. Hambatan
Tidak ada hambatan dalam proses keperawatan secara manajerial.
Komunikasi yang dilakukan oleh perawat ke pasien sudah sesuai dan
mudah dimengerti oleh pasien. Pemberian obat sudah sesuai waktu
dan dosis yang diberikan sudah diatur oleh pihak farmasi. Untuk
penanda tanganan discharge planning pada saat pertama masuk sudah
ditanda tangani oleh pasien/ keluarga. Untuk setiap tindakan dari
perawat selalu meminta persetujuan dari pasien
b. Pendukung
 Advice yang sudah diberikan oleh dokter segera dijalankan.

13. Hambatan/Tantangan, Faktor Pendukung Dan Solusi Penyelesaian


Dalam Pengelolaan Pasien
a. Hambatan
1) Defisiensi pengetahuan klien tentang penyakit
b. Pendukung
1) Tenaga medis yang siap membantu dalam pemenuhan ADL
pasien
2) Pasien dan keluarga mengungkapkan semua keluhan yang
dirasakan sehingga pengobatan yang diberikan sesuai dengan
kondisi pasien.

23
3) Perawatan yang diberikan pada pasien sudah sesuai dengan SOP
yang ada.
4) Pemberian obat-obatan baik injeksi maupun oral sudah sesuai
dengan prinsip pemberian obat dengan prinsip 6 benar.
c. Solusi
Komunikasi efektif antar tenaga medis dan keluarga yaitu untuk
pendampingan pasien sehingga mengurangi resiko lebih lanjut pada
pasien. Memberikan edukasi tentang penyakit yang di alami,
menganjurkan meninkatkan intake cairan saat diare dan
menganjurkan makan sedikit tapi sering dalam pemenuhan
kebutuhan nutrisi.

24
LAMPIRAN

Hak dan kewajiban pasien


Berdasarkan UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Permenkes
No. 69 tahun 2014 tentang kewajiban Rumah Sakit dan kewajiban pasien

1. Setiap pasien mempunyai hak :


a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di rumah sakit.
b. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.
c. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa
diskriminasi.
d. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu, sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional.
e. Memperoleh pelayanan yang efektif dan efisien sehingga pasien
terhindar dari kerugian fisik dan materi.
f. Menyampaikan keluhan atau pengaduan atas pelayanan yang diterima
g. Memilih dokter dan kelas perawatansesuai dengan keinginannya dan
peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.
h. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada Dokter
atau Dokter gigi lain yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di
dalam maupun di luar rumah Sakit.
i. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit dan data-data
medisnya.
j. Mendapat informasi yang meliputi diagnosa dan tata cara tindakan
medis, tujuan tindakan medis; alternatif tindakan, resiko dan
komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan
yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
k. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
l. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis

25
m. Menjalankan ibadah sesuai agama atau sesuai kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
n. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit
o. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit
terhadap dirinya.
p. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama
dan kepercayaan yang dianutnya.
q. Mendapatkan perlindungan atas rahasia kedokteran termaksud
kerahasiaan rekam medis
r. Mendapatkan akses terhadap isi rekam medis
s. Memberikan persetujuan atau menolak menjadi bagian dalam suatu
penelitian kesehatan
t. Menggugat dana atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit
diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik
secara perdata atau pidata, dan
u. Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan
standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

26
2. Pasien dalam menerima pelayanan pada praktek kedokteran, mempunyai
kewajiban :
a. Mematuhi peraturan yang berlaku di rumah sakit
b. Menggunakan fasilitas rumah sakit dengan penuh tanggung jawab.
c. Menghormati hak-hak pasien lain, pengunjung dan hak tenaga
kesehatan dan petugas lainnya yang bekerja di rumah sakit.
d. Memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat sesuai
kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya
e. Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan
kesehatan yang dimilikinya.
f. Mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga
kesehatan di rumah sakit dan disetujui oleh pasien yang bersangkutan
setelah mendapatkan penjelasan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan
g. Menerima segala konsekuensi atas keputusan pribadinya untuk
menolak rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan
dan/atau tidak mematuhi petunjuk yang diberikan oleh tenaga
kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit atau masalah
kesehatannya.
h. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

27
TATA TERTIB
Berikut tata tertib pasien, penunggu dan pengunjung rawat inap Rumah Sakit
Roemani Muhammadiyah Semarang:
a. Pasien, penungggu, pengunjung tidak dibenarkan menggunakan dan/atau
membawa barang berharga (perhiasan), perlengkapan tidur, ember dan
barang lainnya yang tidak masuk dalam almari pasien
b. Jam berkunjung pasien :
1) Pagi pukul: 10.00 - 12.00 WIB
2) Sore pukul: 17.00 – 19.00 WIB
c. Pengunjung diminta menunggu di Fasilitas Umum (Fasum) sampai
dengan jam berkunjung di buka.
d. Pasien yang ditunggu hanya pasien yang kritis/gawat atau sehabis
operasi.
e. Tidak diperkenankan memberi makanan dari luar kepada pasientanpa
seijin perawat rumah sakit
f. Penunggu pasien diharuskan menggunakan kartu tunggu pasien.
g. Pasien/penunggu dilarang membawa barang milik rumah sakit.
h. Usia dibawah 14 tahun tidak diperkenankan masuk ke ruang perawatan.
i. Penunggu dan pengunjung dilarang membawa pasien pulang tanpa seizin
dari pihak rumah sakit.
j. Pengunjung masuk ruang perawatan secara bergantian maksimal 2 orang,
k. Pengunjung tidak diperbolehkan duduk atau tiduran di tempat tidur
pasien.
l. Penunggu dan pengunjung agar selalu menjaga ketenangan, kebersihan,
ketertiban dan keamanan di ruang perawatan pasien.
m. Pada saat dilakukan pemeriksaan, tindakan dokter atau kebersihan
ruangan diharapkan penunggu berada di luar ruangan perawatan pasien.
n. Pasien, penunggu dan pengunjung dilarang merokok di lingkungan
rumah sakit.

28