Anda di halaman 1dari 9

REKAYASA IDE

“FILSAFAT PENDIDIKAN”

Nama :Martin Sitompul


Nim :5182121003
Fakultas :Teknik
Prodi :Pend.Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2018
KATA PENGHANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
Karena dengan rahmat, karunia serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah tentang Rekayasa Ide tersebut.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka


menambah wawasan serta pengetahuan kita dalam Filsafat Pendidikan. Saya
juga menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap
adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
saya sendiri dan orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya
memohon kritik dan saran yang membangun dari bapak/ibu demi perbaikan
makalah ini diwaktu yang akan datang.

Medan,26 November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................

RINGKASAN ................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

A. LATAR BELAKANG ..........................................................................

B. TUJUAN DAN MAMFAAT ................................................................

BAB II KERANGKA PEMIKIRAN / GAMBARAN UMUM ................

BAB III METODE PELAKSANAAN.........................................................

BAB IV PEMBAHASAN ..............................................................................

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

LAMPIRAN BIODATA ...............................................................................


RINGKASAN

Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan


ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang
berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir
untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan.
Abdul Ibnu Hasan Khairullah, filosofi islam di Mesir mengemukakan bahwa
pendidikan bertujuan mendidik akal dan jiwa serta mengembangkannya hingga batas-batas
yang memungkinkan anak didik mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Proses
pendidikan dapat membentuk kepribadian muslim yang seimbang, pendidikan tidak hanya
mengembangkan aspek kognitif (akal) tapi perlu menyelaraskan afektif (moral) dan
psikomotorik (keterampilan). Filosofi Islam dari Mesir, Muhammad Abduh mengemukakan
bahwa pendidikan bertujuan mendidik akal dan jiwa serta mengembangkannya hingga
batas-batas yang memungkinkan anak didik mencapai kebahagian hidup di dunia dan
akhirat. Proses pendidikan dapat membentuk kepribadian muslim yang seimbang,
pendidikan tidak hanya mengembangkan aspek kognitif (akal) semata tapi perlu
menyeleraskan dengan aspek afektif (moral) dan psikomotorik (keterampilan). Oleh sebab
itulah baru-baru ini terdengar isu bahwa menteri pendidikan Mesir Ahmed Zaki Badr akan
merubah kurikulum tahun akademik 2011/2012 dengan menambahkan pelajaran tentang
“etika”.
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Kemajuan teknologi yang tinggi dan perubahan sosial masyarakat yang sangat.
beragam terasa terhadap pendidikan diberbagai negara. Persaingan ekonomi dan sosial.
di berbagai negara menjadikan pendidikan sebagai sesuatu yang harus diperbaiki. sebagai
suatu kebutuhan masyarakat mencapai cita-cita suatu negara. Dengan adanya.
perkembangan dan pola hidup manusia yang dinamis, maka setiap negara menganut.
aliran filsafat pendidikan sebagai arah dalam menentukan sistem pendidikan, tujuan
pendidikan, kurikulum yang dipakai dan proses kegiatan belajar mengajar.
Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak
hanya. menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah
yang lebih luas, dalam, serta kompleks, yang tidak dapat dibatasi pengalaman dan fakta
pendidikan, dan tidak memungkinkan dijangkau oleh sains pendidikan. Filsafat
pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para pendidik untuk mewarnai
sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar mengajar.

B. TUJUAN DAN MANFAAT


Dengan ini kita dapat membandingkan dan mengambil kesimpulan serta kebaikan
dari filsafah Negara Mesir, bukan untuk menjadikan nya sebagai falsafah bangsa tetapi
menyimpulkan bagian yang bisa kita filter untuk dapat mengembangkan filsafat pendidikan
pancasila
Agar kita dapat membangun pendidikan di Indonesia sesuai dengan falsafah
pancasila. Dan dapat memahami sesuai dengan karakter bangsa.
BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN
Kita harus meningkatkan pemahaman pengalaman pancasila memalui pendidikan
yang seutuhnya, tidak hanya sebatas teori tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-
hari. Perlunya ada kesadaran dari setiap warga Negara akan pentingnya pengalaman
pancasila dan mempertahankannya.

Kita harus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melalui


pemantapan kualitas hubungan antara filsafat pacasila dan filsafat pendidikan terhadap
kualitas pendidikan di Indonesia. Sehingga pendidikan nasional di Indonesia didasari dan
mencerminkan identitas pancasila. Cita – cita bangsa Indonesia diusahakan secara
melembaga dalam sistem pendidikan pacasila.

Karena kita dapat mengambil pelajaran dari filsafat Pendidikan Mesir dan memberi
pemahaman antara filsafat pancasila dan filsafat Pendidikan Mesir. Untuk dapat
mengembangkan filsafat dasar yang kita gunakan.

Mengenai filsafat pancasila terhadap filsafat pendidikan di Indonesia, dilihat dari


berbagai sudut pandang seperti penggunaan kurikulum. Perlunya kita kembali merefisi apa
yang telah kita capai contohnya nya adalah sebuah kurikulum baru yang mulai diaplikasikan
dalam dunia pendidikan. Tidak semua memberi tanggapan baik. Banyak faktor yang tidak
memuluskan pelaksanaan kurikulum tersebut. Seperti kurangnya sarana prasarana yaitu
buku.

BAB III

METODE PELAKSANAAN
Menggunakan metode Deskripsi-Analisis yaitu mengambarkan serta memaparkan
filsafat pendidkan yang digunakan Negara Mesir dan filsafat pendidikan yang digunakan
Negara Indonesia yaitu filsafat Pancasila

Memahami secara mendalam tentang filsafat pendidikan itu sendiri agar kita mampu
memahami dan mengerti arti penting filsafat terhadap filsafat pendidikan.
BAB IV

PEMBAHASAN
Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan
jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam
kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris;
“philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.
Menurut Simanjuntak (2013:8) para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda
mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan
filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara epistemologi dan secara terminologi. Secara
epistemologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa
Yunani yaitu philosophia - philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami
bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan.
Bahkan, Hatta dan Langeveld ( dalam Surip dan Mursini, 2010:4) mengatakan bahwa
defenisi filsafat tidak perlu diberikan karena Setiap orang memiliki titik tekan sendiri dalam
defenisinya. Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai
pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau
filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya
ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya
dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam
maupun bagaimana hakikat yang sebenarnya.
Mesir yang terkenal dengan sebutan ardhul anbiyâ (negeri para nabi), memang telah
menjadi kiblat keilmuan keislaman dunia. Di samping mempunyai segudang peradaban,
negeri seribu menara ini juga merupakan gudang segala ilmu. Negara ini seakan memiliki
magnet tersendiri. Terbukti, Mesir telah memikat jutaan hati para pelajar dari berbagai
penjuru dunia untuk menimba ilmu di sana. Tentunya, semua ini tak lepas dari peran al-
Azhar: pusat pendidikan tertua yang telah melahirkan banyak ulama dunia.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Setiap Negara mempunyai filsafat dan filsafat pendidikan masing – masing. Aliran
yang menjadi dasar dan pemahaman setiap Negara. Setiap Negara terus mengembangkan
falsafah yang digunakan untuk mencerdaskan dan memajukan pendidikan di setiap Negara.
Hal inilah yang terus membuat Negara Indonesia terus melakukan hal terbaik terhadap dasar
pendidikan yang Indonesia gunakan. Berbagai sudut pandang dilihat untuk menilai suatu
kualitas pendidikan

Bukan hanya menilai tetapi kita juga dituntut untuk menjadi bagian dari proses
pendidikan, hal inilah yang mengharuskan kita untuk memahami filsafat yang digunakan
berbagai Negara di Dunia terlebih bagi Negara-negara maju.

B. Saran

Untuk memajukan suatu pendidikan kita sebaiknya melalukan pemahaman terhadap


filsafat yang kita gunakan yaitu filsafat pancasila. Hal ini agar kita mampu terus
mengembangkan dasar menjadi bagian untuk memajukan filsafat pendidikan yang Indonesia
gunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Islamiceducation001.blogspot.co.id/2015/05/pancasila-sebagai-dasar-filsafat.html?m=1

id.scribd.com/mobile/doc/78393851/pelaksanaan-kurikulum-pendidikan-Di-Indonesia

baktiandrian.blogspot.co.id/2013/10/katapengantar-pujisyukur-kehadirat.html?m=1

LAMPIRAN BIODATA

Kelompok : ABDUL MAZID ETETA SEBAYANG 5172122005


SYAFARUDDIN TANJUNG 5173322010
ALHAFIZHUL IMAM NURROBI 5171122002
FAHRI HUSEINI HARAHAP 5173122006

Prodi : S-1 Pendidikan Teknik Otomotif

Fakultas : TEKNIK