Anda di halaman 1dari 5

PKK I

RESPONSI

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY C.B


USIA 19 TAHUN DENGAN POSTPARTUM HARI PERTAMA
DI RUANG NIFAS PKM TUMINTING

DOSEN PEMBIMBING : KUSMIYATI S.Kep, Ns, M.Kes

OLEH :

SITTI HARTINA MOKODOMPIT


PO. 711530113057

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MANADO


JURUSAN KEBIDANAN
T.A 2015/2016
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6

minggu setelah melahirkan (buku ajar asuhan kebidanan nifas 2014)

Masa nifas atau masa puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta

sampai dengan 6 minggu setelah itu (Sarwono, 2006)

Puerperium ialah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya

kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (obstetric fisiologis 1983)

Perubahan fisiologi system reproduksi masa nifas :


1. Involusi uterus
Atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke
kondisi sebelum hamil. Perubahan – perubahan normal pada uterus selama
postpartum adalah sebagai berikut :

Involusi uteri Tinggi fundus uteri Berat uterus Diameter uterus


Plasenta lahir Setinggi pusat 1000 gram 12,5 cm
7 hari (1 minggu) Pertengahan pusat dan simpisis 500 gram 7,5 cm
14 hari (2 minggu) Tidak teraba 350 gram 5 cm
6 minggu Normal 60 gram 2,5 cm

2. Involusi tempat plasenta


Uterus pada bekas implantasi plasenta merupakan luka yang kasar dan
menonjol ke dalam kavum uteri. Segera setelah plasenta lahir, dengan cepat
luka mengecil, pada akhir minggu ke 2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir
masa nifas 1-2 cm.

3. Lochea
Lochea mempunyai bau yang hamis. Meskipun tidak terlalu menyengat dan
volumenya berbeda – beda pada setiap wanita.

Lochea waktu Warna Ciri - ciri


Rubra 1-3 hari Merah kehitaman Terdiri daro sel desidua, verniks
caseosa, rambut lanugo, sisa
meconium dan sisa darah.
sanguilenta 3-7 hari Putih bercampur merah Sisa darah bercampur lendir
serosa 7-14 hari Kekuningan/kecoklatan Lebih sedikit darah dan lebih banyak
serum, juga terdiri dari leukosit dan
robekan laserasi plasenta.
alba > 14 hari Putih Mengandung leukosit, selaput lender
serviks dan serabut jaringan yang
mati

B. Tujuan asuhan masa nifas

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.

2. Melaksanakan skrining secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau

merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi.

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi,

KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi

sehari – hari.

4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

5. Mendapatkan kesehatan emosi


C. Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas

1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai

dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama

masa nifas.

2. Sebagai promotor huungan antara ibu dan bayi serta keluarga.

3. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.

4. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.

5. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah

perdarahan, mengenali tanda – tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta

mempraktekan kebersihan yang aman.

6. Memberikan asuhan secara professional.


DAFTAR PUSTAKA

Taufan Dkk. 2014. Buku ajar asuhan kebidanan nifas. Yogyakarta : pustaka nurhamedika

Obstetric fisiologi 1983. Unpad bandung : eleman bandung

Sarwono prawirohardjo 2010. Ilmu kebidanan sarwono prawirohardjo, Jakarta : bina pustaka

sarwono prawirohardjo