Anda di halaman 1dari 10

PERANAN KOMUNIKASI KELUARGA PADA PERKEMBANGAN REMAJA DI

KELURAHAN SARIO KOTA MANADO

Norma Mewengkang

Abstract: one of the factors that support the occurrence of teenagers fall in the negative Association of
parents are too busy working or busy with activities each so there is no more time to build a good
communication with their teenage children who desperately need their guidance. The purpose of this
research is to find out How the communication role of the Family in the development of Teenagers in
Kelurahan Sario Manado.
The methods used in this research is descriptive methods, descriptive methods, namely the
troubleshooting procedures provided by describing or depicting the State of the subject or the object
of a good research, public institutions and others at the same time based on the same facts. The
population in this study are all the teens that are on the Wards Sario Manado by the number
of samples taken 20% of the population, namely 32 32 teenagers and parents who are in Ward Sario
Manado.
The results showed family Communication plays a role in the development of teenagers in urban village
Sario Manado where it is supported by aspects of the personality which is assumption and behavior that
we receive from our parents or the people we consider to our parents. Communication between parents
and children can lead to the development of the adolescents were positive.

Key Words: Role, Family Communication, The Development of Adolescents

PENDAHULUAN pembicaraan yang dijalani dalam kesabaran


Komunikasi adalah cara membuat dan kejujuran serta keterbukaan (Friendly:
orang lain tahu tentang gagasan dan perasaan 2002)
kita. Komunikasi efektif menjadi ciri utama Seiring berkembangnya zaman yang
dari suatu keluarga yang kokoh dan sehat. semakin modern tidak dapat di pungkiri lagi
Komunikasi merupakan bangunan utuh dari bahwa perkembangan remaja semakin
relasi perkawinan, relasi yang hangat antara mengarah ke arah yang negatif seperti
orang tua dan anak. 75-90 persen waktu mabuk-mabukan, membuat onar, kebut-
manusia dihabiskan untuk berkomunikasi. kebutan di jalanan, perkelahian antar gang
Menurut Rae Sedwig (dalam atau kelompok, bahkan tidak sedikit yang
Achdiat, 1997) Komunikasi Keluarga adalah terjerumus dalam obat-obatan terlarang dan
suatu pengorganisasian yang menggunakan seks bebas. Dimana perilaku tersebut diatas
kata-kata, sikap tubuh (gesture), intonasi merupakan tindakan-tindakan kriminal yang
suara, tindakan untuk menciptakan harapan akan menghancurkan masa depan dari anak
image, ungkapan perasaan serta saling remaja tersebut, mungkin pada waktu-waktu
membagi pengertian. Komunikasi dalam yang lalu hal ini hanya kita saksikan di media
keluarga juga dapat diartikan sebagai massa atau media elektronik namun hal ini
kesiapan membicarakan dengan terbuka semakin merajalela hampir di semua daerah
setiap hal dalam keluarga baik yang yang ada di Indonesia bahkan hal ini terjadi
menyenangkan maupun yang tidak di lingkungan kita masing-masing, hal ini
menyenangkan, juga siap menyelesaikan pun terjadi di Kelurahan Sario Manado
masalah-masalah dalam keluarga dengan dimana penulis berdomisili sehari-hari.
Beberapa faktor yang contoh yang buruk anak-anak remaja
melatarbelakangi terjadinya hal ini salah tersebut.
satunya lingkungan hidup anak remaja Dengan demikian, penulis merasa
tersebut dimana dia tumbuh dan berkembang tertarik untuk meneliti peranan komunikasi
itulah orang-orang yang ia temui setiap hari, keluarga pada perkembangan remaja di
kemudian latar belakang pendidikan dari kelurahan sario Manado.
orang tua anak remaja tersebut dimana hal ini
menyangkut pola pikir dalam mendidik anak- METODE PENELITIAN
anak mereka, Broken Home atau kegagalan
dari orang tua dalam membina rumah tangga A. Metode Yang Digunakan
mereka juga merupakan salah satu faktor Metode yang digunakan dalam
yang paling sering melatarbelakangi masalah penelitian ini adalah metode deskriptif,
di atas, namun menurut penulis komunikasi metode deskriptif yaitu prosedur pemecahan
keluarga merupakan faktor yang paling masalah yang disediakan dengan
berperan dalam perkembangan anak remaja menggambarkan atau melukiskan keadaan
khususnya di kelurahan sario kotabaru. subjek atau objek penelitian baik seorang,
Di kelurahan sario ini begitu banyak lembaga masyarakat dan lain-lain pada saat
anak remaja yang dalam perkembangannya yang sama berdasarkan fakta yang sama yang
terjerumus dalam pergaulan negatif seperti pantas atau sebagaimana adanya dengan
mabuk-mabukan, perkelahian antar pendekatan survei dalam hal ini dengan
kelompok bahkan mungkin ada yang menggunakan kuesioner (Rakhmat, 2007)
terjerumus ke obat-obatan terlarang dan seks B. Variabel Penelitian Dan Definisi
bebas. Padahal anak-anak remaja tersebut Operasional
sebagian besar berasal dari keluarga yang
memiliki ekonomi menengah ke atas dan Variabel dalam penelitian ini adalah
memiliki orang tua yang berpendidikan, variabel tunggal Peranan Komunikasi
walaupun ada sebagian kecil yang berasal Keluarga Pada Perkembangan Remaja Di
dari keluarga yang kurang mampu, hal ini Kelurahan Sario Manado, secara operasional
terjadi karena tidak adanya komunikasi didefinisikan sebagai suatu proses
keluarga yang baik antara anak-anak remaja penyampaian pesan dari komunikator dalam
tersebut dan orang tua. hal ini ayah/ibu pesan tersebut berisi tentang
nasihat-nasihat positif kepada komunikan
Orang tua terlalu sibuk bekerja atau
yaitu remaja di kelurahan sario manado
sibuk dengan kegiatan-kegiatannya masing-
sehingga dengan adanya komunikasi
masing sehingga tidak ada waktu lagi untuk
keluarga yang efektif dan harmonis
membangun suatu komunikasi yang baik
perkembangan anak remaja tersebut lebih
dengan anak remaja mereka yang sangat
terarah pada hal-hal yang positif.
membutuhkan bimbingan mereka. Salah satu
Variable ini diukur melalui indikator-
faktor yang mendukung terjadinya hal ini
indikator sebagai berikut: Bersifat Umum,
yaitu kurangnya kebijakan pemerintah dalam
Bahasa Yang Jelas, Bersifat Positif, Bersifat
menangani kenakalan remaja ini sampai
Seimbang, Penyesuaian Dengan Keinginan
tuntas hal itu disebabkan karena masih
Komunikan, Bersifat Jelas Dan Gamblang
banyak pihak-pihak yang harusnya
bertanggung jawab untuk menangani C. Populasi dan Sampel
kenakalan remaja tersebut malah ikut-ikutan Menurut Malo Manasse (2005),
terjerumus di dalamnya sehingga menjadi populasi adalah sekumpulan unsur atau
elemen yang menjadi objek penelitian, dan
elemen itu biasanya merupakan satuan 𝐹
𝑃= 𝑥 100%
analisis, populasi juga dapat berupa 𝑁
kumpulan atau himpunan semua hal yang Dimana: P = Prosentase
ingin diketahui dan sampel adalah F = Frekuensi
merupakan keterwakilan populasi. N = Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah HASIL DAN PEMBAHASAN
seluruh remaja yang ada di kelurahan sario
Manado dengan jumlah 160 remaja dari 580 Jawaban responden berdasarkan
keluarga yang ada di kelurahan sario maka seringnya berkomunikasi dengan orang tua,
sampel diambil 20% dari populasi, yaitu 32 menunjukkan bahwa 40 (62, 5%) responden
remaja dan 32 orang tua yang ada di menyatakan sering berkomunikasi dengan
kelurahan sario manado. orang tua, kemudian 24 (3 7, 5%)
menyatakan kadang-kadang berkomunikasi
Sampel adalah sebagian dari jumlah
dengan orang tua, dan 0 % menyatakan tidak
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
berkomunikasi dengan orang tua.
(Sugiono, 2002). Dalam penelitian ini
penulis menggunakan teknik pengambilan Alasan dari 40 atau 62, 5 %
sampel secara stratified random sampling menyatakan sering berkomunikasi dengan
atau distratakan terlebih dahulu jumlah orang tua karena mereka menganggap
remaja di setiap lingkungan. Kemudian komunikasi itu penting untuk meminta
dilanjutkan dengan pengambilan sampel bimbingan atau nasihat dari orang tua agar
secara acak sederhana. Karena besarnya tidak salah dalam mengambil keputusan. Dan
populasi 160, maka sampel diambil 20% dari 24 atau 37, 5 % menyatakan kadang-kadang
populasi (Suharsini Arikunto, 1993: 107). berkomunikasi dengan orang tua karena
Jadi jumlah sampel yang diambil adalah = 64 tergantung dari waktu luang orang tua jika
orang. orang tua tidak sibuk maka ada komunikasi
yang terjadi. Dan ada juga yang memberikan
D. Teknik Pengumpulan Data alasan orang tua tidak mempunyai waktu
Dalam penelitian ini dikumpulkan karena mereka terlalu sibuk dengan aktivitas
dua jenis data, yaitu data primer dan data yang dijalankan untuk mencari nafkah
sekunder. keluarga. Terlalu sibuknya bekerja
1. Data primer yaitu: data-data yang menyebabkan orang tua kadang~kada.ng
dikumpulkan dengan cara observasi, berkomunikasi dengan anak.
wawancara langsung kelapangan Dengan demikian dapat disimpulkan
dalam pengisian kuesioner atau daftar bahwa frekuensi berkomunikasi dengan
pertanyaan. orang tua dan anak sudah cukup baik dan
2. Data sekunder yaitu: data yang menyebabkan perkembangan yang positif
diperoleh dari Kantor kelurahan dari anak remaja karena mendapat perhatian
setempat. dan bimbingan yang cukup dari orang tua.
E. Teknik Analisa Data Jawaban responden berdasarkan
memahami pesan yang disampaikan
Teknik Analisa Data dalam
menunjukkan bahwa 44 (68, 8%) responden
penelitian ini menggunakan teknik statistik
menyatakan memahami pesan yang
deskriptif, yaitu data yang terkumpul Akan
disampaikan orang tua karena mereka pesan
diolah menurut frekuensi dan prosentase dan
yang disampaikan orang tua sangat penting
kemudian diuraikan dalam bentuk
dan memberikan bimbingan dan nasihat dari
kesimpulan dengan rumus sebagai berikut:
orang tua dimana pesan tersebut
menggunakan bahasa yang mudah komunikasi yang terjadi antara orang tua dan
dimengerti oleh anak remaja. anak.
Kemudian 16 orang menyatakan Jawaban responden berdasarkan
kadang-kadang pesan yang disampaikan mendapat persetujuan dari orang tua tentang
orang tua, mereka sulit memahami pesan kenakalan remaja menunjukkan bahwa
yang disampaikan orang tua apakah pesan itu ternyata 64 atau 100,0% responden
berkenan dengan hatinya atau keinginannya menyatakan orang tua tidak setuju tentang
kemudian ada juga yang mengatakan alasan kenakalan remaja yang dilakukan remaja
karena penyampaian pesan pada waktu yang sebagai dampak dari perkembangan yang
kurang tepat. Dan 4 atau 06, 2% responden mengarah pada hal yang negatif akibat tidak
tidak memahami dari pesan yang adanya komunikasi keluarga yang baik dan
disampaikan orang tua, hal ini menurut harmonis, dan 0 atau 0,0% responden yang
responden waktu berkomunikasi hampir menyatakan mendapat persetujuan dari orang
tidak ada, karena kesibukan orang tua untuk tua tentang kenakalan remaja.
mencari nafkah dan kalaupun pernah selalu Dengan demikian dapat disimpulkan
menyampaikan pesan dengan marah-marah ternyata orang tua tidak menyetujui anaknya
sehingga menyebabkan responden tidak terlibat dengan kenakalan remaja dan mereka
memahami apa yang disampaikan orang tua menyadari bahwa kenakalan remaja itu
Dengan demikian dapat disimpulkan merusak kehidupan remaja tersebut.
bahwa dalam menyampaikan pesan berupa Jawaban responden berdasarkan
bimbingan dan nasihat orang tua harus apakah mereka tertarik Waktu berkomunikasi
memahami situasi atau keinginan anak dan dengan orang tua tentang masalah
menggunakan bahasa yang halus dan mudah menunjukkan bahwa 36 atau 56,2 %
dimengerti. responden menyatakan mereka tertarik untuk
Tanggapan responden tentang berkomunikasi dengan orang tua tentang
intensitas waktu berkomunikasi dengan masalah, kemudian 16 atau 25 % responden
orang tua dalam seminggu menunjukkan menyatakan kadang-kadang tertarik untuk
angka 1 - 3 kali bahwa 36 atau 56,2 % berkomunikasi dengan orang tua dan 6 atau
responden menyatakan berkomunikasi 18,8 % responden menyatakan tidak tertarik
dengan orang tua, kemudian 28 atau 43,8 % Waktu berkomunikasi dengan orang tua.
responden menyatakan di atas tiga kali Alasan 36 responden yang menyatakan
berkomunikasi dengan orang tua dan 0 atau 0 tertarik untuk berkomunikasi dengan orang
% responden yang tidak pernah tua tentang masalah karena orang tua sering
berkomunikasi dengan orang tua, artinya menasihati bagaimana bersikap yang baik
remaja di Kelurahan Sario semuanya pernah dalam bergaul, kemudian orang tua selalu
berkomunikasi tapi lebih didominasi oleh memperhatikan masalah dari anak, dan anak
kadang- kadang berkomunikasi dengan orang juga merasa dapat mengambil hal-hal yang
tua hal ini disebabkan karena orang tua positif dari komunikasi itu. Kemudian 16
sangat sibuk dengan pekerjaan, dan responden yang menyatakan kadang-kadang
jarangnya bertemu dengan orang tua di tertarik Waktu berkomunikasi dengan orang
rumah sehingga responden kurang tua tentang masalah karena tergantung
berkomunikasi dengan orang tua merasa masalahnya jika masalah itu membuat orang
perlu karena orang tua. tua tidak suka maka kurang mereka tertarik,
Dengan demikian dapat disimpulkan untuk komunikasi dengan orang tua
salah satu faktor yang dapat menyebabkan kemudian ada juga yang memberi alasan
kenakalan remaja adalah kurangnya mereka malu untuk menceritakan masalah
mereka kepada orang tua hal ini merupakan Jawaban responden berdasarkan jika
salah satu penyebab anak kurang tertarik mendapat kesulitan dalam pergaulan apakah
berbicara dengan orang tua tentang mereka menceritakan pada orang tua.
masalahnya. Dan 12 responden yang Berdasarkan jawaban responden
menyatakan tidak tertarik waktu menunjukkan bahwa 32 atau 50 % responden
berkomunikasi dengan orang tua menyatakan jika mendapat kesulitan dalam
memberikan alasan karena waktu untuk masalah menceritakannya pada orang tua
berkomunikasi hampir tidak ada, dan anak mereka, kemudian 24 atau 37,5 % responden
tidak mau orang tua mengetahui semua menyatakan jika mendapat kesulitan dalam
masalah mereka. pergaulan kadang-kadang menceritakan pada
Dengan demikian dapat disimpulkan orang tua, dan 8 atau 12,5 % responden
bahwa responden tertarik untuk menyatakan tidak pernah menceritakan
berkomunikasi dengan orang tua tentang kepada orang tua jika mengalami masalah
masalahnya dan ada juga yang kurang dalam pergaulan mereka.
tertarik berkomunikasi karena tertutupnya Dari 32 responden yang menyatakan
anak dalam menceritakan masalah jika mendapat kesulitan dalam masalah
menyebabkan kurang tertariknya anak untuk mereka menceritakan pada orang tua untuk
berkomunikasi dengan oran g tua tentang memahami alasan dimana mereka
masalahnya. menganggap orang tua sebagai teman, dan
Jawaban responden berdasarkan orang tua membimbing mereka jika ada
percaya pada orang tua tentang nasihat dan kesulitan dan juga memberi alasan kepada
bimbingannya menunjukkan bahwa ternyata siapa lagi jika tidak kepada orang tua, jadi
64 atau 100 % responden menyatakan adanya keterbukaan antara orang tua dan
percaya kepada orang tua tentang nasihat dan anak sena perhatian dari orang tua atas
bimbingannya. Dan 0 atau 0,0 % responden bimbingannya.
yang menyatakan tidak percaya akan nasihat Kemudian 24 responden yang
dan bimbingannya. menyatakan jika mendapat kesulitan dalam
Semua responden yang menyatakan pergaulan mereka kadang-kadang
percaya pada orang tua tentang nasihat dan menceritakan pada orang tua memberi alasan
bimbingannya memberi alasan karena tergantung masalahnya jika masalah dapat
menurut mereka hanya orang tua yang dapat diselesaikan sendiri mereka tidak perlu
membimbingnya memberi alasan karena menceritakan pada orang tua, kemudian ada
menurut mereka hanya orang tua yang dapat juga yang memberi alasan jika orang tua
membimbing mereka di luar sekolah, sudah mempunyai waktu luang baru mereka
kemudian menurut mereka karena orang tua menceritakan masalah mereka.
juga memahami apa yang baik maupun tidak Dan 8 responden yang menyatakan
baik dan mereka percaya orang tua jika mendapat kesulitan dalam pergaulan
membimbingnya jadi baik. mereka tidak menceritakan pada orang tua
Dengan demikian dapat disimpulkan mereka dengan alasan, karena jika mereka
semua responden ternyata percaya akan menceritakan kepada orang tua selalu
nasihat dan bimbingan dari orang tua, karena mendapatkan kesulitan, menyebabkan
jika orang tua kurang memberikan mereka tidak menceritakan kesulitannya pada
bimbingan dan nasihat pada anak dapat orang tua.
menyebabkan perkembangan yang mengarah Dengan demikian dapat disimpulkan
ke arah negatif bagi anak remaja seperti bahwa kebanyakan dari responden selalu
kenakalan remaja. menceritakan kepada orang tua jika
mendapat kesulitan dalam pergaulan karena tua terjadi perubahan tingkah laku walaupun
menurut mereka bimbingan serta perhatian didominasi oleh kadang-kadang atau jarang
orang tua begitu besar menyebabkan mereka terjadi perubahan tingkah laku disebabkan
menceritakan kesulitan pada orang tua, karena anak kurang memperhatikan nasihat
walaupun ada juga yang menyatakan jika orang tua dan faktor lingkungan yang begitu
mendapat kesulitan dalam pergaulan mereka mendukung untuk itu lebih ditingkatkan
kadang-kadang menceritakannya kepada komunikasi dengan orang tua dan anak untuk
orang tua, jadi adanya keterbukaan antara dapat saling memperhatikan sehingga faktor
orang tua dan anak remaja menyebabkan lingkungan tidak lebih kuat mempengaruhi
perkembangan yang positif bagi anak remaja. perkembangan dari anak remaja tersebut.
Jawaban responden setelah jawaban responden berdasarkan
berkomunikasi dengan orang tua terjadi pengetahuan tentang bahaya narkoba,
perubahan tingkah laku menunjukkan bahwa minuman keras, merokok yang merupakan
32 atau 50 % responden menyatakan setelah kenakalan remaja dimana hal tersebut
berkomunikasi dengan orang tua terjadi mengarah pada perkembangan negatif dari
pembahan tingkah laku, kemudian 32 atau 50 anak remaja. Tanggapan responden
% responden menyatakan setelah menunjukkan bahwa semua responden yaitu
berkomunikasi dengan orang tua kadang- 64 atau 100,0 % responden menyatakan
kadang terjadi pembahan tingkah laku, dan 0 mengetahui tentang bahaya narkoba, miras
atau 0,0 % menyatakan setelah dan merokok yang berkaitan dengan
berkomunikasi dengan orang tua tidak terjadi kenakalan remaja dengan alasan bahwa hal-
perubahan tingkah laku. hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan
Alasan 32 responden yang orang lain serta ada juga yang memberikan
menyatakan setelah berkomunikasi dengan alasan hal-hal tersebut orang tua tidak sukai.
orang tua kadang-kadang atau jarang Dengan demikian dapat disimpulkan
menceritakan pada orang tua karena mereka semua responden mengetahui tentang bahaya
kadang kala lupa nasihat yang diberikan minuman kera, narkoba, dan merokok dapat
orang tua, kemudian ada juga sependapat merusak kesehatan diri sendiri dan orang
mereka tidak mengikuti apa yang disarankan lain, dengan kata lain hal tersebut
orang tua, dan ada juga yang menyatakan menyebabkan perkembangan yang negatif
tergantung lingkungan yang ada dan sehari- bagi anak remaja.
hari, kemudian 32 responden yang Jawaban responden berdasarkan
menyatakan setelah berkomunikasi dengan apakah pernah menggunakan narkoba yang
orang tua terjadi perubahan tingkah laku, merupakan kenakalan remaja dimana hal
memberikan alasan karena jika mereka tersebut mengarah pada perkembangan
berbuat salah selalu orang tua mereka negatif dari anak remaja. Tanggapannya
memberikan nasihat dan nasihat yang menunjukkan bahwa semua responden yaitu
diberikan orang tua kepada mereka tersebut 64 atau 100,0 % responden menyatakan tidak
dianggap baik dan hal-hal yang jahat itu pernah menggunakan narkoba yang berkaitan
tidak, sehingga apa yang orang tua berikan dengan kenakalan remaja dengan alasan
kepada mereka tentang hal-hal yang baik dan bahwa hal-hal tersebut dapat merugikan diri
tidak baik dapat diterima oleh mereka untuk sendiri dan orang lain serta ada juga yang
dilaksanakan dalam kehidupan pergaulan memberikan alasan hal-hal tersebut adalah
mereka sehari-hari. merupakan dosa atau melanggar Firman
Dengan demikian dapat disimpulkan Tuhan.
bahwa setelah berkomunikasi dengan orang
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 40 atau 0,62 % responden
semua responden mengetahui bahwa narkoba menyatakan pernah menggunakan rokok, dan
dapat merusak kesehatan diri sendiri dan 21 atau 0,32 % responden menyatakan
orang lain, dengan kata lain hal tersebut kadang-kadang menggunakan rokok, dan 3
menyebabkan perkembangan yang negatif atau 0,6 % responden menyatakan tidak
bagi anak remaja. pernah menggunakan rokok.
Jawaban responden berdasarkan Alasan 40 responden yang pernah
apakah pernah menggunakan minuman keras menggunakan rokok sebab hal tersebut telah
yang merupakan kenakalan remaja dimana menjadi suatu kebiasaan yang susah untuk
hal tersebut mengarah pada perkembangan dilepaskan, ada juga yang mengatakan saat
negatif dari anak remaja. menunjukkan stress dan hams mencari jalan keluar dalam
bahwa 48 atau 0,75 % responden menghadapi masalah sangat menyenangkan
menyatakan pernah menggunakan minuman apabila dilakukan sambil merokok, dan ada
keras, dan 16 atau 0,25 % responden juga yang memberi alasan dengan merokok
menyatakan tidak pernah menggunakan mereka akan terlihat sebagai seorang cowok
minuman keras. Alasan 48 responden yang yang maco.
pernah menggunakan minuman keras yaitu Kemudian 21 responden yang
hal tersebut merupakan tempat pelarian pada menyatakan kadang-kadang menggunakan
saat stres dan tidak tau hams rokok memberi alasan bahwa mereka hanya
menceritakannya pada siapa, ada juga yang pada saat-saat tertentu saja menggunakan
beralasan karena dipengaruhi oleh teman- rokok misalnya setelah habis makan, atau
teman sepergaulan dan ada juga yang lagi saat bersama teman-teman sepergaulan.
memberikan alasan ingin coba-coba. melakukan kesalahan kadang-kadang
Kemudian 16 responden lainnya mendapat teguran dari orang tua, dan 2 atau
yang menyatakan tidak pernah menggunakan 06,25 % responden menyatakan jika
minuman keras memberikan alasan bahwa melakukan kesalahan tidak mendapat teguran
mereka memiliki teman-teman sepergaulan dari orang tua.
yang baik-baik dan tidak mau menggunakan Alasan 28 responden yang
minuman keras karena merusak masa depan, menyatakan selalu mendapat teguran dari
ada juga yang memberikan alasan bahwa orang tua jika melakukan kesalahan karena
mereka memiliki orang tua yang perhatian orang tua selalu memperhatikan hal-hal yang
yang selalu menasihati mereka bahwa responden lakukan jadi jika berbuat salah
perbuatan tersebut akan merusak kehidupan mereka menegur agar tidak terulang lagi, dan
mereka sehingga mereka tidak tertarik untuk ada juga yang mengatakan bahwa orang tua
mencobanya. sebagai teman. Jadi semua hal-hal yang
Dengan demikian dapat disimpulkan dilakukan anak diketahui orang tua, untuk itu
bahwa komunikasi keluarga yang baik antara jika mereka berbuat salah selalu ditegur
anak dan orang tua dapat menyadarkan anak- orang tua. Kemudian responden lain
anak untuk tidak menggunakan minuman menyatakan bahwa orang tua sayang
keras sebab hal itu merusak perkembangan kepadanya sehingga jika mereka salah maka
yang positif dari anak remaja. ditegur orang tua demi kebaikan mereka.
Jawaban responden berdasarkan Kemudian 2 responden yang
apakah pernah menggunakan merokok yang menyatakan kadang-kadang diterima jika
merupakan kenakalan remaja dimana hal berbuat salah memberi alasan, jika orang tua
tersebut mengarah pada perkembangan jarang di rumah, maka dia tidak perlu
negatif dari anak remaja. menunjukkan memperhatikan jika anak salah. Dan 2
responden yang menyatakan jika melakukan Dengan demikian dapat disimpulkan
kesalahan tidak ditegur karena tidak bahwa kebanyakan responden lebih sering
diketahui sehingga orang tua beranggapan mengulangi lagi kesalahan setelah ditegur
anak mereka tersebut tidak pernah berbuat orang tua karena faktor lingkungan yang
kesalahan. mempengaruhi dan kurangnya perhatian
Dengan demikian dapat disimpulkan orang tua, ini berarti bahwa orang tua harus
ternyata hampir semua responden selalu memperhatikan atau mengawasi anak
menyatakan selalu ditegur orang tua, jika dalam pergaulan sehari-hari demi
melakukan kesalahan. Ini berarti orang tua perkembangan dari anak remaja tersebut.
menginginkan yang terbaik bagi anak, tetapi Jawaban responden berdasarkan
ada sebagian responden yang menyatakan ketepatan waktu berkomunikasi dengan
kadang-kadang dan tidak pernah ditegur jika orang tua Jawaban Responden menunjukkan
melakukan kesalahan. Ini berarti, tidak bahwa 16 atau 50 % responden menyatakan
adanya komunikasi yang baik antara orang bahwa waktu berkomunikasi dengan orang
tua dan anak merupakan salah satu faktor tua sudah tepat. Kemudian 10 atau 31,2 %
perkembangan remaja yang negatif yang responden menyatakan bahwa Waktu
diaplikasikan dalam kenakalan remaja. berkomunikasi dengan orang tua kurang
Jawaban responden berdasarkan tepat. Dan 6 atau 18,8 % responden
setelah ditegur orang tua akan diulangi lagi menyatakan waktu berkomunikasi tidak
kesalahan tersebut. Jawaban Responden tepat.
menunjukkan bahwa 20 atau 62,5 % Dari 16 responden yang menyatakan
responden menyatakan setelah ditegur orang waktu berkomunikasi dengan orang tua
tua kadang-kadang di ulangi lagi kesalahan sudah tepat memberi alasan karena pada saat
tersebut, kemudian 12 atau 37,5 % responden anak lagi membutuhkan perhatian dari orang
menyatakan setelah ditegur orang tua tidak tua, orang tua dalam hal ini selalu
mengulangi lagi kesalahan tersebut. memperhatikan anak dan selalu memberikan
Dari 20 responden yang menyatakan waktu kepada anak untuk berkomunikasi
setelah ditegur orang tua kadang-kadang apalagi pada saat anak remaja yang
diulangi lagi kesalahan tersebut memberi membutuhkan nasihat dari orang tua.
alasan tergantung situasinya. Jika menurut Kemudian 10 responden yang menyatakan
mereka kesalahan itu menyenangkan mereka Waktu kurang tepat memberi alasan pada
maka akan diulangi dan ada juga memberi saat mereka makan orang tua selalu marah-
alasan kadang-kadang mereka lupa akan marah dan ada juga yang memberi alasan
teguran orang tua jadi pada saat orang tua pada anak lagi banyak teman orang tua
tidak memperhatikan maka sebagian sering memberi teguran dan 6 responden
responden masih terpengaruh dari teman- yang menyatakan Waktu tidak tepat memberi
teman. alasan karena orang tua tidak mempunyai
Waktu luang orang tua mengambil
Dan 12 responden yang menyatakan
kesempatan untuk berkomunikasi. Tetapi
tidak mengulangi lagi kesalahan yang dibuat
pada saat itu anak tidak mempunyai Waktu
memberi alasan karena mereka menyadari
luang.
apa yang dilakukan tidak baik, jadi tidak
diulangi lagi. Kemudian ada juga yang Dengan demikian dapat disimpulkan
memberi alasan bahwa mereka tidak bahwa komunikasi yang terjadi antara anak
mengulangi karena mendapat hukuman dari dan orang tua harus memperhatikan Waktu
orang tua. yang tepat untuk berkomunikasi. Komunikasi
yang tepat jika anak dan orang tua
mengambil Waktu pada saat keduanya lagi PENUTUP
santai dan tidak ada teman-teman dari anak
A. Kesimpulan
tersebut.
Jawaban responden berdasarkan Berdasarkan pada analisis dan
pembahasan, maka pokok-pokok kesimpulan
teman atau lingkungan mempengaruhi
yang dapat dikemukakan:
kehidupannya. Jawaban Responden
1. Komunikasi keluarga berperan dalam
menunjukkan 12 atau 37,5 % responden
menyatakan teman tidak mempengaruhi perkembangan remaja di kelurahan sario
Manado dimana hal tersebut didukung
kehidupannya, kemudian 12 atau 37,5 %
oleh teori pernainan ciptakan psikiater
responden menyatakan teman kadang-kadang
Eric Berne dimana orang tua adalah
mempengaruhi kehidupannya dan 8 atau 25
% responden menyatakan teman aspek kepribadian yang merupakan
asumsi dan perilaku yang kita terima
mempengaruhi kehidupannya. Alasan 12
dari orang tua kita atau orang yang kita
responden menyatakan teman tidak
mempengaruhi kehidupannya karena peranan anggap orang tua kita.
2. Komunikasi antara orang tua dan anak
orang tua yang selalu memberikan nasihat
yang baik dapat menyebabkan
dan bimbingan sehingga responden tidak
perkembangan remaja yang positif, hal
terpengaruh oleh teman atau lingkungannya,
kemudian ada juga yang memberikan alasan ini ditunjukkan 68, 8% responden
menyatakan adanya komunikasi yang
karena kurang bergaul dengan teman atau
baik antara anak dan orang tua.
lingkungannya. , Kemudian alasan 12
3. Ternyata orang tua tidak menginginkan
responden yang menyatakan kadang-kadang
teman dan lingkungan mempengaruhi anak remaja mereka mengalami
perkembangan yang mengarah pada hal-
kehidupannya memberi alasan jika menurut
hal negatif, hal ini dibuktikan dari 100%
mereka hal-hal yang baik maka
orang tua tidak setuju dengan kenakalan
mempengaruhi mereka jika tidak baik maka
tidak mempengaruhi. Dan alasan dari 8 remaja.
4. Kepercayaan anak terhadap orang tua
responden yang menyatakan teman atau
tentang nasihat dan bimbingan turut
lingkungan mempengaruhi kehidupannya
yaitu karena seringnya mereka bermain berperan dalam perkembangan anak
remaja, hal ini ditunjukkan dari 100%
bersama sehingga mempengaruhi
anak percaya pada orang tua.
kehidupannya.
5. Dalam memberikan nasihat dan
Dengan demikian dapat disimpulkan
bimbingan orang tua harus memahami
ternyata faktor lingkungan atau teman
situasi dan keinginan anak, hal ini
mempengaruhi kehidupan responden
ditunjukkan dalam pemahaman pesan
walaupun didominasi oleh tidak terpengaruh
lebih dimengerti jika ketepatan waktu
tetapi salah satu faktor penyebab
dalam menyampaikan pesan yaitu 50%
terpengaruhnya anak remaja pada
6. Keterbukaan untuk berkomunikasi
perkembangan yang negatif seperti
dengan orang tua tentang masalah turut
kenakalan remaja adalah teman atau
berperan dalam perkembangan remaja,
lingkungan baik segi positif ataupun segi
hal ini ditunjukkan 56,2%
negatif.
7. Semua responden menyetujui tentang
bahaya minuman keras, narkoba,
merokok, dapat merusak kesehatan diri
sendiri walaupun ada juga yang tidak
menyetujuinya tetapi pada dasarnya
responden menyetujui tentang hal-hal
tersebut. Hal ini ditunjukkan 100 %
responden menyatakan mengetahui
tentang bahaya minuman keras,
narkoba, dan merokok yang berkaitan
dengan perkembangan remaja yang
negatif yang mengarah pada kenakalan
remaja dan tidak semua remaja pernah
mencobanya, walaupun ada sebagian
yang pernah menggunakan minuman
keras dan rokok.
8. Faktor lingkungan atau teman turut
berperan dalam mencegah kenakalan
remaja.
B. Saran
1. Disarankan kepada orang tua untuk
memberi waktu luang kepada anak
untuk berkomunikasi tentang masalah-
masalah yang terbukti berperan dalam
perkembangan anak remaja ke arah
yang positif.
2. Orang tua dalam membimbing dan
memberi' nasihat pada anak harus
memperhatikan situasi dan keinginan
anak. Anak harus lebih mengikuti setiap
nasihat yang diberikan oleh orang tua.

DAF TAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsini, 1993, Prosedur
Penelitian, Jakarta: Rhineka Cipta
Malo, Manasse, 2005, Metode Penelitian
Masyarakat. Jakarta: penerbit pusat
antar Universitas Ilmu-Ilmu Sosial
Universitas Indonesia, Jakarta.
Achdiat K. Mihardja, 1997, Polemik
Kebudayaan: pokok pikiran St. Takdir
alisjahbana, Yogyakarta: Pustaka Jaya
Friendly. (2002). Komunikasi dalam
Keluarga. Jakarta: Family Altar
Sugiyono, 2002. Statistika Untuk Penelitian.,
Cetakan Ketujuh. Bandung: CV.
Alfabeta.