Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Sub Pokok Bahasan : Diabetes Melitus (DM)


Sasaran : Keluarga Tn. M
Tanggal Pelaksanaan : 17 Desember 2018
Waktu : 1x30 menit
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Rumah Tn. M

A. LATAR BELAKANG
Pada era globalisasi ini, kemajuan teknologi, tingkat kemakmuran, dan
informasi semakin pesat pula. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan terjadi pergeseran pola konsumsi serta gaya hidup masyarakat.
Pergeseran-pergeseran ini tentu saja berpengaruh terhadap tingkat kesehatan yang
dialai oleh masyarakat. Penyakit yang dahulu banyak disebabkan oleh infeksi
kuman beralih ke munculnya sindroma metabolik salah satunya adalah Diabetes
Mellitus.
DM saat ini menjadi penyakit yang sangat populer di kalangan penduduk
dunia. WHO menyebutkan, jumlah penderita DM di dunia pada tahun 2011
mencapai lebih dari 346 juta jiwa. Jumlah ini kemungkinan akan lebih dari dua kali
lipat pada tahun 2030 tanpa intervensi. Berdasarkan survey WHO pada tahun 2006,
jumlah penderita DM di Indonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari jumlah
penduduk) atau menduduki urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan Amerika
Serikat (Prihatno, 2006). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah
penderita DM tipe 2 di Bali pada tahun 2009 sebanyak 610 orang dan peningkatan
kasus pada tahun 2010 sebanyak 819 orang.
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perilaku
penanganan mandiri yang khusus seumur hidup. Pasien perlu belajar mengatur
keseimbangan berbagai faktor. Pasien bukan hanya harus belajar merawat diri
sendiri setiap hari guna menghindari penurunan atau kenaikan kadar glukosa darah
yang mendadak tetapi juga harus memiliki perilaku preventif untuk mencegah
komplikasi diabetes mellitus.
Komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan diabetes mellitus adalah
kaki diabetes. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Sapto Adji H, Sp.OT dari bagian
bedah ortopedi Rumah Sakit Internasional Bintaro (RSIB), beliau menyebutkan
bahwa komplikasi yang paling sering dialami pengidap diabetes adalah komplikasi
pada kaki yaitu sebesar 15% yang kini disebut kaki diabetes.
Strategi pengelolaan pasien dibagi ke dalam tiga bagian. Strategi pertama
adalah diagnosis DM sedini mungkin, diikuti strategi kedua dengan kontrol
glikemik dan perawatan kaki sebaik-baiknya, dan strategi ketiga ditujukan pada
pengendalian keluhan neuropati/nyeri neuropati diabetik. Perawatan kaki yang
dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan kulit, hindari trauma kaki seperti
sepatu yang sempit (Subekti, 2006; Setyanto, 2009). Menurut Setyanto (2009)
salah satu perawatan kaki yang baik dilakukan oleh penderita DM adalah latihan
senam kaki diabetes. Latihan senam kaki diabetes ini dapat dilakukan dengan cara
menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya duduk dengan kedua tumit
diangkat, mengangkat dan menurunkan kaki. Gerakan dapat berupa gerakan
menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau ke dalam dan
mencengkram pada jari-jari kaki (Soegondo, 2008).
Pada keluarga Tn. B disebutkan bahwa Ny. R menderita DMnamun
keluarga belum terlalu memahami mengenai senam kaki itu sendiri. Hal ini
menyebabkan tingginya risiko komplikasi dari penyakit yang diderita Ny. R akibat
kurangnya pengetahuan klien dan keluarga mengenai perawatan DM. Oleh sebab
itu, perlu dilakukan pendidikan kesehatan perawatan pada pasien DM pada
keluarga Tn. B untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam
perawatan pasien DM khususnya yang dapat dilakukan di rumah.
B. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan kesehatan maka keluarga Mampu
mengetahui dan merawat anggota keluarga yang sakit dalam hal perawatan
pasien Diabetes Melitus (DM)/ pemenuhan diit) Untuk mencegah terjadinya
komplikasi lebih lanjut.
Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan / pendidikan kesehatan selama
1x 30 menit keluarga mampu:
1. Mengetahui pengertian DM
2. Mengetahui penyebab DM
3. Mengetahui tanda dan gejala DM
4. Mengetahui komplikasi DM
5. Mengetahui tentang penatalaksanaan pada pasien Diabetes Melitus (DM)
6. Mengetahui cara senam kaki diabetes

C. Sasaran dan Target


Sasaran ditujukan pada keluarga Tn. M.
D. Strategi Pelaksanaan

Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 17 Desember 2018


Waktu : 10.00 WIB – selesai
Tempat : Keluarga Tn. M

E. Metode
Ceramah
Diskusi/ tanya jawab
Demontrasi
F. Susunan Acara
Tahap Kegiatan Waktu
Pembukaan 1. Mengucapkan salam 5 menit
2. Penyampaian maksud dan tujuan pertemuan
sesuai kontrak waktu

Proses 1. Melakukan penyuluhan tentang pengertian 30 menit


Diabetes Melitus
2.Melakukan penyuluhan tentang penyebab
DM
3.Melakukan penyuluhan tentang tanda dan
gejala Diabetus Melitus
4.Melakukan penyuluhan tentang Komplikasi
Diabetes melitus
5.Melakukan penyuluhan tentang
penatalaksanan pasien DM (diit)
Penutup 10 menit
1.Memberikan pertanyaan pada keluarga
2.Menutup pertemuan dan mengucapkan
Salam
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Diabetes Mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang
ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.
(Smeltzer,2002 : 1220)
B. Etiologi
Faktor penyebab diabetes mellitus:
1. Faktor keturunan
2. Gaya hidup
3. Obesitas/ kegemukan
4. Penuaan
5. Infeksi
C. Manifestasi klinik
1. Adanya tanda-tanda klasik hiperglukemi
polidipsi (banyak minum)
poliuri (banyak kencing)
polipagi (banyak makan)
2. Kelemahan tubuh
3. Kesemutan/ rasa gatal
4. Gatal-gatal pada kulit
5. Luka yang tidak sembuh-sembuh
D. Komplikasi
1. Gangguan pada mata
2. Gangguan pada syaraf
3. Gangguan pada pembuluh darah
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada ginjal
E. Penanganan
Penanganan untuk menjegah terjadinya Dm adalah:
1. Kontrol kadar gula darah yang teratur
2. Olah raga yang teratur/ latihan gerak
3. Minum obat secara teratur
4. Makanan sesuai diit
5. Senam kaki diabetes

F. Diit Pada Diabetes Melitus


Pemberian diit pada DM dengan memperhatikan prinsip 3 J yaitu:
1. Jenis bahan Makanan
2. Jadwal makanan
3. Jumlah makanan
Diit pada Dm adalah:
Tinggi karbohidrat, tinggi serat, rendah lemak , rendah protein
Tujuan Pemberian Diit pada DM:
1. Mempertahankan kadar gula agar normal
2. Mempertahankan BB yang seimbang
3. Mencegah Komplikasi akut dan kronik
Makanan yang harus dihindari
1. Gula
2. Susu
3. Madu
Makanan yang mengandung karbohidrat yang boleh dimakan
1. Nasi
2. Kentang
3. Roti
4. Singkong
Bahan makanan yang mengandung protein hewani yang boleh dimakan,
seperti:
1. Ikan segar
2. Ayam
3. Telur Ayam
4. Udang
Bahan makanan yang mengandung protein nabati yang boleh
dimakan, seperti:
1. Tahu
2. Tempe
3. Kacang tanah
4. Kacang hijau
5. Kacang merah
Sayuran yang bebas dimakan
1. Kangkung
2. Tomat
3. Terong
4. Ketimun
5. Kol
6. Sawi
7. Gambas
Sayuran yang boleh dimakan tapi dibatasi:
1. Buncis
2. Daun singkong
3. Kacang panjang
4. Kembang Kol
5. Bayam
Buah yang bebas dimakan tanpa dibatasi
1. Jambu air
2. Jambu biji
3. Pepaya
Buah yang boleh dimakan tapi dibatasi
1. Pisang, kecuali pisang ambon dan pisang hijau
2. Jeruk
3. Mangga
4. Nanas
Buah yang tidak boleh dimakan, seperti;
1. Nangka
2. Durian
3. Sawo
4. Lecy
5. Apel merah

SENAM KAKI DIABETIK


A. PENGERTIAN SENAM KAKI DIABETIK
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes melitus
untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki
(Soegondo, 2008).
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil
kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan
otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi (Soegondo, 2008).

B. MANFAAT SENAM KAKI DIABETIK


1. Memperbaiki sirkulasi darah
2. Memperkuat otot-otot kecil
3. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
4. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
5. Mengatasi keterbatasan gerak sendi.
C. GERAKAN SENAM KAKI DIABETIK
1. Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas bangku
dengan kaki menyentuh lantai

2. Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu
dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali

3. Meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki
lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara
ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi
sebanyak 10 kali.
4. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan
memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

5. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan
pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

6. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan
kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
7. Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan
ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
8. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki
secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
9. Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan
kaki kedepan dan kebelakang.
10. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan
pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian. Gerakan
ini sama dengan posisi tidur.
11. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua
belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua
belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
o Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
o Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
o Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan
kertas pada bagian kertas yang utuh.
o Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola
DAFTAR PUSTAKA

Setyanto, Purwo. 2009. Senam Kaki untuk Cegah Diabetic Foot di Persatuan Diabetes
Indonesia (PERSADIA) Unit RS Ciremai Cirebon, (Online),
(http://www.kesad.mil.id/content/senam-kaki, diakses 22 Agustus 2012)

www.fik-unik.ac.id/.../8acb33a80a120dce6c0f3f8815902c87.pdf. diakses pada tanggal 3


desember 2018. Pukul 12.00
SATUAN ACARA PENYULUHAN DIABETES MELITUS

Disusun Oleh :

HANUF RIZKAYANI FAUZIAH


(P27820316056)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA


PRODI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SUTOPO SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

“Keluarga Tn.M Khususnya Tn.M dengan Diabetes Melitus Di Jl.Kemayoran Baru


Gang 1 No.48 Surabaya”

Disusun Oleh :
HANUF RIZKAYANI FAUZIAH
(P27820316056)

Dosen Pembimbing:
HERU SULISTIJONO,S.Kep,Ns,M.Kes

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA


PRODI DIII KEPERAWATAN KAMPUS SUTOPO SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2017/2018