Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

EPIDEMIOLOGI

“Bentuk-Bentuk Pencatatan dan Pelaporan”

Dosen : Riska Ovany, SKM, M.Kes

Disusun :

Kelompok VII

1. Eva Hartani : 2017.B.18.0469

2. Jovi Lesmana : 2017.B.18.0475

3. Rini Damara O : 2017.B.18.0480

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

PRODI DIII KEPERAWATAN

TAHUN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, sehingga saya dapat
menyelesaikan Makalah Epidemiologi “ Bentuk-Bentuk Pencatatan dan Pelaporan”
Dengan keterbatasan kemampuan penulis dalam menyusun makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan mohon maaf
sebesar-besarnya,semoga makalah ini dapat di mengerti dan di pahami oleh pembaca.

Palangka Raya, 08 November 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. i


DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang .............................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 1
1.3. Tujuan Penulisan........................................................................................................... 2
1.4. Manfaat Makalah .......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Bentuk Pencatatan ........................................................................................................ 3
2.2 Bentuk Pelaporan .......................................................................................................... 4
2.3 Sistematika Pencatatan dan Pelaporan ........................................................................... 4
2.4 Pengelolaan dari Pencatatan dan Pelaporan .................................................................. 7
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 10
4.2 Saran .............................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pencatatan data adalah proses atau kegiatan memasukkan data ke dalam media tertentu, baik
melakukan penulisan ke buku, kertas atau menggunakan komputer (Sabarguna , 2009). Laporan
mempunyai fungsi informatif, karena dengan adanya laporan dapat memberikan suatu informasi kepada
yang membacanya dan dapat sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban kepada yang mengerjakannya
(Sutisna, 2011). Dalam hal keterkaitan antara kegiatan pencatatan data, serta pembuatan laporan yang
relevan, selain harus melakukan pencatatan secara baik, diperlukan juga sistem pengelolahan dan
pelaporan yang baik pula. Bentuk laporan yang baik, tidak hanya menampilkan kata dan angka saja, tetapi
harus dapat berbicara secara jelas, sehingga informasi akan sangat bermanfaat bagi pengambilan
keputusan dan bahan evaluasi (Sabarguna, 2003). Pelayanan kesehatan di masyarakat dilakukan melalui
kegiatan pengawasan, pengendalian, dan penilaian yang meliputi pencatatan, pelaporan, monitoring, dan
evaluasi. Pencatatan dan pelaporan adalah indikator keberhasilan suatu kegiatan. Tanpa adanya
pencatatan dan pelaporan, kegiatan atau program apapun yang dilaksanakan tidak akan terlihat wujudnya.
Output dari pencatatan dan pelaporan ini adalah sebuah data dan informasi yang berharga serta bernilai
bila menggunakan metode yang tepatdan benar. Jadi data dan informasi ini merupakan sebuah unsur
terpenting dalam sebuah organisasi, karena data dan informasilah yang berbicara tentang keberhasilan
atau perkembangan organisasi tersebut. Pencatatan dan Pelaporan merupakan kegiatan yang harus
diperhatikan oleh tenaga kesehatan (khususnya Epidemiologi) dalam rangka memberikan pelayanan
yang lebih baik bagi individu, keluarga dan masyarakat. Untuk dapat melakukan kegiatan Pencatatan
dan Pelaporan dengan baik, maka dibutuhkan data dan informasi yang tepat dan akurat, karena tanpa
adanya hal tersebut hasil kegiatan pencatatan dan pelaporan tersebut akan sangat diragukan
kebenarannya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah bentuk dari pencatatan ?
2. Bagaimanakah bentuk dari pelaporan ?
3. Bagaimanakah sistematika pencatatan dan pelaporan ?
4. Bagaimanakah pengelolaan dari pencatatan dan pelaporan ?

1 1
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui bentuk dari pencatatan
2. Untuk mengetahui bentuk dari pelaporan
3. Untuk mengetahui sistematika pencatatan dan pelaporan
4. Untuk mengetahui pengelolaan dari pencatatan dan pelaporan

1.4 Manfaat Penulisan


1. Bagi mahasiswa, untuk menambah pemahaman dan wawasan mengenai bentuk-bentuk
pencatatan dan pelaporan dalam pembelajaran Epidemiologi keperawatan.
2. Bagi institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan, yaitu sebagai bahan penunjang materi ajaran,
yang dapat digunakan atau diterapkan bagi mahasiswa ilmu keperawatan dalam proses
pembelajaran mengenai mata kuliah Epidemiologi. Dari segi efektivitas, sebagai pertimbangan
pedoman manajemen keperawatan, yang dapat diterapkan dalam pelayanan asuhan keperawatan
kepada pasien.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bentuk Pencatatan


Sistem Pencatatan secara umum terbagi dalam 2 (dua) bagian, yaitu Sistem Pencatatan
Tradisional dan Sistem Pencatatan Non-Tradisional.
2.1.1 Sistem Pencatatan Tradisional
Adalah bentuk pencatatan yang memiliki catatan masing-masing dari setiap profesi atau
petugas kesehatan, dimana dalam sistem ini masing-masing disiplin ilmu (Dokter, Bidan,
Perawat, Epidemiolog, Ahli Gizi dsb) mempunyai catatan sendiri – sendiri secara terpisah.
Keuntungan bentuk ini adalah pencatatan dapat dilakukan secara lebih sederhana. Kelemahan
bentuk ini adalah data tentang kesehatan yang terkumpul kurang menyeluruh, koordinasi antar
petugas kesehatan tidak ada dan upaya pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan tuntas sulit
dilakukan.
2.1.2 Sistem Pencatatan Non-Tradisional
Adalah Pencatatan yang berorientasi pada Masalah (Problem Oriented Record /POR).
Keuntungan bentuk ini adalah kerjasama antar tim kesehatan lebih baik dan menunjang mutu
pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Setiap petugas kesehatan dituntut untuk membuat
pencatatan tentang data kesehatan sebaik mungkin. Adapun bentuk pencatatan data kesehatan
yang baik mencakup hal – hal di bawah ini :
1. Pencatatan Harus Sistematis, Jelas, Ringkas dan mengacu pada respon
2. pasien terhadap kejadian penyakit atau intervensi yang diberikan.
3. Ditulis dengan Baik dan menghindari kesalahan.
4. Tepat Waktu, ditulis segera setelah tindakan/kegiatan dilakukan.
5. Ditulis secara Terperinci mencakup What, Why, When, Where, Who
and How.
6. Menghindari kata-kata yang sulit diukur.
7. Mencantumkan nama jelas dan tanda tangan setelah melakukan pencatatan.

3
2.2 Bentuk Pelaporan
Pelaporan merupakan cara komunikasi petugas kesehatan yang dapat dilakukan baik secara
tertulis maupun lisan tentang hasil dari suatu kegiatan atau intervensi yang telah dilaksanakan.
2.2.1 Laporan Lisan
1. Kelemahan : Kemungkinan yang dilaporkan hanyalah hal-hal yang baik-baik saja dan
bersifat subyektif.
2. Keuntungan : Hasil dari kegiatan/intervensi yang telah dilakukan dan data yang telah
terkumpul dapat segera ditindaklanjuti dalam waktu yang lebih cepat.
2.2.2 Laporan Tertulis
1. Kelemahan : memakan waktu dan biaya yang lebih.
2. Keuntungan : bisa lebih bersifat objektif dan lebih terperinci serta pelaporan dapat
bersifat positif maupun negative. (Rajab 2009).
2.2.3 Contoh bentuk Laporan
1. Laporan Penggunaan Laboratorium
1. Laporan Penyelidikan Kasus Secara Individual
2. Laporan Penyelidikan Wabah

2.3 Sistematika Pencatatan dan Pelaporan


Sistematika Pencatatan dan Pelaporan Epidemiologi, baik yang berupa hasil penelitian,
survei maupun hasil penyelidikan epidemiologi pada umumnya terdiri atas :
2.3.1. Judul Laporan
Judul Laporan hendaknya dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan berupa:
1. Penelitian atau penyelidikan atau survei Epidemiologi apa yang telah dilaksanakan?
(WHAT)
2. Dimana Penelitian atau penyelidikan atau survei Epidemiologi tersebut dilaksanakan?
(WHERE)
3. Kapan Penelitian atau penyelidikan atau survei Epidemiologi tersebut dilaksanakan?
(WHEN)

4
2.3.2 Pendahuluan
2.3.2.1 Latar Belakang
1. Alasan Penelitian/Penyelidikan/Survei Epidemiologi itu dilakukan. Misalnya:
Meningkatnya angka kematian ibu disuatu wilayah, terjadinya suatu KLB penyakit
tertentu, dll.
2. Tempat atau wilayah terjadinya kasus-kasus yang sedang diselidiki/ diteliti/disurvei.
3. Kapan hal itu terjadi
4. Siapa pelaksana Penelitian atau penyelidikan atau survei epidemiologi itu.
5. Kapan Penelitian/Penyelidikan/Survei Epidemiologi itu dilakukan.
6. Bagaimana karakteristik geografisnya : misalnya daerah pegunungan,
pedesaan dll.
7. Karakteristik Demografi : jumlah penduduk, distribusi berdasarkan usia,
8. Jenis kelamin, pendidikan, ras dsb.
9. Karakteristik Sosial Ekonomi : Tingkat penghasilan, jeis pekerjaan, adat
10. Istiadat dsb.
2.3.2.2 Permasalahan
Dalam bahasan ini perlu dituliskan permasalahan dari laporan hasil survei atau
penyelidikan epidemiologi yang telah dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa
timbulnya masalah tersebut karena adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi sesuai
dengan kaidah atau teori yang ada dengan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.
2.3.2.3 Tujuan penelitian/survei/penyelidikan epidemiologi
Isi dalam tujuan ini dapat berupa apa tujuan Penelitian/ Penyelidikan/ Survei
Epidemiologi tersebut.
2.3.2.4 Metode
Dalam bagian ini mencakup hal - hal sebagai berikut :
1. Jenis penyelidikan atau penelitian epidemiologi yang telah dilakukan, apakah
survei deskriptif kuantitatif, apakah penelitian induktif dengan sampling ataukah
eksperimental dsb.
2. Siapa atau apa populasinya, termasuk subjek penelitiannya atau respondennya.
3. Hal-hal yang berkaitan dengan sample, seperti bagaimana cara pengambilan
samplenya, berapa besar samplenya atau sample apa yang akan diambil/diteliti.

5
4. Peralatan apa saja yang digunakan.
5. Kapan waktu pelaksanaan Penelitian/Penyelidikan/Survei Epidemiologi tersebut.
2.3.2.4 Hasil
Dalam bagian ini disajikan semua data, baik data primer maupun sekunder dalam bentuk
table atau grafik termasuk peta dan data demografi lainnya. Setiap table, grafik ataupun peta
harus diberikan penjelasan yang lengkap.
2.3.2.5 Pembahasan
Semua yang telah dipaparkan dalam uraian hasil Penelitian/Penyelidikan/Survei.
Epidemiologi dibahas pada bagian ini termasuk analisis dari perhitungan statistic yang
diperlukan.
2.3.2.6 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan berupa pernyataan singkat dari hasil Penelitian/Penyelidikan/Survei yang
telah dilakukan. Sebagai contoh hal-hal yang perlu dituliskan dalam kesimpulan :
1. Apakah yang diteliti itu benar-benar merupakan KLB atau bukan.
2. Perlu dituliskan Incidence Rate nya.
3. Hasil Penghitungan Case Fatality Rate (CFR)
4. Perbandingan hasil penghitungan dengan standard/Angka Nasional (Depkes) bahkan
Internasional (WHO).
5. Hal-hal lain yang sangat penting untuk dikemukakan dari hasil
Penelitian/Penyelidikan/ Survei.
6. Semua hal-hal penting yang perlu disarankan dipaparkan dibagian ini secara singkat,
misalnya :
7. Cara pencegahan dan penanggulangan terjadinya wabah atau kejadian penyakit lainnya.
8. Mengatasi masalah pembiayaan dan ketenagaan. Metode perbaikan dari pencatatan dan
kegiatan-kegiatan sebelumnya agar lebih teliti, akurat, efektif dan efisien.
2.3.2.7 Ringkasan
Ringkasan disini berbeda dengan kesimpulan, dimana dalam ringkasan ini mencakup
keseluruhan isi/hasil Penelitian/Penyelidikan/Survei yang telah dilakukan dengan bahasa
yang singkat dan jelas (Inti Sari). Isi ringkasan ini mencakup :
1. Latar belakang : yang menunjukkan adanya kesenjangan.
2. Permasalahan

6
3. Kepustakaan
Dalam bagian ini dituliskan semua referensi yang dipakai sebagai rujukan dalam penulisan
menurut kaidah tertentu yang ditetapkan seperti Sistem Havard atau Vancouver atau yang
lainnya, yang penting konsisten. (Sutomo, Machfoedz, et al. 2010).

2.4 Pengelolaan dari Pencatatan dan Pelaporan


2.4.1 Pengelolaan Pencatatan
Semua kegiatan pokok baik didalam maupun diluar gedung puskesmas, puskesmas
pembantu, dan bidan di desa harus dicatat. Untuk memudahkan dapat menggunakan formulir
standar yang telah ditetapkan dalam SP2TP. Jenis formulir standar yang digunakan dalam
pencatatan adalah sebagai berikut :
2.4.1.1 Rekam kesehatan keluarga (RKK)
Rekam kesehatan keluarga atau yang disebut family folder adalah himpunan kartu-kartu
individun suatu keluarga yang memperoleh pekayanan kesehatan dipuskesmas. Kegunaan dari
RKK adalah untuk mengikuti keadaan kesehatan dan gambaran penyakit di suatu keluarga.
Pengguna RKK diutamakan pada anggota keluarga yang mengidap salah satu penyakit atau
kondisi, misalnya penderita TBC paru, kusta, keluarga resiko tinggi yaitu ibu hamil resiko tinggi,
neonatus resiko tinggi (BBLR), balita kurang energi kronis (KEK).
Dalam pelaksanaannya keluarga yang menggunakan RKK diberi alat bantu kartu tanda pengenal
keluarga (KTPK) untuk memudahkan pencarian berkas pada saat melakukan kunjungan ulang.
2.4.1.2 Kartu rawat jalan
Kartu rawat jalan atau lebih dikenal dengan kartu rekam medik pasien merupakan alat
untuk mencatat identitas dan status pasien rawat jalan yang berkunjung ke puskesmas.
2.4.1.3 Kartu indeks penyakit
Kartu indeks penyakit merupakan alat bantu untuk mencatat identitas pasien, riwayat,
dan perkembangan penyakit. Kartu indeks penyakit diperuntukan khusus penderita penyakit
TBC paru dan kusta.
2.4.1.4 Kartu ibu
Kartu ibu merupakan alat bantu untuk mengetahui identitas, status kesehatan, dan
riwayat kehamilan sampai kelahiran.

7
2.4.1.5 Kartu anak
Kartu anak adalah alat bantu untuk mencatat identitas, status kesehatan, pelayanan
preventif-promotif-kuratif-rehabilitatif yang diberikan kepada balita dan anak prasekolah.
2.4.1.6 KMS balita, anak sekolah
Merupakan alat bantu untuk mencatat identitas, pelayanan, dan pertumbuhan yang telah
diperoleh balita dan anak sekolah.
2.4.1.7 KMS ibu hamil
Merupakan alat untuk mengetahui identitas dan mencatat perkembangan kesehatan ibu
hamil dan pelayanan kesehatan yang diterima ibu hamil
2.4.1.8 KMS usia lanjut
KMS usia lanjut merupakan alat untuk mencatat kesehatan usia lanjut secara pribadi baik
fisik maupun psikososial, dan digunakan untuk memantau kesehatan, deteksin dini penyakit, dan
evaluasi kemajuan kesehatan usia lanjut.
2.4.1.9 Register
Register merupakn formulir untuk mencatat atau merekap data kegiatan didalam dan di
luar gedung puskesmas, yang telah dicatat di kartu dan catatan lainnya.
2.4.2 Pengelolaan Pelaporan
Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Kesehatan masyarakat
No.590/BM/DJ/Info/Info/96, pelaporan puskesmas menggunakan tahun kalender yaitu dari bulan
Januari sampai dengan Desember dalam tahun yang sama. Formuler pelaporan dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan/beban kerja di puskesmas. Contoh formulir Laporan
dari Puskesmas ke Dati II :
1. Laporan Bulanan
a. Data Kesakitan (LB 1)
b. Data obat-obatan (LB 2)
c. Data kegiatan gizi, KIA/KB, dan imunisasi termasuk pengamatan penyakit
menular (LB 3)
2. Laporan Sentinel
Berikut adalah bentuk laporan sentinel.

8
1) Laporan bulan sentinel (LB 1S)
Laporan yang memuat data penderita penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD31), penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Dan diare, menurut umur dan status
imunisasi. Puskesmas yang memuat LB 1S adalah puskesmas yang ditunjukyaitu satu puskesmas
dari setiap DATI II dengan periode laporan bulan serta dilaporkan ke dinas kesehatan DATI II,
Dinas kesehatan DATI I dan pusat (Ditjen PPM dan PLP).
2) Laporan bulanan sentinel (LB 2S)
Dalam laporan ini memuat data KIA, gizi, tetanus neonatorum, dan penyakit akibat kerja.
Laporan bulanan sentinel hanya diperuntukkan bagi piskesmas rawat inap. Laporan ini
dilaporkan ke dinas kesehatan DATI I.
3) Laporan Tahunan
Laporan tahunan meliputi :
a. Data dasar puskesmas (LT-1)
b. Data kepegawaian (LT-2)
c. Data peralatan (LT-3)

9
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Kesimpulan
Sistem Pencatatan secara umum terbagi dalam 2 (dua) bagian, yaitu Sistem Pencatatan
Tradisional dan Sistem Pencatatan Non-Tradisional. Bentuk Pelaporan yaitu laporan lisan, dan
laporan tertulis. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu bertujuan agar semua hasil kegiatan
(di dalam dan di luar gedung) dapat dicatat serta dilaporkan ke jenjang selanjutnya sesuai dengan
kebutuhan secara benar, berkala, dan teratur, guna menunjang pengelolaan upaya kesehatan
masyarakat. Sistematika Pencatatan dan Pelaporan Epidemiologi, baik yang berupa hasil
penelitian, survei maupun hasil penyelidikan epidemiologi pada umumnya terdiri atas : Judul
Laporan, Latar belakang, Tujuan penelitian/survei/penyelidikan epidemiologi , Permasalahan,
Metode, Hasil, Kesimpulan dan saran, Ringkasan. Pelayanan kesehatan di masyarakat dilakukan
melalui kegiatan pengawasan, pengendalian, dan penilaian yang meliputi pencatatan, pelaporan,
monitoring, dan evaluasi. Pencatatan dan pelaporan adalah indikator keberhasilan suatu
kegiatan. Tanpa adanya pencatatan dan pelaporan, kegiatan atau program apapun yang
dilaksanakan tidak akan terlihat wujudnya.

3.2 Saran
Diharapkan sebagai mahasiswa kesehatan, penyusun dapat menggali lebih luas dan lebih
dalam lagi mengenai bentuk-bentuk pencatatan dan pengelolaan, serta menambah pengetahuan
dan wawasan serta dapat mensosialisasikan pada teman sejawat. Meningkatkan pengetahuan
mengenai epidemiologi keperawatan, dan dikembangkan melalui pelatihan dan seminar untuk
meningkatkan kualitas ilmu keperawatan yang nantinya akan diterapkan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Nugrahaeni, Kunthi, Dyan. (2012). Konsep Dasar Epidemiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jakarta
Roza, Desta, Siska. 2013. “MAKALAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Tentang Pencatatan dan
pelaporan kesehatan masyarakat (record-keeping and reporting of health of society.)”
https://www.scribd.com/document/340316391/MAKALAH-ILMU-KESEHATaN-
MASYARAKAT-Tentang Pencatatan-Dan-Pelaporan-Kesehatan-Masyarakat diakses pada tanggal
08 November 2018 pukul 16.25 WIB.