Anda di halaman 1dari 8

TUGAS BIOKIMIA

Disusun oleh:
Hariz Fajar Kurniawan
1811201009

PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AISYIYAH
YOGJAKARTA
2018
1. Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat
hubungannya dengan proses-proses kehidupan.
Dalam proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi satuan-
satuan dasar kimia. Protein terbentuk dari unsur-unsur organik
yang h a m p i r s a m a d e n g a n k a r b o h i d r a t d a n l e m a k , y a i t u
t e r d i r i d a r i u n s u r k a r b o n ( C ) , hidrogen (H), dan oksigen (O), akan
tetapi ditambah dengan unsur lain, yaitu nitrogen (N).
Molekul protein mengandung pula fosfor, belerang, dan ada
jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan
tembaga.
Molekul protein tersusun dari satuan-satuan dasar kimia,
yaitu asam amino (biasa disebut unit pembangun protein). Dalam
molekul protein, asam-asam amino ini saling berhubung-
hubungan dengan suatu ikatan yang disebut ikatan peptida
(CONH). Satu molekul protein dapat terdiri d a r i 1 2 s a m p a i 1 8
macam asam amino dan dapat mencapai jum lah ratusan
a s a m amino (Suhardjo dan Clara, 1992).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan protein, asam amino,
dan ikatan peptide adalah suatu kesatuan komponen pembentuk protein.

2. Klasifikasi Asam amino


1) Klasifikasi asam amino berdasarkan muatannya pada larutan dengan
pH netral (pH 7)
a. Asam amino netral yang tidak bermuatan, dikarenakan adanya reaksi
Zwitter. Asam amino yang termasuk golongan ini yang tidak
mempunyai gugus rantai samping yang bermuatan. Asam amino
tersebut adalah alanin, asparagin, sistein, glutamine, glisin, isoleusin,
leusin, metionin, fenilalanin, prolin, serin, treonin, triptofan, tirosin,
dan valin
b. Asam amino bermuatan negatif yang mempunyai gugus karboksil dan
bersifat asam. Asam amino tersebut adalah asam aspartat dan asam
glutamate.
c. Asam amino bermuatan positif yang mempunyai gugus amino dan
bersifat basa. Asam amino yang termasuk golongan ini adalah arginin,
histidin, dan lisin

2) Klasifikasi asam amino berdasarkan rantai samping (R)

No Kandungan Contoh
1 Asam amino dengan Glisin, valin, leusin, isoleusin, dan
rantai samping alanin.
alifatik
2 Asam amino yang Serin dan treonin
mengandung gugus
hidroksil (-OH)
3 Asam amino yang Sistein dan metionin
mengandung sulfur
4 Asam amino yang Asam glutamat dengan glutamine dan
mempunyai gugus asam aspartat dengan asparagin
asam atau amida-nya
5 Asam amino yang Arginin, lisin, dan histidin
mempunyai gugus
basa pada rantai
sampingnya
6 Asam amino yang Fenilalanin, tirosin, dan triptofan
mempunyai rantai
samping berupa
gugus aromatik
7 Asam amino yang Prolin
mempunyai rantai
samping berupa asam
imino

3) Klasifikasi asam amino berdasarkan kebutuhannya

No Kemampuan Keterangan Contoh


Tubuh
1 Asam amino Asam amino yang Lisin, leusin,
esensial tidak dapat isoleusin, treonin,
disintesis didalam metionin, valin,
tubuh, tetapi fenilalanin, histidin,
diperoleh dari luar dan arginin
misalnya melalui
makanan
2 Asam amino non Asam amino yang A l a n i n ,
esensial dapat disintesis a s p a r t a t , asparagin,
didalam tubuh glutamat, glisin,
melalui glutamin, prolin, serin,
perombakan sistein, dan tirosin
senyawa lain.

3. Klasifikasi Protein
a. Berdasarkan Fungsi Biologisnya
No Golongan Protein Fungsi Jenis Protein
1 Protein Enzim Biokatalisator 4) Peroksidase
5) Pepsin
6) Poilinukleotidase
2 Protein Pengangkut Membawa ion atau 7) Hemoglobin
8) Lipoprotein
molekul tertentu dari
satu organ ke organ lain
melalui aliran darah
3 Protein Struktural Pembentuk structural 9) Elastin
10) Fibrin
sel jaringan dan
11) Keratin
memberi kekuatan
4 Protein Hormon Mengatur aktiitas Hormon yang dihasilkan
metabolisme dalam oleh kelenjar endokrin
tubuh
5 Protein Pelindung Melawan mikroorganise
yang masuk ke dalam
tubuh
6 Protein Kontraktil Memberi kemampuan 12) Miosin
13) Aktin
pada sel untuk
berkontraksi dan
berubah bentuk
7 Protein Cadangan Protein yang disimpan
untuk beberapa proses
metabolisme

b. Bentuk dan Sifat Fisik


1) Protein Fibriler/Skleroprotein
Protein ini berbentuk serabut, tidak larut dalam pelarut-
pelarut encer, baik larutan garam, asam, basa, ataupun alkohol.
Berat molekulnya yang besar belum dapat ditentukan dengan
pasti dan sukar dimurnikan.
Susunan molekulnya terdiri dari rantai molekul yang
panjang sejajar dengan rantai utama, tidak membentuk kristal
dan bila rantai ditarik memanjang, dapat kembali pada keadaan
semula. Kegunaan protein ini terutama hanya untuk
membentuk struktur bahan dan jaringan.
Contoh protein fibriler adalah kolagen yang terdapat pada
tulang rawan, miosin pada otot, keratin pada rambut, dan fibrin
pada gumpalan darah (Winarno, 2004).
2) Protein Globuler/Sferoprotein
Protein ini berbentuk bola, banyak terdapat pada bahan
pangan seperti susu, telur, dan daging. Protein ini larut dalam
larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah
dibawah pengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut asam, dan
basa jika dibandingkan dengan protein fibriler.
Protein ini mudah terdenaurasi, yaitu susunan molekulnya
berubah yang diikuti dengan perubahan sifat fisik dan
fisiologiknya seperti yang dialami oleh enzim dan hormon
(Winarno, 2004)
.
c. Kelarutan
No Protein Keterangan
1 Albumin Larut air dan terkoagulasi oleh panas
Contoh: Albumin telur, albumin serum, laktalbumin
dalam susu
2 Globulin Tidak larut air, terkoagulasi oleh panas, larut dalam
larutan garam encer, mengendap dalam larutan
garam konsentrasi tinggi
Contoh: Miosinogen dalam otot, ovoglobulin pada
telur
3 Glutelin Tidak Larut dalam pelarut netral tetapi larut dalam
asam/basa encer
Contoh: Glutenin pada gandum, orizenin pada beras
4 Prolamin/Gliadin Larut dalam alcohol 70-80%, tidak larut dalam air
dan alcohol absolut
Contoh: Gliadin pada gandum, zein pada jagung
5 Histon Larut dalam air , tidak larut dalam ammonia encer,
terkoagulasi oleh panas
Contoh: Globin pada hemoglobin
6 Protamin Larut air, tidak terkoagulasi oleh panas
Contoh: Salmin pada ikan salmon

d. Kerumitan Struktur
No Kerumitan Keterangan Contoh
1 Sederhana Protein sederhana tersusun Albumin, globulin,
oleh asam amino saja, oleh histon, dan prolamin
karena itu pada hidrolisisnya
hanya diperoleh asam-asam
amino penyusunnya saja.
2 Majemuk Protein ini tersusun oleh - Phosprotein
protein sederhana dan zat lain dengan radikal
yang bukan protein. Zat lain prostetik asam
yang bukan protein disebut phostat
- Nukleoprotein
radikal
protestik. dengan radikal
prostetik asam
nukleat.
- Mukoprotein
dengan radikal
prostetik
karbohidrat.

e. Tingkat Degrasi
1) Protein alami adalah protein dalam keadaan seperti protein dalam
sel.
2) Turunan protein yang merupakan hasil degradasi protein pada
tingkat permulaan denaturasi. Dapat dibedakan sebagai protein
turunan primer (protean, metaprotein) dan protein turunan
sekunder (proteosa, pepton, dan peptida) (Winarno, 2004).

DAFTAR PUSTAKA

Suhardjo dan Clara M.K. 1992. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta: Kanisius.
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.