Anda di halaman 1dari 10

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Puskesmas

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya

kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih

mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes RI No.75, 2014).

Menurut Permenkes Nomor 13 Tahun 2015, Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan

kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan

perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan

preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif untuk mencapai derajat

kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Program upaya kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas terdiri dari pelayanan

kesehatan gigi di balai pengobatan gigi, Usaha Kesehatan Gigi sekolah (UKGS) dan

Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM). Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di

puskesmas bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal.

Program ini dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian

masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mencegah atau

mengurangi hal-hal yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit gigi dan mulut

dengan usaha promotif dan preventif serta kuratif. Petugas kesehatan gigi di Puskesmas

terdiri dari dokter gigi dan perawat gigi (Depkes RI, 2001). Program pelayanan

kesehatan gigi dan mulut dalam upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan oleh

6
7

puskesmas adalah Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD) dan Usaha

Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).

B. Posyandu

Posyandu merupakan Lembaga kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang

melalui masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat yang diharapkan mampu

memberikan pelayanan kesehatan dan social dasar masyarakat. Posyandu tidak serta

merta hadir namun didukung oleh Pemerintah. Posyandu terus diupayakan agar dapat

menjadi gerbang depan pemberdayaan masyarakat (Depkes, 2011).

Pelaksana kegiatan Posyandu adalah anggota masyarakat yang telah dilatih

menjadi kader kesehatan setempat dibawah bimbingan Puskesmas. Sedangkan

pengelola Posyandu adalah pengurus yang dibentuk oleh ketua RW yang berasal dari

kader PKK, tokoh masyarakat formal dan informal serta kader kesehatan yang ada di

wilayah tersebut (Zulkifli, 2003).

Menurut Rusmi (2002), istilah Posyandu yang dikenal sebagai Pos Pelayanan

Terpadu adalah suatu tempat yang kegiatannya tidak dilakukan setiap hari melainkan

satu bulan sekali diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan dan terdiri dari beberapa

pelayanan kesehatan yaitu.

1. Pelayanan Pemantauan Pertumbuhan Berat Badan Balita

2. Pelayanan Imunisasi

3. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Pelayanan Ibu berupa pelayanan ANC

(Antenatal Care), kunjungan pasca persalinan (Nifas) sementara Pelayanan


8

Anak berupa Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Balita dengan

maksud menemukan secara dini kelainan-kelainan pada balita dan melakukan

intervensi segera.

4. Pencegahan dan Penanggulangan diare dan Pelayanan Kesehatan lainnya

Kegiatan di Posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan pastisipasi

masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat, oleh masyarakat

dan untuk masyarakat yang dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah

mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari Puskesmas mengenai pelayanan dasar

(Poerdji, 2002).

Posyandu merupakan salah satu forum komunikasi, alih teknologi dan pelayanan

kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber

daya manusia sejak dini. Posyandu juga merupakan tempat kegiatan terpadu antara

program keluarga berencana di tingkat desa (Shakira, 2009). Posyandu adalah pusat

pelayanan keluarga berencana dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk

dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka

pencapaian Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).

Menurut Depkes (2008), adapun tujuan Posyandu diantaranya yaitu.

1. Mempercepat penurunan angka kematian bayi, balita dan angka kelahiran.

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan Ibu untuk menurunkan IMR (Infant

Mortality Rate).

3. Mempercepat diterimanya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera).


9

4. Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi

untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat.

5. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan

kesehatan dan kegiatan lain yang menunjang sesuai kebutuhan.

C. UKGMD

UKGMD adalah suatu pendekatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan

kemampuan dan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi,

bersumberdaya masyarakat yang berlandaskan pendekatan primary health care

(posyandu, bina keluarga balita, polindes, ponstren, dan taman kanak-kanak), merujuk

kasus yang ditermuka ke fasilitas kesehatan, penyuluhan dan melaksanakan

pencatatan/pelaporan. UKGMD merupakan upaya pelayanan kesehatan gigi pada

masyarakat yang sifatnya promotif sebagai usaha untuk meningkatkan dan mencegah

dengan mengembangkan upaya pelayanan yang bersumber pada peran aktif

masyarakat melalui posyandu agar masyarakat datang ke puskesmas (Depkes RI,

2001). Sasaran UKGMD yaitu semua masyarakat yang berpenghasilan rendah dan

diutamakan bagi kelompok rentan penyakit gigi mulut yaitu golongan balita, ibu hamil,

ibu menyusui, dan lansia (Depkes, 2004).

1. Tujuan UKGMD

a. Tujuan umum

Tujuan UKGMD yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan,

dan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi serta

meningkatkan status kesehatan gigi masyarakat secara optimal melalui

upaya promotif dan preventif (Kemenkes RI, 2012).


10

b. Tujuan khusus

Tujuan khusus dari kegiatan UKGMD diantaranya meningkatkan

kemampuan masyarakat untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut,

melakukan pencegahan penyakit gigi dan mulut, mempergunakan sarana

pelayanan kesehatan gigi yang tersedia dan meningkatkan pengetahuan

masyarakat tentang kelainan-kelainan kesehatan gigi dan mulut serta

kemampuan mengatasi kelainan tersebut dengan tepat (Kemenkes RI,

2012).

2. Manfaat UKGMD

Manfaat dari UKGMD diantaranya sebagai sarana edukasi kepada

masyarakat tentang kesehatan gigi serta sarana untuk mengetahui perilaku

kesehatan masyarakat tertutama yang berhubungan dengan kesehatan giginya.

a. Manfaat UKGMD bagi masyarakat diantaranya:

1) Masyarakat dapat menjangkau pelayanan kesehatan gigi dan mulut di

Desa atau Kelurahan

2) Masyarakat yang tidak dapat pergi ke pelayanan kesehatan sesuai jam

pelayanan memiliki kesempatan untuk dilayani di luar jam pelayanan.

3) Masyarakat dapat menerima mutu pelayanan yang sama dengan di pusat

pelayanan puskesmas atau bahkan lebih baik.

4) Masyarakat dapat menerima pelayanan kesehatan gigi yang

berkesinambungan dari usaha promotif, preventif maupun kuratif

(Kemenkes RI, 2012).

b. Manfaat UKGMD bagi dokter gigi dan perawat gigi yaitu:


11

1) Meningkatkan kemampuan secara klinis dokter gigi dan perawat gigi

karena banyaknya kasus yang dapat dirawat.

2) Dokter gigi dan perawat gigi memiliki pengalaman bermasyarakat yang

dapat pula membantu sosialisasi keberadaan pusat pelayanan kesehatan

seperti puskesmas (Kemenkes RI, 2012).

3. Tenaga Pelaksana UKGMD

Tenaga Pelaksana dalam Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Desa terdiri

dari (Kemenkes RI, 2012):

a. Dokter gigi

b. Perawat gigi

c. Bidan desa

d. Kader

4. Kader Kesehatan

a. Gambaran umum kader

Secara umum istilah kader adalah warga masyarakat setempat yang

dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela

untuk menjadi penyelenggara kegiatan di desa. Kader kesehatan atau yang

dikenal dengan promotor kesehtan desa (prokes) adalah tenaga sukarela

yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan

masyarakat (Zulkifli, 2003).

Kader Posyandu adalah seorang yang karena kecakapannya atau

kemampuannya diangkat, dipilih dan atau ditunjuk untuk memimpin

pengembangan Posyandu disuatu tempat atau desa (Depkes, 2008). Setiap


12

warga keluarahan setempat laki-laki maupun perempuan yang bisa

membaca dan menulis huruf latin, mempunyai waktu luang, memiliki

kemampuan dan mau bekerja sukarela dengan tulus ikhlas bisa menajdi

kader (Rahaju, 2005).

b. Tugas kader

Tugas kader Posyandu untuk mengelola dan melayani masyarakat

untuk mendukung peningkatan kualitas sumberdaya manusia, hal ini ini

merupakan tugas yang berat dan dilakukan secara sukarela. Pelayanan

petugas kader kesehatan memegang peranan penting terhadap kunjungan

ibu ke Posyandu. Dengan pelayanan yang menyenangkan, ramah dan

memberikan informasi serta penyuluhan yang jelas dan mudah dimengerti

dari petugas kesehatan sehingga orang tua sadar untuk datang ke Posyandu

(Uphoff, 2002).

5. Kegiatan UKGMD

UKGMD merupakan suatu bentuk pelayanan dari puskesmas desa atau

kelurahan yang dikelola oleh dokter gigi sebagai penanggung jawab medis dan

perawat gigi sebagai penanggung jawab teknis. UKGMD dapat dilaksanakan

melalui kerjasama antara puskesmas dan desa wilayah kerja suatu puskesmas

yang bersifat dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat yaitu kader

UKGMD yang terlatih dibantu oleh bidan desa setempat (Kemenkes RI, 2011).

Kegiatan UKGMD yang biasanya dilakukan diantaranya:

a. Penyuluhan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut


13

Kegiatan penyuluhan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

terdiri dari:

a. Penyampaian pokok bahasan mengenai gambaran umum kesehatan gigi

dan mulut, pengertian dan fungsi bibir, gusi, lidah, gigi-geligi dan

jaringan lunak lainnya dengan membuat berbagai pertanyaan

situasional dan mengungkit pengalaman pribadi peserta.

b. Menjelaskan kelainan dan penyakit yang terjadi pada gigi dan mulut

antara lain gigi berlubang, radang gusi serta karang gigi.

c. Menjelaskan kebiasaan baik dan buruk pada kesehatan gigi dan mulut

d. Menjelaskan penyakit tubuh akibat kerusakan gigi.

e. Menjelaskan kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi

dan mulut antara lain ibu hamil, anak balita, anak usia pendidikan dasar,

dan lansia.

f. Menjelaskan pencegahan terjadinya penyakit gigi dan mulut dengan

cara menyikat gigi yang baik dan benar, pemilihan sikat gigi, waktu

menyikat gigi, penggunakan alat-alat bantu pembersih gigi, makanan

yang dapat merusak gigi, makanan yarg baik untuk kesehatan gigi,

periksa gigi secara teratur.

g. Menjelaskan pemeriksaan dan pengobatan sederhana terhadap penyakit

gigi dan mulut.

h. Menjelaskan tentang rujukan, pencatatan dan pelaporan kegiatan

kesehatan gigi dan mulut masyarakat (kemenkes RI, 2012).

b. Pemeriksaan kondisi gigi dan mulut


14

Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut meliputi struktur dalam rongga

mulut, yaitu:

a. Mukosa bukal

b. Bibir

c. Lidah

d. Palatum durum dan palatum molle

e. Gusi dan gigi

f. Kelenjar ludah

c. Pelatihan kader

Kader adalah sumber daya manusia yang telah dilatih dan dipersiapkan

dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki

kemampuan di atas rata-rata orang umum. Secara umum istilah kader

kesehatan yaitu kader-kader yang dipilih oleh masyarakat menjadi

penyelenggara posyandu. Kader kesehatan dinamakan promotor kesehatan

desa (prokes) merupakan tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan

bertugas mengembangkan masyarakat. dalam rangka mensukseskan

pembangunan nasional, khusus dibidang kesehatan, bentuk pelayanan

kesehatan diarahkan pada prinsip bahwa masyarakat bukanlah objek akan

tetapi merupakan subjek pembangunan itu sendiri.

1) Fungsi Kader

Mengedukasi masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut,

mengingatkan kembali pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut


15

kepada sasaran, yaitu: karang taruna, ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan

Keluarga (PKK), guru-guru Sekolah Dasar (SD).

2) Tugas Kader

Sebagai penghubung antara masyarakat di lingkungan kader dengan

puskesmas setempat khusus di bidang kesehatan gigi dan mulut,

melaksanakan program kesehatan gigi dan mulut dari puskesmas

setempat, melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara

sederhana sebelum merujuk ke puskesmas, melakukan pencatatan dan

pelaporan tentang kesehatan gigi dan mulut masyarakat di

lingkungannya.

3) Tujuan Pelatihan Kader

Meningkatkan pengetahuan, tanggapan, dan keterampilan para kader

kesehatan gigi dan mulut dalam menangani masalah kesehatan gigi dan

mulut dasar dan rujukan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang

pentingnya usaha promotif dan preventif dari pemberdayaan

masyarakat itu sendiri untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan

mulut, meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan tentang

masalah kesehatan gigi dan mulut yang sudah didapat kepada

masyarakat dan lingkungannya, mempelajari cara melakukan

pemeriksaan gigi dan mulut secara sederhana serta merujuk ke

puskesmas setempat.