Anda di halaman 1dari 13

Konsep Asuhan Keperawatan Pada Kasus Kanker Ovarium

1. Pengkajian Keperawatan

A. Anamnesis
1. Identitas pasien
meliputi nama lengkap, tempat tinggal, jenis kelamin, tanggal lahir,
umur, tempat lahir, asal suku bangsa, nama orang tua, dan pekerjaan
orang tua. Keganasan kanker ovarium sering dijumpai pada usia
sebelum menarche atau di atas 45 tahun (Manuaba, 2010).
2. Riwayat Kesehatan
a) Keluhan Utama
Biasanya mengalami perdarahan abnormal atau menorrhagia pada
wanita usia subur atau wanita diatas usia 50 tahun / menopause
untuk stadium awal (Hutahaean, 2009). Pada stadium lanjut akan
mengalami pembesaran massa yang disertai asites (Reeder, dkk.
2013).
b) Riwayat kesehatan sekarang menurut Williams (2011) yaitu :
 Gejala kembung, nyeri pada abdomen atau pelvis, kesulitan
makan atau merasa cepat kenyang dan gejala perkemihan
kemungkinan menetap
 Pada stadium lanjut sering berkemih, konstipasi,
ketidaknyamanan pelvis, distensi abdomen, penurunan berat
badan dan nyeri pada abdomen.

c) Riwayat kesehatan dahulu

Riwayat kesehatan dahulu pernah memiliki kanker kolon, kanker


payudara dan kanker endometrium (Reeder, dkk. 2013).

d) Riwayat kesehatan keluarga

Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami kanker


payudara dan kanker ovarium yang beresiko 50 % (Reeder, dkk.
2013).

e) Riwayat haid/status ginekologi

Biasanya akan mengalami nyeri hebat pada saat menstruasi


dan terjadi gangguan siklus menstruasi (Hutahaean, 2009).

f) Riwayat obstetri

1
Biasanya wanita yang tidak memiliki anak karena
ketidakseimbangan sistem hormonal dan wanita yang melahirkan
anak pertama di usia > 35 tahun (Padila, 2015).

g) Data keluarga berencana

Biasanya wanita tersebut tidak menggunakan kontrasepsi oral


sementara karena kontrasepsi oral bisa menurunkan risiko ke
kanker ovarium yang ganas (Reeder, dkk. 2013).

h) Data psikologis

Biasanya wanita setelah mengetahui penyakitnya akan merasa


cemas, putus asa, menarik diri dan gangguan seksualitas (Reeder,
dkk. 2013).

i) Data aktivitas/istirahat

Pasien biasanya mengalami gejala kelelahan dan terganggu


aktivitas dan istirahat karena mengalami nyeri dan ansietas.

j) Data sirkulasi

Pasien biasanya akan mengalami tekanan darah tinggi karena


cemas.

k) Data eliminasi

Pasien biasanya akan terganggu BAK akibat perbesaran massa


yang menekan pelvis.

l) Data makanan/cairan

Biasanya pasien tidak mengalami gangguan dalam nutrisi tetapi


kalau dibiarkan maka akan mengalami pembesaran lingkar
abdomen sehingga akan mengalami gangguan gastrointestinal.

m) Data nyeri/kenyamanan

Pasien biasanya mengalami nyeri karena penekanan pada pelvis.

n) Pemeriksaan fisik

(1) Kesadaran Kesadaran pasien tergantung kepada keadaan


pasien, biasanya pasien sadar, tekanan darah meningkat dan
nadi meningkat dan pernafasan dyspnea.

2
(2) Kepala dan rambut Tidak ada gangguan yaitu simetris, tidak
ada benjolan, tidak ada hematom dan rambut tidak rontok.

(3) Telinga Simetris kiri dan kanan, tidak ada gangguan


pendengaran dan tidak ada lesi.

(4) Wajah Pada mata konjungtiva tidak anemis, sklera tidak


ikterik, reflek pupil +/+, pada hidung tidak ada pernapasan
cuping hidung, pada mulut dan gigi mukosa tidak pucat dan
tidak ada sariawan.

(5) Leher Tidak ada pembendungan vena jugularis dan


pembesaran kelenjer tiroid.

(6) Thoraks Tidak ada pergerakan otot diafragma, gerakan dada


simetris.

(7) Paru-paru

(a) Inspeksi Pernapasan dyspnea, tidak ada tarikan dinding


dada.

(b) Palpasi Fremitus kiri dan kanan sama.

(c) Perkusi Suara ketok sonor, suara tambahan tidak ada.

(d) Auskultasi Vesikuler.

(8) Jantung Pada pasien kanker ovarium biasanya tidak ada


mengalami masalah pada saat pemeriksaan di jantung

(a) Inspeksi Umumnya pada saat inspeksi, Ictus cordis tidak


terlihat.

(b) Palpasi Pada pemeriksaan palpasi Ictus cordis teraba.

(c) Perkusi Pekak.

(d) Auskultasi Bunyi jantung S1 dan S2 normal. Bunyi


jantung S1 adalah penutupan bersamaan katup mitral
dan trikuspidalis. Bunyi jantung S2 adalah penutupan
katup aorta dan pulmanalis secara bersamaan.

(9) Payudara/mamae Simetris kiri dan kanan, aerola mamae


hiperpigmentasi, papila mamae menonjol, dan tidak ada
pembengkakan.

3
10) Abdomen

(a) Inspeksi Pada stadium awal kanker ovarium, belum


adanya perbesaran massa, sedangkan pada stadium
lanjut kanker ovarium, akan terlihat adanya asites dan
perbesaran massa di abdomen

(b) Palpasi Pada stadium awal kanker ovarium, belum


adanya perbesaran massa, sedangkan pada stadium
lanjut kanker ovarium, di raba akan terasa seperti karet
atau batu massa di abdomen

(c) Perkusi Hasilnya suara hipertympani karena adanya


massa atau asites yang telah bermetastase ke organ lain

(d) Auskultasi Bising usus normal yaitu 5- 30 kali/menit

11) Genitalia

Pada beberapa kasus akan mengalami perdarahan abnormal


akibat hiperplasia dan hormon siklus menstruasi yang
terganggu. Pada stasium lanjut akan dijumpai tidak ada
haid lagi.

12) Ekstremitas

Tidak ada udema, tidak ada luka dan CRT kembali < 2
detik. Pada stadium lanjut akan ditandai dengan kaki
udema. (Reeder, dkk. 2013).

 Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan laboratorium

Menurut Ritu Salani (2011) yang harus dilakukan pada


pasien kanker ovarium yaitu :

(a) Uji asam deoksiribonukleat mengindikasikan mutasi gen


yang abnormal

(b) Penanda atau memastikan tumor menunjukkan antigen


karsinoma ovarium, antigen karsinoembrionik, dan HCG
menunjukkan abnormal atau menurun yang mengarah ke
komplikasi.

4
2) Pencitraan

USG abdomen, CT scan, atau ronsen menunjukkan


ukuran tumor. Pada stadium awal tumor berada di
ovarium, stadium II sudah menyebar ke rongga panggul,
stadium III sudah menyebar ke abdomen, dan stadium IV
sudah menyebar ke organ lain seperti hati, paru-paru, dan
gastrointestinal

3) Prosedur diagnostik

Aspirasi cairan asites dapat menunjukkan sel yang tidak


khas. Pada stadium III kanker ovarium cairan asites positif
sel kanker.

4) Pemeriksaan lain

Laparatomi eksplorasi, termasuk evaluasi nodus limfe dan


reseksi tumor, dibutuhkan untuk diagnosis yang akurat dan
penetapan stadium berapa kanker ovarium tersebut.

2. Diagnosis Keperawatan yang Mungkin Muncul

Adapun diagnosis keperawatan yang mungkin muncul pada


klien kanker ovarium menurut adalah sebagai berikut :

1) Pre operasi

a. Nyeri akut berhubungan dengan kompresi serabut saraf


b. Konstipasi berhubungan dengan tumor
c. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan penekanan
pelvis
d. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
penekanan diafragma
e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan faktor biologis
f. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan
ketahanan tubuh
g. Kesiapan meningkatkan harapan berhubungan dengan
keyakinan
h. Kesiapan meningkatkan koping keluarga
berhubungan dengan kesembuhan
i. Ansietas berhubungan dengan status kesehatan menurun

5
j. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang
informasi.

2) Post operasi :

a. Resiko infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan


b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan cedera kulit
c. Disfungsi seksual berhubungan dengan gangguan struktur
tubuh
d. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan program
pengobatan
e. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala terkait
penyakit

Intervensi

Diagnosa NOC NIC


Nyeri akut Setelah dilakukan Manajemen
berhubungan tindakan Nyeri
dengan keperawatan,
kompresi pasien mampu 1. Lakukan
serabut saraf mengontrol nyeri pengkajian
dengan kriteria nyeri
Defenisi : hasil : komprehen
pengalaman 1. Mengenali sif yang
sensori dan kapan nyeri meliputi
emosional tidak terjadi lokasi,
menyenangkan 2. Menggambark karakteristi
yang muncul an faktor k,
akibat kerusakan penyebab onset/duras
jaringan aktual 3. Melaporkan i,
atau potensial perubahan frekuensi,
atau yang terhadap gejala kualitas,
digambarkan nyeri pda intensitas
sebagai profesional atau
kerusakan. kesehatan beratnya
4. Mengenali nyeri dan
apa yang faktor
terkait dengan pencetus
gejala nyeri 2. Observasi
5. Melaporkan adanya
nyeri yang petunjuk
terkontrol nonverbal

6
mengenai
ketidaknya
manan
terutama
pada
mereka
yang tidak
dapat
berkomuni
kasi secara
efektif
3. Pastikan
perawatan
analgesik
bagi pasien
dilakukan
dengan
pemantaua
n yang
ketat
4. Gunakan
strategi
komunikasi
terapeutik
5. Gali
pengetahua
n dan
kepercayaa
n pasien
mengenai
nyeri
6. Gali
bersama
pasien
faktor-
faktor
yang dapat
menurunka
n atau
memperber
at nyeri
7. Berikan
informasi
mengenai
nyeri
seperti

7
penyebab
nyeri,
berapa
lama nyeri
akan
dirasakan,
dan
antisipasi
dari
ketidaknya
manan
akibat
prosedur
8. Ajarkan
prinsip-
prinsip
manajemen
nyeri
9. Ajarkan
penggunaa
n teknik
non
farmakolog
i (terapi
relaksasi)
10. Dorong
pasien
untuk
memonitor
nyeri dan
menangani
nyerinya
dengan
tepat
11. Evaluasi
keefektifan
dari
tindakan
pengontrol
nyeri yang
dipakai
selama
pengkajian
nyeri
dilakukan
12. Dukung

8
istirahat/tid
ur yang
adekuat
untuk
membantu
penurunan
nyeri
Konstipasi Setelah dilakukan Manajemen
berhubungan tindakan Saluran Cerna
dengan tumor keperawatan,
pasien tidak
1. Catat tanggal
mengalami buang air
gangguan besar
eliminasi dengan terakhir
kriteria hasil :
2. Monitor
1. Pola eliminas BAB
teratur termasuk
2. Warna feses frekuensi,
normal konsistensi,
3. Kemudahan bentuk,
dalam BAB volume dan
4. Pengeluaran warna
feses tanpa3. Monitor
bantuan bising usus
5. Suara bising4. Catat
usus normal masalah
BAB yang
sudah ada
sebelumnya
5. Ajarkan
pasien
mengenai
makanan-
makanan
tertentu
6. Masukkan
suppositoria
rektal
7. Intruksikan
pasien
mengenai
makanan
tinggi serat.
Gangguan Setelah dilakukan Perawatan
eliminasi urine tindakan Retensi Urin
berhubungan keperawatan,

9
dengan pasien tidak 1. Lakukan
penekanan pelvis mengalami pengkajian
gangguan eliminasi komprehens
urin dengan kriteria if sistem
hasil : perkemihan
1. Pola eliminasi 2. Monitor
baik efek dari
2. Bau urine, obat-obat
jumlah urine, yang
warna urine, diresepkan
kejernihan urine 3. Pasang
normal kateter urin
3. Mengosongkan sesuai
kantong kebutuhan
kemih 4. Anjurkan
sepenuhnya pasien/kelua
4. Mengenali rga
keinginan untuk untuk
berkemih mencatat
urin output,
sesuai
kebutuhan
5. Monitor
intake dan
output
Monitor
Cairan
1. Tentukan
jumlah
dan jenis
intake/asupa
n cairan
serta
kebiasaan

Ketidakefektifan Setelah dilakukan Manajemen


pola nafastindakan Jalan Nafas
berhubungan keperawatan, status 1. Posisikan
dengan pernafasan pasien pasien
penekanan normal dengan untuk
diafragma kriteria hasil : memaksimal
kan ventilasi
Defenisi : 1. Frekuensi 2. Motivasi
inspirasi pernafasan pasien untuk

10
dan atau normal bernafas
ekspirasi 2. Irama pelan
yang tidak pernafasan 3. Monitor
memberi normal status
ventilasi 3. Kedalaman pernafasan
adekuat inspirasi normal dan
4. Suara auskultasi oksigenas
normal Manajemen
5. Kepatenan jalan Ventilasi
nafas baik Mekanik :
Invasif
1. Monitor
kondisi
yang
mengindika
sikan
perlunya
dukungan
ventilasi
2. Monitor
apakah
terdapat
gagal nafas
3. Mulai
teknik
relaksasi
Bantuan
Ventilasi
1. Pertahankan
kepatenan
jalan nafas
2. Posisikan
pasien
untuk
mengurangi
dyspnea
3. Ajarkan
teknik
pernapasan
dengan tepat
4. Monitor
pernapasan

Ketidakseimbang Setelah dilakukan Manajemen


an nutrisi tindakan Gangguan

11
kurang dari keperawatan, nafsu Makan
kebutuhan tubuh makan pasien baik
berhubungan dengan kriteria 1. Kolaborasi
dengan faktor hasil: dengan tim
biologis 1. Hasrat atau kesehatan
keinginan untuk lain untuk
makan ada mengembang
2. Pasien kan rencana
menyenangi perawatan
makanan dengan
3. Pasien melibatkan
merasakan klien dan
makanan orang-orang
4. Energi untuk terdekatnya
makan ada dengan tepat
5. Intake makanan 2. Rundingkan
teratur dengan tim
6. Intake nutrisi dan klien
teratur untuk
7. Intake cairan mengatur
teratur target
pencapaian
berat badan
jika berat
badan klien
tidak berada
dalam
rentang
normal
3. Rundingkan
dengan ahli
gizi dalam
menentukan
asupan kalori
harian yang
diperlukan
4. Dorong
klien untuk
mendiskusik
an makanan
yang disukai
bersama ahli
gizi
5. Timbang
berat badan
klien

12
6. Monitor
intake/asupa
n dan
asupan
cairan secara
tepat
7. Monitor
asupan kalori
makanan
harian
8. Batasi
makanan
sesuai
dengan
jadwal
9. Observasi
klien selama
dan setelah
pemberian
makan/maka
nan ringan
untuk
meyakinkan
bahwa
asupan
makanan
yang cukup
tercapai dan
dipertahanka
n
10. Beri
dukungan
misalnya
terapi
relaksasi
11. Batasi
aktivitas
fisik sesuai
kebutuhan
untuk
meningkatka
n berat badan
12. Monitor
berat badan
klien sesuai

13