Anda di halaman 1dari 6

SOP PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL

No. Dokumentasi No. Revisi Halaman

……. …… ……
STANDAR Tanggal berlaku : Ditetapkan di : Pontianak, 3 Januari 2107
PROSEDUR Direktur
OPERASIONAL Poltekkes Kemenkes Pontianak

Khayan SKM, M.Kes


NIP. 196403131986031002

Pengertian Pemeriksaan fisik pada kehamilan dilakukan melalui pemeriksaan pandang


(inspeksi), pemeriksaan raba (palpasi), periksa dengar (auskultasi) dan
periksa ketuk (perkusi). Pemeriksaan dilakukan dari ujung rambut sampai ke
ujung kaki, yang dalam pemeriksaannya dilakukan secara sistematis.

Tujuan 1. Untuk mengetahui perkembangan janin pada ibu hamil


2. Untuk mengetahui kelainan pada fisik ibu hamil
3. Untuk memeriksa letak dan denyut jantung janin (DJJ)

Persiapan Klien dan lingkungan


Prosedur kerja Prosedur Ya Tidak
(kalimat kerja)

Persiapan Klien dan lingkungan


Alat : Buku Catatan/Kertas, Pena

PERSIAPAN ALAT
- Timbangan badan
- Tensimeter
- Stethoscope
- Thermometer
- Handscoon bersih
- Tissue kering
- Pen light
- Pita meteran
- Laennec / dopler elektrik
- Alat mengukur lingkar pinggul
- Reflek Hammer
- Baskom sedang (2)
- Waslap (2)
- Kapas kering secukupnya
- Air desinfektan tingkat tinggi (DTT) dalam
komnya
- Perlak dan alas
- Selimut
- Bengkok (Bengkok yang berisi Lysol untuk
bekas handscoon dan alat serta bengkok
untuk sampah)

SIKAP
1. Teliti dan menjaga rasa aman serta nyaman klien
2. Memperhatikan prinsip steril dan bersih
3. Komunikasi terapeutik sebelum, selama dan
sesudah melakukan tindakan keperawatan

HAL YANG PERLU DIKAJI


1. Perhatikan tanda-tanda tubuh yang sehat
2. Pemeriksaan pandang dimulai semenjak bertemu
dengan ibu.
3. Perhatikan bagaimana sikap tubuh, keadaan
pungguung dan cara berjalannya. Apakah
cendrung membungkuk, terdapat lordosis, kifosis,
skoliosis atau pincang dan sebagainya, lihat dan
nilai kekuatan ibu ketika berjalan, apakah ia
tampak nyaman dan kuat atau apakah ibu
tampaklemah.
4. Inspeksi muka ibu, apakah ibu ada kloasma
gravidarum, pucat pada wajah dan
pembengkakkan pada wajah (bila terdapat pucat
pada wajah, periksalah konjungtiva dan kuku,
pucat menandakan bahwa ibu anemia, sehingga
memerlukan tindakan lebih lanjut. Bila terdapat
bengkak di wajah, periksalah adanya bengkak
pada tangan dan kaki. Daerah lain yang dapat
diperiksa adalah kelopak mata. Namun apabila
kelopak mata sudah edema, biasanya preklamsia
sudah lebih berat.
5. Review status medis klien terhadap kehamilannya

PROSEDUR TINDAKAN
1. Komunikasi & jelaskan tujuan
2. Cuci tangan
3. Siapkan alat
4. Pertahankan privasi klien
5. Gunakan handscoon bersih
6. Meminta ibu mengganti baju ibu dengan baju
pemeriksaan
7. Menganjurkan ibu untuk buang air kecil
terlebih dahulu
8. Melakukan penimbangan berat badan dan
tinggi badan. Rumusan kenaikan BB ibu
selama kehamilan adalah :
 10 minggu : min 400 gr
 20 minggu : min 4000 gr
 30 minggu : min 8000 gr
 Mulai usia kehamilan trimester 2 (13
minggu) naik 500 gr/minggu
9. Ukur lingkar lengan atas ibu dengan alat ukur
pita meteran.
10. Lakukan pengukuran panggul dengan jangkar
panggul.
11. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital ibu
meliputi tekanan darah, frekuensi nadi,
pernafasan dan suhu.
12. Menginspeksi dasar kulit kepala dan rambut
ibu hamil.
13. Melihat keadaan muka ibu hamil.
14. Memeriksa mata dan melihat konjungtiva ibu
hamil.
15. Memeriksa lubang hidung dan sinus ibu hamil.
16. Memeriksa keadaan rongga mulut dan gigi ibu
hamil.
17. Melakukan palpasi pada kelenjar getah bening
dan kelenjar tiroid pada leher ibu hamil.
18. Minta ibu untuk membuka pakaian atasnya
untuk mendengarkan bunyi jantung dan
parunya dengan stethoscope.
19. Inspeksi dan palasi bentuk payudara ibu hamil.
20. Mengobservasi pengeluaran Asi dengan
menekan aerola mammae.
21. Palpasi kelenjar di daerah aksila kiri dan kanan
ibu hamil untuk memeriksa adanya pembesaran
kelenjar.
22. Memasang pakaian atas dan membuka pakaian
daerah perut serta perhatikan bentuk abdomen
ibu.
23. Melakukan pemeriksaan Leopold I untuk
menentukan bagian janin yang ada di fundus.
24. Mengukur tinggi fundus uteri ibu hamil dengan
menggunakan meteran pita.
25. Melakukan pemeriksaan Leopold II untuk
menentukan bagian punggung janin untuk
menentukan lokasi auskultasi DJJ nantinya.
26. Melakukan pemeriksaan Leopold III untuk
menentukan bagian janin yang berada pada
bagian terbawah.
27. Melakukan pemeriksaan Leopold IV untuk
menentukan presentasi dan engagement
(sampai berapa jauh derajat densensus janin
dan mengetahui seberapa bagian kepala janin
masuk ke pintu atas panggul)
28. Lakukan pemeriksaan denyut jantung janin
(DJJ) menggunakan stethoscope Laennec/
dopler elektrik.
29. Melakukan pemeriksaan perkusi ginjal, apakah
terdapat gangguan pada ginjal ibu hamil.
30. Merapikan pakaian atas dan membuka pakaian
bawah ibu untuk melihat varises pada
ekstremitas bawah kanan dan kiri.
31. Inspeksi dan palpasi udema pada ekstremitas
bawah dan atas.
32. Minta ibu duduk dengan tungkai tergantung
bebas untuk Melakukan pemeriksaan reflex
lutut (patella) dengan menggunakan hammer.
33. Mengatur posisi dorsal recumbent, memasang
perlak/alas pada bokong ibu untuk melakukan
vulva hygiene. Ambil kapas kering yang sudah
dibasahi oleh cairan DTT. Lakukan inspeksi
terhadap genitalia luar ibu meliputi :
- Varises
- Perdarahan
- Luka
- Cairan yang keluar
- Kelenjar bartolini, periksa apakah ada
cairan yang keluar atau ditemukan massa
(bengkak) .
34. Memperhatikan respon ibu selama pemeriksaan
35. Rapikan alat-alat dan cuci tangan.
36. Mencatat hasil pemeriksaan fisik ibu hamil.
Rujukan
Boyd, Nihart. (1998). Psychiatric Nursing & Contemporary Practice. 1st
edition. Lippincot- Raven Publisher: Philadelphia.

Carpenito, Lynda Juall. (2003). Buku Saku Diagnosa Keperawatan.


Jakarta. EGC

Keterangan :
Ya = Kompeten / Dilakukan (nilai 1)
Tidak = Tidak Kompeten / Tidak dilakukan (nilai 0)

PENILAIAN PENGUJI

Jumlah item X bobot nilai Pontianak,………………….


------------------------------ X 100
Total Skor

…………… X ………….
------------------------------ X 100 (…………………………..)
……………………….

=………………………..