Anda di halaman 1dari 7

A.

PENGERTIAN SELOLOSA
Selulosa ialah sebatian organik dengan formula (C6H10O5)n. Ia merupakan kandungan
utama dalam serat tumbuhan, yang berfungsi sebagai komponen struktur tumbuhan.
Selulosa adalah kumpulan polisakarida yang dengan rantaian linear yang lurus hasil daripada
gabungan atau ikatan glukosa dari beberapa ratus hingga lebih 10000 β(1-4) unit glukosa.
Selulosa ialah satu polimer yang mengandungi unit-unit glukosa dari beberapa ratus hingga
lebih daripada 10000 gabungan atau ikatan glukosa jenis anomer β yang membolehkan selulosa
membentuk satu rantai yang sangat panjang.

B. JENIS SELULOSA
Jenis-jenis selulosa :
Berdasarkan derajat polimerisasi (DP) dan kelarutan dalam senyawa natrium hidroksida
(NaOH) 17,5%, selulosa dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu;
1. Selulosa  (Alpha Cellulose) (pembuatan kertas) adalah selulosa berantai panjang, tidak
larut dalam larutan NaOH 17,5% atau larutan basa kuat dengan DP (derajat
polimerisasi) 600 - 1500. Selulosa a dipakai sebagai penduga dan atau penentu tingkat
kemumian selulosa
2. Selulosa β (Betha Cellulose) (hemi selulosa) adalah selulosa berantai pendek, larut
dalam larutan NaOH 17,5% atau basa kuat dengan DP 15 - 90, dapat mengendap bila
dinetralkan
3. Selulosa µ (Gamma cellulose) adalah sama dengan selulosa β, tetapi DP nya kurang dari
15. Selain itu ada yang disebut Hemiselulosa dan Holoselulosa yaitu:

Ü Hemiselulosa adalah polisakarida yang bukan selulosa, jika dihidrolisis akan


menghasilkan D-manova, D-galaktosa, D-Xylosa, L-arabinosa dan asam uranat.
Ü Holosefulosa adalah bagian dari serat yang bebas dan sari dan lignin, terdiri dari campuran
semua selulosa dan hemiselulosa. Selulosa α merupakan kualitas selulosa yang paling tinggi
(mumi). Selulosa α > 92% memenuhi syarat untuk digunakan sebagai bahan baku utama
pembuatan propelan dan atau bahan peledak.Sedangkan selulosa kualitas dibawahnya
digunakan sebagai bahan baku pada industri kertas dan industri sandang/kain (serat rayon).
Selulosa dapat disenyawakan (esterifikasi) dengan asam anorganik seperti asam nitrat (NC),
asam sulfat (SC) dan asam fosfat (FC). Dari ketiga unsur tersebut, NC memiliki nilai ekonomis
yang' strategis daripada asam sulfat/SC dan fosfat/FC karena dapat digunakan sebagai sumber
bahan baku propelan/bahan peledak pada industri pembuatan munisi/mesin dan atau bahan
peledak.
Sifat penting pada selulosa yang penting untuk pembuatan kertas :

1. Gugus aktif alkohol (dapat mengalami oksidasi)

2. Derajat polimerisasi (serat menjadipanjang)

Makin panjang serat, kertas makin kuat dan tahan terhadap degradasi (panas, kimia dn biologi).

Ciri Selulosa :

1. Dapat mengembang dalam air.


2. Berbentuk kristalin.
3. Adanya kelompok fungsional yang spesifik dan dapat bereaksi dengan enzim
seulolitik. Tidak larut dalam air baik panas maupun dingin. Juga dalam asam panas dan basa
panas.

C. SUMBER SELULOSA
Selulosa ditemui dalam tumbuhan iaitu mikrofibril (2-20 nm diameter and 100 – 40 000
nm long).Struktur rangkaian selulosa adalah struktur ikatan yang kuat pada dinding sel.Serat
Selulosa digunakan dalam penyedian pulpa.Selulosa membolehkan penghidratan yang tinggi
bagi sesetengah bacteria(cth:- Acetobacter xylinum). Selulosa ditemukan di dalam dinding sel
buah-buahan dan sayuran, tidak dapat dicerna oleh manusia. Selulosa yang melewati sistem
pencernaan makanan tidak diubah, namun digunakan sebagai serat makanan yang diterima
sistem pencerna makanan manusia dengan baik. Panjang molekul selulosa berjarak dari
beberapa ratus hingga beberapa ribu unit glukosa, tergantung dari sumbernya.
Selulosa merupakan polimer yang ditemukan di dalam dinding sel tumbuhan seperti kayu,
dahan, dan daun. Selulosa itulah yang menyebabkan struktur-struktur kayu, dahan dan daun
menjadi kuat. Dapatkah Anda menemukan bagian dari struktur molekul selulosa yang diulang?
Ingat bahwa bagian cincin dari molekul selulosa semuanya identik. Ada satuan-satuan
monomer yang bergabung membentuk polimer. Glukosa adalah nama monomer yang
ditemukan di dalam selulosa. Berdasarkan Gambar 4, satuan glukosa yang digambarkan dalam
bentuk sederhana tanpa atom karbon dan hidrogen. Struktur lengkap glukosa digambarkan
sebagai berikut.
D. UNIT STRUKTUR SELULOSA

Selulosa ialah polimer yang selari atau lurus dengan formula (C6H10O5)n. Polimer yang
lurus adalah D-glukopiranos dengan ikatan yang menstabilkan struktur selulosa.
Serat selulosa adalah sangat halus dan fleksibel. Selulosa merupakan polimer yang terbentuk
dari monomer β –D–glukosa melalui ikatan β (1→ 4) glikosidik. Panjang rantai beragam, dari
ratusan sampai ribuan unit glukosa.
Terdapat dua macam ikatan hidrogen yang terdapat pada struktur selulosa, yaitu : ikatan
hidrogen intramolekular dan ikatan hidrogen intermolekular. Ikatan hidrogen yang dibentuk
dari O (6) pada satu residu glukosa dengan O (2)H pada glukosa di sebelahnya dan juga dari O
(3)H dengan oksigen O (5)H cincin, merupakan ikatan hidrogen intramolekul. Ikatan hidrogen
intermolekular terjadi akibat ikatan dari O (3”) pada satu rantai dengan O (6) pada rantai
disampingnya.
Ikatan hidrogen intramolekular mempertahankan kekakuan rantai selulosa, sedangkan
ikatan intermolekular menyebabkan rantai selulosa saling berikatan membentuk suatu
mikrofibril. Beberapa mikrofibril ini kemudian membentuk fibril dan akhirnya menjadi serat
selulosa. Struktur fibril dan kuatnya ikatan hidrogen, menyebabkan selulosa bersifat tidak larut
dalam berbagai pelarut.

E. STRUKTUR FIZIKAL SELULOSA


Seperti kanji,selulosa mencipta satu rangkaian panjang hasil gabungan dari pada beberapa
ratus molekul glukosa. Selulosa adalah kumpulan polisakrida yang tersusun dalam susunan
yang selari untuk membentuk selulosa mikrofibril.
Mikrofibril yang kecil diikat atau dibungkus bersama untuk membentuk makrofibril.

Gambar Rajah Gentian Selulosa


Microfibrils selulosa adalah sangat kuat dan tidak anjal kerana kehadiran ikatan
hidrogen. Ahli-ahli kimia memanggil susunan ini sebagai "habluran," bermaksud bahawa
microfibrils mempunyai ciri-ciri hablur. Molekul selulosa adalah tegar.

F. STRUKTUR MOLEKUL SELULOSA


Selulosa adalah molekul yang tidak larut yang mengandungi di antara 2000-14000 sisa-
sisa atau sel-sel yang pendek dan sangat kecil.Membentuk hablur (selulosa Iα) di mana intra-
molekul (O3-H ">O5' dan O6"> H-O2') dan intra-strand (O6-H"> O3') hidrogen yang sentiasa
bersambungan.Walaupun bebenang selulosa kekurangan hidropolik atau tidak mengandungi
hidropobik atau kandungan polisakarida lain,gabungan hablur yang sangat banyak intra dan
kewujudan intermolekul hidrogen memjadikan selulosa tidak larut kandungan air biasa.
Molekul air menjadi bahan pemangkin bagi hablur selulosa denga membantu menjajarkan
ikatan diantara sel. Bahagian penyediaan selulosa ialah amorfus(amorphous) diantara kawasan
habluran(crystalline).
Kesemua struktur mengumpul zarah-zarah dengan liang-liang luas yang berkemampuan
untuk menampung jumlah air yang banyak. Hablur semula jadi terbentuk daripada kestabilan
selulosa dengan semua bebenang selulosa yang selari dengan ikatan yang kuat di antara
bebenang. Selulosa Iα dan selulosa I β mempunyai kepanjangan yang sama (1.043 nm merujuk
kepada bahagian dalam hablur, 1.029 nm pada permukaan luar) tetapi berbeza pada saiz.
Selulosa Iα dan selulosa I β berubah dengan membengkok semasa mikrofibril membesar.

G. SUSUNAN SELULOSA DALAM DINDING SEL TUMBUHAN


Dalam dinding sel tumbuhan bebenang atau serat yang terbentuk adalah serat selulosa.
Terdapat dua jenis selulosa di dalam serat selulosa iaitu selulosa mikrofibril dan selulosa
makrofibril seperti acuan yang berbentuk bebenang yang berkumpul bersama lain-lain sel
polisakarida dan protein dan membenarkan peredaran cecair di antara dinding sel dan pada
seluruh dinding sel. Susunan selulosa mikrofibril di antara polisakarida dan protein
menghasilkan ikatan yang kuat pada dinding sel tumbuhan. Dinding sel tumbuhan menjalankan
pelbagai fungsi diantaranya ialah menegarkan dinding sel. Dinding sel melindungi bahagian
dalaman sel tumbuhan. Tidak seperti komponen dinding sel yang lain,yang mana proses sintesis
berlaku pada bahagian dalam sel tumbuhan,selulosan disintesiskan di atas permukaan dinding
sel. Berada di antara plasma membran tumbuhan ialah enzim yang dipanggil selulosa sintetas
yang bertindak mensintesiskan selulosa. Apabila selulosa disintesiskan, satu terbitan baru akan
wujud iaitu selulosa mikrofibril yang berada pada permukaan dalam sel. Kemudian selulosa
mikrofibril akan mengikat di antara satu sama lain untuk membentuk selulosa makrofibril yang
berada pada permukaan tengah sel. Selulosa makrofibril membesar untuk membentuk serat
yang dinamakan serat selulosa.

H. KAYU

Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena
mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari
memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap),
bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah
tangga dan sebagainya.

Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding
sel berbagai jaringan di batang. Ilmu perkayuan (dendrologi) mempelajari berbagai aspek
mengenai klasifikasi kayu serta sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi
penanganan.

 Bagian Kayu

Batang pohon yang dipotong melintang akan memperlihatkan bagian-bagian kayu, yang
kerap kali berbeda warna. Bagian terdalam adalah empulur yang lunak. Pada bagian luar
adalah kayu teras, kayu gubal, dan terakhir adalah pepagan (kulit kayu). Bagian
percabangan akan memperlihatkan pola khusus, yang biasa disebut sebagai "mata kayu".
I. SIFAT SELULOSA

Dan berikut adalah sifat-sifat utama selulosa yang mempengaruhi kertas:


1. Menyerap air – kertas akan menyerap air kecuali ia diolahii-
2. Berwarna putih – warna kertas adalah putih kecuali ia mengandungi lignin (sebagai
impurity) atau pencelup.
3. Hidroskopik – kertas adalah hidroskopik dan akan mengambil dan mengeluarkan
kelembapan dengan pertukaran dalam kelembapan relatif.
4. Lentur – kertas bersifat lentur atau artinya bisa di ubah ubah bentuknya.
5. Mudah terbakar – kertas mudah terbakar.