Anda di halaman 1dari 46

Alasan Usaha :

 Telur merupakan makanan utama yang dikonsumsi manusia

sebagai alternatif lauk pauk. Disamping itu, telur banyak

digunakan sebagai bahan utama untuk menghasilkan produk

perusahaan.

 Telur yang diproduksi oleh satu ayam petelur dalam satu

siklus/periode (umur 17 minggu hingga 90 minggu) dapat

memproduksi hingga 300 telur/20 kg. Jumlah ini adalah jumlah

ideal bagi pemenuhan permintaan konsumen.

 Dalam mengembangkan bisnis ayam petelur, tenaga kerja

yang dibutuhkan tidak banyak. Satu orang dapat menangani

2000 ayam petelur, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk

upah tenaga kerja minimal.

 Ayam petelur yang sudah tidak bertelur dapat dikonsumsi

dengan baik walaupun harus melalui proses penyeleksian

untuk menjaga seminimal mungkin ketidaklayakan konsumsi.

 Ayam petelur yang digunakan adalah ayam yang sudah

memasuki usia produktif untuk menekan biaya proses

pemeliharaan. Hal ini dibandingkan dengan produsen lain yang


Lokasi : Jl. Desa Panjang Ajeng, Kecamatan Tumpang,

Kabupaten Malang.

Alasan Pemilihan Lokasi :

 Lokasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ayam petelur

adalah lokasi yang memiliki sistem pengairan yang baik, tersedia

listrik, dan mendapatkan penyinaran yang baik dan Desa Panjang

Ajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Lawang memenuhi

kriteria tersebut.

 Lokasi untuk peternakan ayam petelur juga dipilih berada cukup

jauh dari pusat kota, oleh karena menimbang adanya kotoran

yang dihasilkan oleh ayam yang dapat menimbulkan bau serta

adanya suara yang berasal dari ayam yang jumlahnya cukup

besar, yang dikawatirkan dapat mengganggu ketenangan sekitar.

 Lokasi yang dipilih yang berada jauh dari pusat kota

diperhitungkan juga tidak akan membawa dampak yang

merugikan, dikarenakan akses menuju lokasi tersebut masih

sangat mudah dijangkau sehingga memudahkan proses distribusi.


a. Jumlah tenaga kerja : 3 orang

Tenaga kerja terdiri dari 1 skill dan 2 unskill. Ayam petelur yang tersedia

berjumlah 4000. Satu orang tenaga kerja dapat menangani 2000 ayam

petelur, sehingga dibutuhkan 2 tenaga kerja unskill untuk pemeliharaan

4000 ayam petelur.

b. Gender

Semua tenaga kerja bergender pria karena dalam usaha ini dibutuhkan

tenaga yang besar dan mobilitas yang cukup tinggi.

c. Skill

Skill pada usaha ayam petelur ini adalah sarjana peternakan

d. Unskill

Unskill pada usaha ayam petelur ini adalah pekerja di lapangan (buruh).

e. Sumber tenaga kerja

Pekerja merupakan penduduk setempat. Alasan pekerja direkrut dari

lingkungan setempat karena pekerja tidak dituntut untuk memiliki

skill/keahlian tertentu. Dengan menyediakan lapangan kerja bagi

penduduk setempat diharapkan dapat membangun suatu hubungan sosial


1.1 Man
1.2 Money

Dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ayam petelur ini

adalah Rp202.450.000,00. Sumber dana yang dibutuhkan berasal

100% dari dana pribadi. Dengan menggunakan dana pribadi

produsen akan lebih fleksibel dan tidak terikat dengan pemberi

pinjaman (bank, koperasi, dll.) sehingga tidak harus memikirkan

bunga dan kewajiban mengangur

1.3 Material
 Pullet/ayam petelur
 Pangan ayam/ransum
 Air bersih
1.4 Mesin
 Pompa air
 Kandang dengan sistem battery
1.5 Method
1. Pemilihan Ayam

Ayam petelur yang dipilih adalah jenis ayam medium. Jenis ini

dipilih karena bobot badan yang cukup atau tidak terlalu ringan

dan jenis ini juga tidak sensitif terhadap keributan sehingga tidak

mudah kaget/stres, hal ini membuat produksi telur tidak mudah

menurun. Ayam petelur medium mampu memenuhi produksi telur

hingga 300 butir per tahunnya. Kondisi yang harus diperhatikan:

 memilih ayam petelur medium yang sehat dan tidak

memiliki cacat fisik

 menggunakan ayam petelur medium dari bibit yang unggul

dimana dilihat dari jenisnya yang bagus, produktivitas yang

tinggi, dan tahan terhadap penyakit


2. Pemeliharaan Ayam Petelur
a. Kandang

 Kandang memakai sistem panggung karena akan mempermudah

pengumpulan telur dan pembuangan kotoran dari ayam

 Bentuk kandang dibuat 2 tingkat (battery), diamana tingkat yang


b. Makan/Ransum

Pemeliharaan ayam petelur berdasarkan pemberian ransum

dibagi menjadi 3 periode, yaitu starter, grower, dan layer. Di

masing-masing periode ini, kebutuhan nutrisi ayam petelur

berbeda-beda. Periode yang diambil adalah periode layer karena

umur produktif ayam petelur adalah lebih dari 16 minggu.

 Sistem periode layer, makanan (ransum) yang dipilih

berbentuk mash/tepung karena praktis dan hemat

 Pemberian ransum adalah 0,1 kg/hari/ekor dan dilakukan 2x

sehari dimana saat pagi dilakukan sekitar jam 05.00-07.30

(30-40%) dan saat sore hari sekitar jam 14.00-16.00 (60-70%)

 Makanan mengandung kandungan yang baik seperti yang

tercantum pada tabel


c. Minum

 Air untuk konsumsi minuman yang dipilih adalah yang bersih dan

berkualitas

 Jumlah air diberi tanpa batas karena jika konsumsi air menurun

makan konsumsi makanan akan ikut menurun

d. Vitamin

Penambahan vitamin diberikan sebelum dan selama pergantian

ransum berupa multivitamin seperti vita stress untuk mencegah

ayam menjadi stress dan menurunnya produktivitas bertelur


3. Pengambilan telur

 Telur dipanen 2x dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan

isi telur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar

 Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00

 Pengambilan kedua pukul 13.00-14.00

 Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg

tray (nampan telur)

 Dalam pengambilan dan pengumpulan, petugas langsung

memisahkan antara telur normal dan telur abnormal

 Telur abnormal memiliki ciri, yakni:

- kecil/terlalu besar

- kulitnya retak/berkerut

- bentunknya terlalu lonjong

4. Pendistribusian
2.1 Produk

a. Jangka Pendek

Produk jangka pendek yang dihasilkan adalah telur yang siap

dijual kepada para wholeseller.

b. Jangka Panjang

Dalam jangka panjang business plan ini berupa ayam

pedaging dan pupuk kandang. Ayam yang telah berakhir usia

produktifnya akan diafkir/diseleksi untuk dapat dijual sebagai

ayam pedaging yang biasanya dimanfaatkan oleh penjual

sate dan soto. Kemudian kotoran dari ayam akan diolah

menjadi pupuk kandang yang kemudian akan dijual.

2.2 Harga

Telur @kg Rp15.000,00

Pupuk kandang @karung Rp15.000,00

Ayam pedaging @kg Rp33.000,00

Harga tersebut berdasarkan pertimbangan dan perhitungan


2.3 Promosi

Promosi dilakukan dengan teknik person to

person/word of mouth yaitu membangun network

seluas-luasnya dengan wholeseller, memberikan kartu

nama, dan menawarkan keunggulan-keunggulan dari

produk telur yang dihasilkan.


2.4 Place

Business plan ayam petelur ini menggunakan saluran

distribusi produsen – wholeseller. Wholeseller

langsung melakukan pembelian kepada produsen.

Wholeseller dalam business plan ini adalah penjual

telur yang akan menjual langsung pada konsumen.

Wholeseller lainnya adalah penjual daging ayam dan

juga penjual pupuk.


3.1 Jumlah Tenaga Kerja

a. Gender

Pria : 3 orang

Wanita : -

Keseluruhan pekerja dipilih pria karena diperlukan tenaga yang

cukup besar dan dapat bekerja di lingkungan yang menuntut

fisik yang kuat. Dibutuhkan tenaga kerja yang mampu

memberikan makan ayam yang jumlahnya cukup besar,

mengontrol sistem pengairan yang ada, membersihkan kandang

dan kotoran untuk menjaga keadaan lingkungan tetap bersih

dan sehat, serta mampu mengumpulkan hasil panen telur setiap

periodenya.

b. Skill dan Unskill

Skill terdiri dari :

- 1 orang sarjana peternakan yang mempunyai pengetahuan

dan kemampuan dalam mengatur serta mengontrol jalannya

peternakan ayam petelur. Mulai dari pembelian ayam,


Unskill terdiri dari :

- 2 orang pekerja/buruh di lapangan/kandang ayam

petelur, yang dilatih untuk bertugas memberi makan

dan minum ayam, membersihkan kandang dan

kotoran ayam, serta mengumpulkan telur saat masa

panen. Dimana 1 orang tenaga kerja unskill

bertanggung jawab memelihara 2000 ayam petelur

c. Sumber Tenaga Kerja

Pekerja merupakan penduduk setempat. Alasan pekerja

direkrut dari lingkungan setempat karena pekerja tidak

dituntut untuk memiliki skill/keahlian tertentu. Dengan

menyediakan lapangan kerja bagi penduduk setempat

diharapkan dapat membangun suatu hubungan sosial

ekonomi yang baik dengan warga setempat serta

keamanan juga dapat terjaga dengan baik.

3.2 Upah Tenaga Kerja

a. Skill

Rp2.900.000,00 + uang makan Rp300.000,00 @bulan

= Rp3.200.000,00

b. Unskill
3.3 Kenyamanan Tenaga Kerja

Kenyamanan dalam lingkungan kerja merupakan suatu hal


yang penting untuk diciptakan. Dalam peternakan ayam
petelur ini, dibentuk suatu sistem yang adil sehingga tidak
ada tenaga kerja yang dirugikan, yakni :
- Setiap tenaga kerja unskill masing-masing diberi
kepercayaan mengelola kandang dengan jumlah ayam
petelur yang sama yaitu 2000 ekor.
- Jam kerja yang sama bagi para tenaga kerja unskill yakni
pagi hingga sore.
- Tugas tenaga kerja unskill yang sama dalam mengelola
kandang, antara lain : memberi makan, mengecek sistem
air minum, membersihkan kandang dan kotoran ayam,
serta mengumpulkan telur saaat masa panen.
- Tenaga kerja skill mengatur dan mengontrol peternakan
ayam petelur setiap harinya, dan diwajibkan untuk
mengunjungi kandang minimal 3 hari dalam seminggu.
- Adanya uang khusus untuk konsumsi makan siang bagi
seluruh tenaga kerja baik skill maupun unskill.
4.1 Neraca

Aktiva Saldo
Aset lancar
Kas (275,622,500)
Piutang Usaha -
Piutang Bank -
Piutang Wesel -

Jumlah aktiva lancar -

Aktiva Tetap
Kas di bank yang dibatasi -
penggunaannya
Pembuatan Kandang 38.200.000
Pembuatan Gudang 13.200.000
Batery 8.300.000,00
Instalasi Air 6.100.000,00
Instalasi Listrik 2.100.000,00
Sewa Tanah 3,5 tahun 35,000,000
Pasang Peralatan Pakan 3.200.000,00
Pasang Peralatan Minum 1.400.000,00
Pasang Pagar, Got, Teras 11.609.000
Aset tak berwujud 88.112.000
peralatan (pangan)
Tagihan pajak -

Jumlah aktiva tetap 202.450.000

Kewajiban (88,112,000)
Penyusutan peralatan (114.388.000)
Penyusutan
perlengkapan

Total kewajiban (202.450.000)

Total aset 202.450.000


Saldo
Pendapatan
Pendapatan telur 162.134.400
Pendapatan ayam afkir 132.000.000
Pendapatan pupuk 23.400.000
kandang
Total pendapatan 317.534.400

Beban Usaha (70200000)


Beban Gaji (5.330.000)
Listrik (115.785.000)
Pullet

Laba kotor sebelum 38.107.400


pajak

Pajak Penghasilan

Laba bersih 38.107.400


4.2 Rugi/Laba

Pendapatan Q Harga per unit Jumlah


Urunan 9 Rp202.450.000,00
Pinjaman dari
bank
Pendapatan 10.089 kg Rp15.000,00 Rp162.134.400,00
telur
Pendapatan 4.000 ekor Rp33.000,00 Rp132.000.000,00
ayam afkir
Pendapatan 1560 karung Rp15.000,00 Rp23.400.000,00
pupuk (62.400 kg)

Total Rp519.984.400,00
Biaya Q Harga per unit Jumlah
Sewa Tanah 3,5 tahun Rp10.000.000,00 Rp35.000.000,00
Pembuatan 1 Rp38.200.000,00 Rp38.200.000,00
Kandang
Pembuatan 1 Rp13.200.000,00 Rp13.200.000,00
Gudang
Batery 1 Rp8.300.000,00 Rp8.300.000,00
Instalasi air 1 Rp6.100.000,00 Rp6.100.000,00

Instalasi listrik 1 Rp2.100.000,00 Rp2.100.000,00

Pasang peralatan 1 Rp3.200.000,00 Rp3.200.000,00


pakan
Pasang peralatan 1 Rp1.400.000,00 Rp1.400.000,00
minum

Pasang pagar, 1 Rp11.609.000,00 Rp7.200.000,00


got, teras
Pullet 1 Rp115.785.000,00 Rp115.785.000,00

Pangan ayam 1 periode Rp88.112.000,00 Rp88.112.000,00


(22.028 kg)
Gaji Tenaga 13 Rp3.200.000,00 Rp41.600.000,00
Kerja Skill +
Uang Makan
Gaji Tenaga 13x2 Rp1.100.000,00 Rp28.600.000,00
Kerja Unskill +
Uang Makan
Listrik 13 Rp410.000,00 Rp5.330.000,00
Total Rp394.127.000,00
Laba bersih Rp125.857.400,00
Periode 2

Pendapatan Q Harga per unit Jumlah


Pendapatan 10.089 kg Rp15.000,00 Rp162.134.400,00
telur
Pendapatan 4.000 ekor Rp33.000,00 Rp132.000.000,00
ayam afkir
Pendapatan 1560 karung Rp15.000,00 Rp23.400.000,00
pupuk (62.400 kg)

Total Rp317.534.400,00
Biaya Q Harga per unit Jumlah
Pullet 1 Rp115.785.000,00 Rp115.785.000,00

Pangan ayam 1 periode Rp88.112.000,00 Rp88.112.000,00


(22.028 kg)
Gaji Tenaga 13 Rp3.200.000,00 Rp41.600.000,00
Kerja Skill +
Uang Makan
Gaji Tenaga 13x2 Rp1.100.000,00 Rp28.600.000,00
Kerja Unskill +
Uang Makan
Listrik 13 Rp410.000,00 Rp5.330.000,00
Total Rp279.427.000,00
Laba bersih Rp38.107.400,00
Periode 3

Pendapatan Q Harga per unit Jumlah


Pendapatan 10.089 kg Rp15.000,00 Rp162.134.400,00
telur
Pendapatan 4.000 ekor Rp33.000,00 Rp132.000.000,00
ayam afkir
Pendapatan 1560 karung Rp15.000,00 Rp23.400.000,00
pupuk (62.400 kg)

Total Rp317.534.400,00
Biaya Q Harga per unit Jumlah
Pullet 1 Rp115.785.000,00 Rp115.785.000,00

Pangan ayam 1 periode Rp88.112.000,00 Rp88.112.000,00


(22.028 kg)
Gaji Tenaga 13 Rp3.200.000,00 Rp41.600.000,00
Kerja Skill +
Uang Makan
Gaji Tenaga 13x2 Rp1.100.000,00 Rp28.600.000,00
Kerja Unskill +
Uang Makan
Listrik 13 Rp410.000,00 Rp5.330.000,00
Total Rp279.427.000,00
Laba bersih Rp38.107.400,00
4.3 Break Event Point

BEP hasil (kg) = Biaya produksi total per bulan


Harga Jual per kg

BEP hasil (kg) = Rp394.127.000,00/13


Rp15.000,00
= 2021 kg

4.4 Pay Back Periode

3 tahun 3 bulan