Anda di halaman 1dari 6

2016

Sistem Manajemen Basis Data


VIEW
TIM SMBD-JTI
SMBD-JTI

A. Kompetensi Dasar
- Mempelajari dan memahami view dan fungsi dalam penerapan sistem manajemen basis data.
- Mempelajari dan memahami implementasi view, termasuk algoritma dan jenis-jenisnya.
- Menerapkan pendekatan view dalam sistem manajemen basis data.
- Mampu menyelesaikan dan memecahkan kasus-kasus pengambilan data dengan menggunakan
pendekatan view.
B. Alokasi Waktu
2 x 45 menit
C. Ruang Lingkup Pembahasan
- View
D. Materi
1. View
View didefinisikan sebagai tabel maya (virtual) atau logikal yang terdiri dari himpunan hasil
query. Tidak seperti tabel di dalam basis data relasional, view bukanlah bagian dari skema fisik.
View bersifat dinamis dan mengandung data dari tabel yang direpresentasikannya. Dengan
demikian, ketika tabel yang menjadi sumber datanya berubah, maka data di view juga akan
berubah.
View merupakan suatu objek di dalam database yang berisi kumpulan kolom yang dihasilkan
dari perintah SELECT. Secara sederhana, view merupakan objek yang menyimpan hasil query,
baik dari satu tabel atau lebih. Data yang ditampilkan oleh sebuah view diambil dari tabel-tabel
aktual yang disertakan dalam perintah SELECT.
2. Sintaks View
View dapat dibuat dengan sintaks berikut.

CREATE VIEW nama_skema.nama_view


[WITH pilihan] AS perintah_select GO

Setelah view dibuat, maka view dapat dipanggil menggunakan perintah berikut.

SELECT kolom_yang_dipilih FROM nama_view

- View dapat dirujuk dengan sebuah pernyataan SELECT seperti sebuah tabel. View dapat
diberikan penamaan sesuai dengan ekspresi tabel yang tersimpan dalam suatu database.
- Jika berasal dari beberapa tabel, query menggunakan view menyediakan enkapsulasi dan
penyederhanaan.
- Dari segi administratif, view memberikan fasilitas berupa lapisan keamanan untuk suatu
database.
- View dapat diubah dengan menggunakan perintah ALTER dan dihapus menggunakan
perintah DROP.

1
SMBD-JTI

3. Jenis View
View dapat berupa read-only atau updatable. Kondisi tersebut bergantung pada saat
pendefinisian view. Untuk membuat view yang bersifat updatable dengan menggunakan
perintah SELECT, perlu diperhatikan beberapa hal berikut.
o Perintah SELECT tidak boleh merujuk pada lebih dari satu tabel.
o Perintah SELECT tidak boleh menggunakan klausa GROUP BY atau HAVING.
o Perintah SELECT tidak boleh menggunakan DISTINCT.
o Perintah SELECT tidak boleh merujuk ke view lain yang tidak updatable.
o Perintah SELECT tidak boleh mengandung ekspresi seperti fungsi agregat.
o Semua kolom dengan constraint NOT NULL pada tabel harus dilibatkan dalam view
untuk mempermudah perintah INSERT.
Pada dasarnya, jika suatu sistem database mampu menentukan pemetaan balik dari skema view
ke skema tabel dasar, maka view memungkinkan untuk di-update. Dalam kondisi tersebut,
perintah INSERT, UPDATE dan DELETE dapat diterapkan dalam view.
4. View (Kompleks)
View dapat digunakan untuk mendefinisikan suatu pernyataan yang kompleks, misalnya
melibatkan fungsi-fungsi agregat, join, atau bahkan subquery.
5. View (Nested)
Umumnya, view dibuat dengan mengacu pada suatu tabel. Akan tetapi, tidak menutup
kemungkinan untuk membuat view yang mengacu pada view yang lain (nested).
6. Check Option
Check option merupakan salah satu pilihan yang dideklarasikan setelah keyword WITH pada
sintaks pembuatan View. Terdapat dua macam aktivasi check point, yaitu LOCAL dan
CASCADED. LOCAL berarti pemeriksaan hanya terbatas pada view yang didefinisikan
sementara CASCADED mencakup semua view yang berkaitan.
E. Latihan
1. Membuat View

View disimpan dalam database dan dipanggil menggunakan perintah SELECT.

2
SMBD-JTI

ORDER BY tidak diperbolehkan untuk dideklarasikan tanpa menggunakan TOP,


OFFSET/FETCH atau FOR XML. Untuk proses pengurutan, ORDER BY dapat diletakkan di
luar query.

3
SMBD-JTI

2. View (Kompleks)

3. View (Nested)

4
SMBD-JTI

4. View (Updatable)