Anda di halaman 1dari 5

Soal soal latihan

1. Berikut ini adalah ruang lingkup dalam studi ekonomi Internasional, kecuali :
a. Teori perdagangan internasional
b. Teori moneter internasional
c. Teori bisnis internasional
d. Teori organisasi internasional

2. Suatu aliran filsafat ekonomi yang berkembang di Eropa pada abad ke 16 sampai 18
disebut :
a. Aliran Klasik
b. Aliran Neo Klasik
c. Merkantilisme
d. Aliran Materialisme

3. Mendorong ekspor sebesar besarnya dan membatasi impor kecuali ekspor dan impor
logam mulia merupakan bentuk kebijakan dalam :
a. Aliran klasik
b. Aliran Neo klasik
c. Aliran Materialisme
d. Merkantilisme

4. Seorang ekonom yang pertama kali mengkritik ide atau pokok pikiran dalam
merkantilisme adalah :
a. Adam Smith
b. David Hume
c. David Ricardo
d. Eli Heckscher

5. Menurut Adam Smith suatu negara akan dapat meningkatkan kemakmuran dan
memperoleh manfaat dari perdagangan internasional bila :
a. Menjual barang yang laku dijual di pasar internasional
b. Memproduksi barang yang biayanya murah
c. Mencari dan mendapatkan sumber daya alam yang murah untuk industri
d. Terdapat free trade dan melakukan spesialisasi berdasarkan absolut advantage

6. Teori Absolut Advantage mempunyai pokok pokok sbb, kecuali :


a. Spesialisasi produk
b. Adanya keunggulan absolut pada produksi suatu produk
c. Mengimpor produk yang memiliki absolut disadvantage
d. Menjual sebanyak banyaknya.
Uraian berikut dipergunakan untuk menjawab soal no 7 sampai dengan 10
Berikut ini adalah data hipotesis produksi yang terjadi pada 2 negara :

Produk Persatuan TK / hari Teh Sutra DTDN


Indonesia 12 Kg 3m 4 Kg = 1 m
1 Kg = ¼ m
Cina 4 Kg 8m ½ Kg = 1 m
1 kg = 2 m

7. Berdasarkan tabel diatas maka :


a. Tenaga kerja Indonesia memiliki keunggulan absolut dalam produksi sutra
b. Tenaga kerja Cina memiliki keunggulan absolut dalam produksi Teh
c. Tenaga kerja kedua negara tidak memiliki keunggulan absolut
d. Tenaga kerja kedua negara masing masing memiliki keunggulan absolut

8. Spesialisasi yang dilakukan oleh masing masing negara adalah :


a. Cina akan berspesialisasi pada produksi Teh
b. Indonesia akan berspesialisasi pada produksi Sutra
c. Kedua negara akan berspesialisasi pada komoditas lain
d. Cina akan berspesialisasi pada produk yang lebih produktif dihasilkan yaitu sutra.

9. Gain from trade dari kedua negara adalah :


a. 1 ¾ m sutra untuk Cina
b. 3 ½ kg teh untuk Indonesia
c. Tidak ada yang dapat diperoleh
d. 3 ½ kg teh untuk Cina

10. Bila kedua negara melakukan spesialisasi pada komoditas tertentu maka :
a. Indonesia akan memproduksi 6 meter kain sutra
b. Cina akan memprodukai 8 kg teh
c. Kedua negara masing masing akan memproduksi kedua komoditas yang
dihasilkan
d. Indonesia akan memproduksi 12 kg teh dan tidak akan memproduksi kain sutra.

11. Teori keunggulan absolut memiliki kelemahan sbb :


a. Hanya bisa dilaksanakan oleh dua negara yang memiliki hubungan dagang
b. Hanya dapat digunakan untuk perdagangan 2 komoditas
c. Tidak dapat dilakukan bila hanya 1 negara yang memiliki keunggulan absolut.
d. Sulit untuk dilakukan dalam praktek perdagangan.

12. Berikut ini adalah bentuk bentuk dari praktek dumping, kecuali :
a. Persistant Dumping
b. Predatory Dumping
c. Consistant Dumping
d. Sporadic Dumping
13. Berikut ini adalah bentuk bentuk kerjasama ekonomi dunia yang diikuti oleh Indonesia ,
kecuali :
a. APEC
b. NAFTA
c. AFTA
d. WTO

Uraian berikut digunakan untuk menjawab pertanyaan no 14 dan 15


Berikut ini adalah data hipotesis produksi untuk 2 negara :
Negara banyaknya produksi
1 kg Gula 1 m kain
Indonesia 3 hr kerja 4 hari kerja
Cina 6 hr kerja 5 hari kerja

14. Berdasarkan tabel diatas maka :


a. Tidak akan ada perdagangan antar kedua negara karena Indonesia memiliki
absolut advantage untuk kedua produk
b. Akan ada perdagangan bila salah satu negara mau melakukan perdagangan
c. Akan ada perdagangan bila didasarkan keunggulan komparatif antara kedua
negara
d. Tidak akan ada perdagangan karena tidak ada negara yang bersedia untuk
melakukan spesialisasi produk.

15. Gain from trade yang diperoleh oleh Indonesia adalah :


a. Tidak ada karena indonesia memiliki keunggulan absolut untuk kedua komoditas.
b. Tergantung berapa produk yang akan diberikan oleh Cina
c. 9/20 m kain dari melakukan spesialisasi pada produksi gula
d. 9/18 kg gula dari melakukan spesialisasi pada produksi kain
Soal Diskusi

Kasus 1
Pada beberapa waktu terakhir Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan yang terjadi sebagai
akibat neraca perdagangan Indonesia yang terus mengalami defisit. Selain itu nilai tukar ( kurs )
Rupiah terhadap Dollar juga mengalami depresiasi Hal ini disebabkan antara lain karena ekspor
Indonesia yang nilainya lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.
Berikut adalah data ekspor dan impor Indonesia dari tahun 2005-2013:

Tabel Ekspor - Impor Tahun 2005 -2013

Tahun Ekspor Impor Margin (defisit / surplus) Presentase


2013 133,947,108,478 140,349,457,743 -6,402,349,265 -0.04
2012 190,031,845,244 191,691,001,109 -1,65 9,155,865 -0.01
2011 203,496,620,060 177,435,555,736 26,061,064,324 0.15
2010 157,779,103,470 135,663,284,048 22,115,819,422 0.13
2009 116,510,026,081 96,829,244,981 19,680,781,100 0.11
2008 137,020,424,402 129,197,306,224 7,823,118,178 0.04
2007 114,100,890,751 74,473,430,118 39,627,460,633 0.23
2006 100,798,624,280 61,065,465,536 39,733,158,744 0.23
2005 85,659,952,615 57,700,882,616 27,959,069,999 0.16
Sumber: BPS

Berdasarkan uraian diatas identifikasikanlah penyebab dari nilai ekspor yang lebih kecil nilainya
dibanding nilai impor yang berakibat pada terjadinya defisit transaksi berjalan
( current account ) serta berikanlah pendapat dan pemikiran saudara untuk mengatasi hal
tersebut.!

Kasus 2
Setiap negara di dunia ini pasti akan melakukan interaksi dengan negara-negara lain di
sekitarnya. Biasanya bentuk kerjasama atau interaksi itu berbentuk perdagangan antar negara
atau yang lebih dikenal dengan istilah perdagangan internasional. Perdagangan internasional
adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk disuatu negara (antarperorangan, antar
individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan negara lain)
dengan penduduk di negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Perdagangan internasional
merupakan hubungan kegiatan ekonomi antar negara yang diwujudkan dengan adanya proses
pertukaran barang dan jasa atas dasar suka rela dan saling menguntungkan. Perdagangan
Internasional juga dikenal dengan sebutan perdagangan dunia. Perdagangan Internasional terbagi
menjadi dua bagian yaitu impor dan ekspor, yang biasanya disebut sebagai perdagangan ekspor
impor. Perdagangan internasional terjadi karena kebutuhan dan kemampuan setiap negara dalam
menghasilkan barang dan jasa berbeda-beda. Perdagangan internasional juga muncul karena
sebuah negara ingin melakukan ekspansi terhadap produk atau jasa yang dihasilkan di dalam
negeri. Dengan adanya perdagangan internasional turut mendorong industrialisasi, kemajuan
transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Berikut adalah data ekspor dan impor Indonesia dari tahun 2005-2013:

Tabel Ekspor - Impor Tahun 2005 -2013


Tahun Ekspor Impor Margin (defisit / surplus) Presentase
2013 133,947,108,478 140,349,457,743 -6,402,349,265 -0.04
2012 190,031,845,244 191,691,001,109 -1,65 9,155,865 -0.01
2011 203,496,620,060 177,435,555,736 26,061,064,324 0.15
2010 157,779,103,470 135,663,284,048 22,115,819,422 0.13
2009 116,510,026,081 96,829,244,981 19,680,781,100 0.11
2008 137,020,424,402 129,197,306,224 7,823,118,178 0.04
2007 114,100,890,751 74,473,430,118 39,627,460,633 0.23
2006 100,798,624,280 61,065,465,536 39,733,158,744 0.23
2005 85,659,952,615 57,700,882,616 27,959,069,999 0.16
Sumber: BPS

Berkaitan dengan perdagangan Internasional salah satu penerapan pasar bebas adalah
pemberlakuan ACFTA pada 2013.
Penerapan ACFTA pada 1 Januari 2013 lalu menimbulkan pro-kontra. Sebagian masyarakat
menganggap ACFTA sebagai tantangan bagi Indonesia untuk maju, namun sebagian lainnya
menganggap ACFTA sebagai kado pahit di awal tahun. ACFTA menggunakan prinsip
perdagangan bebas. Perdagangan bebas tersebut didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan
buatan, yakni hambatan yang diterapkan pemerintah dalam perdagangan antar individual-
individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. Bagi pendukung
ACFTA, kesepakatan ini akan bermakna besar bagi kepentingan geostrategis dan ekonomis
Indonesia dan Asia Tenggara secara keseluruhan (Kompas, Senin, 18 Januari 2010). Namun bagi
penentangnya, penerapan ACFTA dikhawatirkan bakal menghancurkan industri nasional. Sebab,
tarif bea masuk barang-barang dari China ke ASEAN, khususnya Indonesia menjadi nol persen.
Hal ini tentu akan mengancam industri dalam negeri dikarenakan produk China terkenal dengan
harga murah. Penerapan ACFTA memang membawa konsekuensi yang besar

Berdasarkan uraian diatas :


a. Buatlah analisa terhadap data Ekspor Impor Indonesia tahun 2005 – 2013
b. Buatlah analisa terhadap pemberlakuan ACFTA, serta uraikan dampaknya terhadap Indonesia