Anda di halaman 1dari 19

N VARIABEL JABATAN FUNGSIONAL

o
PEMULA PELAKSANA PELAKSANA LANJUTAN PENYELIA
I PERAN Melaksanakan pelayanan kefarmasian Melaksanakan pelayanan kefarmasian Melaksanakan pelayanan kefarmasian dan Melaksanakan pelayanan kefarmasian dan
JABATAN dan pengelolaan obat dan perbekalan dan pengelolaan obat dan perbekalan pengelolaan obat dan perbekalan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan
kesehatan kesehatan kesehatan meliputi;perencanaan,permintaan,penyimpan
meliputi;perencanaan,permintaan,pen meliputi;perencanaan,permintaan,penyi meliputi;perencanaan,permintaan,penyimp an,pendistribusian,pengamanan dan
yimpanan,pendistribusian,pengamana mpanan,pendistribusian,pengamanan anan,pendistribusian, pengamanan dan pengendalian perbekalan farmasi
n dan pengendalian perbekalan dan pengendalian perbekalan farmasi pengendalian perbekalan farmasi
farmasi

II URAIAN 1. Membuat rencanaan kebutuhan 1. Membuat rencanaan kebutuhan obat 1. Membuat rencanaan kebutuhan obat 1. Membuat rencanaan kebutuhan obat
TUGAS obat (RKO) pertahun meliputi : (RKO) pertahun meliputi : (RKO) pertahun meliputi : (RKO) pertahun meliputi :
a. Merekapitulasi data pemakaian a. Merekapitulasi data pemakaian a. Merekapitulasi data pemakaian a. Merekapitulasi data pemakaian obat
obat pertahun obat pertahun obat pertahun pertahun
b. Mengumpulkan data usulan b. Mengumpulkan data usulan dari b. Mengumpulkan data usulan dari b. Mengumpulkan data usulan dari
dari pemegang program pemegang program pemagang program pemagang program
c. Menganalisa dan membuat c. Menganalisa dan membuat c. Menganalisa dan membuat usulan c. Menganalisa dan membuat usulan
usulan perencanaan pertahun usulan perencanaan pertahun perencanaan pertahun perencanaan pertahun
2. Menerima perbekalan farmasi 2. Menerima perbekalan farmasi 2. Menetapkan stok optimum untuk setiap 2. Menetapkan stok optimum untuk setiap
meliputi : meliputi : item obat item obat
a. Memeriksa dan bentuk fisik a. Memeriksa dan bentuk fisik obat 3. Menerima perbekalan farmasi meliputi 3. Menerima perbekalan farmasi meliputi :
obat pada saat penerimaan pada saat penerimaan obat : a. Memeriksa dan bentuk fisik obat pada
obat b. Memeriksa kesesuaian antara a. Memeriksa dan bentuk fisik obat saat penerimaan obat
b. Memeriksa kesesuaian antara obat yang diterima dengan item pada saat penerimaan obat b. Memeriksa kesesuaian antara obat
obat yang diterima dengan item obat yang dikirim
a. dan yang Memeriksa kesesuaian antara obat yang diterima dengan item obat yang
obat yang dikirim dan yang tercatat yang diterima dengan item obat dikirim dan yang tercatat
tercatat c. Memeriksa dan mencatat yang dikirim dan yang tercatat c. Memeriksa dan mencatat tanggal
c. Memeriksa dan mencatat tanggal kadaluarsa obat b. Memeriksa dan mencatat tanggal kadaluarsa obat
tanggal kadaluarsa obat d. Mencatat dokumen penyerahan kadaluarsa obat d. Mencatat dokumen penyerahan obat
d. Mencatat dokumen penyerahan obat dalam buku penerimaan c. Mencatat dokumen penyerahan dalam buku penerimaan obat, serta
obat dalam buku penerimaan obat, serta mencatat obat obat dalam buku penerimaan obat, mencatat obat narkotika dan
obat, serta mencatat obat narkotika dan psikotropika serta mencatat obat narkotika dan psikotropika dalam buku khusus
narkotika dan psikotropika dalam buku khusus psikotropika dalam buku khusus 4. Menyimpan perbekalan farmasi meliputi
dalam buku khusus 3. Menyimpan perbekalan farmasi 4.Menyimpan perbekalan farmasi meliputi : :
meliputi : a. Menyimpan secara terpisah obat a. Menyimpan secara terpisah obat
3. Menyimpan perbekalan farmasi a. Menyimpan secara terpisah rusak/kadaluarsa rusak/kadaluarsa
meliputi : obat rusak/kadaluarsa b. Menyimpan obat sesuai dengan b. Menyimpan obat sesuai dengan
a. Menyimpan secara terpisah b. Menyimpan obat sesuai dengan bentuk sediaan dan disusun bentuk sediaan dan disusun secara
obat rusak/kadaluarsa bentuk sediaan dan disusun secara alfabetis, dirotasi alfabetis, dirotasi berdasarkan sistem
b. Menyimpan obat sesuai secara alfabetis, dirotasi berdasarkan sistem FIFO (First in FIFO (First in first out) dan FEFO
dengan bentuk sediaan dan berdasarkan sistem FIFO (First first out) dan FEFO (first ekpiredate (first ekpiredate first out).
disusun secara alfabetis, in first out) dan FEFO (first first out). c. Menyimpan obat narkotika dan
dirotasi berdasarkan sistem ekpire date first out). c. Menyimpan obat narkotika dan psikotropika di dalam lemari khusus
FIFO (First in first out) dan c. Menyimpan obat narkotika dan psikotrofika di dalam lemari khusus dengan kunci ganda
FEFO (first ekpire date first psikotropika di dalam lemari dengan kunci ganda d. Menyimpan sediaan farmasi yang
out). khusus dengan kunci ganda d. Menyimpan sediaan farmasi yang memerlukan suhu dingin di dalam
c. Menyimpan obat narkotika dan d. Menyimpan sediaan farmasi memerlukan suhu dingin di dalam lemari pendingin.
psikotropika di dalam lemari yang memerlukan suhu dingin lemari pendingin. 5. Membuat catatan obat yang
khusus dengan kunci ganda di dalam lemari pendingin. 5. Membuat catatan pemakaian harian di rusak/kadaluarsa
d. Menyimpan sediaan farmasi 4. Membuat catatan pemakaian harian loket obat puskesmas 6. Membuat catatan pemakaian harian di
yang memerlukan suhu dingin di loket obat puskesmas 6. Membuat catatan bukti barang keluar loket obat puskesmas
di dalam lemari pendingin. 5. Membuat catatan bukti barang untuk tiap sub unit pelayanan. 7. Membuat catatan bukti barang keluar
4. Membuat catatan pemakaian keluar untuk tiap sub unit pelayanan. 7. Membuat permintaan obat untuk tiap sub unit pelayanan\
harian di loket obat puskesmas 6. Membuat permintaan obat menggunakan form LPLPO 8. Membuat permintaan obat
5. Membuat catatan bukti barang menggunakan form LPLPO 8. Mengisi kartu stok untuk semua item menggunakan form LPLPO
keluar untuk tiap sub unit 7. Mengisi kartu stok untuk semua item dan mencatat setiap terjadi mutasi 9. Mengisi kartu stok untuk semua item
pelayanan. dan mencatat setiap terjadi mutasi obat. dan mencatat setiap terjadi mutasi obat.
6. Membuat permintaan obat obat. 9. Megisi laporan pemakaian dan lembar 10. Mengisi laporan pemakaian dan lembar
menggunakan form LPLPO 8. Mengisi dan merasionalisasi laporan permintaan (LPLPO) puskesmas. permintaan (LPLPO) puskesmas.
7. Mengisi kartu stok untuk semua pemakaian dan lembar permintaan 10. Merekap laporan dari sub unit 11. Merekap laporan dari sub unit
item dan mencatat setiap terjadi (LPLPO) puskesmas. pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan
mutasi obat. 9. Merekap laporan dari sub unit 11. Merekap resep untuk monitoring 12. Merekap resep untuk monitoring
8. Mengisi dan merasionalisasi pelayanan kesehatan peresepan obat rasional peresepan obat rasional
laporan pemakaian dan lembar 10. Merekap resep untuk monitoring 12. Merekepitulasi tiap lembar resep untuk 13. Merekapitulasi tiap lembar resep untuk
permintaan (LPLPO) puskesmas. peresepan obat rasional monitoring peresepan obat generik monitoring peresepen obat generik
9. Merekap laporan dari unit/sub unit 11. Merekapitulasi tiap lembar resep 13. Mendistribusikan perbekalan farmasi 14. Mendistribusikan perbekalan farmasi
pelayanan kesehatan untuk monitoring peresepen obat untuk sub unit pelayanan untuk sub unit pelayanan
10. Merekap resep untuk monitoring generik 14. Membuat laporan psikotropika 15. Mengumpulkan data dan membuat
peresepan obat rasional 12. Mendistribusikan perbekalan farmasi 15. Membuat laporan monitiring peresepan daftar usulan penghapusan obat
11. Merekapitulasi tiap lembar resep untuk sub unit pelayanan obat rasional rusak/daluarsa.
untuk monitoring peresepen obat 13. Membuat laporan monitiring 16. Membuat laporan obat generik 16. Mengumpulkan data dan membuat
generik peresepan obat rasional 17. Membuat laporan sepuluh besar daftar usulan pemusnahan resep.
12. Mendistribusikan perbekalan 14. Membuat laporan obat generik pemakaian obat terbanyak
farmasi untuk unit/sub unit 15. Membuat laporan sepuluh besar 18. Penerimaan resep dan pemeriksaan 17. Membuat berita acara pemusnahan
pelayanan pemakaian obat terbanyak dan 10 kelengkapan administrasi obat rusak/daluarsa.
13. Membuat laporan monitiring besar penyakit terbanyak 19. Menyiapkan obat sesuai dengan 18. Membuat berita acara pemusnahan
peresepan obat rasional 16. Penerimaan resep dan pemeriksaan kebutuhan resep resep
14. Membuat laporan obat generik kelengkapan administrsai 20. Mengisi etiket untuk setiap jenis obat 19. Membuat laporan psikotropika
15. Membuat laporan sepuluh besar 17. Menyiapkan obat sesuai dengan dan memeriksa kembali 20. Membuat laporan monitoring peresepan
pemakaian obat terbanyak dan 10 permintaan 21. Menyerahkan obat kepada pasien obat rasional
besar penyakit terbanyak 18. Mengisi etiket untuk setiap jenis obat disertai dengan informasi cara 21. Membuat laporan obat generik
16. Penerimaan resep dan dan memeriksa kembali penggunaan obat, waktu pemakaian, 22. Membuat laporan sepuluh besar
pemeriksaan kelengkapan 19. Menyerahkan obat kepada pasien lama penggunaan dan tempat pemakaian obat terbanyak dan 10
administrsai disertai dengan informasi cara penyimpanan obat. besar penyakit terbanyak
17. Menyiapkan obat sesuai dengan penggunaan obat, waktu 22. Membuat racikan sesuai dengan 23. Penerimaan resep dan pemeriksaan
permintaan pemakaian, lama penggunaan dan permintaan resep. kelengkapan administrsai
18. Mengisi etiket untuk setiap jenis tempat penyimpanan obat. 23. Menyediakan perbekalan farmasi untuk 24. Menyiapkan obat sesuai dengan
obat dan memeriksa kembali 20. Membuat racikan sesuai dengan kejadian luar biasa kebutuhan
19. Menyerahkan obat kepada pasien permintaan resep. 25. Mengisi etiket untuk setiap jenis obat
disertai dengan informasi cara 21. Melakukan perhitungan dan memeriksa kembali
penggunaan obat, waktu ketersediaan/stok opname obat dan 26. Menyerahkan obat kepada pasien
pemakaian, lama penggunaan dan perbekalan kesehatan per periode disertai dengan informasi cara
tempat penyimpanan obat. 22. Menyediakan perbekalan farmasi penggunaan obat, waktu pemakaian,
20. Membuat racikan sesuai dengan untuk kejadian luar biasa lama penggunaan dan tempat
permintaan resep. penyimpanan obat.
21. Melakukan perhitungan 27. Membuat racikan sesuai dengan
ketersediaan/stok opname obat permintaan resep.
dan perbekalan kesehatan per 28. Menyediakan perbekalan farmasi untuk
periode kejadian luar biasa

III TANGGUN 1. Menyediakan sediaan farmasi 1. Menyediakan sediaan farmasi 1. Menyediakan sediaan farmasi dengan 1. Menyediakan sediaan farmasi dengan
G JAWAB dengan jumlah yang tepat, jenis dengan jumlah yang tepat, jenis jumlah yang tepat, jenis yang tepat, jumlah yang tepat, jenis yang tepat,
yang tepat, penyimpanan yang yang tepat, penyimpanan yang tepat, penyimpanan yang tepat, waktu penyimpanan yang tepat, waktu
tepat, waktu pendistribusian yang waktu pendistribusian yang tepat, pendistribusian yang tepat, pendistribusian yang tepat, penggunaan
tepat, penggunaan yang tepat, penggunaan yang tepat, dengan penggunaan yang tepat, dengan mutu yang tepat, dengan mutu yang tetap
dengan mutu yang tetap terjaga di mutu yang tetap terjaga di yang tetap terjaga di puskesmas dan di terjaga di puskesmas dan di sub unit
puskesmas dan di sub unit puskesmas dan di sub unit sub unit pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan.
pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan. 2. Menyediakan hasil pencatatan dan 2. Menyediakan hasil pencatatan dan
2. Menyediakan hasil pencatatan dan 2. Menyediakan hasil pencatatan dan pelaporan obat puskesmas yang pelaporan obat puskesmas yang akurat.
pelaporan obat puskesmas yang pelaporan obat puskesmas yang akurat. 3. Memberikan pelayanan kefarmasian
akurat. akurat. 3. Memberikan pelayanan kefarmasian yang cepat dan tepat.
3. Memberikan pelayanan 3. Memberikan pelayanan kefarmasian yang cepat dan tepat. 4. Memberikan pelayanan informasi obat
kefarmasian yang cepat dan tepat. yang cepat dan tepat. 4. Memberikan pelayanan informasi obat baik secara langsung maupun tidak
4. Memberikan pelayanan informasi 4. Memberikan pelayanan informasi baik secara langsung maupun tidak langsung maupun tidak langsung.
obat baik secara langsung obat baik secara langsung maupun langsung maupun tidak langsung. 5. Menjaga rahasia kefarmasian.
maupun tidak langsung maupun tidak langsung maupun tidak 5. Memenjaga rahasia kefarmasian.
tidak langsung. langsung.
5. Menjaga rahasia kefarmasian. 5. Menjaga rahasia kefarmasian.

IV HASIL 1. Tersedianya Rencana Kebutuhan 1. Tersedianya Rencana Kebutuhan 1. Tersedianya Rencana Kebutuhan Obat 1. Tersedianya Rencana Kebutuhan Obat
KERJA Obat (RKO) pertahun dengan Obat (RKO) pertahun dengan (RKO) pertahun dengan perkiraan jenis (RKO) pertahun dengan perkiraan jenis
perkiraan jenis dan jumlah obat perkiraan jenis dan jumlah obat dan dan jumlah obat dan perbekalan dan jumlah obat dan perbekalan
dan perbekalan kesehatan yang perbekalan kesehatan yang sesuai kesehatan yang sesuai dengan kesehatan yang sesuai dengan
sesuai dengan kebutuhan dan dengan kebutuhan dan kebutuhan dan meningkatkan efisiensi kebutuhan dan meningkatkan efisiensi
meningkatkan efisiensi meningkatkan efisiensi penggunaan penggunaan obat. penggunaan obat.
penggunaan obat. obat. 2. Tersedianya obat di puskesmas sesuai 2. Tersedianya obat di puskesmas sesuai
2. Obat yang diterima sesuai dengan 2. Obat yang diterima sesuai dengan dengan kebutuhan. dengan kebutuhan.
kebutuhan berdasarkan kebutuhan berdasarkan permintaan 3. Obat yang diterima sesuai dengan 3. Obat yang diterima sesuai dengan
permintaan yang dajukan, terdapat yang dajukan, terdapat kesesuaian kebutuhan berdasarkan permintaan kebutuhan berdasarkan permintaan
kesesuaian antara dokumen dan antara dokumen dan perbekalan yang dajukan, terdapat kesesuaian yang dajukan, terdapat kesesuaian
perbekalan farmasi yang diterima. farmasi yang diterima. antara dokumen dan perbekalan antara dokumen dan perbekalan
3. Tersedianya perbekalan farmasi di 3. Tersedianya perbekalan farmasi di farmasi yang diterima. farmasi yang diterima.
unit pelayanan kesehatan yang unit/sub unit pelayanan kesehatan 4. Tersedianya perbekalan farmasi di unit 4. Tersedianya perbekalan farmasi di
terjamin mutu dan keamanannya. yang terjamin mutu dan pelayanan kesehatan yang terjamin unit/sub unit pelayanan kesehatan yang
4. Tersedianya data pemakaian obat keamanannya. mutu dan keamanannya. terjamin mutu dan keamanannya.
dan perbekalan kesehatan perhari 4. Tersedianya data pemakaian obat 5. Tersedianya data pemakaian di loket 5. Tidak terdapat obat rusak/kadaluarsa di
untuk memudahkan pembuatan dan perbekalan kesehatan perhari obat perhari untuk memudahkan puskesmas
laporan untuk memudahkan pembuatan pembuatan laporan 6. Tersedianya data pemakaian di loket
5. Tersedianya dokumen laporan 6. Tersedianya dokumen pengeluaran obat perhari untuk memudahkan
pengeluaran barang di gudang 5. Tersedianya dokumen pengeluaran barang di gudang obat puskesmas pembuatan laporan
obat barang di gudang obat 7. Tersedianya obat dan perbekalan 7. Tersedianya dokumen pengeluaran
6. Tersedianya obat dan perbekalan 6. Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan di puskesmas. barang di gudang obat
kesehatan di unit/ sub unit kesehatan di unit/ sub unit 8. Mengetahui gambaran ketersediaan 8. Tersedianya obat dan perbekalan
pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan. obat di gudang obat puskesmas kesehatan di puskesmas.
7. Mengetahui gambaran 7. Mengetahui gambaran ketersediaan 9. Tersedianya data stok awal, 9. Mengetahui gambaran ketersediaan
ketersediaan obat di gudang Obat obat di gudang Obat penerimaan, pemakaian, sisa stok, obat di gudang obat
8. Tersedianya data stok awal, 8. Tersedianya data stok awal, stok optimum perbulan dan permintaan 10. Tersedianya data stok awal,
penerimaan, pemakaian, sisa stok, penerimaan, pemakaian, sisa stok, obat per dua bulan. penerimaan, pemakaian, sisa stok, stok
stok optimum perbulan dan stok optimum perbulan dan 10. Tersedia data pemakaian obat semua optimum perbulan dan permintaan obat
permintaan obat per dua bulan. permintaan obat per dua bulan. sub unit pelayanan untuk memudahkan per dua bulan.
9. Tersedia data pemakaian obat 9. Tersedia data pemakaian obat pembuatan laporan 11. Tersedia data pemakaian obat semua
semua unit/sub unit pelayanan semua sub unit pelayanan untuk 11. Tersedianya data untuk membuat sub unit pelayanan untuk memudahkan
untuk memudahkan pembuatan memudahkan pembuatan laporan laporan monitoring peresepan obat pembuatan laporan
laporan 10. Tersedianya data untuk membuat rasional 12. Tersedianya data untuk membuat
10. Tersedianya data untuk membuat laporan monitoring peresepan obat 12. Tersedianya data untuk pembuatan laporan monitoring peresepan obat
laporan monitoring peresepan obat rasional laporan obat generik rasional
rasional 11. Tersedianya data untuk pembuatan 13. Tersedianya perbekalan farmasi di 13. Tersedianya data untuk pembuatan
11. Tersedianya data untuk laporan obat generik puskesmas dan sub unit pelayanan laporan obat generik
pembuatan laporan obat generik 12. Tersedianya perbekalan farmasi di kesehatan yang ada di wilayah kerja 14. Tersedianya perbekalan farmasi di
12. Tersedianya perbekalan farmasi di puskesmas dan unit/sub unit puskesmas dengan jenis, jumlah dan puskesmas dan sub unit pelayanan
unit/sub unit pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang ada di waktu yang tepat dengan mutu kesehatan yang ada di wilayah kerja
yang ada di wilayah kerja dengan wilayah kerja dengan jenis, jumlah terjamin. puskesmas dengan jenis, jumlah dan
jenis, jumlah dan waktu yang tepat dan waktu yang tepat dengan mutu 14. Tersedianya dokumen laporan waktu yang tepat dengan mutu terjamin.
dengan mutu terjamin. terjamin. psikotrofika 15. Tersedianya dokumen obat
13. Tersedianya dokumen laporan 13. Tersedianya dokumen laporan 15. Tersedianya dokumen laporan rusak/kadaluarsa. dan tidak
monitoring peresepan obat monitoring peresepan obat rasional monitoring peresepan obat rasional ada/dipisahkan perbekalan farmasi
rasional 14. Tersedianya dokumen laporan obat 16. Tersedianya dokumen laporan obat yang habis masa daluarsanya atau
14. Tersedianya dokumen laporan generik generik rusak di puskesmas dan sub unit
obat generik 15. Tersedianya laporan sepuluh besar 17. Tersedianya laporan sepuluh besar pelayanan kesehatan.
15. Tersedianya laporan sepuluh pemakaian obat terbanyak dan 10 pemakaian obat terbanyak 16. Tersedianya resep yang siap di
besar pemakaian obat terbanyak penyakit terbanyak 18. Tersedianya resep yang siap musnahkan
dan 10 penyakit terbanyak 16. Tersedianya resep yang siap dikerjakan 17. Tersedianya dokumen berita acara
16. Tersedianya resep yang siap dikerjakan 19. Tersedianya obat sesuai dengan penghapusan perbekalan farmasi,
dikerjakan 17. Tersedianya obat sesuai dengan kebutuhan resep 18. Tersedianya resep yang siap di
17. Tersedianya obat sesuai dengan kebutuhan resep 20. Tersedianya obat yang sudah dikemas musnahkan
kebutuhan/permintaan 18. Tersedianya obat yang sudah dan sudah diisi etiketnya. 19. Tersedianya dokumen laporan
18. Tersedianya obat yang sudah dikemas dan sudah diisi etiketnya. 21. Pasien menerima obat sesuai dengan psikotrofika
dikemas dan sudah diisi etiketnya. 19. Pasien menerima obat sesuai resep beserta informasi cara 20. Tersedianya dokumen laporan
19. Pasien menerima obat sesuai dengan resep beserta informasi cara penggunaan obat, waktu pemakaian, monitoring peresepan obat rasional
dengan resep beserta informasi penggunaan obat, waktu lama penggunaan, cara penyimpanan 21. Tersedianya dokumen laporan obat
cara penggunaan obat, waktu pemakaian, lama penggunaan, cara dan efek samping yang mungkin generik
pemakaian, lama penggunaan, penyimpanan dan efek samping terjadi. 22. Tersedianya laporan sepuluh besar
cara penyimpanan dan efek yang mungkin terjadi. 22. Tersedianya obat racikan sesuai pemakaian obat terbanyak dan 10
samping yang mungkin terjadi. 20. Tersedianya obat racikan sesuai dengan permintaan resep. penyakit terbanyak
20. Tersedianya obat racikan sesuai dengan permintaan resep. 23. Tersedianya perbekalan farmasi untuk 23. Tersedianya resep yang siap dikerjakan
dengan permintaan resep. 21. Tersedianya data persediaan obat kejadian luar biasa. 24. Tersedianya obat sesuai dengan
21. Tersedianya data persediaan obat dan perbekalan kesehatan per kebutuhan/ permintaan
dan perbekalan kesehatan per periode 25. Tersedianya obat yang sudah dikemas
periode 22. Tersedianya perbekalan farmasi dan sudah diisi etiketnya.
untuk kejadian luar biasa. 26. Pasien menerima obat sesuai dengan
resep beserta informasi cara
penggunaan obat, waktu pemakaian,
lama penggunaan, cara penyimpanan
dan efek samping yang mungkin terjadi.
27. Tersedianya obat racikan sesuai
dengan permintaan resep.
28. Tersedianya perbekalan farmasi untuk
kejadian luar biasa.
INFORMASI FAKTOR ANALISA JABATAN

NO FAKTOR JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN APOTEKER


Pemula Nilai Pelaksana Nilai Pelaksana lanjuatan Nilai Penyelia Nilai
1 Pengetahuan Pengetahuan tentang tugas Pengetahuan tentang prosedur, Pejabat ini harus mempunyai fk : 1-3 = Pejabat ini harus (
yang atau 0perasi yang sederhana Fk: 1-1 peraturan, atau oprasi dasar atau Fk: 1-2 = 200 pengetahuan tentang 350 mempunyai pengetahuan fk : 1-3
dibutuhkan rutin atau berulang yang = 50 umum, yang secara khusus sejumlah peraturan, prosedur tentang sejumlah = 350
secara khusus mengikuti membutuhkan pelatihan atau dan operasi, yang peraturan, prosedur dan
intruksi langkah demi langkah sedikit pengalaman sebelumnya membutuhakan pelatihan dan operasi, yang
dan sedikit atau sama sekali Contoh : pengalaman yang cukup membutuhakan pelatihan
tidak membutuhkan pelatihan 1. Mengetahui tentang tugas dan untuk meleksanakan dan pengalaman yang
atau pengalaman sebalumnya. fungsi pengelolaan obat dan pekerjaan klerek dan cukup untuk
Contoh : pelayanan kefarmasian. menyelesaikan masalah yang meleksanakan pekerjaan
Mengetahui tentang tugas dan 2. Mengetahui tentang prosedur muncul. klerek dan menyelesaikan
fungsi pengelolaan obat dan pengelolaan obat dan Contoh : masalah yang muncul.
pelayanan kefarmasian. pelayanan kefarmasian 1. Mengetahui tentang tugas Contoh :
dan fungsi pengelolaan 1. Mengetahui tentang
obat dan pelayanan tugas dan fungsi
kefarmasian. pengelolaan obat dan
2. Mengetahui tentang pelayanan
perundang-undangan kefarmasian.
mengenai 2. Mengetahui tentang
pengelolaan dan perundang-undangan
pelayanan kefarmasian. mengenai
3. Mengetahui tentang pengelolaan dan
prosedur pengelolaan pelayanan
obat dan pelayanan kefarmasian.
kefarmasian. 3. Mengetahui tentang
prosedur pengelolaan
obat dan
pelayanan
kefarmasian.

2 Pengawasan Pejabat ini mengerjakan tugas Fk: 2-1 Pejabat ini mengerjakan tugas Fk: 2-1 = 25 Pejabat ini mengerjakan tugas fk : 2-2 = Pejabat ini mengerjakan fk : 2- 1
penyelia sejenis dan berulang, penyelia = 25 sejenis dan berulang, penyelia sejenis dan berulang, penyelia 125 tugas berkelanjutan atau = 125
membuat tugas tertentu membuat tugas tertentu disertai membuat tugas tertentu tugas tertentu dengan
disertai dengan instruksi yang dengan instruksi yang jelas dan disertai dengan instruksi yang mengindikasikan secara
jelas dan terperinci dan terperinci dan spesifik. Bekerja jelas dan terperinci dan umum apa yang harus
spesifik. Bekerja sesuai sesuai intruksi dan berkonsultasi spesifik. Bekerja sesuai diselesaikan, batasan,
intruksi dan berkonsultasi dengan penyelia sebagaimana intruksi dan berkonsultasi kualitas, dan kuantitas
dengan penyelia sebagaimana dibutuhkan untuk semua persoalan dengan penyelia sebagaimana yang diharapkan, batas
dibutuhkan untuk semua yang tidak spesifik dicakup dalam dibutuhkan untuk semua waktu dan prioritas
persoalan yang tidak spesifik instruksi atau pedoman. persoalan yang tidak spesifik tugas. Bekerja
dicakup dalam instruksi atau dicakup dalam instruksi atau menggunakan inisiatif
pedoman. pedoman. dalam melaksanakan
tugas yang berulang
secara mandiri tanpa
instruksi spesifik, tapi
melaporkan deviasi,
masalah, dan situasi
yang tidak lazim yang
tidak dicakup dalam
instruksi kepada penyelia
untuk membuat
keputusan atau meminta
bantuan. Bekerja sesuai
intruksi dan berkonsultasi
dengan penyelia
sebagaimana dibutuhkan
untuk semua persoalan
yang tidak spesifik
dicakup dalam instruksi
atau pedoman.

3 Pedoman Prosedur melaksanakan Fk: 3-2 Prosedur melaksanakan pekerjaan Fk: 3-2 = 125 Prosedur melaksanakan Fk:3-2 = Kebijakan dan pereturan Fk : 3-4
pekerjaan di tetapkan dan = 125 di tetapkan dan sejumlah pedoman pekerjaan di tetapkan dan 125 dapat di terapkan tetapi = 450
sejumlah pedoman tersedia. tersedia. Pegawai menggunakan sejumlah pedoman tersedia. dinyatakan dalam
Pegawai menggunakan pertimbangan dalam memilih Pegawai menggunakan terminologi umum.
pertimbangan dalam memilih pedoman, referensi, dan prosedur pertimbangan dalam memilih Pedoman pelaksanaan
pedoman, referensi, dan yang paling tepat untuk direrapkan pedoman, referensi, dan pekerjaan langka atau
prosedur yang paling tepat pada kasus tertentu dengan prosedur yang paling tepat penggunaannya terbatas.
untuk direrapkan pada kasus deviasi yang terkecil atau minor. untuk direrapkan pada kasus Pegawai menggunakan
tertentu dengan deviasi yang Pegawai dapat menetukan tertentu dengan deviasi yang inisiatif dan akal pikiran
terkecil atau minor. Pegawai alternatif yang ada untuk terkecil atau minor. Pegawai dalam penyimpangan dari
dapat menetukan alternatif digunakan. Situasi dimana dapat menetukan alternatif metode, kriteria atau
yang ada untuk digunakan. pedoman yang ada tidak dapat yang ada untuk digunakan. kebijakan baru.
Situasi dimana pedoman yang diterpkan atau terjadi Situasi dimana pedoman yang
ada tidak dapat diterpkan atau penyimpangan dari pedoman yang ada tidak dapat diterpkan atau
terjadi penyimpangan dari diajukan harus mengacu pada terjadi penyimpangan dari
pedoman yang diajukan harus penyelia. pedoman yang diajukan harus
mengacu pada penyelia. mengacu pada penyelia.

4 Kompleksita Pekerjaan mencakup berbagai Fk: 4-3 Pekerjaan mencakup berbagai Fk: 4-3 = 150 Pekerjaan mencakup berbagai Fk:4-4 = Pekerjaan mencakup fk : 4-4
s tugas yang melibatkan proses = 150 tugas yang melibatkan proses dan tugas yang membutuhkan 225 berbagai tugas yang = 225
dan metode yang berbeda dan metode yang berbeda dan tidak berbagai macam proses dan membutuhkan berbagai
tidak berhubungan. berhubungan. metode yang berbeda dan macam proses dan
Pejabat ini melakukan : Pejabat ini melakukan : tidak barhubungan, seperti metode yang berbeda
1. Pekerjaan profesional 1. Pekerjaan profesional yaitu tugas yang berhubungan dan tidak barhubungan,
yaitu Pelayanan Pelayanan kefarmasian dengan bidang pekerjaan seperti tugas yang
kefarmasian merupakan merupakan pekarjaan rutin administratif atau bidang berhubungan dengan
pekarjaan rutin harian harian yang memerlukan pekerjaan profesional. bidang pekerjaan
yang memerlukan konsentrasi dan ketelitian Pejabat ini melakukan : administratif atau bidang
konsentrasi dan ketelitian yang tinggi untuk menghindari 1. Pekerjaan profesional pekerjaan profesional.
yang tinggi untuk esalahan pembacaan resep, yaitu Pelayanan Pejabat ini melakukan :
menghindari esalahan kesalahan pengambilan obat, kefarmasian merupakan 1. Pekerjaan
pembacaan resep, kesalahan penyerahan obat pekarjaan rutin harian profesional yaitu
kesalahan pengambilan dan kesalahan pemberian yang memerlukan Pelayanan
obat, kesalahan informasi obat. konsentrasi dan kefarmasian
penyerahan obat dan 2. Pekerjaan administratif yaitu ketelitian yang tinggi merupakan
kesalahan pemberian pencatatan dan pelaporan untuk menghindari pekarjaan rutin
informasi obat. adalah pekerjaan rutin harian kesalahan pembacaan harian yang
2. Pekerjaan administratif yang memerlukan ketelitian resep, kesalahan memerlukan
yaitu pencatatan dan yang tinggi untuk memperoleh pengambilan obat, konsentrasi dan
pelaporan adalah data yang akurat. kesalahan penyerahan ketelitian yang
pekerjaan rutin harian obat dan kesalahan tinggi untuk
yang memerlukan pemberian informasi menghindari
ketelitian yang tinggi obat. kesalahan
untuk memperoleh data 2. Pengelolaan obat dan pembacaan resep,
yang akurat. perbekelan kesehatan kesalahan
untuk menjamin pengambilan obat,
ketersediaan obat dan kesalahan
perbekalan kesehatan di penyerahan obat
puskesmas. dan kesalahan
3. Pekerjaan administratif pemberian informasi
yaitu pencatatan dan obat.
pelaporan adalah 2. Pengelolaan obat
pekerjaan rutin harian dan perbekelan
yang memerlukan kesehatan untuk
ketelitian yang tinggi menjamin
untuk memperoleh data ketersediaan obat
yang akurat. dan perbekalan
kesehatan di
puskesmas.
3. Pekerjaan
administratif yaitu
pencatatan dan
pelaporan adalah
pekerjaan rutin
harian yang
memerlukan
ketelitian yang tinggi
untuk memperoleh
data yang akurat.

5 Ruang Pekerjaan meliputi Fk: 5-3 Pekerjaan meliputi pelaksanaan Fk: 5-3 = 150 Pekerjaan meliputi Fk: 5-3 Pekerjaan meliputi fk : 5-3
lingkup dan pelaksanaan peraturan, =150 peraturan, regulasi, atau prosedur pelaksanaan peraturan, =150 pelaksanaan peraturan, = 150
dampak regulasi, atau prosedur tertentu, dan merupakan bagian regulasi, atau prosedur regulasi, atau prosedur
tertentu, dan merupakan dari suatu tugas atau proyek tertentu, dan merupakan tertentu, dan merupakan
bagian dari suatu tugas atau dengan ruang lingkup yang lebih bagian dari suatu tugas atau bagian dari suatu tugas
proyek dengan ruang lingkup luas. proyek dengan ruang lingkup atau proyek dengan
yang lebih luas. pekerjaan antara lain : yang lebih luas. ruang lingkup yang lebih
pekerjaan antara lain : pekerjaan
P antara lain : luas.
1. Pengelolaan perbekalan Pengelolaan perbekalan farmasi 1. Pengelolaan perbekalan pekerjaan antara lain :
farmasi di puskesmas di puskesmas pengelolaan farmasi di puskesmas 1. Pengelolaan
pengelolaan perbekalan perbekalan farmasi menjamin pengelolaan perbekalan perbekalan farmasi di
farmasi menjamin ketersediaan perbekalan farmasi farmasi menjamin puskesmas
ketersediaan perbekalan di puskesmas dan sub unit ketersediaan perbekalan pengelolaan perbekalan
farmasi di puskesmas dan pelayanan kesehatan dengan farmasi di puskesmas dan farmasi menjamin
sub unit pelayanan tepat jumlah, tepat jenis dan sub unit pelayanan ketersediaan
kesehatan dengan tepat mutu perbekalan farmasi yang kesehatan dengan tepat perbekalan farmasi di
jumlah, tepat jenis dan terjaga dengan baik. jumlah, tepat jenis dan puskesmas dan sub
mutu perbekalan farmasi 1.
mutuP perbekalan farmasi unit pelayanan
yang terjaga dengan baik. Pelayanan kefarmasian yang terjaga dengan baik. kesehatan dengan
2. Pelayanan kefarmasian mempengaruhi kesembuhan 2. Pelayanan kefarmasian tepat jumlah, tepat
mempengaruhi pasien, Pelayanan kefarmasian mempengaruhi jenis dan mutu
kesembuhan pasien, meliputi penerimaan resep, kesembuhan pasien, perbekalan farmasi
Pelayanan kefarmasian penyiapan obat, pengisian etiket Pelayanan kefarmasian yang terjaga dengan
meliputi penerimaan dan pengemasan, peracikan, meliputi penerimaan resep, baik.
resep, penyiapan obat, penyerahan obat dan pelayanan penyiapan obat, pengisian 2. Pelayanan
pengisian etiket dan informasi obat (PIO) etiket dan pengemasan, kefarmasian
pengemasan, peracikan, 2.peracikan,
P penyerahan obat mempengaruhi
penyerahan obat dan Pencatatan dan pelaporan dan pelayanan informasi kesembuhan pasien,
pelayanan informasi obat meliputi pencatatan di gudang obat (PIO) Pelayanan
(PIO) obat puskesmas, loket obat 3. Pencatatan dan pelaporan kefarmasian meliputi
3. Pencatatan dan pelaporan puskesmas dan perekapan meliputi pencatatan di penerimaan resep,
meliputi pencatatan di laporan dari sub unit pelayanan, gudang obat puskesmas, penyiapan obat,
gudang obat puskesmas, pencatatan dan pelaporan loket obat puskesmas dan pengisian etiket dan
loket obat puskesmas dan merupakan data-data perbekalan perekapan laporan dari pengemasan,
perekapan laporan dari farmasi untuk perencanaan, sub unit pelayanan, peracikan,
sub unit pelayanan, pengawasan dan pengendalian. pencatatan dan pelaporan penyerahan obat dan
pencatatan dan pelaporan merupakan data-data pelayanan informasi
merupakan data-data perbekalan farmasi untuk obat (PIO)
perbekalan farmasi untuk perencanaan, 3. Pencatatan dan
perencanaan, pengawasan dan pelaporan meliputi
pengawasan dan pengendalian. pencatatan di gudang
pengendalian. obat puskesmas,
loket obat puskesmas
dan perekapan
laporan dari sub unit
pelayanan,
pencatatan dan
pelaporan merupakan
data-data perbekalan
farmasi untuk
perencanaan,
pengawasan dan
pengendalian.

6 Hubungan Hubungan dengan individu Fk: 6-3 Hubungan dengan individu atau Fk: 6-3 = 60 Hubungan dengan individu Fk: 6-3 = Hubungan dengan fk : 6-3
personal atau grup dari luar instansi. = 60 grup dari luar instansi. Sebagai atau grup dari luar instansi. 60 individu atau grup dari = 60
Sebagai contoh hubungan contoh hubungan yang tidak Sebagai contoh hubungan luar instansi. Sebagai
yang tidak ditetapkan atas ditetapkan atas dasar rutin; tujuan yang tidak ditetapkan atas contoh hubungan yang
dasar rutin; tujuan dan maksud dan maksud dari setiap hubungan dasar rutin; tujuan dan maksud tidak ditetapkan atas
dari setiap hubungan berbeda; berbeda; dan peranan dan dari setiap hubungan berbeda; dasar rutin; tujuan dan
dan peranan dan wewenang wewenang masing-masing dan peranan dan wewenang maksud dari setiap
masing-masing dikembangkan dikembangkan dan di identifikasi masing-masing dikembangkan hubungan berbeda; dan
dan di identifikasi selama selama berhubungan. Ciri khas dan di identifikasi selama peranan dan wewenang
berhubungan. Ciri khas hubungan dalam tingkat ini adalah berhubungan. Ciri khas masing-masing
hubungan dalam tingkat ini orang sebagai pengacara, hubungan dalam tingkat ini dikembangkan dan di
adalah orang sebagai kontraktor atau perwakilan adalah orang sebagai identifikasi selama
pengacara, kontraktor atau organisasi profesional, media pengacara, kontraktor atau berhubungan. Ciri khas
perwakilan organisasi berita atau kelompok aksi perwakilan organisasi hubungan dalam tingkat
profesional, media berita atau masyarakat. profesional, media berita atau ini adalah orang sebagai
kelompok aksi masyarakat. Dalam hal ini pejebat bekerja kelompok aksi masyarakat. pengacara, kontraktor
Dalam hal ini pejebat bekerja berhubungan dengan : Dalam hal ini pejebat bekerja atau perwakilan
berhubungan dengan : 1. Pasien berhubungan dengan : organisasi profesional,
1. Pasien 2. Penanggung jawab sub unit 1. Pasien media berita atau
2. Penanggung jawab sub pelayanan kesehatan 2. Penanggung jawab sub kelompok aksi
unit pelayanan kesehatan 3. Hubungan dengan pemegang unit pelayanan kesehatan masyarakat.
3. Hubungan dengan program puskesmas 3. Hubungan dengan Dalam hal ini pejebat
pemegang program 4. Penulis resep pemegang program bekerja berhubungan
puskesmas 5. Kepala puskesmas puskesmas dengan :
4. Penulis resep 6. UPTD obat dan perbekalan 4. Penulis resep 1. Pasien
5. Kepala puskesmas kesehatan 5. Kepala puskesmas 2. Penanggung jawab
6. UPTD obat dan 7. seksi pengawasan dan 6. UPTD obat dan sub unit pelayanan
perbekalan kesehatan pengendalian kesehatan dinas perbekalan kesehatan kesehatan
7. seksi pengawasan dan kesehatan kabupaten 7. seksi pengawasan dan 3. Hubungan dengan
pengendalian kesehatan bandung. pengendalian kesehatan pemegang program
dinas kesehatan dinas kesehatan puskesmas
kabupaten bandung. kabupaten bandung. 4. Penulis resep
5. Kepala puskesmas
6. UPTD obat dan
perbekalan kesehatan
7. seksi pengawasan
dan pengendalian
kesehatan dinas
kesehatan kabupaten
bandung.

7 Tujuan Tujuan hubungan adalah Fk: 7-2 Tujuan hubungan adalah untuk Fk: 7-2 = 50 Tujuan hubungan adalah Fk: 7-2 = Tujuan hubungan adalah fk : 7-2
hubungan untuk merencanakan, = 50 merencanakan, untuk merencanakan, 50 untuk = 50
mengkoordinasikan, atau mengkoordinasikan, atau mengkoordinasikan, atau merencanakan,mengkoor
mengarahkan pekerjaan atau mengarahkan pekerjaan atau untuk mengarahkan pekerjaan atau dinasikan, atau
untuk memecahkan masalah memecahkan masalah dengan untuk memecahkan masalah mengarahkan pekerjaan
dengan mempengaruhi atau mempengaruhi atau memotivasi dengan mempengaruhi atau atau untuk memecahkan
memotivasi individu atau individu atau kelompok untuk memotivasi individu atau masalah dengan
kelompok untuk mencapai mencapai tujuan bersama dan kelompok untuk mencapai mempengaruhi atau
tujuan bersama dan yang yang pada dasarnya mempunyai tujuan bersama dan yang memotivasi individu atau
pada dasarnya mempunyai sikap bekerjasama. pada dasarnya mempunyai kelompok untuk mencapai
sikap bekerjasama. Dalam hal ini pejabat berhubungan sikap bekerjasama. tujuan bersama dan yang
Dalam hal ini pejabat dengan tujuan : Dalam hal ini pejabat pada dasarnya
berhubungan dengan tujuan : 1. Pasien supaya pasien berhubungan dengan tujuan : mempunyai sikap
1. Pasien supaya pasien mendapatkan obat yang tepat, 1. Pasien supaya pasien bekerjasama.
mendapatkan obat yang cara penggunaan obat yang mendapatkan obat yang Dalam hal ini pejabat
tepat, cara penggunaan tepat, waktu pemberian obat tepat, cara penggunaan berhubungan dengan
obat yang tepat, waktu yang tepat, lama penggunaan obat yang tepat, waktu tujuan :
pemberian obat yang tepat, yang tepat dan kesembuhan pemberian obat yang 1 Pasien supaya pasien
lama penggunaan yang pasien. tepat, lama penggunaan mendapatkan obat
tepat dan kesembuhan 2. Penanggung jawab sub unit yang tepat dan yang tepat, cara
pasien. supaya menjamin ketersediaan kesembuhan pasien. penggunaan obat yang
2. Penanggung jawab sub obat di sub unit pelayanan. 2. Penanggung jawab sub tepat, waktu
unit supaya menjamin 3. Penulis resep adalah supaya unit supaya menjamin pemberian obat yang
ketersediaan obat di sub adanya informasi yang ketersediaan obat di sub tepat, lama
unit pelayanan. berkesinambungan mengenai unit pelayanan. penggunaan yang
3. Penulis resep adalah obat yang tersedia diloket obat 3. Penulis resep adalah tepat dan kesembuhan
supaya adanya informasi puskesmas hal ini supaya adanya informasi pasien.
yang berkesinambungan memudahkan penulisan resep yang4. berkesinambungan Penanggung jawab
mengenai obat yang dan memperlancar administrasi mengenai obat yang sub unit supaya
tersedia diloket obat di loket obat puskesmas. tersedia diloket obat menjamin
puskesmas hal ini 4. Kepala puskesmas adalah puskesmas hal ini ketersediaan obat di
memudahkan penulisan supaya terjadi kesamaan memudahkan penulisan sub unit pelayanan.
resep dan memperlancar perspsi mengenai pengelolaan resep dan memperlancar 5. Penulis resep adalah
administrasi di loket obat obat untuk memudahkan administrasi di loket obat supaya adanya
puskesmas. pengawasan dan pengendalian puskesmas. informasi yang
4. Kepala puskesmas adalah obat dan perbekalan 4. Kepala puskesmas adalah berkesinambungan
supaya terjadi kesamaan kesehatan. supaya terjadi kesamaan mengenai obat yang
perspsi mengenai 5. UPTD obat dan perbekalan perspsi mengenai tersedia diloket obat
pengelolaan obat untuk kesehatan adalah supaya ada pengelolaan obat untuk puskesmas hal ini
memudahkan pengawasan informasi timbal balik dan memudahkan pengawasan memudahkan
dan pengendalian obat dan berkesinambungan mengenai dan pengendalian obat penulisan resep dan
perbekalan kesehatan. ketersediaan obat di dan perbekalan memperlancar
5. UPTD obat dan perbekalan puskesmas dan ketersediaan kesehatan. administrasi di loket
kesehatan adalah supaya obat di UPTD obat dan 5. UPTD obat dan obat puskesmas.
ada informasi timbal balik perbekalan kesehatan perbekalan kesehatan 6. Kepala puskesmas
dan berkesinambungan sehingga memudahkan adalah supaya ada adalah supaya terjadi
mengenai ketersediaan permintaan obat untuk informasi timbal balik dan kesamaan perspsi
obat di puskesmas dan pelayanan dan perencanaan berkesinambungan mengenai
ketersediaan obat di UPTD obat pertahun. mengenai ketersediaan pengelolaan obat
obat dan perbekalan 6. Seksi pengawasan dan obat di puskesmas dan untuk memudahkan
kesehatan sehingga pengendalian adalah supaya ketersediaan obat di UPTD pengawasan dan
memudahkan permintaan terjadi tertib administrasi di obat dan perbekalan pengendalian obat
obat untuk pelayanan dan puskesmas sehingga kesehatan sehingga dan perbekalan
perencanaan obat memudahkan pengawasan dan memudahkan permintaan kesehatan.
pertahun. pengendalian. obat untuk pelayanan dan 7. UPTD obat dan
6. Seksi pengawasan dan perencanaan obat perbekalan kesehatan
pengendalian adalah pertahun. adalah supaya ada
supaya terjadi tertib 6. Seksi pengawasan dan informasi timbal balik
administrasi di puskesmas pengendalian adalah dan
sehingga memudahkan supaya terjadi tertib berkesinambungan
pengawasan dan administrasi di puskesmas mengenai
pengendalian. sehingga memudahkan ketersediaan obat di
pengawasan dan puskesmas dan
pengendalian. ketersediaan obat di
UPTD obat dan
perbekalan kesehatan
sehingga
memudahkan
permintaan obat untuk
pelayanan dan
perencanaan obat
pertahun.
8. Seksi pengawasan
dan pengendalian
adalah supaya terjadi
tertib administrasi di
puskesmas sehingga
memudahkan
pengawasan dan
pengendalian.

8 Persyaratan Pekerjaan membutuhkan Fk: 8-2 Pekerjaan membutuhkan tenaga Fk : 8-2 = 20 Pekerjaan membutuhkan Fk: 8-2 = Pekerjaan membutuhkan fk : 8-2
fisik tenaga fisik seperti berdiri = 20 fisik seperti berdiri dalam waktu tenaga fisik seperti berdiri 20 tenaga fisik seperti berdiri = 20
dalam waktu yang lama; yang lama; berjalan di jalan yang dalam waktu yang lama; dalam waktu yang lama;
berjalan di jalan yang kasar, kasar, tidak rata, atau permukaan berjalan di jalan yang kasar, berjalan di jalan yang
tidak rata, atau permukaan berbatu, aktivitas tidak rata, atau permukaan kasar, tidak rata, atau
berbatu, aktivitas memerlukan memerlukanmembengkok,meringk berbatu, aktivitas memerlukan permukaan berbatu,
membengkok , meringkuk, uk,membungkuk, merentangkan, membengkok , meringkuk, aktivitas memerlukan
membungkuk, merentangkan, menggapai, atau sejenisnya; membungkuk, merentangkan, membengkok , meringkuk,
menggapai, atau sejenisnya; mengengkat benda yang cukup menggapai, atau sejenisnya; membungkuk,
mengengkat benda yang berat berulang seperti mesin ketik mengengkat benda yang merentangkan,
cukup berat berulang seperti atau kotak dokumen. Pekerjaan cukup berat berulang seperti menggapai, atau
mesin ketik atau kotak tersebut mungkin membutuhkan mesin ketik atau kotak sejenisnya; mengengkat
dokumen. Pekerjaan tersebut karakteristik dan kemampuan fisik dokumen. Pekerjaan tersebut benda yang cukup berat
mungkin membutuhkan seperti ketangkasan dan kegesitan mungkin membutuhkan berulang seperti mesin
karakteristik dan kemampuan diatas rata-rata. karakteristik dan kemampuan ketik atau kotak dokumen.
fisik seperti ketangkasan dan Dalam hal ini petugas harus sehat fisik seperti ketangkasan dan Pekerjaan tersebut
kegesitan diatas rata-rata. jasmani dan rohani dan tidak buta kegesitan diatas rata-rata. mungkin membutuhkan
Dalam hal ini petugas harus warna Dalam hal ini petugas harus karakteristik dan
sehat jasmani dan rohani dan petugas harus melakukan sehat jasmani dan rohani dan kemampuan fisik seperti
tidak buta warna pekerjaan antara lain : tidak buta warna ketangkasan dan
petugas harus melakukan 1. Penyimpanan obat dan petugas harus melakukan kegesitan diatas rata-rata.
pekerjaan antara lain : perbekalan kesehatan. pekerjaan antara lain : Dalam hal ini petugas
1. Penyimpanan obat dan Petugas menyimpan obat dan 1. Penyimpanan obat dan harus sehat jasmani dan
perbekalan kesehatan. perbekalan kesehatan dalam perbekalan kesehatan. rohani dan tidak buta
Petugas menyimpan obat kemasan kecil dan kemasan Petugas menyimpan obat warna
dan perbekalan kesehatan besar, petugas mengangkat dan perbekalan kesehatan petugas harus melakukan
dalam kemasan kecil dan obat dari kemasan kecil dan dalam kemasan kecil dan pekerjaan antara lain :
kemasan besar, petugas ringan sampai dengan kemasan besar, petugas 1. Penyimpanan obat dan
mengangkat obat dari kemasan besar dan berat. mengangkat obat dari perbekalan kesehatan.
kemasan kecil dan ringan 2. Pendistribusian ke loket obat kemasan kecil dan ringan Petugas menyimpan
sampai dengan kemasan dan sub unit pelayanan sampai dengan obat obat dan perbekalan
besar dan berat. kesehatan, petugas harus dengan kemasan besar kesehatan dalam
2. Pendistribusian ke loket mengangkat obat dan dan berat. kemasan kecil dan
obat dan sub unit perbekalan kesehatan dalam 2. Pendistribusian ke loket kemasan besar,
pelayanan kesehatan, kemasan kecil dan ringan obat dan sub unit petugas mengangkat
petugas harus sampai dengan kemasan besar pelayanan kesehatan, obat dari kemasan
mengangkat obat dan dan berat. petugas harus kecil dan ringan
perbekalan kesehatan 3. Pelayanan kefarmasian mengangkat obat dan sampai dengan
dalam kemasan kecil dan memerlukan duduk/berdiri perbekalan kesehatan kemasan besar dan
ringan sampai dengan dalam waktu cukup lama dalam kemasan kecil dan berat.
kemasan besar dan berat. 4. Pencatatan dan pelaporan ringan sampai dengan 2. Pendistribusian ke
3. Pelayanan kefarmasian memerlukan duduk yang cukup kemasan besar dan berat. loket obat dan sub
memerlukan duduk/berdiri lama. 3. Pelayanan kefarmasian unit pelayanan
dalam waktu cukup lama memerlukan duduk/berdiri kesehatan, petugas
4. Pencatatan dan pelaporan dalam waktu cukup lama harus mengangkat
memerlukan duduk yang 4. Pencatatan dan pelaporan obat dan perbekalan
cukup lama. memerlukan duduk yang kesehatan dalam
cukup lama. kemasan kecil dan
ringan sampai dengan
kemasan besar dan
berat.
3. Pelayanan
kefarmasian
memerlukan
duduk/berdiri dalam
waktu cukup lama
4. Pencatatan dan
pelaporan
memerlukan duduk
yang cukup lama.
9 Lingkungan Lingkungan membawa resiko Fk: 9-2 Lingkungan membawa resiko dan Fk: 9-2 = 20 Lingkungan membawa resiko Fk: 9-2 Lingkungan membawa fk : 9-2
pekerjaan dan ketidaknyamanan setiap = 20 ketidaknyamanan setiap hari, yang dan ketidaknyamanan setiap =20 resiko dan = 20
hari, yang cukup besar, yang cukup besar, yang memerlukan hari, yang cukup besar, yang ketidaknyamanan setiap
memerlukan tindakan tindakan pencegahan keamanan memerlukan tindakan hari, yang cukup besar,
pencegahan keamanan khusus antara lain, bekerja pencegahan keamanan yang memerlukan
khusus antara lain, bekerja disekitar benda bergerak, kereta, khusus antara lain, bekerja tindakan pencegahan
disekitar benda bergerak, atau mesin; berhadapan dengan disekitar benda bergerak, keamanan khusus antara
kereta, atau mesin; penyakit menular atau iritasi bahan kereta, atau mesin; lain, bekerja disekitar
berhadapan dengan penyakit kimia. Pegawai dipersyaratkan berhadapan dengan penyakit benda bergerak, kereta,
menular atau iritasi bahan menggunakan pakaian pelindung, menular atau iritasi bahan atau mesin; berhadapan
kimia. Pegawai seperti ntopeng, baju, jaket, sepatu kimia. Pegawai dengan penyakit menular
dipersyaratkan menggunakan boot, kaca mata debu, sarung dipersyaratkan menggunakan atau iritasi bahan kimia.
pakaian pelindung, seperti tangan atau baju pelindung. pakaian pelindung, seperti Pegawai dipersyaratkan
ntopeng, baju, jaket, sepatu Dalam jabatan ini petugas berada ntopeng, baju, jaket, sepatu menggunakan pakaian
boot, kaca mata debu, sarung dalam lingkungan : boot, kaca mata debu, sarung pelindung, seperti
tangan atau baju pelindung.
1. Lingkungan yang rentan tangan atau baju pelindung. ntopeng, baju, jaket,
Dalam jabatan ini petugas dengan berbagai macam Dalam jabatan ini petugas sepatu boot, kaca mata
berada dalam lingkungan : penyakit termasuk penyakit berada dalam lingkungan : debu, sarung tangan atau
1. Lingkungan yang rentan menular sehingga diperlukan 1. Lingkungan yang rentan baju pelindung.
dengan berbagai macam alat pelindung diri (APD) dan dengan berbagai macam Dalam jabatan ini petugas
penyakit termasuk daya tahan tubuh yang baik penyakit termasuk penyakit berada dalam lingkungan
penyakit menular sehingga untuk mencegah penularan menular sehingga :
diperlukan alat pelindung penyakit. diperlukan alat pelindung 1. Lingkungan yang
diri (APD) dan daya tahan 2. Debu obat yang kapan saja diri (APD) dan daya tahan rentan dengan
tubuh yang baik untuk bisa terhisap, baik itu pada tubuh yang baik untuk berbagai macam
mencegah penularan waktu penyiapan obat maupun mencegah penularan penyakit termasuk
penyakit. pada waktu peracikan penyakit. penyakit menular
2. Debu obat yang kapan sehingga petugas harus 2. Debu obat yang kapan sehingga diperlukan
saja bisa terhisap, baik itu manggunakan APD. saja bisa terhisap, baik itu alat pelindung diri
pada waktu penyiapan 3. Penataan obat di gudang obat pada waktu penyiapan (APD) dan daya
obat maupun pada waktu puskesmas harus ditata obat maupun pada waktu tahan tubuh yang
peracikan sehingga sedemikian rupa sehingga peracikan sehingga baik untuk mencegah
petugas harus pejabat yang bersangkutan petugas harus penularan penyakit.
manggunakan APD. mudah bergerak dan dapat manggunakan APD. 2. Debu obat yang
3. Penataan obat di gudang terhindar dari 3. Penataan obat di gudang kapan saja bisa
obat puskesmas harus tertindih/tertimpah sediaan obat puskesmas harus terhisap, baik itu pada
ditata sedemikian rupa obat cair/sediaan obat dalam ditata sedemikian rupa waktu penyiapan obat
sehingga pejabat yang kemasan dus besar. sehingga pejabat yang maupun pada waktu
bersangkutan mudah bersangkutan mudah peracikan sehingga
bergerak dan dapat bergerak dan dapat petugas harus
terhindar dari terhindar dari manggunakan APD.
tertindih/tertimpah sediaan tertindih/tertimpah sediaan 3. Penataan obat di
obat cair/sediaan obat obat cair/sediaan obat gudang obat
dalam kemasan dus besar. dalam kemasan dus besar. puskesmas harus
ditata sedemikian
rupa sehingga pejabat
yang bersangkutan
mudah bergerak dan
dapat terhindar dari
tertindih/tertimpah
sediaan obat
cair/sediaan obat
dalam kemasan dus
besar.
Total Nilai 650 800 1025 1300
Range Nilai 455-650 655-850 855-1100 1100-1350
Kelas 5 6 7 8
jabatan