Anda di halaman 1dari 9

KONSEP PROFESI DALAM LINGKUP KEPERAWATAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T, karena berkat rahmat dan taufiq-

Nya penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok yang berjudul “ Konsep Profesi Dalam

Lingkup Keperawatan ” tepat pada waktunya.

Dalam penyelesaian tugas kelompok ini, penulis banyak mendapat ini dari berbagai

pihak, antara lain dosen pembimbing, dan teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu

persatu namanya yang telah banyak memberikan sumbangan, masukan, dukungan, dalam

menyelesaian makalah seminar ini. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas kelompok ini belum lah sempurna. Untuk

itu segala saran dan kritikan yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan dari semua

pihak demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya.

Semoga dengan adanya tugas kelompok ini akan dapat memberikan manfaat besar bagi

penulis khususnya, dan bagi pembaca semua pada umumnya.

pekanbaru, 17 Oktober 2014


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keperawatan merupakan profesi yang membantu dan memberikan pelayanan yang
berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan individu. Keperawatan juga diartikan sebagai
konsekuensi penting bagi individu yang menerima pelayanan, profesi ini memenuhi
kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh seseorang, keluarga atau kelompok di komunitas.
(Committee on Education American Nurses Association (ANA), 1965).
WHO Expert Committee on Nursing dalam Aditama (2000) mengatakan bahwa,
pelayanan keperawatan adalah gabungan dari ilmu kesehatan dan seni melayani/memberi
asuhan (care), suatu gabungan humanistik dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan,
kegiatan klinik, komunikasi dan ilmu sosial.
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk
pelayanan biopsikososial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu,
keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh aspek kehidupan
manusia. (Lokakarya Nasional, 1983).
Profesi berasal dari kata profession yang berarti suatu pekerjaan yang membutuhkan
dukungan body of knowledge sebagai dasar bagi perkembangan teori yang sistematis
meghadapi banyak tantangan baru, dan karena itu membutuhkan pendidikan dan pelatihan
yang cukup lama, memiliki kode etik orientasi utamanya adalah melayani (alturism).
Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan
bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Profesi sangat mementingkan
kesejahteraan orang lain, dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa
pelayanan keperawatan profesional. Menurut Webster, profesi adalah pekerjaan yang
memerlukan pendidikan yang lama dan menyangkut keterampilan intelektual.
Kelly dan Joel (1995) menjelaskan, “Profesional sebagai suatu karakter, spirit atau
metode profesional yang mencakup pendidikan dan kegiatan di berbagai kelompok okupasi
yang anggotanya berkeinginan menjadi profesional”. Profesional merupakan suatu proses
yang dinamis untuk memenuhi atau mengubah karakteristik kearah suatu profesi.
Sejak abad yang lalu keperawatan telah megalami perubahan yang drastis, selain itu
juga telah mengikuti perundang-undangan dan mendapatkan penghargaan sebagai profesi
penuh. Hugnes E.C (1963) mengatakan bahwa, “Profesi adalah seorang ahli, mereka
mengetahui lebih baik tentang sesuatu hal dari orang lain, serta mengetahui lebih baik
daripada kliennya tentang apa yang terjadi pada klien”. Dalam konsep profesi ada tiga nilai
penting yang perlu dipahami yakni:
1. Pengetahuan yang mendalam dan sistimatik.
2. Keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan yang lama.
3. Pelayanan asuhan kepada yang memerlukan berdasarkan ilmu pengetahuan, keterampilan
teknis dan pedoman serta falsafah moral yang diyakini (etika profesi).

Menurut Hood L.J dan Leddy S.K (2006), “Perawat profesional akan menggunakan
pendekatan holistik dalam menemukan kebutuhan kesehatan bagi klien yang dirawatnya, hal
ini sesuai dengan pernyataan kebijakan yang disampaikan oleh American Nurses Association
(1995), ada empat ciri praktik profesional yang harus dilakukan oleh perawat, yaitu:
1. Perawat menggunakan fokus orientasi pada masalah dengan memperhatikan rangkaian
seluruh respon manusia terhadap kesehatan dan penyakitnya.
2. Perawat terintegrasi dalam tenaga kesehatan yang menggunakan pengetahuannya untuk
membantu mencapai tujuan pasien dengan mengumpulkan data subjektif maupun objektif
pasien dan memahaminya baik secara individual atau secara berkelompok.
3. Perawat mengaplikasikan ilmu pengetahuannya untuk menentukan diagnosa dan melakukan
treatment respon manusia.
4. Perawat melakukan asuhan keperawatan dengan melakukan hubungan terapeutik dengan
pasien untuk memfasilitasi kesehatan dan penyembuhan.

Ada tiga istilah penting yang berhubungan dengan profesi, yaitu profesionalisme,
profesionalisasi, dan profesi.
1. Profesionalisme
Merujuk pada karakter profesional, semangat atau metode. Merupakan suatu sifat resmi, cara
hidup yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Profesionalisme keperawatan telah ada
sejak zaman Florence Nightingale (1820-1910).
2. Profesionalisasi
Profesionalisasi adalah suatu proses untuk menjadikan profesional dengan cara memenuhi
beberapa kriteria yang telah ditentukan/disepakati.
3. Profesi
Jika dilihat di dalam kamus, sama dengan pekerjaan yang menghendaki pendidikan yang
lebih luas atau memiliki ilmu pengetahuan yang spesial, keterampilan serta dipersiapkan
dengan cara yang baik.

Dunia profesi keperawatan terus bergerak. Hampir dua dekade profesi ini menyerukan
perubahan paradigma. Perawat yang semula tugasnya hanyalah semata-mata menjalankan
perintah dokter kini berupaya meningkatkan perannya sebagai mitra kerja dokter seperti yang
sudah dilakukan di negara-negara maju.
Sebagai sebuah profesi yang masih berusaha menunjukkan jati diri, profesi
keperawatan dihadapkan pada banyak tantangan. Tantangan ini bukan hanya dari eksternal
tapi juga dari internal profesi ini sendiri.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlunya mempelajari Konsep Profesi Dalam
Lingkup Keperawatan yang telah ada, sebagai salah satu kunci dalam mengembangkan ilmu
dan praktek serta profesi keperawatan di Indonesia. Pada kesempatan kali ini penulis
mencoba memaparkan “ Konsep Profesi Dalam Lingkup Keperawatan”, sekaligus untuk
memenuhi tugas matakuliah Konsep Dasar Keperawatan.

1.2. Rumusan Masalah


Adapun masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu:
1. Apakah yang dimaksud dengan konsep profesi?
2. Bagaimanakah karakteristik profesi?
3. Bagaimanakah perkembangan keperawatan sebagai profesi?
4. Bagaimanakah dampak sejarah terhadap profil perawat Indonesia ?

1.3. Tujuan Pembahasan


Adapun tujuan pembahasan dari makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui konsep profesi
2. Mengetahui karakteristik profesi
3. Mengetahui perkembangan keperawatan sebagai profesi
4. Mengetahui dampak sejarah terhadap profil perawat Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Profesi Dalam Lingkungan Keperawatan

2.1. Konsep dan Karakteristik Profesi


2.1.1. Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan
bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Profesi sangat mementingkan
kesejahteraan orang lain, dalam konteks bahasan ini konsumen sebagai penerima jasa
pelayanan keperawatan professional.
1. Schein .E.H (1962)
Profesi adalah sekumpulan pekerjaan yang membangun suatu norma yang sangat
khusus yang berasal dari perannya di masayarakat.
2. Hughes. E.C (1963)
Profesi adalah mengetahui yang lebih baik tentang sesuatu hal dari orang lain serta
mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang terjadi dengan kliennya.
3. Winsley (1964)
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk
pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan
pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama
pada pelayanan.
4. Menurut Webster
Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan yang lama dan menyangkut
ketrampilan intelektual.

2.1.2. Ciri - ciri Profesi


1) Mempunyai Body of Knowledge.
2) Pendidikan berbasis keahlian pada jenjang pendidikan tinggi.
3) Memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui praktik dalam bidang profesi.
4) Memiliki perhimpunan atau organisasi profesi.
5) Pemberlakuan kode etik keperawatan.
6) Otonomi.
7) Motivasi bersifat altruistik.
2.1.3. Konsep Profesi
1) Keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional kepada klien yang dibeikan secara
manusiawi.
2) Komprehensif biologi, psikologi, sosial, spiritual, dan kultural.
3) Diberikan secara berkesinambungan sejak klien membutuhkan pelayanan sampai mampu
melakukan aktifitas secara produktif.
4) Keperawatan profesional hanya dapat dilakukan oleh tenaga keperawatan profesional yang
telah memiliki izin dan kewenangan.
5) Keperawatan profesional adalah tindakan mandiri perawat.
6) Dilakukan secara kolaboratif dengan pasien, tenaga kesehatan lain sesuai lingkup wewenang
dan tanggung jawabnya.
7) Dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan.
8) Keperawatan profesional dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan, memcagah
penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan.

2.1.4. Karakteristik Profesi


Menurut Flaherty MJ (1979), menyatakan bahwa karakteristik profesi yang
sesungguhnya adalah sebagai berikut:
a) Adanya pendidikan khusus
b) Mempunyai kode etik
c) Penguasaaan keahlian dan keterampilan
d) Keanggotaan dalam organisasi profesi
e) Pertanggungjawaban untuk tindakan

Menurut Winsley (1964), karakteristik profesi sebagai berikut:


a) Didukung oleh badan ilmu (body of knowledge) sesuai dengan bidangnya, jelas wilayah
kerja keilmuannya dan aplikasinya.
b) Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana terus menerus dan
bertahap.
c) Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundang-
undangan.
d) Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan
pelatihan, standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan
peraturan-peraturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi.
BAB lV
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dengan melihat definisi, ciri profesi yang telah disebutkan diatas dapat kita analisis
bahwa keperawatan di Indonesia dapat dikatakan sebagai suatu profesi. Karena memiliki ciri
- ciri dari profesi yaitu mempunyai body of knowledge, berhubungan dengan nilai - nilai
sosial, masa pendidikan, motivasi, otonomi, komitmen, kesadaran bermasyarakat, dan kode
etik.
Keperawatan sebagai suatu profesi adalah salah satu pekerjaan bagian dari tim
kesehatan, yang ikut bertanggung jawab dalam membantu klien sebagai individu, keluarga,
maupun sebagai masyarakat, baik dalam kondisi sehat ataupun sakit, yang bertujuan untuk
tercapainya pemenuhan kebutuhan dasar klien, dalam mempertahankan kondisi kesehatan
yang optimal, dalam menentukan tindakan keperawatan harus didasarkan pada ilmu
pengetahuan, komunikasi interpersonal serta memiliki keterampilan yang jelas dalam
keahliannya.

3.2. Saran
Penyusun berharap agar semua perawat dapat meningkatkan kualitas kerjanya dan
mampu menjadi seseorang yang profesional dalam bidangnya.
Terima kasih penulis ucapkan kepada pembaca dan teman-teman yang memberi
dukungan sehingga makalah ini dapat di selesaikan oleh penulis.Untuk itu kami minta kritik
dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sehingga bisa menjadi patokan bagi
penulis di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Sumijatun. 2010. Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional. Jakarta: Trans Info Media

Pro-Health. 2009. Keperawatan Sebagai Suatu Profesi.


(http://stikeskabmalang.wordpress.com/2009/09/17/keperawatan-sebagai-suatu-profesi-3/, 27
Maret 2012)

http://perawattegal.wordpress.com/2009/08/31/keperawatan-sebagai-profesi/

Kozier, Fundamental of Nursing. (1991) Concept, Process, and Practice,Addison


Wesley,Publishing company,Inc
Swanburg. C. Russell. Alih Bahasa Waluyo. Agung & Asih. Yasmin. (2001). Pengembangan Staf
Keperawatan, Suatu Komponen Pengembangan SDM. EGC. Jakarta