Anda di halaman 1dari 3

 ASURANSI SYARIAH

Kehidupan manusia pada zaman modern ini sarat dengan beragam macam resiko dan bahaya. Dan
manusia sendiri tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari dan dimana dia akan meninggal
dunia. Resiko yang mengancam manusia sangatlah beragam, mulai dari kecelakan transportasi
udara, kapal, hingga angkutan darat. Manusia juga menghadapai kecelakan kerja, kebakaran,
perampokan, pencurian, terkena penyakit, bahkan kematian itu sendiri.

Untuk menanggulangi itu semua, manusia berinisiatif untuk membuat suatu transaksi yang bisa
menjamin diri dan hartanya, yang kemudian dikenal dengan istilah asuransi. Asuransi ini termasuk
muamalat kontemporer yang belum ada pada zaman nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, perlu
ada penjelasan tentang hukumnya di dalam Islam

PRINSIP PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie yang artinya pertanggungan. Dalam bahasa Arab
dikenal dengan at-Ta’m3n yang berarti pertanggungan, perlindungan, keamanan, ketenangan atau
bebas dari perasaan takut. Si penanggung (assuradeur) disebut mu’ammin dan tertanggung
(geasrurrerde) disebut musta’min.

Dalam Islam, asuransi merupakan bagian dari muāmalah. Kaitan dengan dasar hukum asuransi
menurut Islam adalah boleh (jaiz) dengan suatu ketentuan produk asuransi tersebut harus sesuai
dengan ketentuan hukum Islam. Pada umumnya, para ulama berpendapat asuransi yang
berdasarkan syari’ah

dibolehkan dan asuransi konvensional haram hukumnya.

Asuransi dalam ajaran Islam merupakan salah satu upaya seorang muslim

yang didasarkan nilai tauhid. Setiap manusia menyadari bahwa sesungguhnya setiap jiwa tidak
memiliki daya apa pun ketika menerima musibah dari Allah Swt., baik berupa kematian, kecelakaan,
bencana alam maupun takdir buruk yang lain. Untuk menghadapi berbagai musibah tersebut, ada
beberapa cara untuk menghadapinya. Pertama, menanggungnya sendiri. Kedua, mengalihkan risiko
ke pihak lain. Ketiga, mengelolanya bersama-sama.

Dalam ajaran Islam, musibah bukanlah permasalahan individual, melainkan masalah kelompok
walaupun musibah ini hanya menimpa individu tertentu. Apalagi jika musibah itu mengenai
masyarakat luas seperti gempa bumi atau banjir. Berdasarkan ajaran inilah, tujuan asuransi sangat
sesuai dengan semangat ajaran tersebut.

Allah Swt. menegaskan hal ini dalam beberapa ayat, di antaranya berikut ini:
ٰٓ َ ‫ۤيـاَيُّ َها الَّ ِذيْنَ ا َمنُ ْوا ََل ت ُ ِحلُّ ْوا‬
‫ام‬
َ ‫ـر‬ َ ‫ْي َو ََل ْالقَ َٰٓلئِ َد َو َ َۤل ا ِميْنَ ْالبَيْتَ ْال َح‬
َ ‫ام َو ََل ْال َهد‬ َ ‫ش ْه َر ْال َح‬
َ ‫ـر‬ ِ ‫شعَآٰئِ َر ه‬
َّ ‫ّٰللا َو ََل ال‬
‫صد ُّْو ُك ْم َع ِن‬
َ ‫شنَانُ قَ ْو ٍم ا َ ْن‬ َ ‫طاد ُْواؕ َو ََل يَجْ ِر َمنَّ ُك ْم‬َ ‫ص‬ْ ‫يَبْـتَغُ ْونَ فَض ًْل ِم ْن َّربِ ِه ْم َو ِرض َْوانًاؕ َواِذَا َحلَ ْلت ُ ْم فَا‬
َ ‫ان ۖ َواتَّقُوا ه‬
‫ّٰللاؕ ا َِّن‬ ِ ‫اَلثْ ِم َو ْالعُد َْو‬ِ ْ ‫ـر ِام ا َ ْن ت َ ْعتَد ُْوا ۘ َوتَعَ َاونُ ْوا َعلَى ْالبِ ِر َوالت َّ ْقوى ۖ َو ََل تَعَ َاونُ ْوا َعلَى‬ َ ‫ْال َمس ِْج ِد ْال َح‬
ِ ‫ش ِد ْي ُد ْال ِعقَا‬
‫ب‬ َ ‫ّٰللا‬
َ‫ه‬
Artinya: “...dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran...” (Q.S. al-Māidah/5: 2)
Banyak pula hadis Rasulullah saw. yang memerintahkan umat Islam untuk saling melindungi
saudaranya dalam menghadapi kesusahan. Berdasarkan ayat al-Qur’ān dan riwayat hadis, dapat
dipahami bahwa musibah ataupun risiko kerugian akibat musibah wajib ditanggung bersama. Bukan
setiap individu menanggungnya sendiri-sendiri dan tidak pula dialihkan ke pihak lain. Prinsip
menanggung musibah secara bersama-sama inilah yang sesungguhnya esensi dari asuransi syari’ah.

PERBEDAAN ASURANSI SYARIAH DAN ASURANSI KONVENSIONAL

Tentu saja prinsip tersebut berbeda dengan yang berlaku di sistem asuransi konvensional, yang
menggunakan prinsip transfer risiko. Seseorang membayar sejumlah premi untuk mengalihkan risiko
yang tidak mampu dia pikul kepada perusahaan asuransi. Dengan kata lain, telah terjadi ‘jual-beli’
atas risiko kerugian yang belum pasti terjadi. Di sinilah cacat perjanjian asuransi konvensional. Sebab
akad dalam Islam mensyaratkan adanya sesuatu yang bersifat pasti, apakah itu berbentuk barang
ataupun jasa.

Perbedaan yang lain, pada asuransi konvensional dikenal dana hangus, di mana peserta tidak dapat
melanjutkan pembayaran premi ketika ingin mengundurkan diri sebelum masa jatuh tempo. Dalam
konsep asuransi syari’ah, mekanismenya tidak mengenal dana hangus. Peserta yang baru masuk
sekalipun, lantas karena satu dan lain hal ingin mengundurkan diri, dana atau premi yang
sebelumnya sudah dibayarkan dapat diambil kembali, kecuali sebagian kecil saja yang sudah
diniatkan untuk dana tabarru’ (sumbangan) yang tidak dapat diambil.

Setidaknya, ada manfaat yang bisa diambil kaum muslimin dengan terlibat dalam asuransi syari’ah,
di antaranya bisa menjadi alternatif perlindungan yang sesuai dengan hukum Islam. Produk ini juga
bisa menjadi pilihan bagi pemeluk agama lain yang memandang konsep syariah lebih adil bagi
mereka karena syariah merupakan sebuah prinsip yang bersifat universal.

Untuk pengaturan asuransi di Indonesia dapat dipedomani Fatwa Dewan Syaria’h Nasional No.
21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syari’ah.

KEUNTUNGAN ASURANSI SYARIAH

Apa saja keuntungan-keuntungan itu dari Asuransi Syariah?

1. Tidak Adanya Dana Hangus

Dana hangus biasa terjadi pada asuransi yang normal, peserta asuransi syariah bisa mendapat
kembali dananya. Meskipun belum dalam jatuh tempo, misalnya Anda ingin mencairkan dana
tersebut secara tiba-tiba karena suatu hal, maka asuransi syariah bisa mengabulkannya.

Semua kembali pada keinginan Anda sebagai nasabah. Keuntungan ini yang paling “diperjualkan”
oleh asuransi syariah untuk menarik nasabah. Kembali pada hukum syariah, nasabah atau konsumen
haruslah diuntungkan dan mendapatkan perjanjian yang jelas dengan pihak asuransi.

2. Hasil Investasi

Selanjutnya, banyak yang merasa khawatir akan investasi dana pada asuransi konvensional atau
asuransi umum.

Namun di asuransi syariah, Anda sudah memiliki hasil investasi yang lebih beragam, karena
instrumen investasi syariah sudah beragam, oleh sebab itu bisa memberikan tingkat pengembalian
investasi yang menarik dan juga optimal untuk nasabahnya.
Selain itu, jika Anda menginvestasikan dana, maka hasil investasi (Mudharabah) akan lebih tinggi
dibandingkan menabung dengan deposito.

3. Telat Bayar

Jika mengalami ketelatan pembayaran (bukan pemberhentian pembayaran), proteksi pada dana
Anda tidak akan berubah. Asuransi syariah tidak akan mengutak-atik keamanan dari dana Anda
ketika mengalami telat membayar premi yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

4. Pembagian Nisbah yang Tinggi

Pembagian nisbah yang mencapai 70 persen untuk nasabah dan 30 persen untuk asuransi
merupakan daya tarik asuransi syariah selanjutnya. Ketika mengikuti asuransi, pasti ada alasan
khusus yang membelakanginya. Misalnya Anda mengikuti asuransi kesehatan, maka Anda berharap
asuransi akan membantu membayar atau mengcover seluruh pembayaran kesehatan, baik dari
murah hingga yang mahal.

Ataupun asuransi pendidikan yang membantu membayar biaya anak-anak dan sekolah mereka
ketika Anda mengalami kesulitan keuangan, bahkan hingga tidak bisa bersekolah.

Asuransi syariah tentu memberikan keuntungan tinggi yang menunjukan bahwa nasabah
diuntungkan dan sesuai dengan peraturan sistem syariah. Tentunya Anda yang menggunakan
asuransi syariah tentu tidak perlu khawatir.

5. Bebas Kontributor Dasar

Kontributor dasar akan dibebaskan apabila terjadi ketidakmampuan total yang disebabkan oleh
penyakit ataupun kecelakaan. Peserta bisa menikmati manfaat asuransi meskipun dalam situasi
ketidakmampuan total. Fasilitas ini tidak bisa didapatkan di asuransi lain.

Selain itu Anda juga mendapat penggantian biaya rumah sakit yang disebabkan kedua hal tersebut
yakni, penyakit parah dan juga kecelakaan yang dilengkapi fasilitas cashless yang mempermudah
perawatan biaya rumah sakit secara tunai.

6. Asuransi "Double Claim"

Keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari asuransi syariah adalah bisa melakukan double claim.
Misalnya peserta bisa memanfaatkan perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit untuk semua
anggota keluarga.

Jika Asuransi tersebut menggunakan kartu atau cashless, maka satu polis bisa digunakan untuk satu
keluarga.

Sehingga preminya tentu bisa lebih murah. Dibandingkan asuransi yang tidak bisa satu polis untuk
satu keluarga, karena harus satu polis satu orang. Tentu akan membuat kita kerepotan kan? Karena
pembayarn preminya juga mesti masing-masing pula.

Dilihat dari keuntungannya, asuransi syariah benar-benar menggiurkan bukan? Apalagi bagi Anda
yang beragama muslim, yang sangat tidak boleh mengikuti sistem keuangan merugikan dan bersifat
seperti monopoli dalam lembaga keuangan konvensional.