Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

PERILAKU MULIA (KHUSNUDZAN & UKHUWAH) DAN ISI KANDUNGAN


SURAT AL HUJURAT AYAT 10 - 12

KELOMPOK 3 :

SALSA DELLA FAHIRA

REZA AULIA

VANY ALBERTA

WAHYU RAHMA YULIANTI

SUKIAH

ALDI ARIF MAULANA


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT sebab karena limpahan rahmat serta
anugerah dari-Nya kami mampu untuk menyelesaikan makalah kami dengan judul “Perilaku
mulia (Khusnudzan & Ukhuwah) dan Isi kandungan surat Al hujurat ayat 10 - 12

Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung kita, yaitu
Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita semua,
yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang
sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.

Selanjutnya dengan rendah hati kami meminta kritik dan saran dari pembaca untuk makalah
ini supaya selanjutnya dapat kami revisi kembali. Karena kami sangat menyadari, bahwa
makalah yang telah kami buat ini masih memiliki banyak kekurangan.

Kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada setiap pihak yang telah
mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian makalah ini hingga
rampungnya makalah ini.

Demikianlah yang dapat kami haturkan, kami berharap supaya makalah yang telah kami buat
ini mampu memberikan manfaat kepada setiap pembacanya.

Cikampek, 30 januari 2019

Penyusun
Daftar Isi

HALAMANJUDUL…………………………………………………i
KATAPENGANTAR……………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………...iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………..1

 A. Latar Belakang ………………………………………...2


 B. Rumusan Masalah ……………………………………..2
 C. Tujuan Penulisan ………………………………………3
 D. Manfaat Penulisan ……………………………………..3

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………4

 A. Pengertian Khusnudzan …………………………………..4


 B. …………………………………….6
 C. Dampak Erosi Air ………………………………………12
 D. Contoh Kasus Erosi Air ………………………………16
 E. Cara Mengatasi Erosi Air …………………………….20
 F. Upaya Pencegahan Erosi Air ………………………..25

BAB III PENUTUP ………………………………………………26

 A. Kesimpulan ………………………………………………..30
 B. Saran …………………………………………………………31

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….32


BAB I
PENDAHUAN
A. Latar Belakang
Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam Kata islam berarti damai, selamat, sejahtera,
penyerahan diri, taat dan patuh. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa agama islam adalah
agama yang mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian, keselamatan, dan
kesejahteraan hidup umat manusia pada khususnya dan seluruh alam pada umumnya. Agama
islam adalah agama yang Allah turunkan sejak manusia pertama, Nabi pertama, yaitu Nabi
Adam AS. Agama itu kemudian Allah turunkan secara berkesinambungan kepada para Nabi
dan Rasul-rasul berikutnya.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari beragam
agama. Kemajemukan yang ditandai dengan keanekaragaman agama itu mempunyai
kecenderungan kuat terhadap identitas agama masing- masing dan berpotensi konflik.
Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat yang multikultural. Multikultural
masyarakat Indonesia tidak sauja kerena keanekaragaman suku, budaya,bahasa, ras tapi juga
dalam hal agama. Agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia adalah agama islam,
Katolik, protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu. Dari agama-agama tersebut terjadilah
perbedaan agama yang dianut masing-masing masyarakat Indonesia. Dengan perbedaan
tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik bisa menimbulkan konflik antar umat beragama
yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kepada kita
kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong menolong.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama yang sejati,
harus tercipta satu konsep hidup bernegara yang mengikat semua anggota kelompok sosial
yang berbeda agama guna menghindari ”ledakan konflik antarumat beragama yang terjadi
tiba-tiba”.
Makalah ini akan membahas tentang Perilaku mulia (Khusnudzan & Ukhuwah)
tentang pentingnya berprasangka baik dan menjalin persaudaraan sesama muslim.

B. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar para siswa dan siswi bisa memahami
pengertian Khusnudzan dan Ukhuwah dan isi kandungan surat Al hujurat, dengan harapan
agar kedepannya para pembaca bisa berprasangka baik dan menjalin persaudaraan sesame
muslim.
C. Rumusan Masalah
1. Pengertian Khusnudzan
2. Aspek-aspek Khusnudzan
3. Pengertian Ukhuwah
4. Aspek-aspek Khusnudzan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Husnudzan
Secara bahasa kata “husnudzan“ berasal dari bahasa arab yang terdiri dari 2 kata, yang
pertama kata “husnu” dan yang keduanya “adz-dzan”. “husnu” mengandung arti “baik”,
dan “adz-dzan” artinya “dugaan atau prasangka
Husnudzan adalah sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka baik atau positif thinking

 Macam-macam Husnudzan
1. Husnudzan kepada Allah SWT , dengan cara :
- Senantiasa ta’at dan patuh terhadap perintah Allah SWT
- Bersyukur apabila mendapatkan keni’matan.
- Bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan.
- Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.
2. Husnudzan kepada diri sendiri, dengan cara :
- Percaya diri
- Gigih
- Berinisiatif
3. Husnudzan kepada orang lain atau sesama manusia, dengan cara :
- Senang berteman dengan orang lain
- Berpikir positif terhadap orang lain
- Hormat kepada orang lain
- Tidak ada perasaan curiga terhadap orang lain.

Dalil Al-Qur'an tentang Husnudzan


‫بسم هللا الرحمن الرحيم‬
ُّ‫ض ُك ْم َب ْعضًا أَي ُِحب‬
ُ ‫سوا َو ََل َي ْغتَبْ َب ْع‬ َّ ‫ظ ِن ِإثْ ٌم َو ََل ت َ َج‬
ُ ‫س‬ َّ ‫ض ال‬ َ ‫ظ ِن إِ َّن َب ْع‬ َّ ‫يرا ِمنَ ال‬ ً ِ‫َيا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َ َمنُوا اجْ تَنِبُوا َكث‬
َّ ‫أ َ َحد ُ ُك ْم أ َ ْن َيأ ْ ُك َل لَحْ َم أ َ ِخي ِه َم ْيتًا فَك َِر ْهت ُ ُموهُ َواتَّقُوا‬
َّ ‫َّللاَ ِإ َّن‬
‫َّللاَ ت ََّوابٌ َر ِحي ٌم‬
“ Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan dagingsaudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijikkepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah MahaPenerima taubat lagi Maha Penyayang “ (Q.S Al-Hujurat [49] : 12)
Isi dan kandungan ayat
- Ayat ini mengajarkan umat islam agar memiliki akhlak yang baik, yakni akhlak kepada Allah
SWT, Rasul-Nya, dan kepada sesama umat (muslim maupun non muslim), dan akhlak
kepada lingkungan
- Akhlak bertujuan untuk menyucikan hati atau jiwa
- Salah satu akhlak tercela yang harus dihindari adalah prasangka buruk (su’udzan)
- Menggunjing juga akhlak tercela yang harus dihindari
- Gibah dan Tajassus juga adalah akhlak yang dilarang.

Sabda Nabi Muhammad SAW


‫سوا‬ ِ ‫ظ َّن أَ ْكذَبُ ْال َحدِي‬
َّ ‫ث َوالَ تَ َج‬
ُ ‫س‬ َّ ‫ فَإ ِ َّن ال‬، ‫ظ َّن‬
َّ ‫« ِإيَّا ُك ْم َوال‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬- ‫ى‬
ُّ ‫قَا َل النَّ ِب‬
« (‫)رواه البخارى ومسلم‬

“ Hati hati kalian dari dzan / prasangka, karena khusnudzan / prasangka itu
adalah ucapan paling dusta, dan janganlah kalian memata-matai sesama kalian “
(H.R Bukhari Muslim)

Hikmah Husnudzan
- Senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba
(dirinya).
- Selalu bersikap khouf (takut) dan raja’ (berhadap) kepada Allah
- Akan selalu optimis dan tidak berkeluh kesah serta tidak berputus asa.
- Akal fikiran akan selalu jernih dan terjauhkan dari akal fikiran kotor atau negatif.
-Terjauh atau terhindar dari permusuhan dengan orang lain dan lebih dapat mempererat tali
silaturahmi atau pertemanan
- Tentunya dengan husnudzan ini, pelakunya akan disayangi oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan
orang lain

B. Pengertian Ukhuwah
Ukhuwah biasa diartikan sebagai “persaudaraan”.
Ukhuwah diartikan sebagai “ setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik
persamaan keturunan, dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari segi persusuan “.
Secara majazi kata ukhuwah mencakup persamaan salah satu unsur seperi suku, agama,
profesi dan perasaan.
Dalam kamus-kamus bahasa arab ditemukan bahwa kata “akh” yang membentuk
kata ukhuwah digunakan juga dengan arti “teman akrab atau sahabat”.

 Macam-macamUkhuwah
1.Ukhuwah ‘Ubudiyah atau saudara kesemakhlukan dan kesetundukan kepada Allah
SWT. Seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini bersaudara dalam arti memiliki
kesamaan dalam beribadah kepada Allah SWT. (Q.S Al-An’am [6] : 3)

2.Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh ummat manusia adalah bersaudara, karena
mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. (Q.,S Al-Hujurat [49] : 12)

3.Ukhuwah Wathaniyah wa an-nasb, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan. (Q.S Al-
A’raf [7] : 65)

4.Ukhuwah dalam agama islam, yaitu persaudaraan antara sesama muslim. (Q.S Al-Ahzab [33] : 5)

Dalil Ukhuwah
‫بسم هللا الرحمن الرحيم‬
َ‫َّللاَ لَ َع َّل ُك ْم ت ُ ْر َح ُمون‬ ْ َ ‫ِإنَّ َما ْال ُمؤْ ِمنُونَ ِإ ْخ َوة ٌ فَأ‬
َّ ‫ص ِل ُحوا بَيْنَ أَخ ََو ْي ُك ْم َواتَّقُوا‬
“Orangorang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itudamaikanlah (perbaikilah hu
bungan) antara kedua saudaramu itu dantakutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat ra
hmat. (Q.S Al-Hujurat [49] : 10)

1. Isi dan Kandungan Ayat


- Ayat ini merupakan rangkaian ayat akhlak yang harus menjadi landasan dalam menata
keluarga dan masyarakat
- Semua orang beriman itu bersaudara.
- Ukhuwah islamiyah harus dijalin secara kokoh dan kuat sehingga pihak lain akan segan
atau gentar menghadapi ummat islam
- Ukhuwah islamiyah tidak bersifat sempit, tapi luas tanpa ada batas negara

2. Hukum Tajwid

Rasulullah SAW bersabda :


ِ َ‫الَ يَ ْد ُخ ُل ْال َجنَّةَ ق‬
‫اط ٌع‬
“ Orang yang memutuskan hubungan (silaturahmi) tidak akan masuk surga “ (H.R Bukhari)
Kandungan hadits :
- Keharusan untuk menjalin hubungan silaturahmi dalam lingkup yang kecil atau yang lebih
besar
- Berperan aktif mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, bertengkar atau berselisih
- Berikhtiar semaksimal mungkin agar tidak menjadi pelaku atau biang keonaran atau
perselisihan.
BAB III
PENUTUP

Mujahadah artinya kesungguhan: merupakan yang sangat penting dalam unsur yang di
percayai sebagai kekuatan dan mencapai cita-cita.untukk mencapai kesuksesan orang harus
disiplin melaksanakan tugas yang sedang dilasanakannya.sejak awal ia harus brusaha untuk
beremujahadah mencapai keseluruhan tujuan.kalau kesungguhan ini dilakukannya maka akn
ditemukan hasilnya diantaranya adalah musyahabah

Demikian juga barang siapa yang tidak bersungguh-sunguh melawan hawa napsunya
yang selalu mernggang dirinya dan mengajak berbuat maksiat dan mentang kebaikan,maka
tidak mungkin ia akan mendapat cahayatarikat yang dicaarinya.

Abu Qasim Al-Qusairy rahimatalla Ta’ala mengatakan barang siapa yang tidak
beermujahadah sejak awal,ia tidak akan mendapat keharuman sedikitpun dari cahaya
tarikat,dikatakan dari apa yang pernah di dengarnya dari Syeh Abu Ali Ad Daqaq: barang
siapa dari sejak awal tidak mempuunyai pendirian yang kuat,akhirnya ia tidak mempunyai
majelis musyawarah: sebagian Ulamak mengatakan hanya dengan ketekunan dan
kesungguhan serta disiplin yang teratur, akan mencapai tujuan yang tinggi.

Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ memerangi
nafsu amarah dan memberi beban kepadanya adalah perang melawan musuh-musuh Alloh,
dan menurut istilah ahli hakikat adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang
sesuai dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan . Mujahadah adalah tidak
menuruti kehendak nafsu dan ada lagi yang mengatakan. Mujahadah adalah menahan nafsu
dari kesenangannya.