Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN

Anggota:

Alaika Tri R. (1612010240)

Adila Zuhairina (1612010244)

KELAS : E-12

PROGDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR


I. Laporan Produksi

Laporan produksi adalah catatan mengenai segala proses pengelolahan dalam


menghasilkan sesuatu barang yang di catat kedalam sebuah laporan. Prosedur
pelaporan produksi antara lain rencana produksi denpyo pesanan bahan baku,
jurnal, denpyo penyerahan benang dan laporan akhir tahun

II. Flow Chart Proses Produksi

Dalam penggambaran flowchart ini, management telah memutuskan untuk


meproduksi barang. Setelah barang tersebut di produksi, barang di simpan dalam
gudang sampai distributor mendapat pesanan dari agen-agen yang telah di tunjuk.
Kemudian distributor akan memeriksa ketersediaan barang, jika barang tidak
tersedia atau stock habis maka akan di produksi lagi. Sedangkan jika barang
tersedia maka distributor dan agen akan langsung melakukan transaksi. Jika agen
merasa tidak setuju dengan produksi barang tersebut maka barang akan di
kembalikan ke gudang. Sedangkan barang yang di setujui akan langsung dikirim
ke agen. Barang akan diterima agen dan agen akan memeriksanya apakah layak di
jual atau tidak, jika tidak layak maka barang akan di kembalikan ke distributor agar
dapat di daur ulang kembali. Sedangkan barang yang layak jual akan langsung
dipasarkan. Setelah itu distributor akan memberikan waktu kepada agen untuk
masa penjualan barang. Jika masa barang tersebut telah habis, barang akan
dikembalikan ke distributor untuk di daur ulang dan di produksi kembali.
Sedangkan barang yang sudah laku terjual akan menjadi keuntungan bagi agen dan
perusahaan.

III. Pricing Strategy

Manajemen harga menjadi salah satu kebijakan penting sebuah perusahaan yang
akan mempengaruhi tingkat penjualan produksi dari perusahaan. Penetapan
harga jual merupakan salah satu poin penting di dalam manajemen harga.
Pada prinsipnya, harga jual merupakan angka yang sudah menutupi biaya
produksi secara utuh dan ditambahkan dengan laba atau keuntungan dalam
jumlah yang wajar.

Kemampuan untuk menentukan harga jual yang tepat akan sangat menentukan
nasib penjualan produk di pasaran. Upaya menentukan harga jual di pasaran
sebagai salah satu bagian dari manajemen harga perlu dilakukan dengan
memperhatikan banyak faktor. Hal tersebut tentunya untuk mencegah tidak
lakunya barang produksi di pasaran.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menetapkan harga jual di
pasaran sebagai bagian dari manajemen harga diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Strategi pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan

Faktor pertama yang mempengaruhi manajemen harga adalah soal strategi


pemasaran. Semakin baik strategi pemasaran yang dilakukan oleh sebuah
perusahaan, akan memungkinkan pihak perusahaan untuk menyajikan
tawaran harga yang lebih ramah kepada konsumen.

Sebab laba akan tertutupi dari kemampuan dan strategi pemasaran kreatif yang
dijalankan oleh pihak perusahaan. Kreativitas merupakan modal Anda untuk
mampu bersaing lebih baik di tengah pasar. Namun apabila pemasaran yang
dilakukan tidak maksimal dan tidak menggunakan cara-cara baru, langkah
yang dilakukan adalah dengan upaya peningkatan harga jual. Hal ini tentunya
akan sedikit berdampak kepada minat konsumen terhadap produk atau
layanan jasa yang Anda tawarkan.

2. Kualitas dan inovasi produk

Di dalam manajemen harga, faktor kualitas dan inovasi produk perusahaan menjadi
salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kebijakan Anda dalam
menetapkan harga jual. Apabila Anda yakin bahwa kualitas produk Anda
berada di atas rata-rata dengan tawaran inovasi yang cukup baik, maka Anda
bisa menetapkan harga jual yang lebih tinggi dari harga pasar. Hal tersebut
tentunya juga bertujuan untuk menutupi biaya produksi yang dikeluarkan
untuk menghasilkan sebuah produk berkualitas.

3. Harga pesaing

Faktor yang mempengaruhi manajemen harga jual yang selanjutnya adalah harga
dari produk saingan. Semakin tinggi tingkat persaingan harga, maka akan
semakin sulit bagi Anda menetapkan harga yang menguntungkan bagi
perusahaan. Akibatnya Anda dituntut lebih kreatif untuk mencari market-
market baru dengan tingkat pesaing yang masih rendah. Harga pesaing jika
tidak Anda perhatikan maka akan berdampak pada tidak lakunya produk Anda
di pasaran.

4. Ketersediaan serta jumlah harga dari produk pengganti

Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen harga penjualan adalah
ketersediaan serta jumlah harga dari produk pengganti yang ada. Semakin
banyak tingkat ketersediaan jumlah barang pengganti serta harganya yang
juga terjangkau oleh konsumen, artinya Anda harus semakin bisa menekan
harga jual agar mampu bersaing dengan produk-produk di pasaran.
Demikianlah beberapa faktor penting yang perlu Anda perhatikan di dalam
menetapkan dan merancang manajemen harga jual produk perusahaan.
Faktor-faktor di atas adalah hal yang tak boleh dilupakan di dalam
menetapkan sebuah harga jual di pasaran.

Dampak dari ketakpedulian Anda terhadap hal-hal di atas adalah matinya angka
penjualan produk Anda di pasaran. Namun yang paling penting Anda lakukan
untuk mensiasati persaingan harga adalah soal inovasi, kreativitas dan
kualitas. Hal tersebut lah yang akan mampu membuat produk atau layanan
Anda bertahan di pasaran.

IV. Analisis BEP

Tujuan Analisis Break Even Point (BEP) Tujuan dari analisis break even
point yaitu untuk mengetahui pada volume penjualan atau produksi
berapakah suatu perusahaan akan mencapailaba tertentu Pengertian
Analisis Break Even Poin (Titik Impas).

Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan
dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak
menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian
sama dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya
menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup
biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup
biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Dan
sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi
biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan. Analisis break even sering
digunakan dalam hal yang lain misalnya dalam analisis laporan keuangan. Dalam
analisis laporan keuangan kita dapat menggunakan rumus ini untuk mengetahui:
a. Hubungan antara penjualan, biaya, dan laba
b. Struktur biaya tetap dan variable
c. Kemampuan perusahaan memberikan margin unutk menutupi biaya tetap
d. Kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan
tidak mengalami laba dan rugi

Manfaat dan Kegunaan Analisis Break Even (Titik Impas)


Analisis Break even secara umum dapat memberikan informasi kepada
pimpinan, bagaimana pola hubungan antara volume penjualan, cost/biaya, dan
tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada level penjualan tertentu. Analisis
break even dapat membantu pimpinan dalm mengambil keputusan mengenai hal-
hal sebagai berikut:
a. Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak
mengalami kerugian.
b. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
c. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita
rugi.
d. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume
penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.

Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas).


Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Variabel Cost (biaya Variabel)
Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan
volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total.
Dalam pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu
dari penjualan, atau variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.
2. Fixed Cost (biaya tetap)
Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh
volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time)
sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa,
depresiasi, bunga. Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap
dikeluarkan.

3. Semi Varibel Cost


Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian
tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Biaya yang tergolong
jenis ini misalnya: Sales expense atau komisi bagi salesman dimana komisi bagi

V. Analisa Cost Volume Profit


Analisis Cost-Volume-Profit (CVP) merupakan model yang sangat berguna untuk
perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen dalam menentukan unit yang
harus dijual untuk mencapai laba yang diinginkan.

Analisis CVP mendeskripsikan hubungan antara unit yang dijual, biaya, harga jual,
dan profit, yang dapat menjelaskan beberapa isu penting dalam pengambilan
keputusan manajemen seperti dampak pengurangan biaya tetap total terhadap
profit, dampak kebijakan kenaikan harga jual produk terhadap profit, dan lain-lain.

Konsep Dasar CVP

Analisis CVP diformulasikan dari konsep sederhana perhitungan profit. Profit


dihitung dari pengurangan antara pendapatan total (total revenue) dengan biaya
total (total cost).
Pada kondisi break-even, profit sama dengan nol, maka:

Keterangan:
P = Price
vc = Variable cost per unit
FC = Fixed cost