Anda di halaman 1dari 30

3

BAB II
LAPORAN KEUANGAN
TAHUN 2016

Laporan keuangan RSUD Sambilegi untuk menggambarkan keadaan anggaran dan


realisasi adalah dengan membuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA), neraca per 31
Desember 2016 dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Dari LRA, Neraca dan CaLK
maka dapat dijelaskan dari sumber dana atau anggaran tersebut diperoleh serta alokasi
penggunaaannya. Anggaran dana ini berasal dari DPA. LRA ini menggambarkan
perbandingan antara anggaran dan realisasinya yang menyajikan unsur–unsur pendapatan dan
belanja.

Neraca RSUD Sambilegi menggambarkan posisi keuangan suatu entitas mengenai


aset, kewajiban dan ekuitas dana pada saat atau waktu tertentu. Aset diklasifikasikan dalam
aset lancar dan non lancar atau tetap, sedangkan kewajiban diklasifikasikan dalam kewajiban
jangka pendek dan kewajiban jangka panjang neraca merupakan laporan yang dihasilkan dari
transaksi-transaksi selama periode tertentu. Neraca ini harus ditandatangani oleh Kepala
Satker.

Sedangkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) meliputi penjelasan atau daftar
terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA dan neraca. CaLK juga
menyajikan informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh SAP serta pengungkapan-
pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan,
seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen-komitmen lainnya. CaLK disajikan secara
sistematis dan setiap informasi dalam laporan. Keuangan harus memiliki referensi silang
(cross refference) dengan informasi dalam CaLK.

Laporan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi Tahun 2016 ini telah
disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Bupati Sleman Nomor 34 Tahun 2014
tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Sleman berdasarkan kaidah-kaidah
pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.
4 5

I. LAPORAN REALISASI ANGGARANTabel 2. 2. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja


31 Desember 2016 dan 31 Desember 2015
Tabel 2. 1. Laporan Realisasi Anggaran(Dalam Rupiah)
Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2016
URUSAN PEMERINTAHAN : 1.02
(Dalam Rupiah)
UNIT ORGANISASI
URUSAN PEMERINTAHAN : 1.02 : 1.02.02
SUBORGANISASI
UNIT UNIT ORGANISASI : 1.02.02 : 1.02.02.01 RSUD Sambilegi
SUB UNIT ORGANISASI : 1.02.02.01 RSUD Sambilegi

2016 2015
%
REALISASI % REALISAI %
NO
NO URAIAN URAIAN ANGGARAN REALISASI 2016 REAL, REALISASI 2015
DIATAS REAL. DIATAS REAL.
ANGGARAN REALISASI ANGGARAN REALISASI
(BAWAH) ANGGR ANGG (BAWAH) ANGGR
A PENDAPATAN ASLI DAERAH ANGGARAN R. ANGGRAN .
1 1. PENDAPATAN2 RETRIBUSI DAERAH 3 4
2,108,100,000 5
778,685,602 6
36.94 3
422,526,705 4 5 6
PENDAPATAN NEGARA 16,213,001,500
A 2.LAIN-LAIN PAD YANG SAH 28,222,782,824 20,065,725,877 71.10
DAN HIBAH
JUMLAH PENDAPATAN ASLI DAERAH 30,330,882,824 20,844,411,479 68.72 16,635,528,205
B 1. Pendapatan Asli Daerah
BELANJA 30.330.882.824 20.844.411.479 (9,486,471,345) 69% 19.710.635.947 16.635.528.205 (3.075.107.742) 84,4%
2. HIBAHOPERASI
BELANJA
JUMLAH PENDAPATAN
Belanja Pegawai 11,345,000,677 11,327,408,177 99.84 7,946,859,236
DAN HIBAH
Belanja Barang dan Jasa 30.330.882.824 25,468,519,656
20.844.411.479 (9,486,471,345)
24,841,469,495 69% 18,861,959,982
97.54 19.710.635.947 16.635.528.205 (3.075.107.742) 84,4%
B BELANJA
JUMLAH BELANJA OPERASI 36,813,520,333 36,168,877,672 98.25 26,808,819,218
BelanjaMODAL
BELANJA Pegawai 11.345.000.677 11.327.408.177 (17.592.500) 99.84% 7.982.739.838 7.946.859.236 (35,880,602.00) 99,55%
Belanja Modal Peralatan
Belanja Barang dan Jasadan Mesin 25.468.519.656 6,459,296,632
24.841.469.495 6,458,782,573
(627.050.161) 99.99
97.54% 3,371,780,215
19.790.995.249,35 18.861.959.982 (929,035,267.35) 95.31%
Belanja
BelanjaModal
ModalGedung dan Bangunan
22.627.421.832 15,765,150,000
19.702.732.773 12,841,155,000
(2.924.689.059) 81.45
87.07% 904,730,000
5.449.690.620 5.099.083.215 (350,607,405.00) 93,57%
Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan 398,975,200 398,795,200 99.95 630,273,000
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya 4,000,000 4,000,000 100.00 192,300,000
JUMLAH BELANJA MODAL 22,627,421,832 19,702,732,773 87.07 5,099,083,215
JUMLAH BELANJA 59,440,942,165 55,871,610,445 94.00 31,907,902,433
SURPLUS/ (DEFISIT) (29,110,059,341) (35,027,198,966) 120.33 (15,272,374,228)
SISA LEBIH PEMBIAYAAN LRA (29,110,059,341) (35,027,198,966) 120.33 (15,272,374,228)
6

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya,


yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan
31 Desember 2016.
Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi pada TA 2016 adalah berupa
Pendapatan Asli Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi sebesar Rp 20.844.411.479 atau
mencapai 69 persen dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp 30.330.882.824.
Realisasi Belanja Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi pada TA 2016 adalah sebesar RP
55.871.610.445,- atau mencapai 94,00 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 59.440.942.165

JUMLAH BELANJA 59.440.942.165 55.871.610.445 (3.569.331.720) 94% 33.223.425.707,3531.


(1,315,523,274.35)
96,04%
902.
907.
433
7

II. NERACA
Tabel 2. 3 Neraca
Per 31 Desember 2016
(Dalam Rupiah)
URUSAN PEMERINTAHAN : 1.02
UNIT ORGANISASI : 1.02.02
SUB UNIT ORGANISASI : 1.02.02.01 RSUD Sambilegi

URAIAN 2016 2015


ASET
ASET LANCAR
Kas di Bendahara Pengeluaran - -
Kas di Bendahara Penerimaan - 63,111,820
Kas Lainnya dan Setara Kas - -
Piutang Bukan Pajak - -
Bagian Lancar TP/TGR - -
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran - -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Lancar - -
Belanja Dibayar di Muka - -
Pendapatan yang Masih harus Diterima - -
Persediaan 4,689,262,547 2,973,839,508
Jumlah Aset Lancar 4,689,262,547 3,036,951,328

PIUTANG JANGKA PANJANG


Tagihan TP/TGR -
Tagihan Penjualan Angsuran -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Jangka Panjang -
Jumlah Piutang Jangka Panjang - -

ASET TETAP
Tanah - -
Peralatan dan Mesin 18,999,316,988 12,647,816,306
Gedung dan Bangunan 31,445,066,800 22,536,486,800
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 1,961,503,785 1,513,208,585
Aset Tetap Lainnya 57,825,000 201,325,000
Konstruksi dalam pengerjaan 9,708,726,500 -
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (15,030,469,827) (11,395,760,928)
Jumlah Aset Tetap 47,141,969,246 25,503,075,763

ASET LAINNYA
Aset Tidak Berwujud - -
Aset Lain-Lain 25,149,900 36,835,200
Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya - -
Jumlah Aset Lainnya 25,149,900 36,835,200
JUMLAH ASET 51,856,381,693 28,576,862,291
KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Uang Muka dari KPPN - -
Utang kepada Pihak Ketiga - -
Pendapatan yang Ditangguhkan - -
Pendapatan Diterima di Muka - -
Beban yang Masih Harus Dibayar -
Utang Jangka Pendek Lainnya 926,283,000
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 926,283,000 -
JUMLAH KEWAJIBAN 926,283,000 -

EKUITAS DANA
Ekuitas Dana Lancar - -
Ekuitas Dana Investasi - -
Ekuitas 50,930,098,693 28,576,862,291
JUMLAH EKUITAS DANA 50,930,098,693 28,576,862,291
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 51,856,381,693 28,576,862,291
8

Tabel 2. 4. Neraca
Per 31 Desember 2016
(Dalam Rupiah)
URUSAN PEMERINTAHAN : 1.02
UNIT ORGANISASI : 1.02.02
SUB UNIT ORGANISASI : 1.02.02.01 RSUD Sambilegi

Kenaikan/Penurunan
URAIAN 2016 2015
Jumlah %
ASET
ASET LANCAR
Kas di Bendahara Pengeluaran - - -
Kas di Bendahara Penerimaan - 63,111,820 (63,111,820) -100%
Kas Lainnya dan Setara Kas - - -
Piutang Bukan Pajak - - -
Bagian Lancar TP/TGR - - -
Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran - - -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Lancar - - -
Belanja Dibayar di Muka - - -
Pendapatan yang Masih harus Diterima - - -
Persediaan 4,689,262,547 2,973,839,508 1,715,423,039 58%
Jumlah Aset Lancar 4,689,262,547 3,036,951,328 1,652,311,219 54%

PIUTANG JANGKA PANJANG


Tagihan TP/TGR -
Tagihan Penjualan Angsuran -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang Jangka Panjang -
Jumlah Piutang Jangka Panjang - -

ASET TETAP
Tanah - -
Peralatan dan Mesin 18,999,316,988 12,647,816,306 6,351,500,682 50%
Gedung dan Bangunan 31,445,066,800 22,536,486,800 8,908,580,000 40%
Jalan, Irigasi, dan Jaringan 1,961,503,785 1,513,208,585 448,295,200 30%
Aset Tetap Lainnya 57,825,000 201,325,000 (143,500,000) -71%
Konstruksi dalam pengerjaan 9,708,726,500 - 9,708,726,500
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (15,030,469,827) (11,395,760,928) (3,634,708,899) 32%
Jumlah Aset Tetap 47,141,969,246 25,503,075,763 21,638,893,483 85%
-
ASET LAINNYA -
Aset Tidak Berwujud - - -
Aset Lain-Lain 25,149,900 36,835,200 (11,685,300) -32%
Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi Aset Lainnya - - -
Jumlah Aset Lainnya 25,149,900 36,835,200 (11,685,300) -32%
JUMLAH ASET 51,856,381,693 28,576,862,291 23,279,519,402 81%
-
KEWAJIBAN -
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK -
Uang Muka dari KPPN - - -
Utang kepada Pihak Ketiga - - -
Pendapatan yang Ditangguhkan - - -
Pendapatan Diterima di Muka - - -
Beban yang Masih Harus Dibayar - -
Utang Jangka Pendek Lainnya 926,283,000 926,283,000
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 926,283,000 - 926,283,000
JUMLAH KEWAJIBAN 926,283,000 - 926,283,000
-
EKUITAS DANA -
Ekuitas Dana Lancar - - -
Ekuitas Dana Investasi - - -
Ekuitas 50,930,098,693 28,576,862,291 22,353,236,402 78%
JUMLAH EKUITAS DANA 50,930,098,693 28,576,862,291 22,353,236,402 78%
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 51,856,381,693 28,576,862,291 23,279,519,402 81%
9

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada 31
Desember 2016.
Nilai Aset per 31 Desember 2016 dicatat dan disajikan sebesar Rp 51.856.381.693,- yang
terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp 4.689.262.547; Aset Tetap (neto) sebesar Rp 47.141.969.246;
dan Aset Lainnya sebesar Rp 25.149.900,-
Nilai Kewajiban sebesar Rp 926.283.000,- yang terdiri dari utang jangka pendek lainnya.
Nilai Ekuitas sebesar Rp 50.930.098.693,20.

III. Catatan atas Laporan Keuangan ( CaLK ).

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar
terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan
Neraca. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan
oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan
untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan
tanggal 31 Desember 2016 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca untuk
Tahun 2016 disusun dan disajikan dengan basis akrual.

Catatan atas Laporan Keuangan ( CaLK ).

A PENJELASAN UMUM.
A.1. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi
Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Sleman
Nomor 5 Tahun 2007 tentang pembentukan struktur organisasi dan tata kerja Rumah
Sakit dan lembaga teknis di daerah lingkungan pemerintah Kabupaten Sleman.
Sebagai daerah Kabupaten yang telah berdiri lama, Rumah Sakit Umum Daerah
Sambilegi, mengemban amanah dalam membantu melaksanakan tugas peningkatan
pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sleman terutama pelayanan Kesehatan.
Untuk mewujudkan tujuan di atas Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi
berkomitmen dengan visi ³PXVaW PeOa\aQaQ KeVeKaWaQ UQJJulan yang Berkualitas
dan Santun´.
A.2. Dasar Hukum.
a) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
10

b) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.


c) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan.
d) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan
dan Kinerja Instansi Pemerintah.
e) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang
Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
f) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.05/2007
tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.
g) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 51 Tahun 2013 tentang Pedoman
Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Kementerian
Negara/Lembaga.
h) Peraturan Bupati Sleman Nomor 34 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi
Pemerintah Kabupaten Sleman.

A.3 Kebijakan Teknis


Program Kerja dan Anggaran RSUD Sambilegi tahun 2016 diarahkan:
a) Belanja RSUD Sambilegi
Sumber pendanaan untuk pelaksanaan program dan kegiatan RSUD seluruhnya
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pada tahun anggaran 2016
memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp 59.440.942.165 dan Realisasi Belanja
sebesar Rp 55.871.610.445
- Alokasi dalam DPA Sebesar Rp 59.440.942.165
- Realisasi Sebesar Rp 55.871.610.445

Grafik 2. 1. Alokasi DPA per Sumber Dana


11

Tabel 2. 5. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja


Perprogram Tahun 2016 (Dalam Rupiah)

URAIAN ANGGARAN REALISASI SELISIH %


BELANJA PEGAWAI 0.16%
11.345.000.677 11.327.408.177 17.592.500
BELANJA BARANG
2.46%
dan JASA 25.468.519.656 24.841.469.495 627.050.161
BELANJA MODAL 12.93%
22.627.421.832 19.702.732.773 2.924.689.059
JUMLAH 6.00%
59.440.942.165 55.871.610.445 3.569.331.720

Grafik 2. 2. Realisasi Belanja Tahun 2016 per Jenis Belanja

A.4 Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan.


12

Laporan Keuangan Tahun 2016 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh
aspek keuangan yang dikelola oleh Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi. Laporan
Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian
prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data,
pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi
keuangan pada Dinas.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem
Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Daerah (SIMAK-DA). SAI dirancang
untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan
Realisasi Anggaran dan Neraca. Sedangkan SIMAK-DA adalah sistem yang
menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan
neraca dan laporan barang milik daerah serta laporan manajerial lainnya.

RSUD Sambilegi Tahun 2016 ini memperoleh anggaran yang berasal dari APBD
sebesar Rp 59.440.942.165 Dari total anggaran di atas, rincian anggaran Satker RSUD
Sambilegi adalah tahun anggaran 2015 dan 2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 2. 6. Anggaran per Jenis Sumber Dana

TAHUN ANGGARAN SUMBER APBD


2015
33.223.425.707
2016
59.440.942.165

A.5 Basis Akuntansi

Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi menerapkan basis akrual dalam


penyusunan dan penyajian Neraca serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian
Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui
pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi,
tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan
basis kas adalah basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau
peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
13

A.6 Dasar Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Rumah Sakit
Umum Daerah Sambilegi dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah
dengan menggunakan nilai perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar


nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban
dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk
memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi


yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam
mata uang rupiah

A.7 Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2016 telah mengacu pada
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-
prinsip, dasar-dasar, konvensi konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik
yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah
merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan
dan Kekayaan Daerah yang merupakan entitas pelaporan dari Rumah Sakit Umum
Daerah Sambilegi. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-
kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan


Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi adalah sebagai berikut:

a) Pendapatan.

Pendapatan adalah semua penerimaan KUD yang menambah ekuitas dana


lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah
pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Pendapatan diakui
pada saat kas diterima pada KUD. Akuntansi pendapatan dilaksanakan
14

berdasarkan asas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan.

b) Belanja.

Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekenig Kas Umum Daerah yang
mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang
tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Belanja
diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUD. Khusus pengeluaran melalui
bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban
atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Dinas Pengelolaan Pendapatan keuangan
dan Kekayaan Daerah. Belanja disajikan di muka (face) laporan keuangan
menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja, sedangkan di Catatan atas Laporan
Keuangan, belanja disajikan menurut klasifikasi organisasi dan fungsi.

c) Aset.

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan dimiliki oleh
pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi dan sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh
pemerintah maupun oleh masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang,
termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi
masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah
dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti
hutan, kekayaan di dasar laut dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat
diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Aset diklasifikasikan menjadi
Aset Lancar, Investasi, Aset Tetap dan Aset Lainnya.

(1) Aset Lancar.

Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas


dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs
tengah BI pada tanggal neraca.

Investasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat berharga disajikan


sebesar nilai perolehan sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat
15

sebesar nilai nominal.

Piutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai berikut:

a) Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi apabila


telah timbul hak yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung Jawab
Mutlak dan/atau telah dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai
kekuatan hukum tetap.

b) Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat peristiwa yang
menimbulkan hak tagih dan didukung dengan naskah perjanjian yang
menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diukur
dengan andal

Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan


(net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan
piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang
yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang
dilakukan pemerintah. Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut:
16

Tabel 2. 7. Klasifikasi Piutang

Kualitas
Uraian Penyisihan
Piutang

Belum dilakukan pelunasan s.d.


Lancar 0.5%
tanggal jatuh tempo

Satu bulan terhitung sejak


Kurang
tanggal Surat Tagihan Pertama 10%
Lancar
tidak dilakukan pelunasan

Satu bulan terhitung sejak


Diragukan tanggal Surat Tagihan Kedua 50%
tidak dilakukan pelunasan

1. Satu bulan terhitung sejak


tanggal Surat Tagihan Ketiga 100%
tidak dilakukan pelunasan
Macet
2. Piutang telah diserahkan
kepada Panitia Urusan Piutang
Negara/DJKN

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan


Perbedaharaan/Ganti Rugi (TP/TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas)
bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TP/TGR atau
Bagian Lancar TPA.

Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik pada


tanggal neraca dikalikan dengan:

a) Harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;


b) Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;
c) Harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh
dengan cara lainnya.
17

(2) Aset Tetap.

Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh


pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 tahun. Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga
perolehan atau harga wajar.
Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum
kapitalisasi sebagai berikut:
a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan
Kesehatan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga
ratus ribu rupiah);
b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan
atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);
c) Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum
kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali
pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya
berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.
Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional
pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan jaman,
tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak
berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa
kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke Aset Lain-Lain pada pos Aset
Lainnya.
Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya,
dikeluarkan dari neraca pada saat ada penetapan dari entitas sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD

(3) Penyusutan Aset Tetap

Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan


dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.
Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:
a) Tanah;
b) Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP); dan
c) Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah
18

atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan
kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.
Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan
setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.
Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis
lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset
Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.
Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel
Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset
Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat
adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 8. Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat


Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun
Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun
Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun
Aset Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

(4) Piutang Jangka Panjang


Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang diharapkan/dijadwalkan
akan diterima dalam jangka waktu lebih dari 12 (dua belas ) bulan setelah
tanggal pelaporan. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan
Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai
nominal dan disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.

(5) Aset Lainnya.


Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan
piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak
berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua
belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang
dibatasi penggunaannya.
19

Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto yaitu
sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi
ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode garis lurus
dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak
terbatas tidak dilakukan amortisasi.
Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai
buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

d) Kewajiban.

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.
Dalam konteks pemerintahan, kewajiban muncul karena penggunaan sumber
pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintahan
lain, atau lembaga internasional. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena
perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Setiap kewajiban dapat
dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau
Peraturan Perundang-undangan Kewajiban Pemerintah diklasifikasikan kedalam
Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang.

(1) Kewajiban Jangka Pendek.


Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek
jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas
bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang
Kepada Pihak Ketiga, Utang Perhitungan Pihak Ketiga (PPK), Bagian
Lancar Utang Jangka Panjang, Utang Bunga (accrued interest) dan Utang
Jangka Pendek Lainnya.

(2) Kewajiban Jangka Panjang.


Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika
diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua
belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban dicatat sebesar nilai
nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali
transaksi berlangsung.

Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran, perubahan


20

penilaian karena perubahan kurs mata uang asing, dan perubahan lainnya
selain perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai
tercatat kewajiban tersebut.

e) Ekuitas

Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban dalam


satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan
Perubahan Ekuitas.

A.8 Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual Pertama Kali

Mulai tahun 2015 Pemerintah mengimplementasikan akuntansi berbasis


akrual sesuai dengan amanat PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan. Implementasi tersebut memberikan pengaruh pada beberapa hal
dalam penyajian laporan keuangan. Pertama, Pos-pos ekuitas dana pada neraca
per 31 Desember 2014 yang berbasis cash toward accrual direklasifikasi menjadi
ekuitas sesuai dengan akuntansi berbasis akrual. Hal ini diakibatkan oleh
penyusunan dan penyajian akuntansi berbasis akrual pada tahun 2015 adalah
merupakan implementasi yang pertama.

B PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN.


Selama periode berjalan, Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi telah
mengadakan revisi Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari DPA awal. Hal ini
disebabkan oleh adanya program penghematan belanja pemerintah dan adanya
perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat
pelaksanaan. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja
adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 9. Pendapatan Negara dan Realisasi Anggaran

NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %


REAL.
ANGG
1 Realisasi Pendapatan Negara
21

dan Hibah
Pendapatan Asli Daerah 30.330.882.824 20.844.411.479 68.72%
Pendapatan Hibah
2 Realisasi Belanja
Belanja 59.440.942.165 55.871.610.445 94.00%

B.1 Pendapatan

Pendapatan negara meliputi pendapatan asli daerah dan hibah.


Tabel 2. 10. Anggaran Pendapatan dan Realisasi

URAIAN ANGGARAN REALISASI % REAL.


ANGG
Pendapatan Asli 30.330.882.824 20.844.411.479 68,72%
Daerah

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp 20.844.411.479 atau mencapai 68,72% persen dari estimasi
pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp 30.330.882.824,-

URAIAN 2016 2015 Kenaikan


Pendapatan Asli Daerah 20.844.411.479 16.635.528.205 25,30%

Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 25,30%. Hal ini
salah satunya disebabkan oleh bertambahnya pelayanan kesehatan yang
berhubungan dengan tugas dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi.

B.2 Belanja

Realisasi Belanja instansi pada TA 2016 adalah sebesar Rp 55.871.610.445


atau 94% dari anggaran belanja sebesar Rp 59.440.942.165. Rincian anggaran
dan realisasi belanja TA 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 11. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja 2016


22

Komposisi anggaran dan realisasi belanja dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

Grafik 2. 3. Perbandingan antara Anggaran dan Realisasi Belanja

Dibandingkan dengan TA 2015, Realisasi Belanja TA 2016


mengalami kenaikan sebesar 7% dibandingkan realisasi belanja pada tahun
sebelumnya. Hal ini disebabkan antara lain:
1. Pengadaan belanja modal diikuti dengan peningkatan belanja barang untuk
mendukung rencana strategis yang dimulai pada TA 2016

Tabel 2. 12. Perbandingan Belanja 2016 dan 2015

B.3 Belanja Pegawai


23

Realisasi Belanja Pegawai TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing


sebesar Rp 11.327.408.177 dan Rp 7.946.859.236. Belanja Pegawai adalah
belanja atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundangundangan yang diberikan kepada pejabat negara,
Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah
yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah
dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.
Realisasi belanja TA 2016 mengalami Kenaikan sebesar (75,10%) persen dari TA
2015. Hal ini disebabkan antara lain oleh:
1. Adanya Penambahan pegawai dalam rangka mendukung program maupun
kegiatan dalam beberapa tahun mendatang.
2. Penambahan Tunjangan PNS.
Tabel 2. 13. Perbandingan Belanja 2016 dan 2015
NAIK
REALISASI TA
URAIAN REALISASI TA 2016 (TURUN)
2015
%
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 4.703.445.677 4.070.361.736 15.55
Belanja Honorarium 6.623.962.500 3.862.452.500 71.50
Belanja Lembur - 14.045.000 (100..)
Jumlah Belanja Kotor 11.327.408.177 7.946.859.236 42.54
Pengembalian Belanja Pegawai - -
Jumlah Belanja 11.327.408.177 7.946.859.236 42.54

B.4. Belanja Barang


Realisasi Belanja Barang TA 2016 dan 2015 adalah masing-masing sebesar
Rp24.841.469.495 dan Rp18.861.959.982. Realisasi Belanja Barang TA 2016
mengalami Kenaikan 31,70% dari Realisasi Belanja Barang TA 2015.
Hal ini antara lain disebabkan oleh Kenaikan belanja perjalanan dinas dan belanja
barang untuk pelayanan kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2016.

Tabel 2. 14. Perbandingan Belanja Barang 2016 dan 2015


24

B.5 Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan 2015 adalah masingmasing sebesar


Rp19.702.732.773 dan Rp5.099.083.215. Belanja modal merupakan pengeluaran
anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih
dari satu periode akuntansi.

Realisasi Belanja Modal pada TA 2016 mengalami kenaikan sebesar


286,39% dibandingkan TA 2015 disebabkan oleh implementasi akuntansi berbasis
akrual, dan berakibat peningkatan kebutuhan fasilitas pelatihan akuntansi, berupa
gedung dan bangunan, peralatan dan mesin, jalan, jaringan, irigasi serta belanja
modal lainnya.

Tabel 2. 15. Perbandingan Belanja Modal 2016 dan 2015

B.5.1 Belanja Modal Tanah

Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-


masing sebesar Rp0 dan Rp0.
25

B.5.2 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2016 adalah sebesar


Rp6.458.782.573,- mengalami kenaikan sebesar 91,55% persen bila dibandingkan
dengan realisasi TA 2015 sebesar Rp 3.371.780.215,-. Hal ini disebabkan oleh
penambahan peralatan dan mesin sebagai fasilitas gedung.

Tabel 2. 16. Realisasi Belanja Modal 2016 dan 2015

B.5.3 Belanja Modal Gedung dan Bangunan

Realisasi Belanja Modal TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-masing


sebesar Rp 12.841.155.000 dan Rp 904.730.000. Realisasi Belanja Modal TA
2016 mengalami kenaikan sebesar 1319,33 persen dibandingkan Realisasi TA
2015. Belanja Gedung dan Bangunan ini berasal dari penambahan dua gedung
Yakni gedung IGD dan Ruang Kelas 3.

Tabel 2. 17. Realisasi Belanja Gedung dan Bangunan 2016 dan 2015

B.5.4 Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan

Realisasi Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan TA 2016 dan TA 2015
adalah masing-masing sebesar Rp 398.795.200,- dan Rp 630.273.000,-.
26

Realisasi Belanja Modal TA 2016 mengalami penurunan sebesar 58,04


persen dibandingkan Realisasi TA 2015.

Tabel 2. 18. Realisasi Belanja Modal 2016 dan 2015

B.5.5. Belanja Modal Lainnya

Realisasi Belanja Modal Lainya TA 2016 dan TA 2015 adalah masing-


masing sebesar Rp 4.000.000 dan Rp 192.300.000. Realisasi Belanja Modal
Lainnya TA 2016 mengalami penurunan sebesar 4.707,5 persen dibandingkan
Realisasi TA 2015. Hal ini disebabkan pengurangan anggaran.

C PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA


1) PENJELASAN UMUM NERACA.

Menjelaskan Posisi Neraca secara umum untuk Aset, Kewajiban dan Ekuitas
Dana per 31 Desember. Komposisi Neraca per 31 Desember 2016/31 Desember 2016
adalah sebagai berikut :

Tabel 2. 19. Perbandingan Neraca 2016 dan 2015

URAIAN 2016 2015 KENAIKAN/PEN %


URUNAN NAIK/TURUN
Aset 51.856.381.693,20 28.576.862.291,00 23.279.519.402,20 45%
Kewajiban 926.283.000,00 0 926.283.000,00 100%
Ekuitas Dana 50.930.098.693,00 28.576.862.291,00 22.353.236.402,00 44%

Jumlah Aset per 31 Desember 2016 sebesar Rp. 51.856.381.693 terdiri dari :
Aset Lancar Sebesar Rp. 4.689.262.547

Aset Tetap Sebesar Rp. 47.141.969.246


27

Aset Lainnya Sebesar Rp. 25.149.900

Jumlah Kewajiban per 31 Desember 2016 sebesar Rp. 926.283.000,-


merupakan kewajiban jangka pendek. Jumlah ekuitas dana per 31 Desember 2016
sebesar Rp. 50.930.098.693,20,-

Grafik 2. 4. Komposisi Neraca

2) PENJELASAN PER POS NERACA.


C. 1 Kas di Bendahara Pengeluaran
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah
masing-masing sebesar Rp 0 dan Rp 0 yang merupakan kas yang dikuasai, dikelola dan
berada di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa
UP/TUP yang belum dipertanggungjawabkan atau belum disetorkan ke Rekening Kas
Negara per tanggal neraca. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sebagai
berikut:
Tabel 2. 20. Rincian Kas Bendahara Pengeluaran

C.2 Kas di Bendahara Penerimaan


Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2016 dan 2015
adalah sebesar masing-masing Rp0 dan Rp63.111.820. Kas di Bendahara Penerimaan
meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening di bank yang berada di bawah tanggung
jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas
pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.
28

Tabel 2. 21. Rincian Kas Bendahara Penerimaan

C.3 Persediaan
Saldo persediaan per tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar
Rp 4.689.262.547 dan Rp 2.973.839.508.
Persediaan merupakan persediaan pada bendahara barang atau pengurus barang
yang berasal dari UP/TUP. Perseddian adalah asset lancar yang merupakan cadangan
persediaan dari barang. Rincian sumber persediaan pada tanggal pelaporan adalah
sebagai berikut:
Tabel 2. 22. Rincian Persediaan

C.14 Tanah
Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah Sambilegi
per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebesar Rp 0 dan Rp 0.
Tabel 2. 23. Saldo Nilai Tanah

C.15 Peralatan dan Mesin


Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2016 dan 2015
adalah Rp18.999.316.988 dan Rp 12.647.816.206 Mutasi nilai Peralatan dan Mesin
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
29

Tabel 2. 24. Saldo Nilai Peralatan dan Mesin

C.16 Gedung dan Bangunan


Nilai Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Rp
31.445.066.800 dan Rp 22.536.486.800. Mutasi transaksi terhadap Gedung dan
Bangunan pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Tabel 2. 25. Saldo Nilai Gedung Bangunan

C.17 Jalan, Irigasi, dan Jaringan


Saldo Jalan, Irigasi, dan Jaringan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah
masing-masing sebesar Rp1.961.503.785 dan Rp1.513.208.585. Mutasi transaksi
terhadap Jalan, Irigasi, dan Jaringan pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Tabel 2. 26. Saldo Nilai Jalan, Irigasi, dan Jaringan

C.18 Aset Tetap Lainnya


30

Aset Tetap Lainnya merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam
tanah,peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan.Saldo Aset
Tetap Lainnya per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Rp57.825.000 dan
Rp201.325.000.
Tabel 2. 27. Saldo Nilai Aset Tetap Lainnya

Terdapat mutasi tambah yang merupakan berasal dari kapitalisasi belanja barang
modal sebesar Rp 4.000.000,-
C.19 Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP)
Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah
masing-masing sebesar Rp9.708.726.500 dan Rp0.

C.20 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap


Saldo Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah
masing-masing Rp15.030.469.827 dan Rp11.395.760.928. Akumulasi Penyusutan Aset
Tetap merupakan alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap yang disusutkan selama
masa manfaat aset yang bersangkutan selain untuk Tanah dan Konstruksi dalam
Pengerjaan (KDP).

C.21 Aset Lain-Lain


Saldo Aset Lain-lain per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah Rp25.149.900 dan
Rp36.835.200. Aset Lain-lain merupakan asset tetap yang berada dalam kondisi rusak
berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional entitas. Adapun mutasi aset lain-lain
adalah sebagai berikut:

Tabel 2. 28. Saldo Nilai Aset Lain-lain


31

Transaksi penambahan dan pengurangan aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.Terdapat mutasi kurang sebesar Rp 11.685.300,- dari asset lain-lain menjadi asset
tetap dikarenakan asset rusak berat telah di perbaiki kembali sehingga kondisi barang
menjadi baik.

C.29 Ekuitas
Ekuitas per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah masing masing sebesar
Rp50.930.098.693 dan Rp28.576.862.291. Ekuitas adalah kekayaan bersih entitas yang
merupakan selisih antara aset dan kewajiban. Rincian lebih lanjut tentang ekuitas
disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.

F. LAPORAN REKENING DAN PENGUNGKAPAN LAIN-LAINNYA.

F.1 REKENING BANK


RSUD Sambilegi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya memiliki dua rekening bank
sebagai berikut:
a. Rekening Bank Bendahara Penerimaan
Nama Rekening : RSUD Sambilegi
Jenis Rekening : Rekening Giro
No.Rekening : 092.01.02.640004-2
Nama bank : BPD DIY

b. Rekening Bank Bendahara Pengeluaran


Nama Rekening : RSUD Sambilegi
32

Jenis Rekening : Rekening Giro


No.Rekening : 092.01.02.620001-6
Nama bank : BPD DIY

F.2 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN


Berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor : 188.45/117/Tahun 2016 tentang Penunjukkan
Pengguna Anggaran / Pengguna Barang / Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Rumah
Sakit Umum Daerah Sambilegi Tahun Anggaran 2016 Sebagai Berikut:
Kuasa Pengguna Anggaran : KUNCORO PRAWIRO ATMOJO, SKM
Pejabat Pembuat Komitmen : SITI AFLAIDA
Pejabat Penguji SPM : NORMAN, SE
Bendahara Pengeluaran : WAHYU NUR ISWANTI, AMKG
Bendahara Penerimaan : RAHMI HIDAYAH, AMG

LAMPIRAN – LAMPIRAN PENDUKUNG

KETERANGAN :

Untuk tabel-tabel yang tidak dimuat di dalam CaLK wajib dibuat dalam lampiran tersendiri
namun sesuai dengan blangko yang ada dan diberi penjelasan didalam CaLK tersebut.