Anda di halaman 1dari 16

MENGEMBANGKAN BUTIR SOAL

"EVALUASI PENDIDIKAN"

PAPER
untuk memenuhi tugas matakuliah
Evaluasi Pendidikan
yang dibina oleh Bapak Edy Sutadji

Oleh

Bayu Dadang P. 110513428007


Khusnaini 110513406778
Misba’ul Lukman 110513428013
Sugeng S. 110513428012

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
April 2013
SOAL
a. True - False (benar - salah)
1. Skoring adalah termasuk langkah-langkah penyusunan tes (benar
salah)
2. Yang termasuk bentuk tes tertulis objektif adalah pilihan ganda, benar
salah, uraian, menjodohkan. (benar salah)
3. Menggunakan bahasa yang kaku adalah cara membuat option yang baik
(benar salah)
4. Salah satu rumus Kr20

(benar salah)
5. “ Meskipun dia adalah anak yatim piatu, gelandangan, anak miskin,
hidup didaerah terpencil, adalah seorang warga indonesia yang
mempunyai hak asasi manusia. Sebutkan dan jelaskan 6 hak asasi manusia
?“
Cuplikan soal diatas adalah termasuk soal yang baik.
(benar salah)

b. Matching (menjodohkan)
1. setiap jawaban dibandingkan dengan 1. Fungsi sumatif
jawaban ideal yang telah ditetapkan dalam
kunci jawaban dan skor yang diberikan untuk
setiap jawaban akan bergantung kepada
derajat kepadanannya dengan kunci jawaban. 2. Sorting method

2. setiap jawaban peserta didik ditetapkan


dalam salah satu kelompok yang sudah 3. Point method
dipilah-pilah berdasarkan kualitasnya selagi
jawaban tersebut dibaca.

4. Rating method
3. metode memilih yang dipergunakan
untuk memberi skor terhadap jawaban-
jawaban yang tidak dibagi-bagi menjadi
unsur-unsur.
5. Fungsi formatif
4. ......yaitu untuk memberikan umpan balik
(feedback) kepada guru sebagai dasar untuk
memperbaiki proses pembelajaran dan 6. Fungsi Adaptif
mengadakan program remedial bagi peserta didik.

5. ......yaitu untuk menentukan nilai (angka) 7. Multiple method


kemajuan/hasil belajar peserta didik dalam mata
pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk
memberikan laporan kepada berbagai pihak,
penentuan kenaikan kelas dan penentuan lulus- 8. Relevansi
tidaknya peserta didik.

9. Komprehensif

10. Cronbach’s Alpha

c. Multiple Choice (pilihan ganda empat option)


1. Distribusi Pilihan Peserta Didik Terhadap Opsi Soal
Opsi a b c d e
Kelompok
Atas 0 1 7 3 0

Bawah 2 6 2 1 0

Berdasarkan tabel di atas, Anda dapat menentukan efektif tidaknya fungsi


opsi ( C) sebagai berikut :

a. Untuk opsi sebagai opsi kunci berfungsi efektif, karena jumlah


pemilih kelompok atas dan kelompok bawah 40,91 %. Angka ini
berada diantara 25 % - 75 %. Di samping itu, jumlah pemilih
kelompok atas (7 orang) lebih besar daripada jumlah pemilih
kelompok bawah (2 orang).
b Untuk opsi sebagai opsi pengecoh berfungsi efektif, karena jumlah
pemilih kelompok atas dan kelompok bawah 2 orang. Jumlah ini
di atas minimal dari : 0,69. Di samping itu, jumlah
pemilih kelompok bawah (2 orang) lebih besar daripada jumlah
pemilih kelompok atas (tidak ada pemilih).
c Untuk opsi sebagai opsi pengecoh berfungsi efektif, karena jumlah
pemilih kelompok atas dan kelompok bawah 7 orang. Jumlah ini
di atas minimal dari : 0,69. Di samping itu, jumlah pemilih
kelompok bawah
(6 orang) lebih besar daripada jumlah pemilih kelompok atas (1
orang).
d. Untuk opsi sebagai opsi pengecoh tidak berfungsi secara efektif,
karena jumlah pemilih kelompok atas (3 orang) lebih besar
daripada jumlah pemilih kelompok bawah (1 orang).
2. Guru harus mengambil seluruh objek sebagai bahan evaluasi. Hal ini termasuk
prinsip :

a. Komprehensif

b. Berkelanjutan

c. Kooperatif

d. Relevansi
3. Dalam penilaian acuan norma, makna nilai dalam bentuk angka maupun
kualifikasi memiliki sifat :

a. Absolut

b. Relatif

c. Mutlak

d. Konstan
4. Syarat kisi-kisi yang baik adalah, kecuali :

a. Komprehensif

b. Representatif

c. Komponennya harus jelas

d. Soalnya harus sesuai dengan indikator


5. 10 orang peserta didik di tes dengan soal bentuk objektif. Jumlah soal 10
butir. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut :
a. 0,35

b. 0,4
c. 0,55
d. 0,7

d. Causalitas (sebab akibat, jika... maka...)

Pilihan Jawaban :
a. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan
hubungan sebab akibat.
b. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya tidak menunjukkan
hubungan sebab akibat.
c. Jika pernyataan benar dan alasan salah.
d. Jika pernyataan salah dan alasan benar.
e. Jika pernyataan maupun alasan keduanya salah.
Soal :
1. Pernyataan: Kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran merupakan
kemampuan dasar yang mutlak harus dimiliki guru atau calon guru.
Alasan: Semua model kompetensi guru (teacher competency)selalu
menggambarkan dan mensyaratkan adanya kemampuan guru dalam
mengevaluasi pembelajaran.
2. Pernyataan: Tes dapat berupa pertanyaan.
Alasan: Jenis pertanyaan, rumusan pertanyaan, dan pola jawaban yang
disediakan tidak harus memenuhi kriteria yang ketat.
3. Pernyataan: Evaluasi boleh dilakukan secara insidental.
Alasan: Sehingga Guru harus melakukan evaluasi secara kontinu.
4. Pernyataan: Dalam penilaian perlu dimuat teknik atau prosedur mengolah
data.
Alasan: Guru harus membuat laporan untuk orang tua , pemerintah, kepala
madrasah dan peserta didik itu sendiri.
5. Pernyataan:Penilaian porto folio belum menuntut adanya pertumbuhan
dan perkembangan dari setiap peserta didik.
Alasan:Setiap evidence dari waktu ke waktu tidak harus dikumpulkan dan
didokumentasikan.

e. Essay (isian, menguraikan, menghitung, analisis)

1. Untuk menguji reliabilitas skala pengukuran sikap mana teknik pengujian yang
baik, menggunakan teknik Cronbach’s Alpha atau Koefisien Alpha atau teknik
Kuder-Richardson? Berikan alasannya!
2. Menyusun skor terkecil sampai dengan skor terbesar seperti
berikut :
17 25 30 34 37 42 50
17 27 31 34 37 42 50
20 27 31 35 37 43 50
21 27 31 35 38 43 50
21 28 32 36 38 44
22 29 32 36 38 46
22 29 32 36 39 47
24 30 33 36 40 50
Selanjutnya data ini ditabulasikan dalam daftar distribusi frekuensi, yaitu
mengelompokkan data sesuai dengan kelas interval. Untuk membuat kelas
interval dapat digunakan rumus Sturges. Tentukan range pedoman konversi
nilai peserta didik dengan pendekatan PAN !

3. Apa implikasi pengertian pembelajaran evaluasi pendidikan ini, bagi Anda jika
sebagai guru ?

4. Dalam memberikan skor pada soal tes bentuk objektif ini dapat menggunakan
dua cara, yaitu : Tanpa rumus tebakan (non-guessing formula) dan Menggunakan
rumus tebakan (guessing formula), jelaskan kpan penggunaan pemberian skor itu
tepat digunakan?

5. Diketahui skor 52 orang peserta didik sebagai berikut :


32 20 35 24 17 30 36 27 37 50
36 35 50 43 31 25 44 36 30 40
27 36 37 32 21 22 42 39 47 28
50 27 43 17 42 34 38 37 31 32
22 31 38 46 50 38 50 21 29 33
34 29
Jika skor maksimum ditetapkan berdasarkan kunci jawaban = 60.
Tentukan penilaian hasil jawwaban siswa menggunakan PAP.
KUNCI JAWABAN
a. Jawaban :
1. Salah
2. Benar
3. Benar
4. Benar
5. Salah

b. Jawaban :
1. (1-3)
2. (2-4)
3. (3-2)
4. (4-5)
5. (5-1)

c. Jawaban
1. A
2. A
3. B
4. D
5. A

D. jawaban
1. A
2. C
3. D
4. D
5. E
E. Jawaban
1. Teknik lain yang biasa digunakan untuk menguji konsistensi internal
dari suatu tes adalah Cronbach’s Alpha atau Koefisien Alpha.
Perbedaannya dengan teknik Kuder-Richardson adalah teknik ini tidak
hanya digunakan untuk tes dengan dua pilihan saja, tetapi penerapannya
lebih luas, seperti menguji reliabilitas skala pengukuran sikap dengan tiga,
lima atau tujuh pilihan.
2.
a. Mencari rentang (range), yaitu skor terbesar dikurangi skor
terkecil.
Skor terbesar = 50
Skor terkecil = 17
Rentang = 33298
b. Mencari banyak kelas interval :
Banyak kelas = 1 + (3,3) log. n
= 1 + (3,3) log 52
= 1 + (3,3) (1,7160)
= 1 + 5,6628
= 6,6628
= 7 ( di bulatkan )
c. Mencari interval kelas :
i = Kelas Banyak Rentang = 6,6628 3 3 = 4, 9529 = 5 (dibulatkan)

d. Menyusun daftar distribusi frekuensi :


Tabel 7.8
Distribusi Frekuensi Skor Tes Bahasa Arab

2. Menghitung rata-rata aktual dan simpangan baku aktual


Tabel 7.9
Menghitung Rata-rata dan Simpangan Baku Aktual
Kelas f d Fd F (d )
2

Interval
47 – 51 6 +3 18 54
42 – 46 6 +2 12 24
37 – 41 8 +1 8 8
32 – 36 12 0 0 0
27 – 31 11 -1 - 11 11
22 – 26 4 -2 -8 16
17 – 21 5 -3 - 15 45
Jumlah 52 4 158

3. Menyusun pedoman konversi :


a. Skala Lima (0 – 5) : ‾Χ

3.
 Pembelajaran adalah suatu program. Ciri suatu program adalah
sistematik, sistemik, dan terencana. Sistematik artinya keteraturan. Anda
harus dapat membuat program pembelajaran dengan urutan langkah-
langkah tertentu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan
evaluasi. Setiap langkah harus bersyarat, dimana langkah pertama
merupakan syarat untuk masuk langkah kedua, dan seterusnya. Sistemik
menunjukkan adanya suatu sistem. Anda harus memahami pembelajaran
sebagai suatu sistem yang terdapat berbagai komponen, antara lain tujuan,
materi, metoda, media, sumber belajar, evaluasi, peserta didik, lingkungan
dan guru yang saling berhubungan dan ketergantungan satu sama lain serta
berlangsung secara terencana. Anda juga harus dapat membuat rencana
program pembelajaran dengan baik, artinya disusun melalui proses
pemikiran yang matang. Hal ini penting, karena perencanaan program
merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakannya pada situasi
nyata.
 Setelah pembelajaran berproses, tentu Anda perlu mengetahui
keefektifan dan efisiensi semua komponen yang ada dalam proses
pembelajaran. Untuk itu, Anda harus melakukan evaluasi pembelajaran.
Begitu juga ketika peserta didik selesai mengikuti proses pembelajaran,
tentu mereka ingin mengetahui sejauhmana hasil yang dicapai. Untuk itu,
Anda harus melakukan penilaian hasil belajar. Dalam pembelajaran
terdapat proses sebab-akibat. Guru yang mengajar merupakan penyebab
utama atas terjadinya tindakan belajar peserta didik, meskipun tidak setiap
tindakan belajar peserta didik merupakan akibat guru mengajar. Oleh
karena itu, Anda sebagai “figur sentral”, harus mampu.

 Pembelajaran bersifat interaktif dan komunikatif. Interaktif artinya


kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang bersifat multi arah dan
saling mempengaruhi. Artinya, Anda harus berinterakasi dengan semua
komponen pembelajaran, jangan didominasi oleh satu komponen saja.
Nana Sy.Sukmadinata (2007 : 14) menekankan “interaksi ini bukan hanya
pada tingkat apa dan bagaimana, tetapi lebih jauh dari itu, yaitu pada
tingkat mengapa, tingkat mencari makna, baik makna sosial (socially
conscious) maupun makna pribadi (self-conscious)”. Sedangkan
komunikatif dimaksudkan bahwa sifat komunikasi antara peserta didik
dengan guru atau sebaliknya, sesama peserta didik, dan sesama guru harus
dapat saling memberi dan menerima serta memahami. Anda dengan
peserta didik harus dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar, dalam
arti menggunakan kosa kata yang sederhana, kalimat yang jelas dan
efektif, intonasi yang baik, irama dan tempo bicara yang enak didengar.
Anda juga harus menggunakan bahasa yang runtut, atraktif, mudah
dipahami, dan dapat mengundang antusiasme peserta didik untuk
menyimak materi pelajaran.

 Dalam proses pembelajaran, Anda harus dapat menciptakan


kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar peserta
didik. Kondisi-kondisi yang dimaksud antara lain : memberi tugas,
melakukan diskusi, tanya-jawab, mendorong siswa untuk berani
mengemukakan pendapat, termasuk melakukan evaluasi. Hal inilah yang
dimaksudkan Stigging dalam Furqon (2001) bahwa “assessment as
instruction”. Maksudnya, “assessment and teaching can be one and the
same”. Anda juga harus banyak memberikan rangsangan (stimulus)
kepada peserta didik, sehingga terjadi kegiatan belajar pada diri peserta
didik.

 Proses pembelajaran dimaksudkan agar guru dapat mencapai


tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat menguasai kompetensi yang
telah ditetapkan. Tujuan atau kompetensi tersebut biasanya sudah
dirancang dalam perencanaan pembelajaran yang berbentuk tujuan
pembelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator. Untuk
mengetahui hinggamana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran atau
menguasai kompetensi tertentu, maka Anda harus melakukan tindakan
evaluasi.

4.

1. Tanpa rumus tebakan (non-guessing formula)

Biasanya digunakan apabila soal belum diketahui tingkat


kebaikannya. Caranya ialah menghitung jumlah jawaban yang betul saja.
Setiap jawaban yang betul diberi skor 1, dan jawaban yang salah diberi
skor 0.

Jadi, skor = jumlah jawaban yang betul.

2. Menggunakan rumus tebakan (guessing formula)

Biasanya rumus ini digunakan apabila soal-soal tes itu sudah pernah
diujicobakan dan dilaksanakan, sehingga dapat diketahui tingkat
kebenarannya. Penggunaan rumus tebakan ini bukan karena guru sudah
mengetahui bahwa peserta didik itu menebak, tetapi tes bentuk objektif ini
memang sangat memungkinkan peserta didik untuk menebak.
5. Pedoman konversi yang digunakan dalam mengubah skor mentah
menjadi skor standar pada norma absolut skala lima adalah :
Tingkat Penguasaan Skor Standar
90 % - 100 % A
80 % - 89 % B
70 % - 79 % C
60 % - 69 % D
> 59 % E
Jika skor maksimum ditetapkan berdasarkan kunci jawaban = 60, maka
penguasaan 90 % = 0,90 x 60 = 55, penguasaan 80 % = 0,80 x 60 = 48,
penguasaan 70 % = 0,70 x 60 = 42, penguasaan 60 % = 0,60 x 60 = 36.
Dengan demikian, diperoleh tabel konversi sebagai berikut :
Skor Mentah Skor Standar
54 – 60 A
48 – 53 B
42 – 47 C
36 – 41 D
> 35 E
Jadi, peserta didik yang memperoleh skor 50 berarti nilainya B, skor 35
nilainya E (tidak lulus), skor 44 nilainya C, dan seterusnya. Jika
dikehendaki standar sepuluh, maka skor peserta didik dapat dikonversi
dengan pedoman sebagai berikut :
Tingkat Penguasaan Skor Standar
95 % - 100 % 10
85 % - 94 % 9
75 % - 84 % 8
65 % - 74 % 7
55 % - 64 % 6
45 % - 54 % 5
35 % - 44 % 4
25 % - 34 % 3
15 % - 24 % 2
05 % - 14 % 1292
Selanjutnya, persentase tingkat penguasaan terlebih dahulu diubah
dalam bentuk tabel konversi. Caranya sama dengan skala lima di atas,
setiap batas bawah tingkat penguasaan dikalikan dengan skor
maksimum. Contoh : penguasaan 95 % = 0,95 x 60 = 57, penguasaan 85 %
= 0,85 x 60 = 51, penguasaan 75 % = 0,75 x 60 = 45, dan seterusnya.
Dengan demikian, tabel konversinya adalah :
Skor Mentah Skor Standar
57 – 60 10
51 – 56 9
45 – 50 8
39 – 44 7
33 – 38 6
27 – 32 5
21 – 26 4
15 – 20 3
09 – 14 2
03 – 08 1
Berdasarkan tabel di atas, maka peserta didik yang memperoleh skor
47 nilainya 8, skor 35 nilainya 6, skor 24 nilainya 4, dan seterusnya..