Anda di halaman 1dari 7

33

BAB III

A1A/I6A /A325A1 .E8A1GA1


I. ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa laporan keuangan rumah sakit ditujukan untuk menilai efisiensi, produktivitas
serta derajat kemandirian posisi keuangan yang diindikasikan dengan beberapa hal :

a. Tingkat kecukupan sumber pendanaan.

b. Tingkat pendapatan pelayanan masyarakat umum.

c. Tingkat ketergantungan pada APBN.

d. Kemanapun dalam melunasi kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Melakukan analisis hubungan dari berbagai pos dalam laporan keuangan merupakan dasar
untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu entitas.

Teknik analisis yang digunakan RSUD Sambilegi dalam mengukur kinerja keuangan
RSUD Sambilegi adalah sebagai berikut :

a. Analisis laporan keuangan yaitu dengan analisa horizontal yang meliputi analisis
perbandingan dan analisis tren/perkembangan, menggunakan data tahun 2015– 2016.

b. Rasio-rasio keuangan, meliputi :

1) Rasio Likuiditas, yang terdiri dari Current Ratio (Rasio Lancar) dan Net Working
Capital of Sales (perbandingan modal kerja bersih dengan penjualan).

2) Rasio Aktivitas, terdiri dari Inventory Turn Over (perputaran persediaan), Receivable
Turn Over (perputaran piutang) dan Fixed Asset Turn Over (perputaran asset tetap).

3) Rasio Solvabilitas, yakni rasio total aset terhadap hutang.

4) Debt to Equity Ratio, yakni rasio modal pada total hutang.

5) Debt Ratio, yakni rasio total aktiva pada total hutang.


34

A. Analisa Laporan Keuangan

Analisa horizontal yaitu dengan melakukan perbandingan laporan keuangan untuk


beberapa periode sehingga dapat diketahui perkembangannya. Terdiri dari analisis perbandingan
dan analisis tren/perkembangan.

Tabel 3. 1 Analisis Horizontal

Analisis Perbandingan Laporan Keuangan


KENAIKAN/PENURU % DARI
PER 31 DESEMBER
POS NERACA NAN TOTAL ASET
2016 2015 RP % RATIO 2016 2015
ASET
Kas di Bend. (100
Penerimaan 63.111.820 (63.111.820) %)
kas di Bend. Pegeluaran
Piutang
Persediaan 4.689.262.547 2.973.839.508 1.715.423.039 58% 158% 9% 10%
Tanah
Gedung dan Bangunan 31.445.066.800 22.536.486.800 8.908.580.000 40% 140% 61% 79%
Peralatan Kesehatan
Peralatan, Mesin
Intrakomptabel dan
Ekstrakomptabel 18.999.316.988 12.647.816.306 6.351.500.682 50% 150% 37% 44%
Jalan, Irigasi, dan
Jaringan 1.961.503.785 1.513.208.585 448.292.200 30% 130% 4% 5%
Perlengkapan
Aset Tetap Lainnya 57.825.000 201.325.000
(143.500.000) (71%) 29% 1%
Akumulasi Penyusutan
Aset Tetap (15.030.469.827) (11.395.760.928) (3.634.708.899) 32% 132% (29%) (40%)
Aset Lainnya 25.149.900 36.835.200 (11.685.300) (32%) 68% 0.05% 0.13%
Jumlah Aset 51.856.381.693 28.576.862.291 23.279.519.402 81% 181%

Analisis trend merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan dari
keadaaan keuangan, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik, atau bahkan turun.
35

Grafik 3. 1. Perbandingan Anggaran dan Realisasi Belanja

Dari analisis tersebut diketahui bahwa tren kenaikan pendapatan jasa layanan akan terus
naik dari tahun ke tahun.

B. RASIO-RASIO KEUANGAN.

a. RASIO LIKUIDITAS.
1). Current Ratio. Melakukan analisis perbandingan dari Aktiva Lancar dengan Kewajiban
lancar atau kas berbanding utang, sehingga Current Ratio :

Current Ratio = Current Asset x 100 %

Current Liabilities

RSUD Sambilegi pada TA. 2016 mempunyai Aset Lancar sebesar Rp


4.689.262.547,- dan memiliki kewajiban lancar sebesar Rp 926.283.000 sehingga
analisis Current Ratio bila diterapkan pada laporan keuangan RSUD Sambilegi
sebagai berikut:
aktiva lancar
Current Ratio = x 100%
kewajiban lancar
36

= Rp 4.689.262.547
x 100%
Rp926.283.000
= 506%
Hasil analisis Current Rasio menunjukkan angka 506% yang berarti bahwa aset
lancar RSUD Sambilegi masih sangat likuid sehingga sangat cukup mampu untuk
membayar kewajibannya.

2). Quick Ratio. Melakukan analisis perbandingan dari Aktiva Lancar dikuragi dengan
Persediaan berbanding dengan Hutang Lancar.
RSUD Sambilegi pada TA. 2016 mempunyai Total Kewajiban sebesar
Rp926.283.000,- dan memiliki Total Aset Lancar sebesar Rp4.689.262.547- dan Total
Persediaan Rp4.689.262.547,- sehingga analisis Quick Ratio bila diterapkan pada
laporan keuangan RSUD Sambilegi sbb :

(aktiva lancar-persediaan)
Quick Ratio = x 100%
hutang lancar

Rp4.689.262.547 – Rp4.689.262.547
= x 100%
Rp926.283.000

Rp 0
= x 100%
Rp 926.283.000

= ~%

Hasil analisis Quick Ratio menunjukkan Hasil analisis Quick Ratio menunjukkan
angka ~ % yang berarti bahwa RSUD Subulussalam memiliki Quick Ratio yang sangat
tinggi, hal ini dikarenakan jumlah aktiva lancar yang dimiliki oleh rumah sakit 100%
berupa barang persediaan.

b. RASIO AKTIVITAS.

1) Fixed Asset Turn Over. Adalah perputaran asset tetap dengan membandingkan
dengan Capital Employed.

fixed asset turn over = Pendapatan X 100%


37

aktiva tetap

Rp 20.844.411.479
= X 100%
Rp 47.141.969.246

= 44,22 %

Perputaran aset pada TA. 2016 sebesar 44,22% yang artinya penggunaan aktiva
tetap dalam menciptakan pendapatan sangat efektif.

c. RASIO SOLVABILITAS.
Solvabilitas merupakan rasio total aset terhadap hutang.
total hutang
Solvabilitas = X 100%
total asset

Rp926.283.000
= X 100%
Rp 51.856.381.693,2

1,79%
=

Angka Solvabilitas menunjukkan 1,79% artinya kemampuan rumah sakit dalam


membayar hutangnya sangat baik.

d. DEBT TO EQUITY RATIO. Debt To Equity Ratio merupakan modal pada total
hutang.

total hutang
Debt to equity ratio = X 100%
Modal

Rp 926.283.000
= X 100%
Rp 50.930.098.693,2

= 1,83 %

Angka Debt To Equity Ratio sebesar 1,83% menunjukkan bahwa kemampuan RSUD
38

Sambilegi dalam membayar hutangnya sangat baik.

e. DEBT RATIO. Debt Ratio merupakan total aktiva pada total hutang.
Debt ratio total hutang
= X 100%
Total Aktiva

Rp 926.283.000
=
Rp 47.141.969.246,20 X 100%

= 1.96 %

Apabila debt ratio semakin tinggi, sementara proporsi total aktiva tidak berubah
maka hutang yang dimiliki rumah sakit semakin besar semakin besar. Total hutang semakin
besar berarti rasio financial atau rasio kegagalan rumah sakit untuk mengembalikan pinjaman
semakin tinggi.