Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

PENYAKIT ARITMIA

Oleh:
Kelompok 9

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “AsuhanKeperawatan Pada Klien
Dengan Penyakit Aritmia”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
Ilmu Dasar Keperawatan 1B Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Jember.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
menyampaikan terima kasih kepada:
1. Ners. Wantiyah, M. Kep., selaku Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah yang telah
membimbing dalam pembuatan makalah ini;
2. teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan tanpa lelah selalu memberi
semangat;
3. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi
kesempurnaan makalah ini.Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Jember, 29 November 2012

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Bab 1. Pendahuluan 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 2
1.4 Manfaat 2
Bab 2. Konsep Dasar Penyakit 3
2.1 Pengertian/Definisi 3
2.2 Penyebab/Etiologi 3
2.3 Patofisiologi 4
2.4 Manifestasi Klinis 5
2.5 Prosedur Diagnostik 5
2.6 Penatalaksanaan Medis 6
Bab 3. Asuhan Keperawatan 8
3.1 Pengkajian 8
3.2 Diagnosa Keperawatan 10
3.3 Perencanaan Keperawatan 11
3.4 Intervensi Keperawatan 13
3.5 Evaluasi 15
3.6 Discharge Planning 17
Bab 4. Penutup 18
4.1 Kesimpulan 18
4.2 Saran 18
Daftar Pustaka 19

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap sistem kardiovaskuler yang menuntut
asuhan keperawatan dapat dialami oleh orang pada berbagai tingkat usia. Sistem kardiovaskuler
mencakup jantung, sirkulasi atau peredaran darah dan keadaan darah, yang merupakan bagian
tubuh yang sangat penting karena merupakan pengaturan yang menyalurkan O2 serta nutrisi ke
seluruh tubuh. Bila salah satu organ tersebut mengalami gangguan terutama jantung, maka akan
mengganggu semua sistem tubuh.
Disritmia / aritmia merupakan salah satu gangguan dari sistem kardiovaskuler.Disritmia
adalah tidak teraturnya irama jantung.Disritmia disebabkan karena terganggunya mekanisme
pembentukan impuls dan konduksi.Hal ini termasuk terganggunya sistem saraf.Perubahan
ditandai dengan denyut atau irama yang merupakan retensi dalam pengobatan.Sebab cardiac
output dan miokardiac contractility.Dimana penyakit ini dapat menggunakan alat pacu jantung
untuk mengatur ritme jantung.
Alat pacu jantung adalah sebuah sistem yang mengirim impuls listrik ke jantung untuk
mengatur ritme jantung.Alat ini dirancang untuk menghasilkan impuls listrik yang merangsang
otot jantung untuk berkontraksi dan memompa darah.Meskipun ada berbagai jenis alat pacu
jantung buatan, semuanya dirancang untuk mengobati bradikardia, denyut jantung yang terlalu
lambat.Beberapa alat pacu jantung terus-menerus merangsang fungsi jantung pada tingkat tetap
atau pada laju yang meningkat selama latihan.Alat pacu jantung juga dapat diprogram untuk
mendeteksi jeda yang terlalu lama antara detak jantung, dan kemudian menstimulasi jantung.
Dan istilah yang mungkin terkait dengan Alat Pacu Jantung yaitu: Nodus Sinoatrial, Monitor
Holter , Takikardia Sinus, dan Takikardia Ventrikel.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis menetapkan rumusan masalah makalah
ini sebagai berikut:
1.2.1 bagaimana konsep dasar mengenai penyakit arima?
1.2.2 bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan aritmia?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini, diantaranya:
1.3.1 untuk menggali kembali konsep dasar penyakit aritmia sebgai dasar pengetahuan perawat dalam
pemberian layanan asuhan keperawatan pada klien dengan aritmia;
1.3.2 untuk menggali kembali asuhan keperawatan pada klien dengan aritmia sebagai bekal perawat
dalam memberi layanan asuhan keperawatan;

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembahasan makalah ini, diantaranya:
1.4.1 memberikan pengetahuan mengenai konsep dasar penyakit aritmia;
1.4.2 memberikan pengetahuan mengenai asuhan keperawatan pada pasien dengan aritmia;
1.4.3 sebagai kajian dalam pelayanan keperawatan pada pasien dengan aritmia perkembangan
keperawatan;

BAB 2. KONSEP DASAR PENYAKIT

2.1 Pengertian / definisi


Aritmia atau distritmia merupakan perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang
disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doengoes, 1999).Sedangkan
menurut Price, 1994, aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel
miokardium.Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan bentuk potensial
aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel.
Dari dua pengertian yang telah di paparkan oleh para ahli maka dapat disimpulkan bahwa
aritmia atau distritmia adalah kelainan elektrofisiologi jantung yang menyebabkan terjadinya
gangguan pada system konduksi jantung.
2.2 Penyebab / Etiologi
Etiologi aritmia pada umumnya disebabkan oleh:
1. Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis karena
infeksi)
2. Gangguan sirkulasi koroner (aterosklorosis koroner, atau spasme arteri koroner), misalnya
iskemia miokard, infark miokard.
3. Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis, quinidin dan obat-obat anti aritmia
lainnya.
4. Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemia)
5. Gangguan pada pengaturan susunan syaraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama
jantung
6. Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat
7. Gangguan metabolik (asidosis, alkalosis)
8. Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
9. Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung
10. Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system kondulsi jantung)
2.3 Patofisiologi
Dalam keadaan normal, pacu untuk deyut jantung dimulai di denyut nodus SA
dengan irama sinur 70-80 kali per menit, kemudian di nodus AV dengan 50 kali per menit, yang
kemudian di hantarkan pada berkas HIS lalu ke serabut purkinje.
Sentrum yang tercepat membentuk pacu memberikan pimpinan dan sentrum yang
memimppin ini disebut pacemaker. Dlam keadaan tertentu, sentrum yang lebih rendah dapat juga
bekerja sebagai pacemaker, yaitu :
a. Bila sentrum SA membentuk pacu lebih kecil, atau bila sentrum AV membentuk pacu lebih
besar.
b. Bila pacu di SA tidak sampai ke sentrum AV, dan tidak diteruskan k BIndel HIS akibat
adanya kerusakan pada system hantaran atau penekanan oleh obt.
Aritmia terjasi karena ganguan pembentukan impuls (otomatisitas abnormal atau
gngguan konduksi). Gangguan dalam pembentukan pcu antara lain:
1. Gangguan dari irama sinus, seperti takikardi sinus, bradikardi sinus dan aritmia sinus.
2. Debar ektopik dan irama ektopik:
a. Takikardi sinus fisiologis, yaitu pekerjaan fisik, emosi, waktu makana sedang dicerna.
b. Takikrdi pada waktu istirahat yang merupakan gejala penyakit, seperti demam,
hipertiroidisme, anemia, lemah miokard, miokarditis, dan neurosis jantung.

2.4 Manifestasi klinis


1. Perubahan TD (hipertensi atau hipotensi); nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi; bunyi jantung
tak teratur; bunyi ekstra, denyut menurun; kulit pucat, sianosis, berkeringat, edema; haluaran urin
menurun bila curah jantung menurun berat.
2. Pusing, berdenyut, sakit kepala, dsorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
3. Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
4. Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas tambahan (ronki,
mengi)
5. Demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi; eritema, edema.
2.5 Prosedur Diagnostik
1. EKG: menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan tipe/sumber
disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung.
2. Monitor Holter: Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana
disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). Juga dapat digunakan
untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia.
3. Foto dada: Dapat menunjukkanpembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi
ventrikel atau katup
4. Skan pencitraan miokardia: dapat menunjukkan aea iskemik/kerusakan miokard yang dapat
mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa.
5. Tes stres latihan: dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan
disritmia.
6. Elektrolit: Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium dan magnesium dapat
mnenyebabkan disritmia.
7. Pemeriksaan obat: Dapat menyatakan toksisitas obat jantung, adanya obat jalanan atau
dugaan interaksi obat contoh digitalis, quinidin.
8. Pemeriksaan tiroid: peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum dapat
menyebabkan.meningkatkan disritmia.
9. Laju sedimentasi: Penignggian dapat menunukkan proses inflamasi akut contoh endokarditis
sebagai faktor pencetus disritmia.
10. GDA/nadi oksimetri: Hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia.

2.6 Penatalaksanaan medis


Pemberian obat-obatan antiaritmia pada klien yang menderita penyakit aritmia.
Dimana obat-obatan aritmia dibagi menjadi 4 kelas yaitu :
a. Anti aritmia Kelas 1: sodium channel blocker
1. Kelas 1 A
a. Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk mencegah
berulangnya atrial fibrilasi atau flutter.
b. Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi.
c. Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang
2. Kelas 1 B
a. Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard, ventrikel takikardia.
b. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT
3. Kelas 1 C
a. Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi
b. Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade)
Atenolol, Metoprolol, Propanolol : indikasi aritmi jantung, angina pektoris dan hipertensi
c. Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation)
Amiodarone, indikasi VT, SVT berulang
d. Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker)
Verapamil, indikasi supraventrikular aritmia
BAB 3. ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian
3.1.1Riwayat Kesehatan
1. Faktor resiko keluarga contoh penyakit jantung, stroke, hipertensi
2. Riwayat IM sebelumnya (disritmia), kardiomiopati, GJK, penyakit katup jantung, hipertensi
3. Penggunaan obat digitalis, quinidin dan obat anti aritmia lainnya kemungkinan untuk
terjadinya intoksikasi
4. Kondisi psikososial
3.1.2 Pengkajian primer
1. Airway
a. Apakah ada peningkatan sekret ?
b. Adakah suara nafas : krekels ?
2. Breathing
a. Adakah distress pernafasan ?
b. Adakah hipoksemia berat ?
c. Adakah retraksi otot interkosta, dispnea, sesak nafas ?
d. Apakah ada bunyi whezing ?
3. Circulation
a. Bagaimanakan perubahan tingkat kesadaran ?
b. Apakah ada takikardi ?
c. Apakah ada takipnoe ?
d. Apakah haluaran urin menurun ?
e. Apakah terjadi penurunan TD ?
f. Bagaimana kapilery refill ?
g. Apakah ada sianosis ?

3.1.3 Pemeriksaan Fisik


1. Aktivitas : kelelahan umum
2. Sirkulasi : perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ); nadi mungkin tidak teratur; defisit
nadi; bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit warna dan
kelembaban berubah misal pucat, sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin menruun bila curah
jantung menurun berat.
3. Integritas ego : perasaan gugup, perasaan terancam, cemas, takut, menolak,marah, gelisah,
menangis.
4. Makanan/cairan : hilang nafsu makan, anoreksia, tidak toleran terhadap makanan, mual
muntah, peryubahan berat badan, perubahan kelembaban kulit
5. Neurosensori : pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
6. Nyeri/ketidaknyamanan : nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan
obat antiangina, gelisah.
7. Pernafasan : penyakit paru kronis, nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman
pernafasan; bunyi nafas tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi
pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik
pulmonal; hemoptisis.
8. Keamanan : demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis
siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan

3.1.4 Pathway
Faktor Aritmogenik
Distritmia
PENURUNAN CARDIAC OUTPUT
Penurunan Perfusi Miokard
Gagal jantung
Pembentukan tromboemboli
Blok konduksi arteriventrikular berat
STROKE
VF
4 tipe dasar distritmia
Kurangnya pengetahuan
Cemas
Intoleransi aktivitas