Anda di halaman 1dari 35

N Diagnosa NOC NIC RASIONAL

o Keperawatan
1 Nyeri Akut ( 1. Kontrol Manajemen Manajemen nyeri
.
D.0077) nyeri nyeri : 1. Tingkat kepuasan pasien dapat kita
Kategori : Setelah 1. Monitor jadikan sebagai bahan evaluasi
Psikologis dilakukan kepuasan apakah tindakan manajemen nyeri
Subkategori : tindakan pasien yang kita lakukan sudah maksimal
Nyeri dan keperawatan terhadap ataukah belum.
kenyamanan selama manajem 2. Melakukan pengkajian nyeri yang
Definisi : ….x24 jam en nyeri komprehensif sangatlah penting
Pengalaman diharapakan dalam dalam tindakan manajemen nyeri.
sensorik atau Nyeri dapat interval Karena hal ini sebagai data utama
emosional yang dikontrol yang yang bisa kita jadikan sebagai
berkaitan pada klien spesifik rujukan untuk tindakan selanjutnya.
dengan dapat di atasi Yaitu dengan cara mengkaji secara
kerusakan dengan keseluruhan dari nyeri mulai dari
jaringan actual Kriteria letak, berapa tajam nya nyeri dan
atau Hasil : 2. Lakukan seberapa nyeri yang jarang atau
fungsional,deng a) Menge pengkajia sering muncul.
an onset nali n nyeri 3. Komunikasi terapeutik adalah salah
mendadak atau kapan komprehe satu tindakan yang dapat
lambat dan nyeri nsif yang meningkatkan kenyaman dan
berintensitas terjadi meliputi hubungan saling percaya antara
ringan hingga (4) lokasi, klien dan pasien. Oleh karena itu
berat yang b) Mengg karakteris apabila hubungan baik sudah
berlangsung unaka tik, terjalin antara klien dan perawat,
kurang dari 3 n onset/dur maka dapat memberikan hubungan
bulan. tindak asi, baik dalam sisi psikologi klien, dan
Gejala dan an frekuensi, klien dapat dengan mudah
tanda Mayor : pengur kualitas, mengungkapkan rasa nyeri yang
Subjektif : angan intensitas sedang dialami.
 Mengeluh (nyeri) atau 4. Pada saat istrahat atau tidur, tubuh
nyeri tanpa beratnya sedang berproses untuk
Objektif : analge nyeri dan pembentukan energy dan regenerasi
 Tampak sik (4) faktor sel sel baru. Istrahat atau tidur
meringis c) Melap pencetus sangatlah penting disarankan untuk
 Bersifat orkan orang orang yang dalam keadaan
Protektif peruba sakit, karena energy yang diproses
(misalnya han dapat membantu reaksi tubuh untuk
waspada,pos terhad mengurangi nyeri yang dirasakan.
isi ap 5. Pasien harus diajarkan prinsip
menghindari gejala manajemen nyeri. Karena perawat
nyeri) nyeri 3. Gunakan tidak selamanya berada dengan
 Gelisah pada strategi pasien. Apabila pasien mengalami

 Frekuensi profes komunika nyeri secara tiba tiba, maka prinsip

Nadi sional si manajemen nyeri tersebut dapat

meningkat keseha terapeutik segera diterapkan untuk

 Sulit tidur tan (4) untuk memudahkan penurunan nyeri dari

Gejala dan d) Menge mengetah klien.

tanda Minor : nali ui 6. Metode farmakologi adalah salah

Subjektif : - apa pengalam satu metode kesehatan yang

Objektif : yang an nyeri membantu dalam proses

 Tekanan terkait dan kesembuhan dengan menggunakan

darah denga sampaika obat obatan. Untuk mengatasi

meningkat n n sebuah masalah kesehatan, beberapa


gejala penerima pendekatan dan tindakan yang
 Pola nafas
nyeri an pasien dilakukan dinilai tidak cukup. Oleh
berubah
(4) terhadap karena itu, pemberian obat sangat
 Nafsu
e) Melap nyeri dibutuhkan untuk mengtasi
makan
orkan permasalahan yang ada dalam
berubah
nyeri tubuh.
 Proses
yang 7. Obat sangat dibutuhkan untuk
berpikir
terkont mengatasi permalasahan kesehatan.
terganggu
rol (4) Tetapi ada beberapa klien yang
 Menarik
catatan: tidak mau dan menganggap bahwa
diri
1 = tidak obat itu menambah beban sakit
 Berfokus
pernah yang dirasakan. Oleh karena itu,
pada diri
sendiri menunjuk perawat harus memberikan
 Diaphoresi kan 4. Dukung pemahaman kepada klien, bahwa
s 2= istirahat obat sangatlah penting untuk
jarang atau tidur penurunan rasa sakit yang
menunjuk yang dirasakan. Obat bekerja langsung
kan adekuat dalam tubuh dan bereaksi langsung
3= untuk ke organ yang mengalami rasa sakit.
kadang- membant 8. Diskusi antara klien dan perawat
kadang u dapat memberikan suasana nyaman
menunjuk penuruna dan dapat meningkatkan hubungan
kan n nyeri saling percaya antara klien dan
4 = sering perawat. Dalam keadaan nyaman,
menunjuk klien dinilai mampu
kan mengungkapkan rasa nyeri yang
5= dirasakan. Dan dapat berdiskusi
secara secara terbuka dengan perawat
konsisten tentang persetujuan tindakan yang
menunjuk akan dilakukan.
kan 9. Informasi yang akurat tersebut
2. Tingkat dapat membantu klien menganal
nyeri 5. Ajarkan tentang penyakit yang sedang
Setelah prinsip- dialami.
dilakukan prinsip
tindakan manajem 10. Pentingnya tindakan kolaborasi
keperawatan en nyeri karena untuk mendapatkan tindakan
selama yang tepat yang akan dilakukan
….x24 jam pada klien. Misalnya mengalihkan
diharapakan pengalihan pasien seperti menonton,
tingkat nyeri mendengarkan musik dan
menurun pemberian aroma terapi untuk
pada klien mengurang rasa nyeri
dapat di atasi
dengan Pemberian analgesic :
Kriteria 11. Tanda tanda vital sebelum dan
Hasil : 6. Ajarkan setelah pemberian analgesic dapat
a) Nyeri metode dijadikan sebagai bahan evaluasi
yang farmakol apakah analgesic tersebut dapat
dilapo ogi untuk mengatasi permasalahan kesehatan
rkan menurunk dan menormalkan tanda tanda vital
(4) an nyeri atau malah menimbulkan masalah
b) Panja baru / alergi. Apabila terjadi
ngnya masalah baru, sesegera mungkin
episod dikolaborasikan dengan tim medis
e lainnya untuk tindakan yang tepat.
nyari 12. Hal ini bertujuan untuk lebih
(4) memastikan jangan sampai
c) Ekpre pengobatan yang kita lakukan tidak
si sesuai perintah dan untuk
nyeri menghindari juga yang namanya
wajah mall praktik.
(4) 13. Perawat harus memastikan apakah
d) Kehila klien mengalami alergi obat atau
ngan 7. dorong tidak, karena untuk memaksimalkan
nafsu pasien kerja obat dan mengantisipasi
makan untuk jangan sampai timbul masalah baru
(4) menggun kepada pasien.
e) Mual akan 14. Kenyaman lingkungan dapat
(4) obat- memberikan dampak positif bagi
catatan: obatan kondisi klien. Hal ini dapat
1 = berat penuruna membuat stress pasien berkurang
2 = cukup n nyeri dan mempermudah untuk
berat yang melakukan tehnik relaksasi.
3= adekuat 15. untuk mengatasi nyeri yang kambuh
sedang di setiap waktu. Dan apabila nyeri
4 = ringan yang dirasakan sangat berat, maka
5 = tidak perlu adanya pemberian yang lebih
ada yang disesuaikan dengan kondisi
3. Kepuasa klien.
n klien : 16. Beberapa obat diberikan tentunya
manajem punya efek samping. Oleh karena
en nyeri itu perawat harus mengajarkan
Setelah beberapa tehnik mandiri yang bisa
dilakukan dilakukan untuk mengurangi
tindakan komplikasi yang dapat
keperawatan memperburuk keadaan klien.
selama Kolaborasi dengan tim medis lainnya
bertujuan untuk saling bertukar
….x24 jam 8. Dorong
informasi untuk mengatasi masalah
diharapakan pasien yang di rasakan klien. Yaitu pemberian
obat anti nyeri yang sesuai dengan
Kepuasan untuk
itensitas dan derajat dari nyeri serta
klien: mendisku dampak cepat untuk mengatasi nyeri
klien.
manajemen sikan
nyeri pada pengalam
klien dapat an
di atasi nyerinya
dengan sesuai
Kriteria kebutuha
Hasil : n
a) Nyeri
terkon
trol
(3)
b) Meng
ambil
tindak
an
untuk
meng
urangi 9. Berikan
nyeri informasi
(3) yang
c) Memb akurat
erikan untuk
infor meningka
masi tkan
tentan pengetah
g uan dan
pemba respon
tasan keluarga
aktivit terhadap
as (4) pengalam
d) Masal an nyeri
ah
keama 10. Kolabora
nan si dengan
ditang pasien
ani atau
denga orang
n terdekat
pengg dan tim
unaan kesehatan
obat lainnya
nyeri untuk
(3) memilih
catatan: dan
1 = tidak mengimpl
puas ementasik
2 = agak an
puas tindakan
3 = cukup penuruna
puas n nyeri
4 = sangat nonfarma
puas kologi
5= jika
sepenuhn diperlulka
ya puas n
4. Tingkat
ketidakn
yamanan
Setelah Pemberian
dilakukan analgesik :
tindakan 11. Monitor
keperawatan tanda
selama vital
….x24 jam sebelum
diharapakan dan
tingkat setelah
ketidaknyam memberik
anan nyeri an
pada klien analgesik
dapat di atasi dan
dengan pemberia
Kriteria n dosis
Hasil : pertama
a) Nyeri kali atau
(4) jika
b) Cema ditemuka
s (4) n tanda –
c) Rasa tanda
takut yang
(4) tidak
d) Mual biasanya
(4)
e) Munta
h (4)
f) Inkont
inensi
a
urin(4
)
catatan:
1 = berat 12. Cek
2= perintah
cukup pengobat
berat an
3= meliputi
sedang obat,
4 = ringan dosis, dan
5 = tidak frekuensi
ada obat
analgesic
yang
diresepka
n

13. Cek
adanya
alergi
obat

14. Berikan
kebutuha
n
kenyama
nan dan
aktivitas
lain yang
dapat
membant
u
relaksasi
untuk
memfasili
tasi
penuruna
n nyeri

15. Berikan
analgesic
sesuai
waktu
paruhnya,
terutama
pada
nyeri
yang
berat

16. Ajarkan
tentang
pengguna
an
analgesik,
strategi
untuk
menurunk
an efek
samping,
dan
harapan
terkait
dengan
keterlibat
an dalam
keputusan
penguran
gan nyeri.

17. Kolabora
sikan
dengan
dokter
apakah
obat,
dosis,
rute
pemberia
n, atau
perubaha
n interval
dibutuhka
n, buat
rekomend
asi
khusus
berdasark
an prinsip
analgesic
2 Pola seksual 1. Ident Konseling Observasi
. tidak efektif itas Seksual 1. Tingkat stres, kecemasan dan
(D.0071)
Seksu Observasi depresi
Kategori :
Fisiologi al 1. Monitor pasiendapatkitajadikansebagaibah
Subkategori : 2. Pena timbuln anevaluasiapakahtindakankonselin
Reproduksi
mpila ya stres, g seksual yang
dan
Seksualitas n kecemas kitalakukansudahmaksimalataubel
peran an dan um
Definisi:
Setelah depresi Mandiri
kekhawatiran
dilakukan sebagai 1. Hal ini dilakukan untuk
individu
tindakan kemung menghilangkan rasa takut pasien
melakukan
keperawatan kinan dengan cara bertanya mengenai
hubungan
selama penyeba fungsi seksual kepada perawat.
seksual yang
….x24 jam b dan 2. Agar rasa penasaran dan
berisiko
diharapakan dari keingintahuan klien terhadap
menyebabkan
pola seksual disfungs seksualitas yang dapat
perubahan
tidak efektif i seksual membahayakan kondisi tubuh si
kesehatan.
dapat klien itu berkurang.
dikontrol Mandiri
Gejala dan
pada klien 1. Dorong 3. Dari riwayat seksualitas pasien,
tanda mayor :
dapat di atasi pasien kita akan mendapatkan informasi
Subjektif :
dengan.Krit untuk yang bias kita jadikan sebagai
1. Mengel
eriaHasil : mengun rujukanu ntuk tindakan
uhkan
1. Klien gkapkan selanjutnya.
sulit
Dapat ketakuta
melakuk 4. Agar pasien dapat meluapkan
menenga n dan
an semua yang ia rasakan.
skan diri untuk
aktivitas
sebagai bertanya
seksual
makhluk mengen
2. Mengun
gkapkan seksual ai fungsi 5. Agar pasien tidak merasakan
aktivitas 2. Klien seksual. cemas atau pun takut terhadap
seksual menunju tubuhnya yang mengalami
berubah kkan 2. Dahului perubahan.
3. Mengun perasaan pertanya
gkapkan yang an 6. Agar pasiennya terbiasa
perilaku jelas mengen mengatasi masalah dengan hal-hal
seksual tentang ai yang positif sesuai kebutuhan.
berubah orientasi seksualit
4. Orientas seksual as 7. Agar pasien mengetahui
i seksual 3. Klien dengan penggunaan medikasi dan alat
berubah melapork mengata untuk meningkatkan kemampuan
Objektif an fungsi kan aktivitas sesuai kebutuhan.
- seksual bahwa
Gejala dan yang banyak 8. Agar pasien tidak merasa cemas
tanda minor : sehat orang atau tegang saat diberikan
Subjektif : 4. Dapat yang intervensi mengenai kondisi yang
1. Mengun sepenuhn mengala dialami pasien.
gkapkan ya mi
hubunga mendesk kesulita
n ripsikan n
dengan tentang seksual. Health education
pasanga perubaha 1. Agar pasien mengetahui bahwa
n n peran fungsi seksualitas adalah hal yang
3. Kumpul
berubah akibat penting dalam kehidupan serta
kan
Objektif : penyakit penyakit, medikasi, stres atau
riwayat
1. Konflik atau masalah dan kejadian-kejadian
seksualit
nilai kecatatan dapat merubah fungsi seksualitas.
as
.
pasien,
beri
2. Agar klien tidak melakukan
perhatia
tindakan yang melanggar fungsi
n pada
seksualitas dan sesuia kebutuhan.
pola
normal 3. Klien tidak lagi melakukan atau
fungsi mempercayai mitos-mitos atau
seksual informassi yang klien anggap
dan benar sebelumnya.
istilah Kolaborasi
yang 1. Klien dapat lebih terbuka
dipakai mengenai penyakit seksualitas
pasien serta mengetahui efek terhadap
untuk kesehatan
mendesk 2. Agar orang terdekat mengetahui
ripsikan perubahan seksualitas yang
fungsi sewaktu-waktu terjadi pada klien
seksual.
4. Bantu 3. Agar pasangan klien mengetahui
pasien perkembangangan pasien serta
untuk mengetahui tindakan apa saja
mengeks yaang harus dilakukannya jika
presikan sewaktu-waktu terjadi hal yang
kesediha tidak di inginkan.
n dan 4. Rujukan ini bertujuan agar pasien
kemarah dapat cepat ditangani.
an
mengen 5. Rujukan ini dilakukan agar pasien
ai mendapatkan terapis hubungan
perubah seksual sesuai kebutuhannya.
an
dalam
fungsi
1. Agar pasien tidak cemas ataupun
bagian
takut dengan keadaan ia setelah
tubuh.
mengalami masalah tersebut.
5. Hindari
2. Untuk mengetahui apakah data
memperl
subyek sesuai dengan data objek
ihatkan
mengenai ukuran dan berat badan.
keengga 3. Diharapkan pasien bisa menerima
nan pada perubahan-perubahan fisik yang
bagian terjadi.
tubuh 4. Untuk melihat apakah pasien
yang merasakan kekhawatiran atau pun
mengala mengalami gangguan konsep diri
mi akibat perubahan fisiknya.
perubah 5. Persepsi pasien ataupun
an. keluarganya mengenai perubahan
dan citra tubuh sangat
6. Kenalka berpengaruh demi kepercayaan
n pasien diri dari pasien untuk tetap
pada bersosialisasi dengan orang lain.
panutan 6. Agar pasien tidak terisolasi akibat
yang masalah yang sedang ia alami.
positif
yang
telah
berhasil 1. Mengidentifikasi budaya ,agama,
mengata ras dan jenis kelamin pasien
si sangat penting agar saat
masalah melakukan intervensi tidak akan
yang meyinggung atau melanggar
sama budaya, agama ataupun ras yang
sesuai dianut oleh pasien.
kebutuh 2. Agar pasien bisa mengantisipasi
an ataupun menerima keadaannya
7. Instruksi setelah dilakukan pembedahan.
kan
pasien 3. Membangun rasa percaya diri
untuk pasien terhadap dirinya sendiri.
menggu
nakan Health Education
medikas Kolaboarsi
i dan 1. Latihan membuka diri dengan
alat kelompok dapat membantu pasien
untuk mengatasi kekesalannya terhadap
meningk atribut fisiknya
atkan
kemamp
uan
melakuk
an
aktivitas
seksual,
sesuai
kebutuh
an
8. Gunaka
n humor
dan
dorong
pasien
untuk
menggu
nakan
hati
dalam
menggu
nakan
humor
yang
sesuai
dengan
situasi
tersebut,
bijaksan
a dan
hormati
keperca
yaan dan
latar
budaya
pasien.

Health
education
1. Informa
sikan
pada
pasien
diawal
hubunga
n bahwa
seksualit
as
merupak
an
bagian
yang
penting
dalam
kehidup
an dan
bahwa
penyakit
,
medikas
i dan
stres
(atau
masalah
lain dan
kejadian
-
kejadian
yang
pasien
alami)
sering
merubah
fungsi
seksual
2. Berikan
informas
i
mengen
ai fungsi
seksual,
sesuai
kebutuh
an

3. Berikan
informas
i yang
nyata
mengen
ai mitos-
mitos
seksual
dan
kesalaha
n
informas
i yang
mungkin
diungka
pkan
pasien.
Kolaborasi
1. Diskusik
an efek
kesehata
n dan
penyakit
terhadap
seksualit
as

2. Diskusik
an efek
dari
perubah
an
seksualit
as pada
orang
terdekat
pasien

3. Libatkan
pasanga
n pasien
pada
saat
konselin
g
sesering
mungkin
, sesuai
kebutuh
an

4. Berikan
rujukan
untuk
berkons
ultasi
pada
petugas
anggota
tim
kesehata
n
lainnya,
sesuai
kebutuh
an
5. Rujuk
pasien
pada
terapis
hubunga
n
seksual,
sesuai
kebutuh
an

Peningkatan
citra tubuh
Observasi
1. Monitor
apakah
pasien
bisa
melihat
bagian
tubuh
mana
yang
berubah.

2. Monitor
pernyata
an yang
mengide
ntifikasi
citra
tubuh
mengen
ai
ukuran
dan
berat
badan.
3. Tentuka
n
harapan
citra diri
pasien
didasark
an pada
tahap
perkemb
angan.
4. Tentuka
n
perubah
an fisik
saat ini
apakah
berkontr
ibusi
pada
citra diri
pasien.

5. Tentuka
n
persepsi
pasien
dan
keluarga
terkait
dengan
perubah
an citra
diri dan
perilaku.

6. Tentuka
n apakah
perubah
an citra
tubuh
berkontr
ibusi
pada
peningk
atan
isolasi
sosial.

Mandiri
1. Identifik
asi
dampak
dari
budaya
pasien,
agama,
ras, jenis
kelamin
manusia
terkait
dengan
citra
tubuh.

2. Bantu
pasien
untuk
mendisk
usikan
perubah
an-
perubah
an
(bagian
tubuh)
disebabk
an
adanya
penyakit
atau
pembed
ahan
dengan
cara
yang
tepat.
3. Fasilitas
i kontak
dengan
individu
yang
mengala
mi
perubah
an yang
sama
dalam
hal citra
tubuh.
Health
Education
Kolaboarsi
1. Gunaka
n latihan
membuk
a diri
dengan
kelompo
k remaja
atau
kelompo
k yang
lain
yang
sangat
kesal
pada
atribut
fisik
yang
normal.

Konstipasi  Eliminas Manajemen Manajemen saluran cerna


(0149) i usus saluran
Kategori :  Perawat cerna Observasi:
fisiologis an 1. Melihat adanya perubahan feses
Subkategori: ostonomi Observasi: pada pasien
eliminasi sendiri 1. Monitor
buang
Definisi : Tujuan : air besar
penurunan Setelah termasu 2. Agar mengetahui tanda/gejala
defekasi normal dilakukan k konstipasi/impaksi
yang disertai tindakan frekuens
pengeluaran keperawatan i
feses sulit dan selama ….x konsiste Mandiri
tidak tuntas 24 jam, nsi,bent 3. Nutrisi serat tinggi untuk
serta feses diharapkan uk melancarkan eliminasi fekal
kering dan klien mampu volume
banyak. mengatasi dan 4. Agar dapat mengetatahui
Gejala dan konstipasi warna perkembangan pasien
Tanda Mayor : dengan dengan
Subjektif kriteria hasil cara
1. Defekas : yang
i - Pola tepat
kuurang eliminasi 2. Monitor Kolaborasi:
dari 2x klien tidak adanya 5. Air hangat dapat memobilisasi dan
semingg terganggu tanda mengeluarkan secret.
u - Warna dan 6. untuk melunakkan feses sehingga
2. Pengelu feses tidak gejala mudah untuk dikeluarkan
aran terganggu diare,ko 7. Untuk dapat melancarkan feses
feses - Nyreri nstipasi sesuai pengeluaran
lama pada saat dan
dan sulit BAB tidak infaksi Health Education:
Objektif ada 8. Agar makanan yang masuk dapat
1. Fese - Klien Mandiri: dicerna dan tidak terjadi kekurangan
s dapat 3. Instruksi nutrisi
kera memonito kan
s r jumlah pasien
2. Peri dan mengen Manajemen konstipasi/impaksi
stalti konsistens ai
k i feses makana Observasi:
usus - Klien n tinggi 1. Mengetahui adanya pergerakan
men dapat serat,den usus pada pasien
urun mengikuti gan cara
Gejala dan jadwal yang
Tanda Minor : untuk tepat
Subjektif mengganti 4. Anjurka Mandiri:
1. Mengej kantung n 2. Untuk dapat mengetahui tentang
an saat ostomi anggota cara menurunkan berat badan
defekasi pasien/k 3. Untuk dapat mengtahui tentang cara
Objektif eluarga mengatasi sembelit
1. Disten untuk 4. Mengetahui hubungan antara
si mencata diet,latihan dan asupan cairan yang
abdom t dibutuhkan terhadap pasien
en warna,v
2. Kelem olume 5. Melihat adanya penurunan atau
ahan frekuens peningkatan berat badan yang
umum i dan terjadi pada pasien
3. Teraba konsiste Kolaborasi:
masa nsi tinja 6. Menghilangkan penurunan
pada peningkatan frekuensi bunyi usus
rektal Kolaborasi:
5. Berikan 7. untuk dapat mengetahui cara
cairan menangani kesehatan pasien jika
hangat konstipasi muncul
setelah
makan,d Health Education:
engan 8. memantau asupan nutrisi yang baik
cara sesuai dengan kebutuhan sehari-
yang hari pasien
tepat 9. agar dapat mengetahui petunjuk
6. Masukk dalam mengatasi terjadinya
an konstipasi/impaksi
suposito
ria rectal
sesuai
dengan
kebutuh
an

7. Dapatka
n guaiac
untuk
melanca
rkan
feses
dengan
cara
yang
tepat
Health
Education:
8. Ajarkan
pasien
mengen
ai
makana
n-
makana
n
tertentu
yang
memban
tu
menduk
ung
keteratur
an(aktifi
tas usus)

Manajemen
konstipasi/i
mpaksi

Observasi:
1. Monitor
(hasil
produksi
)
pergerak
an usus
meliputi
frekuens
i,
konsiste
nsi,
bentuk,v
olume
dan
warna
dengan
cara
yang
tepat
Mandiri:
2. Instruksi
kan
pasien
atau
keluarga
pada
diet
tinggi
serat,den
gan cara
yang
tepat
3. Instruksi
kan
pasien
atau
keluarga
akan
penggun
aan
laksatif
yang
tepat
4. Instruksi
kan
pasien
atau
keluarga
mengen
ai
hubunga
n antara
diet,latih
an dan
asupan
cairan
terhadap
kejadian
konstipa
si/impak
si
5. Timban
g berat
badan
pasien
secara
teratur

Kolaborasi:
6. Konsult
asikan
dengan
dokter
mengen
ai
penurun
an/penin
gkatan
frekuens
i bising
usus
7. Berikan
petunjuk
pada
pasien
untuk
dapat
berkons
ultasi
dengan
dokter
jika
konstipa
si/impak
si
Health
Education:
8. Ajarkan
pada
pasien/k
eluarga
untuk
tetap
memilik
i diari
terkait
dengan
makana
n
9. Ajarkan
pasien
atau
keluarga
mengen
ai kurun
waktu
dalam
menyele
saikan
terjadiny
a
konstipa
si/impak
si

Ketidakefektifa
n proses
kehamilan-
melahirkan
(00221)
Domain 8 :
Seksualitas
Kelas 3 :
Reproduksi

Definisi :
Kehamilan dan
proses
melahirkan
serta perawatan
bayi yang baru
lahir tidak
sesuai dengan
konteks, norma,
dan harapan
lingkungan.

Batasan
Karakteristik:
Selama
kehamlan
 Gaya hidup
prenatal
tidak
adekuat
(mis.,
eliminasi,
olahraga,
nutrisi,
higiene
personal,
tidur)
 Kurang
akses pada
sistem
pendukung
 Kurang
respek pada
bayi yang
belum
dilahirkan
 Manajeme n
gajalah
kehamilan
yang tidak
menyenang
kan tidak
adekuat
 Perawatan
prenatal
tidak
adekuat
 Persiapan
lingkungan
rumah tidak
adekuat
 Rencana
kelahiran
tidak
realistis
Konstipasi
(0149)
Kategori :
fisiologis
Subkategori:
eliminasi

Definisi :
penurunan
defekasi normal
yang disertai
pengeluaran
feses sulit dan
tidak tuntas
serta feses
kering dan
banyak.
Gejala dan
Tanda Mayor :
Subjektif
3. Defekas
i
kuurang
dari 2x
semingg
u
4. Pengelu
aran
feses
lama
dan sulit
Objektif
3. Fese
s
kera
s
4. Peri
stalti
k
usus
men
urun
Gejala dan
Tanda Minor :
Subjektif
2. Mengej
an saat
defekasi
Objektif
4. Disten
si
abdom
en
5. Kelem
ahan
umum
Teraba masa
pada rektal