Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan soal nomor 1: Pembahasan soal nomor 6:

Konfigurasi elektron 11X = 2-8-1→ stabil X+ Derajat ionisasi nol hanya dimiliki larutan nonelektrolit
Konfigurasi elektron 17Y = 2-8-7 → stabil Y– karena tidak dapat terurai. Bila dalam uji daya hantar
X+ + Y–→ XY (berikatan ionik, senyawa ion) listrik maka lampu tidak akan menyala dan tidak ada
Sifat-sifat senyawa ion: larut dalam air, larutan dan gelembung pada elektroda.
lelehannya dapat menghantarkan arus listrik, titik Jawaban yang tepat A.
lelehnya relatif tinggi.
Jawaban yang tepat A.
Pembahasan soal nomor 7:
Massa H2SO4 kotor:
Pembahasan soal nomor 2: Massa H2SO4 = 20 mL × 1,8 g/mL = 36 g
A2+ mempunyai 10 elektron, Volume rata-rata NaOH = (24 + 23,8 + 24,2) mL : 3 =
A keadaan netral = 10 + 2 = 12 → Nomor atom A = 12 24 mL
Konfigurasi elektron A = 2-8-2 Jumlah mol NaOH = 24 mL × 0,4 M = 9,6 mmol.
→ golongan II-A, periode-3 Reaksi: 2NaOH + H2SO4→ Na2SO4 + 2H2O
Nomor massa A = jumlah netron A + nomor atom A Dari perbandingan koefisien reaksi setara dihitung
Nomor massa A = 12 + 12 = 24 jumlah mol H2SO4.
A → golongan II-A, periode-3, 12A24 Jumlah mol H2SO4 = ½ jumlah mol NaOH
B– mempunyai 18 elektron Jumlah mol H2SO4 = ½ × 9,6 mmol
B keadaan netral = 18 – 1 = 17, → Nomor atom B = 17 Jumlah mol H2SO4 = 4,8 mmol = 0,0048 mol
Konfigurasi elektron B = 2-10-7 Massa H2SO4 dari hasil titrasi:
→ golongan VII-A, periode-3 Massa 0,0048 mol H2SO4 = 0,0048 mol × 98 g/mol
Nomor massa B = jumlah netron L + nomor atom L Massa 0,0048 mol H2SO4 = 0,4704 g
Nomor massa B = 18 + 17 = 35 Kadar H2SO4 = (massa H2SO4 titrasi : massa
B → golongan VII-A, periode-3, 17B35 H2SO4 kotor) × 100%
Jawaban yang tepat D. Kadar H2SO4 = (0,4704 g : 36 g) × 100%
Kadar H2SO4 = 1,30%
Jawaban yang tepat D.
Pembahasan soal nomor 3:
X: elektron valensinya 5, X berada di periode 3, ada
kemungkinan tidak mengikuti aturan oktet.
Pembahasan soal nomor 8:
Y: elektron valensinya 7, perlu 1 elektron untuk stabil
pH HCl = -log(10–3) = 3
sesuai aturan oktet. pH CH3COOH = -log(√(10–1.10–5) = -log(10–3) = 3
Kemungkinan pertama: A3 + B1 → AB3→ 3 pasangan Jadi kedua larutan memiliki pH sama, [H+] juga sama.
elektron berikatan dan 1 pasangan elektron bebas, HCl merupakan asam kuat (terurai sempurna) dan
bentuk piramida segitiga, tidak tersedia pada opsi soal. CH3COOH merupakan asam lemah (terurai sebagian),
Kemungkinan kedua, A menggunakan 5 elektron bila diuji dengan lakmus merah tidak akan berubah
valensinya: A5 + B1 → AB5→ 5 pasangan elektron warna. Penjelasan yang benar (1), (3)
Jawaban yang tepat A.
berikatan dan tanpa pasangan elektron bebas, bentuk
bipiramida segitiga, tersedia pada opsi soal.
Jawaban yang tepat D. Pembahasan soal nomor 9:
[H+] = Ka(mol asam lemah)/(mol basa konjugat)
Pembahasan soal nomor 4: (1) [H+] = 10–5.(5 mmol/5 mmol) = 10–5 M
Yang digunakan untuk menentukan elektron valensi (2) [H+] = 10–5.(5 mmol/10 mmol) = 5 ×10–6 M
adalah nomor atom. (3) [H+] bukan campuran larutan penyangga, tidak CN–
A nomor atom 7, konfigurasi elektron 2 – 5. bukanlah basa konjugat dari CH3COOH.
Elektron valensi A = 5, kurang 3 elektron untuk pH berbanding terbalik dengan [H+], semakin besar
memenuhi aturan oktet. [H+] maka pH semakin kecil.
B nomor atom 17, konfigurasi elektron 2 – 10 – 7. Jadi urutan yang benar adalah (1), (2)
Elektron valensi B = 7, kurang 1 elektron untuk Jawaban yang tepat TIDAK TERSEDIA.
memenuhi aturan oktet.
A3 + B1→ A1B3→ AB3→ A berikatan tunggal dengan
3B dan masih ada 1 pasang elektron bebas. Pembahasan soal nomor 10:
Jawaban yang tepat C. Kasusnya adalah alkolisis atau kelebihan basa dengan
pH di atas 7,4. Tujuan utamanya adalah menurunkan
Pembahasan soal nomor 5: pH darah agar normal. Menambah NaHCO3 (atau
Yang kasatmata pada soal ini adalah total massa HCO3–) dengan pH 6,7 berarti meningkatkan
sebelum bereaksi (7 g + 4 g = 11 g) dan setelah konsentrasi H2CO3 yang berada di ruas kiri. Bila
bereaksi juga 11 g. Ini sesuai dengan hukum menambah konsentrasi zat di ruas kiri maka
kekekalan massa (Hukum Lavoisier). kesetimbangan akan bergeser ke kanan, terbentuk
Jawaban yang tepat C. lebih banyak H3O+ hingga pH normal kembali.
Jawaban yang tepat E.
Pembahasan soal nomor 11: 2n = 22
Pasangan data untuk garam hidrolisis yang tepat n=2
adalah (1) dan (3) Karena orde terhadap A adalah 2 maka grafik yang
Hidrolisis basa konjugat dari asam lemah akan sesuai adalah grafik pada pilihan C
menghasilkan [OH–] sehingga sifat larutan akan basa Jawaban yang tepat C.
dan pH > 7.
Hidrolisis asam konjugat dari basa lemah akan
menghasilkan [H3O+] sehingga sifat larutan akan asam
dan pH < 7. Pembahasan soal nomor 16:
Jawaban yang tepat B. Bila variabel bebasnya adalah luas permukaan sentuh,
maka variabel luas permukaan harus dibuat beda.
Bila variabel terikatnya adalah waktu/laju, besarnya
Pembahasan soal nomor 12: waktu akan ditentukan berdasar luas permukaan
Prinsip umum untuk titrasi: sentuh yang dibuat berbeda.
Titrasi asam kuat dengan basa kuat titik ekivalennya Bila variabel kontrolnya [H2SO4], maka konsentrasi
sama dengan 7. pasangan harus tetap agar dapat digunakan melihat
Titrasi asam kuat dengan basa lemah titik ekivalennya efek perubahan luas permukaan sentuh yang
biasa di bawah 7 merupakan variabel bebas.
Titrasi basa kuat dengan asam lemah titik ekivalennya Di antara gambar yang luas permukaan sentuhnya
biasa di atas 7 berbeda hanyalah (2), artinya gambar (2) ini akan
Titrasi basa lemah dengan asam kuat titik ekivalennya berpasangan dengan gambar lain. Bila tidak ada
biasa di bawah 7 nomor (2) pada pasangan sudah pasti salah.
Titrasi basa lemah dengan asam lemah titik Bila dipasangkan (1) dan (2). Variabel lain semua
ekivalennya biasa di sekitar 7 tetap/sama, hanya luar permukaan sentuh yang
berbeda, ini pilihan tepat.
Berdasarkan indikator yang digunakan alternatif A-B-E Bila dipasangkan (2) dan (3) maka variabel bebasnya
jelas tidak tepat. ada dua, yaitu luas permukaan sentuh dan konsentrasi
Pilihan D sepertinya juga tidak mungkin benar sebab H2SO4, ini jadi tidak tepat.
pH basa lemah biasa tidak jauh di atas 7. Bila dipasangkan (2) dan (4) maka variabel bebasnya
Pada soal ini skala pH tidak proporsional, ini dapat ada dua, yaitu luas permukaan dan suhu, ini jadi tidak
dilihat jarak pH 4 ke 5,8 dibanding 5,8 ke pH 11. Kalau tepat.
pun mau memilih C agak mendekati kebenaran walau Jawaban yang tepat A.
berdasar rentang pH indikator menjadi keliru juga.
Jawaban yang tepat TIDAK ADA JAWABAN YANG Pembahasan soal nomor 17:
TEPAT. Penentuan orde reaksi terhadap A.
Salju (air beku) diberi garam agar pada suhu rendah
salju dapat mencair, tidak beku. Dengan diberi garam
Pembahasan soal nomor 13: yang relatif mudah larut maka terjadi penurunan titik
Syarat terbentuknya endapan nilai Qc > Ksp beku air, sehingga ketika suhu nol derajat ia tidak
Qsp Mg(OH)2 = [Mg2+][OH–]2 beku.
(1) → 10–3 × (10–5)2 = 10–3 × 10–10 = 10–13 Jawaban yang tepat C.
(2) → 10–4 × (10–3)2 = 10–4 × 10–6 = 10–10
(3) → 10–5 × (10–4)2 = 10–5 × 10–8 = 10–13 Pembahasan soal nomor 18:
(4) → 10–3 × (10–3)2 = 10–3 × 10–6 = 10–9 Dari tabel diketahui nilai Kp yang semakin kecil berarti
(5) → 10–5 × (10–5)2 = 10–5 × 10–10 = 10–15 tekanan parsial produk (NO2) berkurang dan tekanan
Qc Mg(OH)2 yang nilainya lebih besar dari 6×10– parsial pereaksi (NO dan O2) bertambah ketika suhu
12 (K dinaikkan dari 600 oC ke 1000 oC. Tekanan parsial
sp Mg(OH)2) adalah (2) dan (4)
Jawaban yang tepat TIDAK TERSEDIA (semestinya berkurang sebanding dengan berkurangnya jumlah
D tetapi harus Qc > Ksp) atau konsentrasi produk. Terjadi pergeseran dari
kanan ke kiri, ketika suhu dinaikkan. Ini merupakan ciri
reaksi eksoterm ke arah produk, jika suhu dinaikkan
Pembahasan soal nomor 14: maka reaksi akan bergeser ke arah pereaksi (di kiri).
Ketika wadah panas tentu dari reaksi batu kapur Pada reaksi eksoterm jika suhu diturunkan maka
dalam air (sebagai sistem) yang memang melepaskan konsentrasi produk akan meningkat (kesetimbangan
panas/kalor. Terjadi perpindahan panas dari sistem ke bergeser ke kanan) yang berarti tekanan parsialnya
lingkungan. juga bertambah dan konsentrasi pereaksi berkurang
Jawaban yang tepat C. atau tekanan parsial pereaksi berkurang.
Jawaban yang tepat A.

Pembahasan soal nomor 15:


Penentuan orde reaksi terhadap A. Pembahasan soal nomor 19:
Pilih data 2 dan 1, untuk menentukan orde reaksi dari Tekanan osmotik larutan NaCl = tekanan cairan dalam
A, karena konsentrasi B tetap (sama) darah.
([A2]/[A1])n = v2/v1 Tekanan osmotik larutan NaCl = 9,84 atm.
(2a/a)n = 64/16 9,84 atm = [NaCl] × R × T × i
2n = 4 9,84 atm = [NaCl] × 0,082 L.atm/(mol.K) × (27 + 273)
K×2 molal
9,84 atm = [NaCl] × 49,2 L.atm/mol ∆Tb = molalitas NaCl × Kf × i
[NaCl] = 9,84 atm : 49,2 L.atm/mol 0,744 oC = 0,20 molal × Kf × 2
[NaCl] = 0,2 mol/L Kf = 0,744 oC : 0,40 molal = 1,86 oC/molal
Untuk setiap 1 L larutan = 0,2 mol NaCl Jadi jawaban yang tepat D.
Massa NaCl = 0,2 mol × 58,5 g/mol
Massa NaCl = 11,7 g
Jawaban yang tepat C. Pembahasan soal nomor 25:
Larutan urea adalah larutan nonelektrolit yang tidak
dapat terionisasi.
Pembahasan soal nomor 20: Larutan NaCl merupakan larutan elektrolit yang dapat
terionkan menjadi 2 partikel ion setiap 1 NaCl.
Fokus hanya pada zat pemutih. Pemutih (NaClO) pada Keduanya menghasilkan jumlah partikel yang tidak
reaksi pertama mengalami reaksi reduksi. Tepatnya sama maka keduanya memiliki titik beku berbeda pula.
Jawaban yang tepat B
bilangan oksidasi Cl pada NaClO berubah dari +1
menjadi –1 pada Cl– (dalam NaCl atau KCl). Karena ia
mengalami reaksi reduksi maka ia berperan sebagai Pembahasan soal nomor 26:
oksidator. Reaksi setara penguraian amonia:
Jawaban yang tepat D. 2NH3→ N2 + 3H2

Pembahasan soal nomor 21: ∆H untuk penguraian 2 mol NH3


Di katode akan terjadi reduksi kation. Kation dalam 2(3(N−H)) → N≡N + 3(H−H)
larutan adalah Cu2+. ∆H = Total energi pemutusan ikatan di ruas kiri – Total
Jadi reaksi di katoda: Cu2+(aq) + 2e–→ Cu(s) energi pembentukan ikatan di ruas kanan
Jawaban yang tepat E. ∆H = 2(3×390 kJ/mol) – (946 kJ/mol + 3(435 kJ/mol))
∆H = 2.340 kJ – 2.251 kJ
∆H = 89 kJ
Pembahasan soal nomor 22: → ∆H permol = 89 kJ : 2 mol = 44,5 kJ/mol
Mg(s) | Mg2+aq) || Sn2+ (aq) | Sn(s) E0 = +2,23 Volt
Makna dari notasi sel: Penguraian 1,7 gram NH3 :
Mg berperan sebagai anoda, Mg akan melarut atau Massa molar NH3 = 14 + 3(1) = 17 gram/mol
teroksidasi menjadi Mg2+ dan Sn berperan sebagai Jumlah mol NH3 = 1,7 gram : 17 gram/mol
katoda, di sini akan terjadi reduksi S2+ menjadi Sn. Jumlah mol NH3 = 0,1 mol
Gambar yang sesuai dengan notasi sel adalah A, B,
dan E. Aliran elektron yang benar adalah dari anoda Jadi ∆H untuk 0,1 mol NH3 = 44,5 kJ/mol × 0,1 mol
ke katoda. Jawaban yang tepat adalah A dan E, kedua Jadi ∆H untuk 0,1 mol NH3 = 4,45 kJ
gambar indentik, sama persis. Jawaban yang tepat A
Jawaban yang tepat A dan E.
Pembahasan soal nomor 27:
Pembahasan soal nomor 23: Soal ini sebenarnya kelebihan data. Sayangnya data
Reaksi reduksi di katoda adalah reduksi kation dari pertama (arus listrik dan waktu) memberikan hasil
dalam larutan. Jadi larutan harus mengandung ion yang berbeda.
Ni2+. Au3+ + 3e–→ Ag
Pilihan A dan D sudah pasti salah karena tidak Massa ekivalen Au (e) = 197/3 = 65,67 g; t = 9650
terdapat Ni2+. detik; i = 10 ampere.
Reaksi oksidasi di anoda adalah oksidasi air bukan massa Au yang digunakan untuk melapisi kunci
anion yang berasal dari larutan. Pilihan C menjadi m = (65,67 × 10 × 9.650)/96.500
tidak tepat lagi karena Cl– dapat teroksidasi, dan m = 65,67 g → data tidak menghasilkan massa yang
pilihan D juga tidak tepat karena Ni bukan elektroda sama dengan data berikut.
inert sehingga ada kemungkinan ia yang mengalami
oksidasi, nyatanya tidak terjadi. massa Au yang digunakan untuk melapisi kunci
Adanya anion sulfat yang tidak dapat mengalami Massa ekivalen Au (e) = 197/3 = 65,67 g; F = 0,015
oksidasi maka airlah yang mengalami oksidasi. Faraday.
Jawaban yang tepat B massa Au = e.F = 65,67 × 0,015 F = 0,985 g
Jawaban yang tepat C.
Pembahasan soal nomor 24:
Urea merupakan larutan nonelektrolit.
molalitas urea = (11,7 g : 60 g/mol) : 1 kg = 0,195 Pembahasan soal nomor 28:
molal Massa NaClO kotor:
∆Tb = molalitas urea × Kf Massa NaClO = Volume NaClO × massa jenis NaClO
0,367 oC = 0,195 molal × Kf Massa NaClO = 20 mL × 1 g/mL
Kf = 0,367 oC : 0,195 molal = 1,882 oC/molal Massa NaClO = 20 g
NaCl merupakan larutan elektrolit dengan i = 2.
molalitas NaCl = (11,7 g : 58,5 g/mol) : 1 kg = 0,20 Hitungan dari titrasi:
Perbandingan koefisien antara NaClO dengan Pembahasan soal nomor 34:
koefisien Na2S2O3 = 1 : 2. Volume gas-gas dalam reaksi akan sebanding dengan
Jumlah mol Na2S2O3 yang diperlukan = 15 mL × 0,1 M koefisien reaksi gas dalam persamaan reaksi yang
= 1,5 mmol setara. Pada keadaan STP setiap 1 mol gas = 22,4 L
Jadi jumlah mol NaClO = ½ × 1,5 mmol = 0,75 mmol = Reaksi setara: C2H5OH(g) + 3O2 (g) → 2CO2(g) +
0,00075 mol 3H2O(g)
C2H5OH + 3O2 → 2CO2 + 3H2O
Massa NaClO = jumlah mol NaClO × massa molar
NaClO Awal 1,12 L 5,6 L - -
Massa NaClO = 0,00075 mol × 74,5 g/mol
Massa NaClO = 0,055875 g Bereaksi -1,12 L -3,36 L 2,24 L 3,36 L
Kadar NaClO = (massa NaClO titrasi : massa NaClO Sisa habis 2,24 L 2,24 L 3,36 L
kotor) × 100%
Kadar NaClO = (0,055875 g : 20 g) × 100% Jumlah mol H2O = 3,36 L : 22,4 L/mol = 0,25 mol
Kadar NaClO = 0,279% massa H2O = 0,15 mol × 18 g/mol = 2,7 gram
Jawaban yang tepat A. Jawaban yang tepat B.

Pembahasan soal nomor 35:


Pembahasan soal nomor 29: Jawaban yang tepat A.
Pembakaran standar adalah pembakaran 1 mol zat
yang dilakukan pada keadaan standar. Pembahasan soal nomor 36:
∆Hco = S∆Hfo (produk) – S∆Hfo (pereaksi) Bahan utama biosolar berupa monoalkilester dan
∆Hco C2H5OH = (2.∆Hfo CO2 + 3.∆Hfo H2O ) – solar.
∆Hfo C2H5OH Jawaban yang tepat D.
∆Hco C2H5OH = (2(–394) + 3.(–286)) – (–266 kJ)
∆Hco C2H5OH = –1.646 kJ + 266 kJ Pembahasan soal nomor 37:
∆Hco C2H5OH = –1.380 kJ Data itu menunjukkan sifat logam Mg. Cukup jelas.
Jawaban yang tepat B. Jawaban yang tepat B.

Pembahasan soal nomor 38:


Pembahasan soal nomor 30: Bagian ekor molekul sabun sifatnya tidak dapat
Jawaban E adanya oksigen dan uap air yang lembab menyatu dengan air tetapi akan menyatu dengan
menjadi penyebab terjadinya korosi. Cukup jelas. minyak/lemak. Bagian ekor molekul sabun bersifat
Jawaban yang tepat E. nonpolar dan minyak juga nonpolar maka mereka
saling melarutkan. Selanjutnya molekul minyak yang
terikat dengan bagian ekor ini membentuk misel yang
Pembahasan soal nomor 31: tidak mudah mengendap, terkurung oleh bagian
(1) nama benar tetapi isomer dan jenisnya salah, kepala yang justru mudah mengikat air karena bagian
bukan isomer melainkan indentik kepala dan air ini sama-sama bersifat polar. Ketika
(2) nama benar dan isomernya benar (jumlah dan jenis dilakukan pembilasan minyak ikut mengalir bersama
atom sama) dan jenisnya isomer posisi, beda letak air, bersih.
ikatan rangkap. Jawaban yang tepat E.
(3) nama benar dan isomernya benar (jumlah dan jenis
atom sama) dan jenisnya isomer fungsi. Golongan
keton memang berisomer fungsi dengan golongan Pembahasan soal nomor 39:
aldehid. Reaksi I adalah reaksi adisi, mengubah ikatan rangkap
(4) nama benar dan bukan isomer yang tepat. Asam pada C=O menjadi berikatan tunggal
alkanoat/ asam karboksilat berisomer fungsi dengan Reaksi II adalah reaksi substitusi, terjadi pergantian
alkil alkanoat, yang ada itu adalah jenis gugus OH digantikan gugus Cl.
alkanol/alkohol. Reaksi III adalah reaksi eliminasi, terjadi pengubahan
Pilhan yang benar hanya (2) dan (3) ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap dan
melepaskan gugus Cl dan H menjadi HCl.
Pembahasan soal nomor 32: Jadi jawaban yang tepat C.
(1) adalah propanal (golongan aldehid) dan (2) adalah
propanon (golongan keton).
Aldehid dapat dioksidasi menjadi asam Pembahasan soal nomor 40:
alkanoat/karboksilat sehingga dapat memerahkan Kation Anion Rumus
No Nama Senyawa
lakmus biru yang menandai bahwa memang hasil Logam Nonlogam Kimia
oksidasinya bersidat asam. Keton sulit teroksidasi
kecuali menggunakan oksidator yang sangat kuat. (1) Na+ NO3– NaNO3 Natrium Nitrat
Jawaban yang tepat D. (2) K+ SO42– K2SO4 Kalium sulfat
2+
Pembahasan soal nomor 33: (3) Mg PO43– Mg3(PO4)2 Magnesium fosfat
Aluminium
(4) Al3+ CO32– Al2(CO3)3
Ini jenis soal hafalan. Nilon 6,6. Karbonat
Jawaban yang tepat C. Jawaban yang tepat D. 2 dan 4