Anda di halaman 1dari 5

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

KATETERISASI

Dosen Pembimbing:

Isni Lailatul Maghfiroh, S.Kep., Ns., M.Kep.

Disusun Oleh:

Reza Bela Syindi (17.02.012364)

Kelas:

3A Keperawatan

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN

2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

KATETERISASI

Tahap Pra Orientasi

 Verifikasi Order : Perintah orientasi harus benar.


1. Menanyakan ke perawat yang bertanggung jawab.
2. Adanya catatan rekam medik.
3. Adanya instruksi dokter.
 Persiapan Alat :

1. Kateter (steril) 9. Handscoon steril


2. Urobag (steril) 10. Bengkok
3. Spuit 10 cc 11. Handuk
4. Jelly 12. Perlak dan pengalas (sewek)
5. Cairan aquades 13. Kom berisi kapas DTT (steril)
6. Cairan DTT 14. Alcohol
7. Kassa steril di dalam bak instrumen 15. Tempat sampah medis dan non
8. Pinset anatomi 2 buah di dalam bak
medis
instrument 16. Tempat lined/pakaian dalam
 Melakukan 6 langkah cuci tangan dan keringkan.

Tahap Orientasi

 Persiapan Pasien :
1. Ucapkan salam
2. Perkenalkan diri
3. Beritahu pasien tentang prosedur, maksud, dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
(informed consent).

 Persiapan Lingkungan :
1. Menutup korden
2. Menutup sketsel/sampiran
3. Mempersiapkan penerangan
4. Menjaga privasi pasien
5. Menganjurkan orang yang tidak berkepentingan untuk keluar dari ruangan
 Pelaksanaan
1. Melepas CD/pakaian dalam pasien.
2. Posisikan pasien dorsal recumbent (kedua lutut ditekuk dan sedikit dibuka).
3. Pasang perlak di bawah klien.
4. Dekatkan semua peralatan (bak instrument berisi kassa steril yang diberi jelly dan pinset
anatomi, kom yang berisi kapas DTT, kateter, urobag, dan bengkok) di dekat pasien.
5. Ambil cairan aquades 10 cc lalu tutup kembali.
6. Pasang urobag pada bad pasien.
7. Buka kateter
8. Pakai sarung tangan kanan steril.
9. Ambil kapas DTT dengan pinset anatomi kemudian bersihkan daerah kewanitaan (labia
mayora kanan-kiri, labia minora kanan-kiri, vestibulum, dan perineum) satu kapas untuk
satu usapan dari atas ke bawah.
10. Setelah digunakan kapas dan pinset ditaruh di bengkok.
11. Pastikan selang kateter tidak bocor dengan memasukkan spuit berisi cairan aquades ke
dalam selang keteter.
12. Hubungkan selang kateter dengan urobag.
13. Pakai sarung tangan kiri
14. Ambil kateter lalu putar dan lilitkan di tangan kanan.
15. Beri jelly pada selang kateter arah melingkar dengan kassa steril (dengan meletakkan
gel pada handscoon sebelah kiri).
16. Suruh pasien tarik nafas pada saat memasukkan selang kateter, lalu masukkan selang
kateter secara perlahan ke lubang uretra sehingga urin dapat keluar ke urobag.
17. Jika urin belum keluar maka kateter belum masuk kandung kemih (vesika urinaria) lalu
masukkan lebih dalam 1-3 cm.
18. Bila urin sudah keluar maka pertahankan selang kateter.
19. Injeksikan cairan aquades ke lubang selang kateter untuk melakukan penguncian
sehingga terdapat tahanan/tidak lepas.
20. Fiksasi selang kateter di paha klien dengan menggunakan plester.
21. Lipat perlak dan handuk.
22. Beri sewek.
23. Lepas handscoon lalu buang ke tempat sampah medis.
24. Bersihkan peralatan.
 Dokumentasi
1. Waktu tindakan
2. Nama perawat dan paraf
3. Ukuran kateter
4. Jenis urin/kualitas urin yang keluar
5. Respon pasien
 Edukasi
1. Dimohon klien untuk tidak menarik-narik selang kateter dan tidak banyak bergerak.
2. Jika klien merasa kesakitan dan terdapat urin yang tidak normal (terdapat darah/pus
(nanah)) bisa menghubungi perawat di nursing station.
 Pelepasan Kateter
1. Cuci tangan
2. Pakai hanscoon
3. Lepaskan plester dengan menggunakan kapas alcohol/alcohol swab.
4. Tarik cairan aquiades di selang kateter dengan menggunakan spuit.
5. Saat melakukan penarikkan selang kateter bilang tarik nafas pada pasien.
6. Putar dan lilitkan di tangan dan buang ke tempat sampah medis.