Anda di halaman 1dari 3

Infeksi Kulit Primer

A. Tuberkulosis Chancre

Tuberkulosis Chancre merupakan infeksi tuberkulosis primer dan biasanya


terjadi setelah trauma kulit, dengan bagian yang terpapar paling sering terkena [1].
Tuberkulosis Chancre adalah bentuk TB yang langka, juga disebut TB primer
inokulasi, karena berkembang pada individu yang sebelumnya tidak peka terhadap
mikobakterium, terjadi paling umum pada anak-anak, terutama yang tidak mendapat
vaksin Bacilli Calmette-Guerin (BCG) [2]. Penyakit ini biasanya merupakan hasil dari
pengenalan langsung bakteri ke dalam kulit orang yang bebas TB dengan portal masuk
berupa lesi kulit [2]. Penyakit ini juga telah dilaporkan terjadi pada luka bedah, tato
dan tindik, serta bisa menular dari hubungan seksual [3].

Ujud kelainan kulit berupa papula merah-coklat tanpa rasa sakit, nodul atau
ulkus dengan tepi yang tidak rata, sering terjadi pengerasan kulit. Ukuran lesi biasanya
1 cm atau kurang dengan wajah dan ekstremitas menjadi tempat yang paling sering
terkena [2]. Lesi papula kemerahan muncul dua hingga empat minggu setelah
inokulasi, kemudian berkembang menjadi ulkus dangkal tanpa rasa sakit atau
mikroabses granulomatosa atau kerak tebal [3]. Setelah 3-8 minggu dari inokulasi TB
Chancre, sering ada penyebaran kuman TB ke kelenjar getah bening menyebabkan
limfadenopati regional yang nyeri, dan membentuk kompleks TB kulit primer [2-3].
Gambar 1. Tuberkulosis Chancre [1].

Gambar 2. Tuberkulosi Chancre yang didapat setelah prosedur injeksi steroid.


A. Sebelum pengobatan TB. B. Setelah pengobatan TB [1].

Gambar 3. Tuberkulosi Chancre yang didapat setelah kecelakaan [1].

Pemeriksaan histopatologis dan laboratorium yang berkaitan dengan TB sangat


penting untuk mendiagnosis. Adanya gambaran lesi granulomatosa, yang melibatkan
dermis dan panniculus adiposus, yang terdiri dari limfosit, histosit, neutrofil dan sedikit
sel raksasa Langhans, mendukung diagnosis TB Chancre. Pewarnaan asam positif
menunjukkan jumlah mikobakterium di pinggiran granuloma membantu untuk
mengonfirmasi diagnosis. Ada banyak gangguan granulomatosa yang dapat
menyajikan gambaran histologis granuloma dengan nekrosis, seperti Wegener
granulomatosis (granuloma dengan nekrosis, infark), Granulomatosis Churg-Strauss
(granuloma,nekrosis) atau sarkoidosis (granuloma tanpa nekrosis). Di antaranya, TBC
adalah penyakit granuloma yang paling umum berkembang dengan nekrosis fibrinoid
[2].

Penyembuhan dapat terjadi antara 3-12 bulan, meninggalkan jaringan parut


atrofi dan kalsifikasi pada kelenjar getah bening regional. Namun, jika obat anti-TB
tidak dikonsumsi, ada potensi risiko komplikasi seperti lupus vulgaris, scrofuloderma
atau diseminasi (TB miliaria akut) [2-3].

B. Verruca Cutis (Bagian Windy)

1. Cunliffe T. Mycobacterial Infections [Internet]. Primary Care Dermatology


Society, 2017 [disitasi 12 Januari 2019]. Diakses dari:
http://www.pcds.org.uk/clinical-guidance/mycobacterial-infections.
2. Zhang L, Tian X, Zeng J, Liu W, Li W, Luo Q. Tuberculosis chancre on the left
knee in 3-year old child. Int J Clin Exp Med. 2018;11(4):4285-4289.
3. Santos JB, Oliveira MH, Figuereido AR, Silva PG, Ferraz CE, Medeiros VLS.
Cutaneous tuberculosis: epidemiologic, etiopathogenic and clinical aspects -
Part I. An Bras Dermatol. 2014;89(2):219-28.