Anda di halaman 1dari 9

Assalamu'alaikum wr wb A.

Dalil Naqli tentang Hari Akhir


Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman yang utama selain iman kepada Allah swt.
Menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, dalam bukunya Wawasan Al-Quran halaman 80, dua rukun iman inilah
yang paling banyak disebutkan dalam Al-Quran. Terbukti al-Quran selalu menyebutkan Iman kepada
Hari Akhir dan Iman kepada Allah selalu bersamaan dan berurutan. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut

a. Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 8 :

Artinya:

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal
mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. al Baqarah ayat 8)

b. Al-Quran surat al-Taubah (9) ayat 8 :

Artinya :

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan
hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain
kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk. (Q.S. al Taubah ayat 8)

c. Al-Quran surat al-Maidah (5) ayat 69 :

Artinya :

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja
(di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Q.S. al Maidah ayat 69)

d. Al-Quran surat al-Baqarah (2) ayat 177 :

Artinya :

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab,
nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang
miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang
menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan
dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang
yang bertakwa. (Q.S. al Baqarah ayat 177)

Dengan demikian terlihat bahwa keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan iman kepada hari akhir.
Menurut Prof.Quraisy Syihab keimanan kepada Allah tidak sempurna kecuali dengan keimanan kepada
hari akhir. keimanan kepada Allah menuntut adanya amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru
sempurna motivasinya dengan adanya keimanan tentang adanya hari akhir. Karena kesempurnaan
ganjaran dan balasannya hanya ditemukan di akhirat nanti. Untuk memperkuat argumennya, beliau
menyatakan bahwa kata “yaumul akhir” saja terulang 24 kali, disamping kata "akhirat” terulang 115 kali
dalam Al-Quran. Selain itu Al-Quran selalu menggugah hati dan pikiran manusia dengan
menggambarkan peristiwa-peristiwa hari akhirat, dengan nama-nama yang unik, misalnya “al-Zalzalah”,
“al-Qari’ah”, an-Naba’, al-Qiyamah”. Istilah-istilah (yang menjadi nama surat Al-Quran) itu
mencerminkan peristiwa dan keadaan yang bakal dihadapi oleh manusia pada saat itu, dengan tujuan
agar manusia beriman kepada Allah dan hari akhirat, karena manusia akan bertemu Allah, dan manusia
pasti akan mati, karenanya manusia jangan lengah, lupa diri, jangan terpesona dengan kehidupan dunia
yang temporal dan menipu, manusia jangan mempertuhankan harta, karena harta tidak dapat
menolong pemiliknya dari siksa Allah di hari akhirat.

Disamping itu banyak hadis-hadis rasulullah dengan kwalitas yang berbeda selalu mengkaitkan
kesalehan sosial seseorang dengan kemantapan iman kepada Allah dan hari akhir. Diantaranya adalah
sebagai berikut :

1. Hadis tentang kemampuan seseorang untuk selalu bertutur kata yang baik, atau lebih baik diam jika
tidak mampu melakukannya, adalah :

ْ‫َاري َر َواهُْ( ِليَص ُمتْ اَوْ خَي ًرا فَليَقُلْ اآلخِ ِْر َوالْيَو ِْم ِباللِْ يُؤمِ نُْ كَانَْ َمن‬ َ ‫)ه َُري َرة ا َ ِبى‬
ِ ‫عنْ َو ُمسلِم البُخ‬
Artinya :

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia selalu bertutur kata yang baik atau lebih
baik diam”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

2. Ketulusan seseorang dalam menghormati tamu adalah cermin imannya.

ْ‫ضيفَ ْهُ فَليُك ِرمْ اآلخِ ِْر َوال َيو ِْم ِباللِْ يُؤمِ نُْ كَانَْ َمن‬
َ (ُْ‫َاري َر َواه‬ َ ‫)ه َُري َرة ا َ ِبى‬
ِ ‫عنْ َو ُمسلِم البُخ‬
Artinya :

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.
”.(H.R.Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

3. Manisnya iman adalah lari dari fitnah.

ْ‫ع‬
‫ن‬ َ ْ‫سعِيد ا َ ِبي‬ َ ْ‫ل أَنَّ ْهُ ِرى ال ُخد‬ َْ ‫ قَا‬: ‫ل‬
َْ ‫ل قَا‬ ُ ‫صلَّى للاِْ َر‬
ُْ ‫سو‬ َ ُ‫للا‬ َ ‫سلَّ َْم‬
ْ ‫علَي ِْه‬ َ ‫ل خَي ُْر َي ُكونَْ اَنْ يُوشِكَْ َو‬ َ ‫ف ِب َها َيت َّ ِب ُْع‬
ِْ ‫غنَمْ ال ُمسل ِِْم َما‬ ُْ ‫ل شَع‬
ِْ ‫َو َم َوا ِق ُْع ال ِج َبا‬
‫ال ِفت َِْن مِ نَْ بِدِينِ ِْه يَفِرْ القِط ِْر‬
Artinya :

Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra. Bahwasanya ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Hampir-hampir sebaik-
baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di pucuk gunung dan tempat yang
mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah.

Perilaku yang tercermin dari ketiga hadis tersebut, tercapai apabila seseorang memiliki kemantapan
iman kepada Allah dan hari akhirat.

B. Dalil ‘Aqli tentang Hari Akhir

Dalil ‘aqli merupakan argumen untuk memperkuat dalil naqli yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah,
karena argumen al-Quran sendiri sudah sangat mampu mengatasi keragu-raguan manusia tentang
adanya hari kiamat tersebut. Mari kita tampilkan kemungkinan datangnya hari akhir menurut teori para
ahli pada bidangnya masing-masing.
a. Menurut Ahli Astronomi

Bumi dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari secara teratur dan sempurna masing-
masing planet mempunyai daya tarik-menarik sehingga beredar dan bergerak seimbang/serasi. Namun
daya tarik menarik itu semakin lama akan semakin berkurang bahkan hilang sama sekali, akhirnya akan
saling bertabrakan dan hancur, (bandingkan surat at-Takwir 2 dan al-Infiëãr 2).

b. Menurut ahli Geologi

Di dalam perut bumi terdapat gas yang panas yang berkembang dan terus menerus menekan kearah
luar bumi. Akan tetapi bumi itu sendiri mendapat tekanan (atmosfir) dari luar atau permukaannya,
sehingga terjadilah keseimbangan. Namun diperkirakan bahwa tekanan dari luar semakin lama semakin
lemah, bahkan tak berdaya lagi akhirnya mengakibatkan gas bumi akan meledak dengan ledakan yang
sangat dahsyat dan akan mengeluarkan bola api raksasa yang membawa kehancuran. (bandingkan
dengan surat al-Zalzalah).

c. Menurut Ahli Fisika

Menurut Teori Ilmu Alam bahwa sumber energi terbesar yang dapat memenuhi kebutuhan semua
kehidupan di dunia ini adalah matahari. Begitu juga daya tarik antara benda-benda angkasa (planet) itu
ada ketergantungan dengan energi matahari. Namun lambat laun sinar matahari semakin melemah,
akibatnya mempengaruhi daya tarik diantara planet-planet tersebut akhirnya tidak ada keseimbangan,
maka terjadilah tabrakan diantara mereka. (bandingkan at-Takwir 1-3)

d. Pendapat lain dari Sarjana Astronomi Jh. Van Vierngen dan kawan-kawannya.

Mereka memperkirakan bahwa alam semesta ini akan meletus akibat dari pengembangan yang terus
menerus tanpa batas. Diumpamakan seseorang yang meniup balon terus menerus tanpa henti maka
balon tersebut akan meledak. Sampai saat ini alam ini sedang terus mengalami pengembangan,
sehingga akan melebihi kapasitas maksimal, akibatnya langit yang membentang luas itu akan pecah dan
hancur berantakan. (Bandingkan surat al-Ahqãf ;3, at-Tur ;9,ar-Rahmãn ; 37, al-Hãqqah ; 16, al-Maãrij ; 8
).

Dengan adanya kesadaran demikian terdoronglah manusia untuk beriman dan beramal saleh itulah
sebabnya, mengapa keimanan kepada hari akhir itu sangat penting.

C. Tanda-tanda Hari Akhir (kiamat)

Kapan hari kiamat akan tiba memang rahasia Allah, pengetahuan kita hanya terbatas pada tanda-tanda
akan kedatangannya. Sebagaimana firman Allah berikut ini :

1. Q.S. an-Nãzi’at (79) ayat : 42-44

Artinya :

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?.
Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan
kesudahannya (ketentuan waktunya). (Q.S. an Nãzi’at ayat 42-44)

2. Q.S. al-Isra (17) ayat 51, dialog antara kaum musyrik dengan Rasulullah tentang kapan hari kiamat
(hari kebangkitan).
Artinya :

Atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan
bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu
pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan
berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". (Q.S. al
Isra ayat 51)

Orang-orang kafir dan musyrik suka ragu, tentang kemungkinan manusia dibangkitkan kembali dan
kalaupun itu mungkin kapankah hal itu terjadi. Jawabannya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat.
Artinya waktu hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah swt.

Prof. Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati (hal.182-196) setelah mengutip beberapa hadis
rasulullah melukiskan tanda-tanda hari Kiamat ada 15 peristiwa yang mendahuluinya. Dari 15 peristiwa
itu menurut beliau 3 diantaranya adalah paling penting.

1. Munculnya Dajjal

Dajjal artinya pembohong yang kerjanya cuma menyesatkan manusia. Dajjal ada 2 macam. Dajjal kecil
dan Dajjal besar. Dajjal-Dajjal menyebabkan kerusakan-kerusakan dalam masyarakat. Kerusakan-
kerusakan yang ditimbulkan oleh Dajjal kecil itu dinamakan Kiamat Kecil. Dan Dajjal-Dajjal kecil itu telah
lahir dan mungkin dapat kita temukan disekitar kita. Sedangkan Dajjal besar adalah pembohong kaliber
besar yang kerjanya membohongi dan menyesatkan umat manusia dan mereka akan muncul menjelang
Kiamat kubra (kiamat besar) tiba. Coba perhatikan do’a Rasulullah berikut, yang dikutip oleh Bay Arifin
dari kitab Jami’ Shaghir.

ْ‫ل مِ نَْ بِكَْ اَعُو ْذُ إِنِِّى اَلل ُه َّم‬ َ ‫ب القَب ِْر فِتنَ ِْة َومِ نْ َوال َمغ َر ِْم َوال َمأث َِْم َوال َه َد ِْم ال َك‬
ِْ ‫س‬ ِْ ‫عذَا‬َ ‫ار فِتنَ ِْة َومِ نْ القَب ِْر َو‬ ِْ ‫عذَا‬
ِْ َّ‫ب الن‬ ِْ َّ‫َواَعُو ْذُ ال ِغنَى ش َِِّْر فِتنَ ِْة َومِْنْ الن‬
َ ‫ار َو‬
ُ
َْ‫ح فِتنَ ِْة مِ نْ بِكَْ َواَعُو ْذ الفَق ِْر فِتنَ ِْة مِ نْ بِك‬ ِْ ‫عنِِّى اغسِلْ الل ُه َّْم ال َّدجَّال ال َمسِي‬ َ ‫اي‬ َْ َ‫طاي‬َ ‫ج بِال َماءِْ خ‬ َّ
ِْ ‫ق َوالبَ َر ِْد َوالثل‬ِْ ِّ َ‫طايَا مِنَْ قَلبِى َون‬ َ ‫الثَّوبُْ يُنَ ِِّقى َك َما ال َخ‬
ُْ ‫اي َو َبينَْ َبينِى َو َباعِدْ ال َّدنَس مِ نَْ األَب َي‬
‫ض‬ َْ ‫طا َي‬ َ ‫عدتَْ َك َما َخ‬ َ ‫ق َبينَْ َبا‬ ِْ ‫ب ال َمش ِر‬ ِْ ‫َوال َمغ ِر‬
Artinya :

Ya Allah aku mohon berlindung kepada Mu dari sifat malas dan umur kelewat tua, dari segala dosa
hutang, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari fitnah neraka dan azab neraka, dari bahaya fitnah
kekayaan, aku berlindung dengan Engkau dari fitnah (bahaya) kemiskinan. Dan aku berlindung kepada
Engkau dari fitnah al-Masih Dajjal. Ya Allah bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air,
dengan salju, dan air mawar, bersihkan pula jiwaku dari kesalahan seperti bersihnya kain putih dari daki
dan jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku seperti jauhnya jarak antara timur dan barat. (hadis shahih,
diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah).

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda : “Tidak terjadi Kiamat, sehingga muncul hampir 30 orang Dajjal,
masing-masing mengakui bahwa ia Rasul Allah.” (H.R.Abu Dawud, Turmuzi, Nasai dan Ibnu Majah dari
Abu Hurairah)

Dalam sejarah Islam Dajjal-Dajjal yang mengaku nabi palsu itu telah muncul sejak zaman rasulullah.
Tercatat ada 3 nabi palsu pada masa rasulullah, yaitu Al-‘Unsy dari Yaman, Musailamah Al-Kazzab dari
Yamamah dan Ibnu Syayyad dari Madinah. Ketiga Dajjal itu dapat ditumpas pada masa pemerintahan
Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq. Beberapa puluh tahun kemudian, muncul lagi di Irak yang mengaku
sebagai nabi, namanya Mukhtar As Tsaqafy namun dia dapat ditumpas dan terbunuh. Namun masih
banyak lagi dalam sejarah yang mungkin tidak tercatat.

Akhirnya di abad ke 20 masehi tepatnya tahun 1839 masehi lahirlah di Qadyan India seorang yang
bernama Mirza Gulam Ahmad yang dalam masa hidupnya berkhutbah dan mengarang. Pada tahun 1900
ia mendirikan perkumpulan yang dinamai Ahmadiyah. Yang pada akhirnya ia pun menganggap dirinya
nabi dan begitupun pengikutnya menghormatinya sebagai nabi. Di Indonesia baru-baru ini muncul Lia
Aminuddin mengaku sebagai nabi dan rasul dan kemudian tahun 1997 MUI memfatwakannya sebagai
nabi palsu, sesat dan menyesatkan. Kemudian tahun 2007 muncul juga di Bogor seorang bernama
Ahmad Mushaddiq yang nama aslinya adalah H. Salam mengaku sebagai nabi dan rasul. Dan kita tidak
tahu sudah berapa banyak Dajjal-Dajjal yang lahir ke dunia ini.

2. Turunnya Isa ibnu Maryam A.S.

Menurut A.Hasan dalam bukunya Verslag Debat Pembela Islam menerangkan bahwa ada lebih kurang
30 buah hadis yang menerangkan akan turunnya Isa ibnu Maryam AS. Kedatangannya adalah untuk
membunuh semua babi dan menghancurkan semua salib. Ulama mentakwilkan sebagai kehancuran dan
lenyapnya agama Kristen dan memperkuat agama Islam. Dan kedatangan Isa anak Maryam itu adalah
sesudah munculnya Dajjal.

3. Turunnya Imam Mahdi

Kepercayaan akan kehadiran Imam Mahdi pada akhir zaman telah merata dikalangan kaum muslimin.
Mahdi artinya yang mendapat petunjuk. Kata Mahdi tidaklah terdapat dalam Al-Quran.

Kami kemukakan beberapa pendapat para ulama mengenai Imam Mahdi :

a. Pendapat Ibnu Khaldun : “…semua hadis-hadis itu tidak ada yang terlepas dari bantahan, kecuali
sedikit sekali”.

b. Pendapat Syaikh Muhammad Darwisy : “Hadis-hadis tentang Mahdi semuanya lemah, tidak satupun
yang dapat jadi pegangan. Janganlah kamu terpedaya oleh omongan orang yang mengumpulkannya
dalam beberapa karangan”.

c. Pendapat Sayid Rasyid Ridha : “Masalah Mahdi yang ditunggu-tunggu kedatangannya itu adalah
masalah suatu dasar aliran politik yang diberi pakaian agama”.

Dari tiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa keyakinan akan hadirnya Imam Mahdi menjelang
hari kiamat (sebagai salah satu tanda hari kiamat), tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan
demikian waktu datangnya hari kiamat tetaplah menjadi rahasia Allah, yang paling penting kita
memperbanyak amal saleh sebagai bekal diakhirat, karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.

D. Macam-Macam Kiamat

1. Kiamat Sughra atau Kiamat Kecil

Yaitu berupa kejadian atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir
bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan kendaraan, kekeringan
yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan rangkaian kejadian tersebut di atas
ditinjau dari segi aqidah merupakan peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan
peringatan dan ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah swt.

Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 :

Artinya :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi
raaji`uun". (Q.S. al Baqarah ayat 155-156)

Firmannya Allah surat ali-Imran ayat 137:

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka
bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”(Q.S. ali Imran
ayat 137)

2. Kiamat Kubra

Yaitu masa kehancuran seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta
hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam sampai manusia
terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat
al-Zalzalah ayat 1-5.

Artinya :

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-
beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu
bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian
itu) kepadanya. (Q.S. al Zalzalah :1-5)

Firmannya Allah surat al-Qari’ah ayat 1-5 :

Artinya :

Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia
seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Q.S. al
Qari’ah ayat 1-5)

Firmannya Allah surat al-Waqi’ah ayat 1-7 :

Artinya :

Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu)
merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan
sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia
debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan.(Q.S.al Waqi’ah ayat 1-7)

Kiamat Kubra ini tidak ada yang tahu tentang waktu kejadiannya, sebagaimana firman Allah swt. dalam
surat al-A’raf ayat 187.
Artinya :

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya


pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan
waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan
di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya
kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan
tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Q.S. al A’raf
ayat 187)

E. Proses Menuju Fase-fase Kehidupan Akhirat

Pada hari kiamat nanti manusia mengalami beberapa proses tahapan yang antara lain sebagai berikut ;

1. Yaumul Barzakh ( ‫ ) ال َبرزَ خ َيو ُْم‬yaitu masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat
kubra)

Firman Allah dalam surat al-Mukminun ayat 100 :

Artinya :

Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun : 100)

2. Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur) ‫ث َيو ُْم‬


ِْ ‫ال َبع‬

Firman Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6

Artinya :

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang
telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah
melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah :6)

3. Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang Mahsyar). ‫ال َحش ِْر يَو ُْم‬

Firman Allah dalam surat al-An’am ayat 22

Artinya :

Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian Kami berkata
kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan
(sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am :22)

4. Yaumul Hisãb (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) ‫ب يَو ُْم‬


ِْ ‫سا‬
َ ِ‫الح‬
Firman Allah dalam surat al-Insyiqãq ayat 8

Artinya :

Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq :8)

5. Yaumul Mîzan (Hari Pertimbangan Amal) ‫ان َيو ُْم‬


ِْ َ‫المِ يز‬

Firman Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87


Artinya :

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa
Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya
aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)

6. Yaumul Jaza (Hari Pembalasan) ‫ال َجزَ اءِْ يَو ُْم‬

Firman Allah dalam surat al-Mukmin : 17

Artinya :

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan
pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (Q.S. al Mukmin : 17)

F. Surga dan Neraka

1. Surga

Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi
sebagai balasan bagi orang yang bertakwa, beriman dan beramal saleh , yang telah dijanjikan oleh Allah
swt. Surga itu sesuatu yang belum pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan tidak dibayangkan
keadaannya oleh pikiran dan gambaran dalam hati.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi sebagai berikut :

ْ‫ع‬
‫ن‬ َ ‫ي ه َُري َرْة َ اَبِى‬ َْ ‫ض‬ ْ ُ‫عن ْه‬
ِ ‫للاُ َر‬ َْ ‫ قَا‬: ‫ل‬
َ ‫ل‬ َْ ‫ل قَا‬
ُْ ‫سو‬ ُ ‫للاِ َر‬
ْ ‫ صلم‬: ‫ل‬ ْ ‫تَعَالَى‬: " ُْ‫صالِحِ ينَْ ِل ِعبَادِى اَع َددت‬
َْ ‫للاُ قَا‬ َّ ‫لَ ال‬
ْ َ ‫عينْ ما‬ ْ ‫سمِ عَتْ أُذُنْ َو‬
َ ْ‫لَ َرأَت‬ َ َ‫ل‬
ْ ‫َو‬
َ ‫علَى َخ‬
‫ط َْر‬ َ ِ ْ
‫ب‬ ‫ل‬َ ‫ق‬ ‫َر‬
ْ ‫ش‬ ‫ب‬ ‫ه‬
َ ُ َ َ
" (ْ ‫ا‬‫و‬ ‫ر‬ ‫َارى‬ ‫خ‬ ُ ‫ب‬‫ال‬ ْ
‫و‬ ْ
‫م‬
َ ُ ُ‫ل‬
ِ ‫س‬ ‫م‬ )

Artinya :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala berfirman “ Aku telah
menyediakan untuk hambaku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan belum pernah
didengar telinga serta belum pernah tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari Muslim)

Surga itu tempat yang telah dijanjikan Allah untuk orang-orang yang bertakwa, sebagaimana firmannya
dalam surat ali Imrãn ayat 133 :

Artinya :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit
dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(Q.S. ali Imran :133)

Surga dijanjikan Allah untuk orang-orang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firmannya dalam
surat al-Baqarah ayat 25

Artinya :

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka
disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-
buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: " Inilah yang pernah diberikan kepada kami
dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci
dan mereka kekal di dalamnya.(Q.S. al Baqarah :25)

Adapun nama-nama surga disebutkan dalam al-Quran sebagai berikut :

a. Surga ‘Adn (lihat Q.S. ar-Ra’d (13) : 22-24)

b. Surga Na’îm (lihat Q.S.al-Waqi’ah (56) : 12)

c. Surga Ma’wa (lihat Q.S.as-Sajdah (32) : 19 )

d. Surga Firdaus (lihat Q.S.al-Kahfi (18) : 107)

e. Dãrus-Salãm (lihat Q.S.al-An’am (6) : 127)

f. Surga Dãrul Khulud (lihat Q.S.al-Qaf (50) : 34)

g. Dãrul Muqomah (lihat Q.S.al-Fatir (35) : 35)

h. Maqam Amîn ((lihat Q.S.ad-Dukhan (44) : 51)