Anda di halaman 1dari 9

EdukasiKesehatanPengertian

Pijat Definisi Massage Manfaat, Faktor,


Pertimbangan, Kontraindikasi Terhadap Hipertensi
Pengertian Massage/Pijit disebut juga dengan pijatan yang berarti sentuhan yang dilakukan
dengan sadar (Nanayakkara, 2006). Menurut Fallows dan Russel (2003), pijit adalah hal yang
dilakukan dengan rasa tenang dan rileks yang diikuti saling bercengkrama.
Sentuhan merupakan bahasa universal bagi umat manusia (Aslani, 2003). Sentuhan merupakan
perilaku manusia yang azasi (Sanderson et al 1991) dan maknanya yang penting bagi kesehatan
rohani serta jasmani sudah diteliti dengan baik (Montagu, 1986 dalam Price, 1997).
Manfaat Pijit/Masage
Pijit merupakan teknik integrasi sensori yang mempengaruhi aktivitas sistem saraf otonom.
Apabila seseorang mempersepsikan sentuhan sebagai stimulus rileks maka akan muncul respon
relaksasi (Meet, 1993 dalam Perry&Potter, 2005).
Menurut Price tahun 1997, massage secara luas diakui sebagai tindakan yang memberikan
manfaat sebagai berikut:
1. Relaksasi
Menimbulkan relaksasi yang dalam sehingga meringankan kelelahan jasmani dan rohani
dikarenakan sistem saraf simpatis mengalami penurunan aktivitas yang akhirnya
mengakibatkan turunnya tekanan darah (Kaplan,2006).
2. Mengurangi nyeri
Memperbaiki sirkulasi darah pada otot sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi,
dikarenakan massage meningkatkan sirkulasi baik darah maupun getah bening (Price,
1997).
3. Memperbaiki organ tubuh
Memperbaiki secara langsung maupun tidak langsung fungsi setiap organ internal
berdasarkan filosofi aliran energi meridian massage mampu memperbaiki aliran
peredaran energi (meridian) didalam tubuh menjadi positif sehingga memperbaiki energi
tubuh yang sudah lemah (Thie, 2007; Dalimartha, 2008).
4. Memperbaiki postur tubuh
Mendorong kepada postur tubuh yang benar dan membantu memperbaiki mobilitas
(Price, 1997). Menurut George Goodheart (1960), otot yang tegang menyebabkan nyeri
dan bergesernya tulang belakang keluar dari posisi normal sehingga postur tubuh
mengalami perubahan, massage berfungsi untuk menstimulasi saraf otonom yang dapat
mengendurkan ketegangan otot (Perry&Potter,2005).
5. Latihan pasif
Sebagai bentuk dari suatu latihan pasif yang sebagian akan mengimbangi kurangnya
latihan yang aktif karena massage meningkatkan sirkulasi darah yang mampu membantu
tubuh meningkatkan energi pada titik vital yang telah melemah (Price, 1997; Dalimartha,
2008)
Faktor-faktor Pertimbangan dalam Pijit/Massage
Menurut Price (1997), berbagai jenis gerakan bukan hanya bagian dari massage, yang sama
pentingnya adalah cara bagaimana gerakan tersebut dilakukan. Faktor-faktor yang perlu
dipertimbangkan adalah tekanan, kecepatan, irama, durasi, frekuensi.

1. Tekanan
Ketika menggunakan keseluruhan tangan untuk mengurut suatu daerah yang luas, tekanan
harus selalu dipusatkan di bagian telapak tangan. Jari-jari tangan harus dilemaskan sepenuhnya
karena tekanan jari tangan pada saat ini tidak menghasilkan relaksasi yang diperlukan. Tekanan
telapak tangan hanya boleh diberikan ketika melakukan gerakan mengurut ke arah jantung dan
harus dihilangkan ketika melakukan gerakan balik (Price, 1997).

2. Kecepatan
Sampai taraf tertentu kecepatan gerakan massage bergantung pada efek yang ingin dicapai.
Umumnya, masse dilakukan untuk menghasilkan relaksasi pada orang yang dipijat dan frekuensi
gerakan massage kurang lebih 15 kali dalam semenit (Price, 1997).
3. Irama
Gerakan yang tersentak-sentak tidak akan menghasilkan relaksasi sehingga kita harus berhati-
hati untuk mempertahankan irama yang tidak terputus-putus (Price, 1993).

4. Durasi
Durasi atau lamanya suatu terapi massage bergantung pada luasnya tubuh yang akan dipijat.
Rangkaian massage yang dianjurkan berlangsung antara 5 sampai 15 menit dengan
mempertimbangkan luas daerah yang dipijat (Price, 1997).

5. Frekuensi
Price (1997) mengemukakan, umumnya diyakini bahwa massage paling efektif jika dilakukan
tiap hari, beberapa peneliti mengemukakan bahwa terapi massage akan lebih bermanfaat bila
dilakukan lebih sering dengan durasi yang lebih singkat. Menurut Breakey (1982) yang dikutip
oleh Price (1997), massage selama 10 menit harus sudah menghasilkan relaksasi.
Kontraindikasi Pijit/Massage Terhadap Hipertensi
Kontraindikasi massage sangat bergantung pada tipe keadaan yang diderita pasien (Price,
1997). Ketika seseorang mengalami hipertensi, tekanan yang berlebihan merupakan usaha yang
bertentangan terhadap dinding pembuluh darah. Suatu aktivitas yang mungkin meningkatkan
tingginya tekanan intra-vascular yang beresiko membuat ruptur pembuluh darah. Salah satu efek
fisiologis dari pijat, terutama pada daerah yang dipijat, hal ini merupakan aktivitas yang mampu
meningkatkan sirkulasi darah. Peningkatan sirkulasi darah dapat meningkatkan tekanan intra-
vascular. Ini adalah alasan di balik yang diwaspadai terapi massage dengan klien hipertensi
(Cutler, 2007).

Meskipun banyak terapis massage yang mematuhi kontraindikasi, terdapat banyak bukti yang
bertentangan. Banyak bukti menunjukkan bahwa pijat dapat mengurangi tekanan darah, salah
satunya adalah para peneliti dari Touch Research Institute, University of Miami School of
Medicine dan Nova Southeastern University awal tahun 1999 di Florida dilakukan studi tekanan
darah tinggi dan gejala terkait telah dikurangi dengan pijat. Dalam studi ini, para peserta dengan
hipertensi yang dikontrol secara acak ditugaskan ke salah satu grup terapi massage (pijat) atau
grup relaksasi progresif. Hasil menunjukkan bahwa kedua kelompok telah mengalami penurunan
tingkat kecemasan dan tingkat depresi, namun hanya grup terapi pijat yang menunjukkan
penurunan tekanan darah diastol dan sistol serta tingkat cortisol-stress hormone.
Pijit/Massage Pada Kaki
Menurut Aslani (2003), melakukan massage pada otot-otot besar pada kaki dapat memperlancar
sirkulasi darah dan saluran getah bening serta membantu mencegah varises. Pada saat
melakukan massage pada otot-otot kaki maka tingkatkan tekanan ke otot ini secara bertahap
untuk mengendurkan ketegangan sehingga membantu memperlancar aliran darah ke
jantung. massage pada kaki diakhiri dengan massage pada telapak kaki yang akan merangsang
dan menyegarkan kembali bagian kaki sehingga memulihkan sistem keseimbangan dan
membantu relaksasi.

Pemijatan ini dilakukan dengan persiapan terlebih dahulu, adapun langkah yang harus dilakukan
menurut Aslani (2003) adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan tempat yang nyaman


Lingkungan tempat massage harus membuat suasana rileks dan nyaman, pemijat harus
memperhatikan suhu ruangan yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, penerangan yang
cukup, permukaan tempat massage yang rata dan nyaman jika diperlukan gunakan karpet
dengan busa karet agar menambah suasana nyaman pada klien.

2. Menyeimbangkan diri
Ketenangan dan kenyamanan diri adalah hal yang penting jika ingin memberikan pijatan yang
baik. Kenakan pakaian yang tidak membatasi gerak saat memijat, rilekskan diri dengan
meletakkan kedua tangan dibawah pusar dan rasakan hangat tangan masuk memasuki daerah
pusar kemudaian bukalah mata perlahan-lahan.
3. Effleurage
Effleurage adalah istilah untuk gerakan mengusap yang ringan dan menenangkan saat memulai
dan mengakhiri massage, gerakan bertujuan untuk meratakan minyak esensial dan
menghangatkan otot agar lebih rileks.

4. massage pada klien


Setelah persiapan diatas dilakukan maka klien telah siap untuk
dilakukan massage (pijat). Prosedur massage ini dilakukan dengan posisi berbaring dengan
menutup bagian klien dengan handuk besar mulai dari pinggang sampai kaki. Teknik
pelaksanaan massage ini terdapat dalam lampiran.

Daftar Pustaka Makalah Pijat/Massage

Dalimartha, S. (2008). Care yourself, hipertensi. Jakarta: Penebar Plus+.

Aslani, M. (2003). Teknik Pijat untuk Pemula. Jakarta: Erlangga.

Cutler, N. (2007). Hypertension: Massage Indication or Contraindication?. Dibuka pada tanggal 04


Maret 2009 dari http://www.integrative- healthcare.org/mt/archives/2007/01/Hypertension .html.

Price, S. (1997). Aromaterapi bagi profesi kesehatan. Jakarta: EGC.

Potter & Perry. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan; konsep, proses dan praktik Edisi
4 Volume 2. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A. A. (2007). Riset Keperawatan dan teknik penulisan ilmiah edisi kedua. Jakarta:
Salemba Medika.

Thie, J. DC. (2007). Touch for Health; Petunjuk Praktis untuk Kesehatan yang Alami dengan
Sentuhan Akupresur: Jakarta. Grasindo.

Kaplan. (2006). Kaplan’s Clinical Hypertension, Ninth Edition, Lippincott: Williams & Wilkins.

Rupa-rupa Paltot Gambar


Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk
bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu
adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber
kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa
yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju
kebahagiaan.
Pengertian, Teknik, dan Manfaat Massage "Pijat"
Manusia memiliki kondisi fisik yang sangat sempurna mulai dari ujung rambut sampai alas kaki,
ke semua bagiannya memiliki fungsi yang berbeda dan sangat berkaitan. Semua anggota badan
biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bekerja, olahraga, jalan-jalan, dan lain
sebagainya yang dengan maksud tujuan tertentu.

Tetapi dengan beraktivitasnya anggota badan, sering kita mengalami kelelahan, pegal-pegal,
bahkan sakit yang disebabkan kelelahan atau beraktivitas berlebihan. Sehingga untuk
menanganinya/mengobatinya perlu dipijat/massage supaya proses penyembuhannya terasa
cepat dan enak.

Mssage sangat bermanfaat sekali bagi proses pemulihan tubuh yang pegal-pegal, cidera, atau
sakit, karena massage bisa melancarkan peredaran darah. Banyak sekali jenis-jenis massage
seperti teknik massage Jepang, Cina, mulai dari traditional sampai yang modern yang berguna
untuk menyegarkan tubuh. Di Bab selanjutnya saya akan membahas tentang pengertian
massage, teknik-teknik massage, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan massage
supaya pengetahuan kita menjadi bertambah.

Pengertian Massage
Massage merupakan salah satu di antara cara-cara perawatan tubuh yang paling tua dan paling
bermanfaat dalam perawatan fisik (badan). Dalam ilmu tata rias, massage dapat digunakan
untuk kesehatan dan kecantikan. Untuk menguasai teknik-teknik massage perlu memiliki
pengetahuan mengenai antomi (ilmu urai tubuh) dan latihan melakukan gerakan massage yang
cukup banyak. Massage mengarahkan penerapan manipulasi (penanganan) perawatan dari
bagian luar kepada tubuh. Hal ini dilakukan dengan perantaraan tangan atau dengan bantuan
alat-alat listrik (mekhanik ) seperti steamer facial, vibrator dsb. Para ahli ilmu tata rias membatasi
daerah massage pada tempat-tempat tertentu, terutama:

 Kulit kepala,
 Wajah, leher, dan bahu,
 Punggung dan dada bagian atas,
 Tangan dan lengan.

Massage selalu harus ditunjukkan pada kulit dengan menggunakan cream massage.
Penggunaan cream mempermudah gerakan tangan yang lebih sempurna, dan mencegah
lecet/rusaknya jaringan-jaringan Sebelum melakukan massage, kulit muka dan leher harus
dibersihkan dahulu dengan cleancing.

Manfaat Massage dan Hal-hal yang harus diperhatikan ketika Melakukan Massage
 Massage atau pengurutan adalah cara untuk penyembuhan yang memiliki banyak
manfaat bagi semua sistem organ tubuh. Massage dapat mempengaruhi organ-organ tubuh
sesuai dengan area yang akan dipijat. Manfaatnya antara lain::
 Meningkatkan fungsi kulit: Peredaran darah dalam tubuh yang meningkat akan
membantu proses untuk menghasilkan kelenjar minyak yang akan lebih efektif memproduksi
keringat, sehingga akan membuang zat yang tidak berguna. Lapisan epidermis yang paling
luar akan larut sehingga kondisi kulit akan lebih baik. Fungsi kulit sebagai daya penyerap akan
lebih meningkat dan kulit menjadi lebih halus.
 Melarutkan lemak: Gerakan pengurutan yang sifatnya menekan dan menghentak seperti
meremas/ memijat, menepuk, memukul dapat membantu melarutkan lemak sehingga terjadi
pembakaran tubuh.
 Meningkatkan refleksi pada pencernaaan: Pengurutan perut dengan gerakangerakan
tertentu akan lebih merangsang gerak refleksi (Peristaltik), dengan demikian akan lebih
memperlancar sistem pencernaan.
 Meningkatkan fungsi jaringan otot: Meningkatnya sirkulasi peredaran darah dapat
meningkatkan nutrisi (sari makanan) ke dalam jaringan otot sehingga kekenyalan dan
elastisitas akan lebih bertahan.
 Meningkatkan pertumbuhan tulang dan gerak persendian: Meningkatnya peredaran
darah yang ditimbulkan oleh gerak pengurutan akan meningkat pula nutrisi sehingga dapat
memberi makanan pada sel-sel tulang. Dengan demikian meningkat pula pertumbuhan gerak
persendian.
 Meningkatkan fungsi jaringan syaraf: Gerakan vibrace dan friction dapat merangsang
pada fungsi syaraf di seluruh tubuh.
 Sistem Getah Bening: Luka akibat pukulan akan menyebabkan terjadinya
pembengkakan yang masuk ke dalam sirkulasi getah bening. Pijat dapat mengosongkan
saluran getah bening dan menyembuhkan bengkak tersebut. Jika cairan yang membuat
bengkak tidak disingkirkan, maka akan mengeras sehingga tidak dapat melewati saluran getah
bening. Akibatnya gumpalan cairan yang mengeras tersebut akan menyumpal di sekeliling
jaringan:otot, tulang, urat, ikatan sendi tulang (ligament) dan kemudian terbentuk “pelekatan”
(adhesion).
 Sistem Kandung Kemih: Pijat di bagian punggung dan perut akan meningkatkan aktivitas
ginjal yang mendorong pembuangan produk sisa metabolisme dan mengurangi penumpukkan
cairan.
 Sistem Reproduksi: Sistem reproduksi juga dapat ditingkatkan. Pijat pada bagian perut
dan punggung dapat membantu meredakan masalah haid, seperti rasa sakit, pra menstruasi,
haid tidak teratur, dan lain-lain.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan ketika massage adalah sebagai berikut:
 Massage tidak dilakukan bilamana didapatkan kondisi-kondisi tertentu, seperti : antung
tidak baik, tekanan darah tinggi, sendi-sendi dan kelenjar yang membengkak, kulit yang lecet,
pembuluh kapiler pecah.
 Massage membutuhkan suatu sentuhan yang pasti dan kuat, sehingga membangkitkan
kepercayaan pada orang yang diurut. Karenanya si pengurut harus memiliki : tangan kuat yang
fleksibel, tabiat yang tenang, dapat menguasai diri.
 Mengerjakan massage merupakan gabungan atau kombinasi dari satu atau lebih
gerakan-gerakan dasar sesuai dengan kondisi orang yang diurut serta hasil yang diinginkan.
Hasil dari perawatan massage akan tergantung atas besarnya tekanan, arah gerakan, dan
lamanya masing-masing jenis pengurutan.
Teknik-teknik Massage
1. Effeteurage (Menggosok)
Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau bantalan jari
tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan ringan ataupun dengan sedikit penekanan. Gerakan
ringan biasanya digunakan untuk meratakan minyak pijat, pengenaan gerakan (sebagai gerakan
permulaan) maupun menenangkan kembali jaringan otot yang telah dirangsang dengan
gerakan-gerakan lainnya, misalnya: Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan
telapak tanganatau bantalan jari tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan ringan ataupun
dengan sedikit penekanan. Gerakan ringan biasanya digunakan untuk meratakan minyak pijat,
pengenaan gerakan(sebagai gerakan permulaan) maupun menenangkan kembali jaringan otot
yang telah dirangsang dengan gerakan-gerakan lainnya, misalnya: Effleurage adalah salah satu
teknik pijat yang paling umum digunakan. Menggunakan suksesi gerakan membelai atau
meluncur cahaya atau dalam, tukang pijat tukang pijat atau mengapung di kontur tubuh. Terapis
menggunakan permukaan datar, seperti tangan atau lengan. Dia bergerak dengan rendah
gesekan atas hamparan besar kulit, menerapkan tekanan moderat. Setelah selesai ringan,
memberikan stimulasi yang menyenangkan pada kulit. Diterapkan dengan tekanan lebih, dapat
menghasilkan efek positif pada sirkulasi. Hasil sendi pijat, santai menenangkan.Dalam
Effleurage cahaya, hanya ada sentuhan dangkal menggunakan tangan kontak penuh, hampir
seperti kain halus yang sedang menutupi seluruh permukaan. Tidak ada beriak ataumenarik-
narik kulit dan efeknya adalah di bawah tingkat menggelitik. Ketika dilakukan di stroketerus
menerus, satu tangan mengikuti lain dengan sisi ulnaris terkemuka. Tepi di sisi jari
kelingkingdisebut 'ulnaris', karena terletak di sisi yang sama dari lengan sebagai tulang ulnaris.
Sebuah variasi melibatkan membentuk 'V' dengan kedua tangan yang terletak ringan di kontur
kaki, kecil daridepresi kembali dan lainnya. Tangan kemudian bergerak bersama-sama di atas
permukaan, bersama membentang panjang otot. Ketika tekanan meningkat, ini menjadi
Effleurage dalam, yang sama-sama menyenangkan untuk klien, tetapi dalam cara yang berbeda.
Peningkatan tekanan merangsang lapisan kulit (yang 'subkutan' di bawah permukaan) untuk
merangsang fasia. Sebuah riak kecil diproduksi, dengan menarik menciptakan sensasi
menyenangkan. Peningkatan tekanan, ke titik bahwa jaringan otot bergerak, menghasilkan
stroke gesekan. Tangan harus tetap lentur, sementara terapis bervariasi permukaan atau bagian
yang digunakan kadang-kadang datar telapak, kali lainujung jari. Horisontal vertikal membelai
berikut meluncur, kemudian shingling, bi-lateral stroke pohon dan variasi lainnya. Pohon-stroke
melibatkan mulai sepanjang garis pusat, seperti tulang belakang, kemudian bergerak ke luar,
jari-jari terentang untuk membuat cabang-cabang kecil. Shingling dicapai dengan menggunakan
satu tangan berikut lain, bekerja sepanjang bujur dari sisi atau belakang atau kaki. Meluncur
kontak penuh diterapkan di seluruh permukaan besar dari belakang. Kemudian gerak yang
bervariasi dengan menggunakan satu tangan memperkuat di atas yang lain, dengan gesekan
tangan di bawah menerapkan, tangan atas digunakan untuk meningkatkan tekanan. Kadang-
kadang teknik ini akan diubah dengan menggunakan lengan.

2. Petrissage (Memijat-mijat)
Petrissage adalah gerakan pemijatan dengan tekanan yang dalam dan memampatkan otot yang
mendasarinya. Adonan, meremas-remas, kulit bergulir dan pick-up dan memeras adalah
gerakan Petrissage. Mereka semua dilakukan dengan permukaan palmar empuk tangan,
permukaan jari dan juga ibu jari. Selama menguleni, tangan harus dibentuk ke daerah dan
gerakan harus lambat dan berirama. Knuckling adalah bentuk lain dari memijat tetapi
menggunakan buku-buku jari untuk diremas-remas dan lift dimelingkar dan gerakan ke atas.
Scissoring lain Petrissage gerakan yang dilakukan hanya di daerah yang datar dengan tekanan
yang sangat sedikit. Jari telunjuk dan tengah kedua tangan hanya digunakan untuk gerakan ini.
Mereka ditempatkan berlawanan satu sama lain dan kemudian secara perlahan bekerja
terhadap satu sama lain mengangkat dan melepaskan mereka pergi.

Manfaat
 Dengan bergantian meremas dan santai, pembuluh darah dan pembuluh limfatik
dikosongkan dan diisi, membawa nutrisi segar untuk otot-otot.
 Setiap racun yang telah terakumulasi dihapus dari jaringan yang lebih dalam.
 Petrissage sangat berharga dalam membantu untuk memecah dan menghapus deposit
lemak disekitar, bahu paha dan bokong.
 Hal ini juga membantu untuk mencegah kekakuan otot setelah latihan dan dapat
meredakan kejang otot.
Kesalahan untuk menghindari
 Pastikan bahwa anda menggunakan seluruh tangan anda bukan hanya jari-jari anda dan
ibu jari anda;
 Ambil otot dan bukan kulit jika tidak ada bahaya mencubit daging. Jangan geser jari anda
di atas kulit penerima.
3. Vibration dan Shaking (Menggetarkan dan Menggoncang)
Vibration atau vibrasi adalah gerakan pijat menggetarkan jaringan tubuh yang ditimbulkan oleh
pangkal lengan, dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari tangan. Vibrasi statis adalah
vibrasi yang dilaksanakan bila hanya berhenti pada suatu tempat, dan vibrasi dinamis bila
gerakan tersebut berjalan menuju ke bagian tempat lainnya.

Shaking adalah gerakan getar yang lebih kuat, sejenis guncangan. Vibrasi juga bisa dilakukan
dengan jari-jari tangan di sepanjang jalan saraf. Cara melakukan vibrasi yaitu telapak tangan
ditaruh pada bagian tubuh yang akan digetarkan. Otot bagian tubuh yang dipijat digetar-getarkan
dengan cepat. Gerakan getar yang lembut disebutvibrasi. Jika getaran dilakukan dengan kuat,
disebut shaking atau mengguncang. Gerakan getar Vibration dan Shaking menstimulasi bagian
tubuh yang digetarkan. Vibrasi yang dilakukan pada saraf, bermanfaat untuk
memperbaiki/memulihkan dan mempertahankan fungsi saraf serta otot yang disuplai oleh saraf
yang bersangkutan sehingga meningkatkan suplai nutrisi. Vibration berguna untuk
menyembuhkan kelumpuhan atau saraf yang lemah. Shaking dapat dilakukan pada bagian perut
untuk menyembuhkan atau memperbaiki pencernaaan. Juga untuk meningkatkan kesehatan
usus dan memerangi sembelit. Vibrasi dan shaking pada bagian dada sangat baik untuk
menyembuhkan masalah-masalah pernafasan seperti asma.

Beberapa hal yang perlu dihindari selama melakukan vibration dan shaking yaitu tidak dianjurkan
pada bagian tubuh yang sedang mengalami peradangan, Vibration dan shaking tidak dilakukan
dengan cepat dan tidak terlalu menekan.
4. Tapotement (Memukul)
Tapotement termasuk satu seri pijat ringan, cepat dengan gerakan kejut (striking action) dengan
kedua tangan bergantian secara cepat. Dua pijatan utama dalam gerakan tapotement yaitu
‘cupping’ dan ‘hacking’. Keduanya bisa dilakukan pada semua bagian tubuh meskipun paling
efektif pada bagian yang berdaging dan berotot besar seperti pinggul. Gerakan lainnya dari
tapotement adalah meliputi memukul perlahan (flicking), memukul (beating) dan menumbuk
(pounding). Tenaga yang digunakan untuk memijat dengan teknik tapotement berasal dari
pergelangan tangan, bukan dari siku tangan atau bahu. Diperlukan keluwesan pergelangan
tangan untuk memperoleh hentakan yang ringan dan tidak sakit pada klien dan merangsang
sesuai dengan tujuan dalam melakukan tapotement. Tapotement tidak boleh dikenakan pada
area yang bertulang menonjol ataupun pada otot yang tegang serta area yang terasa sakit atau
nyeri. Beberapa variasi percussion movement adalah : mencincang (hacking), flicking, menepuk
(cupping atau capping), memukul (beating) dan meninju (pounding) Teknik hacking
menggunakan tepi tangan (the ulnar border). Kedua tangan diposisikan di atas bahu klien
dengan telapak tangan saling berhadapan, jempol berada diatas. Tangan diturunkan (berupa
pukulan ringan menggunakan sisi telapak tangan) bergantian secara ritmik ke tubuh klien
dengan gerakan cepat. Teknik ini digunakan pada setiap akhir pemijatan untuk membangunkan
klien. Teknik pijat flicking mirip hacking dan seringkali dijelaskan sebagai ‘finger hacking’ atau
teknik hacking menggunakan jari-jari. Dalam melakukan teknik ini, pergelangan tangan
dilenturkan dan hanya menggunakan kelingking untuk menyentuh tubuh yang dipijat (bukan sisi
telapak angan). Gerakan ini jauh lebih ringan dan lebih lembut dibandingkan hacking.

Cupping dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke arah bawah, membentuk sebuah
lekukan yang vakum. Tangan yang sudah membentuk lekukan diturunkan dengan cepat, sampai
menyentuh tubuh klien, sehingga terbentuk vakum yang kemudian dilepas saat mengangkat
tangan.

Beating dilakukan dengan kedua tangan dalam posisi saling menempel dan jari-jari tangan
digenggam ringan dengan posisi jari kelingking menyentuh tubuh yang dipijat.

Pounding menggunakan telapak tangan dalam posisi genggam dengan cara memukul pada
tubuh yang dipijat secara cepat.

Tapotement sifatnya menstimulasi, yaitu pada saat darah terdorong ke permukaan, sirkulasi
meningkat. Tapotement bermanfaat terutama untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan
berolah raga. Teknik cupping bermanfaat jika dilakukan pada punggung bagian atas dan tengah,
karena mampu mengeluarkan lendir yang ada dalam paru-paru, sehingga pernafasan menjadi
longgar. Tapotement juga bermanfaat dalam mempengaruhi kesehatan otot dan memperkuat
kontraksi otot saat distimulasi. Pijat ini juga berguna untuk mengurangi deposit lemak dan bagian
otot yang lembek (biasanya di bagian bokong dan pinggul). Selama melakukan tapotemet
tangan harus betulbetul membentuk cup (mangkuk) ketika melakukan cupping, agar mampu
menimbulkan suara dan orang yang dipijat tidak merasa sakit, ketika melakukan hacking, jari-jari
jangan dalam keadaaan tegang, karena pukulan yang sampai ke tubuh klien akan menyakitkan,
usahakan tangan lemas dan pastikan penggunaan tenaga berasal dari pergelangan tangan. Jika
menggunakan tenaga dari siku atau bahuakan cepat lelah, teknik pijat tapotement tidak
digunakan pada bagian tubuh yang ‘bertulang’, karena akan menimbulkan rasa sakit, terutama
bagian punggung.

5. Friction (Menggerus)
Teknik pijat friction menggunakan bagian jari jempol, yaitu melakukan gerakan melingkar kecil-
kecil dengan penekanan yang lebih dalam dengan menggunakan ibu jari tersebut. Gerakan ini
digunakan pada area tubuh tertentu seperti betis, trepezium dan lain-lain, dengan maksud untuk
penyembuhan ketegangan otot dan rasa pegal pada persendian. Dalam melakukan gerakan
friction boleh menggunakan ujung jari, buku jari bahkan siku tangan. Untuk melepaskan bagian
otot yang tegang dapat menggunakan gerakan memutar (putaran kecil) dari jari jempol. Gerakan
ini efektif jika dilakukan pada setiap sisi tulang belakang.Teknik ini bermanfaat untuk melepaskan
bagian-bagian otot yang kejang yang terbentuk sebagian akibat stress dan ketegangan, dapat
menghilangkan akumulasi dari sisa-sisa metabolisme.

Pijat friction dapat membantu memecah deposit lemak, oleh karena itu bermanfaat dalam kasus
obesitas, sangat efektif menghilangkan benjolan bekas luka yang telah sembuh sempurna dan
bermanfaat mengurangi tonjolan pada lutut seperti platella dan meningkatkan temperatur tubuh
dengan cara meningkatkan aktivitas sel-sel tubuh sehingga aliran darah lebih lancar. Saat
memijat teknik friction dilakukan berangsur-angsur menekan jaringan tubuh makin lama makin
keras, sesuai dengan toleransi tubuh yang dipijat, namun tidak menekan secara berlebihan agar
tidak terasa sakit. Saat melakukan gerakan friction tidak membungkukkan pundak untuk
menekan, karena akan mengakibatkan kelelahan. Gerakan pijat dilakukan dengan menggerakan
jaringan di bawah kulit, tidak hanya kulitnya saja.

6. Walken (Menggosok Melintang)


Pegangan ini dikerjakan dengan dua tangan. Misalnya tangan kiri berada pada bagian proksimal,
memegang otot dengan ibu jari dan jari-jariyang lain terpisah. Tangan kanan memegang otot tadi
pada bagian ditaldengan posisi ibu jari berada di antara telunjuk dan ibu jari tangan kiri. Tangan
kiri lebih dulu melakukan pijatan dan sementara itu juga tangankanan melakukan pijatan dengan
ibu jari. Tangan kiri kendur dan menggeser keatas dan melakukan pijatan lagi yang kemudian
diikuti tangan kanan.

7. Skin Rolling (Menggeser Lipatan)


Manipulasi ini ditujukan untuk melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh
kapilair (rambut) di bawah kulit. Adapun tujuannya adalah untuk memepertinggi tonus dan
memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah di bawah kulit.

8. Stroking (Mengurut)
Manipulasi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi syaraf-syaraf vegetatif pada jaringan-jaringan
di bawah kulit dan mencari atau mengetahui kelainan-kelainan jaringan. Adapun tujuannya
adalah untuk melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik.

Khasiat fisiologis pengurutan

 Pemgurutan yang dilakukan secara ahli mempunyai pengaruh terhadap faal (fungsi)
badan secara langsung maupun tidak langsung. Efek langsung pengurutan dapat terlihat
pertama-tama pada kulit. Pada massage peredaran darah kulit dan alat-alat ditingkatkan,
misalnya sekresi kelenjar-kelenjar, pemberian makanan dan pengeluaran zat yang tidak lagi
berguna bagi tubuh. Hampir tidak ada alat tubuh yang tidak dipengaruhi secara baik oleh
gerak-gerak urut secara ilmiah.
 Khasiat pengurutan badan, lengan, dan tungkai pada jaringan-jaringan tubuh :
 Rangsang ritmik terhadap kulit : meningkatkan peredaran darah kulit, dan merangsang
susunan sensorik kulit secara berirama.
 Otot-otot rangka dan urat-urat otot : meningkatkan peredaran darah otot dan
menghilangkan tegangan serabut-serabut otot.
 Terhadap ikat-ikat (ligamentum) memperbaiki gangguan ikat-ikat.
 Peredaran darah dan limfe : melancarkan peredaran darah dan limfe
 Susunan saraf : merangsang susunan saraf secara berirama untuk mencapai efek
seudatif (merangsang dan menenangkan)
 Jaringan lemak : tidak terpengaruh oleh massage.
Pengurutan pada muka dan kepala berkhasiat terhadap :
 Kelancaran fungsi kulit dan semua jaringan di muka dan kepala
 Kulit menjadi halus dan lemas
 Peredaran darah diperbaiki
 Aktivitas kelenjar-kelenjar kulit dirangsang
 Keadaan jaringan otot diperbaiki karena peredaran darah di dalam otot pun lebih lancar
 Gerakan berulang terhadap susunan saraf berkhasiat menenangkan
 Rasa sakit dapat dikurangi Pengurutan yang terlalu keras pada wajah dan leher akan
mengakibatkan otot kulit tertarik dan memanjang, sehingga mengakibatkan kekenduran
hubungan kulit dengan tulang.

Materi Kuliah

1.Teori Masasge

2.Masasge untuk managemen nyeri

3.Masasge untuk terapi

4.Masasge untuk Kesehatan

5.Pratik Masasge