Anda di halaman 1dari 94

ffi

v KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
JL. MEDAN MERDEKA BARAT NO.
JAKARTA 10110
8
TELP. i (021) 3811 308, 3505006
FAX : (021) 34516s7
SMS center : +62.813-1

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA


11111 -05
TLX : 46116 Menhub lA
email : pusdatin@dephub.go.id
home page : www.dephub.go.id

NOMOR : KP 679 TAHUN 2OL5

TENTANG

RBNCANA STRATBGIS SEKRETARIAT JENDERAL


KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2015 2OL9

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTBRI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Keputusan


Menteri Perhubungan Nomor KP 430 Tahun 2015
tentang Rencana Kementerian
Strategis
Perhubungan Tahun 2015 2OI9 perlu
ditindaklanjuti dengan Rencana Startegis Sekretaria\
Jenderal Kementerian Perhubungan Tahun 2015-
2019;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud dalam huruf a, perlu ditetapkan
Keputusan Menteri Perhubungan tentang Rencana
Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian
Perhubungan Tahun 2015 2OL9 dengan Keputusan
Menteri Perhubungan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, tentang


Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor25 Tahun 2OO4 tentang


Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO4
Nomor IO4, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 442L1;

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2OO7 tentang


Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005 2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2OO7 Nomor 33, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4700);

({)n (Fpntrp{p*rrtrtrvrtlr-t'yt
2

4. Peraturan Pemerintah Nomor 2L Tahun 2OO4 tentang


Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran wegara
Republik Indonesia Tahun 2oo4 Nomor Ts);

5. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Tahun 2015 2OL9 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

6. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 20 15 tentang


Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 201s Nomor B);

7. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang


Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor TS);

8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31


Tahun 2006 tentang pedoman dan proses
Perencanaan di Lingkungan Departemen
Perhubungan;

9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 4gl


Tahun 2OO7 tentang Rencana pembangunan Jangka
Panjang Departemen perhubungan Tahun 2005_
2025;

10. Peraturan Menteri perhubungan Nomor KM 60


Tahun 2OLO tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Perhubungan sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri perhubungan
Nomor PM 68 Tahun 2OL3 (Berita Negara RepuUtit<
Indonesia Tahun 2013 Nomor 1113);

11. Peraturan Menteri perencanaan pembangunan


Nasional/Kepala Badan perencanaan pembangunan
Nasional Nomor 5 Tahun 2014 tentang pedoman
Pen5rusunan dan Penelaahan Rencana Strategis
Kementerian/Lembaga (Renstra K/L) Tahun 2015_
2019;

12. Keputusan Menteri perhubungan Nomor Kp 430


Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian
Perhubungan Tahun 20 15 - 2Ot9:
3

MEMUTUSI(AN:

Menetapkan KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG


RENCANA STRATEGIS SEKRETARIAT JENDERAL
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2015 - 2OL9.
PERTAMA Menetapkan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan Tahun 2OL5 2OL9
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan
Menteri ini

KEDUA Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian


Perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Diktum
PERTAMA wajib digunakan sebagai pedoman oleh seluruh
unit kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan.

KETIGA Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian


Perhubungan akan dievaluasi secara berkala disesuaikan
dengan perkembangan lingkungan strategis yang terjadi.

KEEMPAT Keputusan Menteri ini berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal L6 Desember 2015

An. MENTERI PERHUBUNGAN


SEKRETARIS JBNDERAL

ttd
SUGIHARDJO
Pembina Utama Madya (IV/d)
NIP. L96rO224 L99203 1 00 1

Salinan sesuai dengan aslinya

SRI LESTARI RA
Pembina Utama Muda (IV/c)
NIP. L9620620 198903 2 001
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN
NOMOR KP. 679 TAHUN 2015
TENTANG
RENCANA STRATEGIS
SEKRETARIAT JENDERAL
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
TAHUN 2015-2019

JAKARTA
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-
Nya sehingga Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan
Tahun 2015-2019 dapat diselesaikan.

Rencana Strategis merupakan suatu proses rencana yang berorientasi pada hasil yang
dicapai dalam kurun waktu lima tahun dengan memperhitungkan berbagai
kekuatan/potensi, hambatan dan peluang yang ada atau mungkin timbul. Dokumen
Renstra memuat tujuan dan sasaran strategis serta kebijakan dan program yang realistis
selama periode 2015-2019.

Renstra Sekretariat Jenderal ini mengacu dan sejalan dengan dokumen Renstra
Kementerian Perhubungan 2015-2019. Renstra Setjen Tahun 2015—2019 digunakan
sebagai pedoman dan arah pembangunan yang hendak dicapai pada periode 2015-2019,
serta merupakan dasar dan acuan bagi Unit Eselon II di lingkungan Setjen untuk (1)
Penyusunan dan penetapan Rencana Lima Tahunan (Rencana Strategis); (2) Penyusunan
dan penetapan Rencana Kerja Tahunan (Renja) dan RKA-KL; (3) Pelaksanaan Rencana
Kerja Tahunan; (4) Pemantauan dan Evaluasi (Renja, Renstra, dan LAKIP).

Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unit
kerja eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal yang telah memberikan substansi, data
dan sumbang saran dalam penyusunan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal 2015-2019.

Kami menyadari bahwa Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan


2015-2019 masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapkan adanya
saran/masukan/evaluasi dari para pejabat yang berkepentingan dalam kesempurnaan
dari dokumen dimaksud. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha dan upaya
kita. Amin.

Jakarta, Desember 2015


Sekretaris Jenderal

SUGIHARDJO

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................1


DAFTAR ISI.........................................................................................................................2
DAFTAR TABEL ...................................................................................................................3
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................................4
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................................5
1.1 Kondisi Umum ......................................................................................................6
1.1.1 Ketugasan Sekretariat Jenderal.................................................................9
1.1.2 Capaian Kinerja Sekretariat Jenderal ......................................................19
1.2 Potensi dan Permasalahan .................................................................................39
1.2.1 Potensi ...................................................................................................39
1.2.2 Permasalahan .........................................................................................46
BAB 2 TUJUAN DAN SASARAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENHUB ............................54
2.1 Tujuan Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019 .....54
2.2 Sasaran Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019 ...55

BAB 3 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ........................................................................58


3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Perhubungan.....................................58
3.1.1 Keselamatan dan Keamanan...................................................................58
3.1.2 Pelayanan Transportasi ..........................................................................58
3.1.3 Kapasitas Transportasi ............................................................................59
3.2 Arah Kebijakan dan Strategi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan.....59
3.3 Kerangka Regulasi ..............................................................................................63
3.4. Kerangka Kelembagaan ......................................................................................67

BAB 4 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN .................................................69

4.1 Target Kinerja .....................................................................................................69


4.2 Kerangka Pendanaan ..........................................................................................73
4.3 Kerangka Kegiatan Strategis ...............................................................................76

BAB 5 PENUTUP .............................................................................................................89

2
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Capaian Fisik Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun


2010-2014 .................................................................................................20
Tabel 1.2 Capaian Kinerja Biro Kepegawaian dan Organisasi.....................................29
Tabel 2.1 Konektivitas Tujuan dan Sasaran Sekretariat Jenderal di Kementerian
Perhubungan Tahun 2015-2019 ................................................................56
Tabel 4.1 Indikator Kinerja Utama Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan
Tahun 2015-2019 ......................................................................................70
Tabel 4.2 Matriks Pendanaan Sekretariat Jenderal pada tahun 2015-2019 ...............73
Tabel 4.3 Matriks Kegiatan Strategis Sekretariat Jenderal pada tahun 2015-2019 ....77

3
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian


Perhubungan ...............................................................................................8

4
BAB 1 PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional, pada pasal 15 ayat 1 dan pasal 19 ayat 2 menyebutkan bahwa
setiap Kementerian/Lembaga wajib menyusun Rencana Strategis Kementerian/Lembaga
(Renstra K/L) guna menjaga konsistensi keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan dan
pengawasan disamping untuk menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara
efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut di atas, sesuai
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah, pada diktum ke dua menerangkan bahwa setiap instansi pemerintah mulai
dari Kementerian/Lembaga, Eselon I dan Eselon II wajib menyusun rencana strategis
untuk melaksanakan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai wujud
pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah.

Sebagai turunan dari Renstra Kementerian/Lembaga, maka Renstra Sekretariat Jenderal


mempunyai peran dan fungsi yang tidak kalah pentingnya, dimana muatan materi Renstra
Sekretariat Jenderal 2015-2019 berisi program dan kegiatan yang dilengkapi sasaran,
indikator, target dan alokasi anggaran yang akan dilakukan oleh unit kerja pada lingkup
Sekretariat Jenderal dalam menjalankan tugas manajemen koordinasi dan tugas teknis
lainnya di lingkup Kementerian Perhubungan secara tahunan dalam periode tahun 2015-
2019.

Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan tahun 2015-2019


disusun berdasarkan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014
tentang Pedoman Penyusunan dan Penelahaan Rencana Strategis Kementerian /
Lembaga. Adapun tujuan Renstra Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan adalah
membantu penyelenggaraan dan penerapan kebijakan transportasi melalui koordinasi
pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh

5
unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan sebagaimana Perpres Nomor 40
Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan.

Adapun sistematika penyusunan Renstra Sekretariat Jenderal tahun 2015-2019, dapat


disampaikan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN memuat Gambaran Kondisi Umum, Potensi dan Permasalahan


BAB II TUJUAN DAN SASARAN SEKRETARIAT JENDERAL memuat uraian Tujuan dan
Sasaran Sekretariat Jenderal
BAB III ARAH KEBIJAKAN dan STRATEGI memuat Arah Kebijakan Kementerian
Perhubungan serta Sekretariat Jenderal
BAB IV TARGET KINERJA dan PENDANAAN memuat Target Kinerja dan Kerangka
Pendanaan
BAB IV Penutup memuat Kaidah Pelaksanaan

1.1 Kondisi Umum

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian


Perhubungan. Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri Perhubungan serta mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan
tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi
di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi:


1. Koordinasi kegiatan Kementerian Perhubungan;
2. Koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Perhubungan;
3. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan,
kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerjasama, hubungan masyarakat, arsip,
dan dokumentasi Kementerian Perhubungan;
4. Pembinaan dan penataaan organisasi dan tata laksana;
5. Koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan
advokasi hukum;

6
6. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa
pemerintah; dan
7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Perhubungan.

Struktur organisasi Sekretariat Jenderal terdiri dari 5 (lima) unit Eselon II yang terdiri dari
5 (lima) Biro, yaitu:
1. Biro Perencanaan, selanjutnya disebut Biro I;
2. Biro Kepegawaian dan Organisasi, selanjutnya disebut Biro II;
3. Biro Keuangan dan Perlengkapan, selanjutnya disebut Biro III;
4. Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri, selanjutnya disebut Biro IV;
5. Biro Umum, selanjutnya disebut Biro V;

Untuk menjalankan tugas dan fungsi tersebut Sekretariat Jenderal didukung oleh 3 (tiga)
Pusat sebagai unsur penunjang, yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada
Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal. Unsur penunjang pada unit kerja
Sekretariat Jenderal terdiri dari:
1. Pusat Data dan Informasi;
2. Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi;
3. Pusat Komunikasi Publik.

Selain itu, terdapat juga 2 (dua) unsur penunjang lainnya yang secara administratif
struktural berada di bawah pembinaan Sekretaris Jenderal, namun dalam tugas
memberikan masukan langsung kepada Menteri Perhubungan yaitu :
1. Komite Nasional Keselamatan Transportasi;
2. Mahkamah Pelayaran.

7
MENTERI PERHUBUNGAN

INSPEKTORAT JENDERAL /
STAF AHLI MENHUB SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL / BADAN

BIRO BIRO BIRO KEUANGAN BIRO HUKUM & BIRO UMUM PUSAT DATA & PUSAT KAJIAN PUSAT KOMITE MAHKAMAH
PERENCANAAN KEPEGAWAIAN & & KERJASAMA INFORMASI KEMITRAAN KOMUNIKASI NASIONAL PELAYARAN
ORGANISASI PERLENGKAPAN LUAR NEGERI &PELAYANAN PUBLIK KESELAMATAN
JASATRANSPOR TRANSPORTASI
TASI

BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN TU BAGIAN TU BAGIAN TU BAGIAN TU


RENCANA PERENCANAAN PELAKSANAAN PERATURAN PIMPINAN &
KEPEGAWAIAN ANGGARAN TRANSP. DARAT KEPROTOKOLAN BIDANG SISTEM BAGIAN KAJIAN BAGIAN MEDIA
& PER-KA-AN INFORMASI KEMITRAAN & MASSA & OPINI
PELAYANAN PUBLIK
JASA TRANSP.
BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN TU
DARAT & PER-
PROGRAM PENGEMB. AKUNTANSI PERATURAN KEMENTERIAN
KA-AN
KEPEGAWAIAN TRANSP.
LAUT DAN
BIDANG BAGIAN KAJIAN BAGIAN
UDARA
DATA KEMITRAAN & PUBLIKASI &
PELAYANAN PELAYANAN
JASA TRANSP. INFORMASI
BAGIAN BAGIAN MUTASI, BAGIAN BAGIAN BAGIAN RUMAH LAUT &
PENTARIFAN & KESEJAHTERAAN PEMBENDA- PERJANJIAN & TANGGA MANAJEMEN
PELAPORAN & DISPLIN HARAAN PERTIMBANGAN MULTIMODA
PEGAWAI HUKUM
BAGIAN KAJIAN
KEMITRAAN &
BAGIAN ANALISA BAGIAN BAGIAN BAGIAN BAGIAN
PELAYANAN 8
& EVALUASI ORGANISASI PERLENGKAPAN KERJASAMA PEMBIAYAAN &
JASA TRANSP.
TATA LAKSANA LUAR NEGERI PERJALANAN
UDARA

Gambar 1.1. Struktur Organisasi di Lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan


1.1.1 Ketugasan Sekretariat Jenderal
Ketugasan Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan dikelompokkan kedalam
beberapa Unit Kerja Eselon II yang masing-masing memiliki tugas pokok dan fungsi
sebagai berikut :

A. Tugas Pokok dan Fungsi Biro Perencanaan


Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana,
pengolahan dan penelaahan , penetapan tarif, program dan anggaran, pemantauan dan
evaluasi pelaksanaan rencana dan program, serta koordinasi penyediaan infrastruktur
melalui pinjaman/hibah luar negeri, dan hubungan lembaga negara dan lembaga
pemerintah, serta evaluasi dan pelaporan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi sebagai


berikut :
1. Penyiapan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan direktorat jenderal dan badan di
lingkungan Kementerian Perhubungan;
2. Penyiapan koordinasi penyusunan rencana jangka pendek, jangka menengah dan
jangka panjang di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
3. Penyiapan koordinasi penyusunan rencana dan penetapan pentarifan di bidang
perhubungan;
4. Penyiapan koordinasi bahan hubungan lembaga negara dan lembaga pemerintah;
5. Penyiapan koordinasi penyusunan program dan anggaran di lingkungan Kementerian
Perhubungan;
6. Penyiapan koordinasi penyusunan dan penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran
Kementerian Perhubungan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA);
7. Penyiapan koordinasi penyusunan rencana penyediaan infrastruktur yang dilakukan
melalui pinjaman/hibah luar negeri;
8. Analisis dan evaluasi pelaksanaan rencana dan program serta pinjaman/hibah luar
negeri;
9. Penyiapan koordinasi dan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah Kementerian Perhubungan; dan
10. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

9
B. Tugas Pokok dan Fungsi Biro Kepegawaian dan Organisasi
Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan perumusan,
pembinaan, dan pengendalian kepegawaian, organisasi dan ketatalaksanaan di
lingkungan Kementerian Perhubungan, serta evaluasi dan pelaporan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan


fungsi:
1. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan pengendalian perencanaan kepegawaian;
2. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan pengendalian pengembangan kepegawaian;
3. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan pengendalian mutasi, kesejahteraan, disiplin,
asessmen dan konseling pegawai;
4. Penyiapan perumusan, pembinaan, dan pengendalian organisasi dan tata laksana;
5. Penyiapan perumusan program kerja dan anggaran biro;
6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro; dan
7. Penyusunan evaluasi dan pelaporan.

C. Tugas Pokok dan Fungsi Biro Keuangan dan Perlengkapan


Biro Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan
pembinaan administrasi keuangan dan perlengkapan/barang milik negara di lingkungan
Kementerian Perhubungan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Keuangan dan Perlengkapan menyelenggarakan


fungsi:
1. Penyiapan penyusunan dokumen dan administrasi pelaksanaan anggaran pendapatan
dan belanja Kementerian Perhubungan;
2. Penyiapan pelaksanaan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian
Perhubungan;
3. Penyiapan pemantauan, penilaian dan penyusunan laporan serta pembinaan
pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan;
4. Penyiapan pembinaan, pemantauan, evaluasi dan penyusunan pelaporan keuangan
pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta Implementasi Sistem Akuntansi

10
Pemerintah (SAP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan
Kementerian Perhubungan;
5. Penyiapan pelaksanaan penyusunan laporan keuangan berupa Laporan Realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (LRA, Neraca dan CaLK) serta penyusunan
laporan SIMAK-BMN di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
6. Penyiapan pelaksanaan verifikasi dan akuntansi serta penyusunan laporan
pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Kementerian Perhubungan;
7. Penyiapan pembinaan pengelolaan keuangan negara serta penyiapan penetapan
pengelola anggaran di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
8. Penyiapan pembinaan, koordinasi, pemantauan dan evaluasi pengelolaan serta
pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Kementerian
Perhubungan;
9. Penyiapan pembinaan, pemantauan dan evaluasi tindak lanjut laporan hasil
pemeriksaan unsur pengawasan;
10. Penyiapan pertimbangan penyelesaian masalah dan proses tindak lanjut tuntutan
perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian Perhubungan;
11. Penyiapan usulan penetapan, evaluasi, pembinaan dan pemantauan pengelolaan
Badan Layanan Umum (BLU) di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
12. Penyiapan pembinaan pengelolaan barang milik negara meliputi antara lain
pengelolaan pengadaan barang/jasa, inventarisasi dan penilaian, penggunaan dan
penetapan status, pemanfaatan, pemindahtanganan, penghapusan dan
penatausahaan di lingkungan Kementerian Perhubungan;
13. Koordinator dan penanggung jawab pelaksanaan tugas/kegiatan Unit Akuntansi
Pengguna Anggaran dan Barang (UAPA/B) di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
14. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

D. Tugas Pokok dan Fungsi Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri
Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,
koordinasi, penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang transportasi,
penyuluhan hukum, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta urusan
kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian Perhubungan.

11
Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri
menyelenggarakan fungsi :
1. Penyiapan pembinaan terhadap penyusunan peraturan perundang-undangan di
bidang transportasi, penyuluhan hukum, pemberian pertimbangan dan bantuan
hukum, serta urusan kerjasama luar negeri;
2. Perencanaan, penelaahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang
transportasi;
3. Penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di
bidang transportasi;
4. Pemberian pertimbangan dalam penerapan peraturan perundang-undangan dan
penyusunan perjanjian;
5. Penyiapan bahan ratifikasi konvensi dan perjanjian internasional di bidang
transportasi;
6. Pelaksanaan pengelolaan jaringan dokumentasi peraturan perundang-undangan di
bidang transportasi;
7. Pelaksanaan penyuluhan hukum dan peraturan perundangundangan;
8. Pelaksanaan penyiapan koordinasi, pemantauan dan evaluasi serta konsultasi dengan
instansi terkait mengenai pelaksanaan kerjasama luar negeri; dan
9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

E. Tugas Pokok dan Fungsi Biro Umum


Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian urusan
ketatausahaan, keprotokolan, pembiayaan, dan kerumahtanggaan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Biro Umum menyelenggarakan fungsi:


1. Penyiapan penyelenggaraan urusan ketatausahaan pimpinan kementerian;
2. Penyiapan penyelenggaraan urusan keprotokolan;
3. Penyiapan penyelenggaraan urusan persuratan dan kearsipan;
4. Penyiapan penyusunan anggaran Sekretariat Jenderal dan pelaksanaan
penatausahaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Perwakilan
Kementerian Perhubungan di Luar Negeri;

12
5. Penyiapan penatausahaan pembiayaan dan penggajian Sekretariat Jenderal serta
pelaporannya; dan
6. Penyiapan penyelenggaraan urusan kerumahtanggaan yang menjadi tanggung jawab
Kantor Pusat Sekretariat Jenderal.

F. Tugas Pokok dan Fungsi Pusat Data dan Informasi


Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengendalian dan
pengelolaan sistem informasi, data, serta Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan
Statistisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat
Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan penyusunan rencana, program kerja dan anggaran di lingkungan Pusat
Data dan Informasi;
2. Penyiapan perumusan, pengkajian dan penelaahan kegiatan sistem informasi dan
pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan;
3. Penyiapan koordinasi dan pengendalian kegiatan sistem informasi dan pengelolaan
data di lingkungan Kementerian Perhubungan;
4. Penyiapan pembinaan, pengelolaan dan pemantauan kegiatan sistem informasi dan
pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan;
5. Penyiapan evaluasi, pemeliharaan, dan penginventarisasian kegiatan sistem informasi
dan pengelolaan data di lingkungan Kementerian Perhubungan;
6. Penyiapan pembinaan dan pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan
Statistisi di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
7. Penyiapan Pengelolaan Administrasi dan Penilaian Angka Kredit (PAK) Jabatan
Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
dan
8. Pelaksanaan urusan keuangan, kepegawaian, persuratan, kearsipan, perlengkapan,
rumah tangga, dan pengelolaan administrasi barang milik negara di lingkungan Pusat
Data dan Informasi.
9. Pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan Kementerian
Perhubungan.

13
G. Tugas Pokok dan Fungsi Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi
Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi mempunyai tugas melaksanakan
penyelenggaraan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan
hidup sektor transportasi. Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Kajian Kemitraan dan
Pelayanan Jasa Transportasi menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan penyusunan rencana, program kerja, dan anggaran penyelenggaraan Kajian
Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi serta Lingkungan Hidup Sektor
Transportasi;
2. Penyiapan penyelenggaraan Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi serta
Lingkungan Hidup Sektor Transportasi;
3. Penyiapan pemantauan dan evaluasi Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa
Transportasi serta Lingkungan Hidup Sektor Transportasi;
4. Penyiapan pengumpulan data dan informasi yang terkait dengan Kemitraan dan
Pelayanan Jasa Transportasi serta Lingkungan Hidup Sektor Transportasi;
5. Penyiapan koordinasi terkait kajian, pemantauan dan evaluasi Kemitraan dan
Pelayanan Jasa Transportasi serta Lingkungan Hidup Sektor Transportasi;
6. Penyiapan pelaporan hasil pelaksanaan kajian Kemitraan, Pelayanan Jasa Transportasi
dan Lingkungan Hidup Sektor Transportasi; dan
7. Pelaksanaan urusan keuangan, kepegawaian, kerumahtanggaan, dan ketatausahaan
di lingkungan Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi.

H. Tugas Pokok dan Fungsi Pusat Komunikasi Publik


Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan komunikasi
publik secara langsung dan/atau melalui media, pengelolaan opini publik dan isu strategis
sektor transportasi, penyelenggaraan pelayanan informasi dan dokumentasi, publikasi
serta edukasi publik tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi:


1. Juru bicara Kementerian Perhubungan untuk penyampaian Kebijakan Publik, Strategi
dan Program yang telah diputuskan Menteri atau disepakati Jajaran Pimpinan di
Lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan penjelasan atau merespon
masalah/isu publik;

14
2. Penyiapan perumusan kebijakan komunikasi publik di lingkungan Kementerian
Perhubungan;
3. Penyiapan pembinaan kegiatan komunikasi publik Kementerian Perhubungan secara
langsung dan melalui media;
4. Penyiapan pengelolaan berita, opini publik, dan isu strategis sektor transportasi;
5. Penyiapan koordinasi penyelenggaraan pemberitaan dan penyebaran informasi sektor
transportasi;
6. Penyiapan koordinasi penyelenggaraan komunikasi publik antara pimpinan
Kementerian Perhubungan dengan Media Massa;
7. Penyiapan pembinaan pelaksana komunikasi publik/kegiatan humas di lingkungan
Kementerian Perhubungan;
8. Penyiapan pembinaan dan pemeliharaan jejaring komunikasi publik internal dan
eksternal di lingkungan Kementerian Perhubungan;
9. Penyiapan koordinasi penyelenggaraan publikasi, dokumentasi, dan edukasi publik
tentang kebijakan dan kinerja Kementerian Perhubungan serta Pengelolaan
Pengaduan Masyarakat;
10. Penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran di lingkungan Pusat
Komunikasi Publik;
11. Penyiapan pembinaan penyelenggaraan komunikasi publik/kegiatan kehumasan dan
pengembangan Jabatan Fungsional Pranata Humas di Kementerian Perhubungan; dan
12. Pelaksanaan urusan keuangan, kepegawaian, dan umum di lingkungan Pusat
Komunikasi Publik.

I. Tugas Pokok dan Fungsi Komite Nasional Keselamatan Transportasi


Secara kelembagaan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi berdasarkan Peraturan
Presiden RI Nomor: 2 Tahun 2012 tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi,
merupakan lembaga non struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden, bersifat mandiri dan bertanggung jawab atas objektivitas dan kebenaran hasil
investigasi kecelakaan transportasi, serta dalam melaksanakan tugasnya Komite Nasional
Keselamatan Transportasi dikoordinasikan oleh Menteri Perhubungan.
Sekretariat Komite Nasional Keselamatan Transportasi berada di lingkungan Kementerian
Perhubungan, secara fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua

15
Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan secara administratif bertanggung jawab
kepada Menteri Perhubungan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan
sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2012
atas persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dalam suratnya Nomor
B/2357/M.PAN-RB/08/2012 tanggal 23 Agustus 2012.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mempunyai tugas sebagai berikut:


1. Melaksanakan investigasi kecelakaan transportasi;
2. Memberikan rekomendasi hasil investigasi kecelakaan transportasi kepada pihak
terkait; dan
3. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden berdasarkan hasil investigasi
kecelakaan transportasi dalam rangka mewujudkan keselamatan transportasi.

Dalam melaksanakan tugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi mempunyai


fungsi, sebagai berikut :
1. Pelaksanaan investigasi kecelakaan transportasi;
2. Permintaan data dan keterangan kepada instansi terkait, lembaga/organisasi profesi
terkait, masyarakat dan/atau pihak lain yang dipandang perlu;
3. Pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data secara sistematis dan obyektif
penyebab kecelakaan transportasi;
4. Penyusunan laporan hasil investigasi kecelakaan transportasi;
5. Pemberian dan/atau penyampaian rekomendasi hasil investigasi kecelakaan
transportasi;
6. Pelaksanaan monitoring/pemantauan dan klarifikasi terhadap proses tindak lanjut
atas rekomendasi hasil investigasi kecelakaan transportasi;
7. Penyusunan pemberian saran dan pertimbangan kepada Presiden melalui Menteri;
8. Pelaksanaan kerjasama investigasi dan/atau peningkatan pengetahuan SDM;
9. Penyampaian laporan kinerja kepada Presiden melalui Menteri Perhubungan serta
laporan kinerja akhir masa jabatan;
10. Pelaksanaan pengangkatan dan pemberhentian Investigator dan Tenaga Ahli;
11. Pengawasan pelaksanaan anggaran KNKT.

16
Keanggotaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi terdiri dari 6 (enam) anggota
yaitu :
1. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi merangkap anggota;
2. Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi merangkap anggota;
3. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian merangkap anggota;;
4. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran merangkap anggota;
5. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan merangkap anggota;
6. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merangkap
anggota.

STRUKTUR ORGANISASI KNKT SESUAI


PERPRES NO. 02 TAHUN 2012

KETUA

WAKIL KETUA

SEKRETARIAT

KETUA SUB KOMITE KETUA SUB KOMITE KETUA SUB KOMITE KETUA SUB KOMITE
INVESTIGASI KECELAKAAN INVESTIGASI INVESTIGASI KECELAKAAN INVESTIGASI
PERKERETAAPIAN KECELAKAAN PENERBANGAN KECELAKAAN LALU
PELAYARAN LINTAS DAN ANGKUTAN
JALAN

KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK KELOMPOK


INVESTIGATOR (10) INVESTIGATOR (10) INVESTIGATOR (10) INVESTIGATOR (10)

17
Setiap Sub Komite mengkoordinasikan paling banyak 10 Investigator yang diangkat oleh
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Ketua Komite dapat mengangkat
Tenaga Ahli yang memiliki kompetensi dan/atau keahlian khusus dan bersifat ad hoc.
Sekretariat Komite Nasional Keselamatan Transportasi sesuai dengan Keputusan Menteri
Perhubungan Nomor PM 48 tahun 2012 terdiri dari :

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KNKT SESUAI


PERMENHUB NO. 48 TAHUN 2012

SEKRETARIAT

BAGIAN PELAYANAN INVESTIGASI


BAGIAN TATA USAHA DAN KERJASAMA

SUB BAGIAN PELAYANAN


SUB BAGIAN INVESTIGASI
PERENCANAAN

SUB BAGIAN KEUANGAN


DAN PERLENGKAPAN SUB BAGIAN KERJASAMA

SUB BAGIAN
KEPEGAWAIAN DAN SUB BAGIAN DATA DAN
UMUM INFORMASI DAN HUMAS

KELOMPOK KELOMPOK JABATAN


INVESTIGATOR FUNGSIONAL

Sekretariat Komite Nasional Keselamatan Transportasi mempunyai tugas memberikan


pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Komite
Nasional Keselamatan Transportasi.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Sekretariat Komite Nasional
Keselamatan Transportasi menyelenggarakan fungsi :
1. Penyusunan rencana dan program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta
pelaporan;
2. Pengelolaan urusan keuangan, perbendaharaan, akuntansi, verifikasi dan
pengelolaan BMN;
3. Pelaksanaan urusan kepegawaian, dan pengelolaan SDM investigasi, hukum,
organisasi, tatalaksana, rumah tangga, dan keprotokolan;
4. Pemberian dukungan pelaksanaan investigasi kecelakaan transportasi;

18
5. Pemberian dukungan pelaksanaan kerja sama investigasi dan kerja sama lainnya; dan
6. Pengelolaan data dan informasi serta Hubungan Masyarakat.

J. Tugas Pokok dan Fungsi Mahkamah Pelayaran


Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 1999 tentang
Oranisasi dan Tata Kerja Mahkamah Pelayaran, Mahkamah Pelayaran merupakan
lembaga Pemerintah yang dipimpin oleh seorang Ketua, berada di bawah dan
bertanggung jawab langsung kepada Menteri Perhubungan.
Mahkamah Pelayaran mempunyai tugas untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan
kecelakaan kapal. Dalam melaksanakan tugasnya, Mahkamah Pelayaran
menyelenggarakan fungsi :
1. Penelitian sebab-sebab kecelakaan kapal dan penentuan ada atau tidak adanya
kesalahan dan atau kelalaian dalam penerapan standar profesi kepelautan yang
dilakukan oleh nahkoda atau pemimpin kapal dan atau perwira kapal atas terjadinya
kecelakaan kapal;
2. Penjatuhan sanksi administratif kepada nahkoda atau pemimpin kapal dan atau
perwira kapal yang memiliki serifikat keahlian pelaut yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia yang melakukan kesalahan dan atau kelalaian dalam
menerapkan standar profesi kepelautan.

1.1.2 Capaian Kinerja Sekretariat Jenderal


Capaian kinerja Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan disusun berdasarkan
hasil evaluasi Laporan Kinerja Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2010-2014.
LAKIP tersebut merupakan hasil evaluasi dan pengendalian perencanaan yang disusun
setiap tahun untuk melihat kinerja fisik dan keuangan di Kementerian Perhubungan yang
apabila dikaitkan dengan konteks Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan Tahun 2010-2014 diselenggarakan berdasarkan hasil capaian
indikator fisik maupun keuangan jangka menengah (Tahun 2010-2014).

Selanjutnya hasil evaluasi fisik dan keuangan Tahun 2010-2014 tersebut menjadi masukan
terhadap perumusan dokumen perencanaan, yaitu Rencana Strategis Sekretariat Jenderal
Kementerain Perhubungan Tahun 2015-2019.

19
Tabel 1.1 Capaian Fisik Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun 2010-2014
TARGET KINERJA REALISASI KINERJA CAPAIAN
SATU KINERJA UNIT KERJA
SASARAN STRATEGIS (SS) INDIKATOR KINERJA UTAMA
AN 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 THN 2014 PELAKSANA
(%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Peningkatan 1) Nilai akuntabilitas kinerja Nilai B CC B B CC B B B
Akuntabilitas Kinerja Kementerian 75 57.29 75.00 75.00 57.29 65.05 69.73 71.8 95.73
Sekretariat Jenderal Perhubungan
Kementerian berdasarkan hasil
Perhubungan melalui evaluasi Kemenpan dan
tersedianya Dokumen Reformasi Birokrasi
Perencanaan, 2) Nilai akuntabilitas kinerja Nilai - - B AA AA - - AA AA AA Biro
Pemrograman, Sekretariat Jenderal - - 75.00 90.00 90 - - 85.14 100 89,08 97.72 Perencanaan
Kebijakan Pentarifan, berdasarkan hasil
dan dokumen Analisa evaluasi Inspektorat
dan Evaluasi sebagai Jenderal
acuan dalam
penyelenggaraan
perhubungan.
Terwujudnya pelayanan 3) Tingkat ketepatan waktu % 80 90 100 85 100 100 100
2 Administrasi dalam pelayanan administrasi Biro Umum
menunjang tugas perkantoran
Terwujudnya 4) Jumlah rekomendasi Reko - - 60 67 67 - - 251 66 67 100
Komunikasi dan hasil analisis informasi mend
Pelayanan Informasi untuk penyempurnaan asi
sektor transportasi kebijakan sektor
kepada publik yang transportasi
Pusat
didukung oleh SDM 5) Indeks opini publik Indeks - - 216 220 600 - - 1318 1001 680 113.33
3 Komunikasi
aparatur perhubungan terhadap Kementerian
Publik
dengn kompetensi Perhubungan / jumlah
kehumasan untuk opini publik
meningkatkan citra
positif Kementerian
Perhubungan

Terwujudnya Kerjasama 6) Jumlah terselenggaranya Kerjas - - 4 20 4 - - 34 36 5 125.00


Biro Hukum
4 Luar Negeri baik dalam kerjasama luar negeri di ama
dan KSLN
skala regional maupun bidang transportasi

20
TARGET KINERJA REALISASI KINERJA CAPAIAN
SATU KINERJA UNIT KERJA
SASARAN STRATEGIS (SS) INDIKATOR KINERJA UTAMA
AN 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 THN 2014 PELAKSANA
(%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
global
Kecukupan sarana 7) Penghematan biaya Rp. 10.250. 10.200. 10.750. 9.675. 13.90 8.954. 8.471. 8.689.8 9.858. 12.026.147. 131,31
prasarana dalam energi, air, dan telepon 000.000 000.000 000.000 000.0 8.934. 081.6 292.0 94.992 689.4 202
menunjang di lingkungan kantor 00 000 65 65 67
5
pelaksanaan tugas pusat Kementerian
secara efektif dan Perhubungan Biro Umum
efisien
8) Tingkat pemenuhan % 100 100 100 100 100 100 97,46 94,74 88,13 98,36 98,36
kebutuhan sarana dan
prasarana Setjen
Terwujudnya 9) Jumlah aparatur Orang S2= 60, S2=79, S2=85, S2=86, S2=57, S2=87 393 100.00
Pengelolaan SDM Kementerian S.1=5, S2=59, S1=15, S1=16, S1=7, S2=60, S2=59, S1=16, S1=16 S2=86,
Aparatur Perhubungan Perhubungan yang D3=1, S1=16, Pelatiha 333 = Pelati S1=5, S1=6, Pelatiha Pelati S1=7,
yang berintegritas, ditingkatkan kualitas dan Pelati D3=1, n Kom shortc han D3=1, D3=0, n Kom han Pelatihan
netral, capable, kompetensinya han Pelati petensi= ourse Komp Pelati Pelati petensi= komp Kompetensi
6 profesional, berkinerja Kom han 185 Total etensi han han 240 etensi =300
tinggi dan sejahtera petensi= Kom Total= = 434 =300 Komp Komp Total= = 299 Total= 393
serta beretika 116 petensi= 279 Total= etensi etensi 313 Total
Total= 243 393 =116 =243 = 402
182 Total= Total= Total=
319 182 308
10) Tersusunnya standar Stand - 1 7 1 - - 1 7 1 0 0
Biro
kompetensi jabatan ar
Kepegawaian
aparatur di lingkungan
Kementerian
Perhubungan
11) Tersusunnyaregulasi Regul 0 0 11 6 1 0 0 14 8 1 100.00
terkait SDM aparatur di asi
lingkungan Kementerian
Perhubungan
Terwujudnya Organisasi 12) Jumlah laporan penataan Doku 9 15 9 7 5 0 5 12 7 5 100.00
yang Tepat Fungsi dan organisasi/kelembagaan men /
7 Tepat Sasaran melalui dan tata laksana di thn
sistem, proses dan tata lingkungan Kemenhub
laksana yang rasional,

21
TARGET KINERJA REALISASI KINERJA CAPAIAN
SATU KINERJA UNIT KERJA
SASARAN STRATEGIS (SS) INDIKATOR KINERJA UTAMA
AN 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 THN 2014 PELAKSANA
(%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
jelas, efektif, efisien,
terukur, dan sesuai
dengan visi Reformasi
Birokrasi
13) Persentase unit kerja % 0 0 100 100 0 0 0 100 100 0 0
yang telah memenuhi
Biro
kaidah kelembagaan
Kepegawaian
yang baik

Terwujudnya Laporan 14) Opini BPK atas Opini WTP WTP WTP WTP WDP WDP WDP WDP WTP WTP
Keuangan Kementerian pengelolaan keuangan
Perhubungan (LRA, Kementerian
8
Neraca dan CaLK) Perhubungan
dengan penilaian opini
WTP
Biro
15) Jumlah aset Rp 1.389.8 5,983, 998.7 1.124.6 832,3 1.005.183.8 100,64
Keuangan &
BMN/Kekayaan Negara 57.384. 352,2 84.80 00.356. 20,67 23.022
Perlengkapan
Sekretariat Jenderal yang 000 30,00 7.205 389 2,671
terinventarisasi 0

16) Tingkat penyerapan % 100 100 100 89 93.08 88.84 88.84


anggaran di lingkungan
Sekretariat Jenderal
Terwujudnya reformasi 17) Jumlah dokumen Doku 55 200 300 784 200 621 207.00
kelembagaan dan peraturan perundang- men
9
Peraturan Perundang- undangan di bidang
Biro Hukum &
undangan transportasi
KSLN
18) Jumlah regulasi terkait Peratu 10 10 10 23 10 29 290.00
pelaksanaan tugas ran
Sekretariat Jenderal
Terwujudnya 19) Jumlah Kapasitas Mbps 30 100 125 214.1 30 115 215.7 214.1 100.00
Infrastruktur Jaringan Jaringan yang dapat 12
1
TIK untuk Layanan Data melayani Aplikasi Pusdatin
0
dan Informasi Dukungan Operasional
perhubungan yang dan Pelayanan Publik

22
TARGET KINERJA REALISASI KINERJA CAPAIAN
SATU KINERJA UNIT KERJA
SASARAN STRATEGIS (SS) INDIKATOR KINERJA UTAMA
AN 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 THN 2014 PELAKSANA
(%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
cepat, tepat, akurat dan
up-to-date berbasis
teknologi informasi
(akumul (akum (akum
asi) ulasi) ulasi)
20) Prosentase data % 0 0 40 60 100 0 0 56.04 73.47 79.18 79.18
operasional sarana,
prasarana dan produksi Pusdatin
transportasi yang ter-
update
(akumul (akum (akum
asi) ulasi) ulasi)

Terwujudnya 21) Jumlah rekomendasi Doku 0 0 22 22 26 0 0 26 24 26 100.00


rekomendasi hasil kajian hasil kajian kemitraan men
1 kemitraan dan dan pelayanan jasa serta
PKKPJT
1 pelayanan jasa serta lingkungan hidup
lingkungan hidup sub transportasi
sektor
22) Jumlah dokumen pra- Doku 0 0 3 3 6 0 0 7 4 6 100.00
studi kelayakan dan men
evaluasi dokumen proyek
PKKPJT
kerjasama pemerintah
dan swasta yang
diselesaikan
23) Jumlah hasil penilaian Unit 0 0 118 0 120 0 0 122 0 164 136,67
pelayanan jasa Pelaya
PKKPJT
transportasi nan
Publik
24) Jumlah pedoman bidang Pedo 0 0 4 5 6 0 0 6 9 6 100.00
pengelolaan lingkungan man PKKPJT
hidup yang dirumuskan

1 Terselenggaranya 25) Prosentase perkara % 40 45 100 34 33 70 70.00


Mahpel
2 persidangan kecelakaan kapal yang

23
TARGET KINERJA REALISASI KINERJA CAPAIAN
SATU KINERJA UNIT KERJA
SASARAN STRATEGIS (SS) INDIKATOR KINERJA UTAMA
AN 2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014 THN 2014 PELAKSANA
(%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
pemerikasaan lanjutan disidangkan dan diputus
kecelakaan kapal sesuai tepat waktu
ketentuan peraturan
perundang-undangan
26) Persentase rekomendasi % 40 45 100 34 0 0 0
putusan mahkamah
pelayaran yang
ditindaklanjuti

Tersedianya data dan 27) Jumlah laporan putusan Lapor 40 45 50 34 33 49 98.00


1
informasi putusan yang disampaikan an
3
kecelakaan kapal kepada para pihak

Terwujudnya 28) Jumlah terselesaikannya Lapor 136 165 27 146 184 35 129,63
1 pelaksanaan Investigasi laporan final kecelakaan an
KNKT
4 dan Penelitian transportasi
Kecelakaan Transportasi
(akumul (akum
asi ulasi
2007- 2007-
2012) 2012)
29) Jumlah kecelakaan 4 Lapor 252 282 46 258 299 47 102,17
moda transportasi an
(Udara, Laut, Jalan, KNKT
Kereta Api) yang
diinvestigasi KNKT
(akumul (akum
asi ulasi
2007- 2007-
2012) 2012)

24
Unit Kerja Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan pada Tahun 2014 secara umum
telah dapat melaksanakan seluruh kinerja sebagaimana ditetapkan atau diperjanjikan
dalam Penetapan Kinerja (PK) yang disusun dan ditetapkan pada awal tahun 2014, melalui
pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing unit kerja di lingkungan Sekretariat
Jenderal.

Penyusunan laporan kinerja Sekretariat Jenderal dilakukan dengan menilai capaian kinerja
dari 14 (empat belas) Sasaran Strategis yang terdiri dari 29 (dua puluh sembilan) IKU yang
ada pada Penetapan Kinerja 2014. Penetapan Kinerja 2014 mengacu pada Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor PM.68 Tahun 2012 tentang Penetapan Indikator Utama
(IKU) di Lingkungan Kementerian Perhubungan dan dengan mempedomani Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Penyusunan laporan penilaian kinerja Sekretariat
Jenderal merupakan kumpulan kontribusi capaian kinerja dari unit kerja Eselon II di
lingkungan Sekretariat Jenderal.

Nilai capaian kinerja sasaran secara keseluruhan selama periode tahun anggaran 2014
Sekretariat Jenderal mencapai 112,25% mengalami peningkatan sebesar 5,75%
dibandingkan tahun 2013. Hal ini dapat dipahami, karena hampir seluruh unit kerja Eselon
II di lingkungan Sekretariat Jenderal dapat melaksanakan kinerja sesuai IKU yang menjadi
lingkup tanggung jawabnya dengan baik, dan memperoleh capaian kinerja yang lebih
baik dari target yang telah ditetapkan sebelumnya (capaian di atas 100%).

Pencapaian kinerja tersebut melibatkan SDM dan alokasi anggaran sebagai input
pelaksanaan setiap kegiatan. SDM pada Unit Kerja Sekretariat Jenderal berjumlah 868
orang, terdistribusi pada unit kerja eselon II, terdiri dari 5 (lima) Biro dan 3 (tiga) Pusat,
sedangkan alokasi anggaran yang disediakan dalam bentuk DIPA Tahun 2014 sebesar
Rp.1.450.724.713.000,- terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.949.069’485.000,-,
Belanja Barang sebesar Rp.365.483.220.000,- dan Belanja Modal sebesar
Rp.136.172.008.000,-. Pada akhir Tahun Anggaran 2014 besarnya realisasi penyerapan
anggaran adalah sebesar Rp.1.288.799.486.032,- atau sebesar 88,84%, sehingga terdapat

25
dana yang tidak terserap kurang lebih sebesar Rp.161.925.226.968,- atau sebesar 11,16%.
Meskipun demikian, dapat dijelaskan bahwa dana yang tidak terserap tersebut sebagian
besar bersumber dari sisa dana kontrak dan penghematan sesuai kebijakan pemerintah,
hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata pelaksanaan anggaran dan pencapaian kinerja
masing-masing unit kerja eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal yang hampir
seluruhnya mencapai 100%, sehingga dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa dana
tidak terserap tersebut merupakan dana efisiensi.

Pencapaian kinerja Sekretariat Jenderal selama kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun
2010 sampai dengan tahun 2014 untuk setiap Sasaran Strategis mengalami peningkatan
kinerja antara 56,5% sampai dengan 1.076,23% atau untuk total Sasaran Strategis
mengalami peningkatan kinerja rata-rata sebesar 372,46%. Pencapaian kinerja Sekretariat
Jenderal terhadap target Renstra untuk seluruh Sasaran Strategis mengalami peningkatan
kinerja rata-rata sebesar 29,56% untuk setiap Sasaran Strategis.

Pencapaian kinerja dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator ukur dari
Sasaran Strategis terdapat 19 (sembilan belas) IKU menunjukkan keberhasilan dan 8
(delapan) IKU menunjukkan kegagalan atau belum mencapai target yang telah
ditetapkan, sedangkan 2 (dua) IKU tidak dilaksanakan disebabkan telah tercapai targetnya
di tahun sebelumnya atau capaian kinerjanya tergantung hasil tindak lanjut unit kerja lain.
Indikator Kinerja Utama Sekretariat Jenderal yang berkontribusi terhadap IKU
Kementerian Perhubungan terdiri dari 5 (lima) IKU dan yang secara langsung
berkontribusi sebanyak 3 (tiga) IKU yaitu “Nilai Akuntabilitas Kinerja Kementerian
Perhubungan Berdasarkan Nilai Evaluasi Kemenpan dan Reformasi Birokrasi” dan “Opini
BPK Atas Pengelolaan Keuangan Kementerian Perhubungan” serta “Jumlah Dokumen
Peraturan Perundang-undangan Di Bidang Transportasi” dan yang berkontribusi secara
tidak langsung sebanyak 2 (dua) IKU yaitu pada IKU Kementerian “Jumlah Infrastuktur
Transportasi Yang Siap Ditawarkan Melalui Kerja Sama Pemerintah Dan Swasta” dan
“Nilai Aset Negara Yang Berhasil Diinventarisasi Sesuai Kaidah Pengelolaan BMN”.

26
A. Capaian Kinerja Biro Perencanaan

Kinerja Biro Perencanaan dalam melakukan tugas pokok dan fungsi, selama periode tahun
2010-2014, telah dihasilkan dokumen, berupa :
1. Dokumen perencanaan Kemenhub, diantaranya :
a. Rencana Strategis Kementerian Perhubungan tahun 2010-2014;
b. Tinjau Ulang Rencana Strategis Kemenhub Tahun 2010-2014;
c. Keterpaduan program angkutan keperintisan Kementerian Perhubungan;
d. Rencana Jangka Pendek Perhubungan;
e. Rencana Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi dalam Rangka
Mendukung kebijakan Pengembangan Koridor Ekonomi;
f. Sinergitas Penyusunan Perencanaan Transportasi Pusat dan Daerah;
g. Tinjau Ulang Rencana Strategis Kementerian Perhubungan tahun 2010 – 2014;
h. Penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur Transportasi Untuk Mendukung
Tanggap Darurat di Daerah Rawan Bencana;
i. Penyusunan Rencana Pembangunan Sektor Transportasi Melalui Penerapan
Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) Tahun 2012-2017;
j. Penyusunan Studi Tinjau Ulang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Kementerian Perhubungan;
k. Pembangunan Sistem dan Aplikasi Pengukuran Data Kinerja Kementerian
Perhubungan Berbasis Website;
l. Penyusunan Prioritas Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi
Dalam Rangka Mendukung Transportasi Antar Moda;
m. Penyusunan Optimasi Tarif Jasa Kepelabuhanan Ditinjau dari Perspektif Biaya
Tingkat Pelayanan dan Perbandingan Tarif;
n. Penyusunan Evaluasi Dampak Penyesuaian Tarif Angkutan Penumpang Laut Dalam
Negeri Kelas Ekonomi;
o. Penyusunan Evaluasi Ability to Pay dan Willingness To Pay Penumpang Angkutan
Penyeberangan;
p. Kaji Ulang dan Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian
Perhubungan;

27
q. Penyusunan Rencana Prioritas Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi
Berdasarkan Road Map Pengembangan Industri Unggulan Provinsi;
r. Tinjau Ulang Keputusan Menteri Perhubungan No: KM 31 Tahun 2006 Tentang
Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan;
s. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Biro Perencanaan;
t. Penyusunan Tata Cara Tetap Pelaksanaan Penyusunan RKA Kementerian
Perhubungan;
2. Dokumen RKA-KL dan DIPA Kementerian Perhubungan;
3. Dokumen Standar Biaya Khusus ( SBK ) Kementerian Perhubungan ;
4. Dokumen Kebijakan/Pengembangan Program/ Sistem Prosedur, diantaranya :
a. Perencanaan Transportasi Multimoda Sebagai Penunjang Pengembangan Ekonomi
Lokal;
b. Penyusunan Pengembangan Sarana dan Prasarana Transportasi untuk mendukung
Grand Startegi Pembangunan Daerah (Pedesaan) Berbasis Kewilayahan;
c. Penyusunan Rencana Aksi Jangka Panjang Sektor Transportasi Dalam Mitigasi
Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca;
d. Penyusunan Pedoman Program Pembangunan Perhubungan Yang Terintegrasi
Dengan Fasilitas Pendukung;
e. Penyusunan Pedoman Program Pembangunan Perhubungan yang Berbasis
Kinerja;
f. Perhitungan Input, Output, Outcome dan Benefit serta Impact dari Pelaksanaan
Rencana Kinerja Tahunan Kementerian Perhubungan Tahun 2005 – 2009.
5. Dokumen Rencana dan Penetapan Kebijakan Pentarifan serta Bahan Pelaporan di
Bidang Perhubungan;
6. Dokumen Analisis dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana dan Program Transportasi yang
bersumber dari APBN, Kerjasama dan Pinjaman/Hibah Luar Negeri;
7. Dokumen Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan;
8. Dokumen Evaluasi Manfaat Pembangunan Infrastruktur yang Dibiayai dana PHLN;
9. Dokumen Rencana Bergulir (Rolling Plan) Kementerian Perhubungan;
10. Dokumen Analisis dan Evaluasi dalam Rangka Peningkatan Akuntabilitas Kinerja;
11. Dokumen Pelaksanaan Koordinasi Hubungan Antar Lembaga;
12. Dokumen LAKIP 2012 dan Penetapan Kinerja 2013 Biro Perencanaan;

28
13. Dokumen Pelaksanaan Pengembangan dan Pembinaan Jabatan Fungsional.

B. Capaian Kinerja Biro Kepegawaian dan Organisasi


Tabel 1.2 Capaian Kinerja Biro Kepegawaian dan Organisasi
TARGET REALISASI CAPAIAN KETERANGAN
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
2010-2014 2010-2013 2010-2014
Terwujudnya Jumlah Laporan Sistem 1 Laporan 1 Laporan 100% BIRO
pengelolaan SDM Informasi Jabatan KEPEGAWAIAN &
Aparatur melalui Jumlah Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 100% ORGANISASI
pendekatan manajemen Formasi CPNS
SDM yang profesional Kemenhub
Jumlah Penerimaan 9.905 Orang 0 Orang 0%
CPNS Kemenhub
Jumlah Laporan 1 Laporan 1 Laporan 100%
pengelolaan Program
aplikasi sistem
informasi Sumber Daya
Manusia
Jumlah Dokumen 1 Dok 1 Dok 100%
Pembinaan dan
Pengendalian Disiplin
serta Pemberian Tanda
Penghargaan
Jumlah Dok 1 Dok 1 Dok 100%
Penyusunan Standar
Kompetensi
Jumlah orang Kelulusan 318 Orang 318 Orang 100%
S1, S2, D III dan
Pelatihan Kompetensi
Jumlah Dok Analisa dan 2 Dok 2 Dok 100%
Peta Jabatan
Jumlah dok evaluasi 15 Dok 15 Dok 100%
organisasi &
ketatalaksanaan

Jumlah pegawai Sekretariat Jenderal pada tahun 2010 sejumlah 1.045 dan pada tahun
2014 meningkat menjadi menjadi 868 orang, yang tersebar di masing-masing Biro/Pusat
lingkup Sekretariat Jenderal, dengan rincian sebagai berikut :
1. Pegawai golongan I sebanyak 3 orang
2. Pegawai golongan II sebanyak 189 orang
3. Pegawai golongan III sebanyak 559 orang
4. Pegawai golongan IV sebanyak 117 orang
Di samping itu Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan telah melakukan reformasi
birokrasi untuk mengubah mind set cultural set birokrat, dan menciptakan manajemen
pemerintahan yang baik, lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam menjalankan tugas
dan fungsinya. Reformasi birokrasi di Setjen Kemenhub untuk memperbaiki pelayanan

29
publik di bidang transportasi yang efektif, efisien, cepat dan tepat sasaran. Tahapan
reformasi Setjen Kemenhub dengan melakukan penataan organisasi, perbaikan business
process, peningkatan manajemen SDM, dan perbaikan struktur remunerasi. Setjen
Kemenhub pada tahun 2014 telah menerima remunerasi bersama 63 Kementerian/
Lembaga. Pemberian remunerasi dengan memperhitungkan capaian kinerja pegawai
setiap bulannya.

C. Capaian Kinerja Biro Keuangan dan Perlengkapan


Jumlah alokasi anggaran APBN Sekretariat Jenderal Kemenhub tahun anggaran tahun
2010-2014 sebesar Rp. 3.663.693.374.000,- untuk membiayai pelaksanaan kegiatan yang
terdapat di masing-masing Biro/Pusat lingkup Sekretariat Jenderal, dengan rincian
sebagai berikut :

1. Total anggaran tahun 2010, pagu dan anggaran sebesar Rp. 322.940.226.000,- dengan
realisasi Rp. 287.101.615.000,- atau 88.93%;
2. Total anggaran tahun 2011, pagu dan anggaran sebesar Rp. 408.031.645.000,- dengan
realisasi Rp. 349.167.960.000,- atau 85.57%;
3. Total anggaran tahun 2012, pagu dan anggaran sebesar Rp. 462.851.558.000,- dengan
realisasi Rp. 411.951.883.000,- atau 89.00%;
4. Total anggaran tahun 2013, pagu dan anggaran sebesar Rp. 1.019.145.232.000,-
dengan realisasi Rp. 949.140.719.000,- atau 93.13%;
5. Total anggaran tahun 2014, pagu dan anggaran sebesar Rp. 1.450.724.713.000,-
dengan realisasi Rp. 1.304.785.260.000,- atau 89.94%.

D. Capaian Kinerja Biro Hukum dan KSLN


Dalam bidang hukum, hal-hal yang telah dicapai yaitu sebagai berikut:
1. Mengkoordinasikan dan merumuskan penyusunan peraturan perundang-undangan di
bidang transportasi, pada periode tahun 2010-2014 berjumlah 5563 (lima ribu lima
ratus enam puluh tiga) buah dengan rincian sebagai berikut :
a. Peraturan Pemerintah sebanyak 15 (lima belas).
b. Peraturan Presiden sebanyak 2 (dua).
c. Instruksi Presiden sebanyak 1 (satu).
d. Peraturan Menteri Perhubungan sebanyak 389 (tiga ratus delapan puluh sembilan).
30
e. Keputusan Menteri Perhubungan sebanyak 4980 (Empat ribu sembilan ratus
delapan puluh).
f. Instruksi Menteri Perhubungan sebanyak 34 (Tiga puluh empat).
g. Naskah Perjanjian sebanyak 63 (Enam puluh tiga).
h. Kontrak yang ditandatangi oleh Menteri Perhubungan sebanyak 79 (Tujuh puluh
sembilan).
2. Menyempurnakan pedoman penyusunan peraturan perundang-undangan di
lingkungan Kementerian Perhubungan, dengan output Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor PM 82 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan
Penyusunan Peraturan Perundang-undangan, Kesepakatan Bersama Dan Perjanjian
Kerjasama Di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
3. Pengintegrasian pengelolaan dokumentasi peraturan perundang-undangan dalam
suatu aplikasi jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH) Kementerian
Perhubungan, yang dilakukan dengan bersama unit-unit kerja terkait di lingkungan
Kementerian Perhubungan melalui website http://jdih.dephub.go.id pada tahun 2014.
4. Mempercepat pelaksanaan penyelesaian masalah hukum, dengan output sebagai
berikut:
a. Layanan Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri yang menyangkut masalah perdata
sebanyak 24 (Dua puluh empat).
b. Layanan Bantuan Hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara sebanyak 16 (Enam
belas).
5. Peningkatan kegiatan Kerjasama Internasional pada periode tahun 2010-2014 dengan
output sebagai berikut :
a. Memorandum of Understanding sebanyak 24 (Dua puluh empat).
b. Perjanjian / Agreement sebanyak 24 (Dua puluh empat).
c. Ratifikasi Perjanjian / Ratification Agreement sebanyak 11 (Sebelas).

E. Capaian Kinerja Biro Umum


Capaian kinerja Biro Umum dalam penyediaan sarana dan prasarana dalam menunjang
tugas Kementerian Perhubungan, sebagai berikut :
1. Jumlah kendaraan operasional di Lingkungan Kantor Pusat Kementerian
Perhubungan sebagai berikut :

31
NO JENIS KENDARAAN JUMLAH
1 Sedan 13
2 Jeep 7
3 Bus Penumpang ≥ 30 orang 9
4 Mini bus penumpang 15 s.d 29 orang 4
5 Mini bus penumpang ≤ 14 orang 23
6 Mobil bak terbuka/Pick Up 2
7 Sepeda Motor 35
8 Ambulance 2
Total 94

Pengadaan kendaraan selama tahun 2010-2015 sebagai berikut:


JUMLAH
NO JENIS KENDARAAN
2010 2011 2012 2013 2014
1 Sedan - 2 - 2 -
2 Jeep - - - 3 -
3 Bus Penumpang ≥ 30 orang - - - 1 -
4 Mini bus penumpang 15 s.d 29
- - - - -
orang
5 Mini bus penumpang ≤ 14
- 1 2 4 -
orang
6 Mobil bak terbuka/Pick Up - - - 1 -
7 Sepeda Motor - - - 2 -
8 Ambulance - - - 1 -
Total - 3 2 14 -

2. Penyediaan Prasarana di Lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan


sebagai berikut :
a. Pemeliharaan dan Perawatan Gedung Kantor Pusat Kementerian Perhubungan
yang terdiri dari :
1) Gedung Perkantoran di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan yaitu:
Gedung Cipta (7 Lantai), Gedung Karya (25 Lantai) dan Gedung Karsa (9 Lantai)
yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat No 8 Jakarta Pusat 10110;
2) Gedung Museum Transportasi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah;
3) Gedung Graha Transportasi yang berlokasi di Desa Tugu, Pucak - Bogor;
4) Gedung Depo Arsip yang berlokasi di Jl. Wastukancana, Bandung dengan
status bukan milik/sewa;
5) Gedung Transip Arsip yang berlokasi di Jatiwaringin, Jakarta Timur.

32
b. Dalam menunjang kegiatan administrasi perkantoran, telah dilakukan kegiatan
Pengadaan Tanah untuk pembangunan Depo Arsip Kementerian Perhubungan
yang berlokasi di jalan Bhayangkara Blok Cilutung RT 01/RW 22 Desa Soreang
Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Proses pengadaan tanah dibagi kedalam
tiga tahap yaitu, Tahap I pada tahun 2012, Tahap II pada tahun 2013, dan Tahap III
pada tahun 2014, dengan luas tanah perolehan sebesar 9.800 m2. Selanjutnya,
dimulai pada tahun 2015, akan dilakukan pengadaan bangunan gedung untuk
kebutuhan Depo Arsip Kementerian Perhubungan tersebut.

F. Capaian Kinerja Pusat Data dan Informasi


Capaian kinerja Pusat Data dan Informasi Kementerian Perhubungan pada periode tahun
2010-2014 dengan rincian sebagai berikut :
1. Jumlah Aplikasi Dukungan Administrasi dan Manajemen Perkantoran serta Pelayanan
Publik yang telah dipelihara, dikembangkan, diintegrasikan serta dibangun Pusat Data
dan Informasi antara lain :
a. Aplikasi Portal Kementerian Perhubungan;
b. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Kementerian Perhubungan;
c. Aplikasi Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (SIASATI);
d. Aplikasi Contact Center 151 Kementerian Perhubungan;
e. Aplikasi E-Procurement (LPSE) Kementerian Perhubungan;
f. Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian;
g. Aplikasi E-monitoring & Reporting;
h. Aplikasi Email Kementerian;
i. Aplikasi E-Office;
j. Aplikasi Penilaian Prestasi dan Perhitungan Kinerja Pegawai (AP2KP);
k. Aplikasi Perundangan / Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum;
l. Aplikasi Statistik Perhubungan;
m. Aplikasi Command Center;
n. Aplikasi Renstra-IKU;
o. Aplikasi SMS Gateway;
p. Aplikasi Helpdesk LPSE;
q. Aplikasi Helpdesk IT;

33
r. Aplikasi Sistem Informasi Pengambil Keputusan;
s. Aplikasi Sistem Informasi manajemen Pengelolaan Infrastruktur IT;
t. Aplikasi Perpustakaan;
u. Aplikasi Informasi Transportasi;
v. Aplikasi Perijinan pengelola GIS.
2. Jumlah Kapasitas Jaringan yang dapat melayani Aplikasi dukungan operasional dan
pelayanan publik sebesar 214.17 Mbps.
3. Jumlah Storage yang dapat menampung Data sebesar 52.6 Terrabyte.
4. Jumlah Rak pada Disaster Recovery Center (DRC) yang dapat menampung server
sebanyak 5 Rak.
5. Jumlah Buku Transportasi yang diterbitkan secara berkala antara lain:
a. Buku Analisis dan Evaluasi Data Operasional Sektor Terkait;
b. Buku Statistik Perhubungan (Buku I dan Buku II);
1) Buku I memuat data prasarana, sarana, kinerja dan produksi subsektor dan
2) Buku II memuat data penunjang penyelenggaraan perhubungan seperti
Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, BPSDM Perhubungan, Badan
Litbang Perhubungan dan Instansi Terkait lainnya;
3) Buku Executive Summary Statistik Perhubungan.
c. Buku Informasi Transportasi;
d. Buku Informasi Geospasial Transportasi;
1) Buku I - Geospasial Nasional;
2) Buku II - Geospasial Provinsi;
3) Buku III - Geospasial Transportasi Darat;
4) Buku IV - Geospasial Transportasi Laut;
5) Buku V - Geospasial Transportasi Udara; dan
6) Buku VI - Geospasial Perkeretaapian.
6. Jumlah Laporan Analisis data Sektor Transportasi antara lain:
a. Laporan Monitoring Angkutan Lebaran;
b. Laporan Monitoring Angkutan Haji;
c. Laporan Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru;
d. Laporan Monitoring Angkutan Transportasi Liburan Sekolah;

34
e. Laporan Standarisasi Data Angkutan (Sektor Darat, Laut, Udara dan
Perkeretaapian)
7. Jumlah Pembinaan Sumber Daya Manusia bidang Sistem Informasi dan Pengelolaan
Data antara lain:
a. Bimbingan Teknis dan Bantuan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK);
b. Temu Pengelola Data Kementerian Perhubungan;
c. Forum Pengelola Web Kementerian Perhubungan;
d. Temu Karya Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi;
e. Rapat Koordinasi Teknis TIK;
f. Rapat Koordinasi Data dan Informasi (RAKORDATIN).

G. Capaian Kinerja Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi


Jumlah kegiatan kajian kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan pada
periode tahun 2010-2014 yang telah dilakukan, diantaranya:

1. Kajian Pemantauan dan Evaluasi di Bidang Kemitraan, sebanyak 23


dokumen/laporan;
2. Kajian Pemantauan dan Evaluasi di Bidang Pelayanan Jasa Transportasi, sebanyak 44
dokumen/laporan;
3. Kajian Pemantauan dan Evaluasi di Bidang Lingkungan Hidup Sektor Transportasi,
sebanyak 31 dokumen/laporan.

Selain melaksanakan tugas pokok diatas, Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa
Transportasi juga melaksanakan kegiatan penunjang lainnya yang selama periode tahun
2010-2014 menghasilkan sebanyak 18 dokumen kajian/rekomendasi, yang diantaranya
meliputi kegiatan/penugasan strategis sebagai berikut:

1. Sebagai leading sektor yang memfasilitasi sub sektor dalam upaya mitigasi perubahan
iklim sektor transportasi;

2. Sebagai leading sektor upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan


Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada transportasi darat, laut, udara dan kereta api
melalui upaya sosialisasi dan operasi kontijensi secara rutin;

35
3. Sebagai Pembina Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan (PEDAL) di
lingkungan Kementerian Perhubungan melalui kegiatan pembinaan, sosialiasi, temu
karya dan penilaian angka kredit;

4. Sebagai leading sektor dalam Upaya Reformasi Birokrasi khususnya Program


Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Kementerian Perhubungan;

5. Melaksanakan kegiatan Capacity Building Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS)


Dalam Penyediaan Infrastruktur Sektor Transportasi.

H. Capaian Kinerja Pusat Komunikasi Publik


Jumlah kegiatan analisis publik Kementerian Perhubungan pada periode tahun 2010-2014
berjumlah 51.669 berita tentang transportasi di media dengan rincian sebagai berikut :
1. Berita positif tentang transportasi dari media sebanyak 3.283
2. Berita netral tentang transportasi dari media sebanyak 49.306
3. Berita negatif tentang transportasi dari media sebanyak 2.537

I. Capaian Kinerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi


Jumlah kecelakaan kapal dan pelaksanaan investigasi serta penelitian kecelakaan dalam
kurun waktu 2010-2014, sebagai berikut :
1. Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian
Untuk Moda Perkeretaaapian, Investigasi dilakukan terhadap kecelakaan yang
termasuk kategori PLH (Peristiwa Luar Biasa Hebat) dengan kriteria menyebabkan
rintangan jalan KA lebih dari 6 jam, terdapat korban manusia, terjadinya kekusutan
operasional perjalanan KA, terulang anjlokan pada satu tempat tertentu, anjlokan
ditikungan tertentu, atau terjadinya kerusakan berulang karena penyebab sama pada
bagian tertentu KA seperti As Roda patah dan Keretakan Rel. Batas waktu
penyusunan laporan akhir dalam investigasi kecelakaan transportasi Perkeretaapian
adalah 9 bulan.

36
DATA KECELAKAAN PERKERETAAPIAN
YANG DIINVESTIGASI KNKT TAHUN 2010 – 2014

Tahun Jumlah Laporan Rekomendasi Keterangan


Kecelakaan Final

2010 10 10 68 Sisa hutang 3 (tiga)


2011 1 1 10 laporan kecelakaan
2012 3 3 31 tahun 2015
2013 2 2 14
2014 6 6 26
2015 3 0 18
TOTAL 25 22 167
Posisi laporan per 10 September 2015

2. Investigasi Kecelakaan Pelayaran


Untuk Moda Pelayaran, ketentuan investigasi mengacu kepada kriteria kecelakaan
yang dikeluarkan oleh IMO (International Maritime Organisation), yaitu
melaksanakan investigasi terhadap setiap kecelakaan yang dikategorikan sebagai
Kecelakaan sangat berat (Very Serious Marine Casualty). Yang dimaksud dengan
kategori sangat berat adalah suatu kecelakaan satu kapal yang berakibat hilangnya
kapal tersebut atau sama sekali tidak dapat diselamatkan, menimbulkan korban jiwa
dan pencemaran lingkungan berat, serta kecelakaan kapal yang berdampak nasional.
Berat kapal yang diinvestigasi untuk kecelakaan kapal barang dan kapal tangki
minimum ukuran 500 GT, dan untuk kecelakaan kapal penumpang atau kapal ikan
minimum ukuran 100 GT. Batas waktu penyusunan laporan akhir investigasi
kecelakaan Pelayaran adalah 12 bulan.
Tahun Jumlah Laporan Rekomendasi Keterangan
Kecelakaan Final

2010 5 5 45 Sisa hutang 6 (enam)


2011 6 6 82 laporan kecelakaan
2012 4 4 28 tahun 2015
2013 6 6 47
2014 7 4 25
2015 3 0 0
TOTAL 31 25 167
Posisi laporan per 10 September 2015

3. Investigasi Kecelakaan Penerbangan


Untuk kecelakaan moda Penerbangan mengacu kepada ketentuan Annex 13 ICAO
dan Peraturan Pemerintah No. 62 tahun 2013 yang menekankan Investigasi dilakukan
terhadap kecelakaan pesawat udara dengan kategori Accident dan Serious Incident.
Sedangkan untuk kecelakaan dengan kategori Incident, cukup memberikan

37
Occurrence Report dan penelitian Incident tersebut dilaksanakan oleh Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara.
DATA KECELAKAAN PENERBANGAN KOMERSIAL BERJADWAL DAN TIDAK BERJADWAL
YANG DIINVESTIGASI KNKT TAHUN 2010 – 2014
Tahun Jumlah Laporan Rekomendasi Keterangan
Kecelakaan Final

2010 18 8 39 Sisa hutang 109


2011 32 18 98 laporan kecelakaan
2012 29 8 56 tahun 2015
2013 29 12 78
2014 30 3 18
2015 20 0 8
TOTAL 158 49 297
Posisi laporan per 10 September 2015

4. Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan


Untuk Moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Investigasi dilakukan terhadap
kecelakaan yang menelan korban jiwa meninggal 8 (delapan) orang atau lebih, terjadi
berulang pada merk kendaraan atau bagian kendaraan tertentu, dan terjadi berulang
di suatu tempat tertentu 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) bulan. Batas waktu penyusunan
laporan akhir untuk investigasi kecelakaan transportasi Lalu Lintas dan Angkutan
jalan adalah 3 (tiga) bulan.
DATA KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
YANG DIINVESTIGASI KNKT TAHUN 2010 – 2014

Tahun Jumlah Laporan Rekomendasi Keterangan


Kecelakaan Final

2010 3 3 18 Sisa hutang 5 (lima)


2011 7 7 60 laporan kecelakaan
2012 8 8 79 tahun 2015
2013 8 8 91
2014 5 3 52
2015 3 0 22
TOTAL 34 29 322
Posisi laporan per 10 September 2015

J. Capaian Kinerja Mahkamah Pelayaran


Jumlah perkara kecelakaan kapal yang disidangkan dan diputus tepat waktu serta
rekomendasi putusan mahkamah pelayaran yang ditindaklanjuti dalam kurun waktu
2010-2014, sebagai berikut :
1. Jumlah kecelakaan yang telah disidang dan diputus tepat waktu sebanyak 156
putusan dalam kurun waktu 2010-2014

38
2. Jumlah rekomendasi Mahpel yang ditindaklanjuti berdasarkan hasil monitoring dan
evaluasi putusan yang dilakukan 0 dikarenakan proses eksekusi di Ditjen
Perhubungan laut untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Pelayaran dengan
memerintahkan secara tertulis kepada UPT (KSU, OP, KSOP, UPP).

1.2 Potensi dan Permasalahan


Identifikasi potensi dan permasalahan dalam jangka menengah yang di hadapi Sekretaris
Jenderal adalah sebagai berikut :

1.2.1. Potensi
Sekretariat Jenderal sebagai unsur pembantu pimpinan Kementerian Perhubungan
mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam rangka melaksanakan
koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada
seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Tugas dan fungsi
dimaksud meliputi koordinasi kegiatan, koordinasi penyusunan rencana dan program,
pembinaan dan pemberian dukungan kepegawaian, keuangan, organisasi dan
tatalaksana, kerjasama, pemberian informasi dan hubungan masyarakat, koordinasi dan
penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan aset Kementerian
Perhubungan, serta koordinasi pelaksanaan investigasi serta penelitian kecelakaan
transportasi.

Kondisi lingkungan strategis Sekretariat Jenderal dapat diidentifikasi sebagai potensi, yang
selanjutnya dijadikan sebagai bahan pertimbangan yang penting dalam penyusunan
Renstra Sekretariat Jenderal 2015-2019. Kondisi lingkungan strategis yang
menggambarkan kecenderungan masa depan untuk mewujudkan peningkatan Tata
Kelola yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sehubungan dengan hal tersebut,
kondisi lingkungan strategis yang dimiliki Sekretariat Jenderal dalam menjalankan peran
dan fungsinya dapat diuraikan sesuai aspek-aspek sebagai berikut:

A. Aspek Perencanaan
Langkah-langkah peningkatan kualitas dalam aspek perencanaan masih terus diupayakan
melalui perumusan dan pengkoordinasian perencanaan program dan anggaran

39
Kementerian Perhubungan, terutama dalam memfasilitasi perencanaan dan program
lintas sektor, penguatan peran perencanaan sebagai pengendali pembangunan
infrastruktur perhubungan serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

Dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik (Good Governance) dan pemerintahan
yang bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada hasil (result oriented) diperlukan
perhatian khusus dalam pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang
tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan dapat berlangsung secara berdayaguna, berhasilguna, bersih dan
bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk mewujudkan
hal tersebut diperlukan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja yang merupakan
rangkaian sistematik dari berbagai aktifitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk
tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran
dan pelaporan kinerja pada instansi pemeritah, sesuai ketentuan dalam Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP).

B. Aspek Organisasi, Tatalaksana dan Kepegawaian


Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan jasa
transportasi diperlukan perlu perhatian khusus dalam restrukturisasi organisasi
Kementerian melalui kegiatan evaluasi dan penyusunan struktur organisasi, tugas dan
fungsi. Di samping hal tersebut, juga diperlukan penguatan profesionalisme SDM aparatur
yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain mencakup aspek perencanaan SDM,
rekrutmen, seleksi dan penempatan pegawai, penilaian kinerja pegawai, penggajian/
remunerasi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penyusunan kompetensi
serta sistem prosedur administrasi kepegawaian. Terkait dengan reformasi birokrasi maka
penguatan SDM tentunya harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
sebagai faktor penunjang terlaksananya reformasi birokrasi secara efektif dan efisien.

40
C. Aspek Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan / Barang Milik Negara
di Lingkungan Kementerian Perhubungan
Dalam rangka mempertahankan opini BPK atas laporan keuangan Kementerian
Perhubungan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) akan dilaksanakan dan terus ditingkatkan
langkah-langkah yang tepat antara lain :
1. Melaksanakan Instruksi Menteri Perhubungan agar menindaklanjuti rekomendasi
LHP BPK yang belum selesai, masih dalam proses atau belum ditindaklanjuti;
2. Membuat rencana tindak dan memonitor tindak lanjutnya;
3. Meningkatkan kualitas penyusunan Laporan Keuangan mulai tingkat UAKPA sampai
dengan UAPA;
4. Meningkatkan kualitas SDM pengelola keuangan dengan pembinaan dan pembekalan
kepada seluruh KPA, PPK, dan Bendaharawan dilingkungan Kemenhub;
5. Melaksanakan Bimbingan Teknis implementasi akrual dengan pelaksanaan Bimbingan
Teknis implementasi akrual kepada seluruh petugas penyusun laporan keuangan
tingkat Kantor/Satker, Eselon I dan Tim Reviu Itjen;
6. Memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan belanja modal dan proses pengadaan
barang dan jasa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
7. Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;
8. Mencatat dan menyajikan semua transaksi keuangan dalam Laporan Keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP);
9. PNBP wajib dipungut dengan tarif sesuai Peraturan Pemerintah, disetor tepat waktu,
dan digunakan sesuai dengan mekanisme APBN;
10. Melakukan proses pengadaan barang/jasa dengan efektif, efisien, terbuka,
transparan, bersaing, adil, dan akuntabel serta sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
11. Segera melakukan penyetoran atas kerugian negara akibat pemahalan harga,
kelebihan pembayaran, kekurangan volume, dan/atau denda sesuai rekomendasi
apabila belum ditindaklanjuti.

41
D. Aspek Perundang-undangan dan Legalitas Hukum di Lingkungan Kementerian
Perhubungan
1. Program Reformasi Birokrasi Khususnya Penataan Peraturan Perundangan-undangan
membantu proses percepatan penyelesaian penyusunan peraturan perundang-
undangan dan menghasilkan kualitas regulasi dan legalitas hukum yang lebih baik,
sehingga meminimalisir adanya aturan yang tumpang tindih atau tidak
harmonis/sinkron.
2. Banyaknya regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan telah
berpengaruh pada meningkatnya keselamatan, keamanan dan pelayanan
transportasi serta mendukung dunia usaha/perekonomian nasional.
3. Keterwakilan Indonesia di dunia internasional melalui peningkatan kerjasama luar
negeri dalam rangka mendukung pembangunan transportasi di Indonesia.
4. Mempromosikan potensi di bidang transportasi Indonesia kepada dunia
internasional.
5. Peningkatan kemampuan Delri melalui program workshop tata cara melakukan
negosiasi bidang transportasi pada sidang kerjasama luar negeri.

E. Aspek Administrasi dan Pengelolaan Pelayanan Penunjang di Lingkungan


Kementerian Perhubungan (Biro Umum)
1. Peningkatan layanan sarana dan prasarana kantor pusat Kementerian Perhubungan.
a) Kantor Pusat Kementerian Perhubungan memiliki 3 gedung utama, Gedung
Karsa, Gedung Cipta, dan Gedung Karya. Kondisi saat ini, Gedung Karsa
dimanfaatkan untuk pimpinan, sementara fasilitas penunjang harian
ditempatkan di dua gedung lainnya;
b) Jumlah kendaraan operasional di Lingkungan Kantor Pusat Kementerian
Perhubungan sebanyak 94 kendaraan dengan jenis dan fungsi yang berbeda.
2. Peningkatan layanan administrasi perkantoran Kementerian Perhubungan.
Saat ini, Sistem Administrasi Perkantoran Kementerian Perhubungan diatur dalam
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 tahun 2010 tentang Sistem
Adminitrasi Perkantoran Kementerian Perhubungan. Yang selanjutnya dijabarkan
dalam beberapa dokumen petunjuk teknis seperti:

42
a) PM 65 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Tata Naskah Dinas Kementerian
Perhubungan;
b) PM 7 Tahun 2014 tentang Petunujuk Pelaksanaan Tata Naskah Dinas Elektronik di
Lingkungan Kementerian Perhubungan;
c) PM 94 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusutan Arsip di Lingkungan Kementerian
Perhubungan;
d) PM 78 Tahun 2010 tentang Kode Klasifikasi Arsip di lingkungan Kementerian
Perhubungan;
e) PM 79 tahun 2010 tentang Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Kementerian
Perhubungan.
f) PM 92 tahun 2014 tentang Jadwal Retensi Arsip Substantif di Lingkungan
Kementerian Perhubungan.

F. Aspek Pengelolaan Data dan Informasi Perhubungan


Untuk mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan
khususnya dalam hal penyediaan data dan informasi perhubungan telah dilakukan upaya-
upaya pengelolaan data dan informasi, sistem informasi, fasilitasi media layanan
informasi publik, serta fasilitasi pembinaan penyelenggaraan e-government di lingkungan
Kementerian Perhubungan. Aspek ini cukup penting dalam memberikan dan membentuk
citra positif terhadap keberadaan Kementerian Perhubungan untuk membangun
kepercayaan dan hubungan yang baik dengan stakeholders dan publik.

Peningkatan pembinaan, pengendalian dan pengelolaan sistem informasi, terutama pada


penggunaan teknologi informasi dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas dalam
penyediaan data dan Informasi demi memberikan pelayanan yang baik kepada publik
pada umumnya dan pencapaian tujuan organisasi Kementerian Perhubungan pada
khususnya.

Implementasi Email Dinas Kementerian Perhubungan, Layanan Contact Center 151,


Integrasi aplikasi-aplikasi penyelenggaraan e-government, Layanan Perijinan Online di
lingkungan Kementerian Perhubungan yang dibangun, dikembangkan dan diintegrasikan
menjadi prioritas dalam peningkatan layanan pengelolaan data serta teknologi informasi
dan komunikasi.

43
Pengembangan dan Pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan Kementerian
Perhubungan, pada periode 2015-2019 akan di pusatkan pada Pusat Data dan Informasi
Perhubungan, yang akan dilakukan dengan pemilahan program kegiatan dan prioritas ke
dalam 2 kelompok kegiatan yaitu program taktis dan strategis. Program taktis lebih di
arahkan kepada konsolidasi dan penentuan prioritas pelaksanaan program-program kerja
yang telah ditetapkan dan masih visible untuk dijalankan dengan pertimbangan prioritas
kebutuhan dan kontinuitas terhadap program berjalan, sementara Program strategis
mengarah kepada langkah pembenahan prinsip dasar dan acuan pengembangan serat
pemanfaatan teknologi informasi di Kementerian Perhubungan.

G. Aspek Komunikasi Publik dan pemberian informasi di Bidang Perhubungan


Struktur organisasi Pusat Komunikasi Publik mengalami perubahan dimana pada KM 60
Tahun 2010 Pusat Komunikasi Publik dibawah Menteri / Wakil Menteri Perhubungan
sedangkan pada Perpres Nomor 40 Tahun 2015, fungsi humas berada dibawah
Sekretariat Jenderal. Untuk itu, Pusat Komunikasi Publik akan menjadi Biro Komunikasi
dan Layanan Informasi Publik dibawah Sekretaria Jenderal.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 72 tahun 2010 tentang Standar Prosedur


Operasional dan layanan informasi publik di lingkungan Kementerian Perhubungan
merupakan dasar hukum dalam pemberian informasi di bidang perhubungan
sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan
informasi publik. Dalam PM72 tahun 2010, Kepala Pusat Komunikasi Publik merupakan
Pembantu Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang mempunyai
tanggung jawab membantu PPID Utama (Sekretaris Jenderal) dan dapat memberikan
informasi berdasarkan penugasan dan atas nama PPID.
Peningkatan layanan dan kualitas informasi publik telah dilakukan melalui pemberian
informasi langsung pada ruang layanan informasi dan secara online pada
ppid.dephub.go.id

H. Aspek Pemanfaatan Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi


Dalam upaya peningkatan dukungan manajemen pelaksanaan kemitraan, pelayanan jasa
transportasi dan lingkungan hidup sektor transportasi, Pusat Kajian Kemitraan dan
Pelayanan Jasa Transportasi (PKKPJT) telah melaksanakan penyelenggaraan kajian
kemitraan dan pelayanan jasa transportasi serta lingkungan hidup sektor transportasi

44
melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan yang telah
dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan dengan melibatkan tenaga ahli, sub sektor
terkait, para pemangku kepentingan, operator dan pengguna jasa.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan kajian yang telah dilaksanakan Pusat Kajian Kemitraan
dan Pelayanan Jasa Transportasi ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi
pengambilan kebijakan di sektor transportasi khususnya dalam rangka peningkatan
kualitas pelayanan kepada masyarakat, upaya pencegahan kerusakan lingkungan serta
mendorong berkembangnya kerja sama pemerintah dan swasta dalam penyediaan
infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.

I. Aspek Penegakan Hukum di Bidang Keselamatan Pelayaran


Dalam rangka meningkatkan kinerja Mahkamah Pelayaran dalam penyelenggaraan proses
pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal telah dan sedang dilakukan langkah-langkah
diantaranya adalah menyusun regulasi dan pedoman dalam pelaksanaan tugas
Hakim/Anggota Mahkamah Pelayaran dalam kapasitasnya sebagai tim majelis dalam
sidang pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal, regulasi dan pedoman dimaksud antara
lain:
1. Membuat produser tetap (protap) sidang pemeriksaan kecelakaan kapal yang dituang
dalam Peraturan Menteri
2. Menyusun tata cara pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal bersama dengan unit
kerja/instansi terkait sebagai implementasi Undang-Undang No. 17 Tahun 2008
tentang Pelayaran
3. Membuat kode etik hakim/anggota Mahkamah Pelayaran dan sekretaris dalam
persidangan majelis Mahkamah pelayaran.

J. Aspek Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Moda Transportasi.


Upaya mewujudkan transportasi yang berkeselamatan, aman dan nyaman diindikasikan
dengan menurunnya tingkat terjadinya kecelakaan transportasi dan menurunnya tingkat
kualitas kecelakaan transportasi (penurunan jumlah korban). Upaya menurunkan tingkat
kecelakaan dilakukan secara preventif maupun proaktif. Wujud upaya penurunan
kecelakaan transportasi ini diantaranya dengan adanya lembaga/organisasi yang
mumpuni dalam melakukan investigasi penyebab kecelakaan transportasi, sehingga tidak
45
terulang kembali kecelakaan transportasi karena penyebab yang sama. Di Indonesia
lembaga yang memiliki tugas pokok dan fungsi melakukan investigasi kecelakaan
transportasi adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi sehingga KNKT
mempunyai potensi yaitu:
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (investigator, tenaga Ahli,
penunjang Investigator dan Tenaga Adminstrasi lainnya);
2. Mewujudkan regulasi yang memperkuat peran dan kedudukan Komite Nasional
Keselamatan Transportasi di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai
undang-undang;
3. Meningkatkan pelaksanaan investigasi kecelakaan transportasi dan menghasilkan
laporan yang sesuai standar dan ketentuan yang berlaku serta rekomendasi yang
cepat, tepat, akurat, transparan dan akuntabel;
4. Sebagai anggota dari lembaga keselamatan transportasi internasional perlu
meningkatkan hubungan kerjasama dengan operator transportasi, produsen
transportasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian. Pemerintah Daerah dan lembaga-
lembaga lainnya yang terkait dalam meningkatkan keselamatan transportasi, baik di
dalam negeri maupun luar negeri seperti ICAO, AIMO, ISASI, ASIASASI, MAIF, MAIFA,
ITSAP/ATSB, JICA/JTSB, IAI Forum, Fligth Scape, ECCAIRS dan COSCAP, APRAST/AIG
dan intansi/organisasi yang membidangi investigasi di setiap negara terkait;
5. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana investigasi kecelakaan transportasi;
6. Meningkatkan kualitas data dan laporan yang lengkap, aktual dan aplikatif melalui
sistem data base yang berlaku;
7. Meningkatkan upaya penyuluhan, sosialisasi rekomendasi keselamatan terhadap
instansi dan personil terkait lainnya guna dapat mencegah terjadinya kecelakaan
transportasi; dan
8. Melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan rekomendasi hasil
laporan final.

1.2.2. Permasalahan
Keberhasilan suatu organisasi akan sangat ditentukan oleh kemampuan untuk
beradaptasi dengan perubahan lingkungan, baik secara internal maupun eksternal. Untuk
dapat selalu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat dan sulit diprediksi,

46
setiap organisasi perlu memperhatikan lingkungan internal dan eksternal terkait
permasalahan yang mempengaruhi organisasi dalam suatu proses perencanaan.
Pemetaan terhadap permasalahan Sekretariat Jenderal tersebut dapat dilihat dari aspek-
aspek berikut:

A. Aspek Perencanaan
Salah satu permasalahan yang cukup mendasar saat ini adalah belum ada indikator yang
jelas untuk mengukur efektifitas pengelolaan anggaran dalam beberapa
program/kegiatan, terutama terkait dengan tingkat korelasi dan konsistensi antara tugas
fungsi dengan kegiatan yang dilaksanakan. Hal ini di indikasikan dari beberapa
permasalahan yang sudah berlangsung cukup lama namun belum sepenuhnya dapat
ditangani dan diselesaikan secara baik, seperti lemahnya koordinasi perencanaan antara
unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan dengan pemerintah daerah dan belum
optimalnya pemanfaaatan tata ruang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Reformasi kebijakan Pemerintah di bidang perencanaan dan penganggaran memerlukan
sinkronisasi dan penyesuaian terhadap mekanisme perencanaan program dan anggaran
dalam lingkup internal Kementerian Perhubungan. Hal ini berimplikasi pada berubahnya
struktur program dan anggaran yang lebih berorientasi pada efisiensi dan capaian kinerja
di setiap komponen/unit kerja lingkup Kementerian Perhubungan. Di sisi lain, masih
diperlukan upaya-upaya yang lebih terarah dalam rangka mewujudkan efisiensi
perencanaan anggaran lingkup Kementerian Perhubungan.
Monitoring dan evaluasi lingkup perencanaan program dan anggaran yang dilaksanakan
saat ini umumnya belum berjalan efektif, sehingga kendala dan permasalahan yang
ditemukan belum sepenuhnya dapat ditindaklanjuti penyelesaiannya.

B. Aspek Organisasi, tatalaksana, dan kepegawaian


Besarnya organisasi Kementerian Perhubungan menjadi tantangan utama dalam
penataan kelembagaan yang baik (baik fungsi organisasi Kantor Pusat dan kelembagaan UPT
daerah), khususnya untuk kelembagaan Unit Pelaksana Teknis di daerah. Belum
optimalnya Ketersediaan dan tuntutan SDM transportasi yang memenuhi standar
kompetensi menjadi masalah yang dihadapi selain kebijakan moratorium penerimaan
PNS karena menjadi kebijakan yang bertolak belakang. Selanjutnya adanya kebijakan

47
tuntutan peningkatan pelayanan kepada publik dibidang transportasi melalui
pembentukan BLU juga menjadi permasalahan karena terdapat kriteria pokok untuk
pembentukannya. Bentuk dan struktur serta susunan organisasi belum disesuaikan untuk
semua fungsi, terutama dikaitkan dengan penyesuaian kewenangan terkait Undang-
undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Fungsi pada Unit Pelaksana
Teknis (UPT) perlu dipertajam agar beban kerja dapat tepat dan proporsional, mengingat
belum optimalnya pelaksanaan tugas dan fungsi pada sejumlah Unit Pelaksana Teknis
(UPT).
Kapasitas/fungsi Lembaga/Dinas di daerah dalam penyelenggaraan infrastruktur
perhubungan masih terbatas termasuk dekonsentrasi dan tugas perbantuan sesuai
dengan urusan dan wewenang Pemerintah Daerah.

C. Aspek Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Perlengkapan / Barang Milik Negara


di Lingkungan Kementerian Perhubungan
Diperlukan komitmen seluruh jajaran mulai dari pimpinan sampai staf untuk
mempertahankan Laporan Keuangan Kementerian Perhubungan dengan opini Wajar
Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam mewujudkan target ini masih banyak terdapat
tantangan antara lain berkenaan dengan kualitas Laporan Keuangan sesuai dengan
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) di dalam Penyusunan, Penyajian dan
Pengungkapan secara memadai, temuan dan rekomendasi BPK yang masih mendapat
status dalam proses atau belum ditindaklanjuti atas Laporan Keuangan dan tahun-tahun
sebelumnya, penatausahaan Aset Tak Berwujud di lingkungan Kementerian Perhubungan
dalam rangka memenuhi kriteria Aset Tak Berwujud dengan Standar Akuntansi
Pemerintah termasuk tata cara penghapusannya, serta masih terdapatnya tanah-tanah
yang belum bersertifikat.

D. Aspek Perundang-undangan dan Legalitas Hukum di Lingkungan Kementerian


Perhubungan
Masih terdapat beberapa permasalahan terkait Perundang-undangan dan Legalitas
Hukum di Lingkungan Kementerian Perhubungan antara lain :
1. Belum optimalnya pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 82 Tahun
2013 tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan Penyusunan Peraturan Perundang-

48
undangan, Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama di Lingkungan
Kementerian Perhubungan, terutama dalam proses perencanaan dan koordinasi
dengan unit kerja terkait.
2. Belum optimalnya pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 74 Tahun
2009 tentang Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum di Lingkungan Kementerian
Perhubungan.
3. Sulitnya pengangkatan SDM dalam jabatan fungsional Perancang Peraturan
Perundang-undangan, hal ini terkait terbatasnya pelaksanaan diklat jabatan
fungsional Perancang yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
4. Belum optimalnya sosialisasi Peraturan Perundang-undangan kepada masyarakat dan
stakeholder.
5. Kerjasama luar negeri belum dapat dievaluasi dalam memberikan kontribusi optimal
dalam menunjang pelaksanaan pembangunan transportasi di Indonesia;
6. Penyebaran informasi kerjasama luar negeri belum optimal, sehingga banyak
kegiatan-kegiatan kerjasama luar negeri yang tidak diketahui oleh aparatur
perhubungan baik dalam kerangka bilateral, regional, maupun multilateral.
7. Belum adanya database Kerjasama Luar Negeri, sehingga menyulitkan dalam
melakukan perencanaan, evaluasi dan monitoring pelaksanaan program dan kegiatan
kerjasama luar negeri.
8. Belum adanya Grand Strategi, guidelines atau prioritas kerjasama luar negeri di
bidang transportasi untuk jangka waktu 2015 – 2019.

E. Aspek Administrasi dan Pengelolaan Pelayanan Penunjang di Lingkungan


Kementerian Perhubungan (Biro Umum)
1. Kapasitas ruang perkantoran yang tidak sesuai kebutuhan;
a) Gedung Cipta dibangun pada tahun 1978 sehingga dilihat dari usia teknis dan
ekonomis sudah terjadi penurunan kualitas;
b) Sejak Gedung Cipta dibangun, telah terjadi beberapa kali pengembangan
organisasi di Kementerian Perhubungan, hal ini terkait langsung dengan
meningkatnya kebutuhkan ruang kerja bagi kegiatan harian. Selain itu, terdapat
beberapa kebutuhan ruangan layanan seperti untuk kantor pelayanan satu atap

49
serta adanya kebutuhan fasilitas penunjang seperti adanya ruangan untuk
kebutuhan khusus, dan ruangan untuk pelayanan informasi publik.
2. Dengan berkembangnya organisasi Kementerian Perhubungan serta adanya
perkembangan teknologi informasi dibutuhkan penyempurnaan terhadap Sistem
Administrasi Perkantoran di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

F. Aspek Pengelolaan Data dan Informasi Perhubungan


Beberapa permasalahan dalam Pengelolaan Data dan Informasi antara lain :
1. Masih lemahnya koordinasi perencanaan penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi di lingkungan Kementerian Perhubungan meliputi perencanaan
pembangunan, pengembangan dan penyediaan infrastruktur dasar serta program
aplikasi, sehingga masih belum optimalnya penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi dengan adanya tumpang tindih pembangunan dan pengembangan
infrastruktur dan program aplikasi;
2. Masih lemahnya penerapan Alur Data dan Informasi di lingkungan Kementerian
Perhubungan melalui efisiensi, efektifitas dan kesinambungan pelaporan Data dan
Informasi Perhubungan oleh Direktorat Jenderal, Badan dan Penunjang, sehingga di
dalam penyediaan data masih mengalami penundaan dari masing-masing sumber
data (Direktorat Jenderal, Badan dan Penunjang) karena belum berjalannya
pertukaran data dan informasi secara real time;
3. Masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai Teknologi Informasi
dan Komunikasi pada masing-masing Unit Eselon I serta UPT, sehingga masih belum
dapat menciptakan kesadaran akan pentingnya penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi pada seluruh sektor pekerjaan dimasing-masing unit kerja.

G. Aspek Komunikasi Publik dan Pemberian Informasi di Bidang Perhubungan


Keberhasilan suatu organisasi akan sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk
beradaptasi dengan perubahan lingkungan, baik secara internal maupun eksternal.
Untuk dapat selalu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat dan sulit
diprediksi, setiap organisasi perlu memperhatikan lingkungan internal dan eksternal
terkait permasalahan yang mempengaruhi organisasi dalam suatu proses perencanaan.

50
Beberapa permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Sumber Daya Manusia
Belum seluruh pegawai Kementerian Perhubungan memahami mengenai materi
Undang-Undang keterbukaan Informasi Publik sehingga kewajiban Badan Publik
sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik belum
dapat terlaksana dengan baik. Pelayanan informasi yang bersifat Desentralisasi
memerlukan pemahaman yang sama akan pemberian pelayanan informasi secara
cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana serta kesiapan masing
masing unit kerja terhadap mekanisme yang berlaku, sehingga pemenuhan
permohonan informasi dapat dilakukan secara efisien. Dengan demikian, masing
masing unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan dapat menyelenggarakan
sistem informasi dan dokumentasi dalam rangka informasi publik secara bertingkat
dan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Prosedur Pelayanan Informasi


Sistem pengelolaan dokumen yang merupakan bahan informasi publik yang belum
terintegrasi sehingga menyulitkan pelayanan informasi yang dilakukan oleh PPID.
Pemutakhiran informasi publik secara tepat waktu, untuk pelayanan informasi yang
lebih baik kepada publik dan revisi PM Nomor 72 tahun 2010 tentang Standar
Prosedur Operasional Layanan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian
Perhubungan.
3. Belum optimalnya integrasi perencanaan dan pelaksanaan Publikasi dan Komunikasi
Publik dengan Sub Sektor dan Badan.

H. Aspek Pemanfaatan Kajian Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi


Beberapa permasalahan dalam pelaksanaan kajian sampai dengan saat ini adalah masih
kurangnya pelaksanaan pengembangan SDM khususnya diklat bagi pemangku jabatan
analis kajian. Selain hal tersebut, Struktur Organisasi Pusat Kajian Kemitraan dan
Pelayanan Jasa Transportasi masih terbagi dalam setiap sektor (Darat dan Perkeretaapian,
Laut dan Manajemen Transportasi Multimoda, Udara, Tata Usaha) sementara tugas
pokok dan fungsi PKKPJT terbagi dalam substansi kemitraan, pelayanan jasa transportasi

51
dan lingkungan hidup sektor transportasi. Hal tersebut dapat menghambat koordinasi
dalam pekerjaan.

I. Aspek Penegakan Hukum di Bidang Keselamatan Pelayaran


Beberapa permasalahan dalam bidang Penegakan Hukum di Bidang Keselamatan
Pelayaran antara lain :
1. Belum adanya upaya maksimal yang dilakukan Ditjen Perhubungan laut untuk
menindaklanjuti Putusan Mahkamah Pelayaran dengan memerintahkan secara
tertulis kepada UPT (KSU, OP, KSOP, UPP) untuk melaksanakan eksekusi Putusan
Mahkamah Pelayaran kepada Tersangkut (Nahkoda atau Pemimpin kapal dan atau
Perwira Kapal)
2. Jadwal waktu proses penyelesaian pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal oleh
Mahkamah Pelayaran sebagaimana yang ditetapkan oleh PP No 1 Tahun 1998
tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal selama 180 (seratus delapan puluh) hari
dinilai kurang efektif dan efisien sehingga rekomendasi putusan Mahkamah
Pelayaran terhadap pengenaan sanksi administrasi berupa pencabutan sementara
sertifikat kepelautan kepada Tersangkut (Nakhoda atau Pemimpin Kapal dan atau
Perwira Kapal) tidak ditindaklanjuti secara optimal.
3. Tidak terpenuhinya kuota komposisi Hakim/Anggota Mahkamah Pelayaran
disebabkan karena promosi dan pensiun yang dipersyaratkan memiliki kualifikasi
pendidikan tertentu (ANT-1, ATT-1, dan ahli bangun kapal atau Sarjana teknik
perkapalan) sehingga proses rekrutmen Hakim/Anggota Mahkamah Pelayaran
tersebut memerlukan waktu yang lama.

J. Aspek Pemeriksaan Awal dan Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Moda


Transportasi.
Beberapa permasalahan terkait Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Moda Transportasi
antara lain :
1. Hak Keuangan dan Penghasilan lainnya untuk Anggota KNKT, Investigator
Keselamatan dan Tenaga Ahli KNKT sampai saat ini belum bisa dilaksanakan;
2. Investigator Keselamatan Transportasi sesuai dengan Perpres No. 2 Tahun 2012
sejumlah 40 orang untuk keempat moda Transportasi belum terealisasi;

52
3. Khusus untuk penyelesaian laporan investigasi kecelakaan penerbangan dari tahun
2007 sampai dengan 2009 sejumlah 47 laporan belum final;
4. Rekomendasi yang telah diterbitkan oleh Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT), untuk instansi terkait melaksanakan Safety Action kurang
mendapat perhatian;
5. Jumlah PNS selaku staf pendukung tugas dan Fungsi KNKT baik secara teknis
maupun administratif masih kurang;
6. Keberadaan organisasi KNKT yang telah mendapat pengakuan oleh lembaga yang
sama ditingkat internasional merupakan pengakuan keberadaan kelembagaan KNKT
ditingkat Internasional;
7. Sebagai hasil tindak lanjut ratifikasi organisasi penerbangan sipil internasional (ICAO)
secara otomatis KNKT patuh terhadap hasil audit yang dikeluarkan guna
pengembangan organisasi ke depannya, hasil audit terhadap keselamatan
penerbangan di Indonesia disampaikan hasil review ICAO terhadap Corrective Action
Plan (CAP) area ORG pada Protocol Question (PQ) 2.205 adalah sebagai berikut :
a. CAP yang disusun tidak menjelaskan bahwa KNKT akan mengalokasikan gedung
untuk mengakomodir para investigator dalam melaksanakan investigasi
kecelakaan secara efektif;
b. ICAO beranggapan bahwa ruangan bagi investigator tetap (full time investigator)
tidak kondusif untuk bekerja secara efisien dan tidak dapat menjaga privasi
dalam diskusi-diskusi yang bersifat rahasia/tertutup.
8. Mengupayakan peningkatan keberadaan KNKT yang pada saat ini hanya diatur
dengan Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah menjadi Undang-Undang;
9. Sebagai pijakan penyusunan rencana kerja yang sifatnya strategis perlu disusun
melalui Masterplan Kinerja KNKT oleh lembaga yang mempunyai kompetensi.

53
BAB 2 TUJUAN DAN SASARAN
SEKRETARIAT JENDERAL KEMENHUB

Dalam rangka mendukung perwujudan pembangunan sektor transportasi melalui


pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan dan
melanjutkan capaian selama periode Renstra Sekretariat Jenderal Kementerian
Perhubungan Tahun 2009 - 2014 dengan memperhatikan permasalahan yang telah
diidentifikasi, maka disusun tujuan dan sasaran yang hendak diwujudkan oleh Sekretariat
Jenderal Kementerian Perhubungan Tahun 2015 – 2019.

2.1. Tujuan Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun


2015-2019

Dalam rangka mendukung tercapainya pembangunan transportasi, maka dirumuskan


tujuan pembangunan Sekretariat Jenderal selama kurun waktu 2015 – 2019, yaitu :
1. Meningkatkannya kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan di
Kementerian Perhubungan;
2. Meningkatkannya kualitas kelembagaan dan SDM Aparatur Perhubungan dalam
rangka optimalisasi kinerja Kementerian Perhubungan;
3. Mempertahankan akuntabilitas laporan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN)
Kementerian Perhubungan, serta pelayanan umum, dan sarana dan prasarana gedung
kantor pada lingkup Kementerian Perhubungan;
4. Meningkatkan kualitas produk hukum dan kajian kebijakan strategis serta fasilitasi
penyelesaian sengketa hukum serta kerjasama luar negeri di lingkungan Kementerian
Perhubungan;
5. Tersedianya layanan komunikasi dan informasi publik yang efektif, efisien dan mudah
diakses dengan dukungan pengelolaan data dan SDM yang berkualitas;
6. Mewujudkan peningkatan kualitas pelaksanaan investigasi kecelakaan transportasi.

54
2.2. Sasaran Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun
2015-2019

Sasaran Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan adalah merupakan hasil yang


akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur. Adapun sasaran
yang hendak diwujudkan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan adalah :
a. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan di Kementerian Perhubungan;
b. Meningkatnya kualitas pengendalian pembangunan di Kementerian Perhubungan;
c. Peningkatan kerjasama luar negeri dalam bidang transportasi baik dalam skala
regional maupun global;
d. Peningkatan pengelolaan SDM Aparatur Perhubungan yang berintegritas, netral,
capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera serta beretika;
e. Peningkatan organisasi dan tata kelola kelembagaan birokrasi yang tepat fungsi dan
sasaran;
f. Akuntabilitas kinerja Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan Meningkat;
g. Peningkatan pelayanan administrasi dalam menunjang tugas di lingkungan
Sekretariat Jenderal meningkat;
h. Terwujudnya komunikasi dan keterbukaan informasi publik yang didukung oleh
pemanfaatan media massa dan opini publik, publikasi dan pelayanan informasi serta
sumber daya aparatur dengan kompetensi kehumasan untuk meningkatkan
dukungan masyarakat dan citra positif Kementerian Perhubungan;
i. Peningkatan kecukupan sarana prasarana dalam menunjang pelaksanaan tugas
secara efektif dan efisien;
j. Peningkatan kinerja pelaksanaan investigasi dan penelitian kecelakaan transportasi;
k. TerselenggaranyaE-Government di Kementerian Perhubungan.

Secara umum strategi dan kebijakan Kementerian Perhubungan dikelompokkan dalam


tiga aspek pokok yaitu Keselamatan dan Keamanan, Pelayanan, dan Kapasitas.
Sasaran yang akan dicapai oleh Sekretariat Jenderal dalam lima (5) tahun ke depan sangat
terkait dengan sasaran Kementerian Perhubungan terutama dalam aspek keselamatan
dan pelayanan sektor transportasi. Dalam aspek keselamatan dan keamanan menjadi
sasaran Sekretariat Jenderal terutama pada unit kerja Komite Nasional Keselamatan

55
Transportasi (KNKT) dan Mahkamah Pelayaran, sementara untuk meningkatkan aspek
pelayanan sektor transportasi didukung oleh semua unit di lingkungan Sekretariat
Jenderal. Konektivitas tujuan dan sasaran Sekretariat Jenderal di Kementerian
Perhubungan Tahun 2015-2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.1 Konektivitas Sasaran Sekretariat Jenderal dan Kementerian Perhubungan
diTahun 2015-2019
Sasaran Kemenhub Sasaran Setjen
1. Menurunnya angka kecelakaan 1. Terselenggaranya persidangan
transportasi; Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan
Kapal sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan;
2. Meningkatnya kinerja
pelaksanaan investigasi
kecelakaan transportasi;
2. Menurunnya jumlah gangguan -
keamanan dalam penyelenggaraan
transportasi;
3. Meningkatnya kinerja pelayanan 3. Meningkatnya kinerja layanan
sarana dan prasarana transportasi; administrasi perkantoran serta
sarana dan prasarana di
lingkungan Kantor Pusat
Kementerian Perhubungan
4. Terpenuhinya SDM transportasi 4. Terwujudnya Pengelolaan SDM
dalam jumlah & kompetensi sesuai Aparatur Perhubungan yang
dengan kebutuhan; berintegritas, netral, capable,
profesional, berkinerja tinggi dan
sejahtera serta beretika;
5. Terwujudnya Komunikasi dan
Pelayanan Informasi sektor
transportasi kepada publik yang
didukung SDM aparatur
perhubungan dengan kompetensi
kehumasan untuk meningkatkan
citra positif Kementerian
Perhubungan.
5. Meningkatnya kualitas dan -
kuantitas penelitian sesuai dengan
kebutuhan
6. Meningkatnya kinerja capaian 6. Terwujudnya Organisasi yang
Kementerian Perhubungan dalam Tepat Fungsi dan Tepat Sasaran
mewujudkan good governance; melalui sistem, proses dan tata
laksana yang rasional, jelas,
efektif, efisien, terukur, dan
sesuai dengan visi Reformasi

56
Sasaran Kemenhub Sasaran Setjen
Birokrasi;
7. Meningkatnya Akuntabilitas
Kinerja Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan
melalui tersedianya Dokumen
Perencanaan, Pemrograman,
Kebijakan Pentarifan, dan
dokumen Analisa dan Evaluasi
sebagai acuan dalam
penyelenggaraan perhubungan;
8. Terselenggaranya e-government
di Kementerian Perhubungan.
7. Meningkatnya penetapan regulasi 9. Meningkatnya Kerjasama Luar
dalam implementasi kebijakan Negeri Sektor Transportasi dalam
bidangperhubungan; Kerangka Regional, Bilateral dan
Multilateral;
10. Meningkatnya penetapan dan
kualitas regulasi dalam
implementasi kebijakan sektor
transportasi;
11. Meningkatnya dalam pelayanan
dan penyelesaian masalah hukum
8. Menurunnya emisi gas rumah kaca 12. Terwujudnya kebijakan dan
(RAN-GRK) dan meningkatnya strategi bidang kemitraan,
penerapan teknologi ramah pelayanan jasa dan lingkungan
lingkungan pada sektor hidup sektor transportasi;
transportasi;
9. Meningkatnya kualitas kinerja 13. Terwujudnya Laporan Keuangan
pengawasan dalam mewujudkan Kementerian Perhubungan
clean governance; dengan penilaian opini WTP;
10. Meningkatnya kapasitas sarana dan -
prasarana transportasi dan
keterpaduan sistem transportasi
antar moda dan multimoda;
11. Meningkatnya produksi angkutan -
penumpang dan barang;
12. Meningkatkan layanan transportasi -
di daerah rawan bencana,
perbatasan, terluar dan khususnya
wilayah timur Indonesia
13. Meningkatnya pelayanan angkutan -
umum massal perkotaan;
14. Meningkatnya aplikasi teknologi -
informasi dan skema sistem
manajemen transportasi perkotaan.

57
BAB 3 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
Arah kebijakan Kementerian Perhubungan merupakan penjabaran urusan pemerintahan
dan/atau prioritas pembangunan sesuai dengan visi dan misi Presiden yang rumusannya
mencerminkan bidang urusan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab Kementerian
Perhubungan. Sebagaimana dijelaskan dalam Renstra Kemenhub 2015-2019, bahwa
tingkat keberhasilan Kemenhub diukur dengan sasaran strategis dan sejalan dengan arah
kebijakan dalam RPJMN 2015—2019 yang terkait dengan tugas dan fungsi perhubungan.

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Perhubungan


Arah kebijakan dan strategi Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019 dikelompokkan
menjadi 3 aspek, meliputi keselamatan dan keamanan, pelayanan, serta kapasitas
transportasi, sebagai berikut :

3.1.1. Keselamatan dan Keamanan


Keselamatan dan keamanan dalam penyelengaraan pelayanan transportasi ditujukan
untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman pengguna transportasi serta menurunkan
jumlah dan tingkat kecelakaan transportasi yang meliputi transportasi jalan, kereta api,
pelayaran, dan penerbangan. Tingkat keselamatan dan keamanan transportasi
diwujudkan melalui dua sasaran yaitu menurunnya angka kecelakaan transportasi, dan
menurunnya jumlah gangguan keamanan dalam penyelenggaraan transportasi.

3.1.2. Pelayanan Transportasi


Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi ditetapkan 7 sasaran, yaitu : (1)
Meningkatnya kinerja pelayanan sarana dan prasarana transportasi, (2) Terpenuhinya
SDM transportasi dalam jumlah & kompetensi sesuai dengan kebutuhan, (3)
Meningkatnya kualitas penelitian sesuai dengan kebutuhan, (4) Meningkatnya kinerja
Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan good governance, (5) Meningkatnya
penetapan dan kualitas regulasi dalam implementasi kebijakan bidang perhubungan, (6)
Menurunnya emisi gas rumah kaca (RAN-GRK) dan meningkatnya penerapan teknologi

58
ramah lingkungan pada sektor tansportasi, dan (7) Meningkatnya kualitas kinerja
pengawasan dalam rangka mewujudkan clean governance.

3.1.3. Kapasitas Transportasi


Dalam rangka meningkatkan kapasitas transportasi, Kementerian Perhubungan
menetapkan 5 (lima) sasaran, yaitu : (1) Meningkatnya kapasitas sarana sarana dan
prasarana transportasi dan keterpaduan sistem transportasi antarmoda dan multimoda
(2) Meningkatnya produksi angkutan penumpang dan barang, (3) Meningkatnya layanan
transportasi di daerah rawan bencana, perbatasan, terluar, terpencil dan khususnya di
wilayah timur Indonesia, (4) Meningkatnya pelayanan angkutan umum massal perkotaan,
dan (5) Meningkatnya aplikasi teknologi informasi dan skema sistem manajemen
transportasi perkotaan.

3.2. Arah Kebijakan dan Strategi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan


Kebijakan Kemenhub yang terkait dengan tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal yaitu
membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel memiliki
peran sangat penting untuk mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan
keberhasilan pembangunan perhubungan. Upaya yang dilakukan dalam rangka
membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel serta dalam
rangka mencapai tujuan dan sasaran Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan
selama tahun 2015-2019, ditempuh kebijakan sebagai berikut :
1. Melaksanakan persidangan Pemeriksaan Lanjutan Kecelakaan Kapal sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan dan target waktu, yang ditempuh melalui strategi
peningkatan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terkait tindak
lanjut hasil putusan sidang;
2. Melaksanakan investigasi dan pemeriksaan lanjutan kecelakaan transportasi secara
cepat, tepat dan seadil-adilnya sesuai dengan jadwal waktu yang ditetapkan, yang
ditempuh melalui strategi antara lain :
- Peningkatan kualitas dan kuantitas investigator kecelakaan transportasi;
- Penyediaan sarana dan prasarana pendukung investigasi kecelakaan transportasi
sesuai standar yang berlaku.

59
3. Menyediakan sarana dan prasarana perkantoran yang memadai dan menjamin
kebersihan di lingkungan kantor pusat Kementerian Perhubungan, yang dilaksanakan
melalui strategi antara lain :
- Peningkatan perencanaan penyediaan sarana dan prasarana perkantoran di
lingkungan kantor pusat Kementerian Perhubungan;
- Peningkatan kualitas dan kapasitas sarana dan prasarana serta kebersihan di
lingkungan Kantor Pusat Kementerian Perhubungan;
- Pemeliharaan sarana dan prasarana perkantoran di lingkungan Kantor Pusat
Kementerian Perhubungan.
4. Membangun SDM Aparatur Perhubungan berdasarkan pendekatan manajemen SDM,
dan menyelaraskan dengan nilai-nilai Lima Citra Manusia Perhubungan, yang
ditempuh melalui strategi antara lain :
- Peningkatan kualitas dan profesionalisme SDM Aparatur Perhubungan di
lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan secara
berkesinambungan menuju profesionalisme guna mendorong percepatan
reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas rencana kebutuhan pegawai Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pemetaan kompetensi, pengadaan, penempatan, pembinaan dan
disiplin, pengembangan pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pelaksanaan promosi, mutasi, administrasi, dan fungsional di
lingkungan Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai di
lingkungan Kementerian Perhubungan.
5. Meningkatkan dampak positif komunikasi publik kepada masyarakat secara luas untuk
berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Kemenhub secara efektif dan efisien serta
meningkatkan edukasi publik kepada masyarakat agar terbentuk kesadaran,
pemahaman, sikap, prilaku dan budaya yang sesuai dengan prinsip dasar transportasi,
yang dilaksanakan melalui strategi antara lain :
- Penyebarluasan data informasi transportasi sebagai wujud keterbukaan informasi
publik kepada masyarakat pengguna jasa transportasi dalam upaya mendapatkan
masukan guna perbaikan sistem transportasi di masa mendatang ;

60
- Peningkatan kapasitas dan kualitas komunikasi publik yang lebih transparan dan
partisipatif dalam perumusan kebijakan di bidang transportasi ;
- Peningkatan frekuensi pelaksanaan kegiatan edukasi publik yang lebih terarah dan
tepat sasaran dengan skala prioritas keselamatan, ketertiban dan pelayanan
transportasi dalam upaya pembangunan transportasi nasional.
6. Meningkatkan peran dan fungsi organisasi dan ketatalaksanaan sesuai dengan bidang
tugas pokok dan fungsi unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan, yang
dilaksanakan melalui strategi antara lain :
- Peningkatan kualitas pengkajian dan pengembangan kelembagaan di lingkungan
Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas evaluasi kelembagaan di lingkungan Kementerian
Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pengkajian, pembinaan, dan pengembangan ketatalaksanaan
di lingkungan Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pengkajian, pembinaan, dan evaluasi pelaksanaan pelayanan
publik di lingkungan Kementerian Perhubungan.
7. Mendorong terlaksananya perencanaan dan penyusunan kebijakan penyelenggaraan
bidang perhubungan berdasarkan ketentuan aturan perundang-undangan dan Norma
Standar Pedoman dan Kriteria (NSPK), yang dilaksanakan melalui strategi antara lain :
- Pengukuran pencapaian target kinerja yang ditetapkan dalam dokumen
penetapan kinerja secara berkala ;
- Penguatan koordinasi, sinkronisasi, dalam perumusan kebijakan, penyusunan
rencana, program, kegiatan, dan anggaran serta penyusunan kebijakan pentarifan
di lingkungan Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan kualitas pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan, rencana,
program, kegiatan, dan anggaran Kementerian Perhubungan.
8. Meningkatkan kapasitas pengelolaan data dan informasi, optimalisasi pemanfaatan
sistem informasi, teknologi informasi dan komunikasi, dalam penyelenggaraan
pemerintahan, yang ditempuh melalui strategi peningkatan penyediaan fasilitas
sarana dan prasarana serta penggunaan teknologi informasi untuk mendukung
peningkatan kinerja aparatur.

61
9. Memfasilitasi penataan regulasi sektor transportasi dan mengkoordinir proses
perencanaan hingga pelaksanaan kerjasama luar negeri dalam hubungan bilateral,
regional dan multilateral, yang ditempuh melalui strategi penguatan koordinasi dalam
rangka peningkatan kerjasama Luar Negeri Sektor Transportasi dalam Kerangka
Regional, Bilateral dan Multilateral.
10. Memfasilitasi penataan regulasi dan perumusan kebijakan sektor transportasi, yang
dilaksanakan melalui strategi antara lain :
- Peningkatan pembinaan dan koordinasi penyusunan rancangan peraturan
perundang-undangan bidang transportasi ;
- Peningkatan kualitas penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan
perundang-undangan bidang transportasi.
11. Memfasilitasi penataan regulasi dan perumusan kebijakan sektor transportasi, yang
dilaksanakan melalui strategi peningkatan kualitas penelaahan kasus dan masalah
hukum serta pemberian advokasi dan bantuan hukum kepada satuan organisasi dan
pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan.
12. Melakukan kajian dalam rangka perumusan kebijakan kemitraan, pelayanan jasa dan
lingkungan hidup sektor transportasi, yang dilaksanakan melalui strategi antara lain :
- Peningkatan kualitas kajian kemitraan, pelayanan jasa & Lingkungan hidup sektor
transportasi sebagai masukan dalam perumusan kebijakan pelayanan jasa
perhubungan ;
- Peningkatan koordinasi dengan sektor lain di bidang kemitraan, pelayanan jasa
dan lingkungan hidup sektor transportasi.
13. Melaksanakan tata laksana keuangan, barang inventaris/milik kekayaan Negara,
pengadaan barang dan jasa dengan mempertimbangkan aspek kesamaan perlakuan,
profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas, yang dilaksanakan melalui strategi
antara lain :
- Peningkatan pembinaan perbendaharaan, anggaran, akuntansi, inventarisasi dan
pelaporan barang milik dan penyusunan laporan keuangan di lingkungan
Kementerian Perhubungan ;
- Peningkatan pembinaan pengelolaan penerimaan negara bukan pajak di
lingkungan Kementerian Perhubungan ;

62
- Peningkatan kualitas laporan dan pembinaan akuntabilitas kinerja Kementerian
Perhubungan.

4.2. Kerangka Regulasi


Kerangka Regulasi di Lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan disusun
untuk mendukung kebijakan dan sasaran strategis Kementerian Perhubungan yaitu
meningkatnya kinerja capaian Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan good
governance.
Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas regulasi sebagai upaya penguatan
kelembagaan, baik dari aspek manajerial, administratif, maupun peningkatan kualitas
sumber daya manusia, serta dukungan kelengkapan kerja lainnya.
Perincian mengenai jenis kebutuhan regulasi dan pentingnya regulasi dalam mendukung
pencapaian tujuan strategis Sekretariat Jenderal Kemenhub, dapat disampaikan sebagai
berikut :

Kerangka Regulasi/Kebutuhan
No. Urgensi Regulasi
Regulasi
1. Review Rencana Jangka Panjang Dalam rangka menjawab perubahan
Perhubungan 2005-2025 lingkungan strategi yang cepat dalam
2. Review Renstra 2015 - 2019 pelayanan dan pembangunan
perhubungan
3. Revisi Pedoman dan Proses Tersediannya pedoman proses
Perencanaan di Lingkungan perencanaan sesuai dengan kapasitas
Kementerian Perhubungan insfrastuktur

4. Revisi Pedoman Penyusunan RKA-KL Diharapkan dapat menguatkan fungsi dan


peran perencanaan

5. Peraturan Menhub tentang Pedoman Ketersediaan Pedoman untuk menyusun


Kelengkapan Data Dukung dalam Kelengkapan data Dukung RKA bagi
Rencana Kerja dan Anggaran seluruh unit Kerja di Pusat maupun UPT di
daerah agar lebih efektif dan akuntabel

6. Peraturan Menhub tentang Petunjuk Ketersediaan pedoman untuk mengukur


Evaluasi Manfaat Hasil Pembangunan tingkat keberhasilan pembangunan

63
Kerangka Regulasi/Kebutuhan
No. Urgensi Regulasi
Regulasi
Perhubungan perhubungan

7. Permenhub tentang Petunjuk Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas SAKIP.
Kinerja Instansi Pemerintah

8. Revisi Permenhub Nomor 168 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2015 Tentang Tarif Angkutan Barang tarif angkutan barang dilaut dalam
di Laut dalam rangka Pelaksanaan rangka pelaksnaan kewajiban pelayanan
Kewajiban Pelayana publik publik

9. Revisi Permenhub Nomor 57 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2006 tentang Mekanisme Penetapan Mekanisme Penetapan dan Formulasi
dan Formulasi Perhitungan Tarif Perhitungan Tarif Angkutan Penumpang
Angkutan Penumpang Laut Dalam Laut Dalam Negeri
Negeri

10. Revisi Permenhub Nomor 16 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2014 tentang Tarif Batas Atas Tarif Batas Atas Angkutan Penumpang
Angkutan Penumpang Laut Dalam Laut Dalam Negeri Kelas Ekonomi
Negeri Kelas Ekonomi

11. Revisi Permenhub Nomor 6 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2013 dan PM 15 Tahun 2014 tentang Jenis, Struktur, dan Golongan Tarif Jasa
Jenis, Struktur, dan Golongan Tarif Kepelabuhanan
Jasa Kepelabuhanan

12. Revisi Permenhub Nomor 86 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2002 tentang Tarif Penumpang dan Tarif Penumpang dan Uang Tambang
Uang Tambang Barang Angkutan Laut Barang Angkutan Laut Perintis
Perintis

13. Revisi Permenhub Nomor 17 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2015 tentang Tarif Angkutan Orang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api
Dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Pelayanan Kelas Ekonomi untuk
Ekonomi untuk Melaksanakan Melaksanakan Kewajiban Pelayanan
Kewajiban Pelayanan Publik Publik

14. Revisi Permenhub Nomor 63 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2015 tentang Tarif Angkutan Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas

64
Kerangka Regulasi/Kebutuhan
No. Urgensi Regulasi
Regulasi
Penyeberangan Lintas Antar Provinsi Antar Provinsi

15. Revisi Permenhub Nomor 31 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2015 tentang Tarif Dasar Batas Atas Tarif Dasar Batas Atas dan Batas Bawah
dan Batas Bawah Angkutan Angkutan Penumpang Antar Kota Antar
Penumpang Antar Kota Antar Provinsi Provinsi Kelas Ekonomi di Jalan
Kelas Ekonomi di Jalan

16. Revisi Permenhub Nomor 73 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2015 tentang tarif Angkutan Udara tarif Angkutan Udara Perintis
Perintis

17. Revisi Permenhub Nomor 68 Tahun Ketersediaan pedoman untuk penyusunan


2012 tentang Indikator Utama (IKU) Indikator Utama (IKU) Kementerian
Kementerian Perhubungan Perhubungan

18. Revisi Peraturan Pemerintah No 1 Tersedianya petunjuk pelaksanaan dalam


Tahun 1998 tentang Pemeriksaan proses penyelenggaraan pemeriksaan
Kecelakaan Kapal kecelakaan kapal
19 Peraturan Menteri Perhubungan Tersedianya pedoman untuk
tentang Prosedur Tetap Pemeriksaan Hakim/Anggota Mahkamah Pelayaran
Lanjutan Kecelakaan Kapal dalam melaksanakan pemeriksaan
lanjutan kecelakaan kapal
20. Peraturan Menteri Perhubungan Tersedianya pedoman dalam penerapan
tentang Kode Etik Hakim/Anggota dan kode etik/perilaku Hakim/Anggota dan
Sekretaris Majelis Mahkamah Sekretaris Majelis Mahkamah Pelayaran
Pelayaran dalam melaksanakan pemeriksaan
lanjutan kecelakaan kapal
21. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan
Organisasi dan Tata Kerja mekanisme kerja yang bertujuan
Kementerian Perhubungan meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dukungan terhadap pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi
22. Permenhub sebagai tindaklanjut Ketersediaan peraturan pelaksanaan yang
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dapat diimplementasikan di lingkungan
tentang ASN Kementerian Perhubungan
23. Permenhub tentang Kriteria Klasifikasi Ketersediaan kriteria klasifikasi untuk
Unit Penyelenggara Pelabuhan penentuan dan penetapan besaran
organisasi Unit Penyelenggara Pelabuhan
24. Permenhub tentang Kriteria Klasifikasi Ketersediaan kriteria klasifikasi untuk
Kesyahbandaran dan Otoritas penentuan dan penetapan besaran
65
Kerangka Regulasi/Kebutuhan
No. Urgensi Regulasi
Regulasi
Pelabuhan organisasi Kesyahbandaran dan Otoritas
Pelabuhan
25. Permenhub tentang Penyempurnaan Menyempurnakan kriteria klasifikasi
Kriteria Klasifikasi Kantor Distrik untuk penentuan dan penetapan besaran
Navigasi organisasi Kantor Distrik Navigasi
26. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan
Organisasi dan Tata Kerja Kesatuan mekanisme kerja yang bertujuan
Penjagaan Laut dan Pantai meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dukungan terhadap pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi
27. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan
Organisasi dan Tata Kerja Kantor mekanisme kerja yang bertujuan
Distrik Navigasi meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dukungan terhadap pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi
28. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan
Organisasi dan Tata Kerja Balai Lalu mekanisme kerja yang bertujuan
Lintas Angkutan Jalan, Sungai, Danau, meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dan Penyeberangan dukungan terhadap pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi
29. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan
Organisasi dan Tata Kerja Balai Teknik mekanisme kerja yang bertujuan
Perkeretaapian meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dukungan terhadap pelaksanaan tugas
dan fungsi organisasi
30. Permenhub tentang Organisasi dan Ketersediaan mekanisme kerja yang
Tata Kerja Balai Kesehatan bertujuan meningkatkan efektifitas dan
Penerbangan efisiensi dukungan terhadap pelaksanaan
tugas dan fungsi organisasi
31. Permenhub tentang Organisasi dan Ketersediaan mekanisme kerja yang
Tata Kerja Politeknik Keselamatan bertujuan meningkatkan efektifitas dan
Transportasi Jalan efisiensi dukungan terhadap pelaksanaan
tugas dan fungsi organisasi
32. Permenhub tentang Organisasi dan Ketersediaan mekanisme kerja yang
Tata Kerja Museum Transportasi bertujuan meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dukungan terhadap pelaksanaan
tugas dan fungsi organisasi
33. Permenhub tentang Organisasi dan Ketersediaan mekanisme kerja yang
Tata Kerja Sekretariat Mahkamah bertujuan meningkatkan efektifitas dan
Pelayaran efisiensi dukungan terhadap pelaksanaan

66
Kerangka Regulasi/Kebutuhan
No. Urgensi Regulasi
Regulasi
tugas dan fungsi organisasi
34. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan pedoman
Jaringan Dokumentasi dan Informasi pelaksanaan Jaringan Dokumentasi dan
Hukum di Lingkungan Kementerian Informasi Hukum di Lingkungan
Perhubungan Kementerian Perhubungan
35. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan pedoman
Tata Cara Tetap Pelaksanaan penyusunan peraturan perundang-
Penyusunan Peraturan Perundang- undangan di lingkungan Kemenhub yang
undangan, Kesepakatan Bersama Dan bertujuan meningkatkan efektifitas dan
Perjanjian Kerjasama Di Lingkungan efisiensi serta keseragaman hasil.
Kementerian Perhubungan
36. Permenhub Tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan pedoman
Tata Cara Tetap Adminitrasi pelaksanaan anggaran di lingkungan
Pelaksanaan Anggaran Di Lingkungan Kementerian Perhubungan agar lebih
Departemen Perhubungan efektif, efisien dan akuntabel.
37. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan pedoman
Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan pelaksanaan administrasi perkantoran
Barang Milik Negara Di Lingkungan guna mendukung kinerja organisasi secara
Kementerian Perhubungan administrasi
38. Permenhub tentang Penyempurnaan Dalam rangka penyempurnaan pedoman
Sistem Administrasi Perkantoran pelaksanaan administrasi perkantoran
guna mendukung kinerja organisasi secara
administrasi
39. Peraturan Menteri Perhubungan Dalam Rangka Penyempurnaan Sistem
pengganti KM 59 tahun 2010 tentang Administrasi Perkantoran
Sistem Adminitrasi Perkantoran
Kementerian Perhubungan

4.3. Kerangka Kelembagaan


Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian
Perhubungan. Sekretariat Jenderal berada dibawah dan bertanggung jawab kepada
Menteri Perhubungan, dan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan
tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi
di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal Kemenhub bertanggung jawab atas seluruh aspek
manajemen internal sehingga Sekretariat Jenderal berperan sebagai “penyedia layanan

67
umum” bagi seluruh unit kerja Kemenhub, sekaligus sebagai “simpul penghubung” antar
unit utama serta antara Kemenhub dengan lembaga eksternal lainnya.
Penataan kelembagaan merupakan salah satu kunci dalam reformasi birokrasi dimana
proses transisi dapat dilaksanakan melalui reorganisasi yang berbasis kompetensi dan
berorientasi pada kinerja. Strategi penataan kelembagaan meliputi pembenahan
organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing) dengan menstrukturkan
organisasi dan mensinkronkan tugas dan fungsi serta merampingkan birokrasi agar efektif
dan efisien. Di samping hal tersebut, juga ditempuh strategi delivery system (mencakup
tata laksana dan pola organisasi) yang tepat berupa sistem, proses, dan prosedur kerja
yang jelas, efektif, efisien, terukur, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan
good governance.

Terkait dengan Penataan Organisasi, terdapat agenda reorganisasi di beberapa unit kerja
di lingkungan Kementerian Perhubungan, antara lain :
1. Reorganisasi PKKPJT menjadi Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan yang
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan kebijakan tata kelola
lingkungan, peningkatan tata kelola sistem dan inovasi pelayanan transportasi yang
berkelanjutan;
2. Pembentukan Biro Kerjasama dalam rangka penguatan fungsi Kemitraan dan
Kerjasama Luar Negeri;
3. Penataan nomenklatur organisasi “Pusat Komunikasi Publik menjadi Biro
Komunikasi” berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang
Kementerian Perhubungan bahwa Kementerian Perhubungan Mempunyai Tugas
Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Di Transportasi Untuk Membantu Presiden
Menyelenggarakan Pemerintahan Negara. Dimana dalam peraturan dimaksud,
memuat terkait pengembalian nomenklatur “Pusat” menjadi “Biro”.

68
BAB 4 TARGET KINERJA DAN KERANGKA
PENDANAAN

4.1. Target Kinerja


Target kinerja diukur dari Indikator Sasaran dan Indikator Kinerja Utama Sekretariat
Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019 yang disusun berdasarkan acuan
dari kinerja sasaran Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019.
Secara lebih jelasnya indikator kinerja utama Sekretariat Jenderal Kementerian
Perhubungan Tahun 2015-2019 dapat dilihat pada tabel berikut ini.

69
TABEL 4.1 Indikator Kinerja Utama Sekretariat Jenderal di Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019

SASARAN PROGRAM (SP) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SATUAN TAHUN 2015 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

(1) (2) (3) (4)


1. Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat 1) Nilai akuntabilitas kinerja Nilai B A A A AA
Jenderal Kementerian Perhubungan melalui Kementerian Perhubungan
tersedianya Dokumen Perencanaan, berdasarkan hasil evaluasi Kemenpan 75,00 77,5 80 82,5 85,25
Pemrograman, Kebijakan Pentarifan, dan dokumen dan Reformasi Birokrasi
Analisa dan Evaluasi sebagai acuan dalam 2) Nilai akuntabilitas kinerja Sekretariat Nilai AA AA AA AA AA
penyelenggaraan perhubungan. Jenderal berdasarkan hasil evaluasi
Inspektorat Jenderal 90,00 90,00 90,00 90,00 90,00

2 Terwujudnya Pengelolaan SDM Aparatur 3) Jumlah aparatur Kementerian Orang 335 355 370 390 420
Perhubungan yang berintegritas, netral, capable, Perhubungan yang ditingkatkan
profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera serta kualitas dan kompetensinya
beretika 4) Tersusunnya dokumen kebijakan Dokumen 3 3 3 3 3
terkait SDM aparatur di lingkungan Kebijakan
Kementerian Perhubungan
3 Terwujudnya Organisasi yang Tepat Fungsi dan 5) Penataan organisasi/ kelembagaan Dokumen 3 3 3 3 3
Tepat Sasaran melalui sistem, proses dan tata dan tata laksana di lingkungan Kebijakan
laksana yang rasional, jelas, efektif, efisien, Kementerian Perhubungan
terukur, dan sesuai dengan visi Reformasi Birokrasi

4 Terwujudnya Laporan Keuangan Kementerian 6) Opini BPK atas pengelolaan keuangan Opini WTP WTP WTP WTP WTP
Perhubungan dengan penilaian opini WTP Kementerian Perhubungan

7) Jumlah aset BMN/Kekayaan Negara Rp 1.105.832.449.557 1.216.415.694.513 1.338.057.263.964 1.471.862.990.360 1.619.049.289.396


Sekretariat Jenderal yang
terinventarisasi
8) Tingkat penyerapan anggaran di % 85 90 90 90 90
lingkungan Sekretariat Jenderal

5 Peningkatan Kerjasama Luar Negeri Sektor 9) Jumlah MoU/Agreement Kerjasama Kerjasama 4 4 4 4 4


Transportasi dalam Kerangka Regional, Bilateral Luar Negeri Sektor Transportasi dalam
dan Multilateral kerangka Regional, Bilateral dan
Multilateral

70
SASARAN PROGRAM (SP) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SATUAN TAHUN 2015 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

6 Peningkatan penetapan dan kualitas regulasi 10) Jumlah peraturan perundang- peraturan 100 50 50 50 50
dalam implementasi kebijakan sektor transportasi undangan di sektor transportasi

11) Jumlah peraturan perundang- peraturan 10 10 10 10 10


undangan terkait pelaksanaan tugas
Sekretariat Jenderal
7 Peningkatan dalam pelayanan dan penyelesaian 12) Persentase penyelesaian perkara % 100 100 100 100 100
masalah hukum hukum

8 Peningkatan kinerja layanan administrasi serta 13) Tingkat ketepatan waktu pelayanan % 100 100 100 100 100
sarana dan prasarana di lingkungan Kantor Pusat administrasi perkantoran
Kementerian Perhubungan
14) Penghematan konsumsi listrik, air dan % 10 10 10 10 10
biaya telepon di lingkungan kantor
pusat Kementerian Perhubungan

15) Tingkat kecukupan sarana dan % 100 100 100 100 100
prasarana kantor pusat Kementerian
Perhubungan
16) Jumlah pengunjung museum orang 200.000 205.000 210.000 215.000 220.000
transportasi
9 Terselenggaranya e-government di Kementerian 17) Jumlah Downtime Sistem Informasi % 5 5 4 4 3
Perhubungan (= 438 jam) (=439.2 Jam) (=350.4 Jam) (=350.4 Jam) (=262.8 jam)
(5%x365 Hari) (5%x366 Hari) (4%x365 Hari) (4%x365 Hari) (3*365 Hari)
18) Jumlah Modul Aplikasi yang Aplikasi 30 50 52 54 54
dipelihara, dikembangkan,
diintegrasikan dan dibangun
19) Jumlah kapasitas bandwidth Mbps 150 150 175 175 200

20) Jumlah penyajian data transportasi Dokumen 9 20 20 20 20

10 Terwujudnya kebijakan dan strategi bidang 21) Jumlah kajian yang menjadi Dokumen 4 4 4 4 4
kemitraan, pelayanan jasa dan lingkungan hidup rekomendasi kebijakan sektor Kajian
sektor transportasi transportasi

71
SASARAN PROGRAM (SP) INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) SATUAN TAHUN 2015 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

22) Jumlah unit pelayanan publik sektor unit kerja 148 163 163 179 179
transportasi yang dinilai dan
dievaluasi telah memenuhi standar
kriteria pelayanan prima

11 Terwujudnya Komunikasi dan Pelayanan Informasi 23) Keterbukaan Informasi Publik Nilai KIP 96 97 98 99 100
sektor transportasi kepada publik yang didukung
SDM aparatur perhubungan dengan kompetensi
kehumasan untuk meningkatkan citra positif 24) Jumlah dokumen rekomendasi hasil Dokumen 70 75 80 85 90
Kementerian Perhubungan analisis informasi untuk Rekomend
penyempurnaan kebijakan sektor asi
transportasi
12 Terselenggaranya persidangan Pemeriksaan 25) Jumlah perkara kecelakaan kapal yang Putusan 50 50 50 50 50
Lanjutan Kecelakaan Kapal sesuai ketentuan ditindaklanjuti, disidangkan dan
peraturan perundang-undangan diputus tepat waktu

26) Prosentase rekomendasi putusan % 100 100 100 100 100


Mahkamah Pelayaran yang
ditindaklanjuti

13 Peningkatan kinerja pelaksanaan investigasi 27) Ketepatan waktu pelaksanaan % 100 100 100 100 100
kecelakaan transportasi investigasi kecelakaan sampai dengan
penyusunan laporan final/akhir

72
4.2. Kerangka Pendanaan
Pendanaan merupakan salah satu kunci utama dalam tercapainya, pengalokasian
pendanaan selama periode 2015-2019 mengacu pada besarnya pendanaan dalam Renstra
Kementerian Perhubungan 2015-2019 dan berpedoman pada tugas dan fungsi serta
beban kerja yang menjadi tanggung jawab di masing-masing Unit Kerja Eselon II di
lingkungan Sekretariat Jenderal Kemenhub.
Untuk alokasi pendanaan Sekretariat Jenderal terdapat penyesuaian dari pagu anggaran
yang tercantum dalam Renstra Kemenhub, hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa
kegiatan strategis yang belum dimasukkan pada saat penyusunan Renstra Kementerian
Perhubungan, antara lain kegiatan strategis untuk pembangunan dan pemeliharaan
gedung kantor, peralatan dan pengembangan laboratorium investigasi kecelakaan,
pengembangan organisasi KNKT, kehumasan, dan pengalihan kegiatan teknologi,
informasi dan komunikasi di unit kerja Sekretariat Jenderal.

Rincian pendanaan Sekretariat Jenderal selama tahun 2015-2019 dapat disampaikan


dalam table berikut.

73
TABEL 4.2 MATRIKS PENDANAAN SEKRETARIAT JENDERAL PADA TAHUN 2015-2019
No. Unit Organisasi ALOKASI PENDANAAN
2015 2016 2017 2018 2019 TOTAL
(Rp. Miliar)
1 Penyusunan Dokumen Rencana,
Program, Evaluasi serta Penetapan
30,421 28,021.8 32,030 33,600 35,250 159,323
Kebijakan Pentarifan di Sektor
Perhubungan
2 Pembinaan dan Pengelolaan
39,685 56,876 43,752 45,940 48,537 234,790
Kepegawaian
3 Pembinaan dan Pengelolaan
Administrasi Keuangan dan
39,795 35,121.6 43,874 46,069 48,372 213,232
Perlengkapan / Barang Milik Negara di
Lingkungan Kementerian Perhubungan
4 Pembinaan dan Koordinasi Penyusunan
Produk dan Pelayanan Hukum serta 40,828 59,046 45,425 47,464 49,827 242,590

Kerja Sama Luar Negeri


5 Pembinaan Administrasi dan
Pengelolaan Pelayanan Penunjang
Pelaksanaan Tugas Biro Umum Setjen 540,066 556,450 573,451 1.241,093 608,826 3.519,886

Kementerian Perhubungan

74
No. Unit Organisasi ALOKASI PENDANAAN
2015 2016 2017 2018 2019 TOTAL
(Rp. Miliar)
6 Pengelolaan Data dan Informasi
44,454 154,565.8 92,969 98,980 105,688 496,657
Perhubungan

7 Pengelolaan Komunikasi Publik dan


Pemberian Informasi di Bidang
57,650 73,928.37 73,965 81,362 89,498 376,403
Perhubungan

8 Pemanfaatan Kajian Kemitraan


Pelayanan Jasa Transportasi 33,204 29,151 36,607 38,538 40,360 177,860

9 Penegakan Hukum di Bidang


Keselamatan Pelayaran 22,885 21,565 25,231 26,492 27,817 123,990

10 Pelayanan investigasi Kecelakaan Moda


Transportasi 38,233 152.381.5 81.018.36 93.171 107.146.79 471,951

TOTAL SEKRETARIAT JENDERAL 887,221 1.167,108 1.698,322 1.102,709 1.161,322 6.016,682

75
4.3. Kegiatan Strategis Sekretariat Jenderal

Untuk mewujudkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target Sekretariat Jenderal Kementerian
Perhubungan selama periode 2015-2019 dengan berpedoman pada tugas dan fungsi serta beban

kerja yang menjadi tanggung jawab di masing-masing Unit Kerja Eselon II di lingkungan
Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan. Sekretariat Jenderal menetapkan kerangka
kegiatan strategis yang akan dijadikan acuan kerja selama lima tahun kedepan.
Rincian Kegiatan Strategis Sekretariat Jenderal selama periode tahun 2015-2019 dapat
disampaikan dalam tabel berikut.

76
Tabel 4.3 Kegiatan Strategis Sekretariat Jenderal 2015-2019

TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Program Dukungan
Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya
Kementerian
Perhubungan

Penyusunan Dokumen Terwujudnya


Rencana, Program, peningkatan kinerja
Evaluasi serta pelayanan
Penetapan Kebijakan transportasi
Pentarifan di Sektor
Perhubungan

Penyusunan kebijakan perencanaan 7 7 7 7 7


pembangunan infrastruktur transportasi.
Jumlah dokumen rencana sektor
perhubungan :
- RPJP Kemenhub
- Renstra Kemenhub

77
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

- Renja Kemenhub
- Dokumen Rencana Bergulir (Rolling
Plan)
Penyusunan program pembangunan 6 6 6 6 6
infrastruktur transportasi. Jumlah
dokumen program sektor perhubungan:
- Dokumen RKA-KL & DIPA
- Dokumen Standar Biaya Khusus (SBK)

Penetapan kebijakan pentarifan serta 7 7 7 7 7


bahan pelaporan di bidang
perhubungan. Jumlah dokumen
kebijakan pentarifan

Pelaksanaan Monitoring dan Evakuasi 6 6 6 6 6


serta Hubungan antar lembaga. Jumlah
dokumen monitoring dan evaluasi :
- Dokumen LAKIP
- Dokumen Penetapan Kinerja
Kemenhub

78
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Pembinaan dan Terwujudnya


Pengelolaan peningkatan kinerja
Kepegawaian pelayanan
transportasi
Jumlah Aparatur Kemenhub yang 335 355 370 390 420
ditingkatkan kualitas dan Kompetensinya

Tersusunnya regulasi terkait SDM 3 3 3 3 3


aparatur di lingkungan Kementerian
Perhubungan
Jumlah laporan penataan 3 3 3 3 3
organisasi/kelembagaan dan tata laksana
di lingkungan Kemenhub
Jumlah laporan pelaksanaan program 1 1 1 1 1
Reformasi Birokrasi di lingkungan
Kementerian Perhubungan

Pembinaan dan Terwujudnya


Pengelolaan peningkatan kinerja
Administrasi Keuangan pelayanan
dan Perlengkapan di transportasi
Lingkungan Kementerian
Perhubungan
Jumlah Penyelenggaraan pembekalan 4 4 4 4 4
terhadap pengelola administrasi
keuangan

79
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Pembinaan dan Terwujudnya


Koordinasi Penyusunan peningkatan kinerja
Produk dan Pelayanan pelayanan
Hukum serta Kerja Sama transportasi
Luar Negeri
Jumlah Mou kerjasama dengan luar 4 4 4 4 4
negeri dalam kerangka bilateral, regional
dan multilateral

Jumlah Peraturan perundang-undangan 100 50 50 50 50


di bidang transportasi yang ditetapkan

Persentase penyelesaian perkara hukum 100 100 100 100 100

Jumlah perjanjian kerjasama (MoU), 25 20 20 20 20


kontrak pengadaan barang yang
komplek atau di atas Rp.
100.000.000.000 dan pengadaan jasa
konsultan di atas Rp. 10.000.000.000 dan
kontrak pengadaan badan usaha
Penyelenggaraan administrasi dan 1 1 1 1 1
layanan perkantoran (tahun)
Pembinaan Administrasi Terwujudnya
dan Pengelolaan peningkatan kinerja
Pelayanan Penunjang pelayanan
Pelaksanaan Tugas Biro transportasi

80
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Umum Setjen
Kementerian
Perhubungan
Persentase tingkat ketepatan waktu 100 100 100 100 100
pelayanan pimpinan dan keprotokolan
Jumlah laporan kegiatan pelayanan 8 8 8 8 8
pimpinan dan keprotokolan Kantor
Perwakilan Kemenhub di Luar Negeri
Persentase Tingkat ketepatan waktu 100 100 100 100 100
pelayanan administrasi perkantoran
Jumlah paket lelang pengadaan barang 120 125 130 135 140
dan jasa
Jumlah Laporan Pelaksanaan Korps 12 12 12 12 12
Pegawai Republik Indonesia
Jumlah pengunjung Museum 200,000 212,500 225,000 242,500 250,000
Transportasi
Persentase Tingkat Pemenuhan 100 100 100 100 100
Kebutuhan Sarana dan Prasarana Setjen
Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Sarana 100 100 100 100 100
dan Prasarana Kantor Perwakilan
Kemenhub di Luar Negeri
Penghematan biaya energi, air, dan 24.708.477.000 25.449.731.00026.213.223.00026.999.619.000 27.809.607.000
telepon di lingkungan Kegiatan Pusat
Kementerian Perhubungan

81
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Tingkat ketepatan waktu pembayaran 100 100 100 100 100


gaji dan tunjangan pegawai setjen
Kemenhub
Jumlah pasien yang ditangani 10,000 10,500 11,000 11,500 12,000

Pembangunan Gedung dan sewa gedung 0 0 0 1 0


sementara (Paket)
Pengelolaan Data dan Terwujudnya
Informasi Perhubungan peningkatan kinerja
pelayanan transportasi
Terselenggaranya E- Jumlah Modul Aplikasi yang dipelihara, 30 50 52 54 54
Government di dikembangkan, diintegrasikan dan
Kementerian dibangun
Perhubungan
Jumlah Downtime Sistem Informasi 5 5 4 4 3

(438,00 Jam) (439,20 Jam) (350,40 Jam) (350,40 Jam) (262,80 Jam)

Jumlah Kapasitas Bandwidth 150 150 175 175 200

Service Level Contact Center 151 85 90 90 95 95


Kementerian Perhubungan

Jumlah User Email yang aktif 5,500 7,000 8,500 10,000 11,500

82
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Jumlah Penyajian Data Transportasi 9 20 20 20 20

Jumlah Pembinaan SDM bidang Sistem 960 970 1,010 1,020 1,060
Informasi dan Pengelolaan Data

Jumlah Laporan Penunjang Administrasi 50 50 50 50 50

Jumlah Layanan Perkantoran 12 12 12 12 12

Pengelolaan Komunikasi Terwujudnya


Publik dan Pemberian peningkatan kinerja
Informasi di Bidang pelayanan transportasi
Perhubungan
Jumlah laporan kegiatan komunikasi dan 13 13 13 13 13
sosialisasi serta edukasi kebijakan sektor
transportasi kepada publik
Jumlah pameran publikasi dan edukasi sektor 11 11 11 11 11
transportasi

Jumlah iklan layanan amasyarakat 320 320 320 320 320

Jumlah Majalah Terbitan Puskom dan News 103,500 103,500 103,500 103,500 103,500
Letter

Jumlah Buku Jejak Lensa Kiprah Menhub, 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000
Himpunan Pidato Menhub dan Jejak Lensa
Hasil-Hasil Pembangunan

83
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Jumlah Laeflet 20,000 20,000 20,000 20,000 20,000

Jumlah Booklet 15,000 15,000 15,000 15,000 15,000

Jumlah Laporan Kegiatan peliputan, 15 15 15 15 15


pemantauan dan analisis Opini Publik

Jumlah laporan rekomendasi analisa opini 1 1 1 1 1


publik

Jumlah laporan pembinaan dan penilaian 6 6 6 6 6


jabatan fungsional serta forum kehumasan

Jumlah orang yang mengikuti pendidikan dan 102 102 102 102 102
pelatihan teknis

Pemanfaatan Kajian Terwujudnya


Kemitraan Pelayanan peningkatan kinerja
Jasa Transportasi pelayanan
transportasi
Jumlah Laporan Penyusunan, Evaluasi, 8 8 8 8 8
Koordinasi Kegiatan Manajemen
Pelaksanaan dan Pengembangan
Kebijakan Strategi Bidang Kemitraan
Jumlah Laporan Penyusunan, Evaluasi, 7 7 7 7 7
Koordinasi Kegiatan Manajemen
Pelaksanaan dan Pengembangan
Kebijakan Strategi Bidang pelayanan

84
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

jasa Transportasi

Jumlah Laporan Penyusunan, Evaluasi, 7 7 7 7 7


Koordinasi Kegiatan Manajemen
Pelaksanaan dan pengembangan
kebijakan strategi bidang lingkungan
hidup sektor transportasi
Penegakan Hukum di Terwujudnya
Bidang Keselamatan peningkatan kinerja
Pelayaran pelayanan
transportasi
Jumlah data kecelakaan kapal yang 50 50 50 50 50
ditindaklanjuti
Jumlah Sidang Pemeriksaan Lanjutan 50 50 50 50 50
Kecelakaan Kapal
Jumlah perkara kecelakaan kapal yang 50 50 50 50 50
diputus tepat waktu
Prosentase jumlah BAPP yang telah 100 100 100 100 100
disusun sesuai standar peraturan yang
berlaku
Persentase jumlah Hakim/Anggota 100 100 100 100 100
Mahkamah Pelayaran dibandingkan
dengan kuota yang ditetapkan oleh
peraturan perundang – Undangan

85
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Jumlah SDM/Anggota Mahpel yang 15 15 15 15 15


terlibat
Jumlah SDM Kesekretariatan yang 110 110 110 110 110
ditingkatkan kapasitasnya
Jumlah Dokumen Perencanaan dan 5 5 5 5 5
Anggaran
Jumlah naskah akademik tentang tugas 3 3 3 3 3
pokok dan fungsi Mahkamah Pelayaran
Jumlah presentasi perkara kecelakaan 50 50 50 50 50
kapal yang disajikan melalui website
Mahkamah Pelayaran
Jumlah data statistik kecelakaan kapal 12 12 12 12 12

Jumlah rekomendasi Putusan 50 50 50 50 50


Mahkamah Pelayaran yang dimonitoring
dan dievaluasi

Jumlah Laporan Administrasi dan 24 24 24 24 24


Pengelolaan Keuangan dan perlengkapan

86
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Pelayanan Pemeriksaan Terwujudnya


Lanjutan Kecelakaan peningkatan kinerja
Moda Transportasi pelayanan
transportasi

Jumlah Laporan Pelaksanaan Investigasi 16 16 16 16 16


Kecelakaan Di Lapangan Pada Semua
Moda Transportasi
Jumlah Pendidikan dan Pelatihan Teknis 281 511 400 350 300

Jumlah Sosialisasi rekomendasi Hasil- 5 4 4 4 4


Hasil Laporan Investigasi dan Penelitian
Kecelakaan Pada Semua Moda
Transportasi Guna Meningkatkan
Keselamatan Transportasi
Jumlah Peralatan Pendukung Kegiatan 5 12 10 12 10
Investigasi dan Penelitian Kecelakaan
Transportasi Serta Alat-Alat Perkantoran
Jumlah 3 4 4 4 4
Iklan/Pengumuman/Pemberitahuan
Jumlah Dokumen (laporan): koordinasi, 73 80 75 75 75
perencanaan, realisasi, evaluasi dan
pemantauan kegiatan/anggaran

87
TARGET
OUTCOME/
PROGRAM INDIKATOR
OUTPUT
2015 2016 2017 2018 2019

SEKRETARIAT
JENDERAL

Jumlah Gedung yang dikelola dan Jumlah 12 12 12 12 12


Kendaraan yang Dibeli (Bulan Layanan)
Jumlah Peralatan dan Perlengkapan 15 209 50 60 70
Gedung (Unit)

88
BAB 5 PENUTUP

Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan Tahun 2015 –


2019 sebagai penjabaran dari Renstra Kementerian Perhubungan Tahun 2015 – 2019
merupakan arahan penyelenggaraan dan pembangunan bidang perhubungan sepanjang 5
(lima) tahun mendatang bagi jajaran seluruh Unit Eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan. Renstra Sekretariat Jenderal dituangkan dalam bentuk program
dan kegiatan bagi setiap unit organisasi di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian
Perhubungan untuk mencapai sasaran-sasaran strategis Sekretariat Jenderal.

Renstra Sekretariat Jenderal 2015-2019 diharapkan dapat menjadi acuan bagi unit Eselon II
dalam pelaksanaan tugasnya serta dalam rangka mendukung administrasi Kementerian,
Sekretariat Jenderal memberikan penekanan pada penyelenggaraan dukungan manajemen
fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten, terintegrasi serta inovatif
dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.

Dengan mengacu pada tugas pokok dan fungsi yang tertuang Keputusan Menteri
Perhubungan Nomor KM 60 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Perhubungan, dan dengan melihat pada kondisi internal masing-masing struktur organisasi
yang ada di dalamnya, serta dengan mempertimbangkan tantangan dan isu strategis yang
akan dihadapi di masa mendatang, termasuk perubahan lingkungan yang sangat dinamis
baik internal maupun eksternal, maka disusunlah tujuan dan sasaran Sekretariat Jenderal.

Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, disusun rumusan program dan kegiatan serta
indikator (output dan outcome) yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan
capaian dari target yang telah ditetapkan. Dengan demikian pelaksanaan Renstra Sekretariat

89
Jenderal Kementerian Perhubungan dapat secara konsisten dan penuh komitmen
mendukung pencapaian kinerja Kementerian Perhubungan.
Pada akhirnya, penyelenggaraan pembangunan bidang perhubungan diharapkan dapat
mewujudkan transportasi yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah.
Dukungan, kerja sama, dan komunikasi yang baik dari seluruh pihak baik internal maupun
eksternal akan sangat mendukung tercapainya tujuan ini.

90