Anda di halaman 1dari 4

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI PIJAT PUNGGUNG (BACK

MASSAGE)

A. Pengertian

Pijat (massage) adalah memanipulasi jaringan tubuh lunak (otot, jaringan ikat,

pembuluh limfatik), baik secara manual atau dengan alat bantu seperti rol atau batu.

Berbagai jenis pijat dari Swedia yaitu "relaksasi" yang merupakan pijat untuk memiijat

jaringan yang mendalam "shiatsu". masing-masing dapat diterapkan ke berbagai bagian

tubuh, termasuk kaki, punggung, bahu, dan wajah. Di antara banyak tujuan pijat (fisik,

terapi, psikologis) memiliki potensi untuk meningkatkan tidur dengan mengurangi gairah

somatik dan atau gairah kognitif, mirip dengan metode relaksasi Ulasan sebelumnya

(Sateia & Buysse, 2010).

B. Tujuan

Menurut Bambang Trisnowiyanto (2012), tujuan dilakukan pemijatan adalah:

Melancarkan peredaran darah terutama peredaran darah vena (pembuluh balik)

dan peredaran getah bening (air limfe).

1. Menghancurkan pengumpulan sisa-sisa pembakaran di dalam sel-sel otot

yang telah mengeras yang disebut miogelosis (asam susu).

2. Menyempurnakan pertukaran gas-gas dan zat-zat di dalam jaringan atau

memperbaiki proses metabolisme.

3. Menyempurnakan pembagian zat-zat makanan ke seluruh tubuh.

4. Menyempurnaan proses penyempurnaan makanan.

5. Menyempurnakan proses pembuangan sisa-sisa pembakaran (sampah-

sampah) ke alat pengeluaran atau mengurangi kelelahan.


6. Merangsang otot-otot yang dipersiapkan untuk bekerja yang lebih berat,

menambah tonus otot (daya kerja otot), efisiensi otot (kemampuan guna otot)

dan elastisitas otot (tak sadar).

7. Merangsang jaringan-jaringan saraf, mengaktifkan saraf sadar dan kerja saraf

otonomi (tak sadar)

8. Membantu penyerapan (absorsi) pada peradangan bekas luka.

9. Membantu pembentukan sel-sel baru atau menyuburkan pertumbuhan tubuh.

10. Membersihkan dan menghaluskan kulit.

11. Memberikan perasaan nyaman, segar dan kehangatan pada tubuh.

12. Menyembuhkan atau meringankan berbagai gangguan penyakit yang boleh

dipijat.

C. Prosedur

Persiapan sebelum melakukan pijat punggung, adalah tentukan:

a. Pengkajian kulit sebelumnya.

b. Minyak zaitun.

c. Posisi yang dikontraindikasikan untuk klien.

d. Atur lingkungan yang tenang tanpa interupsi untuk meningkatkan efek pijat

punggung yang maksimal.

1) Fase Kerja Pemijatan

a. Jelaskan kepada klien mengenai apa yang akan anda lakukan dan apakah klien

dapat bekerja sama, dorong klien untuk memberikan umpan balik kepada

andatentang jumlah tekanan yang dapat anda gunakan selama menggosok

punggung.

b. Cuci tangan dan pantau pengendalian infeksiyang tepat.

c. Berikan privasi kepada klien.


d. Persiapkan klien

1) Bantu klien untuk berpindah ke dekat sisi tempat tidur agar terjangkau oleh anda

dan sesuaikan tinggi tempat tidur agar nyaman untuk bekerja guna mencegah

ketegangan punggung.

2) Tentukan posisi mana yang lebih disukai klien. Posisi pronasi atau tengkurap

direkomendasikan untuk menggosok punggung. Posisi miring dapat dilakukan

jika klien tidak bisa tengkurap.

3) Buka bagian punggung dari bahu sampai area sakralis inferior. Tutup bagian

tubuh yang lain untuk mencegah kedinginandan meminimalkan pemajanan.

e. Pijat Punggung

1) Tuangkan sedikit minyak zaitun ke telapak tangan anda dan biarkan selama satu

menit. Preparat gosokan punggung yang dingin cenderung dirasa tidak nyaman

bagi individu. Menghangatkan larutan dapat memfalisitasi kenyamanan klien.

2) Dengan menggunakan telapak tangan anda mulai di area sakralis dengan

menggunakan pijatan lembut yang memutar.

3) Gerakan tangan anda keatas menuju ke pusat punggung dan kemudian ke kedus

skapula.

4) Pijat dengan gerakan memutar pada kapula.

5) Gerakan tangan anda menuruni bagian sisi punggung.

6) Pijat area pada krista iliaka kanan dan kiri.

7) Berikan tekanan berkelanjutan yang mantap tanpa memutuskankontak dengan

kulit klien.

8) Ulangi gerakan di atas selama 3 sampai 5 menit dengan lebih banyak minyak

zaitun sesuai kebutuhan.


9) Saat memijat punggung, kaji kemeraha pada kulit dan area penurunan sirkulasi

pada kulit klien.

10) Keringkan minyak zaitun yang berlebih dengan menggunakan sebuah handuk.

f. Dokumentasikan bahwa pijatan punggung pada klien telah dilakukan dan

dokumentasikan respon klien, catat adanya temuan yang tidak biasa.