Anda di halaman 1dari 3

DI SUSUN OLEH :

1. HERU VALENTINO
2. KEVIN ADRIANTO NUGRAHA
3. M. ALFARIJI
4. M. IVAN FRISTIANO
5. PANZURLI

KELAS : Xl IPA 1

GURU PEMBIMBING : ASWATUN HASANAH S.Pd

SMA NEGERI 1 TANJUNG AGUNG KABUPATEN MUARA


ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN 2014/2015
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Semua gaya berat berpatikel pada benda tersebut apabila di
jumlahkan, maka akan di dapat gaya berat. Jadi titik berat adalah suatu
tangkap gaya berat suatu benda.

Dalam penelitian kali ini, kami ingin mengetahui letak titik berat
yang berkoordinat di titik X dan Y yang memiliki massa yang berbeda.
Dalam penelitian kali ini menggunakan media kertas karton yang
di buat sedemikian rupa atau sesuai selera kemudian di potong menjadi
potongan M1 dan M2 serta mencari Z1 dan Z2.

Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan


perihal kesetimbangan beda tegar. Karena dalam pelaksanaanya untuk di
tuntut bekerja, mengamati, dan menyimpulkan sendiri secara langsung
dengan demikian dapat mengetahui secara luas masalah titik beratsuatu
benda atau bangun seperti segitiga, jajar genjang, setengah lingkaran
atau apapun serta dapat menerapkan konsep titik berat dalam
kehidupan sehari-hari dan dalam pratikum kali ini, kami dapat
mempelajari serta menganalisis benda atau bangun untuk menghitung
tititk berat dari benda itu sendiri

1.2 TUJUAN
Tujuan penelitian kami yaitu untuk mengetahui letak koordinat
titik berat suatu kertas karton serta ingin mengetahui letak dari M1, M2,
Z1, Z2, X1 dan X2. Selain itu juga kami juga ingin menghitung berat
masing-masing potongan kertas karton tersebut dan membedakan nilai
antara X dan Y.

Selain itu adapun tujuan dari pratikum kami saat ini yaitu
menghitung titik berat dari suatu bangun, mempelajari konsep titik berat
dalam kehidupan seharihari, menentukan kesetimbangan suatu benda,
dan lain-lain. Atau dengan kata lain yaitu untuk menentukan titik berat
suatu benda.
LANDASAN TEORI

1. Adapun alat dan bahan yang kami perlukan dalam pratikum yaitu :
a. Statif
b. Karton homogen
c. Jarum pentul
d. Benang penggantung bahan
e. Kertas grafik
f. Mistar

2. Pengertian titik berat

Semua gaya berat berpatikel pada benda tersebut apabila di


jumlahkan, maka akan di dapat gaya berat. Jadi titik berat adalah suatu
tangkap gaya berat suatu benda.

Semua gaya berat berpatikel pada benda tersebut apabila di


jumlahkan, maka akan di dapat gaya berat. Jadi titik berat adalah suatu
tangkap gaya berat suatu benda.

Titik berat adalah suatu titik kesetimbangan suatu benda ataupun


suatu bangun baik itu panjang, maupun luas. Benda yang ukurannya
dapat di abaikan sehingga dapat di gambarkan sebagai suatu titik materi
disebut partikel.

Gerak yang terjadi pada partikel hanyalah gerak translasi. Gerak


translasi adalah gerak yang tidak menyebabkan rotasi. Oleh karena itu
syarat satu-satunya agar suatu partikel seimbang adalah resiltan gaya
yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.

3. Konsep titik berat

Semua benda di bumi memiliki berat. Berat suatu benda dapat di


anggap terkonsentrasi pada suatu titik yang di sebut pusat gravitasi atau
titik berat. Pada titik berat ini gaya-gaya yang bekerja menghasilkan
momen resultan sama dengan nol. Karena itulah benda yang di tumpu
pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statik. Dengan kata
lain titik berat adalah titik tangkap dari semua gaya yang bekerja.