Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Topik : ASI EKSLUSIF

Hari / Tanggal : Kamis, 09 November 2017

Waktu : 07.00 s/d selesai

Tempat : Posyandu KelurahanWatubelah

Sasaran : Ibu-ibu yang memiliki anak balita

Pembicara : 1. Kriz Adinata

2. Yulya Rahmayanti

3. Siti Rofiqoh Nuraini

A. TUJUAN

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Ibu menyusui membutuhkan pendidikan kesehatan / health education seperti ASI ekslusif.
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif diharapkan ibu dapat mengerti
dan memahami manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan bagi bayi.

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah dilakukan penyuluhan tentang ASI eksklusif diharapkan ibu dapat:
a. Mengetahui pengertian ASI ekslusif.
b. Mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif.
c. Mengetahui langkah-langkah menyusui yang benar.
d. Mengetahui cara memperbanyak ASI.

B. POKOK BAHASAN

a. Pengertian ASI ekslusif.


b. Manfaat pemberian ASI ekslusif.
c. Langkah-langkah menyusui yang benar.
d. Cara memperbanyak ASI
C. METODE

a. Ceramah
b. Diskusi

D. Media

1. Leaflet

E. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA


1 3 menit PEMBUKAAN
a. Mengucapkan salam a. Menjawab
b. Memperkenalkan diri b. Mendengarkan
c. Memberikan apersepsi c. Mengemukakanpen
d. Menjelaskan tujuan penyuluhan dapat
d. Mendengarkandan
Memperhatikan
2 12 menit KEGIATAN INTI
a. Menjelaskan pengertian a. Memperhatikan
Asihekslusif b. Mengajukanpertany
b. Menjelaskan penyebab aan
Asiekslusif c. Mengemukakanpen
c. Menjelaskan tanda dan gejala dapat
Asiekslusif
d. Menjelaskan pencegahan
penyakit Asiekslusif
e. Menjelaskan perawatan
Asieklusif di rumah
3 5 menit PENUTUP
a. Bersama peserta a. Menjawabpertanyaa
menyimpulkan apa yang telah n
disampaikan b. Memperhatikandan
b. Evaluasi tentang Asieklusif mendengarkan
dengan mengajukan c. Menjawabsalam
pertanyaan pada beberapa
peserta.
c. Memberikan salam untuk
menutup pertemuan.

E.Pengertian ASI EKSLUSIF

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak baru lahir sampai 6 bulan
tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal (air gula, aqua, dan lainnya).

F.Tujuan pemberian ASI EKSLUSIF

1. Bagi bayi dapat membantu memulai kehidupan nya dengan baik mengandung antibody
asi mengandung komposisi yang tepat, mengurangi kejadian kariesdentis, member rasa
aman dan nyaman pada bayi dan adanya ikatanan tara ibu dan bayi, terhindar dari alergi ,
asi meningkatkan kecerdasan bayi , membantu perkembangan rahang dan merangsang
pertumbuhan gigi karena gerakan mengisap mulut bayi pada payudara.

2. Bagi ibu sebagai kontrasepsi, aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat badan, aspek
psikologi.

G.Manfaat pemberian ASI bagi bayi

1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi


sampai usia 6 bulan.
2.Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat kekebalan sehingga
akan lebih jarang sakit, mengurangi mencret, sakit telinga dan infeksi saluran pencernaan.
3. Melindungi anak dari serangan alergi.
4. Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga bayi ASI
eksklusif potensial lebih pandai.
5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
6. Membantu pembentukan rahang yang bagus.
7. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan diduga
mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
8. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih cepat bisa
jalan.
9. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan spiritual
dan hubungan sosial yang lebih baik.
10. Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi.

H. Manfaat pemberian ASI bagi ibu

1. Mengurangi pendarahan setalah melahirkan

2. Mengurangi terjadinya anemia

3. Praktis dan ekonomis

J. Berdasarkan waktu diproduksi

1. Kolostrum merupakan cairan encer dan sering berwarna kuning atau dapat pula jernih
yang kaya zat anti infeksi (10-17 kali lebih banyak dari susu matang) dan protein dan keluar pada
hari ke-4 atau ke-7

2. Asi Persalinan merupakan kolostrum menjadi matur dan protein makin merendah,
sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi dan volume makin meningkat. Keluar sejak
hari ke-4 atau ke-7 sampai hari ke-10 atau ke-14.

3. Asi matang (mature) merupakan asi yang keluar pada sekitar hari ke-14 dan seterusnya
komposisi relatif konstan.

K. Tindakan Menyusui

1. Tindakan menyusui pada satu bayi

a. Pemberian ASI yang baik adalah kunci. Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar dan
kemudian bantulah ia mendapatkan ASI-nya.

b. Areola harus dalam mulut bayi


c. Kegiatan menekan pada areola adalah upaya untuk mengeluarkan susu .

d. Jika rasanya kurang pas, gunakan jari Anda untuk memberhentikan proses

pemberian ASI dan cobalah lagi.

e. Setiap menyusui biasanya berlangsung antara 20-45 menit setiap jam.

f. Periksa apakah bayi cukup makan dengan mencari tahu berapa lama Anda menyusui
pada bagian payudara yang mana, dan hitung pokok merka yang basah.

g. Dalam beberapa hari pertama, harus ada 1-3 popok basah per-hari.

2. Tindakan menyusui pada bayi kembar

a. Tambahkan 2-3x lipat protein dan kalsium dari jumlah semula. Selain itu, jangan lupa
minum air sebanyak 8-12 gelas setiap harinya. Jangan khawatir jika ibu merasa takut menambah
porsi makan dengan alasan takut berat badan naik. Padahal beberapa ahli mengatakan, dengan
menambah pola makan saat menyusui, tidak akan membuat berat badan naik. Dengan mencukupi
kebutuhan tersebut bisa memproduksi ASI lebih maksimal.

b. Walaupun bayi ibu kembar, belum tentu mereka akan merasa lapar pada waktu yang
beesamaan. Ibu harus mengenali tanda-tanda kapan bayi merasa lapar dan kapan merasa
kenyang. Karena tidak baik memaksakan nya minum ASI jika bayi ibu merasa kenyang. Hal ini
juga akan membantu agar terhindar kerepotan menggendong nya bersamaan untuk menyusui.

c. Jika ibu menyusui bayi kembar secara bersamaan dapat melakukan posisi dengan bayi
berada disiku kanan dan satunya berada disiku kiri disebalah kanan, bayi menyusui payudara
kanan ibu pastikan posisi bayi miring dan bokong bayi berada disiku ibu, tangan kanan ibu
menyangga kepala bayi dan pastikan dia menyusui dengan nyaman. Begitu pula dengan bayi
yang satunya sehingga posisi bayi saling berhadapan. Jika diperukan ibu bisa menambahkan
bantal dibawah kepala mereka. Ibu juga bisa mengganti posisi mereka.
DAFTAR PUSTAKA

Saleha, Sitti.2009. AsuhankebidananpadaMasaNifas. Makasar Salemba Medika.

Retna, Diah.2008.Asuhan KebidananNifas, Yogyakarta Nuhamedika.