Anda di halaman 1dari 1

Tinjauan Pustaka

HCN adalah senyawa asam lemah yang sangat bersifat toksik karena bisa menginaktifasi
sistem pernafasan dengan cepat yang akan berujung kematian. Ion sianida akan diserap pada
saluran pernafasan dan pencernaan dan memiliki afinitas yang sangat kuat untuk mengikat ion
trivalent Fe dan menginaktifasi enzim cytokhrom oksidase, sehingga menghalangi terjadinya
respirasi seluler, akibatnya ditemukan darah berwarna merah pada pembuluh darah vena sebagai
gejala keracunan sianida akut, hal ini terjadi karena hemoglobin tidak bisa melepaskan oksigen
ke jaringan disebabkan inaktifasi enzim cytokhrom oksidase oleh sianida (Knight et al. 2001).
Mekanisme kerja sianida adalah menghambat enzim yang berperan di dalam respirasi
(cytochrom oxidase). Enzim tersebut menyebabkan oksigen tidak dapat digunakan oleh jaringan
(tetap dalam sirkulasi darah) sehingga terjadi kekurangan oksigen (Knight et al. 2001).
Penanganan konvensional atau terapi standar untuk intoksikasi sianida adalah dengan
kombinasi senyawa NaNO2 (natrium nitrit) dan Na2S2O3 (natrium tiosulfat) yang disuntik secara
bergantian dengan rute intravena (IV). Dalam proses detoksifikasi sianida, ion sianida akan
diikat oleh ion tiosulfat menjadi thiosianat, dan untuk membantu proses tersebut diperlukan
bantuan dari enzim rhodanase (Cummings 2004).

DAFTAR PUSTAKA

Cummings TF. 2004. The Treatment of Cyanide Poisoning. London (UK): Occup med.
Knight, Anthony P, Richard G dan Walter. 2001. A Guide to Plant Poisoning of Animal in North
America. USA: Teton New Media.