Anda di halaman 1dari 27

MUDJISANTOSA LKPP

 SYARAT KUALIFIKASI untuk PENYEDIA

Administrasi
Teknis
Kemampuan Keuangan
SYARAT
KUALIFIKASI
ADMINISTRASI
a. Memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang- undangan,
antara lain di bidang pekerjaan konstruksi, perdagangan, jasa
lainnya, atau jasa konsultansi sesuai dengan skala usaha
(segmentasi/klasifikasi),kategori/golongan/sub golongan/kelompok
atau kualifikasi lapangan usaha.
b. Untuk usaha perorangan tidak diperlukan izin usaha.
c. Memiliki Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
d. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun
pajak terakhir (SPT tahunan).
e. Mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat
yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau sewa.
f. Secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada
Kontrak yang dibuktikan dengan:
1) Akta Pendirian Perusahaan dan/atau perubahannya;
2) Surat Kuasa (apabila dikuasakan); dan
3) Kartu Tanda Penduduk.
g. Surat Pernyataan Pakta Integritas meliputi:
1) Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme;
2) Akan melaporkan kepada PA/KPA jika mengetahui terjadinya
praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam proses pengadaan
ini.
3) Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan
profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
4) Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam angka 1), 2)
dan 3) maka bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
h. Surat pernyataan yang ditandatangani Peserta yang berisi:
1) yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan,
tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
2) yang bersangkutan berikut pengurus badan usaha tidak sedang dikenakan sanksi
daftar hitam;
3) yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak sedang dalam menjalani
sanksi pidana;
4) pimpinan dan pengurus badan usaha bukan sebagai pegawai
Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah atau pimpinan dan pengurus badan
usaha sebagai pegawai Kementerian/ Lembaga/Perangkat Daerah yang sedang
mengambil cuti diluar tanggungan Negara;
5) Pernyataan lain yang menjadi syarat kualifikasi yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan; dan
6) data kualifikasi yang diisikan dan dokumen penawaran yang disampaikan benar,
dan jika dikemudian hari ditemukan bahwa data/dokumen yang disampaikan
tidak benar dan ada pemalsuan maka direktur utama/pimpinan
perusahaan/pimpinan koperasi, atau kepala cabang, dari seluruh anggota
konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/bentuk kerjasama lain bersedia
dikenakan sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam daftar hitam, gugatan
secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang undangan.
 i) Dalam hal Peserta akan melakukan konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/bentuk
kerjasama lain harus mempunyai perjanjian konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/bentuk
kerjasama lain.

Evaluasi persyaratan pada huruf h angka 1 sampai dengan angka 5 dilakukan untuk setiap Badan
Usaha yang menjadi bagian dari konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/bentuk kerjasama lain.
Untuk Usaha Mikro, bentuk perizinan berupa Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan tidak disyaratkan
Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Persyaratan kualifikasi Administrasi/Legalitas untuk Penyedia
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi Konstruksi berdasarkan ketentuan peraturan Perundang-
undangan di bidang Jasa Konstruksi beserta pedoman pelaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri
yang membidangi Jasa Konstruksi. Persyaratan kualifikasi Administrasi/Legalitas untuk Penyedia
Barang/Jasa Perorangan, meliputi:
a. memiliki identitas kewarganegaraan Indonesia seperti Kartu Tanda Penduduk
(KTP)/Paspor/Surat Keterangan Domisili Tinggal;
b. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun
terakhir; c. menandatangani Pakta Integritas; dan d. Surat pernyataan yang ditandatangani
berisi:
1) tidak dikenakan Sanksi Daftar Hitam;
2) keikutsertaannya tidak menimbulkan pertentangan kepentingan pihak yang terkait;
3) tidak dalam pengawasan pengadilan dan/atau sedang menjalani sanksi pidana; dan
4) tidak berstatus Aparatur Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar
tanggungan Negara.
 Melekat SPSE
 Untuk pengadaan yang menggunakan SPSE,
tidak perlu membuat lagi pakta integritas dan
surat pernyataan
SYARAT
KUALIFIKASI
TEKNIS
a. Syarat Kualifikasi Teknis Penyedia Barang Persyaratan kualifikasi
teknis untuk Penyedia Barang, meliputi :
1) Memiliki pengalaman:
a) Penyediaan barang pada divisi yang sama paling kurang 1
(satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun
terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta,
termasuk pengalaman subkontrak; dan
b) Penyediaan barang sekurang-kurangnya dalam
kelompok/grup yang sama paling kurang 1 (satu)
pekerjaan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir baik
di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk
pengalaman subkontrak.
2) Memiliki kemampuan untuk menyediakan sumber daya
manusia dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses
penyediaan termasuk layanan purna jual (jika diperlukan)

DIVISI = Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia Buku 1, Badan Pusat


Statistik, 2012
a. Syarat Kualifikasi Teknis Penyedia JASA LAINNYA Persyaratan
kualifikasi teknis untuk Penyedia Barang, meliputi :
1) Memiliki pengalaman:
a) Penyediaan barang pada divisi yang sama1 paling kurang 1
(satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir
baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk
pengalaman subkontrak; dan
b) Penyediaan barang sekurang-kurangnya dalam
kelompok/grup yang sama paling kurang 1 (satu) pekerjaan
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk
pengalaman subkontrak.
c) Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun terakhir untuk usaha non kecil paling
kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai total
HPS/Pagu Anggaran.
2) Memiliki kemampuan untuk menyediakan sumber daya
manusia dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses
penyediaan termasuk layanan purna jual (jika diperlukan)

DIVISI = Klasifikasi Baku Komoditas Indonesia Buku 1, Badan Pusat


Statistik, 2012
 Syarat Kualifikasi Teknis Penyedia
 1) Memiliki pengalaman: a) Penyediaan barang pada divisi yang
sama paling kurang 1 (satu) pekerjaan dalam kurun waktu 1 (satu)
tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta,
termasuk pengalaman subkontrak; d
 a) Penyediaan barang pada divisi _____________________[diisi
sesuai divisi yang sesuai dengan barang yang diadakan mengacu
pada KBKI
 Contoh : pengadaan buldozer (44421.00.001) untuk pembukaan
lahan, Peserta memiliki pengalaman pekerjaan yang termasuk
pada pada divisi 44: mesin untuk keperlua n khusus] .
 b) Penyediaan barang sekurang-kurangnya dalam kelompok (grup)
yang sama paling kurang 1 (satu) pekerjaan dalam kurun waktu 3
(tiga) tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta,
termasuk pengalaman subkontrak.
 b) Penyediaan barang pada kelompok (grup) _________________ [
diisi sesuai kelompok (grup) yang sesuai dengan barang yang
diadakan mengacu pada KBKI.
 Contoh : pengadaan bulldozer (444 21.00.001 ) untuk pembukaan
lahan, Peserta memiliki pengalaman pekerjaan yang termasuk pada
kelompok ( grup ) 444 : mesin untuk pertambangan , penggalian
dan konstruksi serta bagian daripadanya].
 Persyaratan kualifikasi teknis untuk Penyedia
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi
Konstruksi berdasarkan ketentuan peraturan
Perundang-undangan di bidang Jasa
Konstruksi beserta pedoman pelaksanaan
yang ditetapkan oleh Menteri yang
membidangi Jasa Konstruksi.
1) Memiliki pengalaman:
a) Pekerjaan di bidang Jasa Konsultansi paling kurang 1 (satu) pekerjaan
dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir baik di lingkungan
pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak;
b) Pekerjaan yang serupa (similar) berdasarkan jenis pekerjaan,
kompleksitas pekerjaan, metodologi, teknologi, atau karakteristik
lainnya yang bisa menggambarkan kesamaan, paling kurang 1 (satu)
pekerjaan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman
subkontrak; dan
c) Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen)
nilai total HPS/Pagu Anggaran.
2) Memiliki sumber daya manusia:
a) Manajerial; dan

b) b) tenaga kerja (jika diperlukan).

3) Memiliki kemampuan untuk menyediakan peralatan (jika diperlukan).


1) Memiliki pengalaman:
a) Pekerjaan sejenis (jenis pekerjaan, kompleksitas pekerjaan,
metodologi, teknologi, atau karakteristik lainnya yang bisa
menggambarkan kesamaan); dan
b) Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen)
nilai total HPS/Pagu Anggaran.

2) Jenjang pendidikan;
3) Memiliki sertifikat keahlian/teknis;
4) Pernah mengikuti pelatihan/kursus; dan/atau
5) Memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
SYARAT
KUALIFIKASI
KEMAMPUAN
KEUANGAN
Untuk Penyedia Non Kecil harus memiliki
kemampuan keuangan berupa Sisa Kemampuan
Nyata (SKN) yang disertai dengan laporan
keuangan.
Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/
keseluruhan Peserta saat penilaian kualifikasi
meliputi kemampuan keuangan dan kemampuan
permodalan untuk melaksanakan paket pekerjaan
yang sedang/akan dikerjakan.

SKN dikecualikan untuk Usaha Mikro dan Usaha


Kecil.
1. Diisi nilai nilai total ekuitas berdasarkan Laporan
Keuangan terakhir.
2. Diisi dengan hasil perhitungan Modal Kerja (MK)
yaitu faktor likuiditas (fl = 0,6) dikalikan dengan
Kekayaan Bersih (KB).
3. Diisi dengan hasil perhitungan Kemampuan
Nyata (KN) yaitu faktor perputaran modal (fp =
7) dikalikan dengan Modal Kerja (MK).
4. Diisi dengan hasil perhitungan Sisa Kemampuan
Nyata (SKN) yaitu Kemampuan Nyata (KN)
dikurangi dengan seluruh nilai pekerjaan yang
sedang dilaksanakan.
SKN = KN - Σ nilai paket pekerjaan yang sedang dikerjakan
KN = fp . MK
MK = fl . KB

Keterangan :
 KN = Kemampuan Nyata
 MK = Modal Kerja
 fp = faktor perputaran modal
 fp untuk Usaha Non-Kecil (Menengah dan Besar) = 7
 fl = faktor likuiditas
 fl untuk Usaha Non-Kecil = 0.6
 KB = Kekayaan Bersih total ekuitas yang dilihat dari
neraca keuangan tahun terakhir
Syarat Kualifikasi Kemampuan Keuangan

 1) Menyampaikan laporan keuangan tahun


terakhir, khusus untuk Peserta Non Kecil.

 2) Memiliki Sisa Kemampuan Nyata (SKN) paling


kecil 50% (lima puluh persen) dari nilai HPS.

 _____________ [diisi dengan nilai perhitungan 50%


x nilai HPS. Contoh: nilai HPS
Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah),
maka minimal nilai SKN adalah 50% x
Rp8.000.000.000= Rp4.000.000.000,00
 HPS RP. 3 milyar

 NERACA 2017

Aktiva lancar Rp. 12milyar
 Aktiva tetap Rp. 7milyar
 Aktiva lain Rp. 1milyar
 Total AKTIVA Rp. 20milyar

Utang lancar Rp. 6 milyar
 Utang Jk panjang Rp. 6.5milyar
 ekuitas ( modal disetor + laba ) Rp. 7.5milyar
 Total PASSIVA Rp. 20milyar

 7.5 x 0.6 = 4.5milyar


 4.5 milyar x 7 = 31.5milyar
 31.5 milyar (dikurangi jumlah paket yang dikerjakan penyedia ybs, misal rp 30 milyar)=1.5
milyar
 1.5 milyar ==> tcontoh 50% dari HPS = 1.5 milyar , kalau kurang dari 50% HPS,
digugurkan kualifikasinya
 Memiliki Sisa Kemampuan Nyata (SKN)
dengan nilai paling kurang sama dengan 10%
(sepuluh perseratus) dari nilai total HPS, yang
disertai dengan laporan keuangan (untuk
pekerjaan yang diperuntukkan bagi Usaha
Menengah dan Besar.

 Khusus untuk Usaha Besar, laporan keuangan


wajib telah diaudit);
 Dalam hal peserta diketahui mengikuti
beberapa paket pekerjaan yang ditenderkan
oleh beberapa Pokja Pemilihan dalam waktu
yang bersamaan dan telah ditetapkan
menjadi pemenang pada beberapa paket
tersebut, dilakukan perhitungan ulang sisa
kemampuan menangani paket (SKP) (untuk
usaha kecil)/sisa kemampuan nyata (SKN)
(untuk usaha menengah dan besar).
 SDP LKPP  50% dari
HPS
 SDP PUPR untuk
konstruksi  10% dari
HPS
PERTANYAAN ?
1. Syarat kemampuan keuangan dilihat di neraca ya ..
neraca bagaimana ?
Neraca yang dilihat hanya modal / ekuitas
2. Neraca sudah di audit ? Di audit oleh siapa ?
Tidak ada kewajiban untuk laporan yang telah ter audit
oleh Kantor Akuntan Publik ( KAP )
Laporan keuangan yang dibuat dan dilaporkan pada saat
pelaporan SPT tahunan .
  Khusus untuk Usaha Besar, laporan
keuangan wajib telah diaudit; SE PU PR 10 2018