Anda di halaman 1dari 28

BAHASA INDONESIA “FUNGSI BAHASA”

13 Oktober 2014 — Tinggalkan komentar

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena
hanya dengan perkenan-Nya kami kelompok 2 dapat
menyelesaikan penyusunan laporan tentang “Fungsi
Bahasa” ini.
Laporan ini kami susun berdasarkan sumber referensi
yang kami dapat. Dimana sumber referensi itu berupa
buku karangan, internet dan lain sebagainya.
Kami menyadari laporan ini jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu kami mohon kepada para pembaca,
khususnya dosen bahasa kami untuk memberikan
kritikan saran, demi kesempurnaan penyususnan
laporan kami dikemudian hari.
Demikian laporan Bahasa Indonesia ini kami buat, atas
perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Mataram, 11 Oktober 2014

Tim Penyususun

DAFTAR ISI

NAMA-NAMA ANGGOTA KELOMPOK II BAHASA


INDONESIA ……………….. 1
KATA PENGANTAR
…………………………………………………………………………
2

DAFTAR ISI
…………………………………………………………………………
………… 3

BAB I PENDAHULUAN
…………………………………………………………………….. 4
A. LATAR BELAKANG
…………………………………………………………………….. 4
B. MASALAH
…………………………………………………………………………
………. 4
C. TUJUAN
…………………………………………………………………………
…………. 5
D. MANFAAT
…………………………………………………………………………
………. 5

BAB II PEMBAHASAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


……………………………. 6
A. FUNGSI BAHASA MENURUT PARA AHLI
……………………………………….. 6
B. FUNGSI BAHASA SECARA UMUM
………………………………………………… 7
C. FUNGSI BAHASA SECARA KHUSUS
…………………………………………….. 9
BAB III PENUTUP
…………………………………………………………………………
… 13
A. KESIMPULAN
…………………………………………………………………………
…. 13
B. SARAN
…………………………………………………………………………
………….. 13

DAFTAR PUSTAKA
………………………………………………………………………..
15

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik


secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi
dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status
dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan
kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada
nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang
digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena
dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat
mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat
beragam. Bahasa digunakan sebagai alat untuk
berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan
sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan
beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi
tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol
sosial.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa
memang sangat penting digunakan. Karena bahasa
merupakan simbol yang di hasilkan menjadi alat ucap
yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam
kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita
menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa
secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh.
Bahkan saat kita tidur pun tanpa sadar kita
menggunakan bahasa.

B. MASALAH

1. Masalah umum
a. Bagaimana fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara dan bahasa nasional?
b. Sejauh mana fungsi bahasa Indonesia sebagai
bahasa Negara dan bahasa nasional?
2. Masalah khusus
a. Apa sebenarnya fungsi bahasa indonesia dalam
kehidupan kita.
b. Seberapa jauh pemahaman kita terhadap bahasa
Indonesia

C. TUJUAN

1) Tujuan umum
a. Mengetahui fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara dan bahasa nasional.
b. Memahami fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara dan bahasa nasional.
c. Untuk menjelaskan fungsi bahasa Indonesia sebagai
bahasa Nasional.
d. Untuk menjelaskan fungsi bahasa Indonesia sebagai
bahasa Negara.
2) Tujuan khusus
a. Agar kita paham tentang fungsi bahas Indonesia
dalam kehidupan sehari-hari.
b. Mengetahui secara rinci tentang fungsi bahasa
Indonesia dalam kehidupa kita sehari-hari.

D. MANFAAT

Dari penulisan laporan ini diharapkan mendatangkan


manfaat berupa penambahan pengetahuan serta
wawasan kepada para pembaca tentang fungsi bahasa
Indonesia dalam kehidupan kita sehari-hari dan juga
fungsinya sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional,
sehingga kita dapat mengetahui secara pasti fungsi
bahasa dalam kehidupan kita. Di samping itu dengan
adanya makalah ini dapat memabntu kita disaat kita
berinteraksi dengan orang lain yaitu bahsa yang kita
gunakan dapat kita tempatkan ditempat yang
semestinya.

BAB II
PEMBAHASAN
FUNGSI BAHASA INDONESIA

A. FUNGSI BAHASA MENURUT PARA AHLI


1. Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa
sebagai alat komunikasi fungsi sebagai berikut:
a) Fungsi informasi, yaitu bahasa digunakan untuk
menyampaikan informasi.
b) Fungsi ekspresi diri, yaitu bahasa digunakan sebagai
alat untuk mengungkapkan hal-hal yag kita rasakan,
inginkan dan kita pikirkan.
c) Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu bahasa
digunakan untuk membantu kita menyatakan hidup
bersama dalam suatu ikatan.
d) Fungsi control social, yaitu bahasa digunakan untuk
mengendalikan perilaku orang lain, agar orang lain
melakukan apa yang kita iginkan.
2. Halliday (1992), berpendapat bahwa fungsi bahasa
sebagai alat komunikasi untuk keperluan:
a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk
memperoleh sesuatu.
b) Fungsi intraksional atau fungsi personal, bahasa
digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
c) Fungsi heuristik, bahasa digunakan untuk belajar dan
menemukan sesuatu.
d) Fungsi regulatoris, bahasa digunakan untuk
mengendalikan perilaku orang lain.
e) Fungsi imajinatif, bahasa digunakan untuk
menciptakan dunia imajinasi.
f) Fungsi representasional, bahasa digunakan untuk
menyampaikan informasi.
3. Menurut Sumiati Budiman (1987), mengemukakan
bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan
tujuan, yaitu:
a) Fungsi praktis: Bahasa digunakan sebagai
komunikasi dan interaksi antar anggota masyarakat
dalam pergaulan hidup sehari-hari.
b) Fungsi kultural: Bahasa digunakan sebagai alat untuk
menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan
kebudayaan.
c) Fungsi artistic: Bahasa digunakan sebagai alat untuk
menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia
melalui seni sastra.
d) Fungsi edukatif: Bahasa digunakan sebagai alat
untuk menyampaikan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
e) Fungsi politis: Bahasa digunakan sebagai alat untuk
mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan
administrasi pemerintahan.

B. FUNGSI BAHASA SECARA UMUM

Bahasa Indonesia merupakan bahasa kenegaraan yang


kita pakai di negara Indonesia untuk berkomunikasi
dengan orang lain. Sebenarnya Bahasa Indonesia tidak
semudah yang terlihat. Bahasa ini memiliki aturan yang
cukup detail dalam pengaturan tatabahasa yang
digunakan. Bahasa Indonesia merupakan bahasa formal
yang ditetapkan di negara kita.
Dalam literatur bahasa, para ahli merumuskan fungsi
bahasa secara umum ada empat, yaitu:
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau
mengekspresikan diri.
2. Sebagai sarana komunikasi.
3. Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu
lingkungan masyarakat.
4. Sebagai alat kontrol sosial.
Secara rinci fungsi-fungsi tersebut dapat dijelaskan
sebagai beriku:
1) Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau
mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan,
dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan
secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam
hati dan pikiran kita, dengan kata lain Sebagai sarana
ekspresi diri dalam arti media yang dapat kita gunakan
untuk mencurahkan isi pikiran kita kepada orang lain,
sebagai contoh berupa karya ilmiah, kreatifitas,
ataupun curahan isi hati kita, Sehingga kita dapat
mempublikasikan pendapat kita mengenai suatu hal.
Ada dua unsur yang mendorong kita untuk
mengekspresikan diri, yaitu:
1. Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
2. Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua
tekanan emosi.

2) Sebagai sarana komunikasi.


Sebagai sarana komunikasi dalam arti media yang anda
gunakan sebagai penghubung antara anda dengan
orang lain. Dalam berkomunikasi anda tentu saja
mengharapkan timbal balik dari lawan bicara anda. Jika
anda tidak memiliki bahasa (dalam kasus ini Bahasa
Indonesia) yang baik maka lawan bicara anda tidak
akan mengerti apa yang anda maksudkan. Sehingga
mereka tidak bisa memberikan timbal balik kepada
anda. Bila hal ini terjadi maka komunikasi tidak dapat
berjalan. Dengan kata lain Bahasa merupakan saluran
maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan
memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama.
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari
ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai
komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca
atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian
seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena
bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang
memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi,
manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal
dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan
menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis),
sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan
menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat,
kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah
itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia. Contoh
dari penerapan fungsi ini yang paling sederhana adalah
saat anda mengobrol dengan teman,orang tua, guru,
dan lain-lain.

3) Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu


lingkungan masyarakat.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang
akan memilih bahasa yang digunakan tergantung
situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan
menggunakan bahasa yang non standar pada saat
berbicara dengan teman- teman dan menggunakan
bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua
atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu
bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan
menyesuaikan diri dengan bangsa.
Sebagai adaptasi dan integrasi pada suatu lingkungan
masyarakat, fungsi kali ini memiliki makna bila kita
ingin mempelajari suatu kebudayaan, lingkungan
sosial, ataupun tinggal pada suatu negara tertentu kita
harus mempelajari bahasa yang digunakan di negara
tersebut. Agar kita dapat mengetahui kapan kita
menggunakan suatu kata dalam bentuk formal ataupun
bahasa sehari-hari. Karena bahasa merupakan media
yang kita gunakan untuk berhubungan dengan orang
lain jadi kita harus menguasai bahasa tersebut agar
bisa beradaptasi pada suatu lingkungan.

4) Sebagai alat kontrol sosial.


Sebagai alat kontrol sosial memiliki arti sebagai suatu
media yang dapat mempengaruhi sikap, tingkah laku,
maupun kepribadian seseorang. Dengan Bahasa
Indonesia kita dapat mengubah sifat ataupun
kepribadian seseorang hanya dengan kata-kata.
misalkan anda ingin merokok di suatu tempat namun
pada saat itu anda membaca suatu pemberitahuan
yang menyatakan bahwa di tempat ini dilarang
merokok, maka anda akan mencari tempat lain ataupun
tidak jadi merokok di tempat itu. Contoh sederhana
seperti ini suda bisa membuktikan bahwa Bahasa
Indonesia memiliki fungsi sebagai alat kontrol sosial
yang dapat mengubah sifat, tingkah laku, maupun
kepribadian suatu individu ataupun kelompok.

C. FUNGSI BAHASA SECARA KHUSUS

Bagi bangsa Indonesia ada dua fungsi bahasa Indonesia


secara khusus dan sangat penting bagi kita pahami,
yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa
Negara.
1. Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional.
Bahasa Indonesia digunakan sebagai pemersatu
Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan suatu terobosan
yang sangat besar yang dilakukan oleh persatuan
pemuda-pemuda Indonesia.mereka menjadikan Bahasa
Indonesia menjadi Bahasa Nasional Bangsa Indonesia.
Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah
Pemuda, bahasa melayu dipakai sebagi lingua franca di
seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu sudah terjadi
berabad-abad sebelumnya.Dengan adanya kondisi
semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak
merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi.
Sebalikanya, mereka telah menyadari bahwa bahasa
daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat
perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi
juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya
bahasa Melayu yang dipakai sebagai lingua franca ini
pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah.
Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan
dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang
semacam itulah, khususnya pemuda-pemudanya yang
mendukung lancarnya inspirasi tersebut. “Hasil
Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang
diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Febuari
1975 antara lain menegaskan bahwa dalam
kedudukannya bahasa nasional, Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai :

a) Lambang Kebanggaan Nasional


Sebagai lambang kebanggan nasional, Bahasa
Indonesia memancarkan nilai-nilai sosial budaya luhur
Bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang
dicerminkan Bangsa Indonesia, kita harus bangga
dengannya, kita harus menjunjungnya, kita harus
mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan
kita terhadap Bahasa Indonesia, kita harus
memakainya tanpa ada rasa rendah diri melainkan kita
harus berbangga hati menggunakan dan memelihara
Bahasa indonesia.

b) Lambang Identitas Nasional


Sebagai lambang identitas nasional, Bahasa Indonesia
merupakan lambang Bangsa Indonesia. Ini berarti,
dengan Bahasa indonesia akan dapat diketahui siapa
kita, yaitu sifat, peringai, dan watak kita sebagai
Bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu,
maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri
kepribadian kita tidak tercemin di dalamnya. Jangan
sampai Bahasa Indonesia tidak menunjukan gambaran
Bangsa Indonesia yang sebenarnya.

c) Sebagai Alat Pemersatu Berbagai Masyarakat yang


Berbeda Latar belakang Sosial, Budaya dan Bahasanya.
Dengan adanya fungsi ini maka seluruh masyarakat
Indonesia dari berbagai suku bisa bersatu padu.
Dengan Bahasa Indonesia akan merasa serasi dan
aman hidupnya karena mereka tidak merasa dijajah
oleh suku bangsa lain. Ditambah lagi adanya fakta
bahwa identitas dan nilai-nilai budaya dari suku lain
masih tercemin pada bahasa daerah masing-masing,
bahkan diharapkan dapat memperkaya khazanah
Bahasa Indonesia.
d) Sebagai Penghubung Antar Budaya Antar Daerah.
Warga Indonesia terkenal dengan keragaman
penduduknya yang berasal dari berbagai suku bangsa
yang memiliki adat berbeda. Dengan adanya fungsi ini
maka seluruh masyarakat Indonesia dapat bersatu
walupun berasal dari suku bangsa yang berbeda. Kita
dapat mempelajari ataupun mengetahui kebudayaan
dari daerah lain karena sudah ada media komunikasi
formal yang menjebatani kita sehingga kita bisa
berkomunikasi dengan baik.

2. Fungsi dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai


bahasa Negara.
Pada awalnya yaitu pada zaman penjajahan Belanda,
bahasa yang digunakan untuk bahasa negara adalah
bahasa melayu. Selain itu, bahasa melayu merupakan
bahasa negara (resmi) kedua yang dipakai untuk
golongan-golongan rendah. Bahasa Indonesia belum
bisa tersebar bebas pada saat itu. Hanya segelintir
orang yang berjiwa nasionalis yang menggunakan
Bahasa Indonesia.
Bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia
diangkat pula Bahasa indonesia menjadi bahasa
negara. Hal ini tercantum dalam UUD 1945, Bab XV,
pasal 36. Pengangkatan Bahasa Indonesia menjadi
bahasa negara bukanlah hal mudah, banyak hal yang
harus dipertimbangkan. Karena bila terjadi kesalahan
dapat berakbat ketidak stabilan suatu negara. Dalam
“Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional”
yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 25 sampai
dengan 28 Febuari 1975 dikemukakan bahwa di dalam
kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia sebagai berikut :

a. Bahasa Resmi Kenegaraan.


Pembuktian bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa
resmi kenegaraan ialah digunakannya Bahasa
Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI
1945. Mulai saat itu dipakailah Bahasa indonesia dalam
segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan
baik dalam bentuk lisan maupun tulis

b. Bahasa Pengantar Resmi di Dunia Pendidikan.


Bahasa Indonesia digunakan dalam penyampaian
pendidikan di Indonesia dari taman kanak-kanak hingga
perguruan tinggi, walaupun ada beberapa lembaga
pendidikan dengan dasar kepraktisan menggunakan
bahasa daerah untuk penyampaiannya. Hal itu pun
hanya sampai kelas tiga sekolah dasar. Oleh karena itu
sebaiknya buku-buku yang digunakan juga
menggunakan Bahasa Indonesia sehingga membantu
pelajar dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

c. Bahasa Resmi dalam Perhubungan pada Tingkat


Nasional untuk Kepentingan Perencanaan dan
Pelaksanaan Pembangunan serta Pemerintah.
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan
pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada
masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya
diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu
media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan
peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang
disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima
oleh masyarakat.

d. Bahasa Resmi dalam Pengembangan Kebudayaan


dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan Serta Teknologi
Modern.
Sebagai fungsi pengembangan kebudayaan, ilmu, dan
teknologi, Bahasa Indonesia sangat terasa sekali
manfaatnya. Karena Bahasa Indonesia digunakan
dalam penyebarannya di negara kita. misalkan seorang
pengajar tari Bali tidak mungkin mengajarkan tari Bali
kepada orang Jawa, Aceh, ataupun orang suku lain
menggunakan bahasa Bali. Karena mereka belum tentu
mengerti bahasa Bali. Oleh karena itu digunakan
Bahasa Indonesia untuk menjebatani hal tersebut.
Sehingga informasi yang berisi ilmu, kebudayaan,
ataupun teknologi bisa dimengerti oleh orang lain. Hal
ini juga berlaku dalam penyebaran ilmu modern.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan


bahwa Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai
sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga
pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai
dengan perguruan tinggi. Hanya saja untuk
kepraktisan, beberapa lembaga pendidikan rendah
yang anak didiknya hanya menguasai bahasa ibunya
(bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar
bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. Hal ini
dilakukan sampai kelas tiga Sekolah Dasar.

Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik


secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi
dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status
dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan
kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada
nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.

B. SARAN

Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik


secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi
dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status
dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan
kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada
nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.

Setelah mengetahui fungsi bahasa Indonesia dalam


pembahasan diatas maka kita harus
mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari
apalagi dilingkungan yang berbeda kita harus pandai
menyesuaikan diri, agar kita dapat dipandang baik oleh
orang lain, disamping itu sebagai calon seorang guru
kita harus lebih tau tentang fungsi bahasa itu untuk
bekal mengajar peserta didik agar kemampuan
berbahasa mereka lebih matang dan untuk
menumbuhkansikap positif dalam berbahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTKA
http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/nam
e_pinkers/id_10943/title_peranan-bahasa-indonesia-
dalam-kehidupan/
http://muslich-m.blogspot.com/2007/04/kedudukan-
dan-fungsi-bahasa-indonesia.html
http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2093715-
fungsi-bahasa-indonesia/

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


Oleh Masnur MuslichKonsep Dasar Kedudukan
dan Fungsi Bahasa
Istilah
kedudukan
dan
fungsi
tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kitapakai.
Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia
sekarang?”, “Apa fungsibaut yang Saudara pasang
pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau
kita pernahmemakai kedua istilah itu tentunya secara
tersirat kita sudah mengerti maknanya.Hal ini terbukti
bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan
kedua istilah itu.Kalau demikian halnya, apa
sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa?
Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?
Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi
lingual manusia, baik secaraterlisan maupun tertulis.
Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak
dihubungkandengan status dan nilai-nilai sosial.
Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari,
yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status,
bahasa tidak dapatditinggalkan. Ia selalu mengikuti
kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagaimanusia
anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi
dan pentingnyabahasa itulah, maka ia diberi ‘label’
secara eksplisit oleh pemakainya yang
berupakedudukan dan fungsi tertentu.Kedudukan dan
fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca:
masyarakatbahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit,
sebab kejelasan ‘label’ yang diberikanakan
mempengaruhi masa depan bahasa
yang bersangkutan. Pemakainya akanmenyikapinya
secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan
memperlakukannyasesuai dengan ‘label’ yang
dikenakan padanya.Di pihak lain, bagi masyarakat
yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-
milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih
bahasa yangdigunakannya. Mereka tidak akan
memakai secara sembarangan. Mereka bisamengetahui
kapan
dan dalam
situasi apa
bahasa yang satu dipakai, dan kapan dandalam situasi
apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan
demikianperkembangan bahasa (-bahasa) itu akan
menjadi terarah. Pemakainya akanberusaha
mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang
telah disepakatinyadengan, antara lain, menyeleksi
unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke
dalamnya.Unsur-unsur yang dianggap
menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-
unsur yang dianggap merugikannya akan
ditolak.Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya
aturan untuk menentukan kapan,misalnya, suatu unsur
lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan
kapanseharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan
dalam bentuk kebijaksanaanpemerintah yang
bersangkutan. Di negara kita itu disebut
Politik Bahasa Nasional
,yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan,
pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat
dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan
masalahbahasa.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa Nasional
Janganlah sekali-kali disangka bahwa
berhasilnya bangsa Indonesia mempunyaibahasa
Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan
kelereng di tengah jalan.Kehadiran bahasa Indonesia
mengikuti perjalanan sejarah yang panjang.
(Untukmeyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami
sekali lagi
Sejarah PerkembanganBahasa Indonesia
.) Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke
bumiNusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada,
misalnya yang didapatkan di BukitTalang Tuwo dan
Karang Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan
tercetusnyainpirasi persatuan pemuda-pemuda
Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yangkonsepa
aslinya berbunyi:
Kami poetera dan poeteri Indonesiamengakoe bertoempah
darah satoe,Tanah Air Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia


mengakoe berbangsa satoe,Bangsa Indonesia.Kami poetera
dan poeteri Indonesiamendjoendjoeng bahasa
persatoean,Bahasa Indonesia.
Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian
pengamat (baca: sosiolog)adalah butir ketiga. Butir
ketiga itulah yang dianggap sesuati yang luar
biasa.Dikatakan demikian, sebab negara-negara
lain, khususnya negara tetangga kita,mencoba untuk
membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan
yang dibarengidengan bentrokan sana-sini. Oleh
pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpahambatan
sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai
kebulatan tekad yangsama. Kita patut bersyukur dan
angkat topi kepada mereka.Kita tahu bahwa saat itu,
sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa
Melayudipakai sebagai
lingua franca
di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi
sudahberabad-abad sebelumnya. Dengan adanya
kondisi yang semacam itu, masyarakatkita sama sekali
tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di
balik itu, merekatelah menyadari bahwa bahasa
daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai
alatperhubungan antar suku, sebab yang diajak
komunikasi juga mempunyai bahasadaerah tersendiri.
Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai
lingua franca
ini puntidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah.
Bahasa daerah tetap dipakai dalamsituasi kedaerahan
dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang
semacamitulah, khusunya pemuda-pemudanya yang
mendukung lancarnya inspirasi sakti diatas.Apakah ada
bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928
dan bahasaIndonesia pada tanggal 28 Oktober 1928?
Perbedaan ujud, baik struktur, sistem,maupun
kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama.
Yang berbeda adalahsemangat dan jiwa barunya.
Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa
bahasaMelayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa
Melayu. Akan tetapi, setelah SumpahPemuda semangat
dan jiwa bahsa Melayu sudah bersifat nasional atau
jiwaIndonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang
berjiwa semangat baru digantidengan nama
bahasa Indonesia
. “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional”
yang diselenggarakan di Jakartapada tanggal 25-28
Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa
dalamkedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa
Indonesia berfungsi sebagai (1)lambang kebanggaan
nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat
pemersatuberbagai-bagai masyarakat yang berbeda-
beda latar belakang sosial budaya danbahasanya, dan
(4) alat perhubungan
antarbudaya antardaerah.Sebagai lambang
kebanggaan nasional, bahasa Indonesia
‘memancarkan’ nilai-nilaisosial budaya luhur bangsa
Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang
dicerminkanbangsa Indonesia, kita harus
bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dankita
harus mempertahankannya. Sebagai realisasi
kebanggaan kita terhadap bahasaIndonesia, kita harus
memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan
acuh takacuh. Kita harus bngga memakainya dengan
memelihara dan mengembangkannya.Sebagai lambang
identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan
‘lambang’ bangsaIndonesia. Ini beratri, dengan bahasa
Indonesia akan dapat diketahui siapa kita,yaitu sifat,
perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.
Karena fungsinyayang demikian itu, maka kita harus
menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kitatidak
tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa
Indonesia tidak menunjukkangambaran bangsa
Indonesia yang sebenarnya.Dengan fungsi yang ketiga
memungkinkan masyarakat Indonesia
yang beragamlatar belakang sosial budaya dan
berbeda-beda bahasanya dapat menyatu danbersatu
dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang
sama. Dengan bahasaIndonesia, bangsa Indonesia
merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak
merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh
masyarakat suku lain. Apalagidengan adanya
kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa
Indonesia, identitassuku dan nilai-nilai sosial budaya
daerah masih tercermin dalam bahasa daerahmasing-
masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah
masih tegar dan tidakbergoyah sedikit pun. Bahkan,
bahasa daerah diharapkan dapat
memperkayakhazanah bahasa Indonesia.Dengan fungsi
keempat, bahasa Indonesia sering kita rasakan
manfaatnya dalamkehidupan sehari-hari. Bayangkan
saja apabila kita ingin berkomunikasi denganseseorang
yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang
bahasa berbeda,mungkinkah kita dapat bertukar
pikiran dan saling memberikan informasi?Bagaimana
cara kita seandainya kita tersesat jalan di daerah yang
masyarakatnyatidak mengenal bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesialah yang dapat
menanggulangisemuanya itu. Dengan bahasa
Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk
segalaaspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala
kebijakan dan strategi yang berhubungandengan
ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,
dan kemanan(disingkat:
ipoleksosbudhankam
) mudah diinformasikan kepada warganya.
Akhirnya,apabila arus informasi antarkita
meningkat berarti akan mempercepat
peningkatanpengetahuan kita. Apabila pengetahuan
kita meningkat berarti tujuan pembangunanakan cepat
tercapai.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai
Bahasa Negara/Resmi
Sebagaimana kedudukannya sebagai bhasa nasional,
bahasa Indonesia sebagaibahasa negara/resmi pun
mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Hal
initerbukti pada uraian berikut.Secara resmi adanya
bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28
Oktober1928. Ini tidak berarti sebelumnya tidak ada.
Ia merupakan sambungan yang tidaklangsung dari
bahasa Melayu. Dikatakan demikian, sebab pada waktu
itu bahasaMelayu masih juga digunakan dalam
lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda.Bahasa
Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh
pemerintah jajahanHindia Belanda, sedangkan bahasa
Indonesia digunakan di luar situasi
pemerintahantersebut oleh pemerintah yang
mendambakan persatuan Indonesia
dan yangmenginginkan kemerdekaan Indonesia.
Demikianlah, pada saat itu terjadi dualismepemakaian
bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya:
jiwa kolonial dan jiwa nasional.Secara terperinci
perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara
keduabahasa itu terlihat pada perbandingan berikut ini.
B a h a s a M e l a
y u : B a h a s a I n
d o n e s i a :
a.

Bahasa resmi kedua di sampingbahasa Belanda,


terutama untuktingkat yang dianggap rendah.b.
Bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang
didirikan ataumenurut sistem pemerintah
HindiaBelanda.c.

Penerbitan-penerbitan yang dikelolaoleh jawatan


pemerintah HindiaBelanda.a.

Bahasa yang digunakan dalamgerakan kebangsaan


untuk mencapaikemerdekaan Indonesia.b.

Bahasa yang digunakan dalampenerbitan-penerbitan


yang bertuju-an untuk mewujudkan cita-
citaperjuangan kemerdekaan Indonesiabaik berupa:1)

bahasa pers,2)

bahasa dalam hasil sastra.Kondisi di atas berlangsung


sampai tahun 1945.Bersamaan dengan
diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 17Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa
Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itudinyatakan
dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa
sebagai bahasanegara bukanlah pekerjaan yang mudah
dilakukan. Terlalu banyak hal yang
harusdipertimbangkan. Salah timbang akan
mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara.Sebagai
contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia,
Singapura, Filipina, danIndia, masih tetap
menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di
negaranya,
walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga
untuk menjadikan bahasanyasendiri sebagai bahasa
resmi.Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan
pemilihan suatu bahasa sebagaibahasa negara apabila
(1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian
besarpenduduk negara itu, (2) secara geografis,
bahasa tersebut lebih menyeluruhpenyebarannya, dan
(3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk
negara itu.Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia,
Singapura, Filipina, dan India tidakmempunyai ketiga
faktor di atas, terutama faktor yang nomor (3).
Masyarakatmultilingual yang terdapat di negara itu
saling ingin mencalonkan bahasa daerahnyasebagai
bahasa negara. Mereka saling menolak untuk
menerima bahasa daerah lainsebagai bahasa resmi
kenegaraan. Tidak demikian halnya dengan negara
Indonesia.Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa
Indonesia sejak tahun 1928. Bahkan, tidakhanya itu.
Sebelumnya bahasa Indonesia sudah
menjalankan tugasnya sebagaibahasa nasional, bahasa
pemersatu bangsa Indonesia. Dengan demikian, hal
yangdianggap berat bagi negara-negara lain, bagi kita
tidak merupakan persoalan. Olehsebab itu, kita patut
bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar
ini.Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa
Nasional” yang diselenggarakandi Jakarta pada tanggal
25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di
dalamkedudukannya sebagai bahasa negara,
bahasa Indonesia befungsi sebagai(1)

bahasa resmi kenegaraan,(2)


bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga
pendidikan,(3)

bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat


nasional untuk kepentinganperencanaan dan
pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan(4)

bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan


pemanfaatan ilmupengetahuan serta teknologi
modern.Keempat fungsi itu harus dilaksanakan, sebab
minimal empat fungsi itulah memangsebagai ciri
penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan
berkedudukan sebagaibahasa negara.Pemakaian
pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia
sebagai bahasaresmi kenegaran ialah digunakannya
bahasa Indonesia dalam naskah
proklamasikemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu
dipakailah bahasa Indonesia dalam segalaupacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk
lisan maupun tulis.Keputusan-keputusan, dokumen-
dokumen, dan surat-surat resmi yangdikeluarkan oleh
pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di
dalam bahasaIndonesia. Pidato-pidato atas nama
pemerintah atau dalam rangka menuanaikantugas
pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa
Indonesia. Sehubungandengan ini kita patut bangga
terhadap presiden kita, Soeharto yang
selalumenggunakan bahasa Indonesia dalam situsi apa
dan kapan pun selama beliaumengatasnamakan kepala
negara atau pemerintah. Bagaimana dengan kita?
Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai
sebagai bhasa pengantar dilembaga-lembaga
pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai
denganperguruan tinggi. Hanya saja untuk kepraktisan,
beberapa lembaga pendidikanrendah yang anak
didiknya hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa
daerah)menggunakan bahasa pengantar bahasa
daerah anak didik yang bersangkutan. Halini dilakukan
sampai kelas tiga Sekolah Dasar.Sebagai konsekuensi
pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa
pengantar dilembaga pendidikan tersebut, maka materi
pelajaran ynag berbentuk media cetakhendaknya juga
berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan
denganmenerjemahkan buku-buku yang berbahasa
asing atau menyusunnya sendiri.Apabila hal ini
dilakukan, sangatlah membantu peningkatan
perkembangan bahasaIndonesia sebagai bahasa ilmu
pengetahuan dan teknolologi (iptek). Mungkin padasaat
mendatang bahasa Indonesia berkembang sebagai
bahasa iptek yang sejajardengan bahasa Inggris.