Anda di halaman 1dari 12

1.

Gambar Bendung

Bendung adalah pembatas yang dibangun melintasi sungai yang dibangun untuk
mengubah karakteristik aliran sungai. Dalam banyak kasus, bendung merupakan sebuah
kontruksi yang jauh lebih kecil dari bendungan yang menyebabkan air menggenang
membentuk kolam tetapi mampu melewati bagian atas bendung. Bendung mengizinkan
air meluap melewati bagian atasnya sehingga aliran air tetap ada dan dalam debit yang
sama bahkan sebelum sungai dibendung. Bendung bermanfaat untuk mencegah banjir,
mengukur debit sungai, dan memperlambat aliran sungai sehingga menjadikan sungai
lebih mudah dilalui.

Fungsi
Bendung menjadikan pakar hidrologi dan insinyur melakukan pengukuran laju aliran volumetrik
sederhana dalam sungai berukuran medium atau di lokasi pembuangan industri. Karena geometri
dari tnggi bendung diketahui dan semua air mengalir melewati bagian atas bendung, ketinggian
air di belakang bendung dapat dihitung menjadi laju aliran atau debit. Perhitungan berdasarkan
pada fakta bahwa fluida akan melewati kedalaman kritis dari aliran di sekitar belahan
bendungan. Jika air tidak bergerak melewati bendung, maka perhitungan dapat lebih rumit, atau
bahkan tidak mungkin dilakukan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bendung
2. Waduk

Waduk atau reservoir (etimologi: réservoir dari bahasa Perancis berarti "gudang")[1]
adalah danau alam atau danau buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai
yang bertujuan untuk menyimpan air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada
saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi
konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah 'reservoir' dapat
juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air
di bawah sumur minyak atau sumur air.

Waduk menurut pengertian umum adalah tempat pada permukaan tanah


yang digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air / musim penghujan
sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kering. Sumber air waduk
terutama berasal dari aliran permukaan dtambah dengan air hujan langsung.

Definisi lain mengatakan waduk adalah danau alam atau danau buatan,
kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan
air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah
bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti
pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah 'reservoir' dapat juga digunakan
untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air di bawah
sumur minyak atau sumur air.

Jenis Waduk
Jenis – jenis waduk antara lain :
1. Waduk Lembah
Bendungan juga dibangun di lembah dengan memanfaatkan topografinya dan mendapatkan
air untuk waduk. Bagian pinggir lembah dimanfaatkan sebagai tembok dan bendungannya
terletak di bagian yang paling sempit, yang biasanya memberikan kekuatan lebih besar dengan
biaya yang lebih rendah. Di banyak tempat, pembangunan waduk lembah melibatkan
pemindahan penduduk dan artifak bersejarah, seperti misalnya pemindahan kuil Abu Simbel saat
pembangunan Bendungan Aswan.
2. Waduk Sisi Sungai
Waduk sisi sungai dibangun dengan memompa air dari sungai. Waduk seperti ini
biasanya dibangun melalui eskavasi dan konstruksi pada bagian tanggul yang biasanya
mencakup lebih dari 6 km. Air yang disimpan di waduk seperti ini biasanya diendapkan selama
beberapa bulan agar kontaminanan dan tingkat kekeruhannya berkurang secara alami.
3. Waduk Pelayanan
Waduk pelayanan adalah waduk yang dibangun dekat dengan titik distribusi, dengan
air yang sudah disterilkan dan dibersihkan. Waduk pelayanan biasanya dibangun berbentuk
menara air yang dibangun di atas pilar beton di wilayah datar. Beberapa lainnya dibangun di
bawah tanah, terutama untuk waduk pelayanan di negara-negara yang dipenuhi bukit atau
pegunungan.
Fungsi Waduk
Waduk dapat dimanfaatkan antara lain sebagai berikut :

1. Irigasi
Pada saat musim penghujan, hujan yang turun di daerah tangkapan air sebagian besar
akan mengalir ke sungai. Kelebihan air yang terjadi dapat di tampung waduk sebagai persediaan
sehingga pada saat musim kemarau tiba air tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan
antara lain irigasi lahan pertanian.

2. PLTA

Dalam menjalankan fungsinya sebagai PLTA, waduk dikelola untuk mendapatkan


kapasitas listrik yang dibutuhkan. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah suatu system
pembangkit listrik yang biasanya terintegrasi dalam bendungan dengan
memanfaatkan energi mekanis aliran air untuk memutar turbin yang kemudian akan diubah
menjadi tenaga listrik oleh generator.

3. Penyediaan air baku

Air baku adalah air bersih yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan
air rumah tangga. Waduk selain sebagai sumber pengairan persawahan juga dimanfaatkan
sebagai sumber penyediaan air baku untuk bahan baku air minum dan air rumah tangga. Air yang
dipakai harus memenuhi persyaratan sesuai kegunaannya.

Sumber : http://gawerr.blogspot.co.id/2014/12/definisi-dan-fungsi-waduk-dan-irigasi.html
3. Bangunan Terjun

Dalam suatu sistem drainase, saluran drainase sangat erat hubungannya dengan
bangunan pelengkapnya, seperti Bangunan terjunan, Bangunan silang seperti Gorong-
gorong dan box culvert, . Pintu air, Pompa dan Rumah pompa, Sumur resapan,
Bangunan penyaring sampah, Kolam penmpungan sementara atau kolam tandon, dan
lain-lain. masing-masing bagian mempunyai peranan tersendiri. Pada kesempatan kali
ini kumpulengineer akan membahas sedikit tentang bangunan terjunan.
Bangunan terjunan adalah suatu bangunan pelengkap sistem drainase yang dibangun
untuk mengurangi kemiringan saluran yang terlalu curam dan untuk menurunkan
kecepatan aliran air agar tidak merusak saluran atau bangunan lainnya.

Dilihat dari bentuknya, secara umum Bangunan terjunan terbagi dua, yaitu:

1. Bangunan terjunan tegak


Bangunan terjunan tegak biasanya terdapat pada saluran induk dan saluran sekunder. Tinggi
terjun pada Bangunan terjunan tegak dibatasi maksimum 1,50 meter untuk debit aliran kurang
dari 2,50 m3/detik. Sedangkan untuk debit lebih dari 2,50 m3/detik tinggi terjun maksimum
adalah 0,75 meter.

2. Bangunan terjunan miring


Pada Bangunan terjunan miring kedalaman air tidak boleh kurang dari 0,4 kali kedalaman
kritis. Apabila kecepatan aliran di dalam bangunan terjunan miring lebih dari 9 meter/detik maka
dinding saluran terjunan harus ditinggikan.

Sumber : https://www.kumpulengineer.com/2014/01/bangunan-terjunan.html
4. Siphon

Sipon adalah bangunan yang membawa air melewati bawah saluran lain, biasanya
saluran pembuang atau jalan. Pada sipon air mengalir karena tekanan. Perencanaan
hidrolis sipon harus mempertimbangkan kecepatan aliran, kehilangan kecepatan aliran
pada peralihan masuk, kehilangan akibat gesekan, kehilangan pada bagian siku sipon
serta kehilangan pada peralihan keluar. Diameter minimum sipon adalah 0,60 m untuk
memungkinkan pembersihan dan inspeksi.
Karena sipon hanya memiliki sedikit fleksibilitas dalam mengangkut lebih banyak air
daripada yang direncana, bangunan ini tidak akan dipakai dalam pembuang. Walaupun
debit tidak diatur, ada kemungkinan bahwa pembuang mengangkut lebih banyak benda-
benda hanyut. Agar pipa sipon tidak tersumbat dan tidak ada orang atau binatang yang
masuk secara kebetulan, maka mulut pipa ditutup dengan kisi-kisi penyaring (trashrack).
Biasanya pipa sipon dikombinasi dengan pelimpah tepat di sebelah hulu agar air tidak
meluap di atas tanggul saluran hulu. Pipa rangkap juga menguntungkan dari segi
pemeliharaan dan mengurangi biaya pelaksanaan bangunan. Sipon yang panjangnya
lebih dari 100 m harus dipasang dengan lubang periksa (manhole) dan pintu pembuang.

Sumber : https://www.tneutron.net/sipil/fungsi-pembangunan-siphon-pada-saluran-
air/
5. Talang

Talang adalah saluran buatan yang dibuat dari pasangan beton bertulang , kayu atau baja
maupun beton ferrocement , didalamnya air mengalir dengan permukaan bebas, dibuat melintas
lembah dengan panjang tertentu (umumnya dibawah 100 m ) , saluran pembuang, sungai, jalan
atau rel kereta api,dan sebagainya. Dan saluran talang minimum ditopang oleh 2 (dua ) pilar atau
lebih dari konstruksi pasangan batu untuk tinggi kurang 3 meter ( beton bertulang pertimbangan
biaya ) dan konstruksi pilar dengan beton bertulang untuk tinggi lebih 3 meter.
Potongan melintang Talang yaitu :

Potongan melintang bangunan tersebut ditentukan oleh nilai banding b/h, dimana b adalah
lebar bangunan dan h adalah kedalaman air. Nilai-nilai banding berkisar antara 1 sampai 3 yang
menghasilkan potongan melintang hidrolis yang lebih ekonomis.

Kecepatan yang dipakai di dalam perencanaan Talang


Kecepatan di dalam bangunan lebih tinggi daripada kecepatan dipotongan saluran biasa.
Tetapi, kemiringan dan kecepatan dipilih sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kecepatan
superkritis atau mendekati kritis, karena aliran cenderung sangat tidak stabil. Untuk nilai banding
potongan melintang pada pasal 5.6.1, ini memberikan kemiringan maksimum I = 0,002.

Tinggi jagaan untuk air yang mengalir pada talang


Tinggi jagaan untuk air yang mengalir dalam talang atau flum didasarkan pada debit,
kecepatan dan faktor-faktor lain. Harga-harga tinggi jagaan dapat diambil dari KP - 03 Saluran,
pasal 4.3.6 Saluran Pasangan.
Untuk talang yang melintas sungai atau pembuang, harus dipakai harga-harga ruang bebas
berikut:
- Pembuang intern Q5 + 0,50 m
- Pembuang ekstern Q25 + 1,00 m
- Sungai: Q25 + ruang bebas bergantung kepada keputusan perencana, tapi tidak kurang dari 1,50
m. Perencana akan mendasarkan pilihannya pada karakteristik sungai yang akan dilintasi, seperti
kemiringan, benda - benda hanyut, agradasi atau degradasi.

2.5.4 Penentuan tempat talang irigasi


Penentuan tempat talang ditentukan oleh kegunaannya untuk mengalirkan air pada
saluran irigasi dan meneruskan air irigasi yang terhalang oleh sungai. Talang dapat ditempatkan
pada sungai dan disamping jembatan guna untuk membawa air ke lahan daerah irigasi. Dan
dapat dilihat pada gambar dibawah untuk letak talang.

Sumber : http://akashitribuana23.blogspot.co.id/2015/01/pembahasan-untuk-
talang-irigasi.html
6. CHUTE BLOCK

Merupakan energy dissipator atau penghancur energy aliran dari alliran


air dalam kondisi steep slopes

Sumber;
https://www.google.co.id/search?q=chute+block&source=lnms&tbm
=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjP4siG0oXbAhUFOY8KHas9CRMQ_
AUICigB&biw=1745&bih=885#imgrc=yU3Ygs_hFOfLyM:
sumber:https://www.google.co.id/search?q=chute+block&source=ln
ms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjP4siG0oXbAhUFOY8KHas9
CRMQ_AUICigB&biw=1745&bih=885#imgrc=lz_yw3sawpzdeM:

Sumber
https://www.google.co.id/search?q=chute+block&source=lnms&tbm
=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjP4siG0oXbAhUFOY8KHas9CRMQ_
AUICigB&biw=1745&bih=885#imgrc=VKF63FS9DkJ1gM:
7. GOT MIRING

Pada medan terjal di mana beda tinggi energi yang besar harus
ditanggulangi dalam jarak pendek dan saluran tersier mengikuti
kemiringan medan, akan diperlukan got miring. Got niring ini terdiri
dari bagian masuk, bagian peralihan, bagian normal dan kolam olak.