Anda di halaman 1dari 4

FENOMENA JAWABAN “KEPO DEH” TERHADAP NORMA

KESOPANAN Dikalangan Remaja

Aqmarina Septi Amalia (1403774)

Fifit Nur Fitriani R. (1403856)

Ilham Andika Putra (1405909)

Gina Zoraya Azhar (1403391)

Abstrak

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan suku, adat, dan
budayanya. Salah satu yang paling melekat yakni orang-orangnya yang
dikenal ramah dan sopan. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya
zaman, sapaan-sapaan kecil ini berubah, apalagi dikalangan muda.
Sapaan-sapaan kecil ini berubah menjadi hal yang diartikan sebagai
“kekepoan” atau keingintahuan yang tinggi terhadap urusan orang lain
bagi kalangan mudanya Hal ini menunjukkan bahwa sekarang ini budaya
sapaan yang merupakan salah satu bentuk kepedulian antarindividu
dalam masyarakat sudah berganti makna. Awal masalahnya itu berakar
dari keluarga. Keluarga adalah Madrasah awal bagi anak-anaknya. Jadi di
sini Bagaimana peran keluarga untuk membentuk pribadi anak yang baik.
Pengaruh dari luar lebih sedikit daripada pengaruh dari keluarga. Karena
jika bekal dari keluarga itu baik maka anak akan menjadi pribadi yang baik
pula. Masih banyak anak yang memegang komitmen nilai norma etika
dengan baik karena mendapat penguatan dari orang tua dan pengaruh
orang tua sangat kuat. Jadi pergeseran budaya tersebut tidak terlepas dari
peran orang tua dan sekolah. Baru kemudian teman sebaya yang menjadi
pengaruh pembentukan pribadi anak. Dan peranan teman sebaya juga
sangat penting jadi kita harus pintar memilih teman untuk teman anak kita.
Berdasarkan penelitian ini metode yang digunakan adalah metode
campuran dengan menggunakan teknik angket dan wawancara.
Kata Kunci: Norma kesopanan, kata sapaan, fenomena dan masalah remaja

PENDAHULUAN sepele tetapi sebenarnya hal


tersebut merupakan salah satu
Seiring berjalannya waktu bentuk perhatian. Sapaan-
dan berkembangnya zaman, sapaan kecil ini berubah menjadi
sapaan-sapaan kecil ini berubah, hal yang diartikan sebagai
apalagi dikalangan muda. “kekepoan” atau keingintahuan
Walaupun sapaan ini terlihat yang tinggi terhadap urusan
orang lain bagi kalangan Etika norma manusia dibagi
mudanya. Hal ini begitu menjadi dua yaitu norma khusus
dirasakan sekarang-sekarang ini dan norma umum. Norma
jika kita berpapasan dengan khusus sering disebut norma
orang yang kita ketahui atau kita teknis dan permainan yang
kenal dan kita tanya “mau bertujuan untuk mencapai tujuan
kemana?”, “dari mana?”, “habis tertentu atau kegiatan yang
ngapain?” terkadang dijawab bersifat sementara dan terbatas
dengan “kepo deh...”. Walaupun (A.A., 2010). Norma umum dapat
mungkin jawaban tersebut dikelompokkan ke dalam tiga
dianggap sebagai candaan bagi normal yakni norma sopan
yang menjawab tetapi jawaban santun, hukum dan moral. Norma
tersebut sekarang-sekarang ini sopan santun berlaku
tidak jarang kita dengar ketika berdasarkan konvensi saja atau
bertanya pada sesama teman kebiasaan sehingga prinsipnya
khususnya kalangan remaja. mudah diubah (Pudjoutomo,
2015). Seiring berjalannya waktu
Hal ini menunjukkan bahwa proses pertumbuhan norma
sekarang ini budaya sapaan yang sosial akan berjalan seiring
merupakan salah satu bentuk dengan harapan masyarakat,
kepedulian antarindividu dalam yaitu terlaksananya nilai-nilai
masyarakat sudah berganti yang telah dibentuk atau
makna. Lebih tepatnya diartikan diciptakan. Pada dasarnya,
sebagai hal yang berbeda, proses pertumbuhan norma
mungkin memang merasa orang terbentuk melalui proses sosial
lain sangat ingin tau urusan kita yang tidak disengaja, atau dibuat-
tetapi dari pertanyaan-pertanyaan buat melalui proses tidak disadari
kecil tersebut mungkin saja dapat oleh perseorangan maupun
membantu apa yang sedang atau kelompok (Elly M. Setiadi, 2013).
akan kita hadapi.
Ketentuan yang mengikat
warga kelompok di masyarakat PEMBAHASAN
disebut norma sosial, digunakan
untuk tatanan suatu masyarakat, Kesopanan adalah amalan
dan sebagai suatu pengendalian tingkah laku yang mematuhi
terhadap tingkah laku peraturan-peraturan sosial yang
dimasyarakat (Nugrahani 2011, terdapat dalam sesebuah
hal. 6). Norma moral berasal dari masyarakat. Seseorang yang
bahasa latin Mouse (jamak; tidak mematuhi peraturan-
mores) yang berarti adat, cara peraturan soaial ini dianggap
bertindak, kebiasaan. Norma tidak sopan. Perilaku yang
moral berarti aturan bagi menonjolkan ketidaksopanan
kelakuan atau tindakan dan lebih merujuk kepada perilaku
sekaligus ukuran Apakah seseorang yang ditonjolkan
seseorang itu baik atau tidak baik secara personal yang boleh
sebagai manusia (Fathurrohman, menimbulkan suasana konflik
2011). dan ketegangan yang lebih
besar. Dengan kata lain setiap
orang harus bertindak dengan anak. Dan peranan teman
penuh kesopanan antara satu sebaya juga sangat penting jadi
dengan lainnya berdasarkan kita harus pintar memilih teman
norma kesopanan dalam untuk teman anak kita (Hidayat,
sesebuah masyarakat (Hamzah, 2013).
2010).
perasaan sakit hati ketika muncul
ketika ada yang menjawab
pertanyaan saya dengan "kepo
Masa remaja disebut pula deh.." karena kita sudah
sebagai masa penghubung atau berusaha care kepada orang
masa peralihan antara masa tersebut akan tetapi balasannya
kanak-kanak dengan masa adalah menyakiti hati kita sendiri.
dewasa. Pada periode ini terjadi Karena itu bukan kebudayaan
perubahan-perubahan besar dan milik kita. Kadang suka bawa
esensial mengenai kematangan perasaan ketika ada yang
fungsi-fungsi rohaniah dan menjawab seperti itu.
jasmaniah, terutama fungsi
seksual (Kartono, 2008). Akan tetapi kita sebagai makhluk
sosial harus memaklumi orang
Awal masalahnya itu berakar dari yang menjawab pertanyaan
keluarga. Keluarga adalah dengan "kepo deh..". Mungkin
Madrasah awal bagi anak- orang tersebut sedang
anaknya. Jadi di sini Bagaimana mempunyai masalah psikologi
peran keluarga untuk membentuk atau masalah pribadi.
pribadi anak yang baik. Pengaruh
dari luar lebih sedikit daripada Kembali lagi peran orangtua
pengaruh dari keluarga. Karena Disini sangat penting karena
jika bekal dari keluarga itu baik jaman sekarang hubungan atau
maka anak akan menjadi pribadi interaksi orang tua dengan
yang baik pula. Masih banyak anaknya sudah mulai mencair
anak yang memegang komitmen seperti jika orang tua
nilai norma etika dengan baik menanyakan sesuatu kepada
karena mendapat penguatan dari anaknya dan anaknya menjawab
orang tua dan pengaruh orang "kepo deh.. " dan hal tersebut
tua sangat kuat. dibiarkan oleh orang tuanya atau
tidak diluruskan. Maka anak
Jadi yang harus di edukasi tersebut akan terbiasa dengan
adalah Bagaimana peran orang perilaku interaksi yang
tua bisa memberikan kontribusi menyangkut nilai dan norma
besar terhadap perkembangan tersebut. Karena dalam pikiran
anak. Yang kedua adalah anak sudah tertanam bahwa,
sekolah karena guru mempunyai ketika orang tua di respon seperti
tempat yang baik bagi anak-anak. itu bersikap biasa saja maka
anak akan menganggap hal
Jadi pergeseran budaya tersebut
tersebut biasa saja kepada orang
tidak terlepas dari peran orang
lain. Padahal psikologi individu
tua dan sekolah. Baru kemudian
atau manusia itu berbeda-beda.
teman sebaya yang menjadi
pengaruh pembentukan pribadi
Fenomena yang menarik pada Fathurrohman. (2011). Fakultas
zaman sekarang adalah ilmu pendidikan universitas
fenomena tegur, sapa, salam, negeri yogyakarta sil
sopan, santun dan permohonan psikologi anak berkebutuhan
maaf. Yaitu sulit meminta maaf khusus, 1–16.
sulit bertegur sapa dan
sebagainya.(Setiawan, 2010) Hamzah, aitul A. bt Z. (2010).
Parameter Kesopanan dalam
Di sini perlu pendidikan bahasa Kalangan Kanak-Kanak dan
yakni pada zaman sekarang Remaja Analisis Pragmatik,
pendidikan bahasa hanya pada (1975), 1–4.
penggunaan EYD nya saja tidak
kepada penerapan dalam Hanum, F. (2009). ETIKET-
kehidupan sehari-hari dan cara ESTETIKA DAN
berkomunikasi sudah mulai KOMUNIKASI YANG
ditinggalkan. Penggunaan EFEKTIF 1 Oleh Prof. Dr.
bahasa yang baik sudah mulai Farida Hanum 2 Humas dan
ditinggalkan sedikit demi sedikit protokoler sering pula
bahkan oleh ahli bahasanya disebut sebagai PR (, 1–8.
sendiri. Jadi kita tidak hanya
mengedepankan pemahaman Hidayat, H. S. (2013). Pengaruh
EYD akan tetapi penerapannya Kerjasama Orang Tua Dan
dalam kehidupan sehari-hari Guru Terhadap Disiplin
(Hanum, 2009). Peserta Didik Di Sekolah
Di sini terdapat kedua belah Menengah Pertama ( Smp )
pihak antara penanya dan Negeri Kecamatan
penjawab yaitu Sang penanya Jagakarsa - Jakarta Selatan,
harus mengetahui teknik 1.
bertanya agar tidak dianggap
"kepo" dan kemudian sang Kartono. (2008). Berasal Dari
penjawab Tidak Dianggap Bahasa Latin Yaitu Kata, 6–
sombong. Keduanya harus saling 14.
memahami kondisi dan situasi.
Nugrahani, T. S. (2011).
Pengaruh Norma Internal
Dan Norma Sosial Pada
Distorsi Anggaran. Sinergi,
2(1), 1–14.
DAFTAR PUSTAKA
Pudjoutomo. (2015). 01/04/2015,
A.A., D. (2010). Modul 1 ETIKA,
1–2.
MORAL, NILAI DAN NORMA
1.
Setiawan, H. (2010). Identifikasi
faktor-faktor penyimpangan
Elly M. Setiadi, U. K. (2013).
norma kesopanan di
Pengantar Sosiologi. Jakarta: kalangan remaja (.
Kencana Prenamedia Group.