Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

PENGGUNAAN METODE

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

DISUSUN OLEH :

ANGEL JOUVANCHA 1724007

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

2018
STUDI KASUS :
Pemerintah provinsi Jawa Timur ingin mengembangkan fasilitas-fasilitas dengan cara
melaksanakan pembangunan Fasilitas yang ada disalah satu kota-kota terbesar di Jawa Timur.
Untuk melaksankan hak tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan beberapa
agenda agr hal tersebut dapat terlaksana. Salah satu nya yaitu adalah dengan menggunakan
analisis AHPyang dimana menggunakan Aplikasi Expert Choice, untuk mengetahui lokasi
yang tepat untuk dibangun fasilitas tersebut dan menggunakan beberapa tenaga ahli untuk
menentukan kriteria-kriteria yang harus di pertimbangkan sebelum menentukan lokasi yang
tepat untuk merealisasikan tujuan tersebut. Adapun beberapa kriteria yang terkait yaitu :

KRITERIA

 Pendidikan
 Kesehatan
 Perkantoran
 Peribadatan
 Perdagangan dan jasa

ALTERNATIF CHOICE

 Surabaya
 Malang
 Blitar
 Sidoarjo
 Batu
ASUMSI, HASIL SURVEY DAN ANALISA

Asumsi dan analisa dari para tenaga ahli dan hasil survey menggunakan kuisioner dan
wawancara terhadap masyarakat terkait :

A. Dari 3 tenaga ahli selaku stakeholder terkait yang ikut andil dalam kegiatan
pembangunan fasilitas ini mereka mengemukakan asumsi masing-masing yang di
deskriptipkan sebagai berikut :

1. Tenaga ahli 1
Tenaga ahli 1 berasumsi bahwa lokasi pembagunan fasiltas kesehatan yang tepat di kota
surabaya berdasrkan tujuannya dan dengan pertimbangan analisanya bahwa kota
tersebut memiliki akses transportasi yang baik, lokasi yang strategis
2. Tenaga ahli 2
Tenaga ahli 2 berasumsi bahwa lokasi pembangunan fasilitas kesehatan yang tepat
berada di kota Malang berdasarkan tujuan nya dan dengan pertimbangan analisanya
bahwa kota tersbut memiliki lokasi yang strategis, jarak tempuh dari kabupaten dan
kota sangat dekat
3. Tenaga ahli 3
Tenaga ahli 3 berasumsi bahwa lokasi pembangunan fasilitas kesehatan yang tepat ada
di kota Surabaya berdasarkan tinjauan yang dilakukannya dan dengan beberapa
pertimbangan analisa yang dilakukan bahwa kota surabaya tersebut memiliki
kemudahan akses lokasi yan tinggi, kemudahan transportasi, dan lain sebagainya

B. Hasil Kuisioner
Dari hasil penyebaran kuisioner sebanyak 10.000 kuisioner di dapatkan hasil bahwa
60% memilih Kota Surabaya sebagai lokasi untuk pembangunan fasilitas kesehatan
dengan rata-rata berdasarkan kategori atau pertimbangkan akses lokasi dan kemudahan
transportasi. Sedangkan 25% memilih Kota Malang sebagai lokasi pembangunan
fasilitas kesehatan dan dengan rata-rata dengan kategori jarak tempuh antar
kabupaten/kota. Dan 15% lainnya memilih kategori kota-kota yang lainnya.

C. Hasil wawancara
Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan dengan 78 Kecamatan dari masing-masing
Kota, didapatkan hasil yaitu sekitar 60% memilih kota surabaya sebagai lokasi
pembangunan fasilitas kesehatan dengan dominasi adalah kemudahan akses
transportasi. Sedangkan 30% memilih Kota Malang sebagai pembangunan fasiitas

kesehatan dengan kategori yang mendominasi adalah jarak tempuh. Sedangkan 10%
memilih kota-kota yang lainnya.

HASIL ANALISA

Dari hasil analisa diatas, berdasarkan prioritas dari setiap kategori menggunakan aplikasi
Expert Choice dapat kita lihat hasil nya yaitu diatas, yang menyatakan bahwa lokasi
pembangunan fasilitas kesehatan di jawa timur adalah di Kota Surabaya.
Dari diagram diatas dapat di lihat perubahan dari setiap alternatif, hasil yang di dapat yaitu
bahwa Kota Surabaya merupakan lokasi yang tepat untuk pembangunan fasilitas kesehatan
dikarenakan jika nilai fasilitas kesehatan yang 59,0% sedangkan fasilitas pendidikan 23,6%
dan lain sebagainya maka Kota Surabaya lah yang tepat sebagai lokasi pembangunan fasilitas
kesehatan tersebut.

Dari grafik diatas dapat kita lihat bahwa Kota Surabaya Memiliki nilai yang paling tinggi dalam
kategori fasilitas kesehatan, sedangkan Kota Malang di posisi kedua. Dan yang berada di posisi
ketiga yaitu Sidoarjo.
Dari diaf=gram diatas dapat dilihat perbandingan antara Kota Surabaya dan Kota Malang,
dari kelima kategori yang ada. Pada kategori pendidikan Kota malang merupakan yang
tertinggi dan di kategori kesehatan Kota surbaya lah yang tertinggi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dari hasil analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP) menggunakan aplikasi Expert Choice telah di dapatkan hsil yaitu Kota
Surabaya lah yang menjadi lokasi pembangunan Fasilitas Kesehatan. Jadi jika pemerintah
Provinsi Jawa Timur hendak membangun sektor sarana dan prasarna di salah satu kota yang
berada di Jawa Timur yaitu pembangunan Fasilitas Kesehatan yaitu ber4ada di Kota
Surabaya dengan hasil dari Analisa AHP yang sudah di lakukan