Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANIS DINANDA LUTHFIANA

KELAS : 1-B

NIM : P1337420417072

BERTUALANG KE MATAHARI
Judul buku : Matahari

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cover : Orkha Creative

Tahun terbit : Juli 2016

Cetakan : Kedua

Tebal buku : 400 halaman

[Sinopsis]

Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia
sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doctor di universitas ternama. Ali tidak
menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan
baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya,
hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa
mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang
raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan. Namanya Ali.
Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya,
dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

[Resensi]

Novel Matahari merupakan novel ke-3 dari serial novel Bumi. Novel karya Tere Liye ini
menyuguhkan tentang perjalanan, petualangan, dan persahabatan yang berbalut cerita
fantasi tentang dunia pararel. Novel ini mengisahkan perjalanan Raib, Selly, dan Ali untuk
mencari klan Bintang. Novel Matahari menyajikan perjalanan mereka dengan sangat seru
dan menegangkan, karena ini merupakan perjalanan fisik memasuki lorong-lorong bawah
tanah yang sebenarnya mereka pun tidak tahu pada akhirnya mereka akan sampai dimana.
Di awal perjalanan mereka sudah bertemu dengan ular raksasa, kemudian tidak hanya
sampai disitu, karena mereka pun harus kembali berhadapan dengan segerombolan
kelelawar raksasa. Ular dan Kelelawar yang mereka hadapi bukan hewan biasa seperti di
Bumi, hewan-hewan ini lebih purba namun memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik
dan lebih hebat, hewan-hewan tersebut bahkan tetap bisa membaca gerakan teleportasi
yang dilakukan oleh Raib.

Tema novel ini berfokus tentang persahabatan 3 anak remaja yang menyukai
petualangan, dan kita akan diajak untuk berpetualang di dunia fantasi nya Tere Liye. Tere
Liye kembali membuktian bahwa Ia adalah salah satu penjelajah tema dalam menulis cerita.
Melalui novel Matahari, kita akan disuguhkan dengan cerita yang penuh petualangan
dengan berbalut fantasi. Mungkin pembaca akan merasakan beberapa suasana dan nuasa
cerita yang hampir sama saat membaca novel Matahari seperti saat membaca novel Bumi
dan Bulan, tetapi tentunya dengan rasa dan sensasi yang berbeda.

Secara keseluruhan, cerita di Novel Matahari mengambil latar tempat di Bumi dan di
Klan Bintang. Di Bumi tempat yang lebih spesifiknya yaitu di lingkungan sekolah dan Rumah
Ali, hal inilah yang membuat pembaca dapat merasakan persahabatan ala anak sekolah.
Sedangkan, latar tempat di Klan Bintang akan membuat pembaca masuk ke dunia fantasi,
dimana Klan Bintang ternyata salah satu klan dengan peradaban yang sangat maju
dibandingkan Klan Bulan dan Klan Matahari.

Sesuai dengan temanya yaitu persahabatan, petualangan, dan fantasi, jadi suasana
dalam cerita yang berhasil aku tangkap tentu saja suasana khas persahabatan anak remaja
yang terkadang terjadi perdebatan-perdebatan kecil, dan canda tawa diantara Raib, Selly,
dan Ali selama melakukan perjalanan. Selain itu, suasana ketegangan juga sering muncul di
dalam novel ini ketika mereka sedang menghadapi musuh atau ketika dihadapkan oleh
pilihan yang sulit. Kisah perjalanan ketiganya memang mirip seperti Matahari yang
terkadang cerah (menggambarkan keceriaan mereka), tetapi kadang juga mendung ketika
ada awan yang menutupinya (menggambarkan kesulitan yang harus mereka hadapi agar
dapat kembali bersinar cerah).

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa tokoh utama di novel ini adalah Raib, Selly,
dan Ali. Beberapa tokoh lain yang juga menemani perjalanan ketiganya di dalam novel ini
yaitu ILY, orangtua Selly, orangtua Raib, Faar, Marsekal Laar, Sang Hantu, Buku Kehidupan,
dan masih banyak tokoh lainnya yang menemani perjalanan mereka. Uniknya, meskipun
novel ini memiliki banyak tokoh, tetapi tokoh-tokoh tersebut tidak hanya menjadi “tempelan”
saja, seperti biasa, Tere Liye selalu menjadikan setiap tokoh di dalam novelnya memiliki
momentum peranan yang dapat mempengaruhi jalannya cerita, sehingga pembaca mampu
untuk tetap mengingat tokoh-tokoh tersebut.

Pengembangan karakter pada tokoh utama di novel Matahari semakin kuat dan
berkembang, itulah yang membuat membaca novel serial Bumi, Bulan, dan Matahari akan
semakin terasa menegangkan dan menyenangkan karena penulis berhasil mengembangkan
karakter tokoh utama, serta membuat serial novel ini tidak terasa membosankan meskipun
berpusat dengan petualangan Raib, Selly, dan Ali. Di novel ini, Ali menjadi pusat perhatian
dan dikeliling oleh para penggemarnya, tidak lagi menjadi Ali yang kusam. Pengembangan
karakter juga terlihat pada Selly, meskipun Selly terkadang menjadi penakut, tetapi disini Ia
perlahan memiliki rasa keberanian yang tinggi dan tentunya kekuatan Selly pun mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Begitupun dengan karakter Raib yang berkembang
dengan sangat baik. Jika kita membaca novel serial ini secara berurutan, maka pembaca
dapat merasakan karakter yang terus berkembang pada tiap tokoh utamanya,
perkembangan yang dilakukan tidak cepat, tetapi perlahan dan sesuai dengan kejadian-
kejadian yang telah mereka alami. Novel ini akan mengajarkan kita bahwa kejadian-kejadian
baik dan buruk akan mempengaruhi sifat kita kedepannya dalam menghadapi masalah.

Novel ini menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti. Bahasa yang
digunakan Tere Liye sesuai dengan sasaran pasar novel ini, yaitu para remaja. Sehingga
bahasa yang digunakan bukanlah bahasa sastra klasik ataupun puitis yang rumit untuk
dipahami, melainkan bahasa yang mudah dimengerti oleh para remaja.

Sampul (cover) novel Matahari memang tidak memiliki warna yang cerah, namun
designnya sangat keren dan sederhana, dan menurut saya sudah sesuai dengan genre
yang diusung oleh novel ini, yaitu fantasi. Dibagian sampul depan juga terdapat beberapa
hewan seperti ular dan kelelawar yang dapat dijadikan petunjuk bahwa hewan-hewan
tersebut kelak akan kita temui ketika membaca novel ini. Tidak hanya cover novel Matahari,
Cover novel Bumi dan Bulan pun mengalami perubahan dengan jenis sampul yang senada
dan membuat kita ingin mengoleksi ketiga novel ini.

Kelebihan novel Tere Liye ini dapat terihat dari banyaknya pesan moral yang bisa kita
ambil untuk dijadikan pelajaran, ada juga kutipan-kutipan menarik dan bermakna yang selalu
menjadi ciri khas Tere Liye disetiap tulisannya. Dan bukan Tere Liye jika di novelnya tidak
terdapat nilai atau ilmu yang bisa kita pelajari,

Beberapa kekurangan dari Novel Matahari ini saya secara pribadi masih merasakan
ada rasa hampa mengenai akhir dari cerita ILY di novel ini, sayang sekali peran ILY hanya
dibagian awal-awal saja, seharusnya peran ILY bisa terus dikembangkan hingga akhir cerita.
Selain itu, ternyata ditemukan beberapa kesalahan ketik (typo) yang mungkin akan
mengganggu sebagian pembaca. Sebagai contoh berikut :

“ Anak itu pastil genius sekali,” Papa berkomentar, saat jeda sebentar.” (Hal.105).

“… Seandinya pun gagal, aku akan terus berusaha, lagi, lagi, dan lagi.” (Hal. 363)

Kesimpulan novel ini mengajarkan kita untuk terus berjuang hingga akhir, jangan
pernah menyerah, jangan pernah meninggalkan sahabat kita bagaimanapun kondisinya,
dan kita sesungguhnya tidak memiliki batasan soal kemampuan yang kita miliki, semuanya
tergantung sejauh mana kita mau keluar dari zona aman dan mau terus belajar mengasah
kemampuan kita hingga akhirnya kita dapat memperbaharui kemampuan tersebut menjadi
lebih baik lagi. Novel ini tidak hanya cocok bagi remaja tetapi juga bagi semua kalangan
pecinta genre fiksi fantasi. Sebaiknya membaca novel berseri ini bacanya berurutan mulai
dari Bumi, Bulan, dan Matahari agar dapat memahami cerita apa yang sesungguhnya ingin
disampaikan oleh Tere Liye, dan juga agar pembaca dapat mengenal dan lebih mendalami
karakteristik masing-masing tokohnya.